• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teoritis

2.1.3 Konsep Investasi

2.1.3.1 Pengertian Investasi

Secara umum investasi meliputi pertambahan barang barang dan jasa dalam masyarakat seperti pertambahan mesin mesin baru, pembuatan jalan baru, pembukaan tanah baru, dan sebagainya. Investasi adalah pengeluaran untuk membeli barang modal dan peralatan produksi dengan tujuan untuk mengganti atau menambah barang modal dalam perekonomian yang akan digunakan untuk

29

memproduksi barang dan jasa di masa depan, dengan perkataan lain investasi adalah kegiatan perbelanjaan untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam perekonomian.

Dari beberapa pendapat di atas tentang investasi, maka dapat diketahui investasi merupakan suatu pengeluaran sejumlah dana dari investor atau pengusaha guna membiayai kegiatan produksi untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Sedangkan penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan investasi investor dalam bentuk penanaman modal pada perusahaan, yang dilakukan oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing di wilayah negara Republik Indonesia.

Adanya kegiatan penanaman modal akan meningkatkan modal bagi perusahaan, hal ini akan membuat perusahaan berekspansi dengan menambah kapasitas produksinya.

2.1.3.2 Macam-Macam Investasi dalam Bentuk Penanaman Modal Dalam Undang-Undang RI Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal, penanaman modal dibagi menjadi 2, yaitu :

1. Penanaman Modal Asing (PMA)

Menurut Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal, pengertian Penanaman Modal Asing (PMA) adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri.

Adapun manfaat adanya Penanaman Modal Asing (PMA) di dalam negeri antara lain adalah sebagai berikut :

a. Menciptakan lowongan kerja bagi penduduk negara tuan rumah sehingga mereka dapat memperoleh dan meningkatkan penghasilan dan standar hidup mereka.

b. Menciptakan kesempatan penanaman modal bagi penduduk negara tuan rumah sehingga mereka dapat berbagi dari pendapatan perusahaan-perusahaan baru.

c. Meningkatkan ekspor dari negara tuan rumah, mendatangkan penghasilan tambahan dari luar yang dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan bagi kepentingan penduduknya.

d. Menghasilkan pelatihan teknis dan pengetahuan yang dapat digunakan oleh penduduk untuk mengembangkan perusahaan dan industri lain.

e. Memperluas potensi kewaspadaan negara tuan rumah dengan memproduksi barang setempat untuk menggantikan barang impor.

f. Menghasilkan pendapatan pajak tambahan yang dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan, demi kepentingan penduduk tuan rumah.

g. Membuat sumber daya negara tuan rumah, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia, agar lebih baik manfaatnya dari pada semula.

2. Penanaman Modal Dalam Negeri

Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, penanaman modal dalam negeri merupakan kegiatan

31

investasi untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia, yang dibuat oleh investor dalam negeri dengan menggunakan modal dalam negeri.

Adapun manfaat adanya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) antara lain adalah sebagai berikut :

a. Menghemat devisa

b. Mengurangi ketergantungan pada produk asing c. Membantu penyerapan tenaga kerja

2.1.3.3 Fungsi Investasi dan Penanaman Modal

Kegiatan investasi yang dilakukan oleh masyarakat secara terus menerus akan meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nasional dan meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat.Peranan ini bersumber dari tiga fungsi penting dari kegiatan investasi, yakni :

1. Investasi merupakan salah satu komponen dari pengeluaran agregat, sehingga kenaikan investasi akan meningkatkan permintaan agregat, pendapatan nasional serta kesempatan kerja

2. Pertambahan barang modal sebagai akibat investasi akan menambah kapasitas produksi

3. Investasi selalu diikuti oleh perkembangan teknologi.

Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, dijelaskan manfaat atau tujuan penyelenggaraan penanaman modal, antara lain adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

2. Menciptakan lapangan kerja.

3. Meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

4. Meningkatkan kemampuan daya saing dunia usaha nasional.

5. Meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknologi nasional.

6. Mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan.

7. Mengolah ekonomi potensial menjadi kekuatan ekonomi riil dengan menggunakan dana yang berasal, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

8. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

2.1.3.4 Faktor yang Mempengaruhi Investasi

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi laju percepatan investasi dalam suatu negara ataupun daerah, antara lain yaitu sebagai berikut:

1. Tingkat Bunga

Tingkat bunga sangat berperan dalam menentukan tingkat investasi yang terjadi dalam suatu negara, apabila tingkat bunga rendah, maka tingkat investasi yang terjadi akan tinggi karena kredit dari bank masih menguntungkan untuk mengadakan investasi. Sebaliknya apabila tingkat bunga tinggi, maka investasi dari kredit bank tidak menguntungkan.

2. Peningkatan Aktivitas Perekonomian

Harapan adanya peningkatan aktivitas perekonomian di masa datang, merupakan salah satu faktor penentu untuk mengadakan investasi atau tidak, kalau ada perkiraan akan terjadi peningkatan aktivitas perekonomian di masa yang akan datang, walaupun tingkat bunga lebih besar dari tingkat MEC (sebagai penentu investasi), investasi mungkin akan tetap dilakukan oleh

33

investor yang instingnya tajam melihat peluang meraih keuntungan yang lebih besar di masa yang datang.

3. Kestabilan Politik Suatu Negara

Kestabilan politik suatu negara merupakan satu pertimbangan yang sangat penting untuk mengadakan investasi, karena dengan stabilnya politik negara yang bersangkutan terutama penanaman modal dari luar negeri/PMA, tidak akan ada resiko perusahaannya dinasionalisasikan oleh negara tersebut.

2.1.3.5 Hubungan Investasi dengan Penyerapan Tenaga Kerja Pada umumnya, para ekonom menyepakati bahwa tingkat investasi berkorelasi positif dengan tingkat pertumbuhan ekonomi. Investasi PMA dan PMDN tidak hanya menciptakan permintaan, tetapi juga memperbesar kapasitas produksi. Tenaga kerja yang merupakan salah satu faktor produksi, otomatis akan ditingkatkan penggunanya. Dinamika penanaman modal mempengaruhi tinggi rendahnya pertumbuhan ekonomi, mencerminkan marak lesunya pembangunan.

Maka setiap negara berusaha menciptakan iklim yang dapat menggairahkan investasi terutama investasi swasta yang dapat membantu membuka lapangan kerja sehingga dapat meningkatkan kesempatan kerja.

Tingkat investasi yang tinggi akan meningkatkan kapasitas produksi yang pada akhirnya berujung pada pembukaan lapangan kerja baru. Dengan begitu, tingkat pengangguran bisa direduksi dan pendapatan masyarakat pun meningkat.

Adanya investasi juga memungkinkan terjadinya transfer teknologi dan pengetahuan dari negara maju ke negara berkembang.

Permintaan total masyarakat merupakan dasar untuk diadakannya kegiatan investasi. Pengeluaran investasi memberikan peluang untuk tumbuhnya kesempatan kerja. Investasi yang dilakukan dalam rangka penyediaan barang-barang modal seperti mesin dan perlengkapan produksi untuk meningkatkan hasil output perusahaan akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja karena barang-barang modal tersebut membutuhkan tenaga manusia untuk mengoperasikannya.

Semakin besar investasi yang dilakukan akan semakin banyak tenaga kerja yang diminta, terutama investasi yang bersifat padat karya. Dengan demikian besarnya nilai investasi akan menentukan besarnya penyerapan tenaga kerja.

2.1.4 Konsep Upah Minimum Provinsi

Dokumen terkait