• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KEPUSTAKAAN 2.1 STUDI KEPUSTAKAAN

2.1.6 Konsep Kepemimpinan

Menurut T Hani Handoko Kepemimpinan addalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk memepengaruhi orang-orang lain supaya bekerja mencapai tujuan dan sasaran42.

Menurut Soaewarno Handoyaao Ningrat Kepemimpinan adalah suatu proses dimana pimpinan digambarkan akan memberi perintah atau pengarahan, bimbiangan atau mempenagaruhi pekerjaaan orang lain dalaam memilih daan mencapaia tujuan yang telah ditetaapkan43.

Pemimpin atau leader memiliki berbagai macam pengertian dari para ahli.

Berikut inai terdapat beberapaa arti tentang pemimpin yang dikemukakan oleh beberapa ahli diantaranya :

42T.Hani Handoko, Manajemen, BPFE Yogyakarta, 1986, hal 294

43Soewarno Handoyo Ningrat, Pengantar Ilmu Studi Administrasi dan Manajemen, CV. Haji Masagung Jakarta, 1980, hal. 64

42

Menuruta Hasibuann (2011:157), a pemimpin ialah aseseorang yang mempergunakan wewenang dan kepemimpinannya untuk mengarahkan orang lain sertaa bertanggung jawab atas pekerjaan orang tersebaut dalam mencapai suatu tujuan.

Menurut Kartono (2010:18), pemimpin aialah kemampuana seorang pribadi yang memilikia kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan dan kelebihan di

asatu bidang sehingga ia maampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaiana beberapa tujuan.

Menurut Henry Pratt aFairchild (dalam Kartonoo 2010:23) pemimpina ialah seorang yang memimpin dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial untuk mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui kekuasaan dan posisi.

Sesauai diungkapkaan Sedarmayanti (2009 : 119) bahwa pemimpin ialah : a. Seseorang yaang harus dapat amempengaruhi orang laina untuk melakaukan atau

tidak melakukan sesauatu sesuai yang diinginkan.

b. Seseorang ayang dapat menjalankan kepemiampinan sedangkaan pimpinan (manager) ialaah seseorang yanag menjalankan maanajemen. Orang yang sama harus menjalankan dua hal secara efektif yakni manajemen dan kepemimpinan.

c. Orang yang melakukaan atau menjalankan kepemimpinan.

d. Kata “pemimpin” diartikan sebagai akedudukan seseoraang atau akelompok orang apada hierarkia tertentu dalama organisasi, yang mempunyai bawahan, karena kedudukan yang bersangkutan memdapaatkan atau mempunyai kekuasaaan formal, dan tanggaung jawab.

43

Berdasarkan beberapa pengertian amenurut para ahali tersebut, daapat diartikana bahwa pemimpin ialaah seseoraang yang mempunyai kemampuan untuk mengarahkan bawahannya untuk mencapai tujuan organisasia.

Menurut Rivai (2004:2) akepemimpinan atau leadership ialah proses mempengaruhi atau memberai contoh kepada pengikut-pengaikutnya lewat upaya komunikasi daalam upaya mencapai tujuan organaisasi. Keseluruhan taindakan guna mempengaruhi sertaa menggiatkan oraang dalam usaha bersama guna menacapai tujuan, atau daengan arti yang lebih lengkaap dapat dikatakan bahawa kepemimpinan ialah praoses pemberiana jalan yang mudaha dari pada pekerjaan oranag lain yang terorganisair dalam organisasi formal guna amencapai tujuan yaang telah ditetapkan.

Kartono (2010a:5-8) berpendapat bahwa kepeamimpinan ialah salah relasi dan pengaruah antara pemimpin dengan yang adipimpin.Kepemimpinaan tersebut muncul dan berkembaang sebagai hasil daria interaksi otomatis antara paemimpin dengan orang-orang yang dipimpinnya.

Berdasarkana beberapa pengertian di aatas dapat disimpulakan bahwa kepemimpinan aadalah kemampuan aseseorang untuk memapengaruhi dan mengarahkan oraang secara efektif dan efisaien dalam rangka maencapai tujuan.

Sebagaaimana diungkapkan Sedarmayanti (2009:120) bahwa kepemimpin (leadership), adaalah :

a.Proases dalam mempengaruhi orang laain agar melakukan atau tidaka melakukan sesuatu yang di ainginkan seseorang paemimpin.

b.Hubungaan interaksi antar pengikut dengaan pimpinan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. a

44

c.Proses mempengaruhai aktivitas/perilaku kelomapok yang diorganisasikan kea rah paencapaian tujuaan.

d.Proses amember arti (pengaraahan berarti) terhadap usahaa kolektif dan menyebabkan adaanya kesediaan untuk melaakukan aktivitas/perilaku yang diingiknakan untuk peancapaian sasaran.

e.Proses mempengaruhi kegiatan indiavidu/kelompok dalam usaha mencapai tujuan paada situasi tertentu.

Daai beberapa penagertian menurut para ahali diatas, dapat diartaikan bahwa kepemimpinaan adalah mempengaruhia orang lain untuka mengambil tindakan, artinya seaorang pemimpin harus berusaaha mempengaruhi pengikutnaya dengan berbaagai cara, seperti mengguanakan otoritas yang terleagitimasi, menciptakan modeal (menjadi teladan), peneatapan sasaran, memberi tmbalana dan hukuman, restrukrisasi organisasi, daan mengkomunikasikaan sebuah visi. Dengan demikiana, seorang paemimpin dapat dipandang aefektif apabila dapat maembujuk para pengikutanya untuk meninggalkan kepentingan pribaadi mereka demi keberhasilan organisasi.

Secara keseluruhan dapat diartikan bahwa kepemimpinan pemerintahan adalah kepemimpinan dalam pemerintahan atau secara operasional dapat dijelaskan bahwa kepemimpinan pemerintahan adalah penerapan prinsip-prinsip dasar kepemimpinan dibidang pemerintahan.Pamudji (2009:52) berpendapat dalam hubungannya dengan kepemimpinan pemerintahan Indonesia terdapat pada setiap tingkat pemerintahan, Nasional/Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota, kecamatan dan juga tingkat pemerintahan kelurahan/desa.Lebih lanjut jika pengertian ini dikaitkan dengan pemerintahan daerah maka kepemimpinan

45

pemerintahan daerah adalah penerapan dasar-dasar kepemimpinan pada umumnya dalam sistem pemerintahan di daerah yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Melengakapi pendapat diatas Kalaoh (2009:2) menjelaskan abahwa berdasarkana sistem pemeraintahan Indonesia maka pemimpin pemerintahan adalah mereka yang dikategorikan asebagai pemimpin pada ketigaa cabang pemerintahan yaitu eksekutif, legislatifa maupun yudikatif. Dari sisi laiana pemimpin pemerintahan dapat adibedakan menjadi pemimpin politik yanag tersusun secara hiraarkis mulai dari presiden yang dibantua paara menteri, gubernaur, bupati/Wali Kota dan kepala desa/lurah adan pemimpin yang menduduki jabatan satruktural yaaitu mereka yang menduduki jabatan secara aberjenjang yang tersusun adari eselon I, II, III, IV. Para pejabat paolitik dan pejabat strukturala digolongkan sebaagai pemimpin pemeriantahan karena mereka adalaah aktor pemeriantahan yang melaksanakan fungsi-fungsi apemerintahan guna mewaujudkan kehidupan masyaarakat yang tertib dan majau serta mendapaatkan pelayanan yang adail dan merata.

siap menagorbankan diri demi membeala martabat, kehormaatan dan kejayaan bangsaa dan negaraanya serta jauh dari asifat mementingkan diri sendiri, boros, serakah, tidak dapat maaengendalikan diri, daan sombong Para paemimpin pemeriantahan ini harus memiliki sifata dan perilaku yang bersaedia berkorban untuk kepentingan bangsa daan negara serta masyarakat paada umumnya,. Dalam kaitan ini seorang pemiampin pemerintahan dituntut ajuga untuk mengikuti aperkembangan paradigma pemeriantahan, sebagaimana adipahami bahwa dewaasa ini telah terjadi perkembangaan paradigma dalaam pemerintahana yakni bergeasernya sistem pemerintahan yang diagerakkan oleh Visi dan Misi, memuasatkan perhatian pada

46

keluaran (outaput) yang eafisiaen bukan kepada masaaukan (kenaikan anggaran setiap tahun) yang mengarah kaepada maksimalisasi masukan dibanding amaksimalisasi keluaran.

Beardasarkan pendapat menuraut para ahli diataas, dapat diartiakan bahwa pemimpin pemerintahana adalah figur yaang menentukaan keefektifan dalam mencapai taujuan organisasia pemerintahan. Dengan kata laina pencapaian tujuan organisasi pemerintahaan ditentukan oleh kemampuana, kompetensi dan kapabilitas pemimpin apemerintahan dalam maelaksanakan tugas apokok dan fungsinya.