• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP KEPERAWATAN 1. Pengkajian

Dalam dokumen Atika Lp (Halaman 30-40)

Data subyektif :

1. Pasien mengatakan mudah lupa akan peristiwa yang baru saja terjadi.

2. Pasien mengatakan tidak mampu mengenali orang, tempat dan waktu

. Data obyektif :

1. Pasien kehilangan kemampuannya untuk mengenali wajah, tempat dan objek yang sudah dikenalnya dan kehilangan suasana kekeluargaannya.

2. Pasien sering mengulang-ngulang cerita yang sama karena lupa telah menceritakannya.

3. Terjadi perubahan ringan dalam pola berbicara; penderita menggunakan kata yang lebih sederhana, menggunakan kata-kata yang tidak tepat atau tidak mampu menemukan kata-kata-kata-kata yang tepat.

2. Diagnosa Keperawatan

1. Kerusakan Memori (00131) 2. Resiko Jatuh (00155)

3. Defisit Perawatan Diri

3. Intervensi Keperawatan

No Diagnosa Tujuan dan Kriteri Hasil (NOC) Intervensi (NIC) 1. Kerusakan Memori (00131)

Domain 5 ; Persepsi/Kognisi Kelas 4 ; Kognisi

Definisi :

Ketidakmampuan mengingat beberapa informasi atau keterampilan perilaku. Batasan Karakteristik :

- Ketidakmampuan melakukan keterampilan yang telah dipelajari sebelumnya - Ketidakmampuan mempelajari informasi baru - Ketidakmampuan mempelajari keterampilan baru - Ketidakmampuan mengingat informasi aktual - Keidakmampuan mengingat  perilaku tertentu yang pernah

dilakukan - Ketidakmampuan mengingat  peristiwa - Ketidakmampuan menyimpan NOC 1. Orientasi Kognitif  Kriteria Hasil;

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam, kesadaran klien terhadap identitas  personal, waktu dan tempat meningkat/baik, dengan indikator/kriteria hasil :

1. Mengenal kapan klien lahir 2. Mengenal orang atau hal penting 3. Mengenal hari, bulan, dan tahun

dengan benar

4. Klien mampu memperhatikan dan mendengarkan dengan baik

5. Klien mampu melaksanakan instruksi sederhana yang diberikan.

6. Klien dapat menjawab pertanyaan yang diberikan dengan tepat. 7. Klien mampu mengenal identitas

dirinya dengan baik.

8. Klien mengenal identitas orang disekitarnya dengan tepat/baik. 9. Klien mampu

NIC

Memori Taining (Pelatihan Memori) 1. Stimulasi memory dengan

mengulangi pembicaraan secara  jelas di akhir pertemuan dengan  pasien.

2. Mengenang pengalaman masa lalu dengan pasien.

3. Menyediakan gambar untuk mengenal ingatannya kembali 4. Monitor perilaku pasien selama

terapi

5. Monitor daya ingat klien.

6. Kaji kemampuan klien dalam mengingat sesuatu.

7. Ingatkan kembali pengalaman masa lalu klien

8. Implementasikan teknik mengingat dengan cara yang tepat 9. Latih orientasi klien

10. Beri kesempatan kepada klien untuk melatih, konsentrasinya Stimulasi Kognitif (Cognitive Stimulation)

1. Monitor interpretasi klien terhadap lingkungan

informasi baru

- Lupa melakukan perilaku pada waktu yang telah dijadwalkan - Mudah lupa

Faktor Yang Berhubungan ; - Anemia

- Distraksi lingkungan - Gangguan neurologis - Hipoksia

- Gangguan volume cairan - Ketidakseimbangan elektrolit - Penurunan curah jantung

mengidentifikasikan tempat dengan benar.

10. Klien mampu mengidentifikasi waktu dengan benar.

2. Tempatkan objek/hal-hal yang familiar di lingkungan/di kamar klien

3. Observasi kemampuan klien  berkonsentrasi.

4. Kaji kemampuan klien memahami dan memproses informasi

5. Berikan instruksi setelah klien menunjukkan kesiapan untuk  belajar atau menerima informasi. 6. Atur instruksi sesuai tingkat

 pemahaman klien

7. Gunakan bahasa yang familiar dan mudah dipahami

8. Dorong klien menjawab  pertanyaan dengan singkat dan  jelas.

9. Koreksi interpretasi yang salah 10. Beri reinforcement pada setiap

kemajuan klien 2. Resiko Jatuh (00055)

Domain : 11 Kemanan Kelas : 2 Cedera Fisik Definisi

Peningkatan kerentanan untuk jatuh yang dapat menyebabkan bahaya fisik

NOC

1. Trauma risk for 2. Injury risk for

Kriteria hasil :

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x 24 jam di harapkan klien

NIC

1. Mengidentifikasi defisit kognitif atau fisik yang dapat meningkatkan potensi jatuh dalam lingkungan tertentu

2. Mengidentifikasi perilaku dan faktor yang mempengaruhi resiko  jatuh

Asuhan Keperawatan Demensia 10

Faktor Resiko 1. Dewasa

Usia 65 tahun atau lebih

Riwayat jatuh

Tinggal sendiri

Prosthesis eksremitas bawah

Penggunaan alat bantu ( misalnya : walker,tongkat )

Penggunaan kursi roda 1. Anak

Usia dua tahun atau kurang

Tempat tidur yang terletak didekat jendela

Kurangnya penahan /  pengekang kereta dorong

Kurangnya/longgarnya pagar  pada tangga

Kurangnya penghalang atau tali pada jendela

Kurang pengawasan orang tua

Jenis kelamin laki-laki yang  berusia < 1 tahun

Bayi yang tidak diawasi saat  berada dipermukaan yang tinggi ( misalnya: tempat tidur/meja)

2. Kognitif

Penurunan status mental

mampu untuk :

1. Keseimbangan: kemampuan untuk mempertahankan ekuilibrium

2. Gerakan terkoordinasi : kemampuan otot untuk bekerja sama secara volunter untuk melakukan gerakan yang  bertujuan

3. Perilaku pencegahan jatuh : tindakan individu atau pemberi asuhan untuk meminimalkan faktor resiko yang dapat memicu  jatuh dilingkungan individu 4. Kejadian jatuh : tidak ada

kejadian jatuh

5. Pengetahuan : pemahaman  pencegahan jatuh pengetahuan :

keselamatan anak fisik,

6. Pengetahuan : keamanan pribadi 7. Pelanggaran perlindungan tingkat

kebingungan akut 8. Tingkat agitasi

9. Komunitas pengendalian resiko : 10. Gerakan terkoordinasi

3. Mengidentifikasi karakteristik lingkungan yang dapat meningkatkan potensi untuk jatuh ( misalnya : lantai yang licin dan tangga terbuka )

4. Mendorong pasien untuk menggunakan tongkat atau alat  pembantu berjalan

5. Kunci roda dari kursi roda,tempat tidur,atau brankar selama transfer  pasien

6. Tempat artikel mudah dijangkau dari pasien

7. Ajarkan pasien bagaimana jatuh untuk meminimalkan cedera 8. Menyediakan toilet ditinggikan

untuk memudahkan transfer 9. Membantu ke toilet

seringkali,interval dijadwalkan 10. Sarankan alas kaki yang aman 11. Mengembangkan cara untuk

 pasien untuk berpartisipasi keselamatan dalam kegiatan rekreasi

12. Lembaga program latihan rutin fisik yang meliputi berjalan 13. Tanda-tanda posting untuk

mengingatkan staf bahwa pasien yang beresiko tinggi untuk jatuh

3. Lingkungan

Lingkungan yang tidak terorganisasi

Ruang yang memiliki  pencahayaan yang redup

Tidak ada meteri yang antislip di tempat mandi pancuran

Pengekangan

Karpet yang tidak rata/terlipat

Ruang yang tidak di kenal

Kondisi cuaca ( misalnya : lantai basah,es)

4. Medifikasi

Penggunaan alcohol

Inhibitor enzyme pengubah angiotensin

Agen anti ansietas

Agen anti hipertensi

Deuretik Hipnotik  Narkotik/opiate Obat penenang Antidepresan trisiklik 5. Fisiologis Sakit akut Anemia Arthritis Penurunan kekuatan ekstremitas bawah

Diare

Kesulitan gaya berjalan

Vertigo saat mengekstensikan leher

Masaalah kaki

Kesulitan mendengar

Gangguan keseimbangan

Gangguan mobilitas fisik

Inkontinensia  Neoplasma ( misalnya : letih,mobilitas terbatas )  Neuropati Hipotensi ortostatisk Kondisi postoperative

Perubahan gula darah  postprandial

Deficit proprioseptif

 Ngantuk

Berkemih yang mendesak

Penyakit vaskuler

Kesulitan melihat 3. Defisit Perawatan Diri

Domain : 4 : Aktivitas/Istrahat Kelas : Kelas 5 Perawatan Diri Definisi

Hambatan kemampuan untuk melakukan

NOC :

1. Self care : Activity of Daily 2. Living (ADLs)

Kriteria Hasil :

Setelah dilakukan tindakan keperawatan

NIC

Self Care assistane : ADLs

1. Monitor kemempuan klien untuk  perawatan diri yang mandiri. 2. Monitor kebutuhan klien untuk

alat-alat bantu untuk kebersihan diri, berpakaian, berhias, toileting

atvitas atau menyelesaikan aktivitas  berpakaian sendiri, eliminasi sendiri dan

makan sedndiri

Batasan Kharateristik 

- Ketidakmampuan mengacingkan  pakaian

- Hambatan mengambil pakaian - Hambatan mengenakan pakaian - Ketidakmampuan menggunakan

higene eliminasi tepat - Ketidakmampuan naik toilet - Ketidakmampuan memanipulasi

 pakaian untuk eliminasi.

- Ketidakmampuan untuk berdiri dan duduk di toilet

- Ketidakmampuan mengambil makanan dan memasukannya ke mulut - Ketidakmampuan mengunyah makanan - Ketidakmampuan menghabiskan makanan - Ketidakmampuan makan makanan dalam jumlah memadai - Ketidakmampuan memanipulasi

makanan dalam mulut

- Ketidakmampuan menyapakna makanan untuk di makan

selama 3 x 24 jam Defisit perawatan diri teratas dengan kriteria hasil:

- Klien dapat berdandan eliminasi dan makan dengan mandiri

- Menyatakan kenyamanan terhadap kemampuan untuk melakukan ADLs

- Dapat melakukan ADLS dengan  bantuan

dan makan.

3. Sediakan bantuan sampai klien mampu secara utuh untuk melakukan self-care.

4. Dorong klien untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang normal sesuai kemampuan yang dimiliki. 5. Dorong untuk melakukan secara

mandiri, tapi beri bantuan ketika klien tidak mampu

melakukannya.

6. Ajarkan klien/ keluarga untuk Mendorong kemandirian, untuk Memberikan bantuan hanya jika  pasien tidak mampu untuk

melakukannya.

7. Berikan aktivitas rutin sehari- hari sesuai kemampuan.

8. Pertimbangkan usia klien jika mendorong pelaksanaan aktivitas sehari-hari.

- Ketidakmampuan untuk menelan Faktor Yang Berhubungan

- Gangguan kognitif - Penurunan motivasi - Ketidaknyamanan - Kendala lingkungan - Keletihan - Gangguan musculoskeletal - Gangguan neuromuscular -  Nyeri - Gangguan persepsi - Ansietas berat

4. Hambatan Komunikasi Verbal (00051) Domain : 5 Persepsi Kognisi

Kelas : 5 Komunikasi Definisi

Penurunan, keterlambatan atau ketiadaan kemampuan untuk menerima proses mengirim dan atau menggunaka sistem symbol

Batasan Kharateristik  - Tidak ada Kontak Mata - Tidak Dapat Bicara

NOC

1. Ansiety 2. Coping

3. Sensori Funtion : hearing dan vision

4. Fear self control Kriteria Hasil

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam klien mampu :

1. Berkomunikasi :  penerimaan NIC

Communication Enhancement : Speech Deficit

1. Gunakan penerjemah jika diperlukan

2. Beri satu kalimat simple setiap  bertemu jika di perlukan

3. Konsultasikan dengan dokter kebutuhan terapi wicara

4. Dorong  pasien untuk  berkomunikasi secara perlahan dan untuk mengulangi permintaan 5. Dengarkan dengan penuh

- Kesulitan mengekspresikan fikiran secara verbal

- Kesulitan menyusn kalinat - Kesulitan menyusun kata-kata - Kesuliatan memahami pola

komunikasi yang biasa

- Kesulitan dalam kehadiran tertentu

- Kesulitan menggunakan ekspresi wajah

- Disorientasi orang, ruang dan waktu.

- Tidak bicara

- Dismpena ketidakmampuan dalam bahasa pemberi asuhan - Ketidakmampuan menggunakan

ekspresi tubuh

- Ketidak mampuan menggunakan ekspresi wajah

- Ketidaktepatan verbalisasi - Defisit visual parsial - Pello

- Sulit bicara - Gagap

- Defisit penglihatan total - Bicara dengan kesulitan - Menolak bicara

interpretasi dan ekspresi pesan 2. Lisan, tulisan dan non verbal

meningkat.

3. Komunikasi ekspresif : (kesulitan  berbicara ekspresi pesan verbal

atau non verbal yang bermakna) 4. Komunikasi reseptif (kesulitan

mendengar) : penerimaan komunikasi dan interprestasi  pesan verbal atau non verbal 5. Gerakan terkoordinasi : mampu

mengkoordinasi gerakan dalam menggunakan isyarat.

6. Pengolahan informasi : klien mampu untuk memperoleh, mengatur, dan menggunakan informasi

7. Mampu mengontrol respon ketakutan dan kecemasan terhadap ketidak mampuan  berbicara

8. Mampu memanajemen

kemampuan fisik yang di miliki

9. Mampu mengkomunikasikan kebutuhan dengan lingkungan sosial

ketika berbicara.

6. Gunakan kertu baca, kertas,  pensil, bahasa tubuh, gambar, daftar kosa kata, bahasa asing, computer, dan lain-lain. Untuk memfasilitasi komunikasi dua arah yang optimal

7. Ajarkan bicara dari esophagus  jika diperlukan

8. Beri anjuran kepada pasien dan keluarga tentang penggunaan alat  bantu bicara misalnya prostesi, trakheoesofagus dan laring buatan 9. Berikan pujian positif jika

diperlukan

10. Anjurkan pada pertemuan kelompok

11. Anjurkan kunjungan keluarga secara teratur untuk member stimulus komunikasi.

12. Anjurkan ekspresi diri dengan cara lain dalam menyampaikna informasi misalnya bahasa isyarat.

Faktor Yang Berhubungan - Ketiadaan Orang terdekat - Perubahan Konsep Diri - Perubahan sistem syaraf pusat - Defek anatomis

- Tumor otak - HDR kronik

- Perubahan harga diri - Perbedaan Budaya

- Penurunan Sirkulasi ke otak - Perbedaan yang berhubungan

dengan usia perkembangan - Gangguan emosi

- Kurang informasi - Hambatan fisik - Kondisi psikologi - HDR situasional

- Stress kendala lingkungan

- Efek samping obat  jelemahan sistem musculoskeletal

PATHWAY “DEMENSIA”

Faktor predisposisi : virus lambat, proses autoimun, keracunan alumunium dan genetic

Penurunan metabolism dan alran darah di korteks parietalis superior

Degenerasi neuron kolinergik

Kesulitan neurofibrilar Hilangnya serat saraf kolinergik di

yang difus korteks serebrum

Terjadi plak senilis Kelainan neurotransmiter Penurunan sel neuron kolinergik yang berproyeksi ke hipokampus

dan amigdala Asetilkolin menurun pada otak

DEMENSIA

Perubahan kemampuan merawat Kehilangan kemampuan Tingkah laku aneh dan kacau diri sendiri menyelesaikan masalah dan cenderung mengembara

defisit perawatan diri Perubahan mengawasi keadaan kompleks dan berfikir abstrak

Emosi, labil, pelupa, apatis

Loos deep memory

Dalam dokumen Atika Lp (Halaman 30-40)

Dokumen terkait