• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI A. Pengertian Nasabah

E. Landasan Syariah

1. Konsep Pemasaran dalam Islam

Dalam dunia bisnis, pemasaran merupakan strategi bisnis yang mengarahkan proses penciptaan, penawaran dan perubahan nilai dari

seorang inisiator kepada pelanggannya. Menurut ajaran islam, kegiatan pemasaran harus dilandasi dengan nilai-nilai islami yang di jiwai oleh semangat ibadah kepada Allah dan berusaha semaksimal mungkin untuk kesejahteraan bersama. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai etika dalam pemasaran menurut islam yaitu :

Pertama, memiliki kepribadian yang baik dan spiritual (takwa) sehingga dalam melakukan pemasaran tidak semata-mata untuk kepentingan sendiri melainkan juga untuk menolong sesama.

Pemasaran dilakukan untuk melakukan kebajikan dan ketakwaan kepada Allah dan sebalikny. Dalam surah Al-Maidah [5]:2

Artinya :”Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”.21

Kedua, berlaku adail dalam berbisnis (‘adl) sikap adil akan mendekatkan pelakunnya pada nilai ketakwaan, Allah Berfirman (QS.5/Al-Maidah:8) :

21 Idri, Hadis Ekonomi, (Jakarta: Kencana, 2015), hal 281.

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjado orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-sekali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.

Dan bertakwalah kepada allah, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.22

Beberapa penjelasanbauran pemasaran dalam perspektof islam sebagai berikut :

a) Promosi (promotion) dalam perspektif islam

Istilah promosi dalam hukum islam dikenal dengan sebutan al-hawafiz al-muraghghibah al-shira diartikan sebagai “segala sesuatu yang mendorong atau menarik minat (membujuk) orang lain untuk membeli. Promosi juga mencakup tindakan atau layanan-layanan setelah terjadinya akad jual beli. Seperti halnya garansi yang juga menjadi bagian dari kiat-kiat promosi.

Kesimpulannya promosi adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh penjual atau produsen, baik terdiri dari perbuatan-perbuatan untuk memperkenalkan barang dagangan (komoditi) atau layanan-layanan yang mendorong dan menarik minat orang lain untuk membeli dan memilikinya, baik aktivitas itu sebelum akad jual beli maupun sesudahnya.

Promosi atau Iklan pada hakikatnya dalam islam merupakan tindakan yang memuji dan mengeluarkan atas suatu barang atau jasa yang ditawarkan. Tentunya, hal tersebut tidak terlepas dari pujian yang benar (haqq) atau yang tidak benar seperti

22 Idri, Hadis Ekonomi,...hal 282.

kebohongan (ghair haqq). Pertama pujian yang benar (haqq) dalam keadaan ini, apabila iklan yang mengandung pujian tersebut bersifat nyata dan benar tidak mengandung kebohongan maka iklan semacam ini diperbolehkan (ja’iz) apalagi jika promosi tersebut mengandung informasi yang sebelumnya tidak diketahui oleh pembeli tentang barang atau jasa yang ditawarkan,23

b) Harga dalam Perspektif Islam

Islam memberikan kebebasan dalam haraga yang artinya segala bentuk konsep dalam harag yang terjadi dalam transaksi jual beli diperbolehkan dalam ajaran islam selama tidak ada dalil yang melarangnya. Dan selama harga tersebut terjadi atas dasar keadilan dan suka sama suka antara penjual dan pembeli.

Menurut jumhur ulama telah sepakat bahwa islam menjunjung tinggi mekanisme pasar bebas, maka hanya dalam kondisi tertentu saja pemerintah dapat melakukan kebijakan penetapan harga. Prinsip kebijakan ini adalah mengupayakan harga yang adil, harga yang normal atau yang sesuai harga pasar.

Dalam penjulan islami baik yang besifat barang maupun jasa, terdapat norma, etika agama, dan prikemanusiaan yang merupakan landasan pokok bagi pasar islam yang bersih.24 c) Lokasi dalam Perspektif Islam

23 Episteme, Vol 8 no 1, Juni 2013

24 Soemarsono, peranan pokok dalam menentukan harga jual, (Jakarta: Rieneka Cipta, 1990), hlm 17.

Pemilihan lokasi secara terminologi adalah untuk menghindari sebanyak mungkin seluruh segi-segi negatif dan mendapatkan lokasi (tempat) dengan paling banyak faktor-faktor positif. Dampak dalam pemilihan lokasi bahwa dalam pemilihan lokasi yang baik akan berdampak baik pula dalam penempatan suatu usaha.25

d) Produk dalam Perspektif Islam

Produk menentukan kemakmuran suatu bangsa dan taraf hidup manusia. Al-Quran telah meletakan landasan yang jelas tentang produksi. Salah satu diantaranya adalah diperintahkanya bekerja keras dalam mencari kehidupan agar tidak ketinggalan, Allah telah menyediakan alam kekayaan untuk dikelola oleh manusia yang nantinya dihasilkan seperti produk yang dapat dipakai oleh manusia.26

2. Umroh

a. Pengertian umroh

Umrah dan Haji adalah perjalanan spiritual yang penting untuk umat islam. Berkunjung ketanah suci Mekkah di Arab Saudi lebih dari sekedar ibadah, melainkan ada juga wisata religi yang dilakukan dengan mendekatkan diri kepada Allah.

25 Episteme, Vol 8 no 1, Juni 2013

26 Episteme, Vol 8 no 1, Juni 2013

Ibadah umrah termasuk ibadah yang paling agung dan sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah yang paling afdal. Allah SWT, akan mengangkat derajat hamba-hambanya dan menghapus kesalahan-kesalahan yang diperbuat. Nabi SAW, menganjurkan baik melalui sabda maupun perbuatannya.27

Secara syariah umrah berarti berbaju Ihram, tawaf memutari kabah, kemudian sa’i dari bukit shofa ke bukit Marwah, lalu bercukur atau memotong rambut. Letak perbedaannya dengan haji adalah umrah tidak melakukan Wukuf di Arafah dan tidak menginap di Muzdalifah serta tidak melempar Jumrah. Ibadah umrah membawa para jamaah menuju mekah dan berkunjung ke Masjidil Haram yang merupakan masjid paling besar dan paling suci untuk umat islam. Disinilah tempatnya kabah sebagai kiblat shalat untuk umat islam diseluruh dunia dan tempat doa dikabulkan.28

Dalam Al-Quran, kata umrah disebut beberapa kali. Diantaranya adalah firman Allah SWT.

Artinya : “dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah”

(Al-Baqarah [2]:196).

27 Agus Sumardiyono, panduan haji dan umrah, (Yogyakarta: Mueeza, 2016), hlm 10.

28 Agus Sumardiyono, panduan haji dan umrah,...hlm 11.

Artinya : “Sesungguhnya safa dan marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah). maka barang siapa beribadah haji ke baitullah atau berumrah., tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Allah maha mensyukuri, maha mengetahui”.

Dalam hadis kata umrah juga banyak disinggung oleh Rasulullah SAW. Diriwayatkan bahwa Aisyah pernah bertanya kepada Nabi,

“Wahai rasulullah, apakah kaum perempuan diwajibkan berjihad?”

Beliau menjawab, “Mereka wajib berjihad tanpa harus mengangkat senjata yaitu haji dan umrah.

Diriwayarkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,

“orang-orang yang berhaji dan berumrah adalah tamu Allah, jika mereka berdoa maka Allah mengabulkan doa mereka, dan jika memohon ampunan maka Allah mengampuni dosa mereka, (HR al-Bukhari dan ibnu majah ).29

Umrah adalah hajikecil dan nabi melakukan umrah sebanyak empat kali. Semua dilakukan pada bulan Zulqadah, kecuali yang bersama haji.30

29 Abalah Muhammad al-Kahlawi, Haji dan umrah untuk wanita, (Jakarta: Zaman, 2015), hal 446.

30 Nizar Abazhah, sejarah madinah, (Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2009), hlm 352.

b. Rukun Umrah

Rukun umrah merupakan beberapa amalan umrah yang menjadi syarat sah atau tidaknya umrah yang dilakukan. Jika salah satu amalan dari rukun ini ditinggalkan. Berarti umrah yang dilakukan tidak sah dan tidak dapat diganti dengan denda atau dam selain mengulangi pelaksanaan umrah kembali.

Berikut beberapa rukun umrah : 1) Irham dan berniat

2) Tawaf (berkeliling kabah)

3) Sa’i diantara bukut shofa dan marwah

4) Bercukur atau bergunting sekurangnya memotong tiga helai rambut.

5) Menertibkan keempat rukun tersebut diatas.31

Pada bank BNI Syariah adanya produk Umroh IB Hasanah yaitu pembiayaan konsumtif bagi anggota masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pembelian jasa paket perjalanan ibadah umrah melalui BNI Syariah yang telah bekerja sama dengan Travel Agent sesuai dengan prinsip syariah.