TINJAUAN PUSTAKA
2.3. Konsep Perilaku Adaptif
Perilaku adalah semua kegiatan atau aktifitas manusia, baik yang dapat
diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar (Atmodjo,
2003). Perilaku adaptif diartikan sebagai suatu kemampuan perserta didik untuk
dapat mengatasi secara efektif terhadap keadaan – keadaan yang tengah terjadi dalam masyarakat lingkungannya. Perilaku adaptif secara khusus merupakan
kemampuan berperilaku merespon tuntutan lingkungan, melalui komposisi
beberapa aspek perilaku dan fungsinya dengan melibatkan salah satu kemampuan
penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Beberapa kombinasi yang terlibat
dalam keseluruhan proses penyesuaian meliputi aspek-aspek : intelektual, fisik,
gerak, motivasi diri, sosial dan sensori (Smith, et al., 2002 ; Patton, et al., 1986 ;
Kelly & Vergason, 1978 dalam Delphie, 2002). Sedangkan perilaku maladaptif
adalah setiap perilaku yang mempunyai dampak merugikan bagi individu dan /
masyarakat.
Heber ( 1961) mendefenisikan perilaku adaptif merupakan keefektifan
individu untuk menyesuaikan kepada tuntutan sosial terhadap lingkungannya yang
dapat dicerminkan dalam kematangan (maturasi), belajar, penyesuaiaan sosial
(Smith, Patton dan Ittenbach, 1994).
Perilaku adaptif (menyesuaikan diri) didefenisikan sebagai “keefektifan
atau tingkat dimana setiap individu memenuhi standard kebebasan pribadi dan
tanggung jawab sosial yang disesuaikan dengan usia dan kelompok kultur/
budaya” (Grossman, 1983 dalam Smith, Patton dan Ittenbach, 1994).
Luksason (1992) menyederhanakan defenisi perilaku adaptif ke yang
lebih fungsional. Bergerak dari konsep, perilaku adaptif merupakan suatu
kesatuan umum yang dispesifikasikan menjadi 10 aspek keterampilan adaptif
yang sangat spesifik “ komunikasi, perawatan diri, tempat tinggal, keterampilan
sosial, pemanfaatan komunitas, pengarahan diri, kesehatan dan keselamatan,
kecakapan akademik fungsional, keluangan waktu, dan pekerjaan ( AAMR, 1992
dalam Smith, Patton dan Ittenbach, 1994). Greenspan dan Greenfield telah
menggambarkan perilaku adaptif sebagai suatu gabungan utama dari intelegensia
Berdasarkan hasil penelitian dari Greenspan’s (1997 dalamdelphie, 2002) berkaitan dengan keterampilan praktis, keterampilan konseptual dan keterampilan
sosial, maka pengertian perilaku adaptif mengalami perubahan pandangan semula
perilaku adaptif hanya bersifat komponen pelengkap yang dianggap kalah
pentingnya dengan kemampuan intelektual sekarang perilaku adaptif justru sama
pentingnya dengan kemampuan intelektual dalam menentukan apakah seorang
individu termasuk sebagai tunagrahita atau bukan. Bidang perilaku adaptif yang
menjadi perhatian untuk di observasi meliputi:
1). Menolong diri sebagai bentuk penampilan pribadi : makan, minum, menyuap,
berpakaian, pergi ke WC, berpatut diri, dan memelihara kesehatan diri.
2). Perkembangan fisik, meliputi keterampilan gerak ( gross dan fine motor).
3). Komunikasi, meliputi bahasa reseptif dan bahasa ekspresif
4). Keterampilan sosial, meliputi keterampilan bermain, keterampilan
berinteraksi, berpartisipasi dalam kelompok, bersikap ramah-tamah dalam
pergaulan, perilaku seksual, tanggung jawab terhadap diri sendiri, kegiatan
memanfaatkan waktu luang, dan ekspresi emosi.
5). Fungsi kognitif, meliputi pengetahuan akademik dasar ( seperti pengetahuan
tentang warna), membaca, menulis, fungsi-fungsi : pengenalan terhadap angka,
waktu, uang dan pengukuran.
6). Memelihara kesehatan dan keselamatan diri, meliputi mengatasi luka,
berkaitan dengan masalah kesehatan, pencegahan kesehatan, keselamatan diri,
memelihara diri secara praktis
7). Keterampilan berbelanja, meliputi penggunaan uang, berbelanja, kegiatan di
bank dan cara mengatur pembelanjaan
8). Keterampilan domistik, meliputi membersihkan rumah, memelihara dan
memperbaiki barang-barang yang ada dirumah, cara membersihkan atau mencuci,
keterampilan dapur, dan menjaga keselamatan rumah tangga.
9). Orientasi lingkungan, meliputi keterampilan melakukan perjalanan,
memanfaatkan sumber-sumber lingkungan, penggunaan telepon, menjaga
keselamatan lingkungan.
10). Keterampilan vokasional, meliputi kebiasaaan berkerja serta perilakunya,
keterampilan mencari pekerjaan, penampilan diri sebagai karyawan/pekerja,
pekerja sosial dalam pekerjaan, dan menjaga keselamatan kerja (Smith et al , 2002
dalam delphie 2002).
Berdasarkan defenisi tersebut diatas, maka karakteritik anak dengan
hendaya perkembangan atau anak retardasi mental meliputi :
a). Mempunyai dasar secara fisiologis, sosial dan emosional sama seperti
anak-anak yang tidak menyadang retardasi mental
b). Selalu bersifat eksternal locus of control sehingga mudah sekali melakukan
c). Suka meniru perilaku yang benar dari orang lain dalam upaya mengatasi
kesalahan-kesalahan yang mungkin ia lakukan (outerdirectedness)
d). Mempunyai perilaku yang tidak dapat mengatur diri sendiri
e). Mempunyai permasalahan berkaitan dengan perilaku sosial (sosialbehaviorl)
f). Mempunyai masalah berkaitan berkaitan dengan karakteristik belajar
g). Mempunyai masalah dalam bahasa dan pengucapan
h). Mempunyai masalah dalam kesehatan fisik
i). Kurang mampu untuk berkomunikasi
j). Mempunyai kelainan pada sensori dan gerak
k). Mempunyai masalah berkaitan dengan psikiatrik, adanya gejala-gejala depresif
menurut hasil penelitian dari Meins tahun 1995 (Smith, et al, 2002 dalam Delphie
2002).
Berbeda dari AAMD yang menjelaskan perilaku adaptif dan karakteristik
anak retardasi mental diatas AAMR (Luckasson, 1992 dalam Delphie, 2002)
menyebutkan : Spesifikasi perilaku non adaptif ditentukan dengan melihat adanya
dua atau lebih “kelainan” yang dilakukannya terhadap 10 bidang keterampilan
adaptif, yakni : komunikasi, bina diri, melakukan kegiatan sehari-hari dirumah,
keterampilan sosial, kemampuan menggunakan peralatan yang ada dirumah,
mengatur diri – sendiri, menjaga kesehatan dan keselamatan diri, kemampuan akademik, pekerjaan dan cara menggunakan waktu luang.
Grossman (AAMD, 1983 dalam Delphie, 2002) mengemukakan bahwa
hambatan dalam perilaku adaptif didefenisikan sebagai keterbatasan –
keterbatasan yang secara signifikan dalam ketidakefektipan individu untuk
menemukan standar kematangan, belajar, pribadi yang mandiri, dan atau
tanggungjawab yang diharapkan pada tingkat seusianya, serta kelompok budaya
tertentu yang ditentukan oleh asesmen klinis dan umumnya menggunakan skala
penilaian yang terstandar. Ini berarti bahwa ketidakmampuan dalam penyesuaian
(maladaptif) mengimplikasikan seseorang yang tidak memiliki kemampuan untuk
Tabel 2.1 Pembagian dan Spesifikasi Area Perilaku Adaptif
Perawatan diri
• Makan dan minum • Berpakaian • Toilet • Hygiene Perkembangan fisik
• Kemampuan motorik kasar • Kemampuan motorik halus Komunikasi • Kemampuan berbicara • Kemampuan memahami Kemampuan sosial • Kemampuan berinteraksi • Partisipasi kelompok • Aktivitas rekreasi • Kemampuan bermain Fungsi kognitif • Waktu • Uang • Pengukuran
Kesehatan dan keselamatan
• Pengobatan pada luka dan masalah kesehatan
• Pencegahan terhadap masalah kesehatan
• Keamanan diri • Perawatan praktis Kemampuan Rumah Tangga
• Membersihkan rumah
• Memelihara dan mempertahankan perabot
• Merawat pakaian • Kemampuan di dapur • Keamanan rumah Orientasi komunitas
• Memanfaatkan sumber masyarakat • Keamanan masyarakat
• Kemampuan berjalan Kemampuan kerja
• Kebiasaan kerja
• Kemampuan mencari kerja • Keamanan kerja
Sumber : Bruinkins, R, H, Thurlow & Gilman (1987). Adaptive Behavior And
Mental Retardation dalam Smith, Patton & Ittenbach, 1994.