• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Utilitas Bangunan

BAB V KONSEP PERANCANGAN

5.2 Konsep Perancangan Bangunan

5.2.7 Konsep Utilitas Bangunan

Tujuan Dasar Pertimbangan Faktor Pengaruh Kriteria

Menentukan sistem utilitas yang baik pada bangunan fasilitas yang memenuhi tuntutan keamanan dan kenyamanan  Aman  Nyaman  Ekologis  Biaya operasional  Kebutuhan tenaga listrik

 Jenis dan sifat  Jaringan listrik yang ada di sekitar site  Sistem distribusi ke bangunan  Konsep utilitas pada bangunan menekankan sistem keterpaduan dari instalasi paralel dari sistem utilitas site ke masing-masing unit bangunan Analisis:

 Jaringan utilitas tapak yang tersedia yaitu jaringan pipa PDAM dan jaringan listrik PLN.

Seminar Tugas Akhir | 117 Kesimpulan:

 Konsep Kelistrikan, sumber tenaga listrik yang digunakan adalah melalui sumber tenaga PLN sebagai sumber utama dan genset sebagai sumber tenaga cadangan apabila sumber dari PLN terputus.

 Sistem penangkal petir pada bangunan menggunakan sistem Franklin Rod,

sistem ini dipilih karena cukup efisien dan sederhana. Rod / tiang elektroda diletakkan pada atap bangunan dengan tinggi tiang elektroda 1 meter dan dapat menjangkau sampai 20 meter.

 Konsep sistem pemadam kebakaran pada bangunan dibagi menjadi dua tipe pemadaman, yaitu manual dan otomatis. Sistem manual berupa tabung

fire extinguisher dan ditempatkan pada area yang mudah dilihat dan mudah dijangkau. Sedangkan sistem otomatis menggunakan alat water sprinkler sebagai alat pemadaman dan ditempatkan pada masing-masing ruangan. Pada Gambar 5.28 merupakan diagram jalur pipa pemadam kebakaran pada bangunan.

GENSET

PANEL

PLN

BANGUNAN MASING-MASING

Gambar 5.26 Diagram sumber tenaga listrik

Menuju masing-masing ruangan

LIFT LIFT

Gambar 5.27 Jalur pipa pemadam kebakaran pada bangunan

Jalur pipa pemadam kebakaran Posisi Shaft

Seminar Tugas Akhir | 118

 Konsep sistem keamanan pada kompleks komersial dan hunian terpadu ini

akan berlangsung selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tindak kriminal serta pengawasan terhadap aktivitas civitas. Sistem keamanan terdiri dari 2, yaitu sistem manual oleh manusia dan sistem otomatis oleh CCTV. CCTV diletakkan disudut-sudut area yang padat aktivitas seperti parkir, entrance, lobby, plaza, koridor dan ruang pengelola.

 Konsep sistem penghawaan pada dasarnya berorientasi pada penghawaan alami, mengingat tema perancangan yang diterapkan yaitu arsitektur bioklimatik. Namun untuk beberapa ruangan dalam bangunan membutuhkan pengkondisian yang sesuai dengan performansi ruangan. Sehingga penghawaan buatan juga diterapkan pada perancangan. Konsep penghawaan buatan yang digunakan yaitu sistem AC VRV (Variable Refrigrant Volume). Sistem AC VRV lebih efisien dari AC sentral, karena kerja kompresor yang secara otomatis menyesuaikan dengan beban output

AC.

 Konsep sistem plumbing yang digunakan pada bangunan terbagi atas sistem pemipaan untuk air bersih, air panas, hydrant, air hujan, air kotor dan air bekas. Air bersih dari PDAM ditampung di roof tank, lalu dialirkan

Gambar 5.28 Penghawaan buatan dalam bangunan Sumber: st301382.sitekno.com

Seminar Tugas Akhir | 119 ke masing-masing ruangan. Air panas dialirkan melalui mesin boiler pada ruang MEP. Air kotor dan air bekas dialirkan dari shaft melalui pipa ke STP (Sewage Treatment Plan), kemudian disalurkan saluran kota. Air hujan ditangkap oleh Rainwater Harvest System (RHS) lalu ditampung pada water tank dibasement, selanjutnya air dipurifikasi sebelum dialirkan ke bangunan dan untuk keperluan air pada tapak. Secara skematis dapat dilihat dari Gambar 5.29:

 Pada gambar 5.30 merupakan skema sistem plumbing air kotor dan air bekas pada bangunan.

Black Water Gray Water Septic Tank Bak penangkap Pipa Plumbing Peresapan Saluran

Pembuangan Strom Water

Gambar 5.30 Sistem air kotor dan air bekas Ground Tank

Penghawaan alami, menggunakan sistem pasif dimana udara mengalir melalui ruang-ruang void

Gambar 5.29 Skema sistem pengolahan air hujan dan penghawaan alami pada bangunan

Air hujan dari roof top dialiarkan ke ground water tank, lalu dipompa ke atas melewati sand filter, air tersebut didistribusikan untuk keperluan, cuci, pemadam kebakaranmenyiram toilet dan menyiram tanaman

Roof Tank

Seminar Tugas Akhir | 120

Daftar Pustaka

Badung Dalam Angka 2014.pdf

Budihardjo, E dan Sudjarto,DJ.(2009). “Kota Berkelanjutann(Sustainable City)”. Bandung: PT.Alumni.

Budihardjo, E., 2009. Perumahan & Pemuki-man di Indonesia. Penerbit PT Alumni, Bandung.

Depdikbud.. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 1996 Frick, H., 2003. Rumah Sederhana. Kebijak-sanaan Perencanaan dan Konstruksi,

Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Juhana. 2000. "Arsitektur dalam Kehidupan Masyarakat". Semarang : Bendera kepmen no.10/KPTS/2000

Marlina, Endi (2008), Panduan Perancangan Bangunan Komersial. Jakarta : Andi Publisher.

Mustofa Bisri, Kamus Sosiologi, Yogyakarta: Panji Pustaka 2008 Perda 26 tahun 2013 tentang RTRW kabupaten Badung

Shirvani, Hamid, (1985), The Urban Design Process, Van Nostrand Reinhold Company, New York.

Sugiyono, Metodelogi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2007

Unterman R.& Robert Small,1986. Perencanaan Tapak Perumahan. Bandung : Intermata.

UU No. 4 Tahun 1992 Tentang Perumahan dan Permukiman Statistik Daerah Kab. Badung tahun 2014.pdf

Metric Handbook Planning and Design Data - 3rd ed Architects' Data 3rd Edition - Neufert – 2000

Time-Saver Standards for Landscape Architecture

http://tonnys-arch.blogspot.co.id/2011/10/proyek-proyek-komersial.html, diakases pada tanggal 9 Oktober 2015

http://www.casasima.com/id http://www.seminyaksquare.com

UNIVERSITAS UDAYANA

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN ARSITEKTUR

STUDIO TUGAS AKHIR

NO. LBR. JML. LBR.

DOSEN PEMBIMBING

Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi, MSP I Gusti Agung Bagus Suryada, ST.,MT.

DOSEN PENGUJI

Ir. I Gusti Bagus Budjana,MT. I Ketut Mudra, ST.,MT.

I Nyoman Widya Paramadhyaksa,ST.,MT.,PhD.

MAHASISWA

I Kadek Saka Anggarika Suwirna B 1204205108

MATA KULIAH KETERANGAN GAMBAR TANDA TANGAN

MAHASISWA

PERIODE: Pebruari 2016 Judul Tugas Akhir

Kompleks Komersial dan Hunian Terpadu di Badung PENGESAHAN PENGUMPULAN Entrance In&out Fasilitas Hunian Entrance In&out Fasilitas Komersial Entrance In Fasilitas Komersial Entrance Out Fasilitas Komersial

ENTRANCE & ZONING TAPAK

INPUT

Di ketiga sisi pada site dikelilingi oleh jalan, dengan intensitas kendaran yang berlalu lalang cukup padat. Lalu lalang kendaran tersebut menjadi fator penyebab kebisingan pada site, sehingga penempatan entrance dan zoning pada tapak disesuaikan dengan alur sirkulasi kendaraan di sekeliling site dan penzoningan berdasarkan karakter dan sifat masing-masing

Publik Semi Publik Privat Pengelola & servis

PROSES

OUTPUT

Restaurant Perkantoran Apartment Toko/ retail Hall

Entrance pada area hunian terdiri dari dua arah, yaitu in and out. Lebar entrance hanya dapat di lalui satu kendaraan.

Entrance pada area komersial mengambil bentuk candi bentar dengan motif dedaunan, dan dapat dilalui oleh beberapa kendaraan bermotor

Tujuan dari

transformasi konsep entrance dan zoning tapak

yaitu, untuk menentukan letak entrance yang tepat dan mempermudah akses sirkulasi ke dalam tapak berdasarkan penzoningan pada

400

400

UNIVERSITAS UDAYANA

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN ARSITEKTUR

STUDIO TUGAS AKHIR

NO. LBR. JML. LBR.

DOSEN PEMBIMBING

Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi, MSP I Gusti Agung Bagus Suryada, ST.,MT.

DOSEN PENGUJI

Ir. I Gusti Bagus Budjana,MT. I Ketut Mudra, ST.,MT.

I Nyoman Widya Paramadhyaksa,ST.,MT.,PhD.

MAHASISWA

I Kadek Saka Anggarika Suwirna B 1204205108

MATA KULIAH KETERANGAN GAMBAR TANDA TANGAN

MAHASISWA

PERIODE: Pebruari 2016 Judul Tugas Akhir

Kompleks Komersial dan Hunian Terpadu di Badung

PENGESAHAN

PENGUMPULAN

POLA, ORIENTASI & BENTUK MASA

Bentuk dasar bangunan ada beberapa jenis, seperti segi empat, lingkaran, segitiga, banyak segia dan lain sebagainya. Konsep bentuk massa pada Kompleks Komersial dan Hunian Terpadu ini menggabungkan beberapa macam bentuk dasar bangunan dan terdiri dari dua buah massa bangunan, karena terdiri dari dua fungsi yang berbeda. Selain itu juga untuk mempermudah sirkulasi dan sistem utilitas bangunan.

Restaurant Perkantoran Apartment Toko/ retail Hall

Sistem massa bangunan pada site yaitu massa jamak, yang terdiri dari dua massa bangunan dengan fungsi yang berbeda. Untuk menghubungkan kedua massa tersebut, digunakan jembatan penghubung. Bentuk massa bangunan yang digunakan yaitu bentuk massa kompak, karena memberi kesan informal dan juga fungsi dari bangunan yaitu komersial dan hunian

Orientasi massa bangunan komersial menghadap ke jalan, dan untuk memberi kesan mengundang, bentuk bangunan diberikan area terbuka pada bagian depan bangunan. Orientasi massa pada fasilitas hunian yaitu menghadap ke luar dank e dalam, agar mendapatkan view dari kedua arah.

Bentuk dasar bangunan komersial yaitu yang berwarna biru adalah kombinasi antara bentuk kotak dan lingkaran

Bentuk dasar bangunan komersial yaitu yang berwarna kuning adalah kombinasi bentuk segi empat dan segi enam

INPUT

INPUT

UNIVERSITAS UDAYANA

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN ARSITEKTUR

STUDIO TUGAS AKHIR

NO. LBR. JML. LBR.

DOSEN PEMBIMBING

Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi, MSP I Gusti Agung Bagus Suryada, ST.,MT.

DOSEN PENGUJI

Ir. I Gusti Bagus Budjana,MT. I Ketut Mudra, ST.,MT.

I Nyoman Widya Paramadhyaksa,ST.,MT.,PhD.

MAHASISWA

I Kadek Saka Anggarika Suwirna B 1204205108

MATA KULIAH KETERANGAN GAMBAR TANDA TANGAN

MAHASISWA

PERIODE: Pebruari 2016 Judul Tugas Akhir

Kompleks Komersial dan Hunian Terpadu di Badung

PENGESAHAN

PENGUMPULAN

RUANG TERBUKA & TATA HIJAU

Konsep tata hijau dan ruang terbuka pada perancangan bertujuan untuk menentukan penataan ruang luar pada tapak dan mengubah ruang luar negative menjadi menjadi positif dengan cara membuat ruang terbuka yang dapat digunakan oleh semua orang. Penataan taman di sekeliling bangunan dan pada bangunan itu sendiri, bertujuan untuk mendukung tema perancangan yang menerapkan green

 Pada area penhijaua pada tapak, ditanam tanaman hias untuk memberikan kesan seni dan memperindah tampilan bangunan

1

 Pada area open space plaza perkerasan menggunakan material paving dan ditanami vegetasi rerumputan.

2

 Pada area parkir ditanam pohon peneduh agar dapat menurunkan suhu pada siang hari dan sekaligus menyerap polusi udara dari kendaraan bermotor.

3

 Pada area jalur pedestrian disediakan beberapa tempat duduk dan lampu penerangan jalan, untk memberi kenyamanan bagi pejalan kaki

4

Pada jalur pedestrian

dan area parkir

kendaraan diberi pohon peneduh dengan tujuan

memberikan suasana

yang lebih sejuk dan juga menyerak polusi dari asap kendaraan bermotor. Jenis pohon peneduh berupa pohon ketapang kencana dan

sejensnya. Selain

pohon peneduh,

tanaman hias juga

menjadi elemen

penting dalam penataan ruang terbuka hijau.

INPUT

PROSES

UNIVERSITAS UDAYANA

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN ARSITEKTUR

STUDIO TUGAS AKHIR

NO. LBR. JML. LBR.

DOSEN PEMBIMBING

Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi, MSP I Gusti Agung Bagus Suryada, ST.,MT.

DOSEN PENGUJI

Ir. I Gusti Bagus Budjana,MT. I Ketut Mudra, ST.,MT.

I Nyoman Widya Paramadhyaksa,ST.,MT.,PhD.

MAHASISWA

I Kadek Saka Anggarika Suwirna B 1204205108

MATA KULIAH KETERANGAN GAMBAR TANDA TANGAN

MAHASISWA

PERIODE: Pebruari 2016 Judul Tugas Akhir

Kompleks Komersial dan Hunian Terpadu di Badung

PENGESAHAN

PENGUMPULAN

SIRKULASI & PARKIR

Untuk mendapatkan pola sirkulasi yang baik dan lancar di dalam tapak, diperlukan suatu pola yang

tepat sehingga dapat

mendukung proses kegiatan sesuai dengan fungsi proyek. Sirkulasi pada tapak terdiri dari beberapa jenis, yaitu

sirkulasi pengunjung,

kendaraan, pengelola dan penghuni. Restaurant Perkantoran Apartment Toko/ retail Hall

Sirkulasi kendaraan area hunian Sirkulasi kendaraan area komersial Sirkulasi manusia

Dari dan menuju basement Arah sirkulasi

Arah sirkulasi  Pola parkir mobil yang digunakan disesuaikan dengan

bentuk site

1

 Untuk parkir sepeda motor digunakan pola parkir 900, untuk menghemat lahan. Untuk parkir ditanami pohon peneduh sebagai pelindung bagi kendaraan dari panas sinar matahari.

2

 Pada daerah parkir meminimalisir perkerasan aspal agar efek panas yang ditimbulkan dapat dikurangi. Material yang dapat digunakan ialah paving dengan pola sarang lebah dan berlubang sebagai tempat ditanami rumput.

3

 Parkir pengunjung diletakkan dekat dengan main entrance building

sehingga memudahkan pencapaian. Namun daerah parkir diberi barrier

berupa pepohonan sebagai peneduh

4

Alur Sirkulasi Jalan Arteri Jalan Kolektor Jalan Lokal

 Parkir kendaraan pada tapak menggunakan parkir otomatis, yang digerakkan oleh sistem robotic, dan dapat menampung jumlah kendaraan lebih banyak dengan area yang tidak terlalu luas.

 Dimensi parkir kendaraan untuk mobil, sesuai standar yaitu 2,5 meter x 5 meter. Sedangkan dimensi parkir sepeda motor yaitu 2 meter x 1 meter. Dimensi parkir otomatis, yaitu 2,7 meter untuk setiap level.

INPUT

OUTPUT

UNIVERSITAS UDAYANA

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN ARSITEKTUR

STUDIO TUGAS AKHIR

NO. LBR. JML. LBR.

DOSEN PEMBIMBING

Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi, MSP I Gusti Agung Bagus Suryada, ST.,MT.

DOSEN PENGUJI

Ir. I Gusti Bagus Budjana,MT. I Ketut Mudra, ST.,MT.

I Nyoman Widya Paramadhyaksa,ST.,MT.,PhD.

MAHASISWA

I Kadek Saka Anggarika Suwirna B 1204205108

MATA KULIAH KETERANGAN GAMBAR TANDA TANGAN

MAHASISWA

PERIODE: Pebruari 2016 Judul Tugas Akhir

Kompleks Komersial dan Hunian Terpadu di Badung

PENGESAHAN

PENGUMPULAN

o Listrik utama berasal dari PLN yang dibantu dengan Genset fasilitas yang dilengkapi dengan Automatic Change Over Switch (ACOS) yang berfungsi untuk memindahkan beban aliran listrik ke genset secara otomatis apabila aliran listrik dari PLN putus.

o Setiap fasilitas dilengkapi dengan MDP (Main Distribution Panel) yang berfungsi mengatur aliran listrik ke masing-masing ruang dan beberapa fasilitas penunjang.

o instalasi listrik di komplek komersial dan hunian dibuat dengan instalasi bawah tanah dengan pipa. Masing-masing bangunan memiliki sistem pembangkit listrik matahari (photovoltaic power generator), penyimpan daya (power bank) yang berfungsi memanfaatkan intensitas cahaya yang cukup tinggi pada site

UTILITAS TAPAK

Jaringan listrik PLN Jaringan PDAM Jalur drainase PLN GARD U GENZET ACOS FASILITAS- FASILITAS YANG MEM- BUTUHKAN MDP SDP SDP FASILITAS- FASILITAS YANG MEM- BUTUHKAN PDAM KATUP PENUT METER AN AIR TANGKI TEKAN PEMADAM KEBAKARA ROOF TANK POMPA TEKANAN TINGGI POMPA GROUND TANK KATUP CABAN AC KEBUTUHAN MCK DAN

AIR BERSIH LAINNYA

Sampah Organik Non organi TPA Pupuk untuk tanaman Bak sampah Biopor Kompo Sampah

Tujuan dari transformasi utilitas tapak, yaitu untuk dapat menentukan secara umum utilitas yang berkaitan dengan fungsi-fungsi yang ada dalam tapak dengan sistem utilitas yang tersedia di luar tapak.

Dasar pertimbangan dari transformasi konsep utilitas tapak yaitu, kemudahan pemeliharaan dan pengadaannya sesuai dengan kebutuhan, efektifitas dan efisiensi pengadaan jaringan prasarana/utilitas, dan keamanan bagi civitas/pelaku kegiatan

TPS

Pompa Hydrant

Gardu Listrik Jalur Pipa PDAM

Hydrant pemdamkebarkan pada site, ditempatkan pada area yang mudah dijangkau dan jarak setiap hydrant yaitu setiap 50 meter.

INPUT

OUTPUT

UNIVERSITAS UDAYANA

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN ARSITEKTUR

STUDIO TUGAS AKHIR

NO. LBR. JML. LBR.

DOSEN PEMBIMBING

Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi, MSP I Gusti Agung Bagus Suryada, ST.,MT.

DOSEN PENGUJI

Ir. I Gusti Bagus Budjana,MT. I Ketut Mudra, ST.,MT.

I Nyoman Widya Paramadhyaksa,ST.,MT.,PhD.

MAHASISWA

I Kadek Saka Anggarika Suwirna B 1204205108

MATA KULIAH KETERANGAN GAMBAR TANDA TANGAN

MAHASISWA

PERIODE: Pebruari 2016 Judul Tugas Akhir

Kompleks Komersial dan Hunian Terpadu di Badung

PENGESAHAN

PENGUMPULAN

ENTRANCE, ZONING BANGUNAN

Restaurant Perkantoran Apartment Toko/ retail Hall

 Entrance pada main entry building dibuat menghadap ke tempat parkir pengunjung sehingga mudah dilihat oleh pengunjung.

 Entrance masuk dan keluar bangunan dibedakan, agar pengunjung dapat mengunjungi fasilitas yang lainnya. Entrance bangunan disesuaikan dengan fungsi masing-masing.

 Tampilan entrance bangunan baik main entrance maupun entrance pada masing – masing ruangan yang ada dibuat agar menarik dan mencerminkan fungsi di dalamnya

Entrace pada bangunan diibuat terpisah untuk menjaga pirvasi penghuni apartment dari pengunjung fasilitas komersial.

Desain entrance bangunan di buat berbeda sesuai dengan fungsinya namun ada kesan unity pada desain entrance yang berbeda fungsi.

Mendapatkan entry ke dalam bangunan yang mudah dikenal dan mudah dicapai sehingga sirkulasi antar ruang menjadi lebih efektif dan sekaligus berfungsi untuk menunjang sirkulasi

ruang luar. Dan seuai dengan zoning bangunan Restaurant

Perkantoran Apartment Toko/ retail Hall Seating Area Lobby Apartment Drop Off Drop Off

Konsep entrance bangunan pada area komersial

INPUT

PROSES

INPUT

Konsep entrance bangunan pada area komersial

UNIVERSITAS UDAYANA

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN ARSITEKTUR

STUDIO TUGAS AKHIR

NO. LBR. JML. LBR.

DOSEN PEMBIMBING

Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi, MSP I Gusti Agung Bagus Suryada, ST.,MT.

DOSEN PENGUJI

Ir. I Gusti Bagus Budjana,MT. I Ketut Mudra, ST.,MT.

I Nyoman Widya Paramadhyaksa,ST.,MT.,PhD.

MAHASISWA

I Kadek Saka Anggarika Suwirna B 1204205108

MATA KULIAH KETERANGAN GAMBAR TANDA TANGAN

MAHASISWA

PERIODE: Pebruari 2016 Judul Tugas Akhir

Kompleks Komersial dan Hunian Terpadu di Badung

PENGESAHAN

PENGUMPULAN

RUANG DALAM

Membuat ruangan yang ada di dalam bangunan dapat berfungsi secara optimal. Dasar pertimbangan dalam menentukan konsep ruang dalam adalah fungsi bangunan, ketenangan, keamanan dan kenyamanan

 Desain ruang dalam disesuaikan dengan desain tampilan bangunan, agar tercipta kesan serasi.

 Material yang digunakan pada ruang dalam sebagian besar menggunakan material fabrikasi, namun memperlihatkan kesan natural untuk mendukung suasana alami dan tema perancangan.

 Penataan ruang dalam ditata sedemikian rupa agar sirkulasi udara dapat mengalir dengan lancar dan memaksimalkan pencahayaan alami pada siang hari.

INPUT

PROSES

OUTPUT

 Warna-warna yang ditampilkan dalam ruangan menggunakan kombinasi warna monochrome seperti putih ,abu, dikombinasikan dengan warna – warna alami seperti coklat kayu

 Penggunaan furnitur

dengan menggunakan

warna bentuk simple ataupun tekstur alami sehingga kesan modern dan alami di dalam ruangan dapat terasa

UNIVERSITAS UDAYANA

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN ARSITEKTUR

STUDIO TUGAS AKHIR

NO. LBR. JML. LBR.

DOSEN PEMBIMBING

Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi, MSP I Gusti Agung Bagus Suryada, ST.,MT.

DOSEN PENGUJI

Ir. I Gusti Bagus Budjana,MT. I Ketut Mudra, ST.,MT.

I Nyoman Widya Paramadhyaksa,ST.,MT.,PhD.

MAHASISWA

I Kadek Saka Anggarika Suwirna B 1204205108

MATA KULIAH KETERANGAN GAMBAR TANDA TANGAN

MAHASISWA

PERIODE: Pebruari 2016 Judul Tugas Akhir

Kompleks Komersial dan Hunian Terpadu di Badung

PENGESAHAN

PENGUMPULAN

TAMPILAN & STRUKTUR BANGUNAN

Transformasi konsep tampilan dan struktur bangunan bertujuan untuk menghasilkan system struktur yang baik pada bangunan baik upper, supper dan sub struktur bangunan yang disesuaikan dengan

bentuk tampilan

bangunan.

Tampilan bangunan menerapkan arsitektur Bali yang ditransformasikan pada arsitektur kekinian. Pada arsitektur Bali, bangunan di ibaratkan sebagai seorang manusia yang memiliki tiga bagian, yaitu kaki, badan dan kepala. Disisi lain, arsitektur Bali juga diibaratkan seperti sebuah pohon, dimana kesamaan unsur yang membentuknya. Seperti pada bagian dasarnya memiliki kesamaan tersusun dari material tanah dan bebatuan. Pada bagian super strukturnya disusun oleh material yang sama yaitu dari bahan kayu, dan pada bagian atap tersusun dari material alami dari dedaunan atau bahan yang lebih ringan.

TAMPILAN

STRUKTUR

Upper Struktur

Struktur bangunan merupakan struktur bangunan dengan jumlah lantai atara tiga dan empat. Pola struktur yang digunakan yaitu bervariasi, seperti modul struktur grid dan juring, dengan tujuan memnciptakan desain bangunan yang lebih dinamis dan efisien.

Sub Struktur

Konsep tampilan bangunan mengambil langgam atau ciri khas bangunan yang bernuansakan arsitektur Bali dan dikombinasikan

dengan unsur-unsur

modern. Seperti

menggunakan bahan

pabrikasi dan alami.

PLAT BETON TANAH URUG PONDASI TELAPAK TANAH ASAL BORE PILE d=30cm 60 175 175 175 105 50 50

INPUT

PROSES

PROSES

Super Struktur

UNIVERSITAS UDAYANA

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN ARSITEKTUR

STUDIO TUGAS AKHIR

NO. LBR. JML. LBR.

DOSEN PEMBIMBING

Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi, MSP I Gusti Agung Bagus Suryada, ST.,MT.

DOSEN PENGUJI

Ir. I Gusti Bagus Budjana,MT. I Ketut Mudra, ST.,MT.

I Nyoman Widya Paramadhyaksa,ST.,MT.,PhD.

MAHASISWA

I Kadek Saka Anggarika Suwirna B 1204205108

MATA KULIAH KETERANGAN GAMBAR TANDA TANGAN

MAHASISWA

PERIODE: Pebruari 2016 Judul Tugas Akhir

Kompleks Komersial dan Hunian Terpadu di Badung PENGESAHAN PENGUMPULAN

UTILITAS BANGUNAN

Menentukan sistem utilitas yang baik pada bangunan fasilitas yang memenuhi tuntutan keamanan dan kenyamanan Penghawaan alami, menggunakan sistem pasif dimana udara mengalir melalui ruang- ruang void

Air hujan dari roof top dialiarkan ke groundtank, lalu dipompa ke atas melewati sand filter, air tersebut didistribusikan untuk keperluan, cuci, menyiram toilet dan menyiram tanaman

Roof Tank

Ground Tank

Saluran utilitas plumbing dibuatkan saluran shaft dan ditempatkan pada area yang mudah dijangkau untuk melakukan perawatan, seperti pada area koridor

MEP ditempatkan pada area basement, agr tidak menggangu sirkulasi dan aktivitas penghuni maupun pengunjung. Genset ditempatkan pada ruangan khusus di area basement dengan diberi peredam suara dan pondasi yang terpisah dari bangunan agar tidak menggangu struktur bangunan akibat getaran dari genset LIFT LIFT

Jalur pipa pemadam kebakaran Posisi Shaft

Solar Panel

INPUT

PROSES

OUTPUT

 Sistem penghawaan pada dasarnya berorientasi pada penghawaan alami, namun untuk beberapa

ruangan dalam bangunan

membutuhkan pengkondisian yang sesuai dengan performansi ruangan. Sehingga penghawaan buatan juga diterapkan pada perancangan. Konsep penghawaan buatan yang digunakan yaitu sistem AC VRV (Variable Refrigrant Volume). Sistem AC VRV lebih efisien dari AC sentral, karena kerja kompresor yang secara otomatis menyesuaikan dengan beban output AC.

 Sistem pemadam kebakaran pada bangunan

Dokumen terkait