• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsepsi Efektivitas

Dalam dokumen EFEKTIVITAS PENYALURAN RASKIN PERUM BULO (Halaman 41-49)

II. KERANGKA PEMIKIRAN

2.1.5. Konsepsi Efektivitas

Efektivitas adalah hubungan antara output dan tujuan. Dalam artian efektivitas merupakan ukuran seberapa jauh tingkat output, kebijakan dan prosedur dari organisasi mencapai tujuan yang ditetapkan. Dalam pengertian teoritis atau praktis, tidak ada persetujuan yang universal mengenai apa yang dimaksud dengan “Efektivitas”.

Bila ditelusuri, efektifitas berasal dari kata dasar efektif yang artinya : (1). Ada efeknya (pengaruh, akibat, kesan) seperti: manjur; mujarab; mempan; (2).

Penggunaan metode/cara, sarana/alat dalam melaksanakan aktivitas sehingga berhasil guna (mencapai hasil yang optimal). Menurut Gibson et.al (1996) pengertian efektivitas adalah penilaian yang dibuat sehubungan dengan prestasi individu, kelompok, dan organisasi. Makin dekat prestasi mereka terhadap prestasi yang diharapkan (standar), maka makin lebih efektif dalam menilai mereka.

Dari pengertian tersebut di atas dari sudut pandang bidang perilaku keorganisasian maka dapat diidentifikasikan tiga tingkatan analisis yaitu: (1) individu, (2) kelompok, dan (3) organisasi. Ketiga tingkatan analisis tersebut sejalan dengan ketiga tingkatan tanggung jawab manajerial yaitu bahwa para manajer bertanggung jawab atas efektivitas individu, kelompok dan organisasi.

Pencapaian hasil (efektivitas) yang dilakukan oleh suatu organisasi menurut Jones (1994) terdiri dari tiga tahap, yakni input, conversion, dan output atau keluaran, perubahan dan hasil. Input meliputi semua sumber daya yang dimiliki, informasi dan pengetahuan, bahan-bahan mentah serta modal. Dalam tahap input, tingkat efisiensi sumber daya yang dimiliki sangat menentukan kemampuan yang dimiliki. Tahap conversion ditentukan oleh kemampuan organisasi untuk memanfaatkan sumber daya yang dimiliki, manajemen dan penggunaan teknologi agar dapat menghasilkan nilai. Dalam tahap ini, tingkat keahlian SDM dan daya tanggap organisasi terhadap perubahan lingkungan sangat menentukan tingkat produktifitasnya. Sedangkan dalam tahap output, pelayanan yang diberikan merupakan hasil dari penggunaan teknologi dan keahlian SDM. Organisasi yang dapat memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya secara efisien dapat

meningkatkan kemampuannya untuk meningkatkan pelayanan dengan memuaskan kebutuhan pelanggan atau pengguna.

Dalam aplikasi pendistribusian Raskin, efektivitas yang diinginkan adalah tercapainya 6 Tepat, yaitu:

1. Tepat sasaran, diberikan kepada Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM)

2. Tepat jumlah, 15 kg / RTS / bulan 3. Tepat harga, Rp. 1.600 / kg

4. Tepat waktu, waktu pelaksanaan penyaluran RTS-PM sesuai dengan rencana penyaluran

5. Tepat administrasi, terpenuhinya persyaratan administrasi secara benar, lengkap, dan tepat waktu

6. Tepat kualitas, terpenuhinya kualitas beras sesuai dengan standar kualitas beras BULOG

2.2. Model Pendekatan

Model pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pendekatan diagramatis yang dapat dilihat pada Gambar 1.

Perum BULOG merupakan suatu lembaga pemerintah yang memiliki fungsi sebagai lembaga pangan yang ditunjuk langsung oleh pemerintah. Perum BULOG memiliki tujuan untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sasaran dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras.

Keterangan:

: menjalankan : memiliki : dipengaruhi

Gambar 1. Model Pendekatan Diagramatis

Dalam usaha memenuhi kebutuhan Rumah Tangga Sasaran, Perum BULOG ditugaskan untuk menjalankan Program Beras bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah atau biasa disebut Program Raskin. Penunjukan Perum BULOG sebagai lembaga yang menangani masalah Raskin ini antara lain karena beberapa alasan seperti persiapan sarana perdagangan, sumber daya manusia, dan stok beras BULOG yang tersebar di seluruh Indonesia, dan mekanisme pembiayaan yang memungkinkan

Tujuan: mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sasaran dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras.

Perum BULOG

Program RASKIN

Sudah Efektif atau Belum Penyalurannya yang Dilihat Berdasarkan Kriteria (6 Tepat):

Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Harga, Tepat Waktu, Tepat Administrasi dan Tepat

Kualitas Kendala

Faktor Internal dan Faktor

Eksternal

Penyaluran ke Titik Distribusi & Titik Bagi

Penyaluran/pendistribusian ke RTS-PM Faktor Penentu Rumah Tangga Menerima RASKIN

BULOG mendistribusikan terlebih dahulu berasnya, kemudian baru ditagihkan kepada pemerintah.

Perum BULOG bertugas untuk menyalurkan Raskin hingga ke Titik Distribusi. Kemudian pihak kecamatan akan menyalurkannya kepada Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) yang telah ditentukan sebelumnya dengan melihat faktor-faktor yang sesuai kriteria apakah rumah tangga tersebut berhak menerima Raskin atau tidak.

Dalam proses penyaluran Raskin ada beberapa kendala yang akan menghambat Raskin untuk tersalurkan kepada yang berhak menerimanya yaitu RTS- PM. Kendala yang ada dapat berupa faktor internal dan faktor eksternal. Beras yang disalurkan BULOG hingga ke titik distribusi memiliki jumlah sesuai dengan ditentukan oleh kecamatan/kabupaten/kota. Raskin yang akan diterima RTS-PM akan dikatakan efektif apabila dalam proses penyalurannya telah memenuhi syarat indikator 6 Tepat, yaitu Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Harga, Tepat Waaktu, Tepat Administrasi, dan Tepat Kualitas.

2.3. Hipotesis

Menurut Jamhari (2012), Risal, H.B (2013), dan Hastuti, dkk. (2012) serta rumusan masalah dalam penelitian ini, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :

5. Diduga mekanisme distribusi atau penyaluran Raskin di Perum BULOG Divre Sumatera Selatan berpengaruh terhadap efektivitas penyaluran Raskin

6. Diduga pencapaian 6 Tepat dalam pendistribusian atau penyaluran berpengaruh nyata terhadap efektivitas penyaluran Raskin di Kabupaten Ogan Ilir

7. Diduga jenis lantai, dinding, kepemilikan jamban, bahan bakar memasak, kemampuan konsumsi daging, kemampuan membeli pakaian serta pendidikan berpengaruh nyata terhadap keputusan seseorang menerima Raskin.

8. Diduga kendala yang terkait dengan 6 Tepat berpengaruh nyata dalam pendistribusian atau penyaluran Raskin

2.4. Batasan Operasional

1. Proses pengambilan data dilakukan di Kabupaten Ogan pada bulan Mei hingga Juni 2014.

2. Untuk menjawab rumusan masalah ke tiga, pengambilan sampel dilakukan di Desa Sembadak dan Desa Pelabuhan Dalam Kecmatan Pemulutan.

3. Pemilihan daerah penelitian diambil secara sengaja dengan pertimbangan Kabupaten Ogan Ilir memiliki masyarakat miskin yang cukup tinggi, dan Kecamatan Pemulutan merupakan kecamatan yang menerima Raskin paling banyak.

4. Perum BULOG merupakan lembaga pemerintah yang melaksanakan tugas di bidang manajemen logistik melalui pengelolaan persediaan, distribusi dan pengendalian harga beras (mempertahankan Harga Pembelian Pemerintah – HPP), serta usaha jasa logistik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

5. Program Raskin adalah program pemerintah dalam rangka pemenuhan sebagian dari hak-hak masyarakat seperti kebutuhan pangan bagi rumah tangga miskin yang ditugaskan langsung kepada Perum BULOG.

6. Distribusi Raskin merupakan penyaluran Raskin kepada Rumah Tangga Sasaran. 7. Pagu Raskin adalah jumlah beras yang dialokasikan kepada RTS-PM Raskin

untuk tingkat nasional, provinsi, atau kabupaten/kota pada tahun tertentu.

8. Efektivitas dalah kemampuan yang dilakukan berdasarkan indikator tertentu dalam mencapai tujuan program pendistribusian Raskin yang telah ditetapkan yaitu 6 Tepat, Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Waktu, Tepat Harga, Tepat Administrasi, Dan Tepat Kualitas.

9. Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) adalah rumah tangga yang berhak menerima beras dari Program Raskin sesuai data yang diterbitkan dari Basis Data Terpadu hasil Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011 yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang disahkan oleh Kemenko Kesra RI.

10. Titik Distribusi (TD) adalah tempat atau lokasi penyerahan beras Raskin dari Perum BULOG kepada Pelaksana Distribusi Raskin di desa/kelurahan, atau lokasi lain yang disepakati secara tertulis oleh pemerintah kabupaten/kota dengan Perum BULOG.

11. Titik Bagi (TB) adalah tempat atau lokasi penyerahan beras Raskin dari Pelaksana Distribusi Raskin termasuk Warung Desa (Wardes) kepada RTS-PM. 12. Pelaksana Distribusi Raskin adala Kelompok Kerja (Pokja) di TD atau Wardes

atau Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang ditetapkan oleh Kepala Desa/Lurah. 13. Kelompok Kerja (Pokja) adalah sekelompok masyarakat yang terdiri dari aparat

desa/kelurahan dan beberapa orang yang ditunjuk dan ditetapkan oleh kepala desa/lurah sebagai pelaksana Distribusi Raskin.

14. Kelompok Masyrakat (Pokmas) adalah lembaga masyarakat dan/atau kelompok masyarakat di desa/kelurahan yang ditetapkan oleh Kepala Desa/ Lurah sebagai pelaksana Distribusi Raskin.

15. Warung Desa (Wardes) adalah lembaga ekonomi di desa/kelurahan, baik milik masyarakat, koperasi maupun pemerintah desa/kelurahan yang memiliki fasilitas bangunan/tempat penjualan bahan pangan dan barang lainnya yang di tetapkan oleh tim Raskin kabupaten/kota sebagai tempat penyerahan beras.

16. HTR adalah harga tebus Raskin di TD (Rp. 1.600,00/Kg)

17. Surat Permintaan Alokasi (SPA) adalah surat yang dibuat oleh bupati/walikota atau pejabat yang ditunjuk kepada Perum BULOG berdasarkan alokasi pagu Raskin.

18. Surat Perintah Setor (SPS) adalah surat yang diteritkan oleh Perum BULOG untuk perintah pembayaran beras kepada pejabat di desa/kelurahan/ kabupaten/kota sesuai dengan alokasi yang diminta.

19. Surat Perintah Pengeluaran Barang/Delivery Order (SPPB/DO) adalah perintah tertulis yang dikeluarkan oleh Perum BULOG untuk mengeluarkan dan menyerahkan beras Raskin

20. Data Primer adala data yang di peroleh dari perusahaan, lembaga, dan instansi pemerintah.

21. Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari literatu-literatur yang didapat dari buku, artikel, jurnal, skripsi, ataupun tesis yang diperoleh secara pustaka ataupun online.

Dalam dokumen EFEKTIVITAS PENYALURAN RASKIN PERUM BULO (Halaman 41-49)

Dokumen terkait