• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsepsi Nilai-Nilai Dasar dan Kedudukan Peran ASN

BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN KONSEP NILAI-NILAI

2.3 Konsepsi Nilai-Nilai Dasar dan Kedudukan Peran ASN

a. Berorientasi pelayanan

Berorientasi pelayanan adalah sikap dan perilaku kerja PNS dalam memberikan pelayanan terbaik kepada yang dilayani antara lain meliputi masyarakat, atasan, rekan sekerja, unit kerja terkait, dan/ atau instansi lain. kata kunci berorientasi pelayanan yaitu responsivitas,Kualitas dan Kepuasan. Sebagai mana kita ketahui, ASN sebagai suatu profesi berlandaskan pada prinsip berikut:

15

1) Nilai dasar.

Nilai dasar adalah kewajiban moral tertentu yang diharapkan dari ASN untuk mewujudkan pelaksanaan tugas instansi atau unit kerjanya.

2) Kode etik dan kode perilaku.

Panduan kode etik dan kode perilaku para ASN dalam berorientasi pelayanan yaitu:

a) Memahami kebutuhan masyarakat.

✓ Mengabdi kepada negara dan rakyat Indonesia

✓ Menjalankan tugas secara professional dan tidak berpihak

✓ Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahliannya.

✓ Mengahargai komunikasi, konsultasi dan kerja sama b) Ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan.

✓ Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika.

✓ Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan program pemerintah.

✓ Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna.

c) Melakukan perbaikan tiada henti.

✓ Mempertanggung jawabkan Tindakan dan kinerjanya kepada publik.

✓ Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.

✓ Komitmen, integeritas moral dan tanggung jawab pada pelayanan publik.

✓ Kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas.

✓ Kualifikasi akademik.

✓ Jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas.

✓ Profesionalitas jabatan.

b. Akuntabel

Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab dari amanah yang dipercayakan kepadanya yaitu menjamin terwujudnya perilaku yang sesuai dengan core values BerAKHLAK. Perilaku tersebut yaitu:

1) Kemampuan melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, dan berintegritas tinggi.

2) Kemampuan menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien.

16

3) Kemampuan menggunakan kewenangan jabatannya dengan berintegeritas tinggi.

Aspek – aspek akuntabilitas yaitu:

1) Akuntabilitas adalah sebuah hubungan yaitu hubungan antara dua individu/kelompok/ institusi dengan negara dan masyarakat.

2) Akuntabilitas berorientasi pada hasil adalah perilaku aparat pemerintah yang bertanggung jawab, adil dan inovatif.

3) Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan . laporan kinerja adalah perwujudan dari akuntabilitas.

4) Akuntabilitas memerlukan konsekuensi. Akuntabilitas yang menunjukan tanggung jawab, dan tanggung jawab menghasilkan konsekuensi. Konsekuensi tersebut dapat berupa penghargaan atau saksi.

5) Akuntabilitas memperbaiki kinerja. Tujuan utama dari akuntabilitas adalah untuk memperbaiki kinerja ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Akuntabilitas adalah prinsip dasar bagi organisasi yang berlaku pada setiap level/ unit organisasi sebagai suatu l;aporan kegiatan kepada atasanya. Nilai – nilai akuntabilitas untuk membentuk sikap, dan perilaku bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan. Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama yaitu :

1) Menyediakan control demokratis (peran demokratis).

2) Untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran kosntitusional).

3) Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas (peran belajar).

Akuntabilitas memiliki tingkatan yang berbeda yaitu :

1) Akunabilitas personal yang mengacu pada nilai yang ada pada diri seseorang, seperti kejujuran, integeritas, moral dan etika. Pribadi yang kauntabel adalah yang menjadikan dirinya sebagai bagian dari solusi dan bukan masalah.

2) Akuntabilitas individu mengacu pada hubungan antara individu dan lingkungan kerjanya, yaitu antara PNS dengan instansinya sebagai pemberi kewenangan.

Pemberi kewenangan bertanggung jawab untuk memberikan arahan yang memadai, bimbingan dan sumber daya serta menghilangkan hambatan kinerja, sedangkan PNS sebagai aparatur negara yang bertanggung jawab untuk memenuhi tanggung jawab.

17

3) Akuntabilitas kelompok yaitu kinerja sebuah institusi biasanya dilakukan atas Kerjasama kelompok.

4) Akuntabilitas organisasi mengacu pada hasil pelaporan kinerja yang telah dicapai, baik pelaporan yang dilakukan oleh individu terhadap organisasi/

institusi maupun kinerja organisasi kepada Akuntabilitas stakeholder.

5) Akuntabilitas stakeholder adalah masyarakat umum, pengguna layanan, dan pembayaran pajak yang memberikan masukan, saran, dan kritik terhadap kinerjanya. Akuntabilitas stakeholder adalah tanggung jawab organisasi pemerintah untuk mewujudkan pelayanan dan kinerja yang adil, tresponsif dan bermartabat.

Panduan perilaku akuntabel yaitu 1) Akuntabilitas dan integeritas

Akuntabilitas dan integeritas adalah dua konsep yang diakui oleh banyak pihak menjadi landasan dasar dari sebuah administrasi sebuah negara.

2) Integeritas dan anti korupsi

Ingeritas bertindak secara konsistens antara apa yang dikatakan dengan tingkah lakunya sesuai dengan nilai yang dianut. Integeritas dapat berperan dalam pembenahan karakter dan moral bangsa yang menanmkan sikap anti korupsi dinegeri ini. Nilai anti korupsi yaitu :

a) Mandiri yang dapat membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang sehingga menjadi tidak bergantung terlalu banyak pada orang lain. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab demi mencapai keuntungan sesaat;

b) Kerja kerasmerupakan hal yang penting dalam rangka tercapainya target dari suatu pekerjaan. Jika target dapat tercapai, peluang untuk korupsi secara materiil maupun non materiil (waktu) menjadi lebih kecil;

c) Berani untuk mengatakan atau melaporkan pada atasan atau pihak yang berwenang jika mengetahui ada pegawai yang melakukan kesalahan;

d) Disiplin berkegiatan dalam aturan bekerja sesuai dengan undang-undung yang mengatur;

e) Peduli yang berarti ikut merasakan dan menolong apa yang dirasakan orang lain;

f) Jujur yaitu berkata dan bertindak sesuai dengan kebenaran (dharma);

18

g) Tanggung jawab yaitu berani dalam menanggung resiko atas apa yang kita kerjakan dalam bentuk apapun;

h) Sederhana yang dapat diartikan menerima dengan tulus dan iklas terhadap apa yang telah ada dan diberikan oleh Tuhan kepada kita;

i) Adil yaitu memandang kebenaran sebagai tindakan dalam perkataan maupun perbuatan saat memutuskan peristiwa yang terjadi.

3) Mekanisme akuntabilitas

Mekanisme akuntabilitas organisasi yaitu: System penilaian bekerja, System akuntansi, System akreditas, System pengawasan

Mekanisme akuntabilitas mengandung dimensi yaitu : a) Akuntabilitas kejujuran dan hukum

Akuntabilitas hukum terkait dengan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang diterapkan.

b) Akuntabilitas proses melalui pemberian pelayanan publik yang cepat, responsive dan murah.

c) Akuntabilitas program memberikan pertimbangan apakah tujuan yang ditetapkan tercapai.

d) Akuntabilitas kebijakan terkait dengan tanggung jawab pemerintah atas kebijakan yang diambil terhadap DPR/DPRD dan masyarakat luas.

Indikator nilai-nilai dasar akuntabilitas, dapat dijabarkan secara lengkap sebagai berikut:

1) Kepemimpinan

Lingkungan yang akuntabel memiliki pimpinan yang dapat memainkan peranan pentingdan mengayomi Pimpinan mempromosikan lingkungan yangakuntabel dengan memberikan contoh, adanya komitmen tinggi terhadap pekerjaannya, terhindar dari aspek yang menggagalkan kinerja.

2) Transparansi

Transparansi memiliki arti terbuka dan tidak ada yang ditutup- tutupi.

Organisasi yang transparanmemiliki laporan yang jelas secara berkala sehinggaseluruh anggota organisasidan masyarakat dapat mengetahui kinerja organisasitersebut.

3) Integritas

19

Integritas menjadikan adanya suatu kewajiban untuk menjunjung tinggi dan mematuhi segala hukumyang berlaku, undang- undang, kontrak, dan kebijakanyang berlaku.

4) Tanggung jawab (Responsibilitas)

Tanggung jawab institusi dan perseorangan memberikan kewajiban bagi individu dan lembaga bahwa ada suatu konsekuensi dari setiap tindakan yangtelah dilakukan, karena adanya tuntutan untuk bertanggung jawab ataskeputusan yang telah dibuat.

5) Keadilan

Keadilan adalah landasan utama akuntabilitas. Keadilan harus dipromosikan oleh pimpinan kepada lingkungan organisasinya agar tercipta organisasi yang akuntabel.

6) Kepercayaan

Rasa keadilan membawa pada kepercayaan. Lingkungan yang akuntabel tidak lahir dari hal yang tidak dipercaya.

7) Keseimbangan

Setiap individu yang ada di lingkungan kerjanya, harus dapat menggunakan kewenangannya untuk meningkatkan kinerja. Dengan demikian akan tercipta kerja sama organisasi yang baik.

8) Kejelasan

Agar individu dan kelompok dapat menjalankan tugasnya secara akuntabel, mereka harus memiliki kejelasan akan tugas pokok dan fungsi masing-masing serta memiliki gambaran yang jelas akan tujuan dan hasil yang diharapkan.

9) Konsistensi

Konsistensi menjamin stabilitas. Penerapan yang tidak konsisten dari sebuah kebijakan, prosedur, sumber daya akan memiliki konsekuensiterhadap tercapainya lingkungan kerja yang tidak akuntabel, akibat melemahnya komitmen dan kredibilitas anggota organisasi.

c. Kompeten

Kompeten panduan perilaku yaitu:

1) Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah.

2) Membantu orang lain belajar.

3) Melaksanankan tugas dengan kualitas terbaik.

20

Prinsip pengelolaan ASN yaitu berbasis merit, yakni seluruh aspek pengelolaan ASN harus memenuhi kesesuaian kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, termasuk tidak boleh ada perlakuan yang diskriminatif, seperti hubungan agama, kesukuan atau aspek-aspek primodial lainnya yang bersifat subyektif.

Pembangunan Apartur sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, diharapkan menghasilkan karakter birokrasi yang berkelas dunia (world class bureaucracy), yang dicirikan dengan beberapa hal, yaitu pelayanan publik yang semakin berkualitas dan tata kelola yang semakin efektif dan efisien

Terdapat 8 (delapan) karakateristik yang dianggap relevan bagi ASN dalam menghadapi tuntutan pekerjaan saat ini dan kedepan. Kedelapan karakterisktik tersebut meliputi: integritas, nasionalisme, profesionalisme, wawasan global, IT dan Bahasa asing, hospitality, networking, dan entrepreneurship.

Sesuai Peraturan Menteri PANRB Nomor 38 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi ASN, kompetensi meliputi: 1) Kompetensi Teknis adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur dan dikembangkan yang spesifik berkaitan dengan bidang teknis jabatan; 2) Kompetensi Manajerial adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dikembangkan untuk memimpin dan/atau mengelola unit organisasi; dan 3) Kompetensi Sosial Kultural adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan terkait dengan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku dan budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai-nilai, moral, emosi dan prinsip, yang harus dipenuhi setiap pemegang Jabatan, untuk memperoleh hasil kerja sesuai dengan peran, fungsi dan Jabatan.

d. Harmonis

Arti kata harmoni secara umum adalah keselarasan, kesesuaian, kecocokan dan keseimbangan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kemendikbud, harmoni berarti pernyataan rasa, aksi, gagasan, dan minat;

keselarasan; keserasian. Dalam bidang filsafat, harmoni atau harmonis adalah kerja sama antara berbagai faktor dengan sedemikian rupa hingga faktor-faktor tersebut dapat menghasilkan suatu kesatuan yang luhur.

Panduan harmonis yaitu :

1) Menghargai setia orang apapun latar belakangnya.

21

2) Suka menolong orang lain.

3) Membangun lingkungan kerja yang kondusif.

Kode Etik Profesi dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku/etika suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan dapat dipegang teguh oleh sekelompok profesional tertentu. ASN ada dua belas kode etik dan kode perilaku ASN itu, yaitu:

1) Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi;

2) Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;

3) Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;

4) Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

5) Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang Berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan;

6) Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara;

7) Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien;

8) Menjaga agar tidak terjadi disharmonis kepentingan dalam melaksanakan tugasnya;

9) Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.

Penerapan sikap perbertika ilaku yang menunjukkan ciri-ciri sikap harmonis. Tidak hanya saja berlaku untuk sesama ASN (lingkup kerja) namun juga berlaku bagi stakeholders eksternal. Sikap perilaku ini bisa ditunjukkan dengan:

1) Toleransi 2) Empati

3) Keterbukaan terhadap perbedaan.

e. Loyal

Loyal merupakan salah satu nilai yang terdapat dalam core values ASN yang dimaknai bahwa setiap ASN harus berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Panduan perilaku yaitu :

1) Memegang teguh idiologi Pancasila, Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI serta Pemerintahan yang sah.

22

2) Menjaga nama baik sesama ASN, Pimpinan Instansi dan Negara 3) Menjaga rahasia jabatan dan rahasia Negara.

Karateristik loyal yaitu: taat pada aturan, bekerja dengan integeritas, tanggung jawab pada organisasi, kemauan untuk bekerja sama, rasa memiliki yang tinggi, hubungan antar pribadi, kesukaan terhadap pekerjaan, keberanian mengutarakan ketidak setujuan, menjadi teladan bagi pegawai lain.

Sikap dalam mengatur loyalotas ASN yaitu :Kedudukan dan peran ASN, Fungsi dan tugas ASN , Kode etik dan kode perilaku ASN, Kewajiban ASN, Sumpah atau Janji ASN, Disiplin ASN.

Kata kunci perilaku loyal yaitu:

1) Komitmen 2) Dedikasi 3) Kontribusi 4) Nasionalisme 5) Pengabdian,

Membangun sifat dan sikap loyal dan loyalitas yaitu 1) Dalam kontek umum

Dalam kontek umum yaitu untuk menciptakan dan membangun rasa setia ( loyal) pegawai terhadap organisasi yaitu : Membangun rasa kecintaan dan memiliki , Meningktakan kesejahteraan , Memenuhi kebutuhan rohani, Memberikan kesempatan peningkatan karir, Melakukan evaluasi secara berkala.

2) Memantapkan wawasan kebangsaan

Dalam rangka mencapai tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam Alinea ke-4 Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, diperlukan ASN yang professional, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme, mampu menelenggrakan pelayanan publik bagi masyarakat, dan mampu menjalankan peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan panacasila dan UUD NRI Tahun 1945.

3) Meningkatkan nasionalisme

Nasionalisme adalah pandangan atau paham kecintaan terhadap bangsa dan tanah air Indonesia. Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.

23

Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa: menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan; menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara; bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri; mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa;

menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia; mengembangkan sikap tenggang rasa.

Adapun Indikator nilai-nilai Nasionalisme, yaitu Religius, Hormat-menghormati, integritas, Kerjasama, Tidak memaksakan kehendak, Jujur, Amanah, peduli, Adil, Persamaan derajat, Tidak diskriminatif, Mencintai sesame manusia, Tenggang rasa, santun, Membela kebenaran, Gotong royong, Rela berkorban, Cinta tanah air, Memelihara ketertiban, Mengutamakan kepentingan umum, Disiplin, Musyawarah, Kekeluargaan, Menghormati keputusan, Tanggung jawab, Kekeluargaan, Tidak memaksakan kehendak, bijaksana, Kepentingan bersama, Sosial, Menghormati hak orang lain, Hidup sederhana, Tolong menolong.

Sikap loyal ASN melalui aktualisasi bela negara yaitu: cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan terhadap Pancasila sebagai dasar negara, rela berkorban bagi bangsa dan negara, memiliki kemampian awal bela negara.

Sikap loyal dalam konteks organisasi pemerintah yaitu: komitmen pada sumpah janji sebagai wujud loyalitas PNS, meningkatkan disiplin sebagai wujud loyalitas PNS, pelaksanaan fungsi ASN sebagai wujud loyalitas PNS, aktualisasi Nilai-nilai sebagai wujud loyalitas PNS.

f. Adaptif

Adaptif adalah karakteristik alami yang dimiliki makhluk hidup untuk bertahan hidup dan menghadapi segala perubahan lingkungan atau ancaman yang timbul. Dengan demikian adaptasi merupakan kemampuan mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan tetapi juga mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan diri). Sejatinya tanpa beradaptasi akan menyebabkan makhluk hidup tidak dapat mempertahankan diri dan musnah pada akhirnya oleh perubahan

24

lingkungan. Sehingga kemampuan adaptif merupakan syarat penting bagi terjaminnya keberlangsungan kehidupan.

Adaptif yaitu terus berinovasi dan antusias dalam menggerakan serta menghadapi perubahan, membangun kerja sama yang sinergis. Panduan perilaku adaptif :

1) Cepat menyesuaiakn diri mengahdapi masalah.

2) Terus berinovasi dan mengembangkan kreatifitas.

3) Bertindak proaktif.

g. Kolaboratif

Kolaboratif adalah membangun kerja sama yang sinergis. Implementasinya adalah dengan memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi.

Kode etik Kolaboratif yaitu :

1) Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk kontribusi.

2) Terbuka dalam berkerja sama untuk mengahsilkan nilai tambah.

3) Menggerakan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan Bersama.

Collaborative governance mencangkup kemitraan institusi pemerintah untuk pelayanan publik. Kriteria dalam membangun kolaborasi yaitu:

1) Forum yang diprakarsai oleh Lembaga atau lembahga publik.

2) Peserta dalam forum termasuk actor nonstate

3) Peserta terlibat langsung dalam pengambilan keputusan dan bukan hanya

“dikonsultasikan” oleh agensi publik.

4) Forum secara resmi diatur dan bertemu secara kolektif.

5) Forum ini bertujuan untuk membuat keputusan dengan konsesus 6) Forum kolaborasi adalah kebijakan publik untuk manajemen.

2. Kedudukan dan Peran ASN a. Manajemen ASN

Aparatur Sipil Negara (ASN) mempunyai peran yang sangat penting dalam rangka menciptakan masyarakat madani yang taat hukum, berperadaban moderen, demokratis, makmur, adil, dan bermoral tinggi dalam menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat secara adil dan merata, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan

25

kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan perkembangan jaman.

Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Untuk menjalankan kedudukannya tersebut, maka Pegawai ASN berfungsi sebagai berikut:

1) Pelaksana kebijakan publik; Setiap pegawai ASN harus memiliki nilai-nilai kepublikan, berorientasi pada kepentingan publik dan senantiasa menempatkan kepentingan publik, bangsa dan negara di atas kepentingan lainnya, mengedepankan kepentingan nasional ketimbang kepentingan sektoral dan golongan. Untuk itu pegawai ASN harus memiliki karakter kepublikan yang kuat dan mampu mengaktualisasikannya dalam setiap langkah-langkah pelaksanaan kebijakan publik

2) Pelayan publik; Setiap pegawai ASN senantiasa bersikap adil dan tidak diskriminasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mereka harus bersikap profesional dan berintegritas dalam memberikan pelayanan. Tidak boleh mengejar keuntungan pribadi atau instansinya belaka, tetapi pelayanan harus diberikan dengan maksud memperdayakan masyarakat, menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Untuk itu integritas menjadi penting bagi setiap pegawai ASN. Senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keadilan, tidak korupsi, transparan, akuntabel dan memuaskan publik.

3) Perekat dan pemersatu bangsa; Setiap pegawai ASN harus memiliki jiwa nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang kuat, memiliki kesadaran sebagai penjaga kedaulatan negara, menjadi perekat bangsa dan mengupayakan situasi damai di seluruh wilayah Indonesia, dan menjaga keutuhan NKRI.

b. Smart ASN 1) Definisi

Smart ASN adalah profil Aparatur Sipil Negara yang cerdas, berdaya saing dan menguasai Teknologi dan Informasi dalam menghadapi revolusi industry 4.0 (Pusat Pengkajian dan Penelitian Kepegawaian Nomor: 032-Juni 2019) yang disiapkan untuk mewujudkan birokrasi Indonesia berkelas dunia (World Class Government). Profil ASN tersebut meliputi Profil Smart ASN meliputi integritas, nasionalisme, profesionalisme, berwawasan global, menguasai IT dan bahasa asing, berjiwa hospitality, berjiwa entrepreneurship, dan memiliki jaringan luas.

26

https://www.menpan.go.id/site/berita-terkini/menciptakan-smart-asn-menuju-birokrasi-4-0

2) 8 Profil SMART ASN

Delapan (8) Profil SMART ASN a) Integritas

Integritas adalah konsistensi berperilaku yang selaras dengan nilai, norma dan/atau etika organisasi, dan jujur dalam hubungan dengan atasan, rekan kerja, bawahan langsung, dan pemangku kepentingan, serta mampu mendorong terciptanya budaya etika tinggi, bertanggung jawab atas tindakan atau keputusan beserta risiko yang menyertainya.

b) Nasionalisme

Nasionalisme adalah paham kebangsaan yang tumbuh karena adanya persamaan nasib dan sejarah serta kepentingan untuk hidup bersama sebagai suatu bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, demokratis dan maju dalam satu kesatuan bangsa dan negara serta cita-cita bersama guna mencapai, memelihara dan mengabdi identitas, persatuan, kemakmuran dan kekuatan atau kekuasaan negara bangsa yang bersangkutan

Dalam implementasinya, seorang ASN harus bekerja dengan semangat cinta tanah air Indonesia.

c) Profesionalisme

Pengertian profesionalisme, adalah merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus (Nurita Putranti,Blog). Oleh karena Pegawai Negeri Sipil merupakan salah satu profesi maka konsekuensinya harus selalu meningkatkan kemampuannya secara terus menerus agar dalam melaksanakan tugas atau pekerjakaan dapat dilaksanakan secara profesional. Berpedoman pada pengertian dimuka, menunjukkan bahwa Pegawai Negeri Sipil yang merupakan bagian dari profesi agar dapat melaksanakan pekerjaan secara professional harus diperhatikan dan memperhatikan mengenai profesionalisme. (Mustaqiem: Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 4, No.2, November 2010)

d) Berwawasan global

ASN yang berwawasan global, disini diartikan sebagai organ birokrasi yang mampu melihat melampaui (beyond) dinding-dinding kaku tempat ia bekerja melalui pandangan yang bulat, menyeluruh serta mampu menemukan

27

dan menggunakan perkembangan atau inovasi lain yang ada baik dalam skala nasional maupun internasional.

e) Menguasai IT dan bahasa asing

ASN dituntut tidak Gaptek (Gagap Teknologi) dan informasi yakni dapat mengoperasikan dan memanfaatkan aplikasi-aplikasi produk IT termasuk dapat dengan bijak memanfaatkan internet yang digunakan dalamn meningkatkan efektifitas dan efisiensi untuk meningkatlkan kinerja dalam rangka meningkatkan kualitas tugas dan fungsinya dalam pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, seorang ASN selain menguasai Bahasa Indonesia dengan baik dan benar juga memiliki kemampuan menguasai bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Mandarin dan lain sebagainya.

f) Hospitality

Hospitality merupakan cara pemberian pelayanan atau penerimaan tamu, pengunjung, atau bahkan orang asing yang datang sehingga mereka akan memiliki kesan baik dan terpuaskan dengan pelayanan yang diberikan.

g) Entrepreneurship

ASN dituntut memiliki kemampuan entrepreneurship yakni berjiwa kewirausahaan yang ditandai dengan dimilikinya keberanian, kreatifitas, inovatif, pantang menyerah dan cerdas dalam menangkap dan menciptakan peluang serta bertanggung jawab. Enterpreneurship juga dapat diartikan berpikir tentang masa depan orang banyak, kehidupan orang banyak,

ASN dituntut memiliki kemampuan entrepreneurship yakni berjiwa kewirausahaan yang ditandai dengan dimilikinya keberanian, kreatifitas, inovatif, pantang menyerah dan cerdas dalam menangkap dan menciptakan peluang serta bertanggung jawab. Enterpreneurship juga dapat diartikan berpikir tentang masa depan orang banyak, kehidupan orang banyak,

Dokumen terkait