HPM mengikuti tiga variabel baru setelah dilakuan revisi dimana variabel tersebut membawa pengaruh kepada individu untuk tertarik dalam perilaku promosi kesehatan yang merupakan outcome dari HPM. (Pender, 2015) variabel tersebut antara lain, a). Activity-related affect, b). Commitment to a plan of action, c). Immediate competing demand and preferences (Lihat Gambar 2.2 )
Gambar 2.2 Health Promotion Model (Revised) a. Asumsi Dasar Health Promotion Model menurut Pender
1) Manusia mencoba menciptakan kondisi agar tetap hidup di mana mereka dapat mengekspresikan keunikannya.
2) Manusia mempunyai kapasitas untuk merefleksikan kesadaran dirinya, termasuk penilaian terhadap kemampuannya.
3) Manusia menilai perkembangan sebagai suatu nilai yang positif dan mencoba mencapai keseimbangan antara perubahan dan stabilitas.
4) Setiap individu secara aktif berusaha mengatur perilakunya.
5) Individu merupakan makhluk biopsikososial yang kompleks, berinteraksi dengan lingkungannya secara terus menerus, menjelmakan lingkungan yang diubah secara terus menerus.
6) Profesional kesehatan merupakan bagian dari lingkungan interpersonal yang berpengaruh terhadap manusia sepanjang hidupnya.
7) Pembentukan kembali konsep diri manusia dengan lingkungan adalah penting untuk perubahan perilaku (Pender, 2015).
Model Community as partner (CAP) digunakan untuk mengkaji sebagai jenis komunitas dengan luas wilayah, lokasi, dan suber sumber yang dimiliki atau karakteristik populasi tertentu. CAP terdiri dari tiga bagian yaitu :
a. Inti komunitas (The community care) 1) Sejarah ( History)
2) Data Demografi (Demographic) 3) Suku dan Budaya (Ethnicyty)
4) Nilai dan keyakinan (Values and beliefs)
5) Persepsi (Perception), yang terdiri dari percepsi
masyarakat terhadap kondisi lingkungan (merasa aman , nyaman, fasilitas lengkap atau kurang),penilaian masyarakat terhadap kekuatan dan kelemahan wilayah tempat tinggal mereka, penilaian terhadap kondisi kesehatan masyarakat secara umum dan apa ,masalah yang akan muncul.
b. Subsitem komunitas (the community subsistems ) 1) Lingkungan fisik
2) Pendidikan
3) Keamanan dan transportasi 4) Politik dan pemerintahan
5) Pelayanan sosial dan pelayana kesehatan 6) Komunikasi
7) Ekonomi 8) Rekreasi
Aplikasi teori CAP dalam keperawatan komunitas adalah sebagai berikut
a. Inti komunitas (the community care) 1) Sejarah (history)
a) Melakukan wawancara dengan TOMA/TOGA b) Perubahan yang terjadi
c) Peristiwa atau kejadian yang berkaitan 2) Data demografi (Demographic)
a) Komposisi penduduk b) Kelompok umur c) Jenis kelamin
3) Suku & budaya (Ethnicity)
a) Pengamatan terhadap gaya hidup
b) Perilaku yang membudaya ( positif /negatif) c) Bahasa yang di gunakan
d) Perkumpulan yang ada
e) Penyelesaian masalah apakah antar etnis atau golongan khusus
4) Nilai dan keyakinan ( values and beliefs )
a) Lakukan wawancara dan observasi bagaimana bentuk interaksi di masyarakat.
b) Adakah perilaku yang mempengaruhi kesehatan individu, keluarga, kelompok atau masyarakat? ( misal : narkoba) b. Subsistensi komunitas ( The community subsystems)
1) Lingkungan fisik
Observasi ada fasilitas umum yang dipergunakan( lapangan olahraga, warnet/wartel, bioskop, fasilitas ibadah )
2) Pendidikan
a) Kumpulan data tentang tingkat pendidikan masyarakat b) Keberadaan fasilitas pendidikan lengkap
3) Keamanan dan transportasi
a) Lakukan pengamatan dan observasi tentang alat transportsi b) Keamana pemakai alat transportasi
c) Kecepatan kendaraan yang digunakan d) Keberadaan rambu rambu lalu lintas e) Kondisi jalan dan fasilitas
f) Apakah ada pos polisi atau satpam atau ada sistem keamanan lingkungan
g) Adakah gangguan keamanan 4) Politik dan pemerintahan
a) Bagaimana kegiatan politik diwilayah tersebut
b) Adakah anggota masyarakat terlibat dalam kegiatan politik?
c) Bagaimana menyikapi perbedaan pendapat atau golongan politik?
5) Pelayanan sosial
a) Lakukan wawancara dan observasi pelayanan sosial yang ada misalnya LSM.
b) Ketersediaan fasilitas kesehatan.
6) Komunikasi
a) Amati komunikasi di wilayah tersebut terhadap keluarga , lingkungan / masyarakat sekitar, aparat pemerintah
b) Adakah masalah antar kelompok ?
c) Bagaimana cara menyampaikan aspirasi ? 7) Ekonomi
e) Adakah lokasi transaksi jual beli misal pasar Dll 8) Rekreasi
a) Apakah ada tempat rekreasi
b) Apakah tempat rekreasi tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat
c. Persepsi
1) Bagaimana persepsi masyarakat terhadap kondisi lingkungan 2) Penilaian masyarakat terhadap wilayahnya
D. Konsep Covid 19 1. Definisi covid 19
Corona Virus Disease (COVID-19) adalah jenis virus baru yang menular pada manusia dan menyerang gangguan system pernapasan sampai berujung pada kematian.Corona virus yaitu kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan.Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu.Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).
Coronavirus memiliki kapsul, partikel berbentuk bulat atau elips, sering pleimorfik dengan diameter sekitar 50-200m.5 Semua virus ordo Nidovirales memiliki kapsul, tidak bersegmen, dan virus positif RNA serta memiliki genom RNA sangat panjang.12 Struktur coronavirus membentuk struktur seperti kubus dengan protein S berlokasi di permukaan virus. Protein S atau spike protein merupakan salah satu protein antigen utama virus dan merupakan struktur utama untuk penulisan gen. Protein S ini berperan dalam penempelan dan masuknya virus kedalam sel host (interaksi protein S dengan reseptornya di sel inang). Coronavirus bersifat sensitif terhadap panas dan secara efektif dapat diinaktifkan oleh desinfektan mengandung klorin, pelarut lipid dengan suhu 56℃ selama 30 menit, eter, alkohol, asam perioksiasetat, selama 30 menit, eter, alkohol, asam perioksiasetat, detergen non-ionik, formalin, oxidizing agent dan kloroform.
Klorheksidin tidak efektif dalam menonaktifkan virus.
Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute
Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala (Thalia, 2020).
2. Etiologi covid 19
Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan.Pada sebagian besar kasus,
coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu.Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia.Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.Seseorang dapat tertular COVID- 19 melalui berbagai cara, yaitu:
a. Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau bersin
b. Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19
c. Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19 3. Manifestasi klinis covid 19
Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat.
Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus corona.Secara
umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
a. Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius) b. Batuk
c. Sesak nafas
Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu hari ke 7 sampai 14 setelah penderita terpapar virus Corona.
4. Pathogenesis/Patofisiologi Covid 19
Kebanyakan Coronavirus menginfeksi hewan dan bersirkulasi di hewan.Coronavirus menyebabkan sejumlah besar penyakit pada hewan dan kemampuannya menyebabkan penyakit berat pada hewan seperti babi, sapi, kuda, kucing dan ayam.Coronavirus disebut dengan virus zoonotik yaitu virus yang ditransmisikan dari hewan ke manusia.Banyak hewan liar yang dapat membawa patogen dan bertindak sebagai vektor untuk penyakit menular tertentu.
Kelelawar, tikus bambu, unta dan musang merupakan host yang biasa ditemukan untuk Coronavirus.Coronavirus pada kelelawar merupakan sumber utama untuk kejadian severe acute respiratory syndrome (SARS) dan Middle East respiratory syndrome (MERS).
Namun pada kasus SARS, saat itu host intermediet (masked palm civet atau luwak) justru ditemukan terlebih dahulu dan awalnya disangka sebagai host alamiah. Barulah pada penelitian lebih lanjut ditemukan bahwa luwak hanyalah sebagai host intermediet dan kelelawar tapal kuda (horseshoe bars) sebagai host alamiahnya.8,14,15,17 Secara umum, alur Coronavirus dari hewan ke manusia dan dari manusia ke manusia melalui transmisi kontak, transmisi droplet, rute feses dan oral.
Berdasarkan penemuan, terdapat tujuh tipe Coronavirus yang dapat menginfeksi manusia saat ini yaitu dua alphacoronavirus (229E dan NL63) dan empat betacoronavirus, yakni OC43, HKU1, Middle East
respiratory syndrome-associated coronavirus (MERS-CoV), dan severe acute respiratory syndrome-associated coronavirus (SARSCoV). Yang ketujuh adalah Coronavirus tipe baru yang menjadi penyebab kejadian luar biasa di Wuhan, yakni Novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV).Isolat 229E dan OC43 ditemukan sekitar 50 tahun yang lalu.NL63 dan HKU1 diidentifikasi mengikuti kejadian luar biasa SARS.NL63 dikaitkan dengan penyakit akut laringotrakeitis (croup).
Coronavirus terutama menginfeksi dewasa atau anak usia lebih tua, dengan gejala klinis ringan seperti common cold dan faringitis sampai berat seperti SARS atau MERS serta beberapa strain menyebabkan diare pada dewasa. Infeksi Coronavirus biasanya sering terjadi pada musim dingin dan semi.Hal tersebut terkait dengan faktor iklim dan pergerakan atau perpindahan populasi yang cenderung banyak perjalanan atau perpindahan.Selain itu, terkait dengan karakteristik Coronavirus yang lebih menyukai suhu dingin dan kelembaban tidak terlalu tinggi.
Semua orang secara umum rentan terinfeksi.Pneumonia Coronavirus jenis baru dapat terjadi pada pasien immunocompromis dan populasi normal, bergantung paparan jumlah virus.Jika kita terpapar virus dalam jumlah besar dalam satu waktu, dapat menimbulkan penyakit walaupun sistem imun tubuhberfungsi normal.Orang-orang dengan sistem imun lemah seperti orang tua, wanita hamil, dan kondisi lainnya, penyakit dapat secara progresif lebih cepat dan lebih parah.Infeksi Coronavirus menimbulkan sistem kekebalan tubuh yang lemah terhadap virus ini lagi sehingga dapat terjadi re-infeksi.
Coronavirus hanya bisa memperbanyak diri melalui sel host-nya.Virus tidak bisa hidup tanpa sel host. Berikut siklus dari Coronavirus setelah menemukan sel host sesuai tropismenya. Pertama, penempelan dan masuk virus ke sel host diperantarai oleh Protein S yang ada dipermukaan virus.5 Protein S penentu utama dalam menginfeksi spesies host-nya serta penentu tropisnya.5 Pada studi SARS-CoV protein S berikatan dengan reseptor di sel host yaitu enzim ACE-2
(angiotensinconverting enzyme 2). ACE-2 dapat ditemukan pada mukosa oral dan nasal, nasofaring, paru, lambung, usus halus, usus besar, kulit, timus, sumsum tulang, limpa, hati, ginjal, otak, sel epitel alveolar paru, sel enterosit usus halus, sel endotel arteri vena, dan sel otot polos.20 Setelah berhasil masuk selanjutnya translasi replikasi gen dari RNA genom virus.
Selanjutnya replikasi dan transkripsi dimana sintesis virus RNA melalui translasi dan perakitan dari kompleks replikasi virus.Tahap selanjutnya adalah perakitan dan rilis virus.12 Berikut gambar siklus hidup virus.
Setelah terjadi transmisi, virus masuk ke saluran napas atas kemudian bereplikasi di sel epitel saluran napas atas (melakukan siklus hidupnya).Setelah itu menyebar ke saluran napas bawah.Pada infeksi akut terjadi peluruhan virus dari saluran napas dan virus dapat berlanjut meluruh beberapa waktu di sel gastrointestinal setelah penyembuhan.Masa inkubasi virus sampai muncul penyakit sekitar 3-14 hari.
5. Komplikasi covid 19
Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi berikut ini:
a. Pneumonia (infeksi paru-paru) b. Infeksi sekunder pada organ lain c. Gagal ginjal
d. Acute cardiac injury
e. Acute Respiratory Distres Sindrom f. Kematian
6. Pemeriksaan penunjang
a. Pemeriksaan radiologi: foto toraks, CT-scan toraks, USG toraks Pada pencitraan dapat menunjukkan: opasitas bilateral, konsolidasi
subsegmental, lobar atau kolaps paru atau nodul, tampilan groundglass. Pada stage awal, terlihat bayangan multiple plak kecil dengan perubahan intertisial yang jelas menunjukkan di perifer paru dan kemudian berkembang menjadi bayangan multiple ground-glass dan infiltrate di kedua paru. Pada kasus berat, dapat ditemukan konsolidasi paru bahkan “white-lung” dan efusi pleura (jarang).
b. Pemeriksaan spesimen saluran napas atas dan bawah
Saluran napas atas dengan swab tenggorok(nasofaring dan orofaring) Saluran napas bawah (sputum, bilasan bronkus, BAL, bila menggunakan endotrakeal tube dapat berupa aspirat endotrakeal) Untuk pemeriksaan RT-PCR SARS-CoV-2, (sequencing bila tersedia).Ketika melakukan pengambilan spesimen gunakan APD yang tepat. Ketika mengambil sampel dari saluran napas atas, gunakan swab viral (Dacron steril atau rayon bukan kapas) dan media transport virus. Jangan sampel dari tonsil atau hidung. Pada pasien dengan curiga infeksi COVID- 19 terutama pneumonia atau sakit berat, sampel tunggal saluran napas atas tidak cukup untuk eksklusi diagnosis dan tambahan saluran napas atas dan bawah direkomendasikan.Klinisi dapat hanya mengambil sampel saluran napas bawah jika langsung tersedia seperti pasien dengan intubasi.Jangan menginduksi sputum karena meningkatkan risiko transmisi aerosol.Kedua sampel (saluran napas atas dan bawah) dapat diperiksakan jenis patogen lain.26 Bila tidak terdapat RT-PCR dilakukan pemeriksaan serologi.Pada kasus terkonfirmasi infeksi COVID-19, ulangi pengambilan sampel dari saluran napas atas dan bawah untuk petunjuk klirens dari virus.Frekuensi pemeriksaan 2- 4 hari sampai 2 kali hasil negative dari kedua sampel serta secara klinis perbaikan, setidaknya 24 jam.Jika sampel diperlukan untuk keperluan pencegahan infeksi dan transmisi, specimen dapat diambil sesering mungkin yaitu harian.
c. Bronkoskopi
d. Pungsi pleura sesuai kondisi e. Pemeriksaan kimia darah
1) Darah perifer lengkap Leukosit dapat ditemukan normal atau menurun; hitung jenis limfosit menurun. Pada kebanyakan pasien LED dan CRP meningkat.
2) Serum (rapid test) 3) Analisis gas darah
4) Fungsi hepar (Pada beberapa pasien, enzim liver dan otot meningkat)
5) Fungsi ginjal 6) Gula darah sewaktu 7) Elektrolit
8) Faal hemostasis ( PT/APTT, d Dimer), pada kasus berat, Ddimer meningkat
9) Prokalsitonin (bila dicurigai bakterialis) 10) Laktat (Untuk menunjang kecurigaan sepsis)
f. Biakan mikroorganisme dan uji kepekaan dari bahan saluran napas (sputum, bilasan bronkus, cairan pleura) dan darah26,27 Kultur darah untuk bakteri dilakukan, idealnya sebelum terapi antibiotik. Namun, jangan menunda terapi antibiotik dengan menunggu hasil kultur darah)
g. .Pemeriksaan feses dan urin (untuk investasigasi kemungkinan penularan).
7. Pencegahan covid 19
Sampai saat ini, belum ada vaksin COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.
b. Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan c. Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
d. Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
e. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
f. Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
g. Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
h. Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah
Untuk orang yang diduga terkena covid 19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:
a. Lakukan isolasi mandiri dengan cara tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
b. Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
c. Bila ingin ke rumah sakit saat gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi dulu pihak rumah sakit untuk menjemput.
d. Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
e. Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
f. Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
g. Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
h. Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah
BAB III
PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN