• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 10 Transliterasi Huruf Arab-Latin

C. Rumusan Pedoman Transliterasi Arab-Latin

1. Konsonan

2. Vokal (tunggal dan rangkap) 3. Maddah

4. Ta’marbutah 5. Syaddah

6. Kata sandang (di depan huruf syamsiah dan qamariah) 7. Hamzah

8. Penulisan kata 9. Huruf Kapital 10. Tajwid

Berikut ini penjelasannya secara berurutan.

1. Konsonan

Fonem konsonan bahasa Arab yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan huruf, dalam transliterasi ini sebagian dilambangkan dengan huruf dan sebagian dilambangkan dengan tanda, dan sebagian lain lagi dengan huruf dan tanda sekaligus.

Di bawah ini daftar huruf Arab itu dan transliterasinya dengan huruf Latin.

Huruf Arab Nama Huruf Latin Nama

ا

Alif Tidak dilambangkan Tidak dilambangkan

ب

Ba’ B Be

ت

Ta’ T Te

ث

Tsa’ S Es (dengn titik diatas)

ج

Jim J Je

ح

ha’ H Ha (dengan titik dibawah)

خ

Kha’ Kh Ka dan ha

د

Dal D De

ذ

Zal Z Zet (dengan titik diatas)

ر

Ra’ R Er

ز

Zai Z Zet

س

Sin S Es

ش

Syin Sy Es dan ye

ص

Sad S Es (dengan titik dibawah)

ض

Dad’ D De (dengan titik dibawah)

ط

Ta’ T te (dengan titik di bawah)

Huruf Arab Nama Huruf Latin Nama

ع

‘ain ‘- koma terbalik (di atas)

غ

gain G Ge

ف

Fa’ F Ef

ق

Qaf Q Ki

ك

Kaf K Ka

ل

Lam L El

م

Mim M Em

ن

Nun N En

و

Wau W We

ه

Ha’ H Ha

ء

‘- ‘- Apostrof

ي

y Y Ye

2. Vokal

Vokal bahasa Arab, seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri dari vokal tunggal atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong.

a. Vokal Tunggal

Vokal tunggal bahasa Arab yang lambangnya berupa tanda atau harakat, transliterasinya sebagai berikut:

Tanda Nama Huruf Latin Nama

----

َ

-- Fathah a a

---

ِ

- Kasrah i i

----

ُ

-- dammah u u

b. Vokal Rangkap

Vokal rangkap bahasa Arab yang lambangnya berupa gabungan antara harakat dan huruf, transliterasinya berupa gabungan huruf, yaitu:

Harakat dan Huruf Nama Gabungan Huruf Nama

ي

---

َ

-- fathah dan ya’ ai a dan i

Contoh

بتك

: kataba

ركذ

: zukira

به ذي

: yazhabu

3.

Maddah

Maddah atau vokal panjang yang lambangnya berupa harakat dan huruf, transliterasinya berupa huruf dan tanda, yaitu:

Harkat dan Huruf Nama Huruf dan Tanda Nama

ي

----

َ

--

ا

----

َ

-- fathah dan alif atau ya’ a a dan garis di atas

ي

---

ِ

- kasrah dan ya’ i i dan garis di atas

و

----

ُ

-- dammah dan wawu u u dan garis di atas

Contoh

ل اق

: qala

ليق

: qila

مير

: rama

4.

Ta’ marbuthah

Transliterasi untuk ta’ marbuthah ada dua. a. Ta’ marbuthah hidup

Ta’ marbuthah yang hidup atau mendapat harakat fathah, kasrah, dan dammah, transliterasinya adalah / t /.

b. Ta’ marbuthah mati

Ta’ marbuthah yang mati atau mendapat harakat sukun, transliterasinya adalah /h /. c. Kalau pada kata yang terakhir dengan ta’ marbuthah diikuti oleh kata yang menggunakan

kata sandang al serta bacaan kedua kata itu terpisah maka ta’ marbuthah itu ditransliterasikan dengan ha (h).

Contoh

ل افط لا ا ةص و ر

: raud ah al-’atfa

ة ر ولم ا ةني دما ا

: al Madinah al Munawwarah

5.

Syaddah (Tasydi-d)

Syaddah atau tasydi - d yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan sebuah tanda, tanda syaddah atau tanda tasydi-d, dalam transliterasi ini tanda syaddah tersebut dilambangkan dengan huruf, yaitu huruf yang sama dengan huruf yang diberi tanda syaddah itu.

Contoh:

نب ر

: rabbana

برل ا

: al birr

معن

: nu’’ima

6. Kata Sandang

Kata sandang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan huruf, yaitu

لا

. Namun, dalam transliterasi ini kata sandang itu dibedakan atas kata sandang yang diikuti oleh huruf syamsiah dan kata sandang yang diikuti oleh huruf qamariah.

a. Kata sandang diikuti oleh huruf syamsiah

Kata sandang yang diikuti oleh huruf syamsiah ditransliterasikan sesuai dengan bunyinya, yaitu huruf / l / diganti dengan huruf yang sama dengan huruf yang langsung mengikuti kata sandang itu.

b. Kata sandang diikuti oleh huruf qamariah

Kata sandang yang diikuti oleh huruf qamariah ditransliterasikan sesuai dengan huruf aturan yang digariskan di depan dan sesuai pula dengan bunyinya. Baik diikuti huruf syamsiah maupun huruf qamariah, kata sandang ditulis terpisah dari kata yang mengikuti dan dihubungkan dengan tanda sempang.

Contoh

لج رل ا

: ar rajulu

سمسل ا

: asy-syamsu

عي جبل ا

: al-badi -‘u

7.

Hamzah

Dinyatakan di depan bahwa hamzah ditransliterasikan dengan apostrof. Namun, itu hanya berlaku bagi hamzah yang terletak di tengah dan di akhir kata. Bila hamzah itu terletak di awal kata, ia tidak dilambangkan, karena dalam tulisan Arab berupa alif.

Contoh

ن و ذخ تا

: ta’khuz u -na

ءشي

: syai’un

ت رم ا

: umirtu

8. Penulisan Kata

Pada dasarnya setiap kata, baik fiil, isim maupun harf, ditulis terpisah. Hanya kata-kata tertentu yang penulisannya dengan huruf Arab sudah lazim dirangkaikan dengan kata lain karena ada huruf atau harakat yang dihilangkan maka dalam transliterasi ini penulisan kata tersebut dirangkaikan juga dengan kata lain yang mengikutinya.

Contoh

9. Huruf Kapital

Meskipun dalam sistem tulisan Arab huruf kapital tidak dikenal, dalam transliterasi ini huruf tersebut digunakan juga. Penggunaan huruf kapital seperti apa yang berlaku dalam EYD, diantaranya: Huruf kapital digunakan untuk menuliskan huruf awal nama diri dan permulaan kalimat. Bila nama diri itu didahului oleh kata sandang, maka yang ditulis dengan huruf kapital tetap huruf awal nama diri tersebut, bukan huruf awal kata sandangnya Contoh

ل وس ر لا ا دمحم ام و

: Wa ma - Muhammadun illa - rasu - l

س انلل عض و ثيب ل و ا ن ا

: Inna awwala baitiw wudi‘a linna - slallazi -bi Bakkata

muba -raka

Penggunaan huruf awal kapital untuk Allah hanya berlaku bila dalam tulisan Arab-nya memang lengkap demikian dan kalau penulisan itu disatukan dengan kata lain sehingga ada huruf atau harakat yang dihilangkan, huruf kapital tidak dipergunakan.

Contoh :

اعيجم رم لا ا لله

: Lilla - hi al-amru jami‘a

يملع ءشي كلب لله ا و

: Walla - hu bikulli syai’in ‘alim

10.

Tajwid

Bagi mereka yang menginginkan kefasihan dalam bacaan, pedoman transliterasi ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan Ilmu Tajwid. Karena itu peresmian pedoman transliterasi ini perlu disertai dengan pedoman tajwid.

Anwar, H. Rosihan. 2004. Bahasa Jurnalistik Indonesia dan Komposisi. Yogyakarta: Penerbit Media Abadi,

Al-Ma’ruf, Ali Imron dan Farida Nugrahani. 2008. Metode Penulisan Karya Ilmiah Panduan bagi Mahasiswa, Ilmuwan, dan Eksekutif. Yogyakarta: Pilar Media,.

A, Alek dan H. Achmad H.P. 2010. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta : Kencana.

Arifin, Zaenal dan Amran Tasai. 2008. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo.

Ahmad, Supriadi.dkk 2012. Pedoman Penulisan Skripsi Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta : PPJM FSH.

Badudu, Yus. 1994 Ejaan Bahasa Indonesia. Bandung : Pustaka Prima. Pelik-pelik Bahasa Indonesia. Bandung : Pustaka Prima., 1985

Collin, James T. 2011 Bahasa Melayu Bahasa Dunia. Terjemahan Alam Evita Almanar. Jakarta : Yayasan Obor.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1993 Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan, 2007

Finoza, Lamuddin. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta : Diksi Insan Mulia, 2001

Kuntarto, M. Ninik. Cermat dalam Berbahasa Teliti dalam Berpikir. Jakarta : Mitra Wacana Media, 2008.

Gani, Ramlan A dan Mahmudah Fitriyah Z.A. Disiplin Berbahasa Indonesia. Jakarta : PTIK Press, 2010.

Hs., Widjono. 2007. Bahasa Indonesia. Jakarta : Grasindo. Keraf, Gorys. 1994. Komposisi. Ende : Nusa Indah. Tata Bahasa Indonesia. Ende Flores: Nusa Indah, 1982.

Kridalasakna, Harimurti. 2001. Kamus Linguistik. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Kuntjara, Esther. 2012. Gender, Bahasa, dan Kekuasaan. Jakarta : Libri.

Muslih, Masnur dan I Gusti Ngurah Oka. 2010. Perencanaan Bahasa pada Era Globalisasi. Jakarta : Bumi Aksara.

Rahardi, Kunjana. 2009. Penyuntingan Bahasa Indonesia, untuk Karang-mengarang. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Ramlan, M. 1981. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta: U.P. Karyono.

S, Effendi.1999. Panduan Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar. Jakarta: Pustaka Jaya. Soedjito. 1991. Kalimat Efektif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suhendar. Dkk. Modul Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan : Bag. Proyek Penataran Guru SLTP Setara D3

Suyatno dan Asep Jihad. 2009. Betapa Mudah Menulis Karya Ilmiah. Yogyakarta : Eduka. Syamsuddin, A.R. 2005. Kompetensi Berbahasa dan Sastra Indonesia. Solo: Tiga Serangkai.

Dalam dokumen BAHASA INDONESIA UNTUK PERGURUAN TINGGI (Halaman 122-130)

Dokumen terkait