• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konstruksi Bangunan PKS .1 Timbulan Limbah

A. TAHAP KONSTRUKSI 1. DAMPAK PENTING (DP)

2 Konstruksi Bangunan PKS .1 Timbulan Limbah

Padat Konstruksi Bangunan

PKS Tidak adanya limbah

kosntruksi dan ceceran sampah domestic yang menyebabkan munculnya vector penyakit seperti lalat, kecoa maupun tikus

a. Menyediakan tempat/bak sampah dan TPS untuk tempat penampungan sementara sampah domestik dan bahan-bahan sisa material dengan bahan yang kuat/awet dan tidak mudah rusak

b. Pemasang papan peringatan seperti “JAGALAH

KEBERSIHAN” di lokasi-lokasi sumber sampah

c. Pengumpulan sampah secara rutin setiap hari dan

pengangkutan ke TPS secara rutin.

TPS Limbah Domestik di Lokasi tapak proyek Pembangunan Pabrik PKS Estate B dan Estate C

Setiap hari selama pelaksanaan konstruksi bangunan PKS pendukung berlangsung

Pelaksana :

 PT. BIO Inti

Periode pelaporan 6 bulan sekali 2.2 Timbulan Limbah

Cair Konstruksi Bangunan

PKS Limbah cair dari

konstruksi dikelola dengan baik, tidak masuk ke badan air

a. Melakukan pengelolaan air limbah cair domestic melalui penyediaan WC/Toilet dengan septic tank bagi pekerja b. Pembuatan tanggul buatan

sementara untuk mencegah laju

TPS Limbah Domestik di Lokasi tapak proyek Pembangunan Pabrik PKS

Setiap hari selama pelaksanaan konstruksi bangunan PKS pendukung

Pelaksana :

 PT. BIO Inti Agrindo

Pengawas :

 DLH Kab.

(sungai) Papua

Penerima Laporan :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Periode pelaporan 6 bulan sekali 2.3 Timbulan Limbah

B3 Konstruksi Bangunan

PKS Limbah B3 terpilah

dengan baik, pengelolaan Limbah B3 umum sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun terkait pengelolaan dan waktu penyimpanan.

a. Menyiapkan personil/ bagian yang terintegrasi dengan struktur organisasi Kebun dan Pabrik PKS, yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan Limbah Padat, Limbah Cair, Limbah B3 b. Melakukan sosialisasi kepada

pekerja untuk pemilahan limbah padat jenis LB3 cair maupun padat melalui stiker, spanduk maupun peraturan bagi petugas) c. TPS limbah B3 harus dilengkapi

dengan simbol, APAR, P3K kit, saluran komunikasi dan call center)

d. Melakukan pencatatan pada

TPS Limbah B3 di Estate B dan C

Di Lokasi tapak proyek

Pembangunan Pabrik PKS Estate B dan Estate C

Setiap hari selama pelaksanaan instalasi mesin

Pelaksana :

 PT. BIO Inti Agrindo

Pengawas :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Penerima Laporan :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

bekas yang mengandung B3 ke TPS Limbah B3 sesuai dengan PP 101 Tahun 2014.

 Periode pelaporan 6 bulan sekali

2.4 Gangguan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)

Konstruksi Bangunan

PKS 1. Tidak terjadinya angka

kecelakaan kerja 2. Adanya sosialisasi ke

karyawan untuk peningkatan pengetahuan terkait norma-norma keselamatan kerja.

3. Adanya kerjasama dengan Pemerintah Daerah (instansi terkait) dalam kegiatan pengelolaan

lingkungan.

Pendekatan Teknologi:

a. Pengendalian kecelakaan kerja mengacu pada pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), PP Nomor 50 Tahun 2012.

b. Pengendalian kecelakaan kerja mengacu pada pedoman tentang Alat Pelindung Diri (APD), Permenaker Nomor 08 Tahun 2010.

Pendekatan Sosial Ekonomi:

a. Sosialisasi ke karyawan untuk peningkatan pengetahuan terkait norma-norma keselamatan kerja.

Pendekatan Institusi : a. Membentuk organisasi

pengelolaan lingkungan terkait aspek K3 yaitu P2K3 yang terintegrasi dengan struktur organisasi perusahan.

b. Melakukan kerjasama dengan Pemda terkait (DPLH Prov.

Di Lokasi tapak proyek

Pembangunan Pabrik P_KS Estate B dan Estate C

Periode pengelolaan lingkungan dilakukan selama tahap operasi berlangsung, frekuensi pengelolaan minimal 2x dalam setahun

Pelaksana :

 PT. BIO Inti

Periode pelaporan

Merauke).

3 Instalasi/Pemasangan Mesin-mesin 3.1 Timbulan Limbah

Padat Instalasi/Pemasangan

Mesin-mesin Tidak adanya

timbulan/ceceran sampah domestic yang bersumber dari sisa kegiatan instalasi

a. Menyediakan tempat/bak sampah dan TPS untuk tempat penampungan sementara sampah domestik dan bahan-bahan sisa material dengan bahan yang kuat/awet dan tidak mudah rusak

b. Pemasang papan peringatan seperti “JAGALAH

KEBERSIHAN” di lokasi-lokasi sumber sampah

c. Pengumpulan sampah secara rutin setiap hari dan

pengangkutan ke TPS secara rutin.

TPS Limbah Domestik Di Lokasi tapak proyek

Pembangunan Pabrik PKS Estate B dan Estate C

Setiap hari selama pelaksanaan konstruksi bangunan PKS pendukung berlangsung

Pelaksana :

 PT. BIO Inti

Periode pelaporan 6 bulan sekali 3.2 Timbulan Limbah

Cair Instalasi/Pemasangan

Mesin-mesin Limbah cair saat instalasi

dikelola dengan baik a. Melakukan pengelolaan air limbah domestic melalui penyediaan WC/Toilet dengan septic tank

b. Memasang pengumuman

Di Lokasi tapak proyek

Pembangunan Pabrik PKS Estate B dan

Setiap hari selama pelaksanaan konstruksi bangunan PKS

Pelaksana :

 PT. BIO Inti Agrindo

Pengawas :

c. Pembuatan tanggul buatan sementara untuk mencegah laju aliran permukaan membawa partikel tanah ke badan air (sungai)

 DPLH Prov.

Papua

Penerima Laporan :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

 Periode pelaporan 6 bulan sekali 3.3 Timbulan Limbah

B3 Instalasi/Pemasangan

Mesin-mesin Limbah B3 dai Konstruksi terpilah dengan baik, pengelolaan Limbah B3 umum sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun terkait pengelolaan dan waktu penyimpanan.

Pengelolaan Limbah B3:

a. Menyiapkan personil/ bagian yang terintegrasi dengan struktur organisasi Kebun dan Pabrik PKS, yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan Limbah Padat, Limbah Cair, Limbah B3 b. Melakukan sosialisasi kepada

petugas cleaning servis untuk pemilahan limbah padat jenis LB3 cair maupun padat melalui stiker, spanduk maupun peraturan bagi petugas.

c. Penyediaan TPS B3 per

TPS Limbah B-3 di Estate B dan C

Di Lokasi tapak proyek

Pembangunan Pabrik PKS Estate B dan Estate C

Setiap hari selama pelaksanaan instalasi mesin

Pelaksana :

 PT. BIO Inti Agrindo

Pengawas :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Penerima Laporan :

 DLH Kab.

dengan simbol, APAR, P3K kit, saluran komunikasi dan call center)

e. Melakukan pencatatan pada logbook neraca limbah B3 harian f. Menempatkan barang-barang

bekas yang mengandung B3 ke TPS Limbah B3 sesuai dengan PP 101 Tahun 2014.

g. Bekerjasama dengan pihak lain (perusahaan Pengangkut, pengumpul, pengolah &

pemanfaat yg bersertifikasi dari Kemen LHK RI)

h. Melaporkan manifest LB3 lembar #2 & lembar #7 pada Instansi Lingkungan Hidup (Kemen LHK RI). Manifest salinan ke #7 disimpan oleh penghasil limbah B3 sebagai bukti bahwa limbah B3 telah dikelola dengan baik. Sementara hanya manifest salinan #2 saja yang dikirim ke Bupati dengan tembusan KLHK dan Gubernur oleh penghasil limbah B3.

Papua

 Periode pelaporan 6 bulan sekali

3.4 Gangguan Instalasi/Pemasangan 1. Tidak terjadinya angka Pendekatan Teknologi: Di Lokasi tapak Periode Pelaksana :

(K3) karyawan untuk peningkatan pengetahuan terkait norma-norma keselamatan kerja.

3. Adanya kerjasama dengan Pemerintah Daerah (instansi terkait) dalam kegiatan pengelolaan

lingkungan.

Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), PP Nomor 50 Tahun 2012.

b. Pengendalian kecelakaan kerja mengacu pada pedoman tentang Alat Pelindung Diri (APD), Permenaker Nomor 08 Tahun 2010.

Pendekatan Sosial Ekonomi:

Sosialisasi ke karyawan untuk peningkatan pengetahuan terkait norma-norma keselamatan kerja.

Pendekatan Institusi : a. Membentuk organisasi

pengelolaan lingkungan terkait aspek K3 yaitu P2K3 yang terintegrasi dengan struktur organisasi perusahan.

b. Melakukan kerjasama dengan Pemda terkait (DPLH Prov.

Papua, Disnakertrans Prov.

Papua, Disnakertrans Kab.

Merauke).

Pabrik P_KS Estate B dan Estate C

dilakukan selama tahap

pemasangan mesin

Pengawas :

 Dinas Tenaga Kerja dan Trans.

Kab. Merauke

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Penerima Laporan :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

 Dinas Tenaga Kerja dan Trans.

Kab Merauke.

 Periode pelaporan 6 bulan sekali 4 Konstruksi Bangunan Fasilitas Penunjang

4.1 Timbulan Limbah Konstruksi Bangunan Tidak adanya ceceran a. Menyediakan tempat/bak TPS Limbah Setiap hari Pelaksana :

menyebabkan munculnya vector penyakit seperti lalat, kecoa maupun tikus

sampah domestik dan bahan-bahan sisa material dengan bahan yang kuat/awet dan tidak mudah rusak

b. Pemasang papan peringatan seperti “JAGALAH

KEBERSIHAN” di lokasi-lokasi sumber sampah

c. Pengumpulan sampah secara rutin setiap hari dan

pengangkutan ke TPS secara rutin.

d. Tidak melakukan pembakaran sampah sehingga menimbulkan bahaya kebakaran dan polusi udara.

Di Lokasi tapak proyek

Pembangunan Pabrik P_KS Estate B dan pelaporan 6 bulan sekali 4.2 Timbulan Limbah

Cair Konstruksi Bangunan

Fasilitas Penunjang Limbah cair dari kegiatan konstruksi dikelola dengan baik.

a. Melakukan pengelolaan air limbah domestic melalui penyediaan WC/Toilet dengan septic tank

b. Pembuatan tanggul buatan sementara untuk mencegah laju aliran permukaan membawa partikel tanah ke badan air (sungai)

Di Lokasi tapak proyek

Pembangunan Pabrik PKS Estate B dan Estate C

Setiap hari selama

Pelaksana :

 PT. BIO Inti

Penerima Laporan :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

 Periode pelaporan 6 bulan sekali 4.3 Timbulan Limbah

B3 Konstruksi Bangunan

Fasilitas Penunjang Limbah B3 terpilah dengan baik, pengelolaan Limbah B3 umum sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun terkait pengelolaan dan waktu penyimpanan.

Pengelolaan Limbah B3:

a. Menyiapkan personil/ bagian yang terintegrasi dengan struktur organisasi Kebun dan Pabrik PKS, yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan Limbah Padat, Limbah Cair, Limbah B3 b. Melakukan sosialisasi kepada

petugas cleaning servis untuk pemilahan limbah padat jenis LB3 cair maupun padat melalui stiker, spanduk maupun peraturan bagi petugas) c. Penyediaan TPS B3 per

masing-masing jenis.

d. TPS limbah B3 harus dilengkapi

TPS Limbah B-3 di estate B dan C

Di Lokasi tapak proyek

Pembangunan Pabrik P_KS Estate B dan Estate C

Setiap hari selama pelaksanaan instalasi mesin

Pelaksana :

 PT. BIO Inti Agrindo

Pengawas :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Penerima Laporan :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

center)

e. Melakukan pencatatan pada logbook neraca limbah B3 harian f. Menempatkan barang-barang

bekas yang mengandung B3 ke TPS Limbah B3 sesuai dengan PP 101 Tahun 2014.

g. Bekerjasama dengan pihak lain (perusahaan Pengangkut, pengumpul, pengolah &

pemanfaat yg bersertifikasi dari Kemen LHK RI)

h. Melaporkan manifest LB3 lembar #2 & lembar #7 pada Instansi Lingkungan Hidup (Kemen LHK RI). Manifest salinan ke #7 disimpan oleh penghasil limbah B3 sebagai bukti bahwa limbah B3 telah dikelola dengan baik. Sementara hanya manifest salinan #2 saja yang dikirim ke Bupati dengan tembusan KLHK dan Gubernur oleh penghasil limbah B3.

 Periode pelaporan 6 bulan sekali

4.4 Gangguan

Keselamatan Dan Konstruksi Bangunan

Fasilitas Penunjang 1. Tidak terjadinya angka

kecelakaan kerja Pendekatan Teknologi:

a. Pengendalian kecelakaan kerja

Di Lokasi tapak

proyek Periode

pengelolaan Pelaksana :

 PT. BIO Inti

peningkatan pengetahuan terkait norma-norma keselamatan kerja.

3. Adanya kerjasama dengan Pemerintah Daerah (instansi terkait) dalam kegiatan pengelolaan

lingkungan.

Kesehatan Kerja (SMK3), PP Nomor 50 Tahun 2012.

b. Pengendalian kecelakaan kerja mengacu pada pedoman tentang Alat Pelindung Diri (APD), Permenaker Nomor 08 Tahun 2010.

Pendekatan Sosial Ekonomi:

a. Sosialisasi ke karyawan untuk peningkatan pengetahuan terkait norma-norma keselamatan kerja.

Pendekatan Institusi : a. Membentuk organisasi

pengelolaan lingkungan terkait aspek K3 yaitu P2K3 yang terintegrasi dengan struktur organisasi perusahan.

b. Melakukan kerjasama dengan Pemda terkait (DPLH Prov.

Papua, Disnakertrans Prov.

Papua, Disnakertrans Kab.

Merauke).

Estate B dan

Estate C tahap

pembangunan bangunan fasilitas penunjang berlangsung

Pengawas :

 Dinas Tenaga Kerja dan Trans.

Kab. Merauke

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Penerima Laporan :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

 Dinas Tenaga Kerja dan Trans.

Kab Merauke.

 Periode pelaporan 6 bulan sekali B. TAHAP OPERASI

B.1. DAMPAK PENTING (DP) 1 Pengoperasian Pabrik PKS

berdasarkan baku mutu. b. Penggunaan genset yang layak uji emisi

c. Memasang dust collector pada lubang cerobong sehingga dapat mereduksi jumlah polutan.

d. Menanam tananman atau pohon yang secara ekologis dapat menyerap polutan seperti : - Tanjung (Mimusops elengi), - Kembang kupu-kupu

(Bauhinea purpurea);

- Bungur (Lagerstromia speciosa), dan - Angsana (Pterocarpus

indicus)

e. Pemeliharaan ruang terbuka hijau di lokasi tapak proyek dengan menanam tananan hias serta trembesi (Samanea saman), kayu putih (Melaleuca leucadendra) yang dapat menyerap polutan.

Pembangunan Pabrik PKS Estate B dan Estate C

operasi Agrindo

Pengawas :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Penerima Laporan :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

 Periode pelaporan 6 bulan sekali

1.2 Peningkatan

Kebisingan Pengoperasian Pabrik

PKS Tingkat kebisingan yang

terjadi tidak melebihi baku tingkat kebisingan sesuai peraturan

perundang-Menanam tanaman yang cocok untuk menangkap debu dan emisi serta kebisingan misalnya trembesi (Samanea saman), kayu putih (Melaleuca leucadendra). disekitar

Di Lokasi tapak proyek

Pembangunan Pabrik P_KS Estate

dilaksanakan selama tahap operasi

Pelaksana :

 PT. BIO Inti Agrindo

jalan yang berdekatan dengan

pemukiman pekerja Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Penerima Laporan :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

 Periode pelaporan 6 bulan sekali 1.3 Timbulnya

Kebauan Pengoperasian Pabrik

PKS Tidak timbulnya bau yang

menyengat diakibatkan oleh aktivitas pabrik PKS Indoikator sesuai Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 50 Tahun 1996 Tentang : Baku Tingkat Kebauan

a. Menyempurnakan SOP pengelolaan limbah cair yang dikelola dalam IPAL termasuk penanganan dampak kebauan b. Mengupayakan treatment

dengan menggunakan mikroba penghilang bau busuk dari limbah cair PKS

c. Menyediakan tempat/bak sampah dan TPS untuk tempat penampungan sementara sampah domestik dengan

Pabrik PKS Estate B dan C serta lokasi IPAL masing-masing Pabrik PKS

Setiap hari selama pelaksanaan operasi pabrik PKS

Pelaksana :

 PT. BIO Inti Agrindo

Pengawas :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Penerima

d. Merlakukan pemeliharaan / pengerukan lumpur IPAL secara berkala kemudian membuang limbah lumpur pada lokasi yang jauh dari

pemukiman karyawan namun jauh dari badan sungai dan atau memanfaatkan sebagai substitusi pupuk.

e. Melakukan pengujian terhadap kandungan limbah cair secara berkala sehingga dapat mengetahui kadar unsur-unsur kimia yang menghasilkan bau untuk diambil tindakan.

f. Menanam jenis vegetasi yang dapat menyerap bau, Menanam tanaman misalnya trembesi (Samanea saman), kayu putih (Melaleuca leucadendra)

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

 Periode pelaporan 6 bulan sekali

1.4 Timbulan Limbah

Cair Pengoperasian Pabrik

PKS 1. Tidak ada luapan air

limbah land

application ke badan sungai Isau, Mandom dan Bian.

2. Tidak adanya

a. Menyempurnakan SOP pengelolaan limbah cair yang dikelola dalam IPAL termasuk membuat SOP penanganan land application

b. Melakukan kajian terhadap peluang untuk memanfaatkan

a. Lokasi PKS dan IPAL b. Lokasi land

application c. Perpipaan

penyaluran limbah cair

a. Setiap hari selama pelaksanaan operasi pabrik PKS

b. Pengurusan

Pelaksana :

 PT. BIO Inti Agrindo

Pengawas :

 DLH Kab.

Merauke

munculnya vector penyakit seperti lalat, kecoa maupun tikus

pengelola land application di dalam struktur organisasi PKS/kebun yang bertanggungjawab atas keberhasilan pengelolaan land applicatin.

d. Melakukan pemantauan dan pemeliharaan secara berkala pada IPAL dan kualitas land application serta kualitas air sungai Isau, Mandom dan Bian e. Mengurus Izin Pemanfaatan

Limbah Cair/ IPLC (land application)

f. Bekerjasama dengan Dinas LH Kabupaten Merauke dan Dinas Perkebunan Kabupaten Merauke dalam melakukan kajian, pemantauan land application, serta evaluasi land application.

pelaksanaan kajian land application paling lambat 6 bulan

c. Evaluasi dilakukan setiap 6 bulan

Penerima Laporan :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Periode pelaporan 6 bulan sekali

1.5 Penurunan Kualitas

Air Permukaan Pengoperasian Pabrik

PKS PP No 82 Tahun 2001

Tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air,

PermenLHK No 68 Tahun

a. Mencegah terjadinya aliran limbah cair PKS, limbah cair /padat domestik masuk ke badan sungai, sebelum memperoleh pengelolaan.

b. Mengurangi laju aliran

Saluran drainase, dan sempadan Sungai Mandom dan Sungai Isau dan Bian

Setiap hari selama pemeliharaan pabrik PKS berlangsung

Pelaksana :

 PT. BIO Inti Agrindo

Pengawas :

menghubungkan halaman-halaman bangunan dengan badan air atau sungai, agar kekuatan air aliran permukaan tidak merusak, dan mampu mengendapkan sedimen tanah yang terangkut.

c. Membangun tanggul penghalang antara sungai Isau dan kawasan pabrik PKS Estate B sehingga limpasan air, ceceran limbah cair dan padat yang dihasilkan oleh aktifitas Pabrik PKS tidak masuk ke badan air sungai Isau.

d. Membebaskan sempadan sungai Isau dan anak-anak sungai Bian yang telah terbuka dari kegiatan perkebunan dengan menanam tanaman jenis-jenis kayu untuk melindungi sempadan dan melindungi badan air dari limpasan air limbah PKS.

e. Ikut menjaga dan atau membantu pemerintah dalam rangka perlindungan kawasan hutan terutama yang berbatasan dengan KSA Bian dari

pengamanan sejak tahap konstruksi

Pembangunan sempadan sungai dan buffer zone KSA Bian, sejak tahap konstruksi dilakukan

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Penerima Laporan :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Periode pelaporan 6 bulan sekali

f. Memasang papan peringatan pada kawasan buufer zone untuk melindungi kawasan tersebut dari aktifitas yang merusak kelestariannya seperti larangan berburu, membakar hutan dan membuka ladang di dalam KSA Bian.

g. Menjaga dan memelihara batas-batas areal perkebunan dengan kawasasn hutan yang ada di sekitar areal perkebunan.

1.6 Gangguan Biota

Perairan Pengoperasian Pabrik

PKS Minimal sama dengan

kondisi Rona

Lingkungan Hidup Awal (RLA): jenis plankton yang terdapat di perairan sungai areal studi berkisar antara 4-8 taxa dengan jumlah individu 13478 – 1115019 ind/m3, keragaman berkisar antara 0,42 – 1,56.

Dari hasil ini menunjukan kelimpahan,

Pengelolaan Biota Air:

Terpadu dengan pengelolaan menurunnya kualitas air sungai

Down stream dan upstream S.

Mandom dan sungai Isau

Selama Tahap Operasi, 2 kali setahun mewakili musim.

Pelaksana :

 PT. BIO Inti Agrindo

Pengawas :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Penerima Laporan :

 DLH Kab.

Merauke

fitoplankton tergolong sedang sampai rendah

Periode pelaporan 6 bulan sekali

1.7 Penurunan Sanitasi

Lingkungan Pengoperasian Pabrik

PKS Tidak adanya ceceran

sampah domestic dan limbah cair yang

menyebabkan munculnya vector penyakit seperti lalat, kecoa maupun tikus

Pengelolaan Limbah Padat Domestik

a. Menyediakan sarana sanitasi (MCK) bagi pekerja dengan pembedaan jenis kelamin b. Menyediakan tempat/bak

sampah dan TPS

c. Memasang papan peringatan seperti “JAGALAH

KEBERSIHAN” di lokasi-lokasi sumber sampah

d. Melakukan pengumpulan sampah secara rutin setiap hari dan akan dilakukan

pengangkutan ke TPS secara rutin. Menyediakan kontainer Tempat Pembuangan Sampah (TPS) domestik tertutup di dengan kapasitas 4m³ paling kurang 1 buah

e. Menyedikan Kotak Sampah berbeda warna untuk upaya pengelolaan sampah 3R.

f. Bekerjasama dengan pihak

Lokasi Pabrik PKS, kantor pabrik dan Basecamp Karyawan Pabrik

Setiap hari selama kegiatan pembangunan bangunan fasilitas penunjang

Pelaksana :

 PT. BIO Inti Agrindo

Pengawas :

 Dinas

Kesehatan Kab.

Merauke

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Penerima Laporan :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

 Dinas

Kesehatan Kab

secara rutin (seminggu 3 kali) diangkut oleh pihak ketiga yang bertugas mengangkut sampah sesuai jadwal pengangkutan.

g. PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan PJB (Pemantauan Jentik Berkala) minimal 1 minggu sekali dengan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi habitat vektor penyakit;

h. Vest control minimal satu bulan sekali bekerjasama dengan pihak ketiga untuk menjaga agar vektor penyakit tidak

berkembang biak

Pengelolaan Limbah Cair : Menjaga kebersihan toilet termasuk pasokan air dan fasilitas pengolahan air limbah dengan cara

membersihkan toilet dan fasilitas pengolahan air limbah secara berkala 1x setiap hari

6 bulan sekali

1.8 Timbulnya Persepsi dan Sikap Negatif Masyarakat

Pengoperasian Pabrik

PKS Tidak terdapat konflik

sosial akibat kesalahan persepsi terhadap

a. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar terkait mekanisme pengelolaan

Desa Kindiki dan Selil, Kantor Kepala Kampug

Setiap tahun, 1 x Pelaksana :

 PT. BIO Inti Agrindo

b. Mengurus proses perizinan penerapan land application kepada Pemerintah Daerah.

c. Melakukan penelitian terhadap hasil land

application serta dampaknya terhadap lingkungan.

d. Bekerjasama dengan Dinas LH Kabupaten Merauke dan Dinas Perkebunan Kabupaten Merauke dalam melakukan pemantauan land application e. Mempublikasikan hasil

penelitian kepada masyarakat dalam rangka keterbukaan informasi.

f. Bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke di dalam rangka sosialisasi terhadap upaya pemanfaatan limbah Pabrik PKS terutama land

application dan pembuatan kompos dari limbah tandan kosong.

Kerja dan Trans.

Kab. Merauke

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua Penerima Laporan :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Periode pelaporan setiap 6 bulan sekali

2 Pemeliharaan Pabrik PKS 2.1 Penurunan Kualitas

Air Permukaan Pemeliharaan pabrik

PKS PP No 82 Tahun 2001

Tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air,

PernenLHK No 68 Tahun 20146Tentang Baku Tingkat Air Limbah

a. Memisahkan saluran pemipaan antara air hujan, air limbah, dan air bersih, Setiap saluran tersebut dilengkapi dengan oil trap dengan ukuran yang sesuai dan selalu dipeliharan kinerja oil trap tersebut.

b. Mengurangi laju aliran permukaan serta membuat saluran drainase yang akan menghubungkan halaman-halaman bangunan dengan badan air atau sungai, agar kekuatan air aliran permukaan tidak merusak, dan mampu mengendapkan sedimen tanah yang terangkut.

c. Membuat tempat MCK serta tempat sampah dengan sistem terpilah (organik dan anorganik) pada areal kantor serta mess pekerja sehingga tidak mencemari lingkungan.

Sampah/limbah domestik tersebut kemudian diangkut secara berkala ketempat pembuangan akhir sampah.

Saluran drainase Sungai Mandom dan Sungai Isau

Setiap hari selama pemeliharaan pabrik PKS berlangsung

Pelaksana :

 PT. BIO Inti Agrindo

Pengawas :

 Kab. Merauke

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Penerima Laporan :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Periode pelaporan 6 bulan sekali

Lingkungan Hidup Awal (RLA): jenis plankton yang terdapat di perairan sungai areal studi berkisar antara 4-8 taxa dengan jumlah individu 13478 – 1115019 ind/m3, keragaman berkisar antara 0,42 – 1,56.

Dari hasil ini menunjukan kelimpahan, keseragaman, dan keragaman

fitoplankton tergolong sedang sampai rendah

menurunnya kualitas air sungai setahun mewakili

musim. Agrindo

Pengawas :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Penerima Laporan :

 DLH Kab.

Merauke

 DPLH Prov.

Papua

Periode pelaporan 6 bulan sekali

3 Pengangkutan TBS, CPO dan Kernel 3.1 Penurunan Kualitas

Udara Pengangkutan TBS,

CPO dan Kernel Parameter TSP, CO dan SO tidak melebihi baku mutu kualitas udara ambien

a. Penggunaan kendaraan bermotor / angkut TBS-CPO-kernel yang layak uji emisi b. Mengatur laju kendaraan

kendaraan bermotor / angkut TBS-CPO-kernel dengan kecepatan 30-40 km/jam dalam

Tapak proyek pabrik PKS;

Jalan angkutan serta jalan permukiman

Setiap hari selama pelaksanaan operasi pabrik PKS

Pelaksana :

 PT. BIO Inti Agrindo

Pengawas :

 DLH Kab.

karyawan

c. Membangun dan memelihara

c. Membangun dan memelihara

Dokumen terkait