Kini Instagram tidak hanya sebagai media untuk berbagi foto atau video, namun juga sudah merambah ke dunia bisnis atau marketing. Banyak fitur dan konten yang disediakan Instagram untuk menunjang pelaku bisnis dalam memasarkan produknya. Menurut artikel dari Starngage (2018), bahwa konten marketing itu sendiri adalah sebuah pemasaran atau bisnis untuk membuat dan mendistribusikan konten yang relevan untuk menarik perhatian, melibatkan audiens dan dapat memenuhi tujuan dari pemilik bisnis atau perusahaan tersebut.
Tujuan utama dari pembuatan konten di Instagram adalah untuk mengajak audiens untuk berpartisipasi dan berlibat terhadap konten yang di
44
buat. Tidak hanya itu Instagram juga mengoptimalkan fitur-fitur pada Instagram bisnis menurut artikel dari Tekno Kompas (2018) sebagai berikut:
1. Insight, yaitu fitur yang memberikan insight penggunanya dan memberikan masukan bagi pengguna Instagram bisnis dan menganalisis penggunanya. Seperti mengetahui jumlah profil visit, demografi, usia, serta minat konsumen.
2. Auto reply, yaitu untuk memberikan balasan secara otomatis kepada pengguna yang mengirim pesan kepada akun Instagram bisnis.
3. Stories, yaitu fitur yang ada pada Instagram yang dapat menampilkan konten selama 24 jam dengan durasi 15 detik/story dan terbilang sangat efektif karena banyak fitur seperti polling, question box, penggunaan filter dan stiker GIF.
4. Live dan IGTV, yaitu menampilkan video secara langsung seperti sebuah siaran langsung pada televisi.
5. IGTV, yaitu fitur untuk mengunggah video seperti stories tetapi durasinya dapat sampai 10 menit. Penggunaana IGTV terbilang efektif untuk mengenalkan atau memasarkan brand.
6. Tagar (hashtag), berfungsi untuk mencari calon pelanggan dengan kata kunci yang menggunakan tagar. Tagar tersebut juga dapat memudahkan audiens untuk mencari suatu hal agar terarah dan fokus dalam pencarian.
45
Berdasarkan artikel dari Instagram Business (2018), terdapat empat langkah agar foto dan video yang dibuat dapat memikat audiens, yaitu sebagai berikut:
1. Langkah satu yaitu asah kreativitas dengan delapan ide postingan berikut:
a. Ungkap rahasia di balik layar bisnis b. Umumkan produk atau layanan baru c. Buat tutorial
d. Rayakan hari libur e. Bagikan acara
f. Minta testimonial pelanggan g. Posting materi marketing lainnya
2. Langkah kedua yaitu poles foto dengan empat teknik fotografi berikut:
a. Buat foto lebih seimbang menggunakan aturan sepertiga b. Gunakan ruang kosong untuk menonjolkan subjek foto c. Gunakan garis penunjuk dalam foto
d. Lakukan eksperimen dengan cahaya pada jam yang berbeda sepanjang hari
3. Langkah ketiga yaitu dapatkan hasil foto yang diinginkan dengan lima teknik pengeditan berikut:
a. Potong gambar untuk mendapatkan gambar ideal b. Gunakan lux untuk meningkatkan kualitas c. Gunakan berbagai filter untuk beragam suasana
46 d. Tampilkan warna-warni di foto
e. Jadikan subjek foto sebagai pusat perhatian
4. Langkah keempat yaitu buatlah video profesional dengan enam tips berikut:
a. Tinggalkan kesan pertama yang tepat b. Buat orang tertarik di detik lima pertama c. Pastikan gambar selalu fokus
d. Gunakan fitur kreatif Instagram untuk membuat video menarik e. Pastikan kamera stabil untuk hasil gambar yang mulus tanpa cacat f. Persiapkan tim
Menurut artikel dari Instagram Business (2018) ada lima tips dalam menulis captions yang menarik, seperti:
a. Tuturkan sebuah kisah, dalam menulis captions bisa dimulai dengan menceritakan perjalanan bisnis, seperti awal mula berdirinya bisnis atau perkembangan produk atau layanan. Alur cerita dapat dibuat dengan tiga tahap yaitu pengenalan, konflik dan penyelesaian.
- Ajukan pertanyaan: Followers dapat meninggalkan jawaban di kolom komentar postingan atau mengirimkan pesan langsung untuk bertanya lebih jauh.
- Tulis keterangan yang singkat tetapi berkesan: Agar followers langsung tertarik begitu melihatnya, jangan menulis caption yang terlalu panjang. Sampaikan pengumuman dan pesan penting di
47
awal caption. Jika caption melebihi 125 karakter, followers harus menekan ‘selengkapnya’ untuk membaca seluruh postingan.
b. Gunakan gaya bahasa yang konsisten, captions harus menggunakan gaya bahasa yang mencerminkan brand secara konsisten. Misalnya jika bisnis memiliki kepribadian lucu dan santai, maka gunakan emoji agar captions semakin menarik.
- Pancing followers untuk merespon: Untuk mendapatkan respon followers, sampaikan langsung tujuan dengan menulis “Beli Sekarang” saat mengunggah produk yang dijual.
Selain captions pada feeds, terdapat lima tips kreatif teks menarik untuk ditambahkan ke Instagram Stories, seperti:
a. Gunakan beragam opsi teks, berkreasi dalam menambahkan teks ke Instagram Stories dengan menggunakan beragam warna, ukuran, pengaturan posisi teks dan jenis huruf. Teks bisa lebih ditonjolkan dengan menerapkan blok warna pada teks.
b. Bagikan cerita yang hanya berisi teks, saat foto atau video kurang efektif dalam menyampaikan tujuan bisa diganti dengan membagikan cerita, puisi pribadi atau tulisan lain kepada followers.
- Buat pengumuman berbatas waktu: Gunakan teks untuk mengumumkan promo atau kode diskon berbatas waktu.
Mengumumkannya dapat melalui cerita yang akan mendorong
48
respon segera dari followers yang melihatnya karena Instagram Stories yang dibagikan akan hilang setelah 24 jam.
- Bagikan tips dan tutorial: Berikan informasi selengkapnya mengenai produk dan layanan dengan menambahkan teks tutorial lengkap terkait cara menggunakannya.
Dalam membuat Instagram Stories diperlukan cara penyampaian tujuan yang benar agar lebih seru dan interaktif, seperti:
a. Langkah pertama, mulai gunakan cerita dalam keseharian. Instagram Stories adalah cara yang seru dan menarik untuk memperkenalkan bisnis kepada followers. Memanfaatkan Instagram Stories agar menjadi menarik dapat dengan membagikan momen-momen yang terjadi sepanjang hari tanpa filter, membagikan testimoni, menyampaikan kisah bisinis, menampilkan keunggulan produk dan layanan dan membagikan tutorial.
b. Langkah kedua, tambahkan teks ke Instagram Stories. Terdapat beragam alat yang dapat digunakan untuk mengekspresikan diri dan mengasah kreativitas dengan menggunakan berbagai warna yang sesuai untuk teks yang sedang dibuat, menggunakan perpaduan warna yang serasi, membuat teks tampak menonjol dengan teknik color blocking, menyusun teks dari kata-kata sama yang ditumpuk namun dengan warna yang berbeda sehingga menghasilkan efek bayangan, menggunakan fitur latar belakang gradien.
49
c. Langkah ketiga, tambahkan stiker lucu ke Instagram Stories agar lebih seru. Stiker memiliki beberapa fungsi didalam Instagram Stories, seperti mengekspresikan perasaan, memberi tau followers tempat yang sedang dikunjungi. Selain itu, terdapat galeri GIPHY untuk menambahkan stiker GIF animasi ke foto atau video.
d. Langkah keempat, buat Instagram Stories lebih interaktif. Fitur interaktif di Instagram Stories, dapat membuat interaksi langsung dengan siarkan langsung (live), membuat berita seru menggunakan stiker hitung mundur (countdown), mengadakan sesi tanya jawab (questions), melakukan polling, mendorong followers agar menanggapi Instagram Stories secara langsung, menggunakan stiker kuis untuk followers (quiz).
e. Langkah kelima, naikkan level cerita.Terdapat fitur untuk membuat Instagram Stories menjadi lebih kreatif dan penuh kejutan untuk menyenangkan followers yang melihatnya dengan menambahkan gradien agar menciptkan efek gradasi pada teks, menambahkan kata-kata dan stiker yang mengambang ke Instagram Stories, merekam layar untuk membuat animasi pada Instagram Stories.
2.2.9 Copywriting
Menurut Shaw (2012, p. 8), bahasa adalah kunci utama ketika ingin menyampaikan suatu informasi. Copywriting bukan tentang mengikuti ataupun meniru, melainkan tentang penyampaian informasi dengan ciri khas
50
dan originalitas tersendiri, tetapi tujuan utamanya bukan untuk menunjukkan ekspresi yang dimiliki oleh komunikator. Penyampaian pesan pada copywriting lebih mengutamakan penyampaian informasi yang padat dan jelas, disertakan dengan ciri khas yang telah disesuaikan dengan brief dari perusahaan ataupun organisasi. Lebih jelas dan akurat ketika penulisan pesan, maka tingkat keberhasilan akan semakin meningkat. Shaw juga menjelaskan bahwa copywriting yang sukses cenderung dihasilkan melalui beberapa cara sebagai berikut:
1. Sell the Benefits Not the Feature
Lebih memfokuskan pada keuntungan yang akan didapatkan dan dapat diaplikasikan pada kehidupan dibandingkan dengan fitur yang dimiliki oleh suatu objek.
2. Hold Their Attention by Promising, Delivering and Reminding
Copywriting harus memiliki benang merah dari awal hingga akhir supaya audiens menjadi loyal, dilaksanakan dengan nada yang hangat dan membuat perjanjian yang cukup, tidak berlebihan.
3. Intrigue Keeps Interest Alive
Buat audiens merasa penasaran akan pesan yang hendak disampaikan dan biarkan mereka membuat keputusan sendiri, komunikator hendak menyediakan platform supaya audiens dapat memberikan respon dengan mudah.
51 4. Get the Tone of Voice Right
Memilih nada penyampaian pesan yang sesuai dengan brand tetapi masih dapat dimengerti oleh audiens hingga merasa relevan dengan kehidupan mereka.
5. Keep it Simple
Pesan yang singkat, padat dan jelas maka makna dari tulisan akan dengan mudah dicerna oleh audiens.
Selain itu, Shaw juga menyebutkan bahwa ada tujuh pendekatan kreatif yang dapat dilakukan untuk menarik minta audiens yang dirangkum sebagai berikut:
1. Before and After
Menunjukkan hasil sebelum dan sesudah ketika audiens menggunakan ataupun melakukan apa yang disarankan.
2. FUDing
FUD (Fear, Uncertainty, Doubt) adalah pendekatan yang dilakukan dengan cara mempertanyakan kembali kepercayaan audiens, bukan dengan tujuan untuk membuat audiens khawatir, tetapi untuk menunjukkan bahaya yang dapat dicegah.
3. Wit (Not Humour)
Pendekatan dengan akal lebih universal dibandingkan humor yang subjektif, dilakukan dengan mengubah kata sedikit dan memutar balik makna sesuai dengan audiens.
52 4. Knock the Competitor
Pendekatan ini dilakukan dengan cara membandingkan dengan kompetitor, tetapi tidak menjatuhkan kompetitor secara langsung melainkan secara tersirat.
5. Intrigue
Pendekatan ini dilakukan dengan membuat audiens penasaran akan suatu yang ditawarkan.
6. Provocation
Pendekatan dengan provokasi tidak harus dengan tulisan, terkadang dapat dilaksanakan dengan lagu atau lirik.
7. Gimmicks
Pendekatan dengan menyediakan iming-iming akan giveaway ataupun trik yang menarik mata para audiens.