4.2 Analisa Hasil Penelitian
4.2.1 Konten Komunitas Dripper Serang Colony Dalam Media Sosial
Adanya Smartphone saat ini sangat memudahkan masyarakat dalam
mengakses internet. Kemudahan yang ditimbulkan tersebut menjadikan
adanya perubahan pola komunikasi dalam masyarakat di era masyarakat
informasi sekarang. Masyarakat dapat bertukar pesan, informasi dan
berinterakasi satu sama lain dalam hitungan menit bahkan detik.
Internet merupakan media utama untuk promosi yang berorientasi
konsumen. Penawaran program kontinuitas, pemberian kupon secara online,
undian dan kontes melalui Internet, serta sampel berdasarkan Web, sekarang
sudah menyebar luas. Misalnya, pemberian kupon secara online merupakan
media pemberian kupon yang lebih murah dan lebih terfokus daripada FSis
atau direct mail. Perusahaan – perusahaan seperti Catalina Marketing Corp. (www.valupage.com) menawarkan kepada konsumen kesempatan untuk
menerima kupon merek – nasional senilai $40 dengan memberi informasi mengenai diri mereka, seperti kode pos dan supermarket favorit mereka.
Dengan menjawab pertanyaan – pertanyaan khusus yang ditampilkan di layar, konsumen akan memperoleh kupon – kupon yang ditunjukan pada profil demografis dan gaya hidup mereka.54
Kecepatan yang ditawarkan oleh internet untuk berkomunikasi
tersebut menjadikan masyarakat tidak perlu bertatap muka langsung untuk
54
Terence A. Shimp, Periklanan Promosi Aspek Komunikasi Pemasaran Terpadu, (Jakarta: Erlangga 2003) hlm 235
bertukar ide atau gagasan yang ingin disampaikan. Jarak sudah tidak
menjadi kendala yang berarti di era modern saat ini. Terlebih lagi saat ini
yang sedang marak dibicarakan adalah media sosial. Ada beragam media
sosial yang digunakan masyarakat saat ini salah satunya adalah Instagram.
Instagram kini tidak hanya hadir sebagai salah satu alternative dalam
bersosialita dengan dunia maya, tetapi juga bisa menjadi alternative baru
dalam melancarkan aksi bisnis, seperti pemasaran tentunya.55
Instagram Dripper Serang Colony yang berinisial id
@dripperserangcolony ini merupakan wadah bertukar informasi seputar
kegiatan Vaping bagi anggota Dripper Serang Colony dan seseorang yang
ingin mengetahui sesuatu tentang Vaping. Instagram ini di buat kurang
lebih pada pertengahan bulan di tahun 2015 dengan admin Ary Trianto,
Audiar Lutfi, dan Indra Afriyuda. Followers (pengikut) akun Instgram milik
@dripperserangcolony sebanyak 540 orang , dan following (mengikuti) 249
orang. Ahli komunikasi lainnya, Joseph A. Devito merumuskan defenisi
komunikasi massa yang pada intinya merupakan penjelasan tentang
pengertian massa serta media yang digunakan.
Berkaitan dengan identifikasi masalah poin satu yaitu “Bagaimana konten komunitas Dripper Serang Colony dalam media sosial Instagram ?”. Peneliti bertanya kepada ketua dari komunitas Dripper Serang Colony yaitu Ary Trianto.
55Big Harry, “Menggunakan Instagram sebagai media pemasaran” , diakses dari
http://www.bhrev.com/menggunakan-instagram-sebagai-media-pemasaran/ pada tanggal 06 Desember 2016 pukul 12.28
Peneliti bertanya “Informasi dan edukasi apa saja yang dibahas dalam konten yang di unggah pada akun komunitas Dripper Serang Colony?”. Informan Ary Trianto menjawab.
Jawaban :
“Kalo informasi kita paling unggah kaya tips gitu misalnya cara memilih Vaporizer yang aman digunakan, perbandingan antara rokok dan Vaporizer dan sebagainya. Selain itu kita juga kasih informasi tentang acara, misalnya waktu untuk kopdar (Vapemeet), Vape Fest (festifal Vaporizer) yang ada di kota – kota besar, touring atau riding, dan sebagainya yang berkaitan dengan kegiatan pada komunitas kita. Kalo edukasinya kita biasanya bikin foto atau video tutorial mengenai Vaporizer, misalnya video tutorial bagaimana caranya memasang kapas dengan benar, tutorial membuat lilitan kawat dan sebagainya, hingga pada video perbandingan antara Vaporizer dengan rokok konvensional. Kita unggah konten seperti itu agar pengikut atau follower bisa belajar dari akun Instagram kita”.56
Senada dengan pertanyaan yang diberikan kepada Ary Trianto, Informan
Audiar Lutfi menjawab :
Jawaban :
“Konten yang kita unggah di Instagram ada 3 pembahasan yaitu pertama kita kasih informasi kalo mau ada acara atau event – event besar, Vapemeet atau kopdar, dll. Kedua kita biasanya review tentang Vaporizer itunya sendiri, seperti ngasih edukasi gitulah, cara masang kapas yang benar, lilit kawat yang benar, sampai ke cara pilih liquid yang cocok bagi Vapers itu sendiri. Dan yang ketiga kita unggah yang bersifat menghibur yaitu Vapetrick dan Cloudchasing, unggahan kita tentang hal tersebut berupa video berdurasi kurang lebih 1 menit tujuannya agar pengikut Instagram kita bisa liat terutama perokok kalo Vaporizer lebih menarik daripada rokok konvensional”.57
56
Transkip wawancara Ary Trianto
57
Konten Edukasi
Konten Informasi
Memaksimalkan fungsi dan fitur dari media sosial menjadi cara
komunitas Dripper Serang Colony untuk memeberikan informasi dan
edukasi kepada pengikut pada Instagramnya baik anggota komunitas itu
yang diberikan oleh komunitas Dripper Serang Colony dalam unggahannya
diantaranya mempunyai pesan bersifat persuasif (mengajak) yaitu : (1) Tips
mengenai Vaporizer, (2) Perbandingan antara Rokok Konvensional dengan
Vaporizer, (3) Informasi tentang acara yang berhubungan dengan kegiatan komunitas misalnya Kopdar, Vapemeet, Vape Fest (festival vaporizer),
Riding atau Touring. Sedangkan untuk edukasinya komunitas memberikan
pesan yang bersifat informatif (hanya menginformasikan) dalam bentuk
gambar, video yang dilengkapi dengan keterangan atau caption.
Selain untuk memberikan informasi, Instagram komunitas Dripper
Serang Colony juga digunakan sebagai sarana untuk menghibur
pengikutnya baik anggota atau perokok yang memakai Instagram. Berkaitan
dengan hiburan yang bersifat entertaint (menghibur) peneliti kembali
melakukan wawancara, kali ini wawancara dilakukan dengan wakil ketua
dari komunitas Dripper Serang Colony yaitu Indra Afriyuda. Peneliti bertanya “Dalam kegiatan Vaping dikenal dengan Vape Trick dan Cloud Chasing, Vape Trcik dan Cloud Chasing itu apa sih?”. Informan Indra Afriyuda menjawab.
Jawaban :
“Setau saya dan menurut pengalaman saya dalam kegiatan vaping itu memang ada yang namanya trik, cloud chasing. Cloud Chasing biasanya dalam kompetisi itu dua vapers (orang yang melakukan vaping) berlomba menghasilkan uap yang banyak dan panjang yang paling panjang dan tebal dia yang menjadi pemenang. Sedangkan Vapetrick adalah membuat uap menjadi bentuk – bentuk yang unik misalnya gelombang lingkaran seperti lumba – lumba , segitiga, kotak, ubur – ubur, dan masih banyak lagi uap yang divariasikan, dan disitu biasanya untuk orang yang awam jika melihat pasti bakalan aneh dan bertanya – tanya kok bisa seperti itu. Jadi di
personal vaporizer itu selain untuk pribadi masing – masing, media beralihnya rokok konvensional, juga teradapat unsur entertain atau menghibur, dari hal tersebut orang – orang akan tertarik dan akhirnya mencoba personal vaporizer”.58
Vapetrick
Cloud Chasing
Selain mengandalkan infromasi dan edukasi yang di unggah pada
Instagram untuk mempromosikan Vaporizer dan membuat perokok tertarik
oleh Vaporizer, ternyata komunitas Dripper Serang Colony memanfaatkan
58
keunggulan dari Vaporizer yang bersifat menghibur. Mereka mengunggah
video Vapetrick dan Cloud Chasing pada Instagram mereka untuk
mempengaruhi dan menginformasikan pada pengikut Instagramnya bahwa
Vaporizer lebih menarik dibandingkan dengan rokok konvensional.
Vapetrick adalah trik dimana seseorang dapat membentuk uap yang
dihasilkan oleh Vaporizer menjadi sebuah lingkaran, bahkan banyak
lingkaran, Ubur – ubur, segitiga, kotak, dan sebagainya tergantung tingkat kesulitannya. Sedangkan Cloud Chasing adalah dua Vapers (pengguna
Vaporizer) saling beradu uap, yang menghasilkan uap paling panjang dan tebal adalah pemenangnya.
Instagram tak bisa dipungkiri lagi telah menjadi salah satu aplikasi photo-editing dan photo sharing juga video sharing terpopuler saat ini,
selain itu Instgaram sering digunakan dalam memasarkan produk atau
berjualan online.59
4.2.2 Bentuk pesan dan hambatan pada Instagram komunitas Dripper