MEMPROMOSIKAN VAPORIZER DI KALANGAN
PEROKOK DI KOTA SERANG
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Pada Konsentrasi Jurnalistik
Program Studi Ilmu Komunikasi
Oleh:
Gilang Arasky R. Manto 6662112501
KONSENTRASI JURNALISTIK
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
MOTTO
“
Jika Orang Lain Mampu, Saya Juga Mampu
”
Bismillah… Skripsi ini kupersembahkan Dengan segala hormat dan kasih sayang Kepada keluargaku, BAPAK, IBU dan ADIK Yang telah melimpahkan begitu banyak kasih sayang
ABSTRAK
Gilang Arasky R. Manto. NIM. 6662112501. Skripsi. Pemanfaatan Instagram Oleh Komunitas Dripper Serang Colony Dalam Mempromosikan Vaporizer Di Kalangan Perokok Di Kota Serang. Pembimbing I: Prof. Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si. dan Pembimbing II: Teguh Iman Prasetya, SE. M.Si.
Dripper Serang Colony merupakan komunitas vaporizer di Kota Serang disingkat menjadi DSC. DSC dalam menyebarkan informasi menggunakan media sosial Instagram, namun seiring berjalannya waktu, media sosial tersebut kurang maksimal dalam pengelolaannya sehingga masalah-masalah yang belum diketahui tidak dapat diselesaikan secara maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan media sosial Instagram untuk mempromosikan vaporizer di kalangan perokok di Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan paradigma Post-positivis. Teori yang digunakan adalah komunikasi massa dengan pembahasan pada promosi media online (internet) dan komunitas. Hasil dari penelitian ini ialah bahwa Instagram dimanfaatkan oleh komunitas (yang diwakili oleh admin) dalam memberikan promosi online. Promosi tersebut berupa disebarnya informasi antara lain mengenai edukasi Vaporizer itu sendiri dan juga informasi kegiatan – kegiatan komunitas. Seluruh hasil analisis data penelitian dan wawancara yang didaptkan peneliti sudah sesuai dengan kesesuain teori yang digunakan.
ABSTRACT
Gilang Arasky R. Manto. NIM. 6662112501. Thesis. Instagram Utilization By Dripper Serang Colony Community In Promoting Vaporizer Among Smokers In Serang City. Advisor I: Prof. Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si and Advisor II: Teguh Iman Prasetya, SE. M.Si.. Dripper Serang Colony (DSC) is a vaporizer community based in Serang, Banten. DSC uses Instagram to spread any informations they have. However, as time goes by, Instagram as a social media is now becoming inefficient. Lack of management causes some kind of unidentified problem that can't be solved maximally. This study aimed to find out the utilization of instagram as a media social in order to promote vaporizer among smokers in Serang. This study used qualitative descriptive methods with Post-positivist paradigm. Mass communication theory is used with a discussion on the promotion of online media (internet) and community.This study conclude that instagram as social media is being used by the community (which represented by an admin) to promote the vape via online. The promotions they do include informing about the vape as the product, and about events the community held as well. All the analysis results and interviews that have been done by researcher is according to the conformity of the used theory itself.
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kekhadirat yang maha Esa pemilik
alam semesta yang menggenggam jiwa raga semua mahluk-Nya, Allah
SWT, karena atas ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan seminar ini guna
memenuhi tugas mata kuliah Seminar program studi Ilmu Komunikasi
Konsentrasi Jurnalistik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Sultan Ageng Tirtayasa. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh
dari sempurna, untuk itu saran dan kritik yang dapat membantu perbaikan
penelitian yang berjudul “PEMANFAATAN INSTAGRAM OLEH
KOMUNITAS DRIPPER SERANG COLONY DALAM
MEMPROMOSIKAN VAPORIZER DI KALANGAN PEROKOK DI KOTA SERANG” ini sangat penulis harapkan. Pada kesempatan ini penulis juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas segala
dukungan, bantuan dan bimbingannya dalam proses penelitian serta
penyusunan penelitian ini. Pada kesempatan ini peneliti juga ingin
menyampaikan ucapan terima kasih atas segala dukungan, bantuan dan
bimbingannya dalam proses penelitian serta penyusunan skripsi ini kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Soleh Hidayat, M.PD selaku Rektor Universitas
Sultan Ageng Tirtayasa.
2. Bapak Dr. Agus Sjafari, S.Sos., M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu
3. Ibu Dr. Rahmi Winangsih, M.Si selaku Ketua Prodi Ilmu
Komunikasi Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan
Ageng Tirtayasa.
4. Bapak Darwis Sagita S.Ikom selaku Sekretaris Prodi ilmu
Komunikasi Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan
Ageng Tirtayasa.
5. Bapak Husnan Nurjuman, S.Ag., M. Si selaku dosen pembimbing
akademik.
6. Bapak Prof. Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si, selaku dosen pembimbing
I skripsi yang membantu memberikan arahan serta masukan untuk
menyelesaikan skripsi ini.
7. Bapak Teguh Iman Prasetya, M.Si. selaku dosen pembimbing II
skripsi yang membantu memberikan arahan serta masukan untuk
menyelesaikan skripsi ini.
8. Bapak M. Jaiz,. S.sos., M.Pd selaku ketua penguji sidang skripsi
yang memberikan arahan serta masukan untuk memperbaiki skripsi
saya.
9. Bapak Darwis Sagita M.I.Kom selaku penguji ke 2 sidang skripsi
yang juga memberikan arahan serta masukan untuk memperbaiki
skripsi saya.
10.Kedua orang tua ku Bapak Rizaly S. Manto, dan Ibuku tercinta
Manto terimakasih atas do’a dan dukungan yang tak pernah putus,
juga untuk kesabaran memberi dukungan moril dan materil.
11.Untuk yang selalu menemani dan mengingatkan untuk terus
mengerjakan skripsi dan mengejar apa yang dituju Elvira Suryadi
Pasman .
12.Untuk teman kerja dalam memotret Hendra Tri Nugroho, Ryan
Brandt, Rian Dante, yang selalu mengingatkan setiap waktu ketika
13.Untuk Moulin Monica Adam yang sudah bantu menyarankan dalam
pembuatan Skripsi
14.Untuk Komunitas Dripper Serang Colony Ary Trianto, Audiar Lutfi,
Indra Afriyuda, Destian Harja, Arief NEO, Muhamad Egi, Reza
Afrizal, Rio Thompson, August Pandu Pratomo, Farhan AK, Ismail
Ilyas, Pamonk, Bang Chandra dan buat teman-teman yang belum
sempat disebutkan namanya satu persatu yang selalu menyemangati
dan memberi penjelasan atas penelitian ini dari pertama sampai
skripsi ini selesai.
15.Untuk Teman – teman kampus non reguler satu angkatan 2011,
Anton, Rexy, Yuda, Rike, Monic, Okta, Fajri, Ibos, dan yang lainnya
yang sampai sekarang masih terus saling dukung satu sama lainnya .
16.Keluarga besar mahasiswa ilmu komunikasi UNTIRTA angkatan
2011 juga mahasiswa UNTIRTA 2010 lainnya terima kasih atas
perkenalan, persahabatan dan pengalaman yang berkesan selama
17.Teman KKM 33 yang sering menyapa dan saling mendukung hingga
saat ini.
18.Semua pihak yang tidak bisa peneliti sebutkan satu persatu yang
telah banyak membantu peneliti dalam proses penyelesaian skripsi
ini.
Kiranya tidak ada balasan yang lebih baik kecuali yang datang dari
Allah SWT, terimakasih untuk segalanya. Kesempurnaan hanya milik-Nya
dan kebenaran datang dari-Nya. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua,
khususnya bagi peneliti dan pihak yang berkepentingan.
Serang, 03 Januari 2017
DAFTAR ISI
PERNYATAAN ORISINALITAS ... i
LEMBAR PERSETUJUAN... ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
MOTO ... iv
ABSTRAK ... v
ABSTRACT ... vi
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... xiv
BAB I ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 10
1.3 Identfikasi masalah ... 10
1.4 Tujuan Penelitian ... 10
1.5 Manfaat Penelitian ... 11
1.5.1 Manfaat Teoritis ... 11
1.5.2 Manfaat Praktis ... 11
BAB II ... 12
2.1 Pengertian Komunikasi ... 12
2.1.1 Komunikasi Massa ... 12
2.1.2 Korelasi Antarkomponen dalam strategi Komunikas ... 16
2.1.3 Manajemen Pesan ... 17
2.2 Media Sosial ... 20
2.2.1 Instagram ... 21
2.3.1 Perspektif Teoritis ... 27
2.4 Promosi ... 29
2.4.1 Promosi Melalui Internet/Media Sosial ... 30
2.4.2 Macam-Macam Iklan ... 32
2.5Komunitas ... 33
2.5.1 Pengertian Komunitas ... 33
2.5.2 Faktor – faktor Terbentuknya Komunitas ... 35
2.5.3 Macam - macam Komunitas ... 36
2.5.4 Struktur Komunitas ... 36
2.5.5 Komunitas di Perkotaan ... 37
2.5.6 Komunikasi Dalam Organisasi ... 38
2.5.7 Komunitas Dripper Serang Colony ... 39
2.5.8 Vaporizer dan Perkembangannya ... 46
2.6Penelitian Terdahulu ... 49
2.7Kerangka Berfikir ... 51
BAB III... 52
3.1 Pendekatan dan Metode Penelitian ... 52
3.2 Ruang Lingkup Penelitian ... 55
3.3 Lokasi Penelitian ... 56
3.4 Jenis Data... 56
3.5 Sumber Data ... 57
3.6 Informan Penelitian ... 57
3.7 Teknik Pengolahan dan Analisis Data ... 60
3.8 Jadwal Penelitian ... 65
BAB IV ... 66
4.1.1 Komunitas Dripper Serang Colony ... 68
4.1.2 Struktur Organisasi Komunitas Dripper Serang Colony ... 70
4.2 Analisa Hasil Penelitian ... 71
4.2.1 Konten Komunitas Dripper Serang Colony Dalam Media Sosial Instagram ... 71
4.2.2 Bentuk Pesan Dan Hambatan Pada Instagram Komunitas Dripper Serang Colony Dalam Mengajak Perokok Beralih Ke Vaporizer ... 77
4.2.3 Tanggapan Perokok Tentang Vaporizer dan Konten Pada Instgaram Komunitas Dripper Serang Colony Sejak Bergabung Dalam Komunitas DSC .... 83
BAB V ... 93
5.1 Kesimpulan ... 93
5.2 Saran ... 95
DAFTAR PUSTAKA ... 96
1 1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, kehidupan masyarakat
sudah tidak bisa dipisahkan lagi dari peranan media massa. Kebutuhan
manusia akan informasi dan berita merupakan kenyataan yang tidak dapat
dipungkiri lagi. Kebutuhan akan informasi itu menyebabkan manusia selalu
mencarinya, baik melalu masyarakat sekitarnya atau melalui media massa.
Media massa mempunyai kemampuan untuk menjangkau sasaran
komunikasi yang luas, bahkan dengan kemajuan teknologi saat ini, media
massa telah mampu menembus berbagai hambatan geografis, ruang dan
waktu, sehingga penyebaran informasi dapat dilakukan serentak dan
menyeluruh. Pesan yang disampaikan mampu menembus berbagai golongan
dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sejumlah khalayak tidak dapat
menghindari terpaan media massa dalam kehidupan sehari – hari. Media
massa merekam segala jenis aktifitas dan peristiwa yang terjadi di dunia
karena mempunyai tugas dan kewajiban – selain menjadi sarana prasarana
komunikasi – untuk mengakomodasi segala jenis isi dunia dan
peristiwa-peristiwa di dunia ini melalui pemberitaan dalam aneka wujud (berita,
media massa dalam kehidupan masyarakat tersebut dimanfaatkan
pihak-pihak atau oleh seorang /lembaga/instansi/perusahaan/organisasi sebagai
salah satu strategi untuk memberikan informasi, mensosialisasikan atau
mempublikasikan sesuatu hal kepada masyarakat luas.
Salah satu contohnya dalam memanfaatkan media massa yang sering
terjadi dikalangan komunitas Dripper Serang Colony terutama dalam hal
kegiatan yang akan dilakukan oleh komunitas Dripper Serang Colony saat
menjelang Festival atau acara tahunan yang dilakukan setahun sekali, dan
juga pengetahuan tentang Vaporizer.
Para anggota Dripper Serang Colony menarik perhatian masyarakat
dengan memanfaatkan media massa agar dapat memperkenalkan mengenai
apa dan bagaimana mereka melakukan kegiatannya, agar dapat diketahui
masyarakat sehingga masyarakat dapat mengetahui kegiatan yang akan
berjalan di media sosial tersebut.
Dripper Serang Colony merupakan komunitas Vaporizer (Pengganti
Rokok Tembakau). Vaporizer adalah alat pengganti rokok konvensional,
alat ini menghasilkan uap bukan asap. Uap yang dihasilkan dari Vaporizer
berasal dari pembakaran e – liquid atau cairan yang digunakan sebagai
pengganti tembakau pada rokok konvensional. Cairan pada Vaporizer dibuat
dengan bahan dasar saripati sayur – sayuran dan bahan perisa makanan.
Dripper Serang Colony biasa disebut dengan sebutan DSC, DSC
berkedudukan di Kota Serang – Banten, selain Kota Serang di beberapa
terdapat juga anggota DSC, akan tetapi mereka semua terpusat di DSC Kota
Serang.
Dripper Serang Colony berdiri pada tanggal 19 Desember 2014,
berawal dari seorang yang bernama Ary Trianto yang disarankan oleh
dokter untuk berhenti merokok setelah ia berkunjung dan memeriksakan
kesehatannya di laboratirum Biomed karena penyakit paru – paru yang di
deritanya. Akhirnya ia memikirkan cara agar dapat berhenti merokok,
meskipun kesulitan untuk berhenti merokok akhirnya ia menemukan alat
untuk berhenti merokok yaitu Vaporizer. Karena kesamaan visi dan misi
yaitu ingin menciptakan udara yang bersih dan bebas dari polusi asap rokok,
juga mengajak perokok agar dapat berhenti dari merokok, akhinya Ary dan
dua temannya yaitu Indra dan Audiar beralih dari rokok konvensional ke
Vaporizer. Dari ketiga orang itulah akhirnya DSC berkembang hingga saat
ini.
Faktanya bahwa sebuah kelompok atau tim dibangun secara suka
rela, oleh penugasan, atau oleh penataan – ulang pekerjaannya sendiri,
bukan jaminan bahwa para anggota secara perorangan akan berfungsi secara
efektif sebagai sebuah kelompok atau tim. Kelompok atau tim harus
berkembang menjadi unit yang positif dan berfungsi. Hal ini dicapai dengan
bergerak melalui sejumlah tahap perkembangan, sama seperti manusia yang
tumbuh dan dewasa.1
1
Pace R. Wayne dan Don F. Faules, 2005. Komunikasi Organisasi. Bandung. PT. Remaja
Sebuah komunitas pasti saja mengalami beberapa hambatan atau
masalah yang dimiliki oleh anggota baik secara individu atau dengan
kelompok lainnya, salah satunya kekompakan antar anggota, konflik antar
sesama anggota organisasi misalnya komunitas Dripper Serang Colony itu
sendiri. Hambatan yang lain juga dapat disebabkan oleh karena banyaknya
tingkatan atau mata rantai yang harus dilalui oleh suatu pesan dalam
komunikasi sehingga pesan yang disampaikan pun cenderung tidak efektif
dan tidak mengenai sasaran secara langsung dikarenakan ada kemungkinan
diubah oleh si penerima sebelum dilanjutkan pengirimnya. Menurut Lewis
hanya kira-kira 30% pesan yang dikirim secara berantai ini sesuai dengan
aslinya.2
Salah satu intensitas tinggi dalam komunikasi tersebut memberikan
kesempatan untuk membentuk komunitas atau kelompok baru. Dalam hal
ini, cukup banyak komunitas baru yang bermunculan seperti, komunitas
penggemar klub bola Chealsea, komunitas fotografi, komunitas pecinta
Vespa, komunitas pecinta hewan reptil, komunitas kereta mania, dan
lain-lin.
Maka dari itu dibutuhkan solusi untuk menjawab permasalahan
tersebut. Salah satu solusi yang bisa dipakai untuk memunculkan eksistensi
sebuah organisasi adalah dengan adanya ruang – ruang atau media yang
mampu mengakomodir kepentingan organisasi, salah satunya adalah
2
bagaimana kegiatan-kegiatan organisasi mampu tersosialisasikan baik
kepada internal organisasi atau kepada pihak luar.
Salah satu ruang atau media yang bisa menjadi alternative untuk
menyelesaikan masalah eksistensi sebuah organisasi adalah media sosial.
Media sosial dipilih karena lebih memudahkan pengguna dalam melakukan
hubungan komunikasi tanpa terhalang oleh jarak dan waktu. Dengan media
sosial, pengguna bisa mengakses segala macam informasi yang dibutuhkan
kapan pun dan dimana pun. Kehadiran media sosial tahun 2014 pada
Dripper Serang Colony awalnya diharapkan mampu menjadi solusi bagi
permasalahn yang ada. Menurut data dari Kemkominfo 2016 (Kementrian
Komunikasi dan Informatika) menyatakan, pengguna interenet di Indonesia
hingga saat ini telah mencapai 82 juta orang. Dari pengguna internet
tersebut, 80 persen diantaranya berusia 15-19 tahun.3 Menurut We Are
Social pengguna media sosial di indonesia pada tahun 2016 mencapai lebih
dari 74 juta pengguna, dimana 64 juta penggunanya megakses media sosial
menggunakan perangkat mobile.4 Instagram mengumumkan bahwa jumlah
penggunanya kini sudah melebihi 400 juta pengguna, dengan 80 juta
gambar diunggah setiap harinya. Jumlah pengguna ini naik 100 juta dari
awalnya 300 juta pada tahun 2014.5
3Kemkominfo, “Pengguna Internet di Indonesia” diakses dari
http://kominfo.go.id pada tanggal 15 Maret 2016 pukul 16.00
4We Are Social, “Pengguna Media Sosial di Indonesia”, di
akses dari http://jarvis-store.com pada tanggal 15 Maret 2016 pukul 16.10
5Rappler, “Pengguna Instagram”, diaksese dari
Namun seiring berjalan waktu media sosial tersebut kurang maksimal
dalam pengelolaannya sehingga masalah – masalah yang ada tidak bisa
diselesaikan secara maksimal. Salah satu penghambatnya adalah kurangnya
sumber daya manusia yang mengoperasikan media sosial tersebut.
Kekurangan sumber daya manusia yang dimaksud dalam hal ini bukan
persoalan ketidakmampuan anggota dalam mengoperasikan media sosial
namun lebih kepada ketersediaan waktu dan tempat.
Perkembangan Dripper Serang Colony ini hampir menyentuh setiap
wilayah di Banten. Keberadaan Dripper Serang Colony di masing-masing
wilayah ini tentunya harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik pula
sehingga eksistensi terbangun di setiap wilayah. Untuk itulah maka media
sosial menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan eksistensi diri dari
masing – masing komunitas tersebut.
Berkaitan dengan pengelolaan sebuah organisasi atau komunitas,
Dedy Mulyana dalam bukunya mengatakan bahwa Komunikasi organisasi
(Organization communication) terjadi dalam suatu jaringan yang lebih besar
dari pada komunikasi kelompok. Komunikasi organisasi seringkali
melibatkan juga komunikasi diadik, komunikasi antar-pribadi dan ada
kalanya juga komunikasi publik. Komunikasi formal adalah komunikasi
menurut struktur organisasi, yakni komunikasi ke bawah, komunikasi ke
bergantung pada struktur organisasi, seperti komunikasi antar sejawat, juga
termasuk gossip.6
Dalam Dripper Serang Colony, komunikasi dibangun baik melalui
komunikasi formal dan informal. Komunikasi formal terjadi pada saat
dilakukannya kegiatan – kegiatan formal seperti rapat organisasi,
musyawarah daerah dan hal-hal lain yang bersifat formal. Sedangkan
komunikasi informal dipakai pada saat Vapemeet, Kopi Darat dan kegiatan
lain yang sifatnya untuk meningkatkan keakraban antar sesama anggota.
Banyak pengalaman yang diambil serta manfaat ketika mengikuti
kegiatan yang diadakan oleh Dripper Serang Colony misalnya dalam
kegiatan Vape Festival. Vape Fesival merupakan festival dan kompetisi
Vaping serentak se – indonesia bahkan sedunia yang wajib diikuti oleh
komunitas Dripper Serang Colony untuk menjalin silaturahmi dengan
anggota komunitas lainnya se – Indonesia, dan stakeholder lain seperti para
dokter dan pakar kesehatan, juga pemilik perusahaan Vaporizer dan Liquid
untuk ikut mendukung kegiatan – kegiatan yang lain, seperti menggalakkan
gerakan berhenti merokok, juga penyuluhan tentang manfaat Vaping dan
bahaya merokok.
Oleh karena itu, banyak manfaat yang bisa didapat ketika mengikuti
kegiatan tersebut. Selain menjalin silaturahmi sesama anggota, informasi
dan pengetahuan untuk kebutuhan pribadi dan organisasipun bisa
didapatkan, misalnya kita dapat menjelaskan kepada orang – orang yang
6
merokok agar mereka dapat berhenti merokok dan meninggalkan rokok,
caranya dengan menjelaskan apa itu Vaping, apa itu Vaporizer dan
positifnya dari Vaping sehingga dapat menghentikan seseorang dari
merokok .
Vaporizer di Kota Serang berkembang dengan cukup pesat, hal ini
terbukti dengan makin banyaknya toko – toko penjual Vaporizer, selain itu
bertambahnya anggota komunitas DSC dan munculnya komunitas
Vaporizer lainnya juga menjadi salah satu penyebab mengapa Vaporizer
berkembang dengan cukup pesat di Kota Serang. Beberapa orang yang tidak
merokok bahkan memulai menggunakan Vaporizer dikarenakan hanya ingin
bergabung dengan komunitas DSC, karena dengan mengikuti kegiatan –
kegiatan yang dilakukan oleh komunitas DSC dapat memenuhi kebutuhan
gaya hidup (Life Style) mereka.
Kegiatan komunitas Dripper Serang Colony sebenarnya bukan hanya
Vaping saja namun banyak kegiatan – kegiatan lain yang biasanya
dilaksanakan, seperti Gathering, Futsal, Latihan Vape trik bersama, Jogging
bareng ketika akhir pekan dan kegiatan lainnya. Kegiatan - kegiatan tersebut
biasanya disosialisaikan melalui media sosial yang ada seperti Instagram
untuk menarik minat anggota dalam mengikuti kegiatan tersebut. Namun
sosialisasi yang dilakukan tersebut terkadang tidak begitu efektif
dikarenakan masalah-masalah seperti yang telah dikemukakan diatas yaitu
Atas dasar latar belakang masalah yang dijelaskan diatas, maka
peneliti tertarik untuk menganalisis bagaimana Pemanfaatan Instagram
yang menjadi sarana untuk memperkenalkan komunitas Dripper Serang
Colony tentunya melalui media sosial yang telah dimilikiya tersebut.
Ketertarikan peneliti pada penelitian ini bukan hanya didasarkan pada alasan
bahwa peneliti merupakan salah satu anggota dari Dripper Serang Colony
sehingga akses terhadap penelitian ini lebih mudah, namun ketertarikan
peneliti terhadap penelitian ini yaitu didasarkan pada keinginan untuk
melihat fenomena bagaimana sebuah organisasi mampu memanfaatkan
media sosial yang tergolong sebagai jenis media baru dalam industri
perkembangan media masa kini sebagai alat untuk meningkatkan eksistensi
organisasi. Untuk itu maka peneliti mengambil judul penelitian
“Pemanfaatan Instagram Oleh Komunitas Dripper Serang Colony Dalam
Mempromosikan Vaporizer DiKalangan Perokok Di Kota Serang”
Penelitian ini akan dilakukan pada komunitas Dripper Serang Colony
di Kota Serang dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif
dimana pendekatan ini lebih menitik beratkan pada kedalaman data melalui
tekhnik wawancara mendalam pada informan yang telah ditentukan.
Penelitian ini akan didukung dengan data observasi dimana peneliti akan
melihat langsung bagaiamana proses pembuatan dan penyebaran pesan
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu :
“Bagaimana Instagram sebagai sarana promosi di media sosial dan
komunitas Dripper Serang Colony?”
1.3 Identifikasi masalah
Identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana konten komunitas Dripper Serang Colony dalam media
sosial Instagram?
2. Bagaimana bentuk pesan dan hambatan pada Instagram komunitas
Dripper Serang Colony dalam mengajak perokok beralih ke
Vaporizer?
3. Bagaimana tanggapan perokok tentang Vaporizer dan konten dalam
Instagram komunitas Dripper Serang Colony sejak bergabung dalam
komunitas DSC?
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui konten komunitas Dripper Serang Colony dalam
media sosial Instagram.
2. Untuk mengetahui bentuk pesan dan hambatan dalam Instagram
komunitas Dripper Serang Colony dalam mengajak perokok beralih
3. Untuk mengetahui tanggapan perokok tentang Vaporizer dan konten
dalam Instagram komunitas Dripper Serang Colony sejak bergabung
dalam komunitas DSC.
1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Manfaat Teoritis
Diharapkan penelitian ini dapat memberi kontribusi keilmuan
dibidang komunikasi, tentang kajian mengenai new media khususnya media
sosial yang terjadi pada komunitas dan pengguna Instagram sebagai sebuah
fenomena komunikasi massa dan komunikasi organisasi bagi komunitas
Dripper Serang Colony itu sendiri.
1.5.1 Manfaat Teoritis
Melalui penelitian ini dihrapkan dapat memberikan tambahan
pengetahuan tentang pemanfaatan Instagram dalam kajian new media
sebagai sarana dalam memperkenalkan sebuah perkembangan dan inovasi,
12 2.1 Pengertian Komunikasi
2.1.1 Komunikasi Massa
Apapun aktivitas dan profesi seseorang, tidak akan luput dari
komunikasi massa. Setidaknya dalam sehari seseorang melakukan aktivitas
membaca berita di surat kabar, menyaksikan tayangan televisi, menonton
bioskop, atau mendengarkan radio. Terlebih saat ini untuk mengakses
informasi menjadi lebih mudah dengan adanya perkembangan teknologi
internet. Saat seseorang melakukam aktivitas seperti itu maka ia sedang
melakukan aktivitas komunikasi massa, karena sedang berhadapan dengan
atau diterpa media massa, dimana pesan media itu secara langsung atau
tidak tengah memengaruhinya.
Berbagai pesan melalui sejumlah media massa (surat kabar, majalah,
radio, televisi, film, internet) dengan sajian berbagai peristiwa yang
memiliki nilai berita ringan atau tinggi, mencerminkan proses komunikasi
massa yang selalu menerpa kehidupan manusia. Para ahli komunikasi
berpendapat, yang dimaksud dengan komunikasi massa (mass
massa. Para ahli komunikasi membatasi pengertian komunikasi massa
hanya pada komunikasi dengan menggunakan media massa.7
Sementara dalam buku Wiryanto dituliskan, komunikasi massa
merupakan suatu tipe komunikasi massa (human communication) yang lahir
bersamaan dengan mulai digunakannya alat-alat mekanik yang mampu
melipatgandakan pesan-pesan komunikasi. Dalam sejarah publisistik
dimulai satu setengah abad setelah ditemukan mesin cetak oleh Johannes
Gutenberg. Sejak itu dimulai suatu zaman publisistik atau awal dari era
komunikasi massa.8
Dalam melakukan proes komunikasi dapat dilakukan dengan
merencanakan suatu kegiatan-kegiatan komunikasi. R. Wayne Pace, Brent
D, Peterson, M, Dallas Burnet, dalam bukunya Techniques for Effectives
Communication menyatakan, kegiatan komunikasi mempunyai tiga tujuan
sentral yang utama, yaitu to secure understanding, yakni memastikan atau
menjamin pemahaman. Kemudian to establish acceptance, membina atau
membentuk penerimaan atau kesepakatan. Terakhir, to motivate action,
memotivasi kegiatan atau tindakan.9
Dalam melakukan kegiatan komunikasi adalah memastikan bahwa
orang yang dijadikan sasaran komunikasi itu benar-benar memahami pesan
yang disampaikan. Sehingga pada gilirannya, komunikasi berhasil
7
Onong Uchjana Effendy. Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 1990, Hal. 20
8
Wiryanto. Teori Komunikasi Massa. Jakarta : Grasindo, 2000, Hal, 1
9
dimotivasi untuk melakukan suatu kegiatan atau tindakan (yang dikehendaki
dan diharapkan).
Strategi komunikasi yang akan digunakan selain diperlukan
perumusan tujuan yang jelas, juga perlu memperhitungkan kondisi dan
situasi khalayak. Untuk itu, perlu dirumuskan strategi komunikasi dengan
memperhitungkan : mengenal khalayak, menyusun pesan, menetapkan
metode, serta seleksi dan penggunaan media.
Menurut Wilbur Schramm, komunikasi senantiasa membutuhkan
setidaknya tiga unsur : sumber (source), pesan (message), dan saasaran
(destination). Sumber boleh jadi seorang individu (berbicara, menulis,
menggambar, memberi isyarat) atau suatu organisasi komunikasi (seperti
sebuah surat kabar, penerbit, stasiun televisi, atau studio film). Pesan dapat
berbentuk tinta pada kertas, gelombang suara di udara, impuls dalam arus
listrik, lambaian tangan, bendera di udara, atau setiap tanda yang dapat
ditafsirkan. Sasarannya mungkin seorang individu yang mendengarkan,
menonton atau membaca; atau anggota suatu kelompok, seperti kelompok
diskusi, khalayak pendengar ceramah, kumpulan penonton sepakbola, atau
anggota khalayak media massa.
Proses komunikasi perspektif ini terjadi pada diri komunikator dan
komunikan. Ketika seorang komunikator berniat akan menyampaikan suatu
pesan kepada komunikan, maka dalam dirinya terjadi suatu proses. Di muka
telah ditegaskan bahwa pesan komunikasi terdiri dari dua aspek, yakni isi
umumnya adalah bahasa. Walter Lippman menyebut isi pesan itu “picture in
our head”, sedangkan Walter Hagemann menamakannya “das
Bewustseininhalte”. Proses “mengemas” atau “membungkus” pikiran
dengan bahasa yang dilakukan komunikator itu dalam bahasa komunikasi
dinamakan encoding. Hasil encoding berupa pesan itu kemudian ia
transmisikan atau operkan atau kirimkan kepada komunikan.
Kini giliran komunikan terlibat dalam proses komunikasi
intrapersonal. Proses dalam diri komunikan disebut decoding seolah-olah
membuka kemasan atau bungkus pesan yang ia terima dari komunikator
tadi. Isi bungkusan tadi adalah pikiran komunikator. Apabila komunikan
mengerti isi pesan atau pikiran komunikator, maka komunikasi terjadi
sebaliknya bilamana komunikan tidak mengerti, maka komunikasi pun tidak
terjadi.10
Pemikiran dari strukturisasi cukup sederhana: praktik-praktik dari
kelompok menciptakan struktur yang memengaruhi praktik di masa yang
akan datang. Dengan kata lain, tindakan-tindakan memiliki konsekuensi
untuk tindakan selanjutnya. Karena kita sering kali khawatir akan isi dari
diskuis kita pada waktu tertentu, sangatlah sulit untuk mengawasi masalah
ini; namun begitu, proses yang dipakai oleh suatu kelompok memang
menciptakan jenis tertentu dari dunia sosial yang menyajikan peluang dan
batasan dalam kelompok di masa yang akan datang. Untuk alas an ini,
kelompok harus memberikan perhatian pada proses.
10
Anggota-anggota kelompok sering kali bertanya pertanyaan “apa”:
apa yang harus kita bicarakan? Apa yang kita ingin capai? Apa yang akan
kita coba? Sebagai tambahan, kelompok harus menambahkan pertanyaan
“bagaimana”: bagaimana kita menyelesaikan isu ini? Bagaimana kita akan
bekerja sebagai kelompok? Bagaimana kita mengatur waktu kita?
Bagaimana kita membagi energi kita? Apa pun yang anda lakukan,
strukturisasi akan terjadi, tetapi jika anda tidak sadar akan itu, hasilnya
mungkin bukan yang diinginkan dan tidak produktif. Pertanyaan
“bagaimana” sangatlah kritis, karena proses berpengaruh.
Strukturisasi memiliki beberapa dampak. Ia akan menentukan, sebagai
contoh, apa yang individu dapat dan katakana dalam sebuah kelompok.
Bahkan, penelitian Bales awal tahun 1950an menunjukan bahwa
komentar-komentar kelompok tidak didistribusikan merata. Bales menunjukan
bagaimana beberapa tipe pertanyaan membentuk interaksi kelompok dan
menerapkan peranan terhadap individu.11
2.1.2 Korelasi Antarkomponen dalam strategi Komunikasi
Akan lebih baik apabila dalam strategi komunikasi diperhatikan
komponen-komponen komunikasi dan factor-faktor pendukung dan
penghambat pada setiap komponen tersebut. Dimulai secara berturut-turut
dari komunikan sebagai sasaran komunikasi, media, pesan, dan
komunikator. Pertama, mengenali sasaran komunikasi. Diperlukan
mempelajari siapa-siapa yang akan menjadi sasaran komunikasi. Hal
11
tersebut tergantung pada tujuan komunikasi, apakah komunikan hanya
sekedar mengetahui atau agar komunikan melakukan tindakan tertentu.
Kedua, pemilihan media komunikasi. Untuk mencapai sasaran
komunikasi, dapat memilih salah satu atau gabungan dari beberapa media,
tergantung pada tujuan yang akan dicapai, pesan yang akan disampaikan,
dan teknik yang akan dipergunakan.
Ketiga, pengkajian tujuan pesan komunikasi. Pesan komunikasi
(message) mempunyai tujuan tertentu. Hal ini menentukan teknik yang
harus diambil, apakah teknik informasi, teknik persuasi, atau teknik intruksi.
Pesan komunikasi terdiri atas isi pesan dan lambang. Isi pesan komunikasi
bisa stu, tetapi lambang yang dipergunakan bisa macam-macam. Lambang
bisa dipergunakan untuk menyampaikan isi komunikasi ialah bahasa,
gambar, warna, gesture, dan sebagainya. Keempat, peranan komunikator
dalam komunikasi. Ada factor yang penting pada diri komunikator bila
melancarkan komunikasi, yaitu daya tarik sumber dan kredibilitas sumber.12
2.1.3 Manajemen Pesan
Pada sub bab kolerasi antarkomponen dalam strategi komunikasi telah
disebutkan, bahwa salah satu komponen dalam strategi komunikasi adalah
mengenai pengkajian tujuan pesan komunikasi. Dalam hal ini, peneliti
menganggap adanya bahasan yang lebih focus mengenai pesan, karena
pesan merupakan jantung dari proses komunikasi. Dalam konteks
komunikasi massa, pesan tentu memiliki peran penting juga, karena pesan
12
atau informasilah sebagai produk yang diberikan kepada khalayak dari
komunikasi massa. Untuk itu dalam mengolah pesan yang dapat diterima
baik oleh masyarakat melalui media massa, perlu adanya manajemen atau
pengelolaan pesan yang baik.
Manajemen menurut Tommy Suprapto adalah aktivitas manajemen
pada setiap lembaga atau organisasi yang pada umumnya berkaitan dengan
usaha mengembangkan suatu tim kerja sama atau kelompok orang dalam
satu kesatuan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai
tujuan tertentu dalam organisasi yang telah diterapkan sebelumnya.13
Salah satu unsur manajemen pesan adalah membuat perencanaan
pesan. Pesan atau informasi merupakan bagian terpenting dari program
komunikasi. Untuk itu dalam menyusun pesan perlu memperhatikan
faktor-faktor seperti : 1) pesan harus merupakan pemecahan masalah komunikan,
2) komunikator yakin bahwa pesan menguntungkan atau bermanfaat bagi
target audiens bila dilaksanakan, 3) pesan memberikan solusi tentang cara
target audiens melaksanakan pesan, 4) pesan harus sesuai dengan
kemampuan, norma, budaya dan tradisi komunikan.14
Ketika menyampaikan pesan melalui komunikasi massa, menurut
Tommy Suprapto, perlu mengetahui langkah-langkah memilih saluran atau
media tempat dimana akan membantu dalam mempublikasikan pesan.
Langkah-langkah tersebut meliputi : 1) mendaftar semua media yang ada.
13
Tommy Suorapto. Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi. Yogyakarta : Media Pressindo. 2009. Hal. 121
14
Dengan mengetahui media apa saja yang ada, akan dapat memilih dengan
baik. Dengan mendaftar media, dapat mengetahui hal-hal terpenting dari
setiap media. Misalnya berapa banyak proporsi khalayak yang memiliki
pesawat radio atau televisi, berapa banyak setiap harinya orang membaca
surat kabar, atau berapa banyak oplah yang terbit dari setiap surat kabar 2)
mengevaluasi setiap media. Hal ini untuk mengetahui media apa yang cocok
digunakan sesuai dengan tujuan yang ingin disampaikan melalui media
massa. 3) menemukan ketersediaan media. Setelah melakukan untuk
mendaftar disemua media, bisa saja hanya beberapa media yang cocok
digunakan untuk itu langkah ketiga ini perlu dilakukan. 4) menentukan cost
efektif media. Setiap media biasanya mengalokasikan sejumlah biaya untuk
membantu proes publikasi. Atau ada juga yang Cuma-Cuma tergantung
persetujuan antara pihak media dengan lembaga /organisasi yang akan
mempubliasikan sesuatu. 5) menggunakan kombinasi beberapa media. Riset
menunjukan bahwa dalam penyebarserapan, kombinasi antar media ternyata
paling efektif untuk mencapai tujuan.15
Untuk mempublikasikan pemanfaatan Instagram kepada masyarakat
melalui komunikasi massa. Perlu adanya pengemasan pesan yang baik agar
visi misi atau tujuan yang ingin dicapai untuk mempromosikan Vaporizer
kepada perokok.
15
2.2 Media Sosial
Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya
bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi meliputi
blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan
Wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh
masyarakat di seluruh dunia. Menurut Antony Mayfield dari iCrossing,
media sosial adalah mengenai menjadi manusia biasa. Manusia biasa yang
saling membagi ide, bekerjasama dan berkolaborasi untuk menciptakan
kreasi, berfikir, berdebat, menemukan orang yang bisa menjadi teman baik,
menemukan pasangan dan membangun sebuahkomunitas. Intinya,
menggunakan media sosial menjadikan kita sebagai diri sendiri. Selain
kecepatan informasi yang bisa diakses dalam hitungan detik, menjadi diri
sendiri dalam media sosial adalah alasan mengapa media sosial berkembang
pesat. Tak terkecuali, keinginan untuk aktualisasi diri dan kebutuhan
menciptakan personal branding.
Teknologi-teknologi web baru memudahkan semua orang untuk
membuat dan yang terpenting menyebarluaskan konten mereka sendiri. Post
di Blog, tweet, atau video di YouTube dapat direproduksi dan dilihat oleh
jutaan orang secara gratis. Pemasang iklan tidak harus membayar banyak
pemasang iklan dapat membuat konten sendiri yang menarik dan dilihat
banyak orang.16
2.2.1 Instagram
Instagram sebagai sarana media sosial komunikasi massa yang hanya
dapat diakses melalui internet banyak digunakan sebagai sarana promosi.
Misalnya saja banyak pengguna Instagram yang menggunkan akun
Instgramnya sebagai akun online shop atau berjualan melalui via internet,
selain instagram sudah banyak digunakan oleh masyarakat, pengguna
instagrampun cukup mudah untuk mendapatkan akses menggunakan
instagram karena Instagram tidak memungut biaya dalam pembuatan
akunnya (gratis).
Berdiri pada tahun 2010 perusahaan Burbn, Inc., merupakan sebuah
teknologi startup yang hanya berfokus kepada pengembangan aplikasi untuk
telepon genggam. Pada awalnya Burbn, Inc. sendiri memiliki fokus yang
terlalu banyak di dalam HTML5 mobile, namun kedua CEO, Kevin
Systrom dan juga Mike Krieger, memutuskan untuk lebih fokus pada satu
hal saja. Setelah satu minggu mereka mencoba untuk membuat sebuah ide
yang bagus, pada akhirnya mereka membuat sebuah versi pertama dari
Burbn, namun di dalamnya masih ada beberapa hal yang belum sempurna.
Versi Burbn yang sudah final, adalah aplikasi yang sudah dapat digunakan
di dalam iPhone, yang dimana isinya terlalu banyak dengan fitur-fitur. Sulit
bagi Kevin Systrom dan Mike Krieger untuk mengurangi fitur-fitur yang
16
ada, dan memulai lagi dari awal, namun akhirnya mereka hanya
memfokuskan pada bagian foto, komentar, dan juga kemampuan untuk
menyukai sebuah foto. Itulah yang akhirnya menjadi Instagram
Nama instagram berasal dari pengertian dari keseluruhan fungsi
aplikasi ini. Kata “insta” berasal dari kata “instan”, seperti kamera polaroid
yang pada masanya lebih dikenal dengan sebutan “foto instan”. Instagram
juga dapat menampilkan foto-foto secara instan, seperti polaroid di dalam
tampilannya. Sedangkan untuk kata “gram” berasal dari kata “telegram”,
dimana cara kerja telegram sendiri adalah untuk mengirimkan informasi
kepada orang lain dengan cepat. Sama halnya dengan Instagram yang dapat
mengunggah foto dengan menggunakan jaringan internet, sehingga
informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan cepat. Oleh karena
itulah Instagram berasal dari instan-telegram. Sistem sosial di dalam
Instagram adalah dengan menjadi mengikuti akun pengguna lainnya, atau
memiliki pengikut Instagram. Dengan demikian komunikasi antara sesama
pengguna Instagram sendiri dapat terjalin dengan memberikan tanda suka
dan juga mengomentari foto-foto yang telah diunggah oleh pengguna
lainnya. Pengikut juga menjadi salah satu unsur yang penting, dimana
jumlah tanda suka dari para pengikut sangat mempengaruhi apakah foto
tersebut dapat menjadi sebuah foto yang populer atau tidak. Untuk
menggunakan teman-teman mereka yang juga menggunakan Instagram
melalui jejaring sosial seperti Twitter dan juga Facebook.17
Tingginya minat para pengguna Instagram tersebut cukup
mengejutkan. Karena fitur yang dimiliki oleh Instagram tidak selengkap
jejaring sosial lain. Aplikasi Instagram tidak dilengkapi dengan halaman
admin, tidak ada profile brand ataupun verifikasi akun. Namun, terdapat
kemudahan utama yang mampu menarik para pengguna Instagram.
Kemudahan tersebut adalah cara sharing secara langsung ke Twitter ataupun
Facebook. Simply Measured menemukan bahwa 60 persen foto Instagram
disharing secara langsung ke Twitter. Jumlah tersebut bahkan mencapai
angka 90 persen di Facebook. Detail akun Instagram selama 3 bulan pada
tahun 2013, brand ternama menggunakan Instagram : MTV total followers
994,733 dengan total foto 645 foto, Starbucks Coffee total followers
876,987 dengan total photos 221 foto, Burberry followers 557,489 total foto
697, Nike 527,300 total foto 437, Gucci total followers 217,349 total foto 94
. Data tersebut adalah 5 brand ternama dunia yang kini menggunakan
Instagram sebagai sarana marketing.18
17
Sya-if Silva, “Sejarah Asal Mula Media Sosial Instagram”, diakses dari
http://satupedang.blogspot.co.id/2015/02/sejarah-asal-mula-media-sosial-instagram.html, pada tanggal 17 Februari 2016 Pukul 13.00
18Eryta Ayu Putri S, “Aplikasi Instagram Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Online
2.3 Ekonomi Media
Perkembangan media massa modern menempatkan media tidak lagi
dipahami dalam konteks sebagai institusi sosial dan politik belaka
melainkan juga harus dilihat dalam konteks institusi ekonomi. Fakta
menunjukkan bahwa media telah tumbuh bukan saja sebagai alat sosial,
politik dan budaya tapi juga sebagai perusahaan yang menekankan
keuntungan ekonomi. Institusi media harus dinilai sebagai dari system
ekonomi yang juga bertalian erat dengan system politik. Inilah yang
dimaksudkan bahwa media mempunyai dwi karakter yang tak terpisahkan:
karakter sosial-budaya-politik dan karakter ekonomi. Faktor ekonomi
rupanya menjadi faktor penentu dalam mempengaruhi seluruh perilaku
media massa modern. Faktor pasar bebas dalam seluruh proses komunikasi
massa memberikan kontribusi yang tidak sedikit dalam membentuk faktor
persaingan dan tuntutan ekonomi menjadi pertimbangan bagaimana media
massa kontemporer dibentuk dan dikelola.
Kita tidak bisa memahami industri media tanpa memahami kekuatan
yang mempengaruhi media terlebih dahulu. Bagian-bagian dari sebuah
institusi media tidak pernah bekerja di luar konteks social yang luas,
Ekonomi media mempelajari bagaimana industri media
memanfaatkan sumber daya yang terbatas untuk memproduksi konten dan
mendistribusikannya kepada khalayak dengan tujuan memenuhi beragam
permintaan dan kebutuhan akan informasi dan hiburan.
Media massa selain menjadi representasi ruang public yang penuh
dengan dinamika social, politik dan budaya juga menjadi kekuatan ekonomi
yang mampu menghasilkan surplus. Media menjadi medium iklan utama
dan karenanya menjadi penghubung dan konsumsi, antara produsen barang
dan jasa dengan masyarakat.19
2.3.1 Perspektif Teoritis
Alternatif teori ekonomisasi media. Perspektif teoretis yang bisa
membantu kita memahami fenomena ekonomisasi media massa modern.
Perspektif Pertama
Perspektif ekonomi dan industrial yang memahami keterpilahan dan
ragam ciri perusahaan media berdasarkan ragam perbedaan media dan
konteks.
19Ahmad Fatoni, “Ekonomi Media” diakses dari
Perspektif Kedua
Lebih merupakan teori alternatif dari perspektif di atas, yaitu
perspektif ekonomi politik media yang berkonsentrasi pada masalah
kapitalisasi dan komersialisasi media.
Perspektif Ketiga
Perspektif normatif dalam memahami media. Perspektif ini berfokus
pada masalah struktur media dengan kepentingan publik.
Perspektif Keempat
Perspektif institusi media dengan titik pandang media profesional.
Keempat perspektif ini bisa dipahami dengan meletakkan media massa
sebagai pusat lingkaran dari tiga irisan yang saling berhubungan, yaitu
politik, ekonomi dan teknologi.
Picard menjelaskan bahwa industry media tergolong unik karena
media bermain dalam dua pasar sekaligus. Hal ini terjadi karena produk
media termasuk “barang” sekaligus “jasa”. Dalam pasar yang pertama,
media menjual “barang” kepada khalayak berupa surat kabar, program radio
maupun televise, majalah,buku,film, dan lainnya. sedangkan pada pasar
kedua media menjual “jasa” kepada pengiklan untuk mempromosikan
bergantung pada pengiklan sebagai sumber utama pendapatan mereka.
Kondisi hubungan seperti itu membuat membuat kedua pasar ini saling
mempengaruhi dimana ketika permintaan atau konsumsi suatu produk
media meningkat maka simakin banyak pula pengiklan yang ingin
berpromosi di media tersebut dan media jadi di untungkan.
Dalam prespektif ekonomi dewasa ini hubungan antara media
dengan khalayak tidak lagi bisa dipandang hanya satu arah, dimana
sebelumnya media berada pada posisi lebih dominan McQuail berpendapat
hubungan antara media dengan public harus dibentuk berdasarkan
minat,harapan, dankeinginan khalayak. Kemampuan mengamati hubungan
tesebut merupakan aspek keterampilan professional yang mananfaatkan
“masukan” dari khalayak diantaranya melalui kontak pribadi pekerja media
dengankhalayak, surat dan telepon dari khalayak, dan data bukti hasil
penjualan (rating).
Mick Counihan (1972) dalam Morley dan Brunsdon menyebutkan
bahwa hubungan media-khalayak tidak sesederhana sebelumnya. Orientasi
“apa yang dilakukan media pada khalayak” menurutnya kini telah bergeser
menjadi “ apa yang dilakukan khalayak pada media”. Hal ini disebabkan
khalayak kini cenderung lebih aktif memilih produksi media sesuai cara
pandang dan kebutukan media.
Stanley J. Baran bahkan menyinggung masalah redefenisi
Menurutnya perkembangan teknologi dalam industry komunikasi
menyebabkan konsumen media kontemporer lebih memiliki kontrol atas
muatan sekaligus seleksi media.
Grossberg et al. (1998) membuat gambaran umum yang berguna
tentang bagaimana media melakukan penjualan dan memperoleh
penghasilan.
1. Melalui pembelian langsung komoditi – misalnya biaya majalah;
2. Melalui sebuah biaya untuk akses ke titik distribusi atau tampilan – kotak
misalnya biaya kantor di teater film, atau penyedia jasa layanan internet
biaya;
3. Melalui dukungan finansial tidak langsung, – misalnya televisi komersial;
Ketergantungan pada iklan ini memperkuat nilai-nilai kelembagaan yang
terikat dengan perspektif pasar. Itu berarti bahwa kepentingan media
diidentifikasi menjadi erat dengan kepentingan bisnis jenis lain. Ini
mendukung pandangan bahwa barang media datang untuk diperlakukan
seperti komoditas lainnya: bahwa jika produk-produk media adalah
perwujudan maka budaya yang menjadi koleksi komoditi, di mana media
bersangkutan.20
20Ahmad Fatoni, “Ekonomi Media” diakses dari
2.4. Promosi
Suatu perusahaan banyak aktivitas yang dilakukan tidak hanya
menghasilkan produk atau jasa, menetapkan harga, dan menjual produk atau
jasa, tetapi banyak aktivitas lainnya yang saling berkaitan satu dengan
lainnya. Salah satunya adalah promosi, kegiatan promosi adalah salah satu
bagian dari bauran pemasaran perusahaan, yang isinya memberikan
informasi kepada masyarakat atau konsumen tentang produk atau jasa yang
ditawarkan perusahaan. Tidak hanya itu, kegiatan promosi merupakan
kegiatan komunikasi antara perusahaan dengan pelanggan atau konsumen.
Perusahaan dewasa ini menganggap bahwa promosi merupakan bagian
penting dari pemasaran, karena pihak perusahaan berharap dengan promosi
yang dilaksanakan secara efektif dapat meningkatkan kualitas produk atau
jasa perusahaan sesuai dengan target penjualan yang telah ditetapkan dan
dapat bersaing dengan perusahaan lain yang menghasilkan produk atau jasa
yang sejenis. Dengan pandangan demikian perusahaan berharap dengan
dilaksanakannya kegiatan promosi secara berkesinambungan dan terarah
akan mampu mencapai hasil penjualan dan keuntungan yang maksimal.
Pengertian promosi menurut Djaslim Saladin dan Yevis Marty Oesman
(2002) “Promosi adalah suatu komunikasi informasi penjual dan pembeli
yang bertujuan untuk merubah sikap dan tinakah laku pembeli, yang
sebelumnya tidak mengenal menjadi mengenal sehingga menjadi pembeli
dan mengingat produk tersebut”. Sedangkan pengertian promosi menurut
yang memberi penjelasan dan meyakinkan calon konsumen mengenai
barang dan jasa dengan tujuan untuk memperoleh perhatian, mendidik,
mengingatkan dan meyakinkan calon konsumen”. Promosi merupakan alat
komunikasi dan penyampaian pesan yang dilakukan baik oleh perusahaan
maupun perantara dengan tujuan memberikan informasi mengenai produk,
harga dan tempat. Informasi itu bersifat memberitahukan, membujuk,
mengingatkan kembali kepada konsumen, para perantara atau kombinasi
keduanya. Dalam promosi juga, terdapat beberapa unsur yang mendukung
jalannya sebuah promosi tersebut yang biasa disebut bauran promosi.21
2.4.1 Promosi Melalui Internet / Media Sosial
Internet merupakan media utama untuk promosi yang berorientasi
konsumen. Penawaran program kontinuitas, pemberian kupon secara online,
undian dan kontes melaluiInternet, serta sampel berdasarkan Web, sekarang
sudah menyebar luas. Misalnya, pemberian kupon secara online merupakan
media pemberian kupon yang lebih murah dan lebih terfokus daripada direct
mail.22 Selain menyediakan media untuk mendistribusikan promosi kepada
konsumen, Internet juga menyediakan forum yang ideal untuk
menghubungkan para pemasar merek yang sedang berada dalam proses
21Elib Unikom, “Pengertian Promosi”, diakses dari
elib.unikom.ac.id/files/disk1/448/jbptunikompp-gdl-didinbasir-22387-3-babii.pdf 17 Februari 2016 pukul 22.35
22
Terence A. Shimp, “Periklanan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran
menciptakan program promosi dengan para pemasok yang mengkhususkan
diri dalam mengembangkan program semacam itu.23
Instagram salah satu dari aplikasi sosial media yang diakses melalui
Internet, penggunaan Instagram sendiri bukan hanya sebagai sarana media
sosial untuk berkomunikasi saja, Instagram memiliki kelebihan sebagai
sarana dalam mempromosikan sesuatu hal seperti barasng dan jasa. Sebagai
contoh banyak Online Shop (toko online) suatu barang yang memakai
Instagram sebagai sarana mereka mempromosikan barang yang mereka jual.
Maka dari itu komunitas Dripper Serang Colony yang memanfaatkan
instagram sebagai forum berkumpulnya antara komunitasnya sendiri dengan
kalangan prokok dapat dengan mudah mempromosikan produknya yaitu
Vaporizer kepada perokok.
Komunitas Dripper Serang Colony melakukan promosi melalui
Instagram mencakup dua hal yaitu :
1. Promosi Komersil / Ekonomi :
Bertujuan untuk menjelaskan kepada kalangan perokok bahwa
Vaporizer lebih hemat dari sisi financial dibandingakan rokok
konvensional, agar perokok dapat beralih dari rokok konvensional ke
Personal Vaporizer hingga pada tahap berhenti merokok, karena
Pesonal Vaporizer tidak meninggalkan efek candu (dapat berhenti
kapan saja dan lanjut kapan saja).
23
2. Promosi Sosial :
Bertujuan untuk mempromosikan komunitas itu sendiri dan mengajak
kalangan perokok agar bergabung dengan komunitasnya, dengan cara
menjelaskan scara langsung atau tidak langsung (melalui Instagram)
apa saja pembahasan, timbal balik, kegiatan yang dapat perokok ikuti
jika masuk kedalam komunitas DSC.24
2.4.2 Macam – macam Iklan a. Iklan Komersial
Iklan komersial adalah iklan yang bertujuan untuk mendukung kampanye pemasaran suatu produk atau jasa. Iklan komersial
ini sendiri terbagi menjadi beberapa macam, yaitu :
- Iklan Strategis digunakan untuk membangun merek. Hal itu dilakukan
dengan mengkomunikasikan nilai merek dan manfaat produk. Iklan
ini mengundang konsumen untuk menikmati hubungan dengan merek
serta meyakinkan bahwa merek ini ada bagi para pengguna.
- Iklan Taktis memiliki tujuan yang mendesak. Iklan ini dirancang
untuk mendorong konsumen agar segera melakukan kontak dengan
merek tertentu. Pada umumnya iklan ini memberikan penawaran
khusus jangka pendek yang memacu konsumen memberikan respon
pada hari yang sama.
24
Wawancara dengan: August Pandu Pratomo, Mempromosikan Vaporizer dari segi
b. Iklan Non Komsersial atau Iklan Sosial
Iklan Non Komersial biasa disebut juga sebagai Iklan Sosial atau Iklan Layanan Masyarakat. Iklan layanan masyarakat ini tidak bertujuan untuk menawarkan barang dan jasa. Biasanya iklan ini bertujuan
untuk pencapaian kondisi berkehidupan yang lebih baik (menurut pemasang
iklan).25
2.5 Komunitas
2.5.1 Pengertian Komunitas
Komunitas berasal dari bahasa latin communitas yang berarti
"kesamaan", kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti "sama,
publik, dibagi oleh semua atau banyak". Komunitas sebagai sebuah
kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan,
umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas
manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud,
kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah
kondisi lain yang serupa. Definisi Komunitas adalah sebuah identifikasi dan
interaksi sosial yang dibangun dengan berbagai dimensi kebutuhan
fungsional.26
25Cecevy, “Pengertian dan Penulisan Perbedaan Antara Iklan Komersil dan Non
-Komersil” diakses dari
https://cecevy.wordpress.com/2014/10/04/pengertian-penulisan-dan-perbedaan-antara-iklan-komersial-non-komersial-2/ pada tanggal 22 Februari 2016 pukul 23.57
26
Pengertian Komunitas Menurut Kertajaya Hermawan adalah
sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang
seharusnya, dimana dalam sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat
antar para anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau
values.27
Proses pembentukannya bersifat horisontal karena dilakukan oleh
individu-individu yang kedudukannya setara. Komunitas adalah sebuah
identifikasi dan interaksi sosial yang dibangun dengan berbagai dimensi
kebutuhan fungsional.28 Kekuatan pengikat suatu komunitas, terutama,
adalah kepentingan bersama dalam memenuhi kebutuhan kehidupan
sosialnya yang biasanya, didasarkan atas kesamaan latar belakang budaya,
ideologi, sosial-ekonomi. Disamping itu secara fisik suatu komunitas
biasanya diikat oleh batas lokasi atau wilayah geografis. Masing-masing
komunitas, karenanya akan memiliki cara dan mekanisme yang berbeda
dalam menanggapi dan menyikapi keterbatasan yang dihadapainya serta
mengembangkan kemampuan kelompoknya.
27
Kertajaya Hermawan. Arti Komunitas, (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2008) hal :40
28
2.5.2Faktor-faktor Terbentuknya Komunitas
Suatu komunitas terbentuk oleh 4 faktor yaitu:
1. Komunikasi dan keinginan berbagi (sharing) para
anggota saling menolong satu sama lain.
2. Tempat yang disepakati bersama untuk bertemu.
3. Ritual dan kebiasaan: orang-orang datang secara teratur
dan periodik.
4. Influencer: merintis suatu hal dan para anggota
selanjutnya ikut terlibat.
Vanina juga menjelaskan bahwa komunitas mempunyai beberapa
aturan sendiri, yaitu:
1. Saling berbagi mereka saling menolong dan berbagi satu
sama lain dalam komunitas.
2. Komunikasi : mereka saling respon dan komunikasi satu
sama lain.
3. Kejujuran : dilarang keras berbohong, sekali seseorang
berbohong, maka akan segera ditinggalkan.
29Vanina. “Aturan Komunitas”, diakses dari http://.vaninadelobelle.com
2.5.3 Macam-Macam Komunitas
Di alam terdapat bermacam-macam komunitas yang secara garis besar
dapat dibagi dalam dua bagian yaitu:
1. Komunitas akuantik
Komunitas ini misalnya terdapat dilaut, di danau, di sungai, di parit
aatau di kolam.
2. Komunitas terrestrial
Yaitu kelompok organisme yang terdapat diperkarangan, di hutan, di
padang rumput, di padang pasir, dan lain-lain.
2.5.4 Struktur Komunitas
Karakter komunitas adalah sebagai berikut :
1. Kualitatif, seperti komposisi, bentuk hidup, fenologi dan
vitalitas. Vitalitas menggambarkan kapasitas pertumbuhan dan
perkembangbiakan organisme.
2. Kuantitatif, seperti frekuensi, densitas dan densitas relatif.
Frekuensi kehadiran merupakan nilai yang menyatakan jumlah
kehadiran suatu spesies di dalam suatu habitat. Densitas
(kepadatan) dinyatakan sebagai jumlah atau biomassa perunit
contoh, atau persatuan luas/volume, atau persatuan penangkapan.
3. Sintesis adalah proses perubahan dalam komunitas yang
berlangsung menuju ke satu arah yang berlangsung lambat
secara teratur pasti terarah dan dapat diramalkan.
dalam komunitasnya dan memerlukan waktu. Menurut konsep
mutakhir suksesi merupakan pergantian jenis-jenis pioner oleh
jenis-jenis yang lebih mantap yang sangat sesuai dengan
lingkungannya.30
2.5.5 Komunitas Di Perkotaan
Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme
yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang
sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat
memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko
dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa Latin
communitas yang berarti “kesamaan”, kemudian dapat diturunkan dari
communis yang berarti “sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak”.
Sedangkan perkotaan berasal dari kata “kota” sebagaimana yang diterapkan
di Indonesia mencakup pengertian “town” dan “city” dalam bahasa Inggris.
Perkotaan adalah kelompok penduduk yang bertempat tinggal
bersama-sama dalam suatu kota menurut peraturan-peraturan yang telah ditentukan.
Perkotaan adalah kumpulan wilayah yang didalamnya memiliki aksesbilitas
seperti pusat pemukiman penduduk, pusat kegiatan ekonomi, pusat kegiatan
politik, pusat hiburan, dan pusat kegiatan sosial budaya.
Komunitas perkotaan adalah sekelompok orang yang saling peduli satu
sama lain lebih dari yang seharusnya, dimana dalam sebuah komunitas
terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas tersebut
30 Irwan, Djamal Zoer’aini. 2003.
karena adanya kesamaan interest atau values dalam daerah
perkotaan. Proses pembentukannya bersifat horisontal karena dilakukan
oleh individu-individu yang kedudukannya setara. Kekuatan pengikat suatu
komunitas, terutama, adalah kepentingan bersama dalam memenuhi
kebutuhan kehidupan sosialnya yang biasanya, didasarkan atas kesamaan
latar belakang budaya, ideologi, sosial-ekonomi. Disamping itu secara fisik
suatu komunitas biasanya diikat oleh batas lokasi atau wilayah geografis.
Masing-masing komunitas, karenanya akan memiliki cara dan mekanisme
yang berbeda dalam menanggapi dan menyikapi keterbatasan yang
dihadapainya serta mengembangkan kemampuan kelompoknya. Contoh
komunitas-komunitas yang ada diperkotaan adalah komunitas hijau,
komunitas pecinta musik, komunitas otomotif, komunitas olahraga, dan
masih banyak lagi contohnya.31
2.5.6 Komunikasi Dalam Organisasi
Menurut Katz & Robert Kahn, kedua ahlo psikologi sosial dari pusat
riset survei Universitas Michigan, komunikasi adalah pertukaran informasi
dan penyampaian makna yang merupakan hal utama dari suatu sistem atau
organisasi. Jadi komunikasi sebagai suatu “proses penyampaian informasi
dan pengertian dari satu orang ke orang lain. Dan satu – satunya cara
31Lima Films, “Pengertian Komunitas Kota” diakses dari
mengelola aktivitas dalam suatu organisasi adalah melalui proses
komunikasi.32
Menurut M.T Myers & G.E Myers, dalam bukunya Management Of
Communication (diterjemahkan oleh A. Hasymi, diterbitkan oleh Bahana
Aksa, Jakarta, 1987), komunikasi memungkinkan seseorang untuk
mengkoordinasikan suatu kegiatan kepada orang lain untuk mencapai tujuan
bersama. Akan tetapi, komunikasi tidak hanya sekedar informasi/pesan dan
pentransferan makna saja. Komunikasi mengandung arti suatu proses
transaksional, yaitu komunikasi yang dilakukan seseorang dengan pihak
lainnya dalam upaya – upaya mempertukarkan suatu simbol . lambang dan
membentuk suatu makna serta mengambangkan harapan – harapannya.
Berkaitan dengan komunikasi yang menurut suatu teori umum komunikasi
mengandung proses transaksional tersebut diatas, maka ada beberapa hal
yaitu, (1) Mempertukarkan simbol, (2) Membentuk makna tertentu, (3)
Mengembangkan harapan – harapan.33
2.5.7 Komunitas Dripper Serang Colony
Berawal dari seorang yang bernama Ary Trianto yang disarankan
oleh dokter untuk berhenti merokok setelah ia berkunjung dan
memeriksakan kesehatannya di laboratirum Biomed karena penyakit paru –
paru yang di deritanya, akhirnya ia memikirkan cara agar dapat berhenti
merokok meskipun kesulitan untuk berhenti merokok akhirnya ia
32
Naniek Afrilla Framanik. Public Relation (Serang: Sayuti, 2011) hlm 144
33
menemukan alat untuk berhenti merokok yaitu Personal Vaporizer. Karena
kesamaan visi dan misi yaitu ingin menciptakan udara yang bersih dan
bebas dari polusi asap rokok juga menagajak perokok agar dapat berhenti
dari merokok, akhinya Ary dan dua temannya yaitu Indra dan Audiar beralih
dari rokok ke Personal Vaporizer. Dari ketiga orang itulah akhirnya DSC
berkembang hingga saat ini. Terbentuk DSC (Dripper Serang Colony) pada
tanggal 19 Desember 2014 Dan diresmikan secara notaris pada tanggal 01
Januari 2015 untuk menampung dan mewadahi semua ide-ide kreatif para
anggotanya dan demi kemajuan khususnya dibidang vaporizer termasuk
turunannya.
Job Description 1. Ketua Umum
1. Mengkoordinasi organisasi secara umum dalam hal kegiatan sosial dan
kemasyarakatan.
2. Sebagai perwakilan rapat di organisasi atau komunitas lain baik di dalam
atau di luar kota lainnya.
3. Memiliki hak dan wewenang penuh memutuskan keputusan yang diambil
berdasarkan musyawarah.
4. Melindungi dan memotivasi anggota dan pengurus.
5. Memilih dan menunjuk koordinator atau ketua bidang masing-masing.
6. Mengetahui dan menyetujui seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh