34. KOMITMEN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)
35. KONTINJENSI CONTINGENCIES
a. Perusahaan merupakan Tergugat II dalam gugatan yang diajukan oleh PT Tobu Indonesia Steel (“Penggugat”) melalui Pengadilan Negeri Tangerang yang terdaftar dalam perkara No. 464/PDT.G/2010/PN.TNG tanggal 19 Oktober 2010. Penggugat meminta agar Surat Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 11 Oktober 2010 perihal Pembatalan Pendaftaran Merek “KS-TI” ditunda pemberlakuannya dan menuntut pembayaran ganti rugi sebesar Rp100.000.
a. The Company is the second Defendant to a lawsuit filed by PT Tobu Indonesia Steel (“Claimant”) before the District Court of Tangerang which was registered under the case No. 464/PDT.G/2010/PN.TNG dated October 19, 2010. The Claimant demanded to suspend the application of the Letter of the Directorate General of Intellectual Property Rights of the Ministry of Laws and Human Rights of the Republic of Indonesia dated October 11, 2010 regarding the Cancellation of Trademark Registration of "KS-TI" and claimed for payment settlement of Rp100,000.
Atas gugatan tersebut, Perusahaan selain telah melakukan pembelaan juga mengajukan gugatan balik dan menuntut Penggugat untuk membayar ganti rugi sebesar Rp300.000. Pada tanggal 31 Maret 2011, Pengadilan Negeri Tangerang memutuskan untuk mengabulkan eksepsi Perusahaan dan menyatakan Pengadilan Negeri Tangerang tidak berwenang mengadili perkara ini. Terhadap putusan ini Penggugat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Banten. Pada tanggal 25 Juli 2011, Pengadilan Tinggi Banten menjatuhkan putusan yang membatalkan putusan Pengadilan Negeri Tangerang serta menghukum Perusahaan dan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual membayar ganti rugi sebesar Rp1.000 secara tanggung renteng.
Pada tanggal 8 Agustus 2011, Perusahaan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Terhadap permohonan kasasi tersebut, Mahkamah Agung kemudian menetapkan putusan kasasi yang isinya menolak permohonan kasasi dari Perusahaan. Dengan ditolaknya permohonan kasasi dari Perusahaan, maka Pengadilan Negeri Tangerang dinyatakan berwenang untuk mengadili perkara ini.
Against such claim, the Company, aside from submitting legal defense, also submitted counter claim and demand the Claimant to indemnify the Company for the amount of Rp300,000. On March 31, 2011, the District Court of Tangerang granted the demurrer of the Company and stated that the District of Tangerang has no authority over the case. Against such verdict, the Claimant appealed to the High Court of Banten. On July 25, 2011, the High Court of Banten issued the verdict that cancelled the District Court of Tangerang’s verdict and imposed the Company and the Directorate General of Intellectual Property Rights to pay in cash jointly and severally, for the sum of Rp1,000.
On August 8, 2011, the Company filed cassation to the Supreme Court. Further to such appeal, the Supreme Court issued a decision the rejects the Company cassation. With the rejection of the Company appeal to the Supreme Court, therefore the District Court of Tangerang was declared to have an authorization to resolve the case.
Pada tanggal 3 September 2013, telah dilakukan perjanjian perdamaian antara Perusahaan dengan Penggugat yang isinya menyatakan sepakat untuk mengakhiri perkara ini secara damai. Sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian tersebut, Penggugat telah mencabut perkara tersebut berdasarkan surat No. 1178/SC/IX/2013/JKT.GM tanggal 3 September 2013. Pada tanggal 10 Desember 2013, sesuai dengan surat No. W29.04/4793/ HT.0409/XII/2013, Pengadilan Negeri Tangerang menyatakan bahwa putusan kasasi
On September 3, 2013, the Company and the Claimant have signed the settlement agreement which stated that it is agreed to amicably settle this case. As part of the settlement agreement, the Claimant has revoke the case as stated on the letter No.1178/SC/IX/ 2013/JKT.GM dated September 3, 2013. On December 10, 2013, with reference on the letter No. W29.04/4793/HT.0409/XII/2013, the District Court of Tangerang stated that the Supreme Court decision is final, then the case officially declared has been settled.
35. KONTINJENSI (lanjutan) 35. CONTINGENCIES (continued)
b. Tanah Perusahaan seluas 66,5 Ha di Kubangsari berdasarkan sertifikat HGB No. 2/ Kubangsari digugat oleh ahli waris Lim Tiang Bie (Januardi Djajadi) melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang terdaftar dalam perkara No. 686/Pdt.G/2010/PN.JKT.Sel. tanggal 20 Desember 2010. Penggugat menyatakan bahwa Lim Tiang Bie dan ahli warisnya tidak pernah memperjualbelikan atau mengalihkan hak atas tanah tersebut dan menuntut ganti rugi sebesar Rp1.039.417 kepada Perusahaan, PT Duta Sari Prambanan (“PT DSP”) dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (“BPN”). Pada tanggal 26 April 2012, Majelis Hakim telah menjatuhkan putusan yang menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima. Atas putusan Pengadilan Negeri tersebut, Penggugat mengajukan banding pada tanggal 28 Juni 2012. Perusahaan telah menyampaikan kontra memori banding pada tanggal 14 Agustus 2012, kemudian berdasarkan relaas pemberitahuan dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tertanggal 18 September 2013, disampaikan bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah menjatuhkan putusan yang isinya menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 686/Pdt.G/2010/PN.JKT.Sel. Sampai dengan tanggal ¬21 Februari 2014, tidak ada perkembangan lebih lanjut atas perkara ini.
b. The Company’s land in Kubangsari with area of 66.5 Ha under the HGB certificate No. 2/ Kubangsari was claimed by the Heirs of Lim Tiang Bie (Januardi Djajadi) before the District Court of South Jakarta, which was registered under the Case No. 686/Pdt.G/2010/PN.JKT.Sel. dated December 20, 2010. The Plaintiff stated that Lim Tiang Bie and his heirs never sold or transferred the land rights and claimed for payment settlement from the Company, PT Duta Sari Prambanan (“PT DSP”) and the Head of National Land Board (“BPN”) amounting to Rp1,039,417. On April 26, 2012, the Judges issued a verdict that the Plaintiff’s claim is inadmissible. Upon the District Court’s verdict, the Plaintiff appealed on June 28, 2012. To counter the appeal from the Plaintiff, the Company filed its contra memori on August 14, 2012, then according to the notification letter from High Court of DKI Jakarta dated September 18, 2013, it is known that the Judges of High Court DKI Jakarta have issued a decision which confirming the verdict of District Court of South Jakarta No. 686/Pdt.G/2010/PN.JKT.Sel. Up to Februari 21, 2014, there is no further information regarding this case.
c. Perusahaan merupakan Tergugat I dalam gugatan yang diajukan oleh ahli waris Lim Tiang Bie (Hendra Widjaya) melalui Pengadilan Negeri Serang yang terdaftar dalam perkara No. 40/Pdt.G/2011/PN.Serang tanggal 7 Juni 2011 atas tanah Perusahaan seluas 151,6 Ha di Kubangsari. Penggugat menyatakan bahwa Lim Tiang Bie dan ahli warisnya tidak pernah memperjualbelikan atau mengalihkan hak atas tanah tersebut dan menuntut ganti rugi sebesar Rp620.148 kepada Perusahaan, PT DSP, PT Krakatau Posco, Yakub Sugiarto Sutrisno, Hindra Sunarli dan Pemerintah Kota Cilegon.
c. The Company is the first Defendant to a lawsuit filed by the Heirs of Lim Tiang Bie (Hendra Widjaya) before the District Court of Serang, which was registered under the case No. 40/Pdt.G/2011/PN.Serang dated June 7, 2011 on the Company’s land in Kubangsari with area of 151.6 Ha. The Plaintiff stated that Lim Tiang Bie and his heirs never sold or transferred the land rights and claimed for payment settlement from the Company, PT DSP, PT Krakatau Posco, Yakub Sugiarto Sutrisno, Hindra Sunarli and the Local Government of Cilegon, amounting to Rp620,148.
Hakim Pengadilan Negeri Serang telah menjatuhkan putusan yang menolak gugatan Penggugat seluruhnya. Putusan Pengadilan Negeri Serang ini kemudian dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Banten melalui putusannya tanggal 18 September 2012. Penggugat kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung dan Perusahaan telah menyampaikan kontra memori kasasi pada tanggal 19 November 2012. Sampai dengan tanggal 21 Februari 2014, perkara tersebut masih dalam proses pemeriksaan di Mahkamah Agung.
The District Court of Serang issued a verdict that rejected all Plaintiff’s lawsuit. Further to such verdict, the High Court of Banten on September 18, 2012 issued a decision confirming the District Court of Serang’s verdict. The Plaintiff then filed its appeal to the Supreme Court and the Company has filed its contra memori on November 19, 2012. Up to February 21, 2014, the case is still on the examination process at the Supreme Court.
35. KONTINJENSI (lanjutan) 35. CONTINGENCIES (continued)
d. Perusahaan merupakan Tergugat I dalam gugatan yang diajukan oleh ahli waris Lim Tiang Bie (Hindra Sunarli) melalui Pengadilan Negeri Serang yang terdaftar dalam perkara No. 47/Pdt.G/2011/PN.Serang tanggal 18 Agustus 2011 atas tanah Perusahaan seluas 50,8 Ha di Kubangsari. Penggugat menyatakan bahwa Lim Tiang Bie dan ahli warisnya tidak pernah memperjualbelikan atau mengalihkan hak atas tanah tersebut dan menuntut ganti rugi sebesar Rp289.596 kepada Perusahaan.
d. The Company is the first Defendant to a lawsuit filed by the Heirs of Lim Tiang Bie (Hindra Sunarli) before the District Court of Serang, which was registered under the case No. 47/Pdt.G/2011/PN.Serang dated August 18, 2011 on the Company’s land in Kubangsari with area of 50.8 Ha. The Plaintiff stated that Lim Tiang Bie and his heirs never sold or transferred the land rights and claimed for payment settlement from the Company, amounting to Rp289,596.
Pada tanggal 28 Maret 2012, Majelis Hakim telah menjatuhkan putusan yang menolak gugatan Penggugat seluruhnya. Atas putusan tersebut, Penggugat mengajukan banding tanggal 29 Mei 2012. Pada tanggal 5 Februari 2013, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Banten menjatuhkan putusan yang isinya menguatkan putusan Pengadilan Serang No.47/Pdt.G/-2011/PN.Serang tanggal 28 Maret 2012. Sehubungan Penggugat tidak mengajukan permohonan kasasi dalam waktu 14 hari sejak putasan banding diterbitkan, maka perkara dengan sendirinya dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap.
On March 28, 2012, the Judges has issued a verdict that rejected all Plaintiff’s lawsuit. Upon such verdict, the Plaintiff appealed to the High Court of Banten on May 29, 2012. On February 5, 2013, the Judges of High Court of Banten issued a decision which confirming the District Court of Serang’s verdict No.47/PDT.G/-2011/PN.Serang dated March 28, 2012. Since within 14 days after such High Court decision, there was no appeal by the Plaintiff, therefore the decision become final and binding (inkracht).
e. Perusahaan merupakan Tergugat I dalam gugatan yang diajukan oleh Reinhard Marulitua Nainggolan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang terdaftar dalam perkara No. 465/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel. tanggal 24 Agustus 2011. Penggugat mengklaim bahwa Perusahaan dan para tergugat lain telah mencemarkan nama baik Penggugat dan menuntut pembayaran ganti rugi dari Perusahaan dan para Tergugat lain sebesar Rp15.331.
e. The Company is the first Defendant to a lawsuit filed by Reinhard Marulitua Nainggolan before the District Court of South Jakarta, which was registered under the case No. 465/-Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel. dated August 24, 2011. The Plaintiff claimed that the Company together with other defendants allegedly conducted defamation against the Plaintiff and claimed for indemnification from the Company and other Defendants amounting to Rp15,331.
Pada tanggal 11 September 2012 Majelis Hakim telah menjatuhkan putusan yang menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima. Pada tanggal 3 Januari 2013, Perusahaan menerima pemberitahuan yang menyatakan Penggugat mengajukan banding pada tanggal 25 September 2012. Perusahaan telah menyampaikan kontra memori banding pada tanggal 31 Juli 2013 dan sampai dengan tanggal 21 Februari 2014, perkara tersebut masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.
On September 11, 2012, the Judges issued a verdict stating that the Plaintiff’s lawsuit is inadmissible. On January 3, 2013, the Company received the notification from District Court of South Jakarta stating that the Plaintiff has filed its appeal against the verdict on September 25, 2012. To counter the appeal from the Plaintiff, the Company filed its contra memori on July 31, 2013 and up to February 21, 2014, this case is still on the examination process at the High Court of Jakarta.
35. KONTINJENSI (lanjutan) 35. CONTINGENCIES (continued)
f. Perusahaan merupakan Tergugat I dalam gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan oleh Sulaiman Bin H. Umar melalui Pengadilan Negeri Serang yang terdaftar dalam perkara No. 31/Pdt.G/2012/PN.Serang tanggal 16 Februari 2012 atas kepemilikan tanah yang masuk dalam HPL No. 1 seluas 9,5 Ha yang terletak di Desa Warnasari, Serang dan menuntut ganti rugi sebesar Rp2.000.
f. The Company is the first Defendant to a unlawful lawsuit filed by Sulaiman Bin H. Umar
before the District Court of Serang,
which was registered under the
case No. 31/Pdt.G/2012/PN.Serang dated Februari 16, 2012 on land ownership included in HPL No. 1 of 9.5 Ha located in the Village of Warnasari, Serang and claimed for indemnification from the Company amounting to Rp2,000.
Pada tanggal 7 Februari 2013, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Serang menjatuhkan putusan yang menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya. Atas putusan Pengadilan Negeri tersebut, Penggugat mengajukan banding pada tanggal 5 Maret 2013. Kemudian pada tanggal 4 Juli 2013, Pengadilan Tinggi Banten menjatuhkan putusan yang isinya menguatkan putusan Pengadilan Serang No. 31/Pdt.G/2012/PN.Srg tanggal 7 Februari 2013. Pada tanggal 9 September 2013, Penggugat menyampaikan memori kasasi kepada Mahkamah Agung dan sampai dengan tanggal 21 Februari 2014, perkara tersebut masih dalam proses pemeriksaan di Mahkamah Agung.
On February 7, 2013, the Judges of District Court of Serang issued a verdict that rejected all Plaintiff’s lawsuit. Upon the District Court’s verdict, the Plaintiff appealed on March 5, 2013. Then on July 4, 2013, the Judges of High Court of Banten issued a decision which confirming the District Court of Serang’s verdict No. 31/PDT.G/2012/PN.Srg dated February 7, 2013. On September 9, 2013, the Plaintiff submitted the cassation to the Supreme Court and up to February 21, 2014, this case is still on the examination process at the Supreme Court.
g. Perusahaan merupakan Tergugat I dalam gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan oleh Muhri melalui Pengadilan Negeri Serang yang terdaftar dalam perkara No. 24/Pdt.G/2012/PN.Serang tanggal 26 April 2012. Para Penggugat mengajukan tuntutan ganti rugi materiil kepada Perusahaan sebesar Rp55.174 atas penguasaan tanah seluas 78,5 Ha yang terletak di Desa/Kelurahan Kubangsari, Cilegon.
Pada tanggal 24 April 2013, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Serang menjatuhkan putusan yang mengabulkan sebagian gugatan Penggugat. Atas putusan Pengadilan Negeri tersebut, Perusahaan mengajukan banding pada tanggal 6 Mei 2013. Pada tanggal 12 September 2013, Pengadilan Tinggi Banten telah menjatuhkan putusan atas perkara ini yang isinya membatalkan putusan Pengadilan Negeri Serang dan menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya. Atas putusan pengadilan Tinggi tersebut, Penggugat mengajukan kasasi dan Perseroan telah menyampaikan kontra memori kasasi yang telah diterima oleh Mahkamah Agung tanggal 2 Desember 2013. Sampai dengan tanggal 21 Februari 2014, perkara tersebut masih dalam proses pemeriksaan di Mahkamah Agung.
g. The Company is the first Defendant to a unlawful lawsuit filed by Muhri before the District Court of Serang, which was registered under the case No. 24/Pdt.G/2012/PN.Serang dated April 26, 2012. The Plaintiffs claimed for indemnification from the Company amounting to Rp55,174 against land occupation of 78.5 Ha located in the Village of Kubangsari, Cilegon.
On April 24, 2013, the Judges of Serang District Court issued a decision which granted several of the Plantiff’s lawsuit. Upon the District Court’s verdict, the Company has filed its appealed on May 6, 2013. On September 12, 2013, the High Court of Banten has issued a decision on the case, that nullifying the verdict of Serang District Court and rejecting all of Plaintiff’s lawsuit. Upon such High Court’s decision, the Plaintiff filed its cassation to the Supreme Court and the Company have submitted its counter cassation that has been received by the Supreme Court on December 2, 2013. Up to February 21, 2014 this case is still on the examination process at the Supreme Court.
35. KONTINJENSI (lanjutan) 35. CONTINGENCIES (continued)
h. Perusahaan merupakan Tergugat I dalam gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan oleh Fathurohman melalui Pengadilan Negeri Serang yang terdaftar dalam perkara No. 25/PDT.G/2012/PN.Srg tanggal 26 April 2012. Para Penggugat mengajukan tuntutan ganti rugi materil kepada Perusahaan sebesar Rp200.744 atas penguasaan tanah seluas 286 Ha yang terletak di Desa/Kelurahan Kubangsari dan Desa/Kelurahan Tegal Ratu, Cilegon. Pada tanggal 29 Mei 2013, Majelis Hakim telah menjatuhkan putusan yang menolak gugatan Penggugat seluruhnya. Sehubungan Penggugat tidak mengajukan permohonan banding dalam waktu 14 hari sejak putasan diterbitkan, maka perkara dengan sendirinya dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap.
h. The Company is the first Defendant to a unlawful lawsuit filed by Fathurohman before the District Court of Serang, which was registered under the case No. 25/Pdt.G/2012/ PN.Serang dated April 26, 2012. The Plaintiffs claimed for indemnification from the Company amounting to Rp200,744 against land occupation of 286 Ha located in the Village of Kubangsari and Tegal Ratu, Cilegon. On May 29, 2013, the Judges has issued a verdict that rejected all Plaintiff’s lawsuit. Since within 14 days after such decision, there was no appeal by the Plaintiff, so that the decision become final and binding (inkracht).
i. Perusahaan merupakan Tergugat IV dalam gugatan Perbuatan Melawan Hukum yang diajukan oleh PT Acretia Shosha Inti Persada melalui Pengadilan Negeri Sidoarjo, Jawa Timur, yang terdaftar dalam perkara No. 204/Pdt.G/2012/PN.SDA tanggal 4 Desember 2012. Inti dari gugatan tersebut adalah keberatan dari Penggugat atas pengakhiran sepihak perjanjian antara Penggugat dengan PT KBS (Tergugat 1), sehingga Penggugat menuntut Para Tergugat secara tanggung renteng membayar kerugian sejumlah Rp12.000.
i. The Company is the Defendant IV to a unlawful
lawsuit filed by PT Acretia Shosha Inti Persada
before the District Court of Sidoarjo,
East Java, which was registered under the case No. 204/Pdt.G/2012/PN.SDA dated December 4, 2012. The main reason of the lawsuit is the Plaintiff’s objection on the termination of contract between the Plaintiff and PT KBS (First Defendant), so that the Plaintiff claimed for the compensation from the Defendants joint and several liability amounting to Rp12,000.
Pada tanggal 26 September 2013, Majelis Hakim telah menjatuhkan putusan yang menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima dan pada tanggal 14 November 2013 Penggugat melakukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya. Selanjutnya Perusahaan dijadwalkan untuk menyampaikan kontra memori banding pada tanggal 30 Januari 2014. Sampai dengan tanggal 21 Februari 2014, perkara tersebut masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Tinggi Surabaya.
On September 26, 2013, the Judges issued a verdict stating that the Plaintiff’s lawsuit is inadmissible and on November, 14, 2013 the Plaintiff filed an appeal to High Districh Court of Surabaya. Further to this case, the Company is schedule to file it’s counter appeal on January 30, 2014. Up to February 21, 2014, this case is still on the examination process at the High Court of Surabaya.
35. KONTINJENSI (lanjutan) 35. CONTINGENCIES (continued)
j. Pada tanggal 20 Maret 2013, Perusahaan mengajukan permohonan intervensi untuk menjadi pihak dalam perkara gugatan yang diajukan oleh Ir. Heru Susilo dan kawan-kawan melalui Tata Usaha Negara No. 10/G/2013/PTUN-JKT tanggal 13 Maret 2013. Inti dari gugatan tersebut adalah agar pengadilan mencabut keputusan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 497/HGB/BPN/94/A/16 tanggal 17 April 1997 Jo 497/HGB/BPN/94 tanggal 6 Juni 1994 dan mencabut sertifikat HGB No. 9 Tahun 1998 desa Ramanuju, Serang atas nama Perusahaan dengan luas 152,8 Ha.
Pada tanggal 2 Juli 2013, Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara telah menjatuhkan putusan yang isinya menyatakan gugatan para Penggugat tidak dapat diterima. Atas putusan tersebut, para Penggugat mengajukan banding pada tanggal 15 Juli 2013 dan Perusahaan telah menyampaikan kontra memori banding yang sudah diterima pada tanggal 27 September 2013. Sampai dengan tanggal 21 Februari 2014, perkara tersebut masih dalam pemeriksaan di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara.
j. On March 20, 2013, the Company submitted an
intervention pleading to become a party to a lawsuit filed by Ir. Heru Susilo CS in the Administrative lawsuit No. 10/G/2013/PTUN-JKT dated March 13, 2013. The main reason of the lawsuit is that the Plaintiff demanded that the court to revoke the decision of the State Minister of Agrarian/Head of BPN No. 497/HGB/BPN/94/A/16 dated 17 April 1997 Jo 497/HGB/BPN/94 dated June 6, 1994, and to revoke the Right To Build Certificate No. 9/1998 Desa Ramanuju, Serang registered under the Company’s name with area of 152.8 Ha.
On July 2, 2013, the Judges issued a verdict stating that the Plaintiff’s claim is inadmissible and further to that verdict the Plaintiffs filed its appeal on July 15, 2013. To counter the appeal from the Plaintiff, the Company has filed it’s counter appeal which has been received by the High Court of State Administratiion Court on September 27, 2013. Up to February 21, 2014, this case is still on the examination process at the High Court of State Administration Court.
35. KONTINJENSI (lanjutan) 35. CONTINGENCIES (continued)
k. Pada tanggal 31 Januari 2013, Perusahaan mengajukan gugatan permohonan pembatalan merek pada Pengadilan Niaga Jakarta Pusat terhadap PT Perwira Adhitama Sejati, Ir. Goh Ka Thioe dan PT Serijaya Majugemilang (“PT SM”) (para Tergugat) yang masing-masing terdaftar dalam perkara No:
k. On January 31, 2013, the Company submitted a lawsuit before the Central Jakarta