Validitas Instrument
KONTRAK KASUS 1.Identitas Peneliti
a. Nama : Akbar Heriyadi b. Jenis kelamin : Laki-laki c. Umur : 25 tahun d. Agama : Islam
e. Status : Mahasiswa
f. Alamat : Desa Lenggerong, RT.01/RW.01 no.11 BTBL Pemalang
2. Identitas Konseli
a. Nama : YPA b. Jenis kelamin : Laki-laki c. Umur : 14 tahun d. Agama : Islam
e. Pekerjaan : Siswa SMP f. Alamat : Desa Glandang
3. Sinopsis Kasus
a. Judul : Efektivitas Konseling Realita Dalam Meningkatkan Penerimaan Diri Rendah Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bantarbolang Kabupaten Pemalang Tahun 2013.
YPA merupakan siswa kelas VIII F di SMP Negeri 1 Bantarbolang. YPA masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Ayahnya sudah meninggal, sehingga YPA sangat kehilangan sosok Ayah yang sangat disayangi dan dijadikan panutan olehnya. Sehingga muncul perilaku negatif dari YPA yaitu sering tidak masuk sekolah tanpa keterangan dan sudah jarang aktif mengikuti kegiatan OSIS di sekolah.. Hal ini apabila terus-menerus dibiarkan akan berakibat buruk bagi konseli, yaitu konseli tidak memiliki teman dan berdampak bagi kelangsungan proses belajar konseli di sekolah.
c. Jenis kasus : pribadi d. Tingkatan : sedang
Pemalang, 20 Mei 2013
Konseli, Peneliti,
YPA Akbar Heriyadi
KONTRAK KASUS 1. Identitas Peneliti
a. Nama : Akbar Heriyadi b. Jenis kelamin : Laki-laki c. Umur : 25 tahun d. Agama : Islam
e. Status : Mahasiswa
f. Alamat : Desa Lenggerong, RT.01/RW.01 no.11 BTBL Pemalang
2. Identitas Konseli
a. Nama : DTP b. Jenis kelamin : Laki-laki c. Umur : 14 tahun d. Agama : Islam
e. Pekerjaan : Siswa SMP
f. Alamat : Desa Bantarbolang RT 06 RW 04
3. Sinopsis Kasus
a. Judul : Efektivitas Konseling Realita Dalam Meningkatkan Penerimaan Diri Rendah Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bantarbolang Kabupaten Pemalang Tahun 2013.
b. Latar belakang
DTP memiliki penerimaan diri yang rendah terutama dalam pergaulan di sekolah, ia malu dengan kondisi latar belakang dirinya. Klien merasa iri dengan segala fasilitas yang dimiliki oleh teman-temannya jika dibandingkan dengan kondisi yang dialami dirinya. Hal inilah yang membuat klien menjadi anak yang sulit untuk bergaul. Klien mengatakan ia memiliki penerimaan diri yang rendah karena klien merasa malu dengan latar belakang ekonomi orang tuanya oleh sebab itu ia merasa malu saat berkumpul dengan teman sekelasnya walaupun hanya untuk sekedar bermain pada saat jam istirahat. Hal ini apabila
terus-menerus dibiarkan akan berakibat buruk bagi konseli, yaitu berdampak bagi kelangsungan proses belajar konseli di sekolah.
c. Jenis kasus : pribadi d. Tingkatan : sedang
Pemalang, 20 Mei 2013
Konseli, Peneliti,
DTP Akbar Heriyadi
KONTRAK KASUS 1. Identitas Peneliti
a. Nama : Akbar Heriyadi b. Jenis kelamin : Laki-laki c. Umur : 25 tahun d. Agama : Islam e. Status : Mahasiswa
f. Alamat : Desa Lenggerong, RT.01/RW.01 no.11 BTBL Pemalang
2. Identitas Konseli a. Nama : UL
b. Jenis kelamin : Perempuan c. Umur : 18 tahun d. Agama : Islam e. Pekerjaan : Siswa SMP f. Alamat : Desa Pegiringan
3. Sinopsis Kasus
a. Judul : Efektivitas Konseling Realita Dalam Meningkatkan Penerimaan Diri Rendah Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bantarbolang Kabupaten Pemalang Tahun 2013.
b. Latar belakang
UL adalah salah satu siswa kelas VIII F SMP Negeri 1 Bantarbolang. Berdasarkan informasi yang diperoleh UL memiliki penerimaan diri yang rendah terutama saat berada di kelas. UL adalah siswa tinggal kelas. Setelah tinggal kelas, konseli memang tergolong siswa pendiam dan kurang bersemangat di kelas. Konseli pasif dalam berkomunikasi dengan teman. Saat istirahat konseli jarang berkumpul dengan teman sekelasnya, konseli lebih senang menemui teman yang berasal satu desa dengannya. Konseli merasa rendah diri saat konseli mendapatkan nilai jelek, sedangkan teman sebangkunya mendapatkan nilai yang bagus karena dia anak yang pandai. Hal ini apabila terus-menerus dibiarkan akan
berakibat buruk bagi konseli, yaitu berdampak bagi kelangsungan proses belajar konseli di sekolah.
c. Jenis kasus : pribadi d. Tingkatan : sedang
Pemalang, 20 Mei 2013
Konseli, Peneliti,
UL Akbar Heriyadi
KONTRAK KASUS 1. Identitas Peneliti
a. Nama : Akbar Heriyadi b. Jenis kelamin : Laki-laki c. Umur : 25 tahun d. Agama : Islam
e. Status : Mahasiswa
f. Alamat : Desa Lenggerong, RT.01/RW.01 no.11 BTBL Pemalang
2. Identitas Konseli a. Nama : AS b. Jenis kelamin: Perempuan c. Umur : 14 tahun d. Agama : Islam
e. Pekerjaan : Siswa SMP
f. Alamat : Desa Peguyangan Dukuh Klapanunggal RT 14 RW 05
3. Sinopsis Kasus
a. Judul : Efektivitas Konseling Realita Dalam Meningkatkan Penerimaan Diri Rendah Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bantarbolang Kabupaten Pemalang Tahun 2013.
b. Latar belakang
AS adalah salah satu siswa kelas VIII-E SMP Negeri 1 Bantarbolang. AS memiliki penerimaan diri yang rendah karena klien merasa malu dengan latar belakang ekonomi orang tuanya oleh sebab itu ia merasa malu saat berkumpul dengan teman sekelasnya walaupun hanya untuk sekedar bermain pada saat jam istirahat. Hal ini apabila terus-menerus dibiarkan akan berakibat buruk bagi konseli, yaitu konseli tidak memiliki teman dan berdampak bagi kelangsungan proses belajar konseli di sekolah.
c. Jenis kasus : pribadi d. Tingkatan : sedang Pemalang, 20 Mei 2013 Konseli, Peneliti, AS Akbar Heriyadi NIM. 1301406027
KONTRAK KASUS 1. Identitas Peneliti
a. Nama : Akbar Heriyadi b. Jenis kelamin : Laki-laki c. Umur : 25 tahun d. Agama : Islam e. Status : Mahasiswa
f. Alamat : Desa Lenggerong, RT.01/RW.01 no.11 BTBL Pemalang
2. Identitas Konseli a. Nama : HY b. Jenis kelamin : Laki-laki c. Umur : 15 tahun d. Agama : Islam e. Pekerjaan : Siswa SMP f. Alamat : Desa Glandang
3. Sinopsis Kasus
a. Judul : Efektivitas Konseling Realita Dalam Meningkatkan Penerimaan Diri Rendah Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bantarbolang Kabupaten Pemalang Tahun 2013.
b. Latar belakang
HY adalah siswa kelas VIII F di SMP Negeri 1 Bantarbolang. HY memiliki penerimaan diri yang rendah. ia sering merasa kecewa dan malu karena tidak naik kelas di kelas IX. Malam hari konseli sering bermain futsal, sehingga menyita waktu belajarnya. Sebenarnya konseli ingin bergabung mengikuti ekstrakurikuler futsal di sekolahnya, tetapi konseli malu karena umurnya paling tua diantara yang lainnya. Saat di kelas, konseli kadang tersinggung bila ada yang menyinggung masalah tinggal kelas. Hal ini apabila terus-menerus dibiarkan akan
berakibat buruk bagi konseli, yaitu konseli tidak memiliki teman dan berdampak bagi kelangsungan proses belajar konseli di sekolah.
c. Jenis kasus : pribadi d. Tingkatan : sedang
Pemalang, 20 Mei 2013
Konseli, Peneliti,
HY Akbar Heriyadi
KONTRAK KASUS 1. Identitas Peneliti
a. Nama : Akbar Heriyadi b. Jenis kelamin: Laki-laki
c. Umur : 25 tahun d. Agama : Islam
e. Status : Mahasiswa
f. Alamat : Desa Lenggerong, RT.01/RW.01 no.11 BTBL Pemalang
2. Identitas Konseli a. Nama : FS b. Jenis kelamin : Laki-laki c. Umur : 14 tahun d. Agama : Islam e. Pekerjaan : Siswa SMP f. Alamat : Desa Pegiringan
3. Sinopsis Kasus
a. Judul : Efektivitas Konseling Realita Dalam Meningkatkan Penerimaan Diri Rendah Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bantarbolang Kabupaten Pemalang Tahun 2013.
b. Latar belakang
FS memiliki penerimaan diri yang rendah terutama dalam pergaulan di sekolah, ia malu dengan kondisi latar belakang dirinya. Klien merasa iri dengan segala fasilitas yang dimiliki oleh teman-temannya jika dibandingkan dengan kondisi yang dialami dirinya. Hal inilah yang membuat klien menjadi anak yang sulit untuk bergaul. Klien mengatakan ia memiliki penerimaan diri yang rendah karena klien merasa malu dengan latar belakang ekonomi orang tuanya oleh sebab itu ia merasa malu saat berkumpul dengan teman sekelasnya walaupun hanya untuk sekedar bermain pada saat jam istirahat. Hal ini apabila
terus-menerus dibiarkan akan berakibat buruk bagi konseli, yaitu berdampak bagi kelangsungan proses belajar konseli di sekolah.
c. Jenis kasus : pribadi d. Tingkatan : sedang
Pemalang, 20 Mei 2013
Konseli, Peneliti,
FS Akbar Heriyadi