BAB II TINJAUAN PUSTAKA
TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Umum Tentang Kehamilan
3. Kontrasepsi implan
Implant merupakan salah satu jenis alat kontrasepsi yang berupa susuk yang terbuat sejenis karet silastik yang berisi hormon, dipasang pada lengan atas.
a) Cara kerja
Sama dengan pil namun susuk ditanamkan dibawah kulit, biasanya di lengan atas, implant mengandung progesteron yang akan terlepas secara perlahan dalam tubuh.
b) Keuntungan
1) Tahan sampai 5 tahun atau sampai diambil.
Kesuburan akan kembali segera setelah pengangkatan. Pencegahan kehamilan terjadi dalam waktu 24 jam setelah pemasangan.
2) Melindungi wanita dari kanker rahim
3) Aman digunakan setelah melahirkan dan menyusui.
4) Tidak mengganggu aktivitas seksual.
5) Daya guna tinggi.
6) Perlindungan jangka panjang (3 tahun untuk Jadena).
7) Pengembalian tingkat kesuburan cepat setelah pencabutan.
8) tidak memerlukan pemeriksaan dalam.
9) Bebas dari pengaruh estrogen.
10) Tidak mengganggu kegiatan senggama.
11) Klien hanya memerlukan kembali ke klinik bila ada keluhan.
12) Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan.
13) Mengurangi nyeri haid.
14) Mengurangi jumlah darah haid.
15) Mengurangi/memperbaiki anemia.
16) Melindungi terjadinya kanker endometrium.
17) Menurunkan angka kejadian kelainan jinak payudara.
18) Melindungi diri dari beberapa penyebab penyakit radang panggul.
19) Menurunkan angka kejadian endometrium.
c) Efek samping
1) Gangguan pola haid (a) Tidak haid.
(b) Perdarahan yang tidak lama.
(c) Kemungkinan infeksi pada bekas luka pemasangan.
(d) Perdarahan.
(e) Siklus menstruasi lebih panjang.
(f) Rambut rontok.
(g) Gairah seksual menurun.
(h) Jerawat dan depresi.
d. Metode kontrasepsi AKDR/IUD
Alatan Kontrasepsi Dalam rahim (AKDR) atau Intrauterine Device (IUD) atau spiral adalah suatu benda kecil yang terbuat dari plastik yang lentur, mempunyai lilitan tembaga atau juga mengandung hormon dan dimasukkan ke dalam rahim melalui vagina dan mempunyai benang.
1. Mekanisme kerja
a) Mekanisme kerja Alat Kontrasepsidalam Rahim (AKDR) sampai alat ini belum diketahui secara pasti, ada yang berpendapat bahwa Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) sebagai benda asing yang menimbulkan reaksi radang setempat, dengan sebutan lekorit yang dapat melarutkan blastosis atau sperma. Mekanisme kerja Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) yang dililit kawat tembaga mungkin berlainan. Tembaga dalam kontrasepsi kecil yang dikeluarkan ke dalam rongga uterus juga
menghambat khasiatan hydrase karbon dan fosfatase alkali. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) yang mengeluarkan hormon juga menebalkan lender sehingga menghalangi pasasi sperma.
b) Sampai sekarang mekanisme kerja Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) belum diketahui dengan hati, kini pendapat yang terbanyak ialah bahwa Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dalam kavum uteri menimbulkan reaksi peradangan endometrium yang disertai dengan sebutan leokosit yang dapat menghancurkan blastokista atau sperma. Sifat – sifat dari cairan uterus mengalami perubahan – perubahan pada pemakaian Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) yang menyebabkan blastokista tidak dapat hidup dalam uterus. Walaupun sebelum terjadi nidasi, penyelidik – penyelidik lain menemukan sering adanya kontraksi uterus pada pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) yang dapat menghalangi nidasi. Diduga ini disebabkan oleh meningkatnya kadar prostaglandin dalam uterus pada wanita.
c) Sebagai metode biasa (yang dipasang sebelum hubungan sexual terjadi) Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) mengubah transportasi tuba dalam rahim dan mempengaruhi sel telur dan sperma sehingga perubahan tidak terjadi. Sebagai kontrasepsi darurat (dipasang setelah hubungan sexual terjadi) dalam beberapa kasus mungkin memiliki mekanisme yang lebih mungkin adalah dengan mencegah terjadinya implantasi atau penyerangan sel telur yang telah dibuahi ke dalam dinding rahim.
2. Keuntungan dan kerugian Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau Intrauterine Device (IUD)
a) Keuntungan
1) Keuntungan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Non hormonal (Cu T 380A):
(a) Sebagai kontrasepsi efektivitasnya tinggi. Sangat efektif 0,6 – 08 kehamilan per 100 perempuan dalam 1 tahun pertama.
(b) Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dapat efektif segera setelah pemasangan.
(c) Metode jangka panjang.
(d) Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat – ingat
(e) Tidak mempengaruhi hubungan seksual.
(f) Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil.
(g) Tidak ada efek samping hormonal dengan Cu Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) (Cu T-380A) (h) Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI.
(i) Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus.
(j) Dapat digunakan sampai menopause.
(k) Tidak ada interaksi dengan obat – obat.
b) Kerugian
1) Kerugian Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Non hormonal:
(a) Perubahan siklus haid.
(b) Haid lebih lama dan banyak.
(c) Perdarahan (spotting) antar menstruasi.
(d) Di saat haid lebih sakit.
(e) Merasa sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan.
(f) Perforasi dinding uterus (sangat jarang apabila pemasangan benar).
(g) Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS.
(h) Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan.
(i) Klien tidak dapat melepas Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) oleh dirinya sendiri.
(j) Tidak mencegah terjadinya kehamilan ektopik karena fungsi Alat Kontasepsi Dalam Rahim (AKDR) untuk mencegah kehamilan normal.
c) Efektif samping dan komplikasi Intrauterine Device (IUD) hormonal dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
1) Pada saat insersi
(a) Rasa sakit atau nyeri.
(b) Muntah, keringat dingin.
(c) Perforasi uterus.
2) Efek samping dan komplikasi Intrauterine Device (IUD) di kemudian hari:
(a) Rasa sakit dan perdarahan.
(b) Infeksi.
(c) Kehamilan intrauterine.
(d) Kehamilan ektopik.
(e) Ekspulsi.
3. Kontraindikasi pemakaian Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
a. Hamil.
b. Perdarahan vagina yang tidak diketahui.
c. Sedang menderita infeksi genetalia.
d. Penyakit trofoblas yang ganas.
e. Diketahui menderita TBC pelvik.
f. Kanker alat genetalia.
g. Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm.
e. Kontrasepsi Dengan Operasi (mandang jenny, 2016) 1. Tubektomi
Tubektomi (Metode operasi wanita/MOW) adalah metode kontrasepsi mantap yang bersifat sukarela bagi seorang wanita bila tidak ingin hamil lagi dengan cara mengoklusi tuba falupi (mengikat dan memotong atau memasang cincin), sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.
a) Waktu penggunaan
1) Idealnya dilakukan dalam 48 jam pasca persalinan.
2) Dapat dilakukan segera setelah persalinan atau setelah operasi sesar.
3) Jika tidak dapat dikerjakan dalam 1minggusetelah persalinan, ditunda 4 – 6 minggu.
b) Manfaat
1) Tidak mempengaruhi proses menyusui.
2) Tidak tergantung pada faktor senggama.
3) Baik bagi wanita yang memiliki kesehatan resiko yang serius terhadap kehamilan.
4) Tidak ada efek samping dalam jangka panjang.
c) Keterbatasan
1) Tidak dapat dipulihkan kembali, kecuali dengan operasi rekanalisasi.
2) Harus dilakukan oleh dokter yang sudah terlatih.
2. Vasektomi
Vasektomi (metode operasi pria/MOP) adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapsitas reproduksi pria dengan cara
mengoklusi vasa deferensia sehingga alur transportSI sperma terhambat sehingga proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi.
a) Keuntungan
1) Sangat aman, tidak ditemukan efek samping jangka panjang.
2) Morbiditas dan mortalitas jarang.
3) Hanya sekali aplikasi dan efektif dalam jangka panjang.
4) Tinggi tingkat rasio efisiensi biaya dan lamanya penggunaan kontrasepsi.
b) Keterbatasan
1) Tidak efektif segera, WHO menyarankan kontrasepsi tambahan selama3 bulan setelah prosedur (kurang lebih 20 kali ejakulasi)
2) Teknik tanpa pisau merupakan pilihan mengurangi perdarahan dan nyeri dibandingkan teknik insisi.
F. Tinjauan Khusus Manajemen Asuhan Kebidanan (Jayanti Ira,