BAB V PENUTUP
B. Saran
1. Kepala Madrasah
a. Kepala madrasah diharapkan dapat menerapkan gagasan baru yang dapat direspon oleh komite madrasah dan guru sesuai dengan kewenangan selaku kepala madrasah.
b. Kepala madrasah sebaiknya melakukan pemantauan dan kerjasama yang baik dengan komite madrasah dan guru, hal ini untuk mengetahui dan mendiagnosa berbagai kemajuan yang dicapai madrasah dalam proses belajar mengajar.
c. Kepala madrasah sebagai pendidik dalam melaksanakan tugas harus professional dan penuh tanggung jawab.
d. Kepala Madrasah selalu berkoordinasi dengan baik antara komite, wali siswa dan guru-guru.
2. Komite Madrasah
a. Komite Madrasah sebaiknya memiliki jam kerja tersendiri.
b. Komite Madrasah sifatnya tidak hanya mendukung akan tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan madrasah.
c. Sebagai Komite Madrasah hendaknya dapat menjadi teman diskusi untuk kepala madrasah dalam meningkatkan mutu madrasah.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Abdul Ghani, “Headmaster’s Managerial Roles Under Schoolbased Management and School Improvement: A Study In Urban Secondary
Schools Of Bangladesh”, Educationist, Volume 2, Number 1 (2008): 63-64.
Ali, Mohammad. Quality of Education in Madrasah : main study. Melbourne:
Marbawi, 2011.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek). Jakarta: Rineka Cipta, 2002.
Abdalla, Amr. Bangladesh Educational Assessment Pre-Primary And Primary Madrasah Education In Bangladesh. Bangladesh: BEPS Activity, 2004. Bahtiar, Amsal. Filsafat Agama. Jakarta: Logis Wacana Ilmu, 1997.
Hadi, Sutrisno. Metodologi Research, jilid 1. Yogyakarta: Andi Offset, 2000. Hirawan, Arifudin. Profil MI Al-Ma’arif Rowoboni Kecamatan Banyubiru
Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017. Banyubiru: UPTD Pendidikan Kecamatan Banyubiru, 2017.
Karman, Ojo, “Kontribusi Kinerja Komiote Sekolah Dan Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Peningkatan Mutu Pembelajaran Di Sekolah :Studi
Deskriptif Pada Sekolah Dasar Negeri Di Kabupaten Tasikmalaya”, Tesis, Universitas Pendidikan Indonesia, 2010.
Keputusan menteri pendidikan nasional nomor 044/U/2002 tanggal 2 april 2002. Kochhar S.K. “School Administration and Management”. New Delhi: Sterling
Publisher Put Ltd., 2011.
Rodliyah. Partisipasi Masyarakat Dalam Pengambilan Keputusan dan perencanaan di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013.
Rozikin. Profil MI Al-Ma’arif Kebumen Kecamatan Banyubiru Kabupaten
Semarang Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017. Banyubiru: UPTD Pendidikan Kecamatan Banyubiru, 2017.
Sa’diyyah, Saniyyatus, “The Role Analysis Committee Madrasah as a Board of
Supervisors in Improving The Quality of Education Management in MI Al
Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013.
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2013.
Suprijono, Agus. Cooperative Learning: Teori & Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.
Surya, Mohammad. Bunga Rampai Guru dan Pendidikan. Jakarta: Balai Pustaka, 2004.
Karsidi, Ravik, “Parent Involvement on School Committees as Social Capital to
Improve Student Achievement (Sebelas Maret University, Indonesia)”,
Excellence in Higher Education (2013): 1-6.
Khaeruddin dkk. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Konsep dan Implementasinya di Madrasah. Jogjakarta: Nuansa Aksara, 2007.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 24 Tahun 2007.
Wahab, Jammalullail Abdul “Headmasters’ Transformational Leadership And Their Relationship With Teachers’ Job Satisfaction And Teachers’ Commitments”, International Education Studies (2014): 1913-1939. Wardiah, Sri, “Strategi Komite Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di
SD Negeri 1 Lhoknga”, Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 3, Nomor 2, (2015): 12-21.
DAFTAR PERTANYAAN
KINERJA KOMITE MADRASAH
1. Siapa ketua dan anggota dari komite madrasah di MI Al-Ma’arif
Kebumen?
2. Apa tujuan dibentuknya Komite Madrasah di MI Al-Ma’arif Kebumen?
3. Bagaimana Bapak memaknai Mutu Pendidikan khususnya pendidikan Madrasah Ibtidaiyah di MI Al-Ma’arif Kebumen?
4. Bagaimana strategi peningkatan mutu di MI Al-Ma’arif Kebumen?
5. Bagaimana Komite Madrasah menentukan program kerja, membagi
tanggung jawab
kepada anggotanya, melaksanakan program kerjanya, dan mengevaluasi program kerjanya?
6. Bagaiman upaya pengembangan kualitas peserta didik di MI Al-Ma’arif
Kebumen?
7. Bagaimana hubungan kerja antara komite dan kepala madrasah di MI
Al-Ma’arif Kebumen?
8. Apakah komite madrasah memiliki jam kerja tersendiri dalam rangka meningkatkan mutu madrasah?
9. Apa faktor pendukung pengelolaan komite Madrasah di MI Al-Ma’arif
Kebumen?
10.Apa faktor penghambat pengelolaan komite Madrasah di MI Al-Ma’arif
Transkip Wawancara dengan Komite Madrasah Jabatan : Kepala Madrasah di MI Al-Ma’arif Kebumen
Hari/Tanggal : Senin, 3 Maret 2017 Tempat : Rumah Khadziq Faisol Waktu : 15.00-16.00
1. Ketua saya sendiri untuk anggota nanti lihat diprofil madrasah ada.
2. Untuk membantu madrasah agar lebih bisa maju terutama kaitannya dengan sarana prasarana dan hubungannya dengan masyarakat disekitar sini. Karena kami selaku komita juga turut mempromosikan madrasah. 3. Mutu di MI sini sudah bagus karena jumlah siswanya dari tahun ke tahun
meningkat. Selain itu siswa-siswa disini sering mendapatkan juara dalam mengikuti perlombaan.
4. Kami selalu mengadakan rapat rutin per tiga bulan sekali. Didalam rapat tersebut kami membuat program-program baik program jangka panjang, menengah maupun pendek.
5. Setiap membuat program kerja kami selalu mengadakan pembagian tugas sehingga masing-masing anggota mempunyai tugas yang berbeda-beda. 6. Dalam rapat kami meminta kepada para guru untuk melaporkan nilai
anak-anak apakah sudah sesuai dengan KKM atau belum. Jika belum maka kami akan memberikan arahan dan perbaikan.
7. Harmonis. Kami selalu berkoordinasi dengan warga madrasah apalagi kalau ada program kerja baru.
8. Belum punya. Karena faktor kesibukan dari masing-masing anggota. 9. Masyarakat sekitar sangat mendukung kami apalagi warga madrasah.
Mereka sangat antusias ketika kami selaku komite mengadakan acara yang berkaitan dengan kemasyarakatan.
DAFTAR PERTANYAAN
KINERJA KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH
1. Sudah berapa tahun bapak menjabat sebagai kepala madrasah?
2. Selain menjadi kepala madrasah apakah Bapak mempunyai jabatan lain? 3. Apa motivasi Bapak menjadi kepala madrasah di MI Al-Ma’arif
Kebumen?
4. Bagaimana Bapak memaknai mutu pendidikan khususnya pendidikan Madrasah di MI Al-Ma’arif Kebumen?
5. Bagaimana strategi peningkatan mutu di MI Al-Ma’arif Kebumen?
6. Bagaimana upaya Bapak dalam meluluskan peserta didik yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan?
7. Bagaimana hubungan kerja antara kepala madrasah dengan guru di di MI Al-Ma’arif Kebumen?
8. Bagaimana hubungan kerja antara komite dengan kepala madrasah di MI Al-Ma’arif Kebumen?
9. Apa faktor pendukung dalam melaksanakan berbagai program di MI
Al-Ma’arif Kebumen?
10.Apa faktor penghambat dalam melaksanakan berbagai program di MI
Transkip Wawancara dengan Kepala Madrasah
Jabatan : Kepala Madrasah di MI Al-Ma’arif Kebumen
Hari/Tanggal : Senin, 27 Februari 2017 Tempat : Kantor Kepala Madrasah Waktu : 08.00-10.00
1. Saya menjabat sebagai Kepala Madrasah dari tahun 1990 atas tunjukan dari yayasan kemudian diusulkan ke pemerintah tahun 2004.
2. Secara formal tidak ada. Non formal sebagai ketua KKM di Kecamatan Banyubiru.
3. Motivasi saya sebagai laki-laki yang menyandang status PNS sehingga agak gesit, cepet dalam kegiatan apapun. Selain itu pada tahun 1990 yang bisa naik kendaraan baru saya sendiri.
4. Sudah bagus. Saya meneruskan saja dalam meningkatkan mutu di madrasah ini bersama-sama dengan guru.
5. Melalui ekstrakurikuler, les-les, baca Al-Qur’an melalui metode Yanbua dan
Qiroati.
6. Dari kelas 4-5 menambahkan materi. Kelas 6 penambahan jam dengan mendatangkan guru les. keluar dari MI peserta didik sudah bisa baca Al-Quran dengan baik, tahlil, sunnah-sunnah Rosul, dan pidato.
7. Harmonis, saya anggap seperti keluarga sendiri sehingga kami sering bertukar pendapat mengenai program-program madrasah dalam rangka meningkatkan mutu disini. Jika sifatnya penting maka diadakan rapat.
8. Harmonis, pertemuan rutin 3 bulan sekali selalu dilaksanakan akan tetapi jika sifatnya penting kami mengundang komite madrasah.
9. Masyarakat, guru dan tokoh-tokoh masyarakat sangat antusias.
10. Ada sebagian masyarakat yang kurang sependapat dengan program MI karena dekat dengan SD jadi sebagian tersebut berpihak pada SD.
DAFTAR PERTANYAAN MUTU SARANA DAN PRASARANA
1. Bagaimana kondisi sarana dan prasarana di MI Al-Ma’arif Kebumen saat
ini?
2. Berapa luas lahan MI Al-Ma’arif Kebumen?
3. Apakah di MI Al-Ma’arif Kebumen sudah memiliki surat pendirian bangunan madrasah?
4. Apakah jumlah rombel dengan banyak siswa sudah terpenuhi?
5. Apakah ruang kantor seperti ruang guru dan kepala madrasah sudah ada? 6. Bagaimana kondisi bangunan madrasah dan prasarana yang ada?
7. Bagaimana perawatan sarana prasarana yang sudah ada?
8. Dalam rangka meningkatkan mutu sarana dan prasarana, strategi apa yang dilakukan oleh madrasah?
9. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan madrasah dalam memperbaiki sarana dan prasarana?
10.Apakah ada faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan mutu sarana prasarana di MI Al-Ma’arif Kebumen? Bagaimana cara
Transkip Wawancara dengan Kepala Madrasah
Jabatan : Kepala Madrasah di MI Al-Ma’arif Kebumen Hari/Tanggal : Rabu, 04 April 2017
Tempat : Kantor Kepala Madrasah Waktu : 08.00-09.00
1. Kondisinya sudah bagus. Akan tetapi disini masih kekurangan lahan sehingga dalam menerima siswa tidak bisa lebih banyak lagi.
2. Luas tanah 2.436 m2. Untuk rinciannya bisa dilihat diprofil madrasah. 3. Al khamdulillah sudah. Buktinya madrasah ini sudah ada piagam
pendirian.
4. Untuk jumlah rombel dengan jumlah siswa sudah terpenuhi. 5. Al khamdulillah sudah ada dengan kondisi baik.
6. Gedung madrasah dalam kondisi baik untuk prasarana yang ada, sebagian mengalami rusak ringan.
7. Kami selalu berkoordinasi dengan komite dan guru dalam rapat rutin 3 bulan sekali. Dalam rapat itu kita melaporkan sarana prasarana apa yang dibutuhkan dan yang diperbaiki. Sehingga kami bersama-sama mencarikan solusi untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
8. Saya selaku kepala madrasah meminta guru untuk merawat sarana prasarana yang sudah ada. Dalam meningkatkan mutu sarana prasarana kami berusaha dengan komite madrasah menggalang dana secara kerja sama dari berbagai pihak. Contohnya dengan pabrik-pabrik.
9. Ya itu tadi, dalam memperbaiki sarana prasarana yang sudah ada kami sepakat untuk selalu merawatnya dengan baik. Contohnya ketika menggunakan laptop, tidak dianjurkan untuk dibawa pulang. Guru hanya boleh menggunakan laptop untuk keperluan madrasah saja.
10.Faktor pendukung pasti ada. Yaitu dari komite madrasah yang sangat antusias dengan madrasah. Mereka bersama-sama dengan anggota mencari dana trobosan untuk memperbaiki mutu sarana prasarana MI sini. Kalau
penghambatnya mengenai sarana prasarana sini hanya karena pada faktor penggunaanya. Hanya ada beberapa guru saja yang menguasai fasilitas madrasah yang ada.
DAFTAR PERTANYAAN
MUTU SDM MI AL-MA’ARIF KEBUMEN
1. Berapa jumlah pegawai di MI Al-Ma’arif Kebumen?
2. Bagaimana status pegawai di MI Al-Ma’arif Kebumen?
3. Apakah ijazah atau sertifikasi yang dimiliki guru sudah relevan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku?
4. Apakah guru memiliki RPP setiap mau mengajar?
5. Bagaimana jumlah rata-rata kehadiran guru dalam waktu satu semester termasuk guru yang melakukan tugas kedinasan?
6. Apakah Bapak memiliki surat pengalaman mengajar ketika mau diangkat sebagai kepala madrasah?
7. Bagaimana upaya kepala madrasah dalam meningkatkan mutu SDM MI Al-Ma’arif Kebumen?
8. Apa faktor pendukung kepala madrasah dalam meningkatkan mutu SDM MI Al-Ma’arif Kebumen?
9. Apa faktor penghambat kepala madrasah dalam meningkatkan mutu SDM MI Al-Ma’arif Kebumen?
10.Bagimana cara mengatasi faktor penghambat dalam meningkatkan mutu SDM MI Al-Ma’arif Kebumen?
Transkip Wawancara dengan Kepala Madrasah
Jabatan : Kepala Madrasah di MI Al-Ma’arif Kebumen Hari/Tanggal : Rabu, 04 April 2017
Tempat : Kantor Guru Waktu : 08.00-09.00
1. 17 pegawai yaitu 14 menjabat sebagai guru 1 sebagai kepala madrasah, 13 sebagai guru , dan 2 sebagai karyawan.
2. Yang status PNS ada 4 guru yang 13 orang masih wiyata.
3. Belum. Akan tetapi peraturan yang menyatakan mengajar harus sesuai dengan ijazahnya kan berlaku sampai saat ini. Buktinya setiap kami mengerjakan emis masih dapat diterima.
4. RPP sudah ada. Tapi dibuat guru terkadang sebelum pembelajaran terkadang sesudah pembelajaran.
5. Jumlah rata-ratanya 85% harus hadir dari jumlah tanggal kehadiran. 6. Punya. Buktinya ini ada SK dari MI yang dulu saya ajar.
7. Upaya saya dalam meningkatkan mutu SDM di MI sini saya lebih memprioritaskan kedisiplinan dan tanggung jawab guru dalam mengemban tugasnya. Dua pokok itu yang pertama kali saya lakukan semenjak saya menjadi kepala madrasah. Kedisiplinan itu baik berupa kedisiplinan mengajar maupun admnistrasi guru.
8. Saya mendapatkan dukungan yang luar biasa dari para dewan guru. Awalnya saya minder untuk dijadikan kepala madrasah akan tetapi mereka sangat mendukung saya sehingga saya menjadi percaya diri dalam meningkatkan mutu madrasah disini. Terlebih lagi guru-guru disini sifatnya legowo. Ketika diberi motivasi dan peringatan mereka dengan senang hati mau menerimanya. Sehingga melalui rapat 3 bulan sekali kami selalu adakan evaluasi diri dan evaluasi madrasah.
9. Memberikan pelatihan guru mengenai cara meningkatkan kwalitas guru belum terlaksanakan. Sehingga kami sudah melakukan evaluasi diri namun untuk pembenahan belum terlaksanakan.
10.Cara mengatasinya dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran seperti kami menerapkan metode qiroati dan yanbua dalam pembelajaran baca Al Quran.
DAFTAR PERTANYAAN
KINERJA KOMITE MADRASAH
1. Siapa ketua dan anggota dari komite madrasah di MI Al-Ma’arif
Rowoboni?
2. Apa tujuan dibentuknya Komite Madrasah di MI Al-Ma’arif Rowoboni?
3. Bagaimana Bapak memaknai Mutu Pendidikan khususnya pendidikan Madrasah Ibtidaiyah di MI Al-Ma’arif Rowoboni?
4. Bagaimana strategi peningkatan mutu di MI Al-Ma’arif Rowoboni?
5. Bagaimana Komite Madrasah menentukan program kerja, membagi
tanggung jawab
kepada anggotanya, melaksanakan program kerjanya, dan mengevaluasi program kerjanya?
6. Bagaiman upaya pengembangan kualitas peserta didik di MI Al-Ma’arif
Rowoboni?
7. Bagaimana hubungan kerja antara komite dan kepala madrasah di MI
Al-Ma’arif Rowoboni?
8. Apakah komite madrasah memiliki jam kerja tersendiri dalam rangka meningkatkan mutu madrasah?
9. Apa faktor pendukung pengelolaan komite Madrasah di MI Al-Ma’arif
Rowoboni?
10.Apa faktor penghambat pengelolaan komite Madrasah di MI Al-Ma’arif
Transkip Wawancara dengan Komite Madrasah Jabatan : Kepala Madrasah di MI Al-Ma’arif Kebumen
Hari/Tanggal : Senin, 3 Maret 2017 Tempat : Rumah Solikin Waktu : 20.00-21.00
1. Saya sendiri anggotanya sudah dirubah jadi bisa lihat diprofil. 2. Untuk mendukung madrasah dalam mendidik peserta didik.
3. Mutu di MI Rowoboni sudah baik. Buktinya jumlah murid dari tahun ke tahun meningkat. Dulu pada tahun 2005 hanya 15 siswa sekarang sudah lumayan.
4. Saya melalukan evaluasi pembelajaran di MI setiap 3 bulan sekali.
5. Dengan membagikan tugas ke anggota dan guru dan disetiap akhir acara kami mengadakan pertemuan lagi untuk pelaporan dan evaluasi.
6. Setiap mau ada ujian kami mengadakan mujahadah bersama, komunikasi dengan guru dan kepsek untuk diadakan jam tambahan dan les-les.
7. Kepala sekolah terbuka dengan saya. Setiap ada permasalahan selalu dilaporkan ke saya. Ketika ada program madrasah selalu minta pendapat saya dan mengundang rapat jika sifatnya penting.
8. Belum karena faktor kesibukan. Mayoritas kami petani.
9. Masyarakat dan guru antusias dengan kami. Ketika kami mengadakan acara mereka semangat dalam mengerjakan tugasnya.
10.Belum bisa mengadakan rapat rutin. Sehingga menghambat dalam menerapkan program-program baru untuk meningkatkan mutu madrasah.
DAFTAR PERTANYAAN
KINERJA KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH
1. Sudah berapa tahun bapak menjabat sebagai kepala madrasah?
2. Selain menjadi kepala madrasah apakah Bapak mempunyai jabatan lain? 3. Apa motivasi Bapak menjadi kepala madrasah di MI Al-Ma’arif
Rowoboni?
4. Bagaimana Bapak memaknai mutu pendidikan khususnya pendidikan Madrasah di MI Al-Ma’arif Rowoboni?
5. Bagaimana strategi peningkatan mutu di MI Al-Ma’arif Rowoboni?
6. Bagaimana upaya Bapak dalam meluluskan peserta didik yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan?
7. Bagaimana hubungan kerja antara kepala madrasah dengan guru di di MI Al-Ma’arif Rowoboni?
8. Bagaimana hubungan kerja antara komite dengan kepala madrasah di MI Al-Ma’arif Rowoboni?
9. Apa faktor pendukung dalam melaksanakan berbagai program di MI
Al-Ma’arif Rowoboni?
10.Apa faktor penghambat dalam melaksanakan berbagai program di MI
Transkip Wawancara dengan Kepala Madrasah
Jabatan : Kepala Madrasah di MI Al-Ma’arif Rowoboni
Hari/Tanggal : Rabu, 1 Maret 2017 Tempat : Kantor Kepala Madrasah Waktu : 09.00-11.00
1. Sejak tahun 2010 tanpa SK (tunjukan dari teman-teman dan komite madrasah) kemudian tahun 2013 baru dengan SK.
2. Saya menjadi wakil ketua KKM Kecamatan Banyubiru.
3. Pertimbangan operasional karena teman-teman masih wiyata. Ngalahi karena saya sudah PNS. Melihat kondisi MI sedang butuh perjuangan. 4. Mutu disini sudah bagus. Dibandingkan dengan MI/SD yang lain tidak
kalah. Buktinya hasil ujian disini dapat 10 besar se kecamatan Banyubiru. Lomba di sekolah juga pada garis standar. Mutu disini banyak faktornya antara lain faktor guru, siswa dan sarana prasarana.
5. Genjot guru, guru harus dimaksimalkan berangkat pagi. Dulu berangkat 07.30 sekarang jam 07.00 tepat sudah masuk kelas.
6. Guru kelas 6 saya beri motivasi untuk selalu berkomunikasi dengan wali siswa dan guru-guru yang lain.
7. Guru adalah keluarga bagi kami. Jadi kami berusaha untuk selalu menginformasikan mengenai segala informasi. Sebagai contoh ketika ada pemberkasan kami selalu saling membantu.
8. Komite sudah terbentuk, akan tetapi sumbangsihnya masih kurang. Disini komite sifatnya hanya mendukung, jadi belum bisa dijadikan sebagai teman diskusi.
9. Program kerja dengan komite madrasah secara tertulis belum ada.
10.Pertemuan rutin dengan komite seharusnya 3 bulan sekali belum dilaksanakan sehingga menghambat program kerja madrasah.
DAFTAR PERTANYAAN MUTU SARANA DAN PRASARANA
1. Bagaimana kondisi sarana dan prasarana di MI Al-Ma’arif Rowoboni saat
ini?
2. Berapa luas lahan MI Al-Ma’arif Rowoboni?
3. Apakah di MI Al-Ma’arif Rowoboni sudah memiliki surat pendirian
bangunan madrasah?
4. Apakah jumlah rombel dengan banyak siswa sudah terpenuhi?
5. Apakah ruang kantor seperti ruang guru dan kepala madrasah sudah ada? 6. Bagaimana kondisi bangunan madrasah dan prasarana yang ada?
7. Bagaimana perawatan sarana prasarana yang sudah ada?
8. Dalam rangka meningkatkan mutu sarana dan prasarana, strategi apa yang dilakukan oleh madrasah?
9. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan madrasah dalam memperbaiki sarana dan prasarana?
10.Apakah ada faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan mutu sarana prasarana di MI Al-Ma’arif Rowoboni? Bagaimana cara
Transkip Wawancara dengan Kepala Madrasah
Jabatan : Kepala Madrasah di MI Al-Ma’arif Rowoboni Hari/Tanggal : Rabu, 04 April 2017
Tempat : Kantor Guru Waktu : 09.30-11.00
1. Kondisinya kurang bagus. Sarana prasarana di MI sini masih banyak yang rusak. Hanya ada beberapa saja yang dalam kondisi baik. Untuk lebih jelasnya nanti lihat di profil madrasah.
2. Luas tanah 950 m2.
3. Belum ada. Ini baru proses meminta surat ijin tapi belum jadi. Sebenarnya dulu sudah ada tapi hilang karena kebanjiran pada tahun 2005.
4. Untuk jumlah rombel dengan jumlah siswa sudah terpenuhi. Akan tetapi mengalami rusak ringan.
5. Al khamdulillah sudah ada dengan kondisi ya seperti ini atau cukuplah. 6. Gedung madrasah dalam kondisi baik untuk prasarana yang ada, sebagian
mengalami rusak.
7. Kami selalu berkoordinasi dengan mengundang komite madrasah dan dewan guru. Dalam pertemuan itu kita melaporkan sarana prasarana apa yang dibutuhkan dan yang diperbaiki.
8. Dengan meminta guru-guru untuk dapat memanfaatkan sarana prasarana yang ada dan merawatnya.
9. Dalam memperbaiki sarana prasarana kami dengan komite madrasah menggalang dana dari masyarakat sekitar. Masyarakat boleh menyumbangkan dalam bentuk material maupun non material. Contohnya ketika tahun 2005 kami mengalami kebanjiran. Pada waktu itu kami mengundang komite untuk mencari solusinya.
10.Dukungannya dari masyarakat sekitar yang mulai percaya terhadap mutu madrasah sini. Untuk penghambatnya kami dengan komite madrasah
belum mempunyai program kerja tersendiri dalam meningkatkan mutu sarana prasana madrasah.
DAFTAR PERTANYAAN
MUTU SDM MI AL-MA’ARIF ROWOBONI
1. Berapa jumlah pegawai di MI Al-Ma’arif Rowoboni?
2. Bagaimana status pegawai di MI Al-Ma’arif Rowoboni?
3. Apakah ijazah atau sertifikasi yang dimiliki guru sudah relevan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku?
4. Apakah guru memiliki RPP setiap mau mengajar?
5. Bagaimana jumlah rata-rata kehadiran guru dalam waktu satu semester termasuk guru yang melakukan tugas kedinasan?
6. Apakah Bapak memiliki surat pengalaman mengajar ketika mau diangkat sebagai kepala madrasah?
7. Bagaimana upaya kepala madrasah dalam meningkatkan mutu SDM MI Al-Ma’arif Rowoboni?
8. Apa faktor pendukung kepala madrasah dalam meningkatkan mutu SDM MI Al-Ma’arif Rowoboni?
9. Apa faktor penghambat kepala madrasah dalam meningkatkan mutu SDM MI Al-Ma’arif Rowoboni?
10.Bagimana cara mengatasi faktor penghambat dalam meningkatkan mutu SDM MI Al-Ma’arif Rowoboni?
Transkip Wawancara dengan Kepala Madrasah
Jabatan : Kepala Madrasah di MI Al-Ma’arif Rowoboni Hari/Tanggal : Rabu, 04 April 2017
Tempat : Kantor Guru Waktu : 09.30-11.00
1. Ada 6 pegawai. 1 sebagai guru dan kepala madrasah 5 sebagai guru kelas. 2. Yang berstatus PNS 1 orang yaitu kepala madrasah sedangkan 5 orang
berstatus wiyata.
3. Belum sesuai dengan ijazahnya.
4. Belum. Mengenai administrasi madrasah kami belum dalam kategori bagus karena kami kekurangan guru sehingga dalam pembagian tugas