• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

2. Kontribusi Masyarakat Melalui Sumbangan Pikiran

Mengajak masyarakat untuk terlibat dalam pekerjaan proyek pembangunan jalan bukanlah hal mudah. Hal ini karena, masyarakat selalu beranggapan bahwa proyek-proyek pembangunan jalan merupakan proyek pemerintah yang pada dasarnya mempunyai anggaran yang cukup untuk melaksanakan proyek-proyek pembangunan jalan tersebut. Oleh karena itu, setiap orang yang terlibat dalam pekerjaan proyek-proyek itu harus mendapat upah.

Pada awalnya, masyarakat di kecamatan Alla cenderung tidak mau berpartisipasi. Namun setelah mendapat pengarahan dari Kepala Desa beserta aparatnya dan dari pemerintah kecamatan Alla, juga tokoh-tokoh masyarakat maka masyarakat mulai memahami dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya dalam proses pelaksanaan proyek pembangunan jalan.

Hasil wawancara dari kepala Camat Alla (HP) bahwa:

“pada tahap pelaksanaan terlihat sekali sebagian besar partisipasi masyarakat dalam bentuk memberikan masukan atau usulan yaitu sebesar 83,33%atau 45 orang dan sisanya tidak memberikan partisipasi adalah 9 orang 16,67%. Tidak terdapat masyarakat yang memberikan kritik. Hal ini menunjukkan bahwa dalam tahap perencanaan semua masyarakat mendukung program ini.

(wawancara, HP,12 Juli 2016.Pukul 10.00)”

Berdasarkan hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa masyarakat benar-benar turut berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan jalan desa , mereka menginginkan jalanan desa tersebut dapat terselesaikan dengan cepat.

Hasil Wawancara dari salah seorang Kepala Desa di kecamatan Alla (HR) menyatakan bahwa:

“bentuk partisipasi yang terbesar pada pelaksanaan pembangunan adalah sumbangan tenaga yang mencapai 77%, kemudian diikuti oleh sumbangan material matrial 18%, sumbangan dana sekitar 2%, serta yang terkecil berbentuk sumbangan tanah dan tanam tumbuhyaitu 3%. (wawancara, HR,11 Juli 2016. Pukul 10.00)”

Berdasarkan hasil wawancara diatas menunjukan bahwa pastisipasi masyarakat sangat baik dimana masyarakat yang berpartisipasi didalamnya menyumbangkan tenaga, dan dana.

Hasil wawancara dari ketua BPD Taulo (HK) bahwa ;

“Terlihat partisipasi masyarakat yang terbesar pada pelaksanaan pembangunan jalan Desa Taulo adalah keaktifan masyarakat untuk berpartisipasi yang mencapai 50% atau 27 orang kemudian diikuti oleh kurang aktif 18 orang atau 33,33% dan tidak aktif adalah 9orang atau 16,67%. (wawancara, HK, 12 Juli 2016. Pukul 10.00).”

Berdasarkan hasil wawancara tersebut diatas menunjukan bahwa partisipasi masyarakatnya sangat aktif dalam bekerja pembangunan jalan desa.

Demikian juga yang dikemukakan oleh salah seorang tokoh masyarakat Desa Taulo :

“Pada proyek pembangunan jalan desa penggalian gagasannya dilaksanakan mulai tingkat dusun hingga tingkat desa” (Hasil wawancara KK, 11 Juli 2016 Pukul 11.00).”

Berdasarkan hasil wawancara diatas yaitu penggalian gagasan yang di maksudkan oleh Kahar kantoro itu tidak jauh dari penjelasan tentang penggalian usulan yang di ungkapkan oleh ketua BPD. Penggalian usulan yang dimaksudkan oleh ketua BPD Taulo itu dimana masyarakat dikumpulkan dalam satu tempat guna menghasilkan keputusan bersama antar satu warga dengan warga lain.

Hasil wawancara dari ketua BPD (HK) bahwa ;

“Dalam penggalian usulan, digali dari setiap dusun, apakah di satu dusun itu dilakukan hanya sekali ataukah lebih dari sekali dengan titik lokasi yang berbeda, bergantung dari kondisi geografis dusun tersebut (susah dijangkau karena medannya yang sulit ataukah faktor lainnya) ini supaya semua kebutuhan masyarakat yang mendesak dapat tercover” (Hasil wawancara HK12 Juli 2016 Pukul 15.00).”

Berdasarkan hasil wawancara diatas bahwa penggalian usulan yang dimaksudkan oleh ketua BPD itu dimana masyarakat dikumpulkan dalam satu tempat guna menghasilkan keputusan bersama antar satu warga dengan warga lain. Masyarakat yang mendesak dapat tercover maksudnya dimana masyarakat jika membutuhkan sesuatu dapat terlaksanakan atau berjalan dengan aman dan lancar.

Demikian juga yang dikemukakan oleh salah seorang tokoh masyarakat Desa Pana:

“Setiap ada sesuatu yang akan dikerjakan, misalnya membicarakan masalah pembangunan, maka pemerintah desa selalu menyampaikan kepada masyarakat, mereka tak bertindak sendiri”( Hasil wawancara SK, 9 Juli 2016 Pukul 14.00).”

Berdasarkan hasil wawancara diatas bahwa bertindak sendiri disini maksudnya masyarakat bekerja sendiri ataupun mengeluarkan pendapat tetapi mereka di kumpulkan dalam suatu tempat untuk melakukan suatu rapat guna menghasilkan suatu keputusan masyarakat bersama.

Demikian juga yang dikemukakan oleh salah seorang tokoh masyarakat salah satu desa di kecamatan Alla :

“Saya juga salut kepada pemerintah desa khususnya , bahwa mereka benar-benar terlibat dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Misalnya, setiap kegiatan mereka selalu hadir dan di sanalah mereka memberi sosialisasi, sehingga tak adalagi istilah bahwa masyarakat tidak tahu” (Hasil wawancara KK,10 Juli 2016 Pukul 09.00).”

Berdasarkan hasil wawancara diatas bahwa, memberikan sosialisasi disini maksudnya dimana masyarakat selalu hadir dalam suatu rapat yang telah di lakukan oleh kepala desa dikecamatan Alla, misalnya kepala desa Taulo memberikan arahan kepada masyarakatnya. Informasi tersebut menunjukkan bahwa dukungan pemerintah desa dalam setiap kegiatan pembangunan yang dilakukan di desa sangat baik begitu pula dengan penyambutan dari masyarakat yang begitu antusias dalam setiap kegiatan pembangunan.

Demikian juga yang dikemukakan oleh kepala Desa Taulo bahwa :

“Dalam proyek pembangunan dari pemerintah daerah yang ditangani oleh BAPPEDA dengan menggunakan pihak ke-3, jangankan partisipasi masyarakat dalam bentuk, tenaga, keahlian, barang, atau uang, partisipasi masyarakat dalam bentuk pikiran pun tidak ada.Sangat tidak menarik, hanya saja masyarakat tidak dapat menolak.(Hasil wawancara HR, 9 Juli 2016 Pukul 09.00).”

Berdasarkan hasil wawancara diatas bahwa masyarakat dikumpulkalkan untuk membicarakan bersama mengenai program/proyek yang akan dilaksanakan sehingga masyarakat betul-betul berpartisipasi, mulai dari pikiran, tenaga, keahlian, barang kalau dibutuhkan, bahkan uang sekalipun.

Sesuai dengan defenisi yang diungkapkan oleh Rusidi dalam Siregar (2001:21) bahwasanya sumbangan pikiran masyarakat menyumbangkan ide – ide atau gagasan - gagasan, maka berdasarkan hasil analisis kerangka pikir di atas maka dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan jalan desa Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang sudah sesuai atau sudah sejalan, hal ini terlihat pada bentuk partisipasi masyarakat yang begitu antusias dalam setiap kegiatan pembangunan tersebut.

Dokumen terkait