BAB III METODE PENELITIAN
G. Keabsahan Data
3. Triangulasi Waktu
Waktu juga sering mempengaruhi kreadibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara dipagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehinggah lebih kreadibel.
35 A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum Kecamatan Alla
Kecamatan Alla dengan ibukota Belajen terletak ± 40 Km sebelah utara Kota Enrekang. Secara geografis luas wilayah Kecamatan Alla sebesar 34,66 Km² dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:
a. Sebelah Utara : Kabupaten Tana Toraja b. Sebelah Selatan : Kecamatan Anggeraja
c. Sebelah Timur : Kecamatan Malua dan Kecamatan Curio d. Sebelah Barat : Kecamatan Baroko dan kecamatan Angeraja
Topografi Wilayah Kecamatan Alla pada umumnya bervariasi, berupa perbukitan, pegunungan, lembah dan sungai dengan ketinggian 500-1.500 meter dari permukaan laut serta tidak mempunyai wilayah pantai dengan suhu rata-rata 170-190C.
Ditinjau dari aspek pengembangan wilayah, perekonomian maupun secara geografis, wilayah Kecamatan Alla amat potensial untuk pengembangan pertanian tanaman pangan dan hortikultura serta tanaman perkebunan dan kehutanan.
2. Kondisi Pemerintahan
Kecamatan Alla merupakan salah satu dari 5 (lima) Kecamatan induk di Kabupaten Enrekang yang terbentuk pada tanggal 16 Juli 1967, walaupun tergolong tua Kecamatan Alla siap menghadapi tantangan dari segala bentuk dan siap memberikan pelayanan terhadap masyarakat secara optimal. Sebagai Kecamatan tertua, Kecamatan Alla masih perlu banyak belajar dan terus berbenah, apalagi dengan tuntutan perkembangan manajemen pemerintahan yang pesat. Sejak peresmian Kecamatan Alla, sampai saat ini Kecamatan Alla sudah genap usia ± 47 (Empat Puluh Tujuh) Tahun dengan sederet Camat yang pernah menduduki adalah sebagai berikut :
a) Kapten Inf. M. Ilyas b) Kapten Inf. Barana c) Mustafa Tabbu BA.
d) Drs. Suratman
e) Baharuddin Djillang, BA f) Drs. Chairul Latanro g) Hamzah Surakati, BA h) Suparman P. SH.
i) Kamaruddin Tahir j) Muzakkir S.Sos
k) Chandra Djaja, S.Pd, M.Si
l) Drs. Hanapi Anggoro (sementara menjabat)
Dari sisi manajemen pemerintahan wilayah Kecamatan Alla terbagi dalam satuan wilayah yang lebih kecil yaitu terdiri dari 8 (delapan) desa/kelurahan, yaitu :
a) Desa Mata Allo b) Desa Bolang c) Desa Taulo d) Desa Sumillan e) Desa Pana
f) Kelurahan Kambiolangi g) Kelurahan Kalosi h) Kelurahan Buntu Sugi
3. Kondisi Demografis
Jumlah penduduk kecamatan Alla per 31 Desember 2013, menurut registrasi dan laporan kependudukan sebesar 22.520 jiwa yang terdiri dari 11.594 jiwa penduduk laki-laki dan 11.057 jiwa penduduk perempuan. Konsentrasi penduduk terbesar berada pada wilayah Kelurahan Kambiolangi sebesar 5.437 jiwadengan kepadatan penduduk 1.553,4 jiwa/km2.Sedangkan konsentrasi penduduk paling sedikit berada pada wilayah Desa Taulo dengan jumlah penduduk 1.282 jiwa dengan kepadatan penduduk 308,9 jiwa/km2.Dengan luas wilayah sekitar 34,66 Km², maka kepadatan penduduk Kecamatan Alla adalah 649,7 jiwa per Km².
Keadaan jumlah penduduk Kecamatan Alla tahun 2013 dengan jumlah dengan rincian per desa dapat kita lihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 2, Data Jumlah Penduduk Kecamatan Alla Per 31 Desember 2013
No. Desa/Kelurahan
Sumber : Registrasi dan laporan kependudukan Kecamatan Alla, 31 Desember 2013.
4. Visi dan Misi Kecamatan Alla a. Visi
Mengacu pada tugas pokok dan fungsi Kantor Kecamatan Alla tidak terlepas dari Visi dam Misi organisasi. Visi secara singkat dapat disimpulkan sebagai suatu cara pandang jauh kedepan dan memberikan gambaran tentang keadaan masa depan yang diinginkan atau yang ingin dicapai. Dengan demikian Visi pada dasarnya mencakup suatu tujuan yang cukup luas dan menggambarkan aspirasi masa depan yang mutlak dalam aplikasinya memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi atau tenaga yang benar-benar professional
Bertitik tolak pada batasan arti penting Visi tersebut maka dirumuskan Visi Kantor Kecamatan Alla sebagi berikut:
”Mewujudkan Kecamatan Alla sebagai Kecamatan yang Profesional dalam penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan dan pelayanan masyarakat untuk mendukung Kabupaten Enrekang yang lebih maju, aman dan sejahtera tahun 2018”.
Visi tersebut mengandung makna :
1) Profesional dalam pemerintahan memiliki makna bahwa Kantor Kecamatan Alla mampu mengaktualisasikan peran dan fungsinya secara optimal dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan tanpa mengandung unsur Korupsi,Kolusi dan Nepotisme.
2) Pemberian Pelayanan Prima Kepada Masyarakat memiliki arti Pelayanan harus memiliki arah dan landasan yang kokoh untuk
mengatasi permasalahan masyarakat seiring dengan meningktnya persaingan,Tantangan dan tuntutan Masyarakat akan pelayanan Prima,transparan dan demokratis.
3) Pembangunan Yang Berhasil Guna mempunyai arti bahwa Penyelenggaraan Pembangunan dapat besinergi dengan program pemerintahan Kabupaten Enrekang yang merupakan Manipestasi dari rencana Pembangunan dan kebijakan pemerintah sekaligu arah dan patokan Penyelengaraan pemeintah dan Pembangunan daerah.
4) Tahun 2018 merupakan ukuran tercapainya rencana strategis dalam program kerja yang disusun, sedangkan pemilihan tahun 2018 mempunyai rentang waktu yang menunjukkan skala kinerja rencana pencapaian Program.
b. Misi
Misi merupakan sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh Kantor Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang, sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan. Dengan pernyataan misi diharapkan seluruh Pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat mengetahui dan mengenal keberadaan dan peran Kantor Kecamatan Alla kabupaten Enrekang dalam penyelenggarakan otonomi daerah Kabupaten Enrekang secara khusus dan penyelenggaraan pemerintahan negara secara umum. Misi sesuai dengan tugas pokok dengan memperhatikan masukan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dan memberikan peluang untuk perubahan sesuai perkembangan lingkungan stratejik yang
dihadapi, oleh karena itu Misi Kantor Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang adalah:
1) Mewujudkan kesesuain tugas aparatur Kecamatan berdasarkan proporsi tugas dan kewenangan dengan kapabilitas yang dimiliki yang sinergis dan harmonis.
2) Menciptakan masyarakat yang sehat lingkungan dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
3) Mewujudkan efektipitas dan efisiensi dalam pelayanan publikserta peningkatan produktifitas mutu pelayanan.
4) Mewujudkan peningkatan hasil dan mutuh pertanian masyarakat.
5) Memberdayakan seluruh potensi Kecamatan Alla dalam rangka peningkatan pendapatan Daerah guna mendukung terciptanya Visi dan Misi Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang.
5. Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kecamatan Alla Tahun 2013
a. Program dan Kegiatan
Sebagai sebuah organisasi sektor publik, Kantor Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang mempunyai program dan kegiatan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu tertentu dengan memperhitungkan segala bentuk potensi, peluang, dan kendala yang ada atau mungkin timbul.
Selanjutnya, sasaran yang ingin dicapai dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tiap tahunnya tertuang dalam Formulir Rencana Kinerja Tahunan.
Program dan kegiatan Kantor Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang disusun sebagai alat kendali dan tolok ukur bagi manajemen dalam penyelenggaraan pemerintahan serta untuk penilaian keberhasilan. Di samping itu, program kegiatan yang disusun juga ditujukan untuk memacu penyelenggaraan pemerintahan agar lebih terarah dan menjamin tercapainya sasaran stratejik.
Program merupakan penjabaran dari kebijakan tentang langkah-langkah yang akan diambil sesuai kebutuhan dan diharapkan dapat menyelesaikan kendala-kendala yang dihadapi akan tetapi harus tetap konsisten dengan visi misi Kantor Kecamatan Alla. Pelaksanaan kegiatan pembangunan, pemerintahan dan pembinaan kemasyarakatan pada SKPD Kantor Kecamatan Alla memerlukan akselerasi yang diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Enrekang. Untuk itu penyelarasan visi dan misi SKPD Kantor Kecamatan alla harus menjadi suatu komponen yang mendukung bagi terwujudnya visi dan misi Kabupaten Enrekang sebagai pedoman pelaksanaan aktivitas kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan.
Penetapan program pada SKPD Kantor Kecamatan Alla disusun berdasarkan pada pemetaan masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi yang melekat pada Kantor Kecamatan Alla. Setelah permasalahan pada SKPD Kantor Kecamatan Alla dapat teridentifikasi kemudian disusun beberapa program yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan-permasalahan yang melekat pada SKPD Kantor Kecamatan Alla. Dalam penyusunan program pada SKPD Kantor Kecamatan Alla digunakan kajian regulasi berupa Undang-undang, Peraturan Pemerintah, PERDA dll serta upaya sinkronisasi dengan SKPD terkait
lainnya. Hal ini sangat penting mengingat penyusunan program pada tingkat SKPD merupakan embrio bagi percepatan terhadap terwujudnya visi dan misi Kabupaten Enrekang.
Melalui program yang ditetapkan pada SKPD Kantor Kecamatan Alla tentunya akan memberikan gambaran umum terhadap pencapaian kinerja dan hasil kinerja yang akan dicapai. Dengan demikian dapat diketahui secara dini hal-hal yang harus dibenahi dan direncanakan pada SKPD Kantor Kecamatan Alla untuk beberapa tahun ke depan guna mewujudkan visi dan misi SKPD serta visi dan misi Kabupaten Enrekang dengan demikian diharapkan pencapaian tujuan berpemerintahan akan berjalan secara bertahap (gradual), berkelanjutan terukur dan akuntabel dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk maksud tersebut maka program-program yang telah dilaksanakan dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kantor Kecamatan Alla pada Tahun Anggaran 2013 adalah :
1) Program Perencanaan Tata Ruang
1.1 Fasilitasi peningkatan peran serta masyarakat dalam perencanaan tata ruang.
2) Program Perencanaan Pembangunan Daerah
2.1 Penyelenggaraan Musrenbang Tingkat Kecamatan Alla
a) Penyusunan rencana pembangunan dari tingkatan terbawah dari masyarakat yaitu Dusun (Bottom Up);
b) Penyusunan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat;
c) Penyusunan rencana kegiatan berdasarkan partisipasi warga.
3) Program Perencanaan Prasarana Wilayah dan SDA 3.1 Penyelenggaraan program PNPM - PISEW
a) Merumuskan perencanaan prasarana wilayah dan sumber daya alam di seluruh desa dan dusun;
b) Penyusunan prioritas prasarana wilayah dan sumber daya;
c) Penyusunan rencana kegiatan berdasarkan partisipasi warga melalui musyawarah dusun, musyawarah desa, dan musyawarah di tingkat kecamatan.
4) Program Penyelesaian Konflik-Konflik Pertanahan
1.1 Fasilitasi Penyelesaian Konflik-Konflik Pertanahan
a) Melakukan pertemuan atau musyawarah dengan para pihak yang bersengketa untuk mencari solusi penyelesaian secara kekeluargaan;
b) Melakukan peninjauan lapangan terhadap objek yang dipersengketakan
c) Membuat surat perjanjian antar para pihak yang bersengketa apabila telah ada penyelesaian yang diambil secara musyawarah dan kekeluargaan.
5) Program Pemeliharaan Kantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal 5.1 Penanganan dan Pemeliharaan Kantibmas
a) Melakukan pertemuan dan dialog dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh komponen masyarakat di Kecamatan Alla mengenai potensi-potensi tindak kriminal dan solusi penyelesaian;
b) Melakukan pembinaan Kantibmas dan pencegahan tindak kriminal.
6) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
6.1. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air, dan listrik
Tersedianya perlengkapan komunikasi, air dan rekening kantor.
6.2. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan kantor
Tersedianya alat-alat pendukung penerangan kantor dan instalasi listrik gedung kantor.
6.3. Penyediaan bahan bacaan dan Peraturan Perundang-undangan
a) Mewujudkan budaya gemar membaca dikalangan pegawai dan masyarakat;
b) Mewujudkan wawasan dan kesadaran keilmuan dan hukum terhadap aparatur pemerintah kecamatan.
6.4. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah
a) Terjalinnya koordinasi dan konsultasi yang lancar dan berkesinambungan antara instansi luar daerah;
b) Terjalinya program pemerintah dari tingkat yang lebih tinggi untuk penjabaran pada tingkat yang lebih rendah.
6.5. Koordinasi, konsolidasi dalam daerah dan peninjauan lapangan
Terjalinnya koordinasi antara instansi dalam daerah dan terjalinnya hubungan yang sinergis antar SKPD.
6.6. Pengelolaan administrasi keuangan dan perkantoran
a) Penyusunan pelaporan keuangan dan perkantoran sesuai dengan peraturan yang berlaku;
b) Mewujudkan sistem administrasi keuangan yang tertata sesuai dengan kaidah pembukuan;
c) Tersedianya kelengkapan konsumsi setiap rapat dan kegiatan d) Terwujudnya kenyamanan aparatur pemerintah dalam bekerja 6.7. Penyediaan peralatan kebersihan dan perlengkapan dapur
Menciptakan kantor yang bersih dan sehat.
7) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 7.1. Pemeliharaan rutin/berkala Rumah Jabatan
Terciptanya kondisi rumah jabatan yang bersih, sehat dan layak huni.
7.2. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor
Terciptanya kantor yang bersih dan nyaman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
7.3. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional
a) Tersedianya sarana transportasi yang layak untuk kelancaran tugas-tugas dinas dan operasional lainnya;
b) Meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.
7.4. Pemeliharaan/berkala peralatan gedung kantor
Terciptanya peralatan kantor yang terawat dan nyaman serta mampu bertahan lama.
8) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
8.1. Pendidikan, pelatihan, Diklat tehnis tugas, dan fungsi PNS
a) Peningkatan kualitas aparat pemerintah kecamatan melalui pendidikan dan pelatihan secara berjenjang dan pelatihan kompetensi;
b) Pembinaan aparatur kecamatan dan peningkatan pemahaman Tugas dan fungsi masing-masing seksi.
9) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
9.1. Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja (LAKIP) Kantor Camat Alla;
9.2. Penyusunan laporan keuangan bulan, triwulan & semesteran;
9.3 Penyusunan laporan keuangan akhir tahun;
9.4. Penyusunan Rencana Kerja SKPD yang bersinergi dengan Rencana Kerja Kabupaten.
10) Program Sinkronisasi Perencanaan dan Penganggaran SKPD
10.1. Penyusunan RKA-SKPD
10.2. Penyusunan DPA-SKPD
11) Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah 11.1. Intensifikasi dan eksentifikasi sumber-sumber PAD
a) Tercapainya target PAD yang dibebankan daerah kepada kecamatan;
b) Mampu menciptakan masyarakat yang sadar pajak dan retribusi.
12) Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Desa 12.1. Pembinaan Aparat Desa dan Kelurahan
a) Peningkatan kualitas aparat desa melalui berbagai pembinaan yang dilakukan;
b) Mendorong peningkatan koordinasi antar aparatur desa;
c) Menjalin kerjasama yang harmonis dengan pemerintah desa.
12.2. Pembinaan, Pengawasan, dan evaluasi ADD
a) Terciptanya kualitas penggunaan Dana ADD yang tepat sasaran;
b) Terciptanya laporan penggunaan Dana ADD yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
13) Program Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan
13.1. Pemberdayaan Lembaga dan Organisasi Masyarakat Desa Terciptanya partisipasi aktif dari lembaga dan organisasi mansyarakat desa dalam pembangunan
14) Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa
14.1. Stimulasi pembangunan berbasis masyarakat.
a) Mendorong keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan;
b) Menguatkan kesadaran masyarakat untuk mandiri dan berusaha;
c) Mendorong perencanaan yang lebih partisipatif;
d) Melakukan pengawasan dan pembimbingan program pemberdayaan.
Tabel 3. Data program kecamatan Alla kabupaten Enrekang.
No Program kecamatan Alla Alokasi anggaran Realisasi anggaran 1 Perencanaan tata ruang Rp. 4.000.000 Rp. 4.000.000 2 Perencanaan pembangunan
Rp. 4.000.000 Rp. 4.000.000 5 Pengelolaan adsministrasi
Sumber data, kantor kecamatan Alla kabupaten Enrekang
6. Komposisi Pegawai Kantor Camat Alla
Sebagai salah satu SKPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Enrekang, Kantor kecamatan Alla mengemban tanggung jawab guna mewujudkan visi dan
misi pemerintah kabupaten Enrekang. Secara struktural Kantor Kecamatan Alla sebagai salah satu satuan kerja perangkat daerah kabupaten Enrekang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Enrekang Nomor 09 Tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan Dalam Kabupaten Enrekang yang secara garis besar memiliki fungsi dan tanggung jawab untuk membantu Bupati dalam mengoptimalkan kegiatan-kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan yang berada dilingkup wilayah Kecamatan Alla.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Enrekang Nomor 09 Tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan Dalam Kabupaten Enrekang, maka jabatan struktural Organisasi Kecamatan Alla meliputi sebagai berikut :
a. Camat
b. Sekretaris Camat terdiri dari:
1. Sub Bagian Perencanaan 2. Sub Bagian Keuangan c. Bidang Ekonomi Pembangunan
d. Bidang Pemerintahan e. Bidang Pelayanan Umum
f. Bidang Trantib
g. Bidang Kesejahteraan Rakyat
Adapun Struktur Organisasi Kecamatan Alla sesuai Peraturan Daerah Nomor 09 Tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan Dalam Kabupaten Enrekang dapat dilihat sebagai berikut :
Bagan Struktur Organisasi Kecamatan Alla
Adapun esalonisasi dalam struktur organisasi kecamatan diatas adalah sebagai berikut :
a. Esalon IIIa : Camat
b. Esalon IIIb : Sekretaris
c. Esalon IVa : Kepala Seksi
CAMAT
d. Esalon IVb : Kepala Sub Bagian
Berdasarkan struktur organisasi pada Kantor Kecamatan Alla, Camat Alla dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh 1 (satu) orang pejabat esalon IIIb, 4 (empat) orang pejabat eselon IVa, 2 (dua) orang pejabat esalon IVb, 9 (sembilan) orang staf berstatus PNS dan 14 orang tenaga sukarela (Non PNS). Untuk jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Pegawai PNS : 16 Orang
Pegawai Non PNS : 14 Orang
b. Kualifikasi Pendidikan untuk PNS
1) Pendidikan SD : 1 Orang
2) Pendidikan SMP : 2 Orang
3) Pendidikan SMA : 5 Orang
4) Pendidikan Diploma (DIII) : 2 Orang
5) Pendidikan Sarjana (S1) : 5 Orang
6) Magister (S2) : 1 Orang
c. Kualifikasi Kepangkatan/Golongan untuk PNS
1) Juru Muda TK.I (I/b) : 2 Orang : 1 Orang
2) Juru TK.I (I/d) : 1 Orang : 2 Orang
3) Pengatur Muda TK.I (II/b) : 1 Orang : 2 Orang
4) Pengatur (II/c) : 2 Orang : 1 Orang
5) Pengatur Tk.I (II/d) : 1 Orang
6) Penata Muda (III/a) : 1 Orang
7) Penata Muda TK. I (III/b) : 1 Orang : 3 Orang
8) Penata (III/c) : 1 Orang
9) Penata TK.I (III/d) : 2 Orang
10) Pembina (IV/a) : 1 Orang
11) Pembina TK.1 (IV/b) : 1 Orang
d. Jabatan Struktural Organisasi Kantor Camat Alla
1) Camat Alla/Pimpinan Unit Kerja : Eselon III/a (terisi)
2) Sekretaris Camat : Eselon III/b
(terisi)
3) Kasub Perencanaan : Eselon IV/b
(terisi)
4) Kasub Keuangan : Eselon IV/b
(terisi)
5) Kepala Seksi Pemerintahan : Eselon IV/a
(terisi)
6) Kepala Seksi Trantib : Eselon IV/a
(lowong) 7) Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat : Eselon IV/a
(terisi)
8) Kepala Seksi Ekbang : Eselon IV/a
(terisi)
9) Kasi Pelayanan Umum : Eselon IV/a
(terisi)
e. Kondisi Sarana dan Prasarana
Kondisi sarana dan prasarana Kantor Camat Alla saat ini masih banyak yang belum lengkap sehingga perlu untuk terus dibenahi. Berikut ini daftar inventaris peralatan pendukung operasional kegiatan di Kantor Camat Alla:
1) 1 (satu) unit bangunan gedung kantor camat, dengan komposisi pembagian ruangan:
a) 1 (satu) Ruang Camat;
b) 1 (satu) Ruang Sekretaris Camat;
c) 1 (satu) Ruang Kepala Seksi;
d) 1 (satu) Ruang Bendahara;
e) 1 (satu) Ruang Komputer;
f) 1 (Satu) Ruang Staf;
g) 1 (satu) Ruang Istirahat/Sholat, dan;
h) 1 Ruang PKK/Dharma Wanita.
2) 1 (satu) unit bangunan rumah jabatan camat 3) 1 (satu) unit mobil dinas
4) Peralatan kantor sebagai pendukung kelancaran pelaksanaan tugas:
a) 2 (dua) unit komputer;
b) 2 (dua) unit printer;
c) 20 (dua puluh) buah kursi plastik untuk rapat;
d) 13 (satu) meja kerja;
e) 1(satu) buah pengeras suara/Warles, dan;
f) 2 (dua) unit motor roda dua.
Peralatan kantor yang sangat penting keberadaannya untuk mendukung pelayanan kantor tapi belum ada/atau perlu tambahan diantaranya: lemari arsip, handy camp, fokus LCD, motor dinas, komputer, notebook serta perlengkapan tanggap bencana alam.
7. Proses Perencanaan Pembangunan Kantor Camat Alla
a. Dimulai dengan penyiapan rancangan draf awal rencana kerja (Renja Kantor Camat Alla)
b. Pelaksanaan musyawarah masyarakat (rembug warga) di tingkat Dusun sebagai upaya penggalian gagasan dan aspirasi pada tingkatan masyarakat terendah.
c. Hasil rembug warga disetiap dusun dibawa ke Musrenbang tingkat Desa untuk dimusyawarahkan sehingga dihasilkan skala prioritas usulan tiap-tiap desa yang nantinya akan menjadi bahan pada musyawarah tingkat kecamatan.
d. Hasil Musrenbang tingkat Desa lalu dibawa dan dibahas di Musrenbang tingkat kecamatan untuk menentukan skala prioritas kecamatan.
e. Hasil Musrenbang Kecamatan lalu dibawa ke forum SKPD dan Musrenbang tingkat Kabupaten.
f. Pengendalian dan Evaluasi pelaksanaan perencanaan
Proses penyusunan perencanaan pembangunandi Kantor Camat Alla dapat dilihat pada alur perencanaan berikut ini:
Alur Perencanaan Pembangunan Kecamatan Alla
B. Pembahasan
1. Kontribusi Masyarakat Dalam Pelaksanaan Pembangunan Jalan Desa
Tingkat partisipasi masyarakat yang dilihat dari besaran kerelaan atau keiklasan dari partisipasi (masyarakat) dapat dibedakan menjadi dua yaitu partisipasi asli dan semu. Partisipasi asli mengandung makna adanya kerelaan dan
Alur Perencanaan Pembangunan Kecamatan Alla Draf Awal RENJA Kantor Camat Alla
Musrenbang
Tingkat Kecamatan Pengendalian dan
Evaluasi
Rembug Warga Tingkat Dusun
Musrenbang
Tingkat Kabupaten
Musrenbang Tingkat Desa
Forum SKPD
keterlibatan masyarakat secara demokratis, pembagian manfaat secara adil, kebersamaan dalam ketetapan tujuan, kebijakan, perencanaan dan implementasi.
Bila keterlibatan masyarakat pada implementasi kebijakan dibatasi, penetapan keputusan oleh pihak luar atau ditentukan oleh pemerintah, maka partisipasi yang dilakukan merupakan partisipasi semu. Selain itu ciri partisipasi asli adalah tumbuh dari bawah berfokus pada pendistribusian pembangunan secara merata, berfungsi untuk mempertinggi kesadaran terhadap kemampuan sendiri dan percaya bahwa partisipan dapat mempengaruhi hasil pembangunan,
Pembangunan jalan desa merupakan tugas dan kewajiban pemerintah dalam penyediaannya. Untuk itu membagi tingkatan partisipasi berdasarkan kerelaan. Berdasarkan peran dan wewenang yang ada masyarakat sebagai partisipan. Wewenang kaitannya dengan tanggung jawab yang ada pada pemerintah.
Dalam konteks ini, jika masyarakat ikut berperan dalam memberi imformasi namun pemerintah tidak memberikan wewenannya pada masyarakat untuk berkolaborasi maka partisipasi ini pada tingkatan partisipasi pasif.
Sedangkan peran kaitannya dengan aksi yang dilakukan oleh masyarakat setempat mulai dari ikut bekerja dengan bayaran ikut bekerja tanpa bayaran, memilih opsi yang diberikan, ikut merencanakan hingga merencanakan dan melaksanakan secara mandiri.
Dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan desa di Kecamatan Alla, proyek yang akan dilaksanakan tidak langsung diputuskan secara sepihak saja oleh tim pelaksana kegiatannya ataupun oleh pemerintah desa setempat melainkan
dengan melakukan penggalian gagasan yang mendalam dengan melibatkan masyarakat secara keseluruhan agar semua kebutuhan masyarakat dapat tertampung semua,
Sesuai proses penggalian gagasan tersebut, maka lahirlah beberapa usulan yang akan mewakili kebutuhan masyarakat, yang selanjutnya akan diranking sesuai dengan skala kebutuhan masyarakat dan dimusyawarahkan dalam musyawarah tingkat desa.
Berdasarkan hasil penelusuran informasi ditemukan bahwa di lokasi penelitian, perhatian pemerintah desa dalam mengarahkan masyarakat sangatlah baik serta dalam setiap kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan jelas seperti dengan pembangunan jalan desa pemerintah desa selalu melakukan sosialisasi yang baik.
Pemerintah Kecamatan Alla yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat, maka tingkat antusiasme masyarakat desa dalam berpartisipasi dapat disandingkan, sehingga dapat melahirkan pembangunan desa sesuai dengan yang menjadi harapan, yakni pembangunan partisipatif yang sesuai dengan apa yang menjadi cita-cita negeri ini serta menjadi pembenaran tentang teori pembangunan yang sifatnya bottom up (dari bawah ke atas).
Seperti yang didapatkan pada lokasi penelitian di mana main set dari ma-syarakat mengenai proyek pembangunan yang masih selalu berfikir bahwa setiap proyek pembangunan merupakan hal yang mendatangkan untung bagi tim pelaksananya meski pun tidak demikian adanya.
Partisipasi masyarakat tentang pembangunan jalan diikutsertan dalam proyek pembangunan yang dikontrol oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) melalui mekanisme penggalian gagasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) ternyata belum berjalan sesuai dengan yang telah dikonsepkan dan masih terdapat banyak celah terutama dalam hal pelaksanaan proyeknya yang masih menggunakan pihak ketiga dalam hal ini kontraktor, sehingga mustahil untuk menghadirkan partisipasi masyarakat di dalamnya.
Informasi tersebut dapat disimpulkan bahwa jika proyek dari hasil MUSRENBANG yang akan dijadikan sebagai unit analisis untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat, maka akan menjadi hal yang mustahil dilakukan,
Informasi tersebut dapat disimpulkan bahwa jika proyek dari hasil MUSRENBANG yang akan dijadikan sebagai unit analisis untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat, maka akan menjadi hal yang mustahil dilakukan,