Karakteristik Sosial Ekonomi:
HASIL DAN PEMBAHASAN
3. Kontribusi Pendapatan Alternatif Terhadap Total Pendapatan Nelayan
Pendapatan alternatif memiliki kontribusi terhadap peningkatan pendapatan total nelayan. Pendapatan alternatif nelayan terdiri atas pedagang ikan dan non ikan, usaha tambak, beternak ayam, tukang ojek, dan pengrajin. Sebelum melihat seberapa besar kontribusi pendapatan alternatif, penting untuk mengetahui secara jelas jenis pendapatan alternatif sebagai berikut :
Saputra Elfian Tarigan : Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara (Studi Kasus: Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara), 2010.
a. Pedagang Ikan dan Non Ikan
Pedagang ikan dan non ikan merupakan salah satu usaha yang menghasilkan pendapatan alternatif nelayan di daerah penelitian. Sebagian besar sampel atau sebanyak 14 sampel di daerah penelitian memiliki pekerjaan alternatif sebagai pedagang ikan dan non ikan. Hal ini dikarenakan adanya faktor-faktor yang sangat mendukung misalnya hasil sisa tangkapan nelayan dan letak daerah penelitian yang jauh dari pasar. Hasil sisa tangkapan nelayan dijual ke pasar dan diolah menjadi pembuatan ikan asin.
Pedagang ikan dan non ikan mengeluarkan biaya yang meliputi biaya penyusutan, biaya pajak, sewa dan pengangkutan serta biaya peralatan. Biaya penyusutan yaitu penyusutan barang dagangan yang dijual. Rincian biaya, penerimaan dan pendapatan dihitung dalam periode waktu tertentu yaitu periode per bulan.
Penjelasan lebih rinci mengenai besarnya biaya yang dikeluarkan, penerimaan dan pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan alternatif sebagai pedagang ikan dan non ikan dapat dilihat pada Tabel 17.
Saputra Elfian Tarigan : Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara (Studi Kasus: Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara), 2010.
Tabel 17. Biaya, Penerimaan dan Pendapatan Pedagang Ikan dan Non Ikan Per Bulan di Daerah Penelitian
Sampel Biaya Produksi (Rp) Penerimaan (Rp) Pendapatan (Rp)
1 119.667 719.667 600.000 2 153.458 578.458 425.000 3 103.125 553.125 450.000 4 128.125 403.125 275.000 5 150.833 520.833 370.000 6 107.000 557.000 450.000 7 158.750 583.750 425.000 8 187.083 637.083 450.000 9 190.313 665.313 475.000 10 574.583 974.583 400.000 11 192.021 692.021 500.000 12 123.375 598.375 475.000 13 145.208 515.208 370.000 14 150.167 575.167 425.000 Total 2.483.708 8.573.708 6.090.000 Rataan 177.408 612.408 435.000
Sumber : Diolah dari lampiran 8-9
Dari Tabel 17 dijelaskan bahwa pedagang ikan non ikan memiliki rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 177.408, rata-rata penerimaan yang diterima sebesar Rp. 612.408, dan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 435.000.
Sehingga dapat dilihat bahwa pekerjaan alternatif sebagai pedagang ikan dan non ikan memiliki keuntungan. Pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan alternatif sebagai pedagang ikan dan non ikan lebih besar jika dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan oleh pedagang ikan dan non ikan di daerah penelitian. Hal ini berarti pekerjaan alternatif sebagai ikan dan non ikan harus dikembangkan karena memiliki prospek yang baik. Dan modal yang dikeluarkan relatif kecil.
Saputra Elfian Tarigan : Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara (Studi Kasus: Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara), 2010.
Usaha tambak merupakan suatu jenis usaha yang memanfaatkan keuntungan komparatif dari lokasi daerah penelitian, yaitu memanfaatkan daerah pinggiran pantai sebagai tempat pemeliharaan ikan air tawar. Usaha tambak ini memelihara ikan nila dan ikan lele.
Sampel penelitian yang mengusahakan tambak adalah sebanyak 4 (empat) orang dengan rentang jumlah ikan yang dibudidayakan adalah antara 850-900 ekor.
Usaha tambak memerlukan biaya yang terdiri dari biaya bibit ikan, biaya pakan, dan biaya tenaga kerja. Biaya tenaga kerja dibutuhkan pada saat penyortiran dan pemanenan ikan.
Penjelasan lebih rinci mengenai besarnya biaya yang dikeluarkan, penerimaan dan pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan alternatif mengusahakan tambak dapat dilihat pada Tabel 18.
Tabel 18. Biaya, Penerimaan dan Pendapatan Usaha Tambak Per Bulan di Daerah Penelitian
Sampel Biaya Produksi (Rp) Penerimaan (Rp) Pendapatan (Rp)
1 393.333 729.167 335.833 2 410.000 750.000 340.000 3 381.667 708.333 326.667 4 400.000 729.167 329.167 Jumlah 1.585.000 2.916.667 1.331.667 Rataan 396.250 729.167 332.917
Sumber : Diolah dari lampiran 13-15
Dari Tabel 18 dijelaskan bahwa usaha tambak memiliki rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 396.250, rata-rata penerimaan yang diterima sebesar Rp. 729.167, dan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 332.917.
Sehingga dapat dilihat bahwa pekerjaan alternatif usaha tambak memiliki keuntungan. Apabila dibandingkan pendapatan dengan biaya yang dikeluarkan
Saputra Elfian Tarigan : Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara (Studi Kasus: Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara), 2010.
maka diperoleh pendapatan lebih kecil dari pada biaya. Hal ini berarti bahwa usaha tambak memerlukan modal yang lebih besar.
c. Beternak Ayam
Usaha beternak ayam di daerah penelitian tidak memerlukan biaya yang besar, karena sebagian pakan ayam berasal dari sisa-sisa hasil tangkapan yang tidak laku dijual. Sampel di daerah penelitian yang memiliki pekerjaan alternatif usaha beternak ayam sebanyak 4 orang. Usaha beternak ayam di daerah penelitian adalah beternak ayam kampung. Hasil ternak ayam yang dijual adalah telur dan daging.
Harga jual telur ayam kampung adalah Rp. 1.300-1.500, sedangkan harga ayam kampung itu sendiri adalah Rp. 15.000-20.000/kg. Jumlah ternak ayam yang dipelihara tidak begitu besar karena merupakan usaha sampingan saja. Jumlah ternak yang dipelihara memiliki rentang antara 24-33 ekor.
Usaha beternak ayam memerlukan biaya yang terdiri dari biaya pakan dan biaya penyusutan.
Penjelasan lebih rinci mengenai besarnya biaya yang dikeluarkan, penerimaan dan pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan alternatif mengusahakan beternak ayam dapat dilihat pada Tabel 19.
Tabel 19. Biaya, Penerimaan dan Pendapatan Beternak Ayam Per Bulan di Daerah Penelitian
Sampel Biaya Produksi (Rp) Penerimaan (Rp) Pendapatan (Rp)
Saputra Elfian Tarigan : Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara (Studi Kasus: Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara), 2010.
2 152.500 552.500 400.000
3 157.000 657.000 500.000
4 130.000 480.000 350.000
Jumlah 579.500 2.329.500 1.750.000
Rataan 144.875 582.375 437.500
Sumber : Diolah dari lampiran16-17
Dari Tabel 19 dijelaskan bahwa usaha beternak ayam memiliki rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 144.875, rata-rata penerimaan yang diterima sebesar Rp. 582.375, dan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 437.500.
Sehingga dapat dilihat bahwa pekerjaan alternatif usaha beternak ayam memiliki keuntungan. Apabila dibandingkan pendapatan dengan biaya yang dikeluarkan maka diperoleh pendapatan lebih besar dari pada biaya.
d. Tukang Ojek
Pendapatan alternatif lain yang ada di daerah penelitian diperoleh dari pekerjaan alternatif sebagai tukang ojek. Tukang ojek masih dipertahankan sebagai salah satu pekerjaan alternatif karena di daerah penelitian jumlah angkutan umum dan becak bermotor masih sedikit dan kondisi jalan yang belum bagus.
Dalam usaha sebagai tukang ojek juga mengeluarkan biaya, diantaranya adalah biaya sewa sepeda motor, biaya bahan bakar (BBM) dan biaya servis sepeda motor.
Penjelasan lebih rinci mengenai besarnya biaya yang dikeluarkan, penerimaan dan pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan alternatif mengusahakan beternak ayam dapat dilihat pada Tabel 20.
Tabel 20. Biaya, Penerimaan dan Pendapatan Tukang Ojek Per Bulan di Daerah Penelitian
Sampel Biaya Produksi (Rp) Penerimaan (Rp) Pendapatan (Rp)
Saputra Elfian Tarigan : Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara (Studi Kasus: Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara), 2010.
2 311.000 736.000 425.000
3 350.000 600.000 250.000
Jumlah 970.000 1.885.000 915.000
Rataan 323.333 628.333 305.000
Sumber : Diolah dari lampiran18-19
Dari Tabel 20 dijelaskan bahwa usaha sebagai tukang ojek memiliki rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 323.333, rata-rata penerimaan yang diterima sebesar Rp. 628.333, dan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 305.000. Sehingga dapat dilihat bahwa pekerjaan alternatif usaha sebagai tukang ojek memiliki keuntungan.
e. Pengrajin
Sampel di daerah penelitian juga memiliki pekerjaan sebagai pengrajin yang meerupakan pekerjaan alternatif yang terbanyak kedua setelah pedagang ikan dan non ikan sebanyak 5 sampel. Pengrajin yang ada di daerah penelitian merupakan pengrajin tikar pandan.
Dalam usaha sebagai pengrajin mengeluarkan biaya untuk menghasilkan tikar pandan. Biaya yang dikeluarkan meliputi biaya bahan utama seperti biaya daun pandan/daun mangkuang, bahan pelengkap seperti gincu pewarna. Di daerah penelitian bahan utama dapat diperoleh dengan cara membeli atau pun mencari sendiri. Jika membeli, harga bahan utama adalah Rp. 100 per lembar. Dalam pembuatan tikar pandan dibutuhkan 100-300 lembar daun pandan, tergantung pada ukurannya.
Harga jual tikar pandan adalah Rp.50.000-75.000 per buahnya. Pengrajin tikar pandan dapat menghasilkan 9-11 tikar per bulannya.
Saputra Elfian Tarigan : Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara (Studi Kasus: Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara), 2010.
Penjelasan lebih rinci mengenai besarnya biaya yang dikeluarkan, penerimaan dan pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan alternatif mengusahakan beternak ayam dapat dilihat pada Tabel 21.
Tabel 21. Biaya, Penerimaan dan Pendapatan Pengrajin Per Bulan di Daerah Penelitian
Sampel Biaya Produksi (Rp) Penerimaan (Rp) Pendapatan (Rp)
1 170.000 670.000 500.000 2 150.000 450.000 300.000 3 150.000 650.000 500.000 4 170.000 620.000 450.000 5 170.000 620.000 450.000 Jumlah 810.000 3.010.000 2.200.000 Rataan 162.000 602.000 440.000
Sumber : Diolah dari lampiran 10-12
Dari Tabel 21 dijelaskan bahwa usaha sebagai pengrajin memiliki rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 162.000, rata-rata penerimaan yang diterima sebesar Rp. 602.000, dan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 440.000. Sehingga dapat dilihat bahwa pekerjaan alternatif usaha sebagai pengrajin memiliki keuntungan.
Selain membahas pendapatan alternatif, perlu juga mengetahui jumlah pendapatan utama yang dihasilkan oleh nelayan. Nelayan sampel di daerah penelitian melakukan kegiatan melaut sebanyak 15 kali dam periode waktu sebulan.
Nelayan sampel dalam melaut mengeluarkan biaya-biaya rutin. Uraian biaya-biaya yang dikeluarkan nelayan dapat dilihat pada Tabel 22.
Saputra Elfian Tarigan : Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara (Studi Kasus: Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara), 2010.
Tabel 22. Biaya-Biaya yang Dikeluarkan Nelayan Dalam Usaha Melaut Per Bulan
No. Sampel
Sewa Kapal dan Alat (Rp)
Konsumsi (Rp)
Bahan
Bakar (Rp) Es (Rp) Jumlah Biaya (Rp)
1 150.000 100.000 100.000 30.000 380.000 2 150.000 110.000 130.000 30.000 420.000 3 150.000 130.000 110.000 35.000 425.000 4 150.000 115.000 115.000 30.000 410.000 5 150.000 125.000 130.000 45.000 450.000 6 150.000 130.000 105.000 35.000 420.000 7 150.000 140.000 115.000 35.000 440.000 8 150.000 105.000 125.000 30.000 410.000 9 150.000 120.000 100.000 40.000 410.000 10 150.000 100.000 110.000 35.000 395.000 11 150.000 125.000 130.000 30.000 435.000 12 150.000 130.000 115.000 30.000 425.000 13 150.000 140.000 110.000 40.000 440.000 14 150.000 105.000 125.000 35.000 415.000 15 150.000 120.000 120.000 40.000 430.000 16 150.000 100.000 100.000 30.000 380.000 17 150.000 100.000 100.000 45.000 395.000 18 150.000 110.000 120.000 30.000 410.000 19 150.000 130.000 125.000 35.000 440.000 20 150.000 115.000 100.000 45.000 410.000 21 150.000 130.000 100.000 30.000 410.000 22 150.000 115.000 110.000 35.000 410.000 23 150.000 125.000 130.000 30.000 435.000 24 150.000 130.000 115.000 45.000 440.000 25 150.000 140.000 110.000 35.000 435.000 26 150.000 105.000 125.000 35.000 415.000 27 150.000 120.000 120.000 30.000 420.000 28 150.000 100.000 100.000 40.000 390.000 29 150.000 125.000 100.000 35.000 410.000 30 150.000 130.000 120.000 30.000 430.000 Jumlah 4.500.000 3.570.000 3.415.000 1.050.000 12.535.000 Rataan 150.000,00 119.000,00 113.833,33 35.000,00 417.833,33
Sumber : Diolah dari Lampiran 6
Dari Tabel 22 dapat dijelaskan bahwa biaya yang dikeluarkan adalah biaya sewa kapal dengan rata-rata Rp. 150.000, biaya konsumsi dengan rata-rata Rp.
Saputra Elfian Tarigan : Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara (Studi Kasus: Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara), 2010.
119.000, biaya bahan bakar dengan rata-rata Rp. 113.833,33 dan biaya es dengan rata-rata Rp. 35.000 dan total biaya memiliki rata-rata Rp. 417.833,33.
Usaha melaut nelayan dapat dilihat apakah menguntungkan atau sebaliknya merugikan. Untuk melihat usaha melaut nelayan untung atau rugi dapat dilihat dari besarnya penerimaan yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan. Besarnya penerimaan, biaya dan pendapatan dapat dilihat pada Tabel 23.
Saputra Elfian Tarigan : Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara (Studi Kasus: Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara), 2010.
Tabel 23. Biaya, Penerimaan dan Pendapatan Nelayan Per Bulan
Sampel Biaya Produksi (Rp) Penerimaan (Rp) Pendapatan (Rp)
1 380.000 680.000 300.000 2 420.000 620.000 200.000 3 425.000 725.000 300.000 4 410.000 610.000 200.000 5 450.000 750.000 300.000 6 420.000 720.000 300.000 7 440.000 765.000 325.000 8 410.000 1010.000 600.000 9 410.000 710.000 300.000 10 395.000 695.000 300.000 11 435.000 735.000 300.000 12 425.000 675.000 250.000 13 440.000 815.000 375.000 14 415.000 755.000 340.000 15 430.000 630.000 200.000 16 380.000 680.000 300.000 17 395.000 695.000 300.000 18 410.000 735.000 325.000 19 440.000 740.000 300.000 20 410.000 710.000 300.000 21 410.000 710.000 300.000 22 410.000 660.000 250.000 23 435.000 810.000 375.000 24 440.000 940.000 500.000 25 435.000 775.000 340.000 26 415.000 840.000 425.000 27 420.000 720.000 300.000 28 390.000 690.000 300.000 29 410.000 735.000 325.000 30 430.000 700.000 270.000 Jumlah 12.535.000 22.035.000 9.500.000 Rataan 417.833,33 734.500 316.666,67
Sumber : Diolah dari lampiran 7
Dari Tabel 23 dapat dijelaskan bahwa rata-rata biaya produksi adalah 417.833,33, rata-rata penerimaan sebesar 734.500 dan rata-rata pendapatan 316.833,33. Usaha melaut nelayan adalah menguntungkan karena penerimaan lebih besar dari pada biaya.
Saputra Elfian Tarigan : Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara (Studi Kasus: Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara), 2010.
Kontribusi Pendapatan Alternatif Terhadap Total Pendapatan Nelayan
Pendapatan alternatif memiliki peranan dalam usaha peningkatan pendapatan total nelayan sampel di daerah penelitian. Besarnya kontribusi pendapatan alternatif terhadap pendapatan total nelayan sampel dikatakan besar apabila pendapatan alternatif terhadap pendapatan total nelayan lebih besar dari 50%. Besarnya kontribusi pendapatan alternatif terhadap pendapatan total nelayan sampel dikatakan kecil apabila pendapatan alternatif terhadap pendapatan total nelayan lebih kecil dari 50%.
Besarnya kontribusi pendapatan alternatif nelayan sampel dapat dijelaskan secara rinci pada Tabel 17.
Tabel 24. Kontribusi Pendapatan Alternatif Terhadap Total Pendapatan Nelayan Sampel Di Daerah Penelitian Per Bulan
Jenis Pendapatan (Rp) Rataan (Rp) Jumlah (Rp) Persentase Kontribusi (%)
Pendapatan Utama 316.666,67 9.500.000,00 43,34
Pendapatan Alternatif 414.000,00 12.420.000,00 56,66
Total Pendapatan 730.666,67 21.920.000,00 100
Sumber : Diolah dari Lampiran 20
Dari Tabel 24 dapat diketahui bahwa rataan pendapatan utama sebagai nelayan per bulan sebesar Rp. 316.666,67. Pendapatan alternatif memiliki pendapatan rata-rata sebesar Rp. 414.000. Rataan pendapatan total sebesar Rp. 730.666,67.
Besarnya kontribusi pendapatan utama nelayan sampel terhadap total pendapatan adalah 43,34%. Besarnya kontribusi pendapatan alternatif nelayan sampel terhadap total pendapatan adalah 56,66%.
Kontribusi pendapatan alternati lebih besar dari pada kontribusi pendapatan utama. Hal ini terjadi karena harga dan hasil tangkapan nelayan
Saputra Elfian Tarigan : Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara (Studi Kasus: Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara), 2010.
menurun. Sementara itu biaya yang digunakan untuk melaut nelayan naik. Serta frekuensi nelayan untuk pergi melaut semakin jarang yaitu 2 kali dalam seminggu. Sedangkan kontribusi pendapatan alternatif lebih tinggi dari pendapatan utama nelayan karena biaya yang digunakan dapat diminimalisasikan dan jenis usaha yang dikerjakan masih sedikit di masyarakat setempat.
Sehingga hipotesis diterima, yaitu H0 > 50% terima H0 ; H0 <50% tolak H0.
Saputra Elfian Tarigan : Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara (Studi Kasus: Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara), 2010.