• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONTRIBUSI UNAIR DI MASA PANDEMI COVID-19

Dalam dokumen Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2020 (Halaman 117-124)

Virus corona merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut Covid-19. Virus corona dapat mengakibatkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru yang berat, hingga kematian. Virus corona mulai menyebar di Indonesia sejak akhir 2019 dan meningkat di bulan Januari 2020. Pada bulan Maret 2020, banyak lembaga pemerintah dan swasta termasuk UNAIR melakukan aktivitas dan bekerja dari rumah/ work from home (WFH) untuk mencegah penyebaran Covid-19. Akan tetapi, kondisi pandemi tidak menjadi kendala dalam berkarya bagi UNAIR. Bahkan Rektor UNAIR, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., M.T., Ak., CMA menyatakan bahwa “Pandemi Membawa Prestasi” yang diutarakan dalam pidatonya pada Dies Natalis Universitas Airlangga ke 66 tanggal 9 November 2020. UNAIR terus berkarya dan berinovasi sebagai bentuk tanggung jawab atas TriDharma perguruan tinggi melalui penelitian dan inovasi, serta pengabdian masyarakat dan berkontribusi dalam penanganan Covid-19.

Peran UNAIR dalam riset dan inovasi untuk menangani covid-19 di antaranya pengembangan obat dan peralatan yang mendukung penanganan serta mencegah penyebaran Covid-19. Di bidang pengabdian masyarakat, UNAIR berkontribusi dalam penggalangan dana untuk penanganan Covid-19, pembagian masker yang dikordinasikan oleh alumni, edukasi penanganan Covid-19 kepada masyarakat luas, serta menjadikan Rumah Sakit UNAIR sebagai salah satu pusat penanganan/rumah sakit rujukan Covid-19 di provinsi Jawa Timur.

Gambar 13.1. Produk inovasi UNAIR dalam pencegahan penyebaran Covid-19 Produk riset dan inovasi UNAIR adalah hasil pemikiran dan kerja para peneliti untuk menjawab tantangan dan kebutuhan Indonesia saat ini untuk merespon pandemi Covid-19. Berikut adalah beberapa produk yang dihasilkan sivitas akademika UNAIR dalam menghadapi pandemi Covid-19, yakni hand sanitizer, safety goggles, faceshield, anolyte sanitizer, bilik sterilisasi (sterilizer chamber) (Gambar 13.1). Produk-produk tersebut tentunya akan terus diproduksi oleh

13

Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2020

104

untuk pencegahan Covid-19 yang dapat digunakan oleh sivitas akademika: mahasiswa, pegawai kesehatan baik yang bekerja di laboratorium maupun yang berkerja di rumah sakit, serta dipergunakan secara luas untuk kebutuhan masyarakat Indonesia.

Peneliti UNAIR juga aktif melakukan penelitian terkait produk obat. Produk obat yang dikembangkan untuk menangani Covid-19 yaitu obat kombinasi Covid-19. Obat Kombinasi Merah Putih ini sudah mengajukan paten dan masuk sebagai referensi dalam tata laksana Covid-19 untuk derajat sedang dan derajat berat (Gambar 13.2). Beberapa obat kombinasi yang dikembangkan UNAIR sedang diajukan proses paten (Tabel 13.1).

Tabel 13.1. Daftar obat kombinasi untuk penanganan Covid-19 yang diajukan paten

No. Judul Invensi Nomor

Permohonan

Jenis

1. Rasio dosis kombinasi obat Hydroxychloroquine dan Azithromycin

P00202007201 Paten 2. Rasio dosis kombinasi obat Lopinavir/Ritonavir

dan Doxycyclinen

P00202007198 Paten 3. Rasio dosis kombinasi obat Lopinavir/Ritonavir

dan Azithromycin

P00202007194 Paten

Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2020

105

Gambar 13.2. Obat kombinasi Covid-19

Melalui Lembaga Penyakit Tropik (LPT), UNAIR bekerja sama dengan beberapa pihak memproduksi Genius MG-1T dan Genius MG-1V. Genius MG-1T adalah vaksin anti-TB, sedangkan Genius MG-1V merupakan vaksin yang dikembangkan untuk vaksin influenza dan sedang dikembangkan untuk COVID-19. Genius MG-1V sudah dilakukan uji awal in vitro terhadap virus SARS-CoV-2. Hasil penelitian menunjukkan Genius MG-1V memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai vaksin Covid-19. Produk vaksin Genius MG-1T dan Genius MG-1V telah mendapat ijin edar di LN dan diproduksi atas kerjasama Immunitor Co. (Canada) dan Pravitna (Thailand). Kedua produk saat ini sedang dalam proses pemeriksaan tahap akhir oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Uji klinik untuk kedua produk dilakukan di Jawa Tengah dan di UNAIR Surabaya. Bersamaan dengan hal itu, produk Genius MG-1V sedang dilakukan pengujian uji efek Hap-V plus pada COVID-19 di LPT. Pengembangan bahan obat terutama vaksin Covid-19 adalah hal sangat positif yang akan terus dikembangkan oleh UNAIR. Vaksin tersebut akan menjadi kontribusi UNAIR dalam menangani dan mencegah peningkatan Covid-19 baik secara lokal, regional, nasional, dan internasional.

Gambar 13.3. Genius MG-IT (vaksin TB)

Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2020

106

Gambar 13.4. Genius MG-IV yang dikembangkan menjadi vaksin Covid-19.

UNAIR terus berkontribusi dalam penanganan Covid-19, saat ini juga sedang dilakukan penelitian terkait Obat Pengembangan Baru (OPB) UNAIR-3 yang sudah memasuki proses pengembangan di tahap produksi bahan baku dan akan masuk ke uji klinis (Gambar 13.5).

Gambar 13.5. Obat Pengembangan Baru (OPB) UNAIR-3

Selain mengembangkan vaksin atau obat untuk Covid-19, Universitas Airlangga juga mengembangkan reagent untuk menganalisis sampel Covid-19. Salah produk yang sudah dikembangkan yaitu Reagent PCR berupa reagent+. Reagent+ berfungsi mempercepat reaksi pada saat menganalisis sampel Covid-19, sehingga mempercepat proses analisis. Peneliti UNAIR juga turut bergabung dalam konsorsium pengembangan vaksin Merah Putih. Konsorsium ini berfungsi sebagai platform pengembangan vaksin berbasis protein dari ekspresi DNA rekombinan yang memiliki protein antigen dari virus COVID-19 pasien Indonesia (Gambar 13.6).

Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2020

107

Gambar 13.6. Reagent+ PCR sedang dikembangkan oleh peneliti UNAIR

Untuk menangani Covid-19, UNAIR mengembangkan Stem Cell melalui mekanisme antiviral dengan hasil penelitian dapat dilihat pada Gambar 13.7. Pada Januari 2021, pengembangan Stem Cell masuk pada tahap persiapan clinical trial hematopoetic untuk Covid-19 dengan derajat sedang dan berat. Kegiatan riset pada tahap ini bekerjasama dengan PT. Kimia Farma. Uji Klinis sebagai tahapan selanjutnya (tahap 4) dimulai pada Februari 2021. Selain produk riset dan inovasi dalam merespon tantangan pandemi 19, UNAIR juga sedang mengembangkan Stem Cell Research non Covid-19 yang bekerja sama dengan Kemenkes, Kemenristek Dikti, RS. Dr. Soetomo dan PT. Phapros.

Gambar 13.7. Stem cell untuk menangani covid-19 (case study: hematopoietic stem cells (HSCs) as a therapeutic of SAR-CoV-2 (penampakan HSCs yang sudah di tanam Virus))

(Sumber: Sys Rev Pharm 2020, 11(5): 772-777)

Selain mengembangkan obat dan vaksin dalam riset Covid-19, UNAIR juga turut aktif berkontribusi dalam pengembangan dan pembuatan beberapa jenis robot yang dapat diaplikasikan untuk mempermudah dan mendukung penanganan Covid-19. Jenis robot yang diproduksi Universitas Airlangga diantaranya robot ARTA, drone survey medis, dan Robot ISYANA (Gambar 13.8). Airlangga Robot Triage Assistance (ARTA) merupakan robot dengan fungsi automasi

Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2020

108

pelaksanaan triage yang memilah pasien dengan kondisi risiko tinggi, rendah, maupun tanpa risiko.

Keunggulan robot ini adalah mempercepat layanan triage COVID-19, sehingga mampu melaksanakan tugas triage dengan jumlah pasien yang lebih banyak.

Gambar 13.8. Robot yang dikembangkan UNAIR untuk penanganan Covid-19

Drone survey medis merupakan drone berjenis quadcopter, dilengkapi dengan dua axis gimbal, fpv camera dan action camera, serta dilengkapi sistem telemetri. Drone ini berfungsi untuk mendeteksi area-area yang tidak dijangkau CCTV namun perlu diselidiki tingkat kepadatannya dalam rangka mengurangi resiko penyebaran Covid-19. Robot ISYANA adalah robot berbentuk drone darat yang dirancang untuk dapat beroperasi di segala medan dan memiliki dual fungsi untuk membantu dalam desinfeksi area serta sistem pengawasan (surveillance system). Robot ini mampu menyemprotkan cairan disinfektan dengan remote control pada suatu ruangan/area untuk meminimalisir penularan Covid-19. Selain itu, robot ini juga dilengkapi dengan kamera untuk mendeteksi kerumunan dan orang tak bermasker. Kondisi suhu dan kelembaban udara sekitar juga dapat dipantau melalui sensor yang disematkan pada ISYANA. Selain produk inovasi, peneliti UNAIR juga aktif mempublikasikan artikel ilmiah terkait Covid-19 pada jurnal bereputasi terindeks Scopus.

UNAIR sebagai kampus siaga Covid-19 menerapkan sejumlah kebijakan penting untuk menangani penyebaran Covid-19. Kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring dengan portal AULA, aplikasi zoom atau google meet. Aktivitas di kampus dibatasi, akan tetapi jika ada kegiatan penting yang perlu dilakukan secara tatap muka, diterapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Aktivitas lain untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yaitu melakukan penyemprotan desinfektan secara rutin dan membatasi kapasitas ruang kampus serta perkantoran.

Untuk membantu kelangsungan proses pembelajaran, UNAIR memberi subsidi kuota dan keringanan uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada mahasiswa yang terdampak Covid-19. Sebagai bentuk tanggungjawab sosial, UNAIR juga menyalurkan bantuan dana kepada para korban bencana termasuk untuk masyarakat terdampak Covid-19, hingga 9 November 2020 tercatat sejumlah Rp 13.093.202.518,- telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai health promoting university, Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dan Rumah Sakit Penyakit Tropik Infeksi (RSPTI) memberikan pelayanan pemeriksaan, perawatan dan pengobatan pasien Covid-19. Data terakhir menunjukkan bahwa secara total, kunjungan pasien

Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2020

109

Covid-19 ke RSUA sebanyak 11.558 pasien dengan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat inap di RSUA sebanyak 1.524 pasien, sebanyak 1.087 pasien pulang setelah dirawat di RSUA, dan 71,32%

pasien sembuh. Sementara itu, layanan Swab juga dilakukan baik di RSUA dengan 6778 spesimen dan 30,9% specimen positif. Selain itu, di LPT sebanyak 31.374 specimen dengan 44,19% specimen positif (data November 2020). Monitoring kesehatan bagi sivitas akademika dilakukan melalui pemantauan secara berkala dengan mengisi kuesioner online covid surveillance.

Gambar 13.9. Total kunjungan pasien Covid-19 di RSUA

Selama pandemi, RSUA menerima dana hibah dan donasi dari berbagai pihak. Dana hibah tersebut diterima dari pemerintah Provinsi Jawa Timur, BPBD Provinsi Jawa Timur, BNPB, sejumlah perusahaan (CT-Corp, Bank Mega, PT. Astra International Tbk., PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.). Dana hibah yang diterima digunakan untuk pengembangan fasilitas rumah sakit dalam menangani pasien Covid-19 bagi masyarakat umum serta sivitas akademika UNAIR yang berobat.

Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2020

82

Dalam dokumen Laporan Kinerja Universitas Airlangga 2020 (Halaman 117-124)

Dokumen terkait