2.2. Pelayanan Umum
2.2.1. Urusan Wajib
2.2.1.8. Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah
Terjadi fluktuasi persentase koperasi aktif dari tahun 2010 hingga tahun 2014. Penurunan signifikan terjadi pada tahun 2012 dari 90,9 persen pada tahun 2011 menjadi 76,11 persen pada tahun 2012. Usaha Mikro dan Kecil setiap tahunnya mengalami kecenderungan meningkat dimana pada tahun 2010 sebanyak 9.414 usaha mikro dan kecil sedangkan pada tahun 2014 sebanyak 9.770 usaha mikro dan kecil.
Tabel 2.33. Indikator koperasi serta usaha mikro kecil dan menengah
No Uraian Satua
n 2010 2011 2012 2013 2014
1 Persentase koperasi aktif % 90 90,9 76,11 76,87 77,15
2 Usaha Mikro dan Kecil unit 9.414 9.476 9.676 9.770 9.770 2.2.1.9. Ketenagakerjaan
Jumlah penduduk usia kerja (15 tahun keatas) di Kabupaten Ogan Komering Ilir pada tahun 2014 sebanyak 544.061 orang. Jumlah angkatan kerja diperkirakan sebanyak 384.733 orang, terdiri dari 247.712 orang angkatan kerja laki-laki dan 137.019 orang angkatan kerja perempuan. Jumlah angkatan kerja dirinci menurut kegiatannya adalah sebanyak 371.385 orang bekerja dan 13.338 orang pengangguran (sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan, sudah mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja). Dengan kata lain tingkat kesempatan kerja sebesar 70,72 persen dan tingkat pengangguran sebesar 3,48 persen. Komposisi penduduk yang bekerja menurut lapangan usaha menunjukkan bahwa sektor primer sebagai ciri perekonomian daerah perdesaan merupakan pekerjaan yang dominan dilakukan oleh penduduk Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pada tahun 2014 sekitar 65,08 persen penduduk bekerja di sektor primer (pertanian). Sektor sekunder (pertambangan, industri, listrik, dan bangunan) menyerap sekitar 7 persen tenaga kerja, sedangkan sektor tersier (perdagangan, angkutan, keuangan dan jasa) menyerap hampir 27,92 persen tenaga kerja.
Tabel 2.34. Indikator ketenagakerjaan
No Uraian Satuan 2010 2011 2012 2013 2014
1 Tingkat Penggangguran Terbuka % 7,46 4,68 10,95 4,58 3,48 2.2.2. Urusan Pilihan
Produksi padi pada tahun 2014 mencapai 567.999 ton, terdiri dari 544.906 ton padi sawah dan 23.138 ton padi ladang. Rata-rata produksi padi sawah mencapai 4,32 ton per hektar, sedangkan untuk padi ladang 2,50 Ton per hektar.
Dua daerah penghasil padi terbesar di Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah Kecamatan Lempuing dan Kecamatan Lempuing Jaya. Pada tahun 2014 luas panen tanaman padi di Kecamatan Lempuing Jaya seluas 21.203 hektar dan produksinya mencapai 114.736 ton atau sebesar 20,20 persen dari total produksi padi di Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Tabel 2.35. Luas panen dan produksi padi per kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2014
Kecamatan
Padi Sawah Padi Ladang Jumlah
Luas Panen (Ha) Produksi (Ton) Luas Panen (Ha) Produks i (Ton) Luas Panen (Ha) Produksi (Ton) 1. Lempuing 18 200 100 100 0 0 12 400 100 100 2. Lempuing Jaya 20 348 111 914 855 2 822 21 203 114 736 3. Mesuji 2 381 8 691 589 1 590 2 970 10 281 4. Sungai Menang 8 875 32 394 512 1 382 9 132 33 776 5. Mesuji Makmur 1 888 6 797 546 1 474 2 434 8 271 6. Mesuji Raya 2 506 9 147 168 454 2 674 9 601 7. Tulung Selapan 1 457 4 808 157 408 1 614 5 216 8. Cengal 400 1 320 0 0 400 1 320 9. Pedamaran 7 241 29 688 0 0 7 241 29 688 10 . Pedamaran Timur 30 110 40 108 70 218 11 . Tanjung Lubuk 10 858 45 604 80 208 10 938 45 812 12 . Teluk Gelam 3 476 14 599 0 0 3 476 14 599 13 . Kayuagung 3 764 15 432 0 0 3 764 15 432 14
. Sirah Pulau Padang 8 512 34 899 0 0 8 512 34 899
15 Jejawi 7 636 31 308 0 0 7 636 31 308
16 Pampangan 8 659 35 502 75 203 8 734 35 705
17 Pangkalan Lampam 300 993 535 1 445 835 2 438
18
. Air Sugihan 14 914 62 639 8 806 23 776 23 776 86 415
Kontribusi sub sektor perkebunan khususnya tanaman keras mencakup semua jenis kegiatan tanaman perkebunan yang diusahakan baik oleh rakyat maupun oleh perusahaan perkebunan. Tanaman perkebunan rakyat adalah suatu usaha tanaman perkebunan yang dilakukan oleh rakyat secara individu dengan luas areal tanaman kurang dari 25 hektar. Tanaman perkebunan besar adalah suatu usaha tanaman
perkebunan yang dilakukan oleh perusahaan atau oleh rakyat yang arealnya lebih besar atau sama dengan 25 hektar. Komoditi yang dicakup meliputi antara lain karet, kelapa sawit, kelapa, lada, pinang, kopi, kapuk, aren, dan kakao. Luas areal perkebunan rakyat pada tahun 2014 sebesar 173.134 hektar dengan jumlah produksi 343.472 ton seperti tertera pada Tabel 2.36. Sedangkan luas areal perkebunan besar pada tahun 2014 sebesar 177.375 hektar dengan jumlah produksi 2.295.389 ton (Tabel 2.37).
Tabel 2.36. Luas areal dan produksi perkebunan rakyat
N
o Komoditi
Luas Areal (Ha) Produksi
Jumlah Petani/ (KK) Tanaman belum menghasilk an Tanaman menghasilk an Tanaman tua/Tanama
n rusak Jumlah Ton
Rata- Rata (Kg/Ha ) 1 Karet 34 033 103 795 16 009 153837 184369 1 776 59 823 2 Kelapa Sawit 3 287 10 114 247 13 648 154476 15 273 1 823 3 Kelapa 617 2 710 413 3 740 3 746 1 382 13 569 4 Lada 7 30 4 41 14 450 152 5 Pinang 129 207 73 409 86 414 1 167 6 Kopi 196 638 162 996 636 997 2 965 7 Kapuk 11 84 29 124 25 - 932 8 Aren 23 85 23 131 46 541 373 9 Kakao 33 121 4 158 75 620 384 Jumlah 2014 38 386 117 784 16 694 173134 343472 0 87 213 201 3 37 976 116 845 17 199 172020 340753 0 86567 201 2 38 073 114 481 16 055 168609 0 337 024 22 113 201 1 39 660 109 756 16 393 165809 327252 2 982 94 934 201 0 44 685 102 614 16 600 163962 307003 2 992 92 802
Tabel 2.37. Luas areal perkebunan besar menurut komoditas tahun 2014
Komoditas
Luas Areal (Ha)
Produksi (Ton) Belum Menghasilka n Menghasilka n Tua/Rusak Jumlah 1 KELAPA SAWIT 12 808 145 912 0 158 720 2 258 079 INTI 12 808 88 200 0 101 008 1 348 679
PLASMA 0 57 712 0 57 712 909 400
2 KARET 0 18 655 0 18 655 37 310
INTI 0 13 454 0 13 454 25 739
PLASMA 0 5 201 0 5 201 9 700
Perkebunan besar yang ada di Kabupaten Ogan Komering ilir ini letaknya tersebar di 18 kecamatan, adapun jumlah perkebunan besar yang ada dan sebarannya di Kabupaten Ogan Komering Ilir, disajikan pada Tabel 2.38. berikut ini.
Tabel 2.38. Jumlah perkebunan besar menurut kecamatan dan komoditas yang diusahakan
Kecamatan Karet Kelapa Sawit Tebu
1. Lempuing 1 1 0 2. Lempuing Jaya 0 3 0 3. Mesuji 1 7 0 4. Sungai Menang 1 12 1 5. Mesuji Makmur 0 2 0 6. Mesuji Raya 1 1 0 7. Tulung Selapan 0 4 0 8. Cengal 1 8 2 9. Pedamaran 0 9 2 10. Pedamaran Timur 1 7 0 11. Tanjung Lubuk 0 4 0 12. Teluk Gelam 0 1 0 13. Kayuagung 0 7 0
14. Sirah Pulau Padang 0 2 0
15. Jejawi 0 4 0
16. Pampangan 0 4 1
17. Pangkalan Lampam 0 4 2
18. Air Sugihan 0 1 0
Jumlah 6 81 8
Sub sektor perikanan juga memegang peranan penting dalam perekonomian Kabupaten Ogan Komering Ilir, mengingat luas wilayah yang 75 persen tergenangi oleh air, yang menjadi tempat berkembangnya ikan, baik untuk budidaya ikan maupun perikanan tangkap. Produksi ikan di Kabupaten Ogan Komering Ilir pada tahun 2014 sebesar 76.209,163 ton terdiri dari produksi perikanan budidaya sebesar 43.523,583 ton dan perikanan tangkap 32.676,580 ton
Pada tahun 2014 kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian Kabupaten Ogan Komering Ilir sebesar 68,32 persen, kontribusi terbesar di sumbang oleh sub sektor perkebunan sebesar 42,43 persen, diikuti oleh
perikanan sebesar 10,77 persen, dan tanaman bahan makanan sebesar 15,60 persen.
Tabel 2.39. Indikator sektor pertanian
No Uraian Satuan 2010 2011 2012 2013 2014
1 Produktivitas padi ton/ha 4,11 4,178 4,168 4,33 4,32 2 Produktivitas karet ton/ha 1.833 1.830 1.820 1.820 1.820 3 Produktivitas kelapa sawit ton/ha 15.051 14.860 15.470 15.470 15.470 4 Sumbangan sektor pertanianterhadap PDRB % 47,69 46,52 44,65 43,25 68,32 5 Sumbangan tanaman bahanmakanan terhadap PDRB % 11,52 11,18 10,72 10,34 15,60 6 Sumbangan tanaman perkebunanterhadap PDRB % 16,78 16,15 15,09 14,57 42,43 7 Sumbangan peternakan danhasilnya terhadap PDRB % 5,00 4,96 4,98 4,98 5,92 8 Sumbangan tanaman kehutananterhadap PDRB % 6,43 6,04 5,73 5,31 15,52 9 Sumbangan perikanan terhadapPDRB % 7,95 8,20 8,13 8,04 16,17
2.2.2.2. Perdagangan
Kegiatan yang dicakup dalam sub sektor perdagangan meliputi kegiatan membeli dan menjual barang baik barang baru maupun bekas untuk tujuan penyaluran/pendistribusian tanpa mengubah sifat barang. Sub sektor perdagangan dalam perhitungannya dikelompokkan ke dalam dua jenis kegiatan yaitu perdagangan besar dan perdagangan eceran. Perdagangan besar meliputi kegiatan pengumpulan dan penjualan kembali barang baru atau bekas oleh pedagang dari produsen atau importir ke pedagang besar lainnya, pedagang eceran, perusahaan dan lembaga yang tidak mencari untung. Sedangkan perdagangan eceran mencakup kegiatan pedagang yang umumnya melayani konsumen perorangan atau rumah tangga tanpa merubah sifat, baik barang baru atau barang bekas. Kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB di Kabupaten Ogan
Komering Ilir merupakan salah satu sektor tersier memberikan kontribusi terbesar. Pada tahun 2010 kontribusi sebesar 7,16 % dan tahun 2014 mencapai sebesar 7,46%
Tabel 2.40. Indikator Perdagangan
No Uraian Satuan 2010 2011 2012 2013 2014
1 Sumbangan sektor perdagangan
terhadap PDRB % 7,16 7,27 7,22 7,08 7,46
2.2.2.3. Perindustrian
Gerak pertumbuhan sektor industri pengolahan berkaitan erat dengan kemajuan perekonomian suatu daerah atau negara. Hal ini dikarenakan salah satu ciri kemajuan perekonomian suatu daerah ditandai dengan berkurangnya peranan sektor primer (pertanian) dan meningkatnya peranan sektor industri. Sektor industri pengolahan terdiri dari dua kelompok besar, yaitu sub sektor industri pengolahan migas dan sub sektor industri pengolahan non migas. Sektor industri di Kabupaten Ogan Komering Ilir sepenuhnya berasal dari industri non migas, karena belum ditemukan industri migas di Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Sub sektor Industri non migas tetap menjadi harapan agar menjadi sektor primadona pada masa-masa yang akan datang. Sebab, proses industrialisasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembangunan itu sendiri. Konsep pembangunan seringkali dikaitkan dengan proses industrialisasi. Seperti halnya di negara-negara maju, biasanya sektor industri dan jasa memegang peranan dan kontribusi yang cukup dominan dalam perekonomiannya. Kriteria utama pembangunan adalah kenaikan pendapatan per kapita yang sebagian besar disebabkan oleh adanya industrialisasi. Dalam mengembangkan sektor industri, sudah sepatutnya pemerintah memberikan perhatian yang serius terhadap
industri kecil, menengah, dan industri kerajinan rumah tangga. Sebab Industri ini menyangkut perekonomian masyarakat kelas menengah ke bawah, disamping juga relatif stabil terhadap pengaruh faktor-faktor dari luar negeri.
Nilai tambah sub sektor industri non migas sebagian besar masih dihasilkan dari industri makanan dan minuman, pada tahun 2014 konstribusi nya sebesar 80,4 persen, disusul kemudian oleh industri barang kayu dan hasil hutan lainnya yang memiliki konstribusi 7,1 persen.
Tabel 2.41. Indikator perindustrian
No Uraian Satuan 2010 2011 2012 2013 2014
1 Kontribusipengolahan terhadap PDRBsektor industri % 4,42 4,43 4,51 4,59 4,85 2 Kontibusi sub sektor industrimakanan dan minuman % 78,5 78,8 79,2 79,9 80,4 3 Kontibusi sub sektor industribarang kayu dan hasil hutan
lainnya % 9,1 8,6 8,2 7,6 7,1
2.2.2.4. Kehutanan
Di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir proporsi lahan yang tertutup hutan sebesar 42,55 persen, proporsi luasan hutan tersebut sebagian besar didominasi oleh hutan lindung, dan hutan sekunder serta hutan tanaman. Beberapa capaian indikator yang berkaitan dengan urusan kehutanan dapat dilihat pada Tabel 2.38 berikut.
Tabel 2.42. Indikator kehutanan
No Uraian Satuan 2010 2011 2012 2013 2014
1 Persentase rehabilitasi hutan lahan
kritis % - 38,75 7,12 10,27 15,41
2 Persentase lahan yang tertutup
hutan (PLH) % 38,66 38,66 38,66 42,55 42,55
3 Kerusakan kawasan hutan % 55,81 43,41 37,76 57,86
4 Rasio luas kawasan lindung (RKL)