IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
21. Kopiah dan sarung peninggalan Pangeran Pemuka
Teknik dokumentasi adalah sesuatu yang memberi bukti atau bahan-bahan untuk membandingkan suatu keterangan atau informasi, penjelasan atau dokumentasi dalam naskah asli atau informasi tertulis ( Kamaruddin, 1972 : 50 ).
Teknik dokumentasi adalah cara pengumpulan data melalui peninggalan tertulis berupa arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat teori, dalil-dalil atau buku-buku lain yang berkenaan dengan masalah-masalah penyelidikan (Hadari Nawawi, 1991 : 133 ).
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan, misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, ceritera, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa, dan lain sebagainya. Dokumen yang berbentuk karya, misalnya karya seni yang dapat berupa gambar, patung, film, dan lain sebagainya ( Sugiyono, 2012 : 240 ).
Berdasarkan pengertian teknik dokumentasi tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan dokumen berupa naskah-naskah kuno yang berkaitan dengan proses masuk dan berkembangnya Islam di Teluk Betung.
22 E. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data adalah serangkaian kegiatan mengolah data yang telah dikumpulkan dari lapangan menjadi seperangkat hasil, baik dalam bentuk penemuan-penemuan baru maupun dalam bentuk kebenaran hipotesa
( Mohammad Hasyim, 1982 : 41 ).
Teknik Analisis data merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari kemudian membuat kesimpulan ( Sugiyono, 2012 : 244 ).
Berdasarkan pengertian para ahli tersebut, maka teknik analisis data merupakan serangkaian kegiatan mengolah data yang telah dikumpulkan dari lapangan menjadi seperangkat hasil yang bermakna dan berguna dalam memecahkan masalah sehingga hasil dari penelitian dilapangan dapat dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dengan berlandaskan pada data-data historis atau bersifat kesejarahan tentang masuk dan berkembangnya agama Islam di Teluk Betung.
23 Dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif maka peneliti akan terbimbing dalam memperoleh penemuan-penemuan yang tidak terduga sebelumnya. Selain itu peneliti dapat menyajikan hasil yang berbentuk cerita yang menarik dan meyakinkan pembaca ( Suwardi Endraswara, 2006 : 81 ).
Dengan dikemukakan landasan teori dan nilai-nilai budaya yang ada pada konteks sosial yang diteliti, maka hal ini merupakan indikator bagi peneliti, apakah peneliti memiliki wawasan yang luas atau tidak terhadap situasi sosial yang diteliti. Validasi awal bagi peneliti kualitatif adalah seberapa jauh kemampuan peneliti mendeskripsikan teori-teori yang terkait dengan bidang dan konteks sosial yang diteliti. Dalam landasan teori ini perlu dikemukakan definisi setiap fokus yang akan diteliti, ruang lingkup, keluasan serta kedalamannya. Selanjutnya, dalam penelitian kualitatif teori hanya bersifat sementara dan teori tersebut dapat berkembang setelah peneliti berada dilapangan ( Sugiyono, 2012 : 292 ).
24 REFERENSI
Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta : Yayasan Bentang Budaya.
Halaman 89 - 103.
P.K, Poerwantana, Hugiono. 1987. Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta : PT. Bina Aksara.
Halaman 25 - 26.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta. Halaman 38.
Sumadi Suryabrata. 1983. Metodologi Penelitian. Jakarta : Rajawali. Halaman 79. Muhammad Nasir. 1985. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia. Halaman 162.
Masri Singarimbun. 1989. Metode Penelitian Survey. Jakarta : LP3ES. Halaman 46.
Koentjaraningrat. 1984. Kamus Istilah Anhtropologi. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Jakarta : Depdikbud. Halaman 420.
Sugiyono. Op. Cit. Halaman 291.
Kamarudin. 1972. Pengantar Metodologi Riset. Bandung : Angkasa. Halaman 50. Hadari Nawawi. 1991. Metodologi Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta : UGM Press. Halaman 133.
Sugiyono. Op. Cit. Halaman 240.
Mohammad Hasyim. 1982. Penuntun Dasar Kearah Penelitian Masyarakat. Surabaya:
Bina Ilmu. Halaman 41. Sugiyono.Op. Cit. Halaman 244.
Suwardi Endraswara. 2006. Metode, teori, Teknik Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta
: Pustaka Wdyatama. Halaman 81. Sugiyono . Op. Cit. Halaman 292.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Proses masuknya agama Islam di Teluk Betung terjadi secara bertahap, berkelanjutan dan dengan berbagai cara. Islamisasi tingkat awal atau proses masuknya agama Islam di Teluk Betung pada mulanya terjadi daerah pesisir. Hal ini disebabkan kondisi geografis yang memudahkan adanya hubungan dengan daerah lain. Setelah penduduk pesisir menerima dan memeluk agama Islam, kemudian terjadi penyebaran agama Islam dari penduduk satu dengan yang lain melalui dakwah. Pada akhirnya masyarakat Teluk Betung dari daerah pesisir hingga pedalaman memeluk agama Islam.
Tahapan masuknya agama Islam di Teluk Betung dimulai sejak berdirinya Keratuan Darah Putih di Kuripan. Berdirinya Keratuan Darah Putih oleh Zaka Waliyullah Ratu Darah Putih di Kuripan pada akhir abad XVI mengakibatkan masyarakat peminggir di daerah pesisir Lampung mulai memeluk agama Islam. Masyarakat peminggir adalah masyarakat yang mendiami daerah Krui, Ranau, Kotta Agung, Rajabasa dan Teluk Betung.
63 Selain berdirinya Keratuan Darah Putih di Kuripan, agama Islam masuk ke Teluk Betung manakala terjadi perpindahan kedudukan Ibrahim gelar -
Pangeran Pemuka dari Bengkunat ke Kampung Negeri Olok Gading Teluk Betung pada awal abad XVII.
Pada perkembangan berikutnya, penyebaran agama Islam di Teluk Betung dilakukan oleh para Ulama atau Penghulu Besar yang berasal dari luar Lampung. Tubagus Machdum menyebarkan Agama Islam di Teluk Betung pada abad XVIII. Daeng Mohammad Soleh dan Daeng Mohammad Alie yang merupakan putra dari Kraeng Poeta Djanggoek dari Keraton Lama Bone Sulawesi Selatan menyebarkan agama Islam di Teluk Betung pada abad XIX. Tubagus Yahya dan K.H Ali Thasim menyebarkan agama Islam di Teluk Betung pada awal abad XX.
Bukti-bukti peninggalan sejarah Islam di Teluk Betung, antara lain Masjid Jami Al Anwar, Masjid Jami Al Yaqin, makam keramat Poeang, makam keramat Tubagus Machdum, makam Tubagus Yahya, rumah adat Kebandaran Balak Marga Teluk Betung dan lain sebagainya.
Penyebaran Islam di Teluk betung menggunakan berbagai pola pengembangan seperti politik, perdagangan, perkawinan, pendidikan dan. Pengembangan ajaran Islam melalui pola politik dan kekuasaan terjadi pada saat berdirinya Keratuan Darah Putih di Kuripan abad XVI dan berdirinya kampung Negeri di Teluk Betung tahun 1618 M.melalui pola perdagangan. Penyebaran Islam melalui pola perdagangan terjadi akibat adanya kesibukan lalu lintas perdagangan pada masa lampau, yaitu perdagangan melalui selat
64 Sunda yang melibatkan pedagang-pedagang muslim ( Bugis, Banten dan Palembang). Perkawinan merupakan salah satu dari pola Islamisasi yang paling memudahkan dikarenakan ikatan perkawinan merupakan ikatan lahir batin, tempat mencari kedamaian diantara dua individu. Melalui perkawinan, maka akan terbentuk keluarga yang agamais menurut ajaran agama Islam. Di wilayah Teluk Betung terdapat pemukiman muslim yang terbentuk akibat pola perkawinan, antara lain kampung Bugis, kampung Palembang, kampung Negeri dan kampung Olok Gading. Pengembangan ajaran Islam di Teluk Betung dilakukan pula melalui pola pendidikan. Tokoh-tokoh pelopor pendidikan Islam di Teluk Betung, diantaranya adalah Tubagus Machdum, Daeng Muhammad Soleh, Daeng Muhammad Ali, Tubagus Yahya dan K.H Ali Thasim. Para tokoh ini melaksanakan kegiatan pengajian di Rumah, Masjid, Mushola, Pesantren ataupun Madrasyah. Tempat-tempat ini merupakan tempat pengembangan ajaran agama Islam bagi para santri.
B. Saran
1. Kepada Majelis Ulama Daerah Lampung dan Masyarakat Sejarah Indonesia untuk mengadakan seminar ataupun diskusi terkait masuk dan berkembangnya Islam di Lampung dengan tujuan menggali fakta sejarah Islam yang terpendam di daerah Lampung.
2. Kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung agar memperhatikan keadaan peninggalan sejarah Islam dan tidak membiarkan peninggalan sejarah Islam tersebut menjadi hilang ditelan zaman.
65 3. Kepada seluruh ummat muslim agar senantias menjaga ukhuwah islamiyah dan sebisa mungkin melaksanakan pernikahan se-iman dan se- agama, yakni Islam.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Taufik. 1979. Sejarah Lokal di Indonesia. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. 227 halaman.
. 1987. Sejarah dan Masyarakat. Jakarta : Penerbit Pustaka Firdaus. 156 halaman.
Ali, Mohammad Daud. 1998. Pendidikan Agama Islam. Jakarta : Grafindo Persada. 478 halaman.
Ali, Muhammad. 1985. Penelitian Prosedur dan Strategi. Angkasa. Bandung. 139 halaman.
Alwi, Al-Habib. 1995. Sejarah Masuknya Islam di Timur Jauh. Jakarta : Penerbit Lentera. 172 halaman.
Ankersmit, F. R. 1987. Refleksi Tentang Sejarah, pendapat-pendapat modern tentang Filsafat Sejarah. Jakarta : Gramedia. 383 halaman.
Arikunto, Suharsimi. 1989. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Bina Aksara. 314 halaman.
Bappeda Lampung. 2011. Selayang Pandang Kota Bandar Lampung. Bandar Lampung : Pemerintah Kota Bandar Lampung. 109 halaman.
Depdikbud. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. 860 halaman.
Depdikbud Kanwil Propinsi Lampung. 1997. Sejarah Daerah Lampung. Bandar Lampung : Bagian Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya Lampung. 179 halaman.
Depdiknas. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta : Balai Pustaka. 412 halaman.
Dewan Harian Daerah Angkatan’45. 1990. Sejarah Perkembangan Pemerintahan di
Lampung Buku I. Bandar Lampung : Badan Penggerak Pembina Potensi Angkatan-45. 489 halaman.
. 1990. Sejarah Perkembangan Pemerintahan di Lampung Buku II. Bandar Lampung : Badan Penggerak Pembina Potensi
Angkatan-45. 171 halaman
Endraswara, Suwardi. 2006. Metode, teori, Teknik Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta : Pustaka Wdyatama. 234 halaman.
Fachruddin. 2002. Risalah Masjid Jami Al Anwar. Bandar Lampung : Yayasan Masjid Jami Al Anwar. 24 Halaman
Fas-Kal. 1994. Ensiklopedia Islam 2. Jakarta: PT.Ichtiar Baru Van Hoeve. 87 halaman. Gadjahnata, K. H. O, Sri-Edi Swasono,. 1986. Masuk dan berkembangnya Islam di Sumatera Selatan. Jakarta : Universitas Indonesia. 272 halaman.
Hamka. 1976. Sejarah Ummat Islam Jilid IV. Jakarta: Penerbit Bulan Bintang. 388 halaman.
Hasyim, Mohammad. 1982. Penuntun Dasar Kearah Penelitian Masyarakat. Surabaya: Bina Ilmu. 89 halaman.
http://aweygaul.wordpress.com/2012/08/09/pelopor-islamisasi-di-tatar-pasundan- abad-xv/ . Diakses pada tanggal 20 maret 2013, pukul 19.37.
Jayaputra, R.I. 2008. Usulan Penataan Makam Keramat Poeang. Bandar Lampung : Keluarga Ahli Waris Keramat Poeang. 16 Halaman.
Kamarudin. 1972. Pengantar Metodologi Riset. Bandung : Angkasa. 133 halaman. Kartodirdjo, Sartono. 1993. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi. Jakarta: P.T. Gramedia Pustaka Utama. 282 halaman.
Koentjaraningrat. 1984. Kamus Istilah Anhtropologi. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Jakarta : Depdikbud. 197 halaman.
Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta : Yayasan Bentang Budaya. 210 halaman.
Nasir, Muhammad. 1985. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia. 597 halaman. Naskah Makam Keramat Tubagus Machdum
Naskah Makam Keramat Tubagus Yahya. Naskah Masjid Jami Al Yaqin.
Naskah Tambo Kebandaran Balak Marga Teluk Betung.
Press. 200 halaman
Poerwantana, P.K , Hugiono. 1987. Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta : PT. Bina Aksara. 104 halaman.
Sayuti, Husin. 1989. Pengantar Metodologi Riset. Fajar Agung : Jakarta. 87 halaman. Siddiqi, Nourouzzaman. 1984. Menguak Sejarah Muslim. Yogyakarta : PLP2M. 171 halaman.
Singarimbun, Masri. 1989. Metode Penelitian Survey. Jakarta : LP3ES. 336 halaman. Soekanto, Soerjono. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : Rajawali Press. 517 halaman.
Sudarsono. 1993. Kamus Agama Islam. Jakarta : PT. Rineka Cipta. 356 halaman.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta. 334 halaman.
Sunanto, Musyrifah. 2005. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 342 halaman.
Surachmad, Winarno. 1978. Dasar dan Teknik Research Pengantar Metodolog Ilmiah. Bandung : Tarsito. 282 halaman.
. 1982.Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode dan Teknik. Bandung : Tarsito. 466 halaman.
Suryabrata, Sumadi. 1983. Metodologi Penelitian. Jakarta : Rajawali. 127 halaman. Suyanto, Edi. 2009. Penggunaan Bahasa Indonesia Laras Ilmiah. Jakarta : Ardana Media. 180 halaman.
Widodo, Erna. 2000. Konstruksi Kearah Penelitian Deskriptif. Yogyakarta : Avyrouz. 210 halaman.
Yayasan Bhakti Wawasan Nusantara. 1992. Profil Republik Indonesia, Lampung. Jakarta : PT. Intermasa. 437 halaman.