HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Sekilas Gambaran Umum Inspektorat Jenderal Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
2) Hasil Uji Korelasi Hubungan Korelasi Antara Etika (X1), Pendidikan (X dan Pengalaman (X3) Pendidikan (X dan Pengalaman (X3) Pendidikan (X dan Pengalaman (X3)
Dalam metode analisis jalur untuk mencari hubungan kausal atau pengaruh variabel-variabel penelitian, terlebih
81 dahulu dihitung matriks korelasi dari variabel etika, pendidikan, dan pengalaman dalam tabel 4.16.
Tabel 4.16 Korelasi
Berdasarkan uraian diatas, maka hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan dengan tabel 4.17 yang terdapat dibawah ini:
Tabel 4.17
Pengujian Hubungan Antar Variabel Hubungan Koefisien
Korelasi
Kategori Probabilitas Kesimpulan Etika (X1) dengan Pendidikan (X2) 0.300 Rendah 0.026 Signifikan Etika (X1) dengan Pengalaman (X3) 0.277 Rendah 0.040 Signifikan Pendidikan (X2) dengan Pengalaman (X3) 0.177 Sangat Rendah 0.197 Tidak Signifikan Sumber: Data primer yang diolah
Etika Pendidikan Pengalaman Motivasi Etika Pearson Correlation 1 .300* .277* .398** Sig. (2-tailed) .026 .040 .003 N 55 55 55 55 Pendidikan Pearson Correlation .300* 1 .177 .203 Sig. (2-tailed) .026 .197 .137 N 55 55 55 55 Pengalaman Pearson Correlation .277* .177 1 .459** Sig. (2-tailed) .040 .197 .000 N 55 55 55 55 Motivasi Pearson Correlation .398** .203 .459** 1 Sig. (2-tailed) .003 .137 .000 N 55 55 55 55
82 Korelasi sebesar 0.300 mempunyai maksud hubungan antara variabel etika dan pendidikan rendah dan searah (karena hasilnya positif). Korelasi antar dua variabel bersifat signifikan karena`angka signifikansinya sebesar 0.026<005. Korelasi sebesar 0.277 mempunyai maksud hubungan antara variabel etika dan pengalaman rendah dan searah (karena hasilnya positif). Korelasi antar dua variabel bersifat signifikan karena`angka signifikansinya sebesar 0.040<0.05. Korelasi sebesar 0.177 mempunyai maksud hubungan antara variabel pendidikan dan pengalaman sangat rendah dan searah (karena hasilnya positif). Korelasi antar dua variabel bersifat tidak signifikan karena`angka signifikansinya sebesar 0.197>0.05. 3) Hasil Uji Statistik Secara Individual (t)
Uji statistik t digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikansi 0.05.
83 a. dependent Variable: Motivasi
Sumber: Data primer diolah
A. Etika (X1) Berpengaruh Secara Signifikan Terhadap Motivasi (Y)
Hasil uji statistik t dapat terlihat pada kolom Sig pada tabel 4.18 Coefficient diperoleh variabel etika dengan nilai sig 0.033. Dibandingkan dengan probabilitas 0.05, nilai probabilitas 0.05 lebih besar dari nilai probabilitas sig atau (0.05>0.033), maka Ho1 ditolak dan Ha1 diterima, artinya signifikan pengaruh etika terhadap motivasi. Koefisien lintasan parsial (path coefficient) menunjukkan hubungan positif antara variabel etika terhadap motivasi sebesar 0.279 atau 27.9%.
Tabel 4.18 Hasil Uji Statistik t
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 12.026 6.592 1.824 .074 Etika .545 .248 .279 2.195 .033 Pendidikan .112 .260 .054 .432 .668 Pengalaman .631 .209 .372 3.019 .004
84 B. Pendidikan (X2) Berpengaruh Secara Signifikan
Terhadap Motivasi (Y)
Hasil uji statistik t terlihat pada kolom Sig pada tabel 4.18 Coefficients diperoleh variabel pendidikan dengan nilai sig 0.668. Dibandingkan dengan probabilitas 0.05, ternyata nilai probabilitas 0.05 lebih kecil dari nilai probabilitas sig atau (0.05<0.668), maka Ho2 diterima dan Ha2 ditolak, artinya tidak signifikan pengaruh pendidikan terhadap motivasi. Koefisien lintasan parsial (path coefficient) menunjukkan hubungan positif antara variabel pendidikan terhadap motivasi sebesar 0.054 atau 5.4%. C. Pengalaman (X3) Berpengaruh Secara Signifikan
Terhadap Motivasi (Y)
Hasil uji statistic t dapat terlihat bahwa pada kolom Sig pada tabel 4.18 Coefficients diperoleh variabel pengalaman dengan nilai sig 0.004. Dibandingkan dengan probabilitas 0.05, ternyata nilai probabilitas 0.05 lebih besar dari nilai probabilitas sig atau (0.05>0.004), maka Ho3 ditolak dan Ha3 diterima, artinya signifikan pengaruh pengalaman terhadap motivasi. Koefisien lintasan parsial (path coefficient) menunjukkan hubungan positif antara variabel pengalaman terhadap motivasi sebesar 0.372 atau 37.2%.
85 4) Hasil Uji Statistik Secara Simultan (F)
Hasil pengujian secara simultan variabel etika, pendidikan, dan pengalaman ditunjukkan pada tabel 4.19 berikut.
Tabel 4.19 Hasil Uji Statistik F
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 447.522 3 149.174 7.036 .000a
Residual 1081.315 51 21.202 Total 1528.836 54
a. Predictors: (Constant), Pengalaman, Pendidikan, Etika b. Dependent Variable: Motivasi
Sumber: Data primer yang diolah
Uji secara simultan ditunjukkan oleh tabel 4.19 hasil uji F (ANOVA). Dari tabel 4.19 diperoleh nilai F sebesar 7.036 dengan nilai probabilitas (sig) sebesar 0.000 karena nilai sig < 0.05, maka keputusannya adalah Ho4 ditolak dan Ha4 diterima, artinya koefisien analisis jalur adalah signifikan.
86 Gambar 4.3
Hasil Penelitian Persamaan Analisis Jalur 1 ρyЄ1 = 0.865
r12= 0.300
ρ
yx1 = 0.279 r13= 0.277ρ
yx2= 0.054 r23= 0.177ρ
yx3= 0.372Hasil Pengujian persamaan 1 dapat diringkas seperti pada tabel 4.20 sebagai berikut:
Tabel 4.20
Koefisien Jalur, Kontribusi Langsung, Tidak Langsung, Kontribusi Total, Kontribusi Etika (X1), Pendidikan (X2) dan
Pengalaman (X3) Secara Simultan dan Signifikan Terhadap Motivasi (Y) Variabel Koefisien Jalur Kontribusi Kontribusi Bersama Langsung Tidak Langsung Total X1 0.279 0.279 - 0.279 X2 0.054 0.054 - 0.054 X3 0.372 0.372 - 0.372 Є1 0.865 0.749 - - X1, X2 dan X3 - - - - 0.251
Sumber: Data primer diolah
Berdasarkan hasil perhitungan analisis jalur persamaan 1 tersebut, maka memberikan informasi secara objektif sebagai berikut:
1. Besarnya kontribusi etika (X1) yang secara langsung mempengaruhi motivasi (Y) adalah 0.279 atau 27.9%.
Pengalaman (X3)
Pendidikan (X2) Motivasi (Y) Etika
87 2. Besarnya kontribusi pendidikan (X2) yang secara langsung
mempengaruhi motivasi (Y) adalah 0.054 atau 5.4%.
3. Besarnya kontribusi pengalaman (X3) yang secara langsung mempengaruhi motivasi (Y) adalah 0.372 atau 37.2%.
4. Besarnya kontribusi etika (X1), pendidikan (X2), dan pengalaman (X3) secara simultan yang secara langsung mempengaruhi motivasi (Y) adalah 0.251 = 25.1%. Sisanya sebesar 0.749 atau 74.9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti (Nor, 2012) pengaruh fee audit, kompetensi auditor, dan perubahan kewenangan.
b. Menguji Persamaan Analisis Jalur 2 1) Hasil Uji Koefisien Jalur Persamaan 2
Dalam penentuan pengaruh variabel penelitian secara keseluruhan didapat nilai koefisien jalur dari penjumlahan variabel eksogen terhadap variabel endogen. Berikut hasil pengolahan koefisien jalur pada tabel 4.21:
Tabel 4.21
Koefisien Jalur Persamaan 1
Coefficientsa Model Standardized Coefficients Beta 1 (Constant) Etika .320 Pendidikan .142 Pengalaman .094 Motivasi .333
88 Tabel 4.22 dibawah ini merupakan besarnya angka koefisien determinasi pada persamaan analisis jalur 1.
Tabel 4.22 Koefisien Determinasi (R²) 2 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .650a .423 .377 3.574
a. Predictors: (Constant), Motivasi, Pendidikan, Etika, Pengalaman b. Dependent Variable: Profesionalisme
Sumber: Data primer diolah
Untuk melihat besarnya pengaruh etika, pendidikan dan pengalaman terhadap profesionalisme auditor internal melalui motivasi sebagai variabel intervening dilihat dari hasil perhitungan dalam tabel 4.22, khusunya angka Adjusted Rsquare. Besarnya angka Adjusted Rsquare (r²) adalah 0.377. Koefisien Determinasi (KD) dengan menggunakan rumus sebagai berikut: KD = r² x 100% KD = 0.377 x 100% KD = 37.7% Keterangan: KD : Koefisien Determinasi r² : RSquare
Kerangka hubungan kausal persamaan 2 dapat dibuat melalui persamaan struktural sebagai berikut:
89 Diketahui:
R² = 0.377
ρ
zЄ2 =√ = √ = 0.789 = 78.9%Keterangan:
ρ
zx1: Standardized coefficients, koefisien jalur pengaruh langsung X1 terhadap Z.ρ
zx2: Standardized coefficients, koefisien jalur pengaruh langsung X2 terhadap Z.ρ
zx3: Standardized coefficients, koefisien jalur pengaruh langsung X3 terhadap Z.ρ
zЄ2: Besarnya pengaruh variable lain X1 : Varibel eksogen etikaX2 : Variabel eksogen pendidikan X3 : Variabel eksogen pengalaman Y : Variebel intervening motivasi Z : Variabel endogen profesionalisme
Jadi
ρ
zЄ2 menunjukkan jumlah varians variabel profesionalisme yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel etika, pendidikan, pengalaman dan motivasi atau dengan kata lain dipengaruhi variabel lain sebesar 78.9%. Maka dari itu, persamaan analisis jalur yang terbentuk adalah sebagai berikut:90 2) Hasil Uji Korelasi Hubungan Korelasi Antara Etika (X1),
Pendidikan (X2), Pengalaman (X3), dan Motivasi (Y)
Berikut hasil uji korelasi hubungan variabel etika, pendidikan, dan pengalaman dalam tabel 4.23.
Tabel 4.23 Korelasi
Etika Pendidikan Pengalaman Motivasi
Profesio nalisme Etika Pearson Correlation 1 .300* .277* .398** .521** Sig. (2-tailed) .026 .040 .003 .000 N 55 55 55 55 55 Pendidikan Pearson Correlation .300* 1 .177 .203 .322* Sig. (2-tailed) .026 .197 .137 .017 N 55 55 55 55 55 Pengalaman Pearson Correlation .277* .177 1 .459** .360** Sig. (2-tailed) .040 .197 .000 .007 N 55 55 55 55 55 Motivasi Pearson Correlation .398** .203 .459** 1 .532** Sig. (2-tailed) .003 .137 .000 .000 N 55 55 55 55 55 Profesionali sme Pearson Correlation .521** .322* .360** .532** 1 Sig. (2-tailed) .000 .017 .007 .000 N 55 55 55 55 55
91 Berdasarkan uraian diatas, maka hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan dengan tabel 4.24 yang terdapat dibawah ini:
Tabel 4.24
Pengujian Hubungan Antar Variabel Hubungan Koefisien
Korelasi
Kategori Probabilitas Kesimpulan Etika (X1) dengan Pendidikan (X2) 0.300 Rendah 0.026 Signifikan Etika (X1) dengan Pengalaman (X3) 0.277 Rendah 0.040 Signifikan Etika (X1) dengan Motivasi (Y) 0.398 Rendah 0.003 Signifikan Pendidikan (X2) dengan Pengalaman (X3) 0.177 Rendah 0.197 Tidak Signifikan Pendidikan (X2) dengan Motivasi (Y) 0.203 Rendah 0.177 Tidak Signifikan Pengalaman (X3)dengan Motivasi (Y) 0.459 Cukup Kuat 0.000 Signifikan Sumber: Data primer yang diolah
Korelasi sebesar 0.300 mempunyai maksud hubungan antara variabel etika dan pendidikan rendah dan searah (karena hasilnya positif). Korelasi antar dua variabel bersifat signifikan karena`angka signifikansinya sebesar 0.026<0.05. Korelasi sebesar 0.277 mempunyai maksud hubungan antara variabel etika dan pengalaman rendah dan searah (karena hasilnya positif). Korelasi antar dua variabel bersifat signifikan karena`angka
92 signifikansinya sebesar 0.040<0.05. Korelasi sebesar 0.398 mempunyai maksud hubungan antara variabel etika dan motivasi rendah dan searah (karena hasilnya positif). Korelasi antar dua variabel bersifat signifikan karena`angka signifikansinya sebesar 0.003<0.05. Korelasi sebesar 0.177 mempunyai maksud hubungan antara variabel pendidikan dan pengalaman rendah dansearah (karena hasilnya negatif). Korelasi antar dua variabel bersifat tidak signifikan karena`angka signifikansinya sebesar 0.197>0.05. Korelasi sebesar 0.203 mempunyai maksud hubungan antara variabel pendidikan dan motivasi rendah dan searah (karena hasilnya positif). Korelasi antar dua variabel bersifat tidak signifikan karena`angka signifikansinya sebesar 0.177>0.05. Korelasi sebesar 0.459 mempunyai maksud hubungan antara variabel pengalaman dan motivasi sangat cukup kuat dan searah (karena hasilnya positif). Korelasi antar dua variabel bersifat signifikan karena`angka signifikansinya sebesar 0.000<0.05.