• Tidak ada hasil yang ditemukan

Korelasi Kecepatan Kapal terhadap Konektivitas

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

5.7 Sensitivitas Kecepatan Kapal

5.7.1 Korelasi Kecepatan Kapal terhadap Konektivitas

Berikut adalah grafik hasil perhitungan yang menunjukkan korelasi antara kecepatan

kapal dengan indikator konektivitas. Dalam analisis korelasi ini digunakan sampel KLM

Harapan Kita dengan rute Kalimas – Ambon.

Gambar 5.28 Korelasi Kecepatan Kapal dengan Degree of Connectivity

Dalam pelayaran rountrip, kecepatan kapal pelra saat berangkat (Meninggalkan

Kalimas) dan pulang (Menuju Kalimas) berbeda. Analisis korelasi kecepatan kapal dilakukan

dua kali, yaitu kecepatan saat berangkat dengan Degree of Connectivity dan kecepatan saat

pulang dengan Degree of Connectivity. Hasil dari keduannya menunjukkan bahwa koefisien

deterministik (R2) dan nilai korelasi (R) sama, walaupun persamaannya berbeda. Dengan cara

perhitungan yang sama, persamaan korelasi untuk empat sampel pelabuhan yang terhubung

dengan Kalimas adalah sebagai berikut.

Tabel 5.15 Korelasi Kecepatan Kapal dengan Degree of Connectivity

Dalam tabel diatas, kapal yang digunakan sebagai sampel dimasing-masing pelabuhan

adalah kapal yang memiliki persentase muatan terbanyak dari pada kapal-kapal yang lain di

pelabuhan tersebut di tahun 2014. Dikarenakan nilai koefisien deterministik (R2) dan nilai

R2 R

Ambon HARAPAN KITA Y = 0,071 X + 0,541 0,253 0,503

Bima TERKA ABADI Y = 0,000 X + 1,000 0,000 0,000

Reo TRISIENDRA PRATIWI Y = 0,000 X + 1,000 0,000 0,000

Samuda USAHA BERSAMA Y = 0,000 X + 1,000 0,000 0,000

Persamaan

75

korelasi (R) sama antara perubahan kecepatan saat berangkat dan pulang, walaupun

persamaannya berbeda, maka dalam tabel tersebut hanya disebutkan persamaan untuk

perubahan kecepatan saat berangkat.

Diketahui bahwa rata-rata nilai koefisien deterministik (R2) bernilai 0,063. Ini

menunjukkan bahwa Degree of Connectivity 6% dipengaruhi oleh kecepatan kapal. Rata-rata

nilai korelasi (R) sebesar 0,126 menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara

kecepatan kapal dengan Degree of Connectivity. Sehingga, kecepatan kapal tidak

mempengaruhi tingkat konektivitas Kalimas dengan pelabuhan lain, baik sebagai pelabuhan

asal maupun tujuan karena perhitungan dilakukan dengan pelayaran kapal rountrip dengan

memperhitungkan kecepatan saat berangkat dan pulang yang berbeda.

Gambar 5.29 Korelasi Kecepatan Kapal dengan Vulnerability of Connectivity

Dalam pelayaran rountrip, kecepatan kapal pelra saat berangkat (Meninggalkan

Kalimas) dan pulang (Menuju Kalimas) berbeda. Analisis korelasi kecepatan kapal dilakukan

dua kali, yaitu kecepatan saat berangkat dengan Vulnerability of Connectivity dan kecepatan

saat pulang dengan Vulnerability of Connectivity. Hasil dari keduannya menunjukkan bahwa

koefisien deterministik (R2) dan nilai korelasi (R) sama, walaupun persamaannya berbeda.

Dengan cara perhitungan yang sama, persamaan korelasi untuk empat sampel pelabuhan yang

terhubung dengan Kalimas adalah sebagai berikut.

Tabel 5.16 Korelasi Kecepatan Kapal dengan Vulnerability of Connectivity

Dalam tabel diatas, kapal yang digunakan sebagai sampel dimasing-masing pelabuhan

adalah kapal yang memiliki persentase muatan terbanyak dari pada kapal-kapal yang lain di

pelabuhan tersebut di tahun 2014. Dikarenakan nilai koefisien deterministik (R2) dan nilai

R2 R

Ambon HARAPAN KITA Y = 0,414 X + 2,880 0,949 0,974

Bima TERKA ABADI Y = 0,565 X + 7,259 0,799 0,894

Reo TRISIENDRA PRATIWI Y = 0,278 X + 3,261 0,842 0,918

Samuda USAHA BERSAMA Y = 0,332 X + 3,912 0,740 0,860

Persamaan

76

korelasi (R) sama antara perubahan kecepatan saat berangkat dan pulang, walaupun

persamaannya berbeda, maka dalam tabel tersebut hanya disebutkan persamaan untuk

perubahan kecepatan saat berangkat.

Diketahui bahwa rata-rata nilai koefisien deterministik (R2) bernilai 0,83. Ini

menunjukkan bahwa Vulnerability of Connectivity 83% dipengaruhi oleh kecepatan kapal.

Rata-rata nilai korelasi (R) sebesar 0,91 menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara

kecepatan kapal dengan Vulnerability of Connectivity, hubungannya kuat bebanding lurus.

Sehingga, kecepatan kapal mempengaruhi tingkat konektivitas Kalimas dengan pelabuhan

lain, baik sebagai pelabuhan asal maupun tujuan karena perhitungan dilakukan dengan

pelayaran kapal rountrip dengan memperhitungkan kecepatan saat berangkat dan pulang yang

berbeda..

Gambar 5.30 Korelasi Kecepatan Kapal dengan Indeks Aksesibilitas

Dalam pelayaran rountrip, kecepatan kapal pelra saat berangkat (Meninggalkan

Kalimas) dan pulang (Menuju Kalimas) berbeda. Analisis korelasi kecepatan kapal dilakukan

dua kali, yaitu kecepatan saat berangkat dengan Indeks Aksesibilitas dan kecepatan saat

pulang dengan Indeks Aksesibilitas. Hasil dari keduannya menunjukkan bahwa koefisien

deterministik (R2) dan nilai korelasi (R) sama, walaupun persamaannya berbeda. Dengan cara

perhitungan yang sama, persamaan korelasi untuk empat sampel pelabuhan yang terhubung

dengan Kalimas adalah sebagai berikut.

Tabel 5.17 Korelasi Kecepatan Kapal dengan Indeks Aksesibilitas

Dalam tabel diatas, kapal yang digunakan sebagai sampel dimasing-masing pelabuhan

adalah kapal yang memiliki persentase muatan terbanyak dari pada kapal-kapal yang lain di

pelabuhan tersebut di tahun 2014. Dikarenakan nilai koefisien deterministik (R2) dan nilai

R2 R

Ambon HARAPAN KITA Y = 0,071 X + 0,492 0,949 0,974

Bima TERKA ABADI Y = 0,248 X + 3,186 0,799 0,894

Reo TRISIENDRA PRATIWI Y = 0,097 X + 1,139 0,842 0,918

Samuda USAHA BERSAMA Y = 0,194 X + 2,284 0,740 0,860

Indeks Aksesibilitas

Persamaan

77

korelasi (R) sama antara perubahan kecepatan saat berangkat dan pulang, walaupun

persamaannya berbeda, maka dalam tabel tersebut hanya disebutkan persamaan untuk

perubahan kecepatan saat berangkat

Diketahui bahwa rata-rata nilai koefisien deterministik (R2) bernilai 0,83. Ini

menunjukkan bahwa Indeks Aksesibilitas 83% dipengaruhi oleh kecepatan kapal. Rata-rata

nilai korelasi (R) sebesar 0,91 menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kecepatan kapal

dengan Indeks Aksesibilitas, hubungannya kuat bebanding lurus. Sehingga, kecepatan kapal

mempengaruhi tingkat aksesibilitas Kalimas dengan pelabuhan lain, baik sebagai pelabuhan

asal maupun tujuan karena perhitungan dilakukan dengan pelayaran kapal rountrip dengan

memperhitungkan kecepatan saat berangkat dan pulang yang berbeda.

Gambar 5.31 Korelasi Kecepatan Kapal dengan Profitabilitas

Dalam pelayaran rountrip, kecepatan kapal pelra saat berangkat (Meninggalkan

Kalimas) dan pulang (Menuju Kalimas) berbeda. Analisis korelasi kecepatan kapal dilakukan

dua kali, yaitu kecepatan saat berangkat dengan Indeks Aksesibilitas dan kecepatan saat

pulang dengan Indeks Aksesibilitas. Hasil dari keduannya menunjukkan bahwa koefisien

deterministik (R2) dan nilai korelasi (R) sama, walaupun persamaannya berbeda. Dengan cara

perhitungan yang sama, persamaan korelasi untuk empat sampel pelabuhan yang terhubung

dengan Kalimas adalah sebagai berikut.

Tabel 5.18 Korelasi Kecepatan Kapal dengan Profitabilitas

Dalam tabel diatas, kapal yang digunakan sebagai sampel dimasing-masing pelabuhan

adalah kapal yang memiliki persentase muatan terbanyak dari pada kapal-kapal yang lain di

pelabuhan tersebut di tahun 2014. Dikarenakan nilai koefisien deterministik (R2) dan nilai

korelasi (R) sama antara perubahan kecepatan saat berangkat dan pulang, walaupun

R2 R

Ambon HARAPAN KITA Y = 0,016 X + -0,002 0,867 0,931

Bima TERKA ABADI Y = 0,009 X + 0,025 0,678 0,823

Reo TRISIENDRA PRATIWI Y = 0,010 X + 0,021 0,722 0,850

Samuda USAHA BERSAMA Y = 0,013 X + 0,046 0,614 0,783

Profitabilitas

Persamaan

78

persamaannya berbeda, maka dalam tabel tersebut hanya disebutkan persamaan untuk

perubahan kecepatan saat berangkat

Diketahui bahwa rata-rata nilai koefisien deterministik (R2) bernilai 0,72. Ini

menunjukkan bahwa Profitabilitas 72% dipengaruhi oleh kecepatan kapal. Rata-rata nilai

korelasi (R) sebesar 0,85 menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kecepatan kapal

dengan Profitabilitas, hubungannya kuat bebanding lurus. Sehingga, kecepatan kapal

mempengaruhi profitabilitas pemilik kapal rute Kalimas dengan pelabuhan lain, baik sebagai

pelabuhan asal maupun tujuan karena perhitungan dilakukan dengan pelayaran kapal rountrip

dengan memperhitungkan kecepatan saat berangkat dan pulang yang berbeda.

Dokumen terkait