HASIL ANGKET VARIABEL PENINGKATAN JUMLAH TRANSAKSI
C. Uji Hipotesis 1. Uji t
2. Korelasi Parsial
Tabel 4.9 CORRELATIONS
Peningkatan
transaksi Promosi Produk Pearson Correlation Peningkatan transaksi 1.000 .406 .259 Promosi .406 1.000 .210 Produk .259 .210 1.000
Sig. (1-tailed) Peningkatan transaksi . .000 .005 Promosi .000 . .018 Produk .005 .018 . N Peningkatan transaksi 100 100 100 Promosi 100 100 100 Produk 100 100 100
Hasil Uji Korelasi Parsial variabel Promosi (X1) dengan Peningkatan Jumlah Transaksi (Y). Nilai yang diperoleh sebesar 0,406 tingkat hubungan yang cukup antara variabel Promosi dan Peningkatan Jumlah Transaksi. Untuk membuktikan pertanyaan hipotesis “apakah ada hubungan yang signifikan antara variabel X1 dan Y” maka dilihat nilai signifikansinya sebagai berikut:
Hipotesis bentuk kalimat
Ho : Promosi tidak berhubungan secara signifikan dengan Peningkatan Jumlah Transaksi
Ha : Promosi berhubungan secara signifikan dengan Peningkatan Jumlah Transaksi.
Kaidah Keputusan:
1) Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau [0,05 < Sig], maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan.
2) Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau [0,05 > Sig], maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.
Tabel Correlations diperoleh variabel Promosi dan Peningkatan Jumlah Transaksi nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, kemudian dibandingkan dengan probabilitas 0,05, ternyata nilai probabilitas 0,05 lebih besar dari nilai probabilitas Sig. (2-tailed) atau [0,05 > 0,000], maka Ho ditolak dan Ha
diterima artinya signifikan. Terbukti bahwa Promosi berhubungan secara signifikan dengan Peningkatan Jumlah Transaksi.
Hasil correlations variabel Produk (X2) dengan Peningkatan Jumlah Transaksi (Y). Nilai yang diperoleh sebesar 0, 259 tingkat hubungan yang cukup kuat antara variabel produk dan peningkatan jumlah transaksi. Untuk membuktikan Hipotesis “apakah ada hubungan yang signifikan antara variabel X2 dan Y” lihat saja nilai signifikansinya.
Hipotesis bentuk kalimat
Ho : Produk tidak berhubungan secara signifikan dengan Peningkatan Jumlah Transaksi
Ha : Produk berhubungan secara signifikan dengan Peningkatan Jumlah Transaksi.
Tabel Correlations diperoleh variabel Produk dan Peningkatan Jumlah Transaksi nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,005, kemudian dibandingkan dengan probabilitas 0,05, ternyata nilai probabilitas 0,05 lebih besar dari nilai probabilitas Sig. (2-tailed) atau [0,05 > 0,005], maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya signifikan. Terbukti bahwa Produk berhubungan secara signifikan dengan Peningkatan Jumlah Transaksi.
D. Pembahasan
Rumusan masalah penelitian ini ada tiga yakni Apakah promosi berpengarruh terhadap peningkatan jumlah transaksi pada Bank Syariah Mandiri cabang Palangka Raya. Apakah jenis produk berpengaruh terhadap
peningkatan jumlah transaksi Bank Syariah Mandiri cabang Palangka Raya. Pengaruh apa yang paling dominan terhadap peningkatan jumlah transaksi Bank Syariah Mandiri cabang Palangka Raya.
1. Pengaruh promosi terhadap peningkatan jumlah transaksi pada Bank Syariah Mandiri cabang Palangka Raya (Y = 1.478 + 0,230 X1 + 0,071 X2 ) Promosi merupakan salah satu variable dalam bauran pemasaran yang sangat penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk jasa. Kegiatan promosi bukan saja berfungsi sebagai alat komunikasi antara perusahaan dengan konsumen, melainkan juga sebagai alat untuk mempengaruhi konsumen dalam kegiatan pembelian, penggunaan jasa sesuai dengan keinginan dan kebutuhanya. 84 Berdasarkan uraian tersebut maka penulis mengasusmsikan setelah konsumen dalam kegiatan pembelian, penggunaan jasa maka atau loyalitas nasabah akan tumbuh dan pada akhirnya konsumen akan terus menerus melakukan berbagai bentuk transaksi. Seperti yang sudah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya bahwa bauran promosi ada 4 diantaranya, Periklanan (Advertising), Penjualan Pribadi (Personal selling), Promosi Penjualan (Sales Promotion), dan Publisitas (Pubilicity).
Keempat bauran promosi diatas kemudian muncul Cara perbankkan dalam memasarkan produknya, baik terang-terangan maupun secara diam-diam, antara lain dengan, mengeluarkan brosur, membagikan agenda tahunan, membuat kalender, mengadakan pendekatan ke berbagai
84
Rambat Lupiyoadi, A. Hamdani, Manajemen Pemasaran Jasa, Jakarta: Salemba Empat, 2006, h. 120.
pihak, melakukan kegiatan publicity di mass media, menjadi sponsor berbagai kegiatan dalam masyarakat, dan masih banyak lagi kegiatan yang dapat dilakukan oleh pihak Bank.
Adapun cara-cara promosi yang dilancarkan oleh Bank antara lain dengan mengagung-agungkan produk baru, yang dianggap produk unggulan mereka dengan menyatakan: Bunga rendah atau kompetitif, berhadiah total sekian milyar rupiah, perjalanan ke luar negeri, gratis biaya transfer, ATM yang tersebar dibanyak tempat, system online dan lain sebagainya.
Kemudian penulis melihat, mengamati, dan melakukan penelitian terhadap masyarakat di kota Palangka Raya yang menabung di Bank Syariah Mandiri cabang Palangka Raya menunjukkan bahwa promosi yang diterapkan oleh Bank Syariah mandiri cabang Palangka Raya berpengaruh dan signifikan terhadap peningkatkan jumlah transaksi. Hal tersebut mengacu pada pernyataan bahwa : (t hitung ≥ t tabel) artinya apabila nilai (t) hitung lebih besar dari (t) tabel, maka hal tersebut menunjukkan hubungan tau pengaruh yang signifikan.
Terbukti bahwa jumlah responden atau N = 100, Tingkat signifikan ( = 0,05) atau 0,05 untuk uji dua variabel dan Df atau dk (derajat kebebasan) = 100 – 2 – 1 Sehingga didapat t tabel = 1, 164. Sedangkan dalam penelitian menunjukkan nilai (t) hitung = 3.944.
Dari ketentuan tersebut menunjukkan bahwa jika dibandingkan antara (t) hitung dengan (t) tabel, maka bisa dilihat ternyata nilai t hitung > t
tabel atau 3.944 > 1.64, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya kegiatan promosi menunjukkan hubungan atau pengaruh secara signifikan terhadap peningkatan jumlah transaksi pada Bank Mandiri Syariah cabang Palangka Raya.
2. Pengarruh produk terhadap peningkatan jumlah transaksi pada Bank Mandiri Syariah cabang Palangka Raya (Y = 1.478 + 0,230 X1 + 0,071 X2 ) Disamping promosi, produk juga termasuk dari bagian bauran pemasaran (marketing mix) yang bertujuan untuk menciptakan tujuan pemasaran. Produk adalah segala sesuatu baik yang bersifat fisik maupun fisik maupu non fisik yang dapat ditawarkan kepada konsumen untuk memenuhi keinginannya dan kebutuhannya.
Berbagai produk yang ditawarkan oleh Bank antara lain: 1) Simpanan Giro
2) Simpanan deposito 3) Sertifikat Bank
4) Berbagai macam tabungan
5) Fasilitas kredit, perumahan, mobil, investasi, modal kerja, dan lain sebagainya.
6) Transfer
7) Kliring- menagih giro bilyet/cek pada Bank di kota yang sama 8) Inkaso-membantu menagih giro bilyet/cek ke Bank di kota lain 9) Jual beli efek
10) Surat jaminan atau garansi Bank.85
Berdasarkan hasil Uji t dengan t hitung dan t tabel pada taraf signifikansi 5% dengan df = (100 – 2 – 1) sebesar 1, 64 dapat dinyatakan bahwa :
Variabel produk secara individu berpengaruh terhadap Peningkatan Jumlah Transaksi Nasabah pada Bank Syariah Mandiri cabang Palangka Raya. Hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai (t) hitung variabel produk sebesar 1, 950 lebih besar dari nilai (t) tabel sebesar 1, 64 (1, 950 ≥ 1, 64) pada taraf signifikan 5% hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh variabel promosi terhadap peningkatan jumlah transaksi nasabah pada Bank Syariah Mandiri cabang Palangka Raya maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan atau pengaruh yang signifikan.
3. Faktor Yang Lebih Dominan Mempengaruhi Peningkatan Jumlah Transaksi Pada Bank Syariah Mandiri cabang Palangka Raya.
Menyambung pembahasan dari kedua variabel diatas, maka penilis menganalisa variabel manakah yang lebih dominan mempengaaruhi Peningkatan Jumlah Transaksi Pada Bank Syariah Mandiri cabang Palangka Raya, apakah variabel pertama yakni promosi atau variabel kedua yakni produk.
Mengacu kepada hasil penelitian dan pengelolaan data analisis regresi ganda Koefisien regresi X1 (Promosi) = 0.230 artinya : Apabila
85
Buchari Alma, Manajemen Pemasaran Dan Pemasaran Jasa, bandung: Alfabeta, 2011. h. 336
terdapat peningkatan variabel promosi sebesar satu satuan sementara variabel independen lainnya tetap, maka Peningkatan Jumlah Transaksi Nasabah akan mengalami peningkatan sebesar 0.367.
kemudian Koefisien regresi X2 (Produk) = 0.071 artinya : Apabila terdapat peningkatan variabel produk sebesar satu satuan sementara variabel independen lainnya tetap, maka Peningkatan Jumlah Transaksi Nasabah akan mengalami peningkatan sebesar 0.161. Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi peningkatan jumlah transaksi pada Bank Syariah Mandiri cabang Palangka Raya adalah faktor promosi.