• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dam Tembesi berada di 2 (dua) Kecamatan yaitu Kec. Sagulung dan Kec. Sei Beduk, saat dilakukan monitoring Dam Tembesi masih dalam tahap peningkatan

Waduk Nongsa, waduk telah dilengkapi dengan infrastruktur pendukung seperti jalan inspeksi dan pagar pembatas dengan kondisi bagus. Secara administrasi waduk ini berada di Kecamatan Nongsa.

Waduk Muka Kuning telah dilengkapi infrastruktur berupa jalan inspeksi dan pagar pembatas dengan kondisi bagus

Infrastruktur Fly Over Badan Pengusahaan Batam telah merencanakan pembangunan 2 (dua) Fly Over yaitu Fly over Simpang Kabil dan Fly Over Simpang Jam yang tujuannya untuk mengurai kemacetan saat jam-jam sibuk. Panjang jembatan yang direncanakan 630 m dan lebar 9 m untuk Fly Over Simpang Kabil dimana Fly Over simpang Kabil nantinya akan menghubungkan Kawasan Industri Kabil-Bandara Hang Nadim dengan Nagoya, sedangkan untuk rencana Fly Over SP.Jam akan menghubungkan antara Kawasan industri Kabil – Bandara Hang Nadim dengan Nagoya dan Pelabuhan Internasional Sekupang dengan panjang jembatan yang direncanakan yaitu 475 m dan lebar 9 m.

Pengembangan Jaringan Sungai

✓ Pengembangan dan peningkatan sungai Harapan, Sungai Muka Kuning, Sungai Duriangkang, Sungai Beduk, Sungai Tongkong, Sungai Ngeden, Sungai Puncur, Sungai Nongsa, Sungai Ladi, Sungai Baloi, Sungai Tembesi, Sungai Cia, Sungai Gong, Sungai Langkai, Sungai Bengkong, Sungai Rempang dan Sungai Galang. (RTR KSN BBK).

✓ sungai pada DAS Terong, DAS Seraya Cundung, DAS Gading, DAS Penatu, DAS Ladi, DAS Bukit Jodoh, DAS Nongsa, DAS Balo, DAS Tiban Lama, DAS Pesung, DAS Logo, DAS Ekang, DAS Bintan, DAS Cikolek, dan DAS Sumpai di WS Kepulauan Batam-Bintan (RTR KSN Perbatasan Negara Riau-Kepri)

Pengembangan dan

peningkatan waduk

Meliputi waduk Sei Harapan, Waduk Sei Ladi, waduk Nongsa, Waduk Muka kuning, Waduk Duriangkang, Waduk Sei Tembesi Baru, Waduk Sungai Rempang, Waduk Sungai Cia, Waduk Sungai Galang, dan Waduk Sungai Gong.

Waduk Duringakang telah dilengkapi infrastruktur sistem pengendalaian air dan infrastruktur pagar pembatas dengan kondisi cukup bagus, dibeberapa titik, kondisi pagar pembatas sudah jebol/rusak sehingga masya. bisa keluar/masuk ke lokasi waduk.

Waduk Sie Harapan, perlu dilakukan peningkatan infrastruktur pagar pembatas, karena kondisi pagar yang bersebelahan dengan permukiman sudah roboh. Waduk ini berada di Kec. Sekupang

Kondisi infrastruktur di Waduk Sei Ladi dalam Keadaan cukup baik, peningkatan infrastruktur pagar pembatas perlu dilakukan dikarenakan kondisi pagar sudah ada yang keropos/rusak.

2.3.5. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Jasa Konstruksi dan Pengujian Laboratorium

Laboratorium Pengujian UPTD Pemberdayaan, Pengawasan Jasa Konstruksi, Pengujian dan Peralatan Dinas PU, Penataan Ruang dan Pertanahan Pemprov Kepri dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 17 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah Pemberdayaan, Pengawasan Jasa Konstruksi, Pengujian dan Peralatan Pada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Riau, tanggal 01 Maret 2012. Laboratorium Pengujian ini menyediakan pelayanan uji bahan, yang meliputi uji kualitas material di bidang aspal, bidang beton dan bidang tanah.

Personil tenaga laboratorium yang telah memiliki sertifikat keahlihan adalah sebagai berikut : Tabel 2.26. Personil Tenaga Laboratorium Yang Telah Memiliki Sertifikat Keahlihan

NO N A M A PENDIDIKAN

TERAKHIR TUPOKSI KETERANGAN

1 TUGIMIN SMK TEKNISI LABORATORIUM TANAH BERSERTIFIKASI

2 HERU PRASTOWO SMK TEKNISI LABORATORIUM TANAH BERSERTIFIKASI

3 ADI SAYUTI SMA TEKNISI LABORATORIUM TANAH BERSERTIFIKASI

4 ROSNELIS

PERMATASARI SMK TEKNISI LABORATORIUM TANAH BERSERTIFIKASI

5 EDI SAPUTRA SMK TEKNISI LABORATORIUM TANAH BERSERTIFIKASI

6 ROBY MAULUDIN SMK TEKNISI LABORATORIUM TANAH BERSERTIFIKASI

7 EKO SURONO SMA TEKNISI LABORATORIUM BETON BERSERTIFIKASI

8 RENDY OCTAVIANO SMA TEKNISI LABORATORIUM BETON BERSERTIFIKASI

9 WAWAN SETIAWAN SMA TEKNISI LABORATORIUM BETON BERSERTIFIKASI

10 PRATAMA CAHYADI SMP TEKNISI LABORATORIUM BETON BERSERTIFIKASI

11 MUHTAZAR SMK TEKNISI LABORATORIUM ASPAL BERSERTIFIKASI

12 M. ALFARABI SMA TEKNISI LABORATORIUM ASPAL BERSERTIFIKASI

Peralatan Laboratorium Pengujian terdiri dari peralatan pengujian beton, pengujian aspal dan pengujian tanah, seperti penjabaran pada tabel-tabel berikut :

Tabel 2.27. Jumlah Peralatan Laboratorium Pengujian ASPAL

NO NAMA ALAT JUMLAH/ UNIT

1 Mesin Tekan Marshall 1

2 Centrifugal Extraktor 1

3 Bak Rendam Benda Uji Marshall 1

4 Saybolt Viscometer 1

5 Alat Kadar Air Aspal 1

6 Alat Titik Nyala Aspal 1

7 Destilasi aspal Cutback 1

8 Ductilometer Aspal 1

9 Penetrometer Aspal 1

10 Oven Uji Kehilangan Berat Aspal 1

11 Los Angeles Machine 1

BETON

NO NAMA ALAT JUMLAH/ UNIT

1 Ayakan Agg. Halus + Kasar 1

2 Mesin Shake (Getar) Ayakan 1

3 Oven 2

4 Molen Kapasitas 0,2 m³ 2

5 Mesin Kuat Tekan Beton 2

6 Alat Slum Test 1

7 Mould (Cetakan Beton) Besar 15 x 15 85

8 Mould (Cetakan Beton) Kecil 4

9 Mesin Lentur Beton 1

10 Kerucut SSD 1

11 Picnometer 1

12 Timbangan Digital Besar 2

13 Timbangan Digital Kecil 2

14 Timbangan Manual 2

15 Kadar Udara Beton 1

16 Hammer Test + Alat Calibrasi 1

17 Mesin Shake Beton 1

13 YUDA AFRIANSYAH,

ST S1 TEKNISI LABORATORIUM ASPAL BERSERTIFIKASI

14 JULI WIDYAWAN SMK TEKNISI LABORATORIUM ASPAL BERSERTIFIKASI

TANAH

NO NAMA ALAT JUMLAH/ UNIT

1 Alat Sondir 1

2 Stang Sondir 38

3 Atterberg Mesin 1

4 Atterberg Manual 1

5 Mould Convaksi 10

6 Mould CBR Perendaman 10

7 Mesin Tekan CBR 1

8 Konsolidasi 6

9 DCP 1

10 Triaxial 1

11 Hand Penetrometer 1

12 Speedy 1

13 Sandcone 1

14 Hand Bor + Stang Hand Bor 1

15 Gelas Ukur 8

16 Consolidasi 2

17 Extruder 2

Kondisi alat untuk saat ini dalam berkondisi baik dan dikategori masih baru, dan saat ini masih terus dilakukan peningkatan dalam rangka untuk mencapai sertifikat standar mutu (ISO17025 : 2005).

2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah 2.4.1. Tantangan Pembangunan Bidang Bina Marga

Tantangan pembangunan bidang Bina Marga, meliputi :

1. Pemenuhan kebutuhan prasarana jalan yang mendukung sistem transportasi wilayah harus memenuhi standar keselamatan jalan dan berwawasan lingkungan dalam menunjang sektor riil dan sistem logistik daerah dan nasional;

2. Meningkatkan peran masyarakat dan dunia usaha dalam pembangunan serta operasi dan pemeliharaan prasarana jalan untuk meningkatkan rasa memiliki terhadap prasarana jalan yang ada terutama kepedulian terhadap lingkungan disekitar prasarana jalan yang ada;

3. Mengantisipasi pertumbuhan prosentase kendaraan dibandingkan jalan yang terus akan mengalami peningkatan seiring perkembangan dan kompetisi global, terutama pada wilayah perkotaan;

4. Meningkatkan keterpaduan sistem jaringan transportasi dan penyelenggaraan jalan dan meningkatkan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan jalan; dan

5. Mengupayakan pengarusutamaan jender dalam proses pelaksanaan kegiatan sub-bidang jalan, baik dari segi akses, kontrol, partisipasi, maupun manfaatnya.

2.4.2. Tantangan Pembangunan Bidang Sumber Daya Air Tantangan pembangunan bidang Sumber Daya Air, meliputi : 1. Menyediakan air baku untuk mendukung penyediaan air minum;

2. Menjaga kelestarian hutan pada kawasan catchment area atau daerah tangkapan sumber air baku;

3. Mendorong sektor irigasi sebagai sektor unggulan dan mengendalikan alih fungsi lahan pertanian beririgasi; dan

4. Melakukan pengelolaan resiko yang diakibatkan oleh daya rusak air seperti banjir, kekeringan, serta abrasi pantai, dan Melakukan upaya dan langkah mitigasi dan adaptasi bidang SDA dalam menghadapi dampak negatif perubahan iklim;

2.4.3. Tantangan Pembangunan Bidang Penataan Ruang Dan Pertanahan Tantangan pembangunan bidang Penataan Ruang Dan Pertanahan, meliputi : 1. Belum disahkannya RTRW Provinsi sampai saat ini;

2. Meningkatkan pemanfaatan Rencana Tata Ruang secara optimal dalam mitigasi dan penanggulangan bencana, peningkatan daya dukung wilayah, dan pengembangan kawasan;

3. Meningkatkan kualitas pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang terutama melalui dukungan sistem informasi dan monitoring penataan ruang di daerah untuk mengurangi terjadinya konflik pemanfaatan ruang antarsektor, antarwilayah, dan antarpelaku;

4. Meningkatkan kepastian hukum dan koordinasi dalam pengendalian pemanfaatan ruang; dan 5. Meningkatkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat (termasuk perempuan) dlam

penyelenggaraan penataan ruang.

2.4.4. Tantangan Pembangunan Bidang Jasa Konstruksi dan Pengujian Peralatan Tantangan pembangunan bidang Jasa Konstruksi dan Pengujian Peralatan, meliputi :

1. Asosiasi konstruksi juga masih lebih cenderung mengutamakan kepentingan- kepentingan politis, sementara forum jasa konstruksi belum intens dan kurang maksimal melakukan pembinaan;

2. Memperkuat pasar konstruksi dan meningkatkan profesionalisme industri konstruksi. Termasuk perlunya memperkuat para pelaku usaha konstruksi kecil dan menengah antara lain karena lemahnya penguasaan teknologi dan akses permodalan Badan Usaha Jasa Konstruksi;

3. Masih terbatasnya peralatan pengujian;

4. Masih adanya mutu konstruksi yang belum sesuai standar; dan

5. Mengupayakan pengaruh gender dalam proses pelaksanaan kegiatan sub-bidang jasa konstruksi, baik dari segi akses, kontrol, partisipasi, maupun manfaatnya.

BAB III. PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS

Dalam dokumen KATA PENGANTAR RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) (Halaman 67-72)