Letak Geografis Kota Sungai Penuh antara 1010 14' 32'' BT sampai dengan 1010 27' 31'' BT dan 020 01' 40'' LS sampai dengan 020 14' 54'' LS.
Dengan luas keseluruhan 39.150 ha, yang terdiri dari TNKS seluas 23.177,6 ha (59,2%) dan lahan hunian budidaya seluas 15.972,4 ha (40,8%) dan dengan jumlah penduduk 87.804 jiwa.
Kota Sungai Penuh memiliki luas keseluruhan 39.150 Ha, yang terdiri dari TNKS seluas 23.177,6 Ha (59,2 %) dan lahan Hunian/ budidaya seluas 15.972,4 Ha (40,8%). Jumlah penduduk : 79.991 jiwa
Terdiri dari 5 Kecamatan : 1. Kecamatan Sungaipenuh 2. Kecamatan Hamparan Rawang 3. Kecamatan Pesisir Bukit
4. Kecamatan Kumun Debai 5. Kecamatan Tanah Kampung
Tabel 3.18 : Luas Kecamatan di Kota Sungai Penuh
Berdasarkan UU No. 25 Tahun 2008 batas wilayah Kota Sungai Penuh sebagai Berikut :
o Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Depati Tujuh Kabupaten Kerinci.
o Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Sitinjau Laut, dan Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci.
o Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Pesisir dan Kab. Mukomuko.
o Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Air Hangat Timur
Tofografi Kota Sungai Penuh Berada Pada dataran tinggi berbukit-bukit dan di kelilingi Bukit barisan dan hutan lebat dengan ketingian 100 - 1000 m dpl menyebabkan Kota Sungai Penuh memiliki iklim yang sejuk dan nyaman.
Kondisi geografi Kota Sungai Penuh : 1. Keadaan Iklim (rata-rata)
a. Curah Hujan harian rata-rata dalam satu tahun 49,4 - 169,2 mm/th, Sumber data dari Bandara
b. Kecepatan Angin rata-rata dalam satu tahun 13 m/detik, Sumber
data dari Bandara
c. Kelembapan Udara harian rata-rata dalam satu tahun 39 % Sumber data dari Bandara
d. Suhu harian rata-rata dalam satu tahun 17,2 29,3 0C Sumber data dari Bandara
2. Topografi
a. Ratarata ketinggian di atas permukaan laut < 813 Mdpi Sumber data dari BPS
b. Luas kemiringan lahan
1. Luas dataran datar dengan kemiringan antara (0 20) 6.300 Ha Sumber data dari BPS
2. Luas daratan yang bergelombang dengan kemiringan antara (5 150) 1.295 Ha Sumber data dari BPS
3. Luas daratan curam yang bergelombang dengan kemiringan antara (16 400) 4.345 Ha Sumber data dari BPS
4. Luas daratan sangat curam yang bergelombang dengan kemiringan antara (>400) 1.295 Ha Sumber data dari BPS 3. Wilayah
Kota Sungai Penuh memiliki luas daratan dengan spesifikasi (sawah, non sawah dan hutan) dengan luas keseluruhan 39.150 Ha Sumber data dari BPS
4. Penggunaan Lahan a. Lahan Non Sawah
1. Luas lahan non sawah yang belum atau tidak diusahakan 8.772 Ha Sumber data dari DPPK
2. Luas lahan kolam air tawar 12,70 Ha Sumber data dari DPPK 3. Luas lahan ladang dan tegalan 2.157 Ha Sumber data dari
DPPK
4. Luas lahan padang rumput alami 2.129 Ha Sumber data dari
DPPK
5. Luas lahan untuk keperluan perkebunan 4.966 Ha Sumber data dari DPPK
6. Luas lahan untuk permukiman penduduk 1.344 Ha Sumber data dari DPPK
b. Lahan Persawahan
1. Luas lahan sawah rawa atau payou 900 Ha Sumber data dari DPPK
2. Luas lahan sawah yang tadah hujan 2.380 Ha Sumber data dari DPPK
3. Luas lahan sawah irigasi teknis 459 Ha Sumber data dari DPPK c. Lahan Hutan
1. Luas lahan hutan lindung 23.177,6 Ha Sumber data dari DPPK 2. Luas lahan hutan produksi terbatas 1.825 Haa Sumber data
dari DPPK
3. Luas lahan hutan rakyat 575 Ha Sumber data dari DPPK
I0.2. Kondisi Demografis
Jumlah Penduduk Kota Sungai Penuh sampai akhir tahun 2011 yaitu berjumlah 89.716 jiwa (Sumber Dinas Dukcapil, Desember 2011) dengan komposisi penduduk menurut jenis kelamin laki-laki sebanyak 45.144 jiwa (50,32%) dan perempuan 44.572 jiwa (49,68%), dan jumlah Kepala Keluarga 25.950 KK yang tersebar di 5 Kecamatan dan 2 Kecamatan Pemekaran dengan kepadatan penduduk rata-rata ± 229 jiwa/km2 , yang merupakan daerah dengan tingkat kepadatan kedua tertinggi di Provinsi Jambi setelah Kota Jambi. Sedangkan kepadatan penduduk di luar wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat (dihitung berdasarkan luas lahan budi daya), yaitu 562 jiwa/km2
10.3. Pertumbuhan Ekonomi
Kota Sungai Penuh merupakan wilayah kota yang sebagian wilayahnya merupakan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan merupakan daerah perkotaan yang berada pada dataran tinggi sehingga beriklim sejuk dengan keindahan alam yang mengelilinginya. Sektor perdagangan dan jasa merupakan memberikan kontribusi terbesar dalam menggerakan perekonomian Kota Sungai Penuh. Didukung oleh 21 unit kelompok pertokoan, 3 unit pasar, 4 unit swalayan , Pusat perbelanjaan Kincai Plaza dan 5 unit Mini market. Di sektor Sektor Jasa perbankan Kota Sungai Penuh memiliki sekitar 7 Bank (2 Bank Pemerintah dan 5 Bank Swasta). Diperkuat pula oleh 195 lembaga non Bank, terdiri dari 78 unit Koperasi, 1 unit Asuransi, 10 unit Simpan pinjam, dan 106 lembaga non bank lainnya.
Di Sektor pertanian, Kota Sungai Penuh merupakan daerah surplus beras, selain juga menghasilkan berbagai macam tanaman holtikultura.
Kedepan sektor ini diarahkan sebagai penghasil benih unggul untuk wilayah sekitarnya. Selain itu juga sebagai daerah yang menjadi pusat processing, manufacturing dan packaging bagi hasil-hasil pertanian yang dihasilkan oleh Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.
Di sektor pendidikan didukung oleh sejumlah sarana prasarana pendidikan yang teridiri dari Sekolah Dasar (75 buah), SLTP (11 buah), SLTA (13 buah) dan 6 Perguruan tinggi (1 Perguruan tinggi Negeri dan 5 Perguruan tinggi swasta). Sektor Jasa Kesehatan terdapat Rumah Sakit (2 unit), Puskesmas (4 unit), Puskesmas Pembantu (8 unit), Rumah bersalin (4 unit), 10 Unit Apotik.
Kondisi perekonomian Kota sungai Penuh dapat dilihat pada pendapatan regional domestik bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan sebagai berikut:
Tabel 3.19: PDRB dan Pertumbuhan Ekonomi Kota Sarolangun
Tabel diatas menunjukan bahwa secara nominal terjadi peningkatan dalam perekonomian Kota Sarolangun. Namun bila dicermati tingkat pertumbuhan, ternyata tidak begitu menunjukan perkembangan secara significant setiap tahunnya. Bahkan untuk tahun 2011 justru mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi.
Tabel 3.20 Perkembangan PDRB per kapita.
Tabel 3.21 Kontribusi dan laju Pertumbuhan Masing-Masing Sektor Ekonomi 2011
Dari data PDRB tersebut diatas memperlihatkan kegiatan perekonomian di Kota Sungai Penuh selama tahun 2011 mampu menciptakan nilai tambah bruto (NTB) sebesar Rp. 1, 746 triliun, secara sektoral maka kegiatan ekonomi di Kota Sungai Penuh didominasi oleh tiga sektor ekonomi yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran yang memberi kontribusi PDRB sebesar Rp. 533,750 milyar (30,56%), sektor pengangkutan dan komunikasi memberikan kontribusi PDRB sebesar Rp.
330,322 milyar (18,91%) dan Sektor jasa-jasa memberikan kontribusi PDRB sebesar Rp. 292,800 milyar (16,77%). Kondisi ini sesuai dengan ciri perekonomian daerah urban/perkotaan dimana struktur ekonominya didominasi dengan sektor tersier.
10.4. Peluang Investasi dan Potensi
Kondisi eksisting pasar tradisional Kota Sungai Penuh sudah tidak ideal bagi sebuah kota. Hal ini terlihat banyaknya pedagang kaki lima yang menjajakan dagangan diruas-ruas jalan dekat pasar induk Tanjung Bajure.
Jumlah pedagang kaki lima yang ada pada saat ini adalah sebanyak ±
1000 pedagang. Melihat kondisi pasar yang ada sekarang jauh dari konsep kenyaman dan kebersihan pasar. Sehingga dengan demikian Kota Sungai Penuh sangat membutuhkan pembangunan pasar tradisional semi moderen. Untuk mendukung pembangunan pasar tradisional semi modern pemerintah Kota Sungai Penuh tengah mengupayakan lahan seluas ± 6 Ha untuk pembangunan pasar tersebut.
Tingginya minat beli masyarakat baik yang berasal dari Kota Sungai Penuh maupun dari luar Kota Sungai Penuh yang menyebabkan maraknya berdiri mini market-mini market. Berdasarkan penomena terkini, Kota Sungai Penuh sangat layak dibangun pasar modern (seperti Ramayana, Hypermart, Matahari, Carrefour, Hero dan lain sebagainya) serta pasar grosir.
a. Padi
Padi merupakan produk andalan pertama di sektor pertanian.
Produksi padi di Kota Sungai Penuh pada tahun 2010 sebesar 35.154 ton dan pada tahun 2011 meningkat menjadi 43.289 ton. Kota Sungai Penuh yang juga sentra perdagangan beras Kerinci pada umumnya, dengan pasokan rata-rata sebesar 140.000 ton per tahun. Produksi beras yang dipasarkan di Kota Sungai Penuh pada tahun 2011 sebesar 183.289 ton. Dengan potensi yang demikian maka di Kota Sungai Penuh sangat cocok dikembangkan:
1. Pendirian industri pengemasan beras 2. Pendirian Industri pengolahan beras b. Kentang
Tanaman kentang sangat potensi sekali di Kota Sungai Penuh, produksi pada tahun 2011 sebesar 875 ton. Produksi kentang yang dipasarkan melalui Kota Sungai penuh termasuk dari Kabupaten Induk rata-rata sebesar 50.875 ton per tahun, Dengan potensi yang demikian maka di Kota Sungai Penuh sangat cocok pendirian industri makanan
ringan dengan berbahan baku kentang.
c. Tomat
Produksi Tomat di Kota Sungai Penuh pada tahun 2011 sebesar 292 ton, yang dipasarkan di Kota Sungai Penuh termasuk Kabupaten Induk tahun 2011 sebesar 5.072 ton, dengan potensi yang demikian cocok untuk dikembangkan dengan pengolahan industri Tomat menjadi Saus, minuman lainnya.
d. Cabe
Tanaman Cabe juga sangat pontensi di Kota sungai Penuh, produksi tahun 2011 sebesar 1.248 ton dan yang dipasarkan di Kota Sungai Penuh termasuk dari Kabupaten Induk ( Kab. Kerinci ) Tahun 2011 sebesar 5.048 ton, untuk pemasarannya perlu pendirian industri pengolahan cabe bubuk, saus cabe, cabe giling dalam kemasan dan lainnya
e. Ubi jalar
Ubi rambat/ Ubi jalar adalah tanaman yang mudah ditanam dan biaya murah, banyak ditanam petani yang kurang modal, produksi tahun 2011 sebesar 1.367 ton dan yang dipasarkan di Kota Sungai Penuh termasuk Kabupaten Induk Tahun 2011 sebesar 26.307 ton, untuk pengembangan pemasarannya perlu pendirian Industri pengolahan ubi menjadi tepung, bahan makanan ringan, dan lainnya.
XI. KABUPATEN KERINCI