Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Padang
ABSTRAK
Ibu dan guru mempunyai peran yang penting terhadap kesehatan terutama dalam hal kesehatan gigi dan mulut karena ibu dan guru adalah orang yang sangat berperan dalam memelihara kesehatan gigi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran ibu dan guru terhadap kebersihan gigi dan mulut( OHIS) pada murid kelas I sampai V SDN 06 Pulai Anak Air Tahun 2015.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan Cross sectional, populasi dari penelitian ini seluruh ibu, guru dan murid kelas I sampai V, sampel dari penelitian ini adalah 50 orang ibu, 50 orang murid dan 5 orang guru dengan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah dengan membagikan kuesioner kepada ibu dan guru dan memeriksa kebersihan gigi dan mulut murid. Analisis data menggunakan analisis chi-square.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran ibu dan guru terhadap kebersihan gigi dan mulut berada pada kriteria tinggi, peran ibu yaitu 90 % pada kriteria tinggi dan guru 80 % pada kriteria tinggi. Indeks OHI-S pada murid kelas I-V yaitu 4 % kriteria baik, 64 % kriteria sedang dan 32 % kriteria jelek dan tidak terdapat hubungan antara peran ibu “P”= 0,841 (p>0,05) dan guru “P”= 0,098 (p>0,05) terhadap kebersihan gigi dan mulut
Peran ibu dan guru terhadap OHI-S murid SDN 06 Pulai Anak Air berada pada kriteria tinggi dan OHIS murid berada pada kriteria sedang. Disarankan kepada ibu dan guru dapat mempertahankan perannya, kepada murid dapat meningkatkan kebersihan gigi dan mulut dengan cara menyikat gigi pada waktu dan cara yang benar dan kepada peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini.
Kata Kunci : peran ibu, peran guru, kebersihan gigi dan mulut PENDAHULUAN
Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, pada mulanya berupa upaya penyembuhan penyakit, kemudian secara berangsur-angsur berkembang kearah keterpaduan upaya kesehatan untuk seluruh masyarakat dengan mengikutsertakan masyarakat secara luas yang mencakup upaya kesehatan untuk seluruh masyarakat dengan mengikutsertakan masyarakat secara luas yang mencakup upaya promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif yang bersifat menyeluruh terpadu dan berkesinambungan.1
Tujuan diadakannya pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Keberhasilan pembangunan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia Indonesia, maka perlu dilakukan upaya kesehatan untuk
Peran Ibu dan Guru Terhadap Kebersihan Gigi dan Mulut; Aflinda Yenti
Insidental Vol 3, No. 1, April 2016 71
memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat.1
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk peningkatan kesehatan gigi, pencegahan penyakit gigi pengobatan penyakit gigi dan pemulihan kesehatan gigi oleh pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan. Kesehatan gigi dan mulut dilaksanakan melalui pelayanan kesehatan gigi perorangan, pelayanan kesehatan gigi masyarakat dan usaha kesehatan gigi sekolah.1
Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2001, menunjukkan hanya 9,3% penduduk yang menyikat gigi sangat sesuai dengan anjuran program yaitu menyikat gigi setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam dan 12,6% penduduk menyikat gigi sesuai anjuran program yaitu menyikat gigi setelah makan pagi atau sebelum tidur malam.2
Angka kerusakan gigi di Indonesia berdasarkan survei kesehatan yang dilakukan Departemen Kesehatan RI pada 2001 menemukan sekitar 70% penduduk Indonesia berusia 10 tahun ke atas pernah mengalami kerusakan gigi. Pada usia 12 tahun, jumlah kerusakan gigi mencapai 43,9%, usia 15 tahun mencapai 37,4%, usia 18 tahun 51,1%, usia 35-44 mencapai 80,1% dan usia 65 tahun ke atas mencapai 96,7%. Data ini tentu saja tidak bisa dipandang sebelah mata, hal ini karena beberapa penyakit berbahaya seperti jantung, paru-paru, berat bayi lahir yang rendah, kelahiran prematur dan diabetes bisa diawali dari masalah kebersihan gigi dan mulut.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional Tahun 2013, sebanyak 25,9 % penduduk Indonesia mempunyai masalah gigi dan mulut dalam 12 bulan terakhir, diantaranya terdapat 31,1 % yang menerima perawatan dan pengobatan dari tenaga medis gigi, sementara 68,9 % lainnya tidak dilakukan perawatan. Penduduk Sumatera Barat yang mempunyai masalah dengan kesehatan gigi dan
mulut sebanyak 22,2 % dari jumlah tersebut hanya 35,3 % penduduk yang menerima perawatan dari tenaga medis gigi.3
Membersihkan gigi merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut yang dilakukan secara mandiri dan professional. Perawatan mandiri dapat kita lakukan di rumah dengan sikat gigi teratur, dua kali sehari dengan metode yang benar (Pratiwi, 2009: 84). Mengukur kebersihan gigi dan mulut digunakan indeks Oral Higine Indeks Simplifield (OHIS), yang diperoleh dengan cara menjumlahkan Debris Indeks dan Kalkulus Indeks.4
Ibu adalah figur yang paling penting dalam tumbuh kembang anak, dalam membangun atau mempengaruhi anak dalam belajar, oleh sebab itu keberadaan ibu menentukan pula cara dan prestasi belajar anak. Perhatian dan respon yang diberikan ibu turut menentukan cara belajar anak, ibu yang tidak acuh akan menyebabkan anak tidak termotivasi untuk belajar.4
Selain petugas kesehatan, ibu dan guru mempunyai peranan terhadap pemeliharaan kesehatan gigi anak sekolah. Ibu dan guru adalah orang yang berkepentingan dalam memelihara kesehatan gigi anak sekolah, baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan tugas.2 Ibu dan guru mempunyai peranan penting terhadap perilaku anak dalam memelihara kesehatan anak, termasuk memelihara kesehatan gigi. Ibu mempunyai peran yang sangat penting dalam perawatan gigi anak-anak. Peran yang dilakukan ibu meliputi memberi contoh perawatan gigi, memotivasi merawat gigi, mengawasi perawatan gigi dan membawa anak ke pelayanan kesehatan gigi jika anak sakit gigi, baik melalui jalur rumah maupun sekolah menurut.2
Guru memegang peranan penting dalam proses belajar seorang anak, seperti belajar tentang perawatan gigi. Guru merupakan orang yang membantu orang lain belajar, dengan melatih, menerangkan, memberi ceramah, mengatur disiplin, menciptakan pengalaman dan
Peran Ibu dan Guru Terhadap Kebersihan Gigi dan Mulut; Aflinda Yenti
Insidental Vol 3, No. 1, April 2016 72
mengevaluasi kemampuan siswa. Guru dapat berperan sebagai konselor, pemberi intruksi, motivator, manajer dan model dalam menunjukkan sesuatu yang baik misalnya dalam perawatan gigi.2
Guru merupakan figur pengganti orang tua ketika anak-anak di sekolah dan merupakan unsur yang sangat penting untuk pelaksanaan promosi kesehatan oleh sebab itu untuk dapat menjalankan peran-peran tersebut, guru harus memperoleh pelatihan-pelatihan kesehatan dari petugas kesehatan puskesmas setempat dan perlu diberikan buku-buku panduan tentang kesehatan Tugas guru dalam bidang kesehatan khususnya dalam hal kesehatan gigi yaitu menanamkan kebiasaan hidup sehat bagi para murid, seperti menyikat gigi setelah makan dan memeriksa kebersihan gigi.5
Guru merupakan key person untuk mengubah tingkah laku anak didiknya. Peran serta guru tersebut antara lain: 1) memberikan penyuluhan kesehatan gigi; 2) pemeriksaan/penilaian kebersihan gigi dan mulut; 3) pengawasan kegiatan menyikat gigi secara massal; 4) membantu petugas kesehatan dalam melaksanakan upaya kesehatan.4
Sekolah adalah lembaga formal yang didalamnya terdapat kurikulum, guru, siswa, metode belajar, media belajar dan fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar dan fungsi dari sekolah tersebut adalah untuk mengembangkan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan sekaligus bertugas mengembangkan kepribadian anak secara menyeluruh.4
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 06 Pulai Anak Air Kecamatan Mandiangin Koto Selayan kota Bukittinggi, memiliki jumlah siswa 148 orang. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan diperoleh data bahwa seluruh murid masih memiliki ibu yang masih hidup, yang memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, pedagang, wiraswasta dan PNS. Guru di SDN 06 Pulai Anak Air Kecamatan Mandiangin Koto Selayan kota Bukittinggi berjumlah 10 orang dan semuanya sudah PNS. Penulis meneliti 5 orang
guru kelas yaitu guru kelas I-V. Hasil pemeriksaan yang dilakukan kepada 20 orang murid di SDN 06 tersebut menginfomasikan kriteria OHIS yang diperoleh yaitu 65% anak berkriteria jelek, 25% anak berkriteria sedang dan 10% anak berkriteria baik. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melihat peran ibu dan guru terhadap kebersihan gigi dan mulut (OHIS) pada murid kelas I sampai kelas V SDN 06 Pulai Anak Air Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi tahun 2015.
SUBJEK DAN METODE
Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh ibu guru dan murid kelas I-V SDN 06 Pulai Anak Air Koto Selayan Kota Bukittinggi, kelas I-V berjumlah 129 murid. Sampel penelitian ini yaitu ibu dari murid kelas I-V yang menjadi responden, guru kelas I-V yang berjumlah 5 orang. Murid kelas I-V, yang mana dari setiap kelas akan diambil 10 murid sebagai responden,sehingga jumlah sampel sebanyak 50 orang ibu dan 50 orang murid SDN 06 Pulai Anak Air Koto Selayan Kota Bukittinggi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.
Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada ibu dan guru untuk mengukur peran ibu dan guru. Selanjutnya melakukan pemeriksaan untuk mengukur indeks OHI-S murid SDN 06 Pulai Anak Air Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi. Analisis hasil penelitian dibuat dalam bentuk tabulasi dan data hitung dengan menggunakan teknik analisis data statistik yaitu “Chi-Square”.
HASIL
Tabel 1. Data Responden Murid, Ibu dan Guru Tahun 2015
Data Responden Jumlah
Murid 50
Peran Ibu dan Guru Terhadap Kebersihan Gigi dan Mulut; Aflinda Yenti
Insidental Vol 3, No. 1, April 2016 73
Guru 5
Total 105
Dilihat bahwa jumlah responden Ibu dan murid adalah sama banyak yaitu 50 orang dan jumlah guru sebanyak 5 orang.
Distribusi frekuensi peran ibu terhadap kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) pada murid kelas I-V SDN 06 Pulai Anak Air Kecamatan Mandiangin Koto Selayan tahun 2015.
Tabel 2. Distribusi Frekuensi Peran Ibu terhadap Kebersihan Gigi dan Mulut (OHI-S) Murid Kelas I-V SDN 06 Pulai Anak Air Tahun 2015
Peran Ibu Frekuensi Persentase
Tinggi 45 orang 90 %
Sedang 5 orang 10 %
Jelek 16 orang 0 %
Total 50 orang 100 %
Tabel 2 diatas menunjukkan bahwa peran ibu terhadap kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) yang terbanyak adalah pada kriteria tinggi yaitu 45 orang (90%).
Distribusi frekuensi peran guru terhadap kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) pada murid kelas I-V SDN 06 Pulai Anak Air Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi bulan Juli 2015
Tabel 3. Distribusi Frekuensi Peran Guru terhadap Kebersihan Gigi dan Mulut (OHI-S) Murid Kelas I-V SDN 06 Pulai Anak Air Tahun 2015 Peran Guru Frekuensi Persentase Tinggi 4 orang 80 % Sedang 1 orang 20 % Rendah 0 orang 0 % Total 5 orang 100 %
Peran guru terhadap kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) yang terbanyak adalah pada kriteria tinggi yaitu 4 orang (80%).
Distribusi frekuensi indeks kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) pada murid kelas I-V SDN 06 Pulai Anak Air Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi bulan Juli 2011 dapat dilihat pada tabel 4.4
Tabel 4. Distribusi Frekuensi Indeks Kebersihan Gigi dan Mulut (OHI-S) Murid Kelas I-V SDN 06 Pulai Anak Air Tahun 2015
Kriteri OHI-S Frekuensi Persentase Tinggi 2 orang 4 % Sedang 32 orang 64 % Jelek 16 orang 32% Total 50 orang 100 %
Indeks OHIS pada siswa kelas I-V SDN 06 Pulai Anak Air Bulan Juli 2011, lebih banyak pada kriteria sedang (64 %) dibandingkan kriteria baik dan jelek.
Distribusi frekuensi hubungan peran ibu dan guru terhadap kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) pada murid kelas I-V SDN 06 Pulai Anak Air Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi bulan Juli 2011
Tabel 5. Distribusi Frekuensi Peran Ibu Terhadap Indeks OHI-S pada Murid Kelas I-V SDN 06 Pulai Anak Air Tahun 2015
Peran Ibu terhadap OHI-S Nilai CHI-Square Df Tingkat signifikan Peran Ibu terhadap OHI-S .347 2 .841
Tabel 4.5 diatas menunjukkan nilai “P” sebesar 0,841 (p>0,05) menunjukkan tidak ada hubungan antara peran ibu terhadap indeks
OHI-Peran Ibu dan Guru Terhadap Kebersihan Gigi dan Mulut; Aflinda Yenti
Insidental Vol 3, No. 1, April 2016 74
S pada murid SDN 06 Pulai Anak Air Tahun 2015.
Tabel 6. Distribusi Frekuensi Peran Guru Terhadap Indeks OHI-S
Peran Guru terhadap OHI-S Nilai CHI-Square df Tingkat signifikan Peran Guru terhadap OHI-S 4.668 2 .098
Tabel 4.6 diatas menunjukkan nilai “P” sebesar 0,098 (p>0,05) menunjukkan tidak ada hubungan antara peran guru terhadap indeks OHI-S pada murid SDN 06 Pulai Anak Air Tahun 2015.
PEMBAHASAN
Hasil penelitian yang dilakukan pada 50 orang ibu dengan peran ibu terhadap perawatan gigi seperti memperhatikan makanan yang dimakan anak, memotivasi merawat gigi seperti menyuruh anak menyikat gigi, mengawasi perawatan gigi seperti mengingatkan anak untuk menyikat gigi dan membawa anak ke pelayanan kesehatan gigi jika gigi anak sakit seperti membawa anak untuk periksa kesehatan gigi, pada siswa kelas I-V SDN 06 Pulai Anak Air Kecamatan Mandiangin Koto Selayan kota Bukittinggi terlihat bahwa peran ibu yang terbanyak adalah dengan kriteria tinggi sebanyak 45 orang ( 90 % ) dan kriteria sedang sebanyak 5 orang ( 10 % ).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran ibu terhadap kebersihan gigi dan mulut pada umumnya berada pada kriteria tinggi, hal ini kemungkinan disebabkan karena ibu telah mengetahui bagaimana cara menjaga kebersihan gigi dan mulut pada murid SDN 06 Pulai Anak Air yang pengetahuan ibu dapat diperoleh dari media cetak dan dari media elektronik. Hal ini sesuai dengan pendapat Notoatmodjo, 2003: 100 yaitu Ibu merupakan faktor yang sangat penting
dalam mewariskan status kesehatan bagi anak-anak mereka. Ibu yang sehat dan gizinya baik akan mewariskan kesehatan yang baik pula kepada anaknya. Sebaliknya kesehatan ibu yang rendah dan kurang gizi akan mewariskan kesehatan yang rendah pula bagi anaknya karena ibu bertanggung jawab terhadap kesehatan gigi anaknya.
Penelitian yang telah dilakukan pada 5 orang guru tentang peran guru dalam hal, peran guru dalam memberikan penyuluhan kesehatan gigi, pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut, pengawasan kegiatan menyikat gigi secara massal dan membantu petugas kesehatan dalam melaksanakan upaya kesehatan pada murid kelas I-V terlihat bahwa peran guru dengan kriteria tinggi sebanyak 4 orang (80%) dan kriteria sedang sebanyak 1 orang ( 20 % ) dari jumlah responden yang diperiksa 5 orang.
Guru memiliki peran yang baik terhadap kebersihan gigi dan mulut karena 80% dari guru tersebut memiliki peran pada kriteria tinggi, hal ini kemungkinan disebabkan karena guru pernah mendapatkan penyuluhan tentang kebersihan gigi dan mulut dari petugas kesehatan, pernah memperoleh pelatihan atau kunjungan dari petugas kesehatan dalam hal menjaga kebersihan gigi dan mulut murid SDN 06 Pulai Anak Air.
Sesuai dengan pendapat Notoatmodjo, yaitu guru merupakan orang yang membantu orang lain belajar; dengan melatih, menerangkan, memberi ceramah, mengatur disiplin, menciptakan pengalaman dan mengevaluasi kemampuan siswa. Guru dapat berperan sebagai konselor, pemberi intruksi, motivator, manajer dan model dalam menunjukkan sesuatu yang baik misalnya dalam perawatan gigi. Guru merupakan figur pengganti orang tua ketika anak-anak disekolah dan merupakan unsur yang sangat penting untuk pelaksanaan promosi kesehatan. Oleh sebab itu untuk dapat menjalankan peran-peran tersebut, guru harus memperoleh pelatihan-pelatihan kesehatan dari petugas kesehatan puskesmas
Peran Ibu dan Guru Terhadap Kebersihan Gigi dan Mulut; Aflinda Yenti
Insidental Vol 3, No. 1, April 2016 75
setempat dan perlu diberikan buku-buku panduan tentang kesehatan.5
Hasil penelitian yang telah dilakukan kepada 50 orang murid SDN 06 Pulai Anak Air Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi bulan Juli 2015, terlihat indeks OHIS yaitu 2 orang (4%) berkriteria baik, 32 orang (64% ) berkriteria sedang dan 16 orang (34%) berkriteria jelek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria OHI-S murid kelas I-V sebagian besar berada pada kriteria sedang. Hal ini kemungkinan disebabkan karena waktu menyikat gigi yang belum tepat dan karena cara menyikat gigi yang kurang benar
Sesuai dengan pendapat Maulani, yaitu menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan sistem pencegahan yang paling mudah dan murah. Sikat gigi secara terus menerus, dengan interval tertentu untuk memutuskan tali ikatan perkembangan bakteri penyebab karies atau gigi berlubang dan menyikat gigi secara benar yang meliputi seluruh permukaan gigi. Frekuensi menyikat gigi yang baik adalah dua kali sehari, pagi 30 menit setelah sarapan pagi dan malam hari sebelum tidur.6
Penelitian yang telah dilakukan kepada 50 orang ibu dan 50 orang murid kelas I-V SDN 06 Pulai Anak Air Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi bulan Juli 2011 dapat dilihat bahwa tidak terdapat hubungan antara peran ibu terhadap indeks OHIS “P” = 0,841 (P>0,05) pada murid SDN 06 Pulai Anak Air hal itu dapat dilihat dari hasil penelitian yaitu ibu yang perannya tinggi sebanyak 45 orang (90% ) namun jika dilihat masih ada anak yang memiliki indeks OHI-S yang jelek yaitu sebanyak 16 orang (34%). Karena ibu tidak selalu bisa mengontrol dan mengawasi makanan yang dimakan anak sewaktu anak berada diluar rumah seperti saat anak berada di sekolah dan karena pertanyaan pada kuesioner tidak seluruhnya berhubungan dengan judul penelitian.
Sesuai dengan pendapat Notoatmodjo, yang menyatakan kuesioner adalah alat pengumpul data yang isinya sesuai dengan
hipotesis penelitian, untuk memperoleh tujuan penelitian oleh karena itu kuesioner harus sesuai dengan tujuan penelitian, mudah ditanyakan, mudah dijawab dan data yang diperoleh mudah untuk diolah.5
Penelitian yang dilakukan pada 5 orang guru kelas dan 50 orang murid SDN 06 Pulai Anak Air Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi Bulan Juli 2011 dapat dilihat bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan “P” = 0,096 (P>0,05) antara peran guru terhadap indeks OHI-S pada murid SDN 06 Pulai Anak Air hal itu dapat dilihat dari hasil penelitian peran guru dengan kriteria tinggi sebanyak 4 orang (80%) dan kriteria sedang sebanyak 1 orang (20%) terlihat indeks OHIS yaitu kriteria baik 2 orang (4%), kriteria sedang 32 orang ( 64 % ) dan kriteria jelek 16 orang (34%).
Hal ini kemungkinan dapat disebabkan karena pertanyaan pada kuesioner tidak seluruhnya berhubungan dengan judul. kuesioner adalah alat pengumpul data yang isinya sesuai dengan hipotesis penelitian, untuk memperoleh tujuan penelitian oleh karena itu kuesioner harus sesuai dengan tujuan penelitian, mudah ditanyakan, mudah dijawab dan data yang diperoleh mudah untuk diolah.5
SIMPULAN
1. Peran ibu dalam perawatan gigi, memotivasi merawat gigi, mengawasi perawatan gigi dan membawa anak ke pelayanan kesehatan gigi jika anak sakit gigi pada murid kelas I - V SDN 06 Pulai Anak Air Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi didominasi oleh kriteria tinggi.
2. Peran guru dalam perawatan gigi, memotivasi merawat gigi, mengawasi perawatan gigi dan membawa anak ke pelayanan kesehatan gigi jika anak sakit gigi pada murid kelas I - V SDN 06 Pulai Anak Air Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi didominasi oleh kriteria tinggi .
3. Kebersihan gigi dan mulut murid kelas I - V SDN 06 Pulai Anak Air Kecamatan
Peran Ibu dan Guru Terhadap Kebersihan Gigi dan Mulut; Aflinda Yenti
Insidental Vol 3, No. 1, April 2016 76
Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi yang terbanyak adalah kriteria sedang. 4. Tidak ada hubungan yang signifikan antara
peran ibu terhadap indeks OHI-S pada murid SDN 06 Pulai Anak Air Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi .
5. Tidak ada hubungan yang signifikan antara peran guru terhadap kebersihan gigi dan mulut pada murid SDN 06 Pulai Anak Air Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi.
SARAN
1. Bagi ibu agar dapat mempertahankan perannya terhadap kebersihan gigi dan mulut anak.
2. Bagi guru agar dapat mempertahankan perannya terhadap kebersihan gigi dan mulut anak.
3. Bagi murid dapat meningkatkan kebersihan gigi dan mulut dengan cara menyikat gigi
minimal 2X sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dengan menggunakan. DAFTAR PUSTAKA
1. Depkes 2010, Indonesia sehat 2010, Jakarta: Depkes RI
2. Panjaitan, M. 1995, Ilmu Pencegahan Karies Gigi. Medan: USU Press
3. Depkes RI, 2000, Upaya Kesehatan Optimal, Jakarta : Depkes RI
4. Machfoedz, I & Zein, 2005, Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak-anak dan Ibu Hamil.Yogyakarta: Fitramaya
5. Notoatmodjo, S 2005, Promosi Kesehatan
Tori dan Aplikasi, Rineka Cipta, Jakarta 6. Maulani, C. 2005, Kiat Merawat Gigi Anak.