Saya kira memang kita ini bisa memilih antara dua, apakah putaran satu kali lagi ataukah langsung lobbi. Kami dari F-KP memilih untuk langsung lobbi, adapun alasan-alasan yang akan dikemukakan oleh Fraksi-fraksi nanti bisa kita kemukakan lagi di dalam lobbi secara panJang lebar begitu.
jadi langsung lobbi. Terima kasih Pak.
KETUA RAPAT :
Baik, terima kasih, dari F-ABRI.
F-ABRI (DRS. SUPRIADI):
Dari F-ABRI Pak, karena dari Pak Menteri tadi sudah menyam-paikan dan demikian juga dari Fraksi-fraksi, jadi kami dapat menyetujui untuk lobbi dan setelah itu hasillobbi nanti dapat disampaikan di Sidang ini Pak.
Terima kasih. Dengan alasan-alasannya.
KETUARAPAT:
Baik, terima kasih.
Jadi kami kembalikan kepada F-PP bahwa lobbi merupakan instrumen dan tetap di-record yang s:tatusnya barangkali bisa kita sepakati sarna dengan recording daripada putaran kedua, saya persilakan.
~'-PP (DRS. H. JUSUF SYAKIR, SH) Terima kasih Saudara ketua.
Kalau diputar [agi, kaiau kami yang bicara tidak ada yang mendengar
karena PemeriI1ltah menghendaki iobbi, F-KP menghendakllobbi, F-ABRI menghendaki lobbi, F-PDI lobbi mau, tidak mau, jadi kami kalau bicara lagi kan tidak ada yang dengar, jadi ya pragmatis saja, jadi kami tidak Keberatan lobbi, cuma kami menyesalkancara Pimpinan menyeJebaikan masalah ini, kan biasanya yang sudah-sudah kadang-kadang hal tidak prinsipiil saja dua kali putaran. Saya tadi sudah menunjukkan kepada Pak Ketua begini-begini ini saya minta diputar, tidak ada ruginya, putar itu tidak ada ruginya, paling tidak sampai 10 menit. Tetapi ada rasa kepuasan dan rasa kepuasan itu psikologis tidak rasional itu rasa kepuasan itu, itu masalah perasaan. jadi saya setuju sekaIi lobbi bahkan menurut pendapat saya lobbi itu bukan hanya j udul. jadi mestinya kita lobbi itu substansi, kan problemnya bukan hanya di judul, judul itu sesungguhnya tidak terlalu substansi bagi pendapat saya. Mungkin substansi betul, tapi tidak terIalu substansi peradilan ini. Yang pentingkan kedudukannya dimana, lalu bisa kasasi tidak, lalu kewenangannya apa, lalu dimana. itu saja yang penting, itu saja perIu juga dilobbikan. jadi yang pentingkan ke empat fraksi ditambah Pemerintah political will-nya sarna, sisinya sarna kalau sudah sarna ahli hukum cari yuridisnya, bukan ahli hukum mencari yuridisnya dulu baru political, ini kebalik ini.
jadi seperti waktu kita bicarakan KUP dahulu, padahal di dalam UU jelas keputusan MPP itu bi:sa dibanding ke PTUN itu jelas UU. Tetapi political will ke empat fraksi dan pemerintah menyata kan waktu itu tidak boleh dibandingpolitical will dulu yang bicara baru dicari usaha yuridisnya, lalu kita tutup itu banding. Bila bertentangan dengan UU yang ada, kita tutup juga dinyatakan umpamanya Badan Peradilan Pajak keputusannya adalah tingkat terakhir dan final itu juga bertentangan dengan UU, tapi politi cal will ke empat fraksi dan pemerintah dinyatakan harus ditutup, kita tutup. jadi political will inilah yang menurut pendapat saya yang perIu di lobbikan, bukan hanya selkedar judul.
Jadi kami setuju Saudara Ketua, dilobbikan dan menyesal juga saya sampaikan dan saya minta maaf kalau saya terlalu keras. Terima kasih.
KETUARAPAT :
Terima kasih Pak Yusuf. Ada lagi silakan.
F-PP (H. ZAIN BADJEBER) :
Ini bukan menyarankan supaya diputar atau tidak itu dilobbi, artinya melobbi putaran kedua atau tidak. Tetapi apa yang kami katakan tadi yang sudah dikatakan Pal;: Yusuf Syakir, bahwa ini sejarah mencatat risalah.
Setahu kami yang ada risalah selama ini ialah Pansus sama Panja, lobbi itu tidak punya risaIah, jadi seperti tadi Pemerintah mengatakan Pasal 27 itu jelas disana dikatakan, keputusan "TUN" (dengan hurnf besar), disana tidak dikatakan putusan "TUN", keputusan "TUN", putusan dan keputusan
itu berbeda. Putusan adalah von is, keputusan adminstratif.
Jadi "'llJN» disitu tidak berartj Peradilan "TUN" memang. Tetapi tata usaha negara di dalam arti administrasi, karena di dahului oleh keputusan hokan putusan, ini hal-hal seperti begini kita hams clear-kan diantara sesama kita.. Begitu juga kalau disebutkan Pasal 13 tafsiran kami gramatikal atau tafsiran bahasa, kam i tidak juga historis interpretasi yang kami lakukan, bagaimana historisnya pasal-pasal itu, yang kebetulan kami ikut menyusunnya pada waktu itu. Terima kasih.
KETUARAPAT :
Baik terima kasih Pak Zain dan Pak Yusuf.
Jadi saya Mohon maaf,jadi terus terang memang tidak ada maksud untuk mengurangi hak bicara, atau beradu argumentasi. tapi mungkin Pimpinan in; terjebak dengan waI..-ru barangkali, setelah diketahui bahwa hari Jum'at itu tidak ada sidang lagi, maka porsi yang disediakan untuk BPP ini praktis hari ini mungkin duajam atau satu jam, dan hari besok sampai sore. jadi kalau lobbi memang tidak hanya jUdlll saja, mungkin belberapa substansi yang kita anggap prinsipil bisa diangkat di dalam lobbi.
Namun apakah ini dianggap rnenyimpang daripada prosedur atau tata cara pembahasan, tidak dua kali, saya kira masalahnya tidak terlalu disitu barangkali letaknya yang kami kemukakan tadi. Jadi kalau ada salah pengertian dalam segi ini kami mohon maaf, dan sekali lagi kami tawarkan kepada Pemerintah sebagai user dari pada RUU ini nanti kalau sudah jadi. Apakah saran dari lPemerintah dalam hal ini Menteri, untuk langsung di lobbikan apakah kita teruskan apakah kita sekali lagi diputar.
Sebab usul lobbi itu Pak Yusuf datangnya pertama-tama dari Pemerintah, bukan dari saya. Menteri tadi mengusulkan untuk bisa langsung di lobbikan dengan membahas substansU-substansi yang lain. Saya persilakan Saudara Menteri.
INTERUPSI F-KP (BEN MESSAKH, SE) : Saudara Ketua.
lni saya kim semua fraksi setuju lobbi, tidak perlu tawarkan kern bali kepada Pemerintah.
KETUARAPAT:
Saya kira tidak ada salahnya kalau kita tawarkan kepada Pemerintah barangkali.
INTERUPSI F-PP (DRS.H. YUSUF SYAKIR) :
Saya idem, ditto itu Pak Mesakh, karena Pemerintah sudah mengusulkan, masih ditanya lagi.
KETUARAPAT:
Saya hanya mau meluruskan saja, bahwa lobbi itu datangnya sebetulnya dari Pemeritah, saya kira terima kasih ..
Jadi saya kira kesepakatan semua fraksi lobbi tidak hanya membahas masalah judul saja, dan waktunya juga seperti dikatakan tadi sampai selesai, saya kira selesainya bisa kita sepakati pada forum lobbi. Saya kira demikian.
F-ABRI kami persilakan.
F-ABRI (OENG RUMADJI, SH) :