• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.6 Keabsahan Data

3.6.1 Kredibilitas

Penetapan kriteria derajat kredibilitas pada dasarnya adalah penelitian yang kredibel atau dapat dipercaya dari perspektif partisipan dalam penelitian yang dilakukan. Supaya penelitian ini kredibel, peneliti melakukan penelitian tidak hanya satu kali untuk menghindari ketidakperubahan, melainkan dua sampai tiga kali untuk memperoleh hasil yang maksimal dari penelitian ini.

3.6.2 Transferabilitas

Keteralihan (transferability), pada dasarnya merupakan validitas eksternal pada penelitian kualitatif. Dapat terpenuhi dengan memberikan deskripsi secara rinci dan mendalam tentang hasil dan konteks penelitian.

Penelitian ini dapat digunakan di berbagai tempat, bisa di teliti dalam keadaan daring maupun non daring. Dari data yang sudah di dapatkan berupa hasil observasi, wawancara dan dokumentasi nantinya digunakan untuk membuat hasil dan pembahasan penelitian yang telah dilakukan. Dari penjelasan yang telah di jelaskan, orang tua membenarkan bahwa permainan tradisional petak umpet terdapat banyak nilai pendidikan karakter di dalamnya. Selain itu, bermain petak umpet juga bisa menyehatkan badan.

3.6.3 Dependabilitas

Dependabilitas dalam penelitian kualitatif disebut reliabilitas. Suatu penelitian dikatakan dependabilitas apabila orang lain dapat mengulangi atau mereplikasi proses penelitian tersebut. Peneliti bertanggungjawab menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi dalam setting ketika melaksanakan penelitian. Saat terjun ke lapangan untuk melaksanakan penelitian, peneliti tidak hanya melakukan satu kali penelitian saja, tetapi 2 sampai 3 kali untuk memastikan adanya perubahan atau tidak dalam penelitian tersebut. Contohnya hari ini peneliti mengamati anak-anak ketika bermain petak umpet di desa

30

Sitimulyo tepatnya di sekitar halaman rumahnya ibu Pupuk, ibu Ngaripan dan ibu Eni. Satu minggu atau dua minggu kemudian anak-anak bermain petak umpet dihalaman rumah ibu Sum, ibu Warti, ibu Tarsi. Hal tersebut membuktikan bahwa setting atau tempat bermain anak anak berubah-ubah, tergantung kesepakatan dan keluasan tempat untuk bermain. Karena tidak setiap hari anak-anak bermain petak umpet. Terkadang 1 minggu sekali dan 2 minggu sekali.

3.6.4 Konfirmabilitas

Konfirmabilitas atau objektivitas merujuk pada tingkat kekuatan hasil penelitian yang dikonfirmasikan oleh orang lain. Strategi untuk meningkatkan konfirmabilitas antara lain pendokumentasian untuk mengecek dan mengecek kembali seluruh data penelitian. Dalam penelitian kulitatif, uji konfirmabilitas mirip dengan uji dependabilitas, sehingga pengujiannya dapat dilakukan secara bersamaan. Anak-anak yang bermain petak umpet pasti memiliki nama, peneliti meminta data nama-nama mereka di sekretaris desa. Ketika melakukan penelitian, peneliti mencoba menelusuri dan mengamati cara mereka bermain petak umpet. Di awal permainan mereka membuat kesepakatan yaitu dilarang bersembunyi di dalam rumah harus bersembunyi di luar rumah hal tersebut untuk memudahkan penjaga untuk menemukan temannya yang bersembunyi.

Kemudian kesepakatan yang kedua, sebelum memulai permainan mereka berdoa terlebih dahulu, menurut hasil wawancara dengan beberapa anak yang sudah bermain petak umpet, ketika ditanya mengapa kalian harus berdoa dulu sebelum memulai permainan tadi mereka menjawab karena sesuatu hal harus diawali dengan berdoa itu nasehat dari guru agama mereka. Kemudian kesepakatan yang ketiga, penjaga harus menghitung dengan jujur. Setelah itu mereka hompimpa bersama-sama.

Dalam penelitian ini keabsahan data dilakukan dengan menggunakan analisis kasus. Analisis kasus yaitu proses pencarian pengetahuan yang tujuannya untuk menyelidiki serta meneliti fenomena-fenomena kasus yang terjadi di kehidupan nyata. Penelitian mencari sebuah topik penelitian, topik tersebut akan

31

dicari jawaban maupun solusinya untuk menyelesaikan kasus yang ada dalam penelitian kualitatif. Hal tersebut dapat dicapai dengan jalan antara lain:

1. Menganalisis data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara.

2. Menganalisis apa yang dikatakan orang tentang situasi saat penelitian dengan apa yang dilihat sepanjang waktu.

3. Menganalisis hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.

3.7 Analisis Data

Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama memasuki lapangan, dan setelah selesai dari lapangan. Untuk menyajikan data agar mudah dipahami, maka langkah-langkah analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclusions).

1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif bersifat interaktif, ketika melakukan penelitian, peneliti mengumpulkan data dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengumpulan data dengan observasi peneliti bisa berperan aktif dalam lokasi penelitian dengan cara ikut bermain petak umpet bersama anak-anak, sehingga peneliti benar-benar bisa terlibat langsung ke dalam kegiatan yang ditelitinya. Peneliti mengamati secara langsung, baik secara formal maupun informal. Observasi dengan cara ikut bermain bersama dengan anak-anak dilakukan untuk memperoleh gambaran data mengenai karakter anak-anak, dan alat pendukung lainnya. Kegiatan observasi ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter apa saja yang terdapat dalam permainan tradisional petak umpet. Kemudian, pada saat peneliti melakukan wawancara dengan anak-anak yang bermain permainan petak umpet peneliti menanyakan hal yang berhubungan dengan pendidikan katakter yang ada di dalam permainan yang mereka mainkan.

Setelah melakukan wawancara dengan anak-anak, peneliti juga mewawancarai orangtua siswa dengan cara merekam tanpa sepengetahuan mereka dan

32

menanyakan pendidikan karakter apa yang sering dilaksanakan anak ketika di dalam rumah. Ketika melakukan wawancara dengan anak-anak dan orangtua peneliti menggunakan pakaian yang sopan tanpa menggunakan jas almamater supaya anak-anak tersebut tidak mengetahui peneliti sedang melakukan penelitian.

Pengumpulan data yang diperoleh peneliti dari dokumentasi adalah meminta data kepada sekretaris desa untuk memperoleh data nama anak-anak yang bermain permainan tradisional petak umpet. Setelah mendapatkan data berupa dokumen tertulis, peneliti melaksanakan observasi dengan pengumpulkan data dokumentasi gambar dan video anak-anak ketika bermain permainan petak umpet untuk memperkuat penelitian yang dilakukan.

2. Reduksi Data

Dalam reduksi data peneliti berusaha untuk merangkum data-data yang telah diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil wawancara observasi dan dokumentasi saling berkaitan satu sama lain. Ketika melaksanakan observasi peneliti juga bisa dan dokumentasi. Ketika melaksanakan observasi peneliti ikut bergabung dan bermain bersama anak-anak peneliti harus semaksimal mungkin supaya anak-anak tidak mengetahui jika peneliti melakukan sebuah penelitian. Dalam penelitian ini wawancara dilakukan dengan anak-anak yang bermain petak umpet dan wawancara dengan beberapa orangtua mereka terkait dengan pendidikan karakter ketika di rumah. Setelah mendapatkan rangkuman dari observasi dan wawancara peneliti meminta data yang ada di desa dengan menghubungi sekretaris desa. Dari hal yang telah dijelaskan di atas dapat memberikan gambaran yang jelas dan memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mempermudah untuk mencarinya bila diperlukan.

3. Penyajian Data

Penyajian data/display data dimaksudkan untuk menemukan pola-pola yang bermakna serta memberikan kemungkinan adanya penarikan simpulan serta memberikan tindakan. Dalam penyajian data dibuat dalam bentuk narasi dari

data-33

data yang telah diperoleh sebelumnya, sebagai contoh hasil wawancara dengan orangtua siswa disajikan dalam bentuk narasi. Anak anak ketika berada dirumah cenderung tidak mendengarkan perintah orangtua dan keasyikan bermain game yang ada di ponselnya. Hal tersebut sudah termasuk degradasi moral. Tetapi jika anak tersebut diajak bermain permainan tradisional dengan teman sebaya nya, anak tersebut mau dan sangat bersemangat. Nilai religius juga sudah di dapatkan dari anak tersebut ketika diajak temannya mengaji, dia ikut mengaji. Orangtua setuju bahwa ketika anak mereka bermain langsung dengan teman sebayanya dapat meningkatkan upaya pendidikan karakter dibanding bermain game di handphone nya.

4. Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan/verifikasi dilakukan setelah analisis data. Selama pengumpulan data dan setelah pengumpulan data selesai dilakukan analisis data untuk menarik suatu simpulan, sehingga dapat menggambarkan suatu pola tentang peristiwa yang terjadi. Analisis data yang terus menerus dilakukan mempunyai implikasi terhadap pengurangan dan atau penambahan data yang dibutuhkan. Dari hasil penelitian penarikan kesimpulan yang di dapat adalah degradasi moral yang di alami anak usia sekolah dasar sudah sangat memprihatinkan. Anak kecanduan gadget dengan bermain game sampai lupa waktu dan tidak mendengarkan perintah orangtua. Jika pendidikan karakter tidak di tanamkan sejak dini, maka hasilnya adalah anak anak yang semakin hari semakin beranjak dewasa tidak memiliki etika dan sopan santun. Tanpa anak-anak sadari, ketika mereka bermain dengan teman sebaya nya memainkan permainan tradisional ada banyak nilai pendidikan karakter di dalamnya. Hal tersebut secara tidak langsung akan mempengaruhi pemikiran anak untuk menerapkan karakter yang didapat dari permainan dalam kehidupan sehari-hari. Menanamkan pendidikan karakter kepada anak usia sekolah dasar dapat dilakukan di lingkungan keluarga (rumah), sekolah dan masyarakat (tri pusat pendidikan).

34

DAFTAR PUSTAKA

Achroni, Keen. 2012. Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Melalui Permainan Tradisional. Yogyakarta : Javalitera.

http://wayantarne.blogspot.co.id/2015/02/makalah-peranan-permainan-tradisional.htm, diakses tanggal 28 November 2021.

Prihatmojo, Agung. 2020. Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Mencegah Degradasi Moral di Era 4.0. DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik, 4 (1) 142-152.

Setiardi, Dicky. 2017. Keluarga Sebagai Sumber Pendidikan Karakter Bagi Anak.

Jurnal Tarbawi, Vol. 14. No. 2.

Sriwilujeng, Dyah. 2017. Panduan Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter. Jakarta : Erlangga.

Super Buku. 2014. Dampak Permainan Anak Modern, [online],

(https://bukupaud.com/dampak-permainan-anak-modern.html, diakses tanggal 1 November 2021).

Tarna, I wayan. 2015. Peranan Permainan Tradisional Dalam Pendidikan.

Yani, Huri. 2018. Permainan Tradisional Anak Negeri. Jakarta : Balai Pustaka.

35 LAMPIRAN

Dokumen terkait