• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kriteria Tentang Perancangan Panti Wreda A. Lantai

1. Penggunaan bahan yang halus tetapi tidak licin sangat dianjurkan seperti vinyl dan karpet.

2. Penggunaan vinyl lebih efektif, karena vinyl mengandung seperti biji yang tertanam pada permukaannya yang dapat mengecilkan kemungkinan untuk jatuh selain itu perawatannya mudah dan mampu meredam suara.

3. Karpet yang digunakan adalah Low Pile Carpet dimana karpet yang berserat rendah dapat sedikit menyerap energi, sehingga dapat mencegah jatuh dan jika menggunakan serat karpet yang terlalu tebal akan menyulitkan gerak (karpet tebal akan banyak menyerap energi pada saat berjalan) terutama untuk pergerakan kursi roda, selain itu juga dapat menyebabkan jatuh.

4. Penggunaan lantai keramik atau bahan yang licin sebaiknya dihindarkan.

5. Untuk pola lantai jangan menggunakan pola yang mixed colors karena akan membingungkan dan pola lantai yang bergelombang karena akan menimbulkan perasaan yang tidak seimbang.

B. Plafon

1. Penggunaan Accoustical Ceiling sangat dianjurkan, karena dapat mengurangi polusi suara.

2. Memperpendek plafon dapat memberikan kesan ruang yang lebih dekat, selain itu dapat mengurangi polusi suara.

C. Dinding

1. Pemilihan dinding yang bertekstur halus dapat mengurangi polusi suara.

2. Usahakan untuk menyediakan daerah-daerah terbuka (Open Air Spaces) D. Perabot

1. Ujung-ujung perabot sebaiknya melengkung atau tidak tajam untuk keamanan.

2. Kursi yang ringan dengan sandaran tangan dapat mudah untuk dipindahkan.

3. Pengadaan sandaran punggung yang cukup tinggi sangat dianjurkan untuk mencegah jatuh ke belakang saat akan berdiri sehabis duduk.

35

Universitas Kristen Petra

4. Sandaran tangan memiliki panjang sampai ujung kursi dengan permukaan yang rata dan nyaman untuk digenggam tangan.

5. Ketinggian duduk berkisar antara 43,18 – 45,72 cm dan lebar dudukan berkisar antara 45,72 – 48,26 cm, sehingga pada saat seseorang akan berdiri tidak akan menimbulkan tekanan berlebihan di belakang lutut.

6. Bagian bawah kursi yang terbuka dapat memudahkan kaki untuk bergerak pada saat berdiri.

7. Penggunaan pelapis kain atau bahan upholstery sangat dianjurkan, karena selain untuk kenyamanan dapat digunakan untuk meredam suara.

8. Sebaiknya hindarkan kursi yang bergelombang-gelombang, karena kurang aman.

E. Pencahayaan

1. Lampu fluorescent lebih jelas dan hemat energi daripada lampu halogen (lampu kuning)

2. Penerangan harus dimaksimalkan untuk menghindari daerah-daerah gelap/berbayang-bayang gelap.

3. Tombol lampu harus ada di setiap jalan masuk ke suatu ruangan.

4. Lampu malam dibutuhkan untuk menerangi ruangan bila seseorang memerlukan pencahayaan di ruangan itu.

5. Penggunaan tirai, kerai, vertical blinds, dan kaca berwarna dapat mengurangi silau.

F. Penghawaan

1. Penggunaan exhaust fan untuk pertukaran udara yang lebih baik.

2. AC bisa disediakan tetapi penggunaannya harus dikontrol karena kulit orang tua sangat sensitif. AC dapat menyebabkan kulit kering jika digunakan terlalu lama.

G. Warna

Warna dalam aplikasi desain cukup penting karena bias mempengaruhi efek psikologis serta kondisi mata para manula yang semakin tidak jelas dapat mempengaruhi pula persepsi dari warna yang ada.

36

Universitas Kristen Petra

1. Penggunaan warna-warna yang hangat dan akrab, seperti kuning, oranye, dan sawo matang, karena mata tua lebih bisa membedakan warna-warna hangat daripada warna-warna dingin.

2. Warna-warna hangat seperti kuning atau merah selain dapat menstimulasi aktivitas, juga dapat menarik perhatian jika digunakan pada ruang-ruang yang intensitas penerangannya rendah.

3. Warna-warna dingin seperti biru dan warna-warna netral seperti putih, krem dapat menimbulkan kesan yang relax, dapat digunakan untuk ruangan-ruangan yang membutuhkan ketenangan.

4. Warna-warna gelap seperti hitam terkesan mendekat, sedangkan warna terang terkesan menjauh.

5. Penggunaan warna yang berbeda seperti warna kontras akan memudahkan penglihatan dalam pembedaan bidang atau ruang.

6. Penggunaan warna-warna yang seragam sebaiknya digunakan untuk ruangan yang sejenis dan penggunaan warna berbeda untuk pembedaan ruang.

7. Kuning juga dapat untuk meningkatkan nafsu makan pada orang tua yang mulai menurun.

8. Sebaiknya dihindarkan penggunaan warna-warna monokromatis, karena warna tersebut akan mengaburkan pandangan, sulit untuk dibedakan.

H. Kontrol Kebisingan

Suara yang bising perlu dikondisikan dengan baik karena kebisingan bisa berdampak buruk dan terkejut yang berlebihan pada manula, hal ini bisa diatasi dengan cara-cara berikut:

1. Plafon akuistik, karpet, perabot perlu diperhatikan atau diatur agar dapat membantu mengurangi kebisingan.

2. Suara sebaiknya bagi para manula adalah dengan nada rendah (bass) karena mereka lebih mudah mendengar suara nada rendah daripada nada tinggi.

I. Pendukung Aktivitas

1. Menggunakan pencahayaan dan penghawaan alami karena dapat membantu para manula dalam menjaga kesehatan.

37

Universitas Kristen Petra

2. Sebaiknya hindarkan penggunaan tangga.

3. Penggunaan ramp jangan terlalu banyak, jika ada sebaiknya kemiringan maksimum 5% - 8% dan sediakan area istirahat sepanjang kurang lebih 9 m.

4. Handrail dibutuhkan sebagai pegangan bagi para manula, terutama di koridor-koridor dengan diameter kurang lebih 3,81 cm dan 5,08 cm untuk pegangan tangan. Ketinggian handrail umumnya 81,28 cm yang dapat digunakan untuk orang cacat dan orang normal.

5. Koridor sebaiknya pendek, jika panjang maka diberi tempat duduk di lorong untuk istirahat jika dibutuhkan.

6. Pintu sebaiknya ringan dan tidak berat.

J. Petunjuk atau Tanda

1. Menggunakan warna, bentuk, dan tekstur yang berbeda untuk berbagai area yang berbeda, sehingga tiap ruang punya identitas yang berbeda, selain itu juga memudahkan para lansia untuk membedakan ruang.

2. Objek visual seperti artwork atau tanaman dapat digunakan untuk pembeda antara ruang yang satu dengan yang lain.

3. Menggunakan blinds, kerai, tirai, dll yang dapat dibuka tutup untuk jendela yang besar, supaya orang dari luar tidak dengan mudah mengamati hal-hal yang terjadi di dalam, karena orang tua cenderung lebih suka untuk mengamati daripada diamati.

4. Garis horizontal lebih efektif dibandingkan garis vertikal.

(Sumber: Resources for the Elderly: Designing Facilities and Creating Publications

http://www.providence.org/oregon/programs_and_services/center_on_aging/hous ing.htm)

38

Universitas Kristen Petra

K. Antropometri

Gambar 2.22. Dimensi Kursi Roda

Sumber: Human Dimension and Interior Space (1980)

Gambar 2.23. Alternatif Radius Putar Kursi Roda Sumber: Human Dimension and Interior Space (1980)

Gambar 2.24. Antropometrik Pemakai Kursi Roda Sumber: Human Dimension and Interior Space (1980)

39

Universitas Kristen Petra

Gambar 2.25. Penopang dan Walker

Sumber: Human Dimension and Interior Space (1980)

Gambar 2.26. Tongkat

Sumber: Human Dimension and Interior Space (1980)

40

Universitas Kristen Petra

Dokumen terkait