• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.6 Rumah Sakit PONEK

2.6.2 Kriteria Rumah Sakit PONEK

1. Ada dokter jaga yang terlatih di UGD untuk mengatasi kasus emergensi dasar baik secara umum maupun Emergency Neonatal.

2. Dokter atau bdan yang telah mengikuti pelatihan tim PONEK di rumah sakit meliputi resusitasi neonatus, kegawatdaruratan Obstetrik Neonatal.

3. Mempunyai standar operating prosedur penerimaan dan penanganan pasien dengan kegawat daruratan obstretrik Neonatal.

4. Kebijakan tidak ada uang muka bagi pasien kegawatdaruratan obstretri dan Neonatal.

6. Mempunyai standar respon time di UGD selama 10 menit, di kamar bersalin kurang dari 30 menit, pelayanan darah kurang dari 1 jam.

7. Tersedia kamar operasi siap siaga 24 jam untuk melakukan operasi,bila ada kasus emergensi obstretrik dan umum.

8. Tersedia kamar bersalin yang mampu menyiapkan operasi kurang dari 30 menit.

9. Memiliki kru /awak yang siap melakukan operasi atau melaksanakan tugas sewaktu waktu meskipun harus oncall.

10.Adanya dukungan semua pihak dalam tim pelayanan PONEK antara lain dokter kebidanan, dokter anak,dokter/petugas anastesi, dokter penyakit dalam, dokter spesialis lainnya serta dokter umum,bidan dan perawat

11.Tersedianya pelayanan darah yang siap 24 jam

12.Tersedianya pelayanan penunjang lain yang berperan dalam PONEK, seperti laboratorium,dan radiologi selama 24 jam, recovery room 24 jam, obat dan alat penunjang yang selalu siap dan tersedia.

13.Bahan harus tersedia dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dan berkualitas tinggi.

14.Sumber daya manusia adalah 1 Dokter spesialis kebidanan, 1 Dokter spesialis anak, 1 Dokter umum di UGD, 3 orang bidan (koordinator dan 2 penyelia) dan 2 orang perawat. Tim PONEK idealnya ditambah 1 Dokter spesialis anastesi/perawat anasthesi, 6 Bidan pelaksana, 10 Perawat jaga (tiap sift 2 -3 orang), 1 Petugas laboratorium, Pekarya kesehatan dan 1 Petugas adminitrasi.

2.7 Audit Maternal Neonatal

Menurut Kementerian Kesehatan RI Audit Maternal Perinatal (AMP) adalah proses penelaahan bersama kasus kesakitan dan kematian ibu dan perinatal serta penatalaksanaanya, dengan menggunakan berbagai informasi dan pengalaman dari kelompok terkait, untuk mendapatkan masukan mengenai intervensi yang paling tepat dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan KIA di suatu RS atau wilayah.

AMP merupakan suatu kegiatan untuk menelusuri sebab kesakitan dan kematian ibu dan perinatal dengan maksud mencegah kesakitan dan kematian dimasa yang akan datang, penelusuran ini memungkinkan tenaga kesehatan menentukan hubungan antara faktor penyebab yang dapat dicegah dan kesakitan/ kematian yang terjadi.

Kegiatan ini membantu tenaga kesehatan untuk menentukan pengaruh keadaan dan kejadian yang mendahului kesakitan/ kematian.

Dari kegiatan ini dapat ditentukan:

1. Sebab dan faktor terkait dalam kesakitan/ kematian ibu dan perinatal

2. Dimana dan mengapa berbagai sistem dan program gagal dalam mencegah kematian.

3. Jenis intervensi dan pembinaan yang diperlukan

AMP juga dapat berfungsi sebagai alat pemantauan dan evaluasi sistem rujukan. Agar fungsi ini dapat berjalan baik maka dibutuhkan:

1. Pengisian rekam medis yang lengkap dan benar di semua tingkat pelayanan kesehatan

2. Pelacakan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan puskesmas dengan cara

otopsi verbal, yaitu wawancara kepada keluarga atau orang lain yang

mengetahui riwayat penyakit atau gejala serta tindakan yang diperoleh sebelum penderita menninggal, sehingga dapat diketahui perkiraan sebab kematian.

2.8 Program EMAS (Expanding Maternal and Neonatal Survival) 2.8.1 Pengertian

EMAS adalah sebuah program kerjasama antara USAID dengan perjanjian no. AID-497-A-11-00014 dengan Kementerian Kesehatan Indonesia dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Program ini diluncurkan di Jakarta pada tanggal 26 Januari 2012 dan dicanangkan akan berjalan selama lima tahun mulai tahun 2012 sampai 2016.

Program EMAS mendukung pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten untuk berjejaring dengan organisasi masyarakat sipil, fasilitas kesehatan public dan swasta, asosiasi rumah sakit, organnisasi profesi dan sektor-sektor lain.

2.8.2 Tujuan EMAS

Program EMAS diluncurkan untuk mendukung Pemerintah Republik Indonesia dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir sebesar 25%. Adapun tujuan EMAS adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan kualitas pelayanan PONED dan PONEK Hal ini diwujudkan dengan cara:

a. Memastikan intervensi medis prioritas yang mempunyai dampak besar pada penurunan kematian diterapkan di RS dan Puskesmas.

Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan:

i. Adaptasi standar kinerja pelayanan kegawatdaruratan obstetri neonatal ii. Kompetensi tenaga kesehatan dalam pelayanan kegawatdaruratan

obstetri neonatal

iii. Pemanfaatan teknologi informasi komunikasi untuk pembelajaran dan pencapaian kinerja

iv. Melengkapi perlengkapan esensial

v. Penyebarluasan bukti ilmiah dalam jaringan vanguard

b. Pendekatan tata kelola klinis (clinical governance) diterapkan di RS dan Puskesmas.

Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan:

i. Peningkatan kinerja pelayanan kegawatdaruratan obstetri neonatal sesuai standar klinis secara berkesinambungan

ii. Sistem monitoring evaluasi dan pelaporan berjalan efektif di fasilitas pelayanan kesehatan

iii. Berjalannya mekanisme umpan balik bagi puskesmas/ RS iv. Penyebarluasan praktek tata kelola klinis

2. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi sistem rujukan antar puskesmas dan RS Hal ini dapat diwujudkan dengan cara:

a. Penguatan sistem rujukan berfungsi secara optimal Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan:

i. Adaptasi dan implementasi standar kinerja sistem rujukan ii. Koordinasi dan kolaborasi failitas public dan swasta meningkat

iii. Teknologi informatika dan komunikasi dimanfaatkan untuk pertukaran informasi dan peningkatan sistem rujukan

iv. Kinerja bidan koordinator meningkat v. Audit Maternal Perinatal (AMP) berfungsi

b. Meningkatkan peran serta masyarakat dan organisasi sosial kemasyarakatan dalam menjamin akuntabilitas dan kualitas tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan dan pemerintah daerah.

Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan:

i. Mekanisme umpan balik menggunakan media sosial

ii. Pendekatan hak-hak konsumen yang inovatif ( citizen gateway)

iii. Duta KIA khusus pelayanan emergensi berperan aktif dapat mempengaruhi masyarakat dan pengambil kebijakan

c. Meminimalkan hambatan keuangan kelompok miskin dan rentan dalam mengakses dan memanfaatkan pelayanan kesehatan.

Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan:

i. Masyarakat miskin dan rentan memahami haknya atas jaminan sosial kesehatan

ii. Peran serta masyarakat meningkat iii. Partisipasi pihak swasta meningkat 2.8.3 Fokus Kerja EMAS

Selama lima tahun EMAS menitikberatkan pada perbaikan yang luas dalam pelayanan untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi dengan cara melibatkan pemerintah di semua tingkatan serta penyedia layanan, pimpinan

fasilitas swasta, organisasi profesi, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil dan masyarakat. EMAS akan memiliki fokus pada beberapa area kunci, yaitu:

1. Mengatasi penyebab utama kematian ibu dan bayi baru lahir (perdarahan, pre-eklamsia/eklamsia, sepsis, asfiksia, prematuria/ berat badan lahir rendah) 2. Pemeliharaan praktik tata kelola klinik yang kuat di fasilitas kesehatan dan

sistem rujukan, dengan fokus pada peningkatan kualitas.

3. Membina hubungan yang kuat antara fasilitas publik dan swasta dan peningkatan akuntabilitas, baik secara internal maupun kepada masyarakat, untuk memberikan jaminan perawatan yang berkualitas.

4. Meningkatkan peran warga dan organisasi sipil (OMS) dalam pengawasan fasilitas kesehatan publik dan swasta dan lembaga pemerintahan daerah dalam penyediaan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.

5. Memperbaiki mekanisme keuangan (jaminan sosial ) untuk meningkatkan akses dan pemanfaatan layanan kesehatan ibu dan anak bagi masyarakat miskin.

6. Mengembangkan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang efektif, efisien, dan inovatif untuk mendukung penyediaan layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat.

2.9 Pelaksanaan

Pelaksanaan adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci, implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaan sudah dianggap siap. Secara sederhana

pelaksanaan bisa diartikan penerapan. Majone dan Wildavsky mengemukakan pelaksanaan sebagai evaluasi. Browne dan Wildavsky mengemukakan bahwa Pelaksanaan adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan. Pengertian-pengertian di atas memperlihatkan bahwa kata pelaksanaan bermuara pada aktivitas, adanya aksi, tindakan, atau mekanisme suatu sistem. Ungkapan mekanisme mengandung arti bahwa pelaksanaan bukan sekedar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan.

Pelaksanaan merupakan aktifitas atau usaha-usaha yang dilaksanakan untuk melaksanakan semua rencana dan kebijaksanaan yang telah dirimuskan dan ditetapkan dengan dilengkapi segala kebutuhan, alat-alat yang diperlukan, siapa yang melaksanakan, dimana tempat pelaksanaannya mulai dan bagaimana cara yang harus dilaksanakan, suatu proses rangkaian kegiatan tindak lanjut setelah program atau kebijaksanaan ditetapkan yang terdiri atas pengambilan keputusan, langkah yang strategis maupun operasional atau kebijaksanaan menjadi kenyataan guna mencapai sasaran dari program yang ditetapkan semula.

Dari pengertian yang dikemukakan di atas dapatlah ditarik suatu kesimpulan bahwa pada dasarnya pelaksanaan suatu program yang telah ditetapkan oleh pemerintah harus sejalan dengan kondisi yang ada, baik itu di lapangan maupun di luar lapangan. Yang mana dalam kegiatannya melibatkan beberapa unsur disertai dengan usaha-usaha dan didukung oleh alat-alat penujang. (Muninjaya, 2010)

2.10 Kerangka Pikir

Kerangka pikir penelitian ini dijelaskan pada gambar 2.3.

Gambar 2.3 Kerangka Pikir

Kerangka pikir penelitian ini menggambarkan tentang pelaksana rujukan KIA di Puskesmas PONED yang dilakukan oleh pelaksana layanan KIA adalah bidan desa, perawat dan dokter di Puskesmas serta pengambilan keputusan dan menentukan tempat rujukan, sampai dengan proses pelaksaan rujukan. Dengan pendekatan sistem yang menjadi variabel penelitian:

1) Input

Input adalah Ketersediaan SDM atau tenaga kesehatan pelaksana layanan KIA yang teridri dari Bidan Koordinator, Tenaga kesehatan terlatih PONED, dan juga Bidan Desa. Ketersediaan . Ketersediaan sarana dan prasarana di Puskesmas yaitu peralatan kesehatan, obat dan sarana transportasi. Serta ketersediaan dana dalam pelaksanaan rujukan.

PROSES 1. Proses pengambilan keputusan rujukan KIA 2. Proses pelaksanaan rujukan KIA OUTPUT Pelaksanaan Rujukan KIA INPUT 1. Tenaga Kesehatan 2. Sarana dan prasarana 3. Pendanaan

2) Proses

Proses yang dilakukan adalah 2 tahap yaitu proses dalam pengambilan keputusan yaitu proses komunikasi dan proses pelaksanaan rujukan yaitu proses informasi dan proses transportasi. Proses rujukan dilakukan dari bidan desa, puskesmas, sampai ke rumah sakit.

3) Output

53

Jenis Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui secara jelas dan lebih mendalam tentang pelaksanaan rujukan KIA di Puskesmas Hamparan Perak dan Puskesmas Bandar Khalifah di Kabupaten Deli Serdang.

Menurut Hamidi (2010), penelitian kualitatif adalah jika data yang disajikan berupa cerita dari para responden atau informan tentang pertimbangan, pengalaman, pengetahuan, atau pandangan hidup mereka.

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2.1 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di dua Puskesmas PONED di wilayah Kabupaten Deli Serdang yaitu Puskesmas Bandar Khalipah dan Puskesmas Hamparan Perak. Alasan pemilihan lokasi penelitian karena kedua Puskesmas tersebut memiliki angka rujukan KIA yang cukup tinggi di Kabupaten Deli Serdang yaitu 192 rujukan di Puskesmas Hamparan Perak dan 175 rujukan di Puskesmas Bandar Khalifah pada tahun 2014.

3.2.2 Waktu Penelitian

Waktu Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret tahun 2015.

3.3 Informan

Informan dalam penelitian ini adalah unsur dari Puskesmas Hamparan Perak dan Puskesmas Bandar Khalipah yang terlibat dalam proses pelayanan rujukan KIA yaitu: Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator pelayanan KIA, Tenaga kesehatan terlatih PONED dan Bidan Desa.

Berdasarkan uraian di atas, penentuan informan dalam penelitian ini dengan menggunakan purposive sampling. Teknik sampling dengan purposive

sampling yaitu bahwa dalam penentuan sampel berdasarkan pertimbangan

tertentu dimana informan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang terlibat secara langsung terhadap permasalahan yang sedang diteliti.

3.4 Metode Pengumpulan Data 3.4.1 Data Primer

Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara mendalam dengan informan dipandu dengan pedoman wawancara dan direkam dengan menggunakan alat perekam. Pedoman wawancara mendalam terdiri atas daftar pertanyaan mengenai pelaksanaan rujukan yang dilihat dari variable-variabel yang terdapat dalam kerangka konsep.

3.4.2 Data Sekunder

Data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan dan telaah dokumen. Dalam studi kepustakaan, peneliti mempelajari dan mengumpulkjan keterangan maupun bahan yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Sedangkan telaah dokumen dilakukan untuk membandingkan hasil wawancara dengan data-data

seperti data rujukan, dan dokumen lain yang digunakan terkait dengan pelaksanaan rujukan di puskesmas.

3.5 Instrumen Pengambilan Data

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat tulis dan alat perekam.

3.6 Teknik Analisis Data

Analisis data kualitatif dilakukan secara simultan dengan proses pengumpulan data, intepretasi data dan dibuat matriks untuk mempermudah dalam melihat data secara lebih sistematis ( Miles dan Huberman dalam Herdiansyah, 2012).

56 4.1 Deskripsi Daerah Penelitian

4.1.1 Gambaran Umum Puskesmas Hamparan Perak

Puskesmas Hamparan Perak merupakan Puskesmas yang terletak di Kecamatan Hamparan Perak di Kabupaten Deli Serdang dengan posisi 2035-3041 LU dan 410-460 BT. Puskesmas ini memiliki luas wilayah 400 Ha, dengan batas wilayah sebagai berikut:

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Wilayah kerja Puskesmas Labuhan Deli 2. Sebelah Timur berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas Labuhan Deli 3. Sebelah Selatan berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas Sunggal 4. Sebelah Barat berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas Binjai

Wilayah Kecamatan Hamparan Perak berbatasan dengan Kotamadya Medan Marelan, Medan Sunggal dan Kotamadya Binjai. Ibukota Kecamatan Hamparan Perak adalah Hamparan Perak. Secara administratif Hamparan Perak terdiri dari 13 Desa dan 121 Dusun.

Puskemas Hamparan Perak merupakan Puskesmas perawatan dan Puskesmas PONED berdasarkan SK Bupati Deli Serdang Tahun 2012. Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada di masyarakat, diantaranya adalah polindes, posyandu dan pos kesehatan desa (poskesdes).

Berdasarkan data yang terkumpul tahun 2013 menunjukkan bahwa jumlah posyandu sebanayak 77 buah dengan rincian yaitu posyandu pratama sebanyak 3 buah, posyandu madya sebanyak 57 buah, posyandu purnama 17 buah, dan posyandu mandiri tidak ada. Polindes yang sekarang banyak ditingkatkan menjadi Poskesdes merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam rangka mendekatkan pelayanan kebidanan melalui penyeliaan tempat pertolongan persalinan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk keluarga berencana. Polindes yang dimiliki Kecamatan Hamparan Perak sebanyak 5 buah dan Poskesdes sebanyak 4 buah.

4.1.1.1 Letak Geografis dan Kependudukan

Daerah Kecamatan Hamparan Perak terletak di wilayah Kabupaten Deli Serdang dengan jarak ke Ibukota Kabupaten (Lubuk Pakam) sejauh ± 50 Km. Ketinggian wilayah dari atas permukaan laut antara 4-30 meter, dan dikategorikan daerah dataran rendah dan rawa pantai yang luasnya 133 Km2. Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Hamparan Perak sebanyak 90.212 jiwa dari 13 desa. Komposisi penduduk yang multietnis terdiri atas berbagai suku bangsa antara lain: Jawa, Tapanuli, Karo, Minang, Melayu, dan lain-lain. Penduduk mayoritas adalah suku Melayu dan Jawa. Agama yang dianut adalah Islam, Katolik, Protestan, Hindu dan Budha, dimana agama Islam sebagai agama mayoritas.

Tabel 4.1 Distribusi Luas Wilayah, Jumlah Desa/Kelurahan, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk di Puskesmas Hamparan Perak Kecamatan Hamparan Perak Tahun 2013 No. Desa Luas Wilayah (Km2) Jumlah Dusun + Lingkungan Jumlah Penduduk Jumlah Rumah Tangga Rata-Rata Jiwa/ Rumah Tangga 1 Kelambir V Kebun 26 21 20.650 5.079 4,07 2 Hamparan Perak 9 7 14.874 3.386 4,39 3 Klumpang Kebun 22 21 13.078 3.132 4,18 4 Paya Bakung 17 20 11.162 2.786 4,01 5 Paluh Kurau 33 14 5.640 1.475 3,80 6 Klumpang Kampung 1 5 5.714 1.340 4,26 7 Kota Rantang 7 8 5.365 1.365 3,93 8 Kampung Lama 5 8 4.918 1.233 3,99 9 Klambir V Kampung 1 3 5.448 1.370 3,98 10 Kelambir 4 5 5.544 1.275 4,35 11 Sei Baharu 8 5 4.395 1.065 4,13 12 Selemak 1 3 2.965 750 3,95 13 Silang Muda 1 2 1.722 400 4,31 Jumlah 135 122 101.439 24.656 4,11

Berdasarkan tabel di atas jumlah penduduk terbanyak berada di Desa Klambir V Kebun yaitu 20.650 jiwa dengan luas wilayah 26 Km2.

4.1.1.2 Sumber Daya Manusia

Puskesmas Hamparan Perak dipimpin oleh seorang dokter umum dan memiliki tenaga kesehatan sebanyak 106 orang bisa dilihat pada table 4.2 berikut.

Tabel 4.2 Jumlah Tenaga Kesehatan di Puskesmas Hamparan Perak

No. Tenaga Kesehatan Jumlah

1. Dokter Umum 8 orang

2. Dokter Gigi 2 orang

3. S1 Kesehatan Masyarakat 3 orang

4. S1 Non Kesehatan 1 orang

5. S1 Keperawatan 1 orang 6. Akper 5 orang 7. AKZI - 8. AKG 1 orang 9. Akbid PNS 6 orang 10. Akbid PTT 27 orang 11. Bidan PNS 28 orang 12. Bidan PTT 5 orang 13. SPK 12 orang 14. SMAK 2 orang 15. SAA 1 orang 16. SPAG 1 orang 17. LCPK 1 orang 18. SMA 1 orang 19. SMP 1 orang

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Puskesmas Hamparan Perak KEPALA PUSKESMAS

(dr. Aulia Agustin)

Kelompok Jabatan Fungsional A,B,C,D,E,F,G,H,I,J,K

KTU

(Sri Mulia Ningsih, SKM) Staf ADM: Julianti Irma, Durmala Hutagaol

Bendahara:

a. Jampersal, Jamkesmas, BOK: Suriana b. PAD :Bela Rosa

c. Inventaris: Tanti Erniasih

Pustu Klambir V Kebun (Erianta Br. Sitepu) Pustu Paya Bakung (Rubiaty) Pustu Selemak (Sutriana) Pustu Paluh Kurau (Yuli Kasriati) Pustu Kota Rantang (Vivi Efnida) Poskesdes Sei Baharu (Rosmalina) Poskesdes Lama (Dormalina Silalahi) Poskesdes Klumpung Kebun (Elina RS Tampubolon, Lina Lestari) Poskesdes Paluh Kurau (Bintaria Purba Bides Sialang Muda (Hotmarisi Siringo-ringto) Bides Klumpang Kampung (Peraten N. Keliat) Bides Klambir (Nelly Marlina) Bides Klambir V Kampung (Lista Purnama Sari) Bides Hamparan Perak (Juliana)

Tabel 4.3 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil, Persalinan yang Ditolong Tenaga Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas di Puskesmas Hamparan Perak Kecamatan Hamparan Perak Tahun 2013

Puskesmas

Ibu Hamil Ibu Bersalin Ibu Nifas

Jum lah KI % K4 % Jum lah Di Tolong Nakes % Jum lah dapat Yan kes % Hamparan Perak 2.332 2.314 99,2 2.306 98,9 2.178 2.198 98,7 2.178 1.897 87 Berdasarkan tabel di atas, cakupan ibu hamil di Puskesmas Hamparan

Perak tahun 2013 diperoleh informasi, dari 2.332 ibu hamil, ada 2.314 ibu hamil (99,2%) yang melakukan pemeriksaan pada awal kehamilan (K1), dan ada 2.306 ibu hamil (98,9%) yang melakukan pemeriksaan di akhir kehamilan (K4). Dari 2.226 orang ibu bersalin, yang ditolong oleh tenaga kesehatan sebanyak 2.198 (98,7%), serta dari 2.226 ibu nifas, 2.090 (93,9%) orang yang mendapatkan pelayanan kesehatan.

4.1.2 Gambaran Umum Puskesmas Bandar Khalipah

Puskesmas Bandar Khalipah adalah salah satu sarana kesehatan yang ada di Kecamatan Percut Sei Tuan selain Puskesmas Kenangan dan Puskesmas Tanjung Rejo. Puskesmas Bandar Khalipah terletak di Jalan Bustaman pasar x desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Puskesmas Bandar khalipah memiliki 7 (tujuh) wilayah kerja yang meliputi : 1. Bandar Khalipah

2. Bandar Klippa 3. Bandar Setia 4. Sambirejo Timur

5. Laut Dendang 6. Sei Rotan 7. Kolam

4.1.2.1 Kondisi Geografis dan Kependudukan

Luas wilayah kerja Puskesmas Bandar khalipah yaitu 4.155 km2. Dengan batas wilayah sebagai berikut:

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Malaka

2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kec. Batang Kuis dan Kec. Pantai Labu 3. Sebelah Barat berbatasan dengan Labuhan Deli dan Kota Medan

4. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kota Medan.

Keadaan geografi di wilayah kerja Puskesmas Bandar Khalipah adalah daerah pedesaan. Sarana perhubungan berupa jalan yang sudah sebagian besar di aspal dan dapat dilalui kendaraam roda dua dan roda empat.

Tabel 4.4 Data geografi wilayah kerja Puskesmas Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang tahun 2013

No Desa Jumlah Dusun Luas Wilayah (Km2) Rasio terhadap luas total (%) Jarak Ke Kecamatan Percut Sei Tuan (Km) 1 Bandar Khalipah 17 7.25 15.7 1.50 2 Bandar Klippa 20 18.48 40.1 0.50 3 Bandar Setia 10 3.5 7.5 4.00 4 Sambirejo Timur 11 4.16 9.0 2.50 5 Lau Dendang 9 1.7 3.6 6.00 6 Sei Rotan 13 5.16 11.1 3.00 7 Kolam 13 5.98 13.0 5.00 Total 93 46 100

Pada tahun 2010, Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Bandar Khalipah berjumlah 151.643 jiwa dengan rincian 77.198 jiwa yang berjenis kelamin laki-laki dan 74.445 jiwa yang berjenis kelamin perempuan. Angka tersebut dapat dilihat pada table 4.5.

Table 4.5 Data Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah Tahun 2013

Desa Laki-Laki Perempuan Jumlah

Bandar Khalipah 15890 15728 31618 Bandar Klippa 15330 14515 29845 Bandar Setia 11540 10902 22442 Sambirejo Timur 7240 7153 14393 Lau Dendang 10536 10600 21136 Sei Rotan 7685 6916 14601 Kolam 8977 8631 17608 Total 77198 74445 151643

4.1.2.2 Sumber Daya Manusia

Puskesmas didirikan dengan tujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh para sumber daya manusia yang ada di puskesmas. Berdasarkan data yang diperoleh dari puskesmas Bandar khalipah , tenaga kesehatan yang ada sebanyak 87 orang. Dapat dilihat pada tabel 4.6 di bawah ini :

Tabel 4.6 Penyebaran Tenaga Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah Tahun 2013

Unit Kerja Medis

Perawat dan Bidan

Gizi Analis Sani

tasi Kesmas Far masi Jlh Puskesmas Bandar Khalipah 3 35 2 3 1 6 1 51 Pustu 26 1 27 Poskesdes 6 6 Jumlah 3 67 2 3 1 6 2 84

Tabel 4.7 Jumlah dan Persentase Penanganan Komplikasi Kebidanan dan Komplikasi Neonatal di Puskesmas Hamparan Perak dan Puskesmas Bandar Khalipah Tahun 2013

Puskesmas Jumlah Ibu Hamil Perkiraan Bumil dengan Komplikasi Kebidanan Penanganan Komplikasi Kebidanan Jumlah Lahir Hidup Perkiraan Neonatal Komplikasi Penanganan Komplikasi Neonatal ∑ % ∑ % Hamparan Perak 2.332 466 466 100% 2.120 318 318 100% Bandar Khalipa 4.214 843 843 100% 3.813 575 573 99% Berdasarkan tabel di atas, di Puskesmas Hamparan Perak tahun 2013

diperoleh informasi, dari 2.332 ibu hamil, ada 466 ibu hamil yang diperkirakan mengalami komplikasi kebidanan, dan yang mendapat penanganan komplikasi kebidanan sebanyak 466 orang (100%). Dari 2.120 kelahiran hidup, ada 318 perkiraan kasus neonatal dengan komplikasi, dan yang mendapat penanganan sebanyak 318 orang (100%). di Puskesmas Bandar Khalipah tahun 2013 diperoleh informasi, dari 4.214 ibu hamil, ada 843 ibu hamil yang diperkirakan mengalami komplikasi kebidanan, dan yang mendapat penanganan komplikasi kebidanan

sebanyak 843 orang (100%). Dari 3.813 kelahiran hidup, ada 575 perkiraan kasus neonatal dengan komplikasi, dan yang mendapat penanganan sebanyak 573 orang (99%).

Tabel 4.8 Rujukan KIA di Puskesmas Hamparan Perak dan Puskesmas Bandar Khalifah tahun 2014

Puskesmas

Jumlah Rujukan KIA di Puskesmas

Jumlah Kasus yang Dirujuk langsung dari

Puskesmas

Hamparan Perak 192 18

Bandar Khalipah 175 26

Berdasarkan tabel di atas jumlah rujukan KIA di Puskesmas Hamparan Perak lebih Banyak dari pada jumlah rujukan di Puskesmas Bandar Khalipah. Jumlah rujukan yang dilakukan langsung dari Puskesmas Bandar Khalipah lebih banyak yaitu 26 kasus dari 175 kasus, selebihnya dirujuk oleh bidan atau masyarakat langsung ke rumah sakit.

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Karakteristik Informan

Informan dalam penelitian ini sejumlah 8 informan yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator, Petugas PONED, dan Bidan Desa.

Tabel 4.9 Karakteristik Informan

Informan Puskesmas Jabatan Pendidikan

Informan 1 (P1) Hamparan Perak Kepala Puskesmas Dokter Umum (S1) Informan 2 (P2) Hamparan Perak Bidan Koordinator D3 Kebidanan Informan 3 (P3) Hamparan Perak Petugas PONED D3 Kebidanan Informan 4 (P4) Hamparan Perak Bidan Desa D3 Kebidanan Informan 5 (P5) Bandar Khalifah Kepala Puskesmas Dokter Umum (S1) Informan 6 (P6) Bandar Khalifah Bidan Koordinator D3 Kebidanan Informan 7 (P7) Bandar Khalifah Petugas PONED D3 Kebidanan Informan 8 (P8) Bandar Khalifah Bidan Desa D3 Kebidanan

Dokumen terkait