• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.2 Pelaksanaan Penelitian

3.2.2 Kritik Sumber

3.2.2.2 Kritik Internal

Menurut Ismaun (2005:50) kritik internal sumber sejarah yaitu suatu kritik yang dilakukan untuk menilai kredibilitas sumber dengan mempersoalkan isinya, kemampuan pembuatannya, tanggung jawab, dan moralnya. Kritik internal dilakukan terhadap aspek “dalam” yaitu isi dari sumber dari kesaksian sejarah. Melalui kritik internal ini, sejarahwan memutuskan tentang reliabilitas, kesaksian tersebut, yaitu apakah kesaksian dapat diandalkan atau tidak. Arti sebenarnya dari kesaksian harus dipahami, karena bahasa tidak statis dan selalu berubah serta kata-kata mempunyai dua pengertian (arti harfiah dan arti sesungguhnya). Selain itu, kredibilitas saksi juga harus diperhatikan.

Kritik internal terhadap sumber lisan dilakukan dengan cara membandingan hasil wawancara antara narasumber yang satu dengan yang lain sehingga penulis mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan menghilangkan unsur subjektivitas dari para narasumber. Seperti pada saat penulis melakukan wawancara dengan bapak Gunawan Wibisono selaku Kabiro Humas Taman Mini Indonesia Indah, penulis membandingkan dengan hasil wawancara dengan masyarakat sekitar seperti kepada bapak Jajuli mengenai bagaimana keadaan masyarakat asli dari Kecamatan Makasar sebelum dan sesudah adanya Taman Mini. Kemudian peneliti membandingkan dengan menanyakan keadaan pada tahun 1975-2000. Apakah ada kesesuaiannya, karena biasanya Kepala Biro Humas sebagai salah satu instansi pemerintah akan selalu memberikan informasi yang sesuai dengan jabatan yang dikelola, hal ini dikarenakan demi nama baik instansi yang terkait.

Hal ini dilakukan untuk memperoleh kebenaran dari fakta yang didapat baik dari sumber tertulis maupun sumber lisan yang dibutuhkan dipenelitian ini.

3.2.3 Interpretasi

Interpretasi atau penafsiran terhadap sumber sejarah merupakan tahap ketiga dalam metode penulisan sejarah. Interpretasi merupakan tahapan untuk menafsirkan fakta-fakta yang terkumpul dengan mengolah fakta setelah dikritisi dengan merujuk beberapa referensi pendukung peristiwa yang menjadi kajian peneliti. Pendekatan ini menggunakan pendekatan interdisipliner, maksud dari pendekatan tersebut adalah bentuk pendekatan dalam penelitian sejarah yang menggunakan bantuan disiplin ilmu lain (ilmu sosial) dalam mempertajam analisis kajian (Sjamsuddin, 2007: 189).

Pendekatan sosiologi dan antropologi adalah pendekatan yang peneliti pergunakan sebagai penunjang dalam penulisan skripsi ini. Pendekatan sosiologi dapat dilihat dari aspek-aspek perubahan sosial pada tatanan masyarakat Kecamatan Makasar yang awalnya merupakan masyarakat agraris beralih menjadi masyarakat industri, apakah terjadi konflik maupun kesenjangan sosial antara masyarakat pribumi dengan masyarakat pendatang, bagaimana strategi masyarakat agraris di kawasan wisata, sedangkan pendekatan antropologi dapat dilihat dari pola hidup masyarakatnya, sistem kepercayaan, adat istiadat dan lainnya. Selanjutnya adalah pendekatan ekonomi yang dapat dilihat pada kurun waktu 1975-2000 apakah terjadi peningkatan pengunjung ke kawasan Taman Mini Indonesia Indah, bagaimana kontribusi dan peranan Taman Mini Indonesia

Indah terhadap kesejahteraan masyarakat Kecamatan Makasar antara tahun 1975-2000.

Hasil yang diperoleh dari proses pencarian sumber dan kritik sumber diperoleh suatu hasil baik dari buku maupun dari hasil wawancara. Pada kritik buku Sejarah Taman Mini Indonesia Indah penulis mengambil kesimpulan bahwa buku ini sangat pro terhadap pemerintahan Soeharto, hal ini dikarenakan dalam bukunya tidak tercantum reaksi dari masyarakat mengenai rencana dari pembangunan Taman Mini Indonesia Indah. Selanjutnya adalah pada buku Otobiografi Soeharto,bab yang membahas mengenai Taman Mini Indonesia Indah pun tidak ada yang menceritakan tentang reaksi masyarakat. Untuk hasil wawancara sendiri penulis mewawancara beberapa orang yang melihat, mengetahui dan mengalam peristiwa penggusuran.

Hasil wawancara dengan bapak Jajuli, keadaan saat itu biasa saja sampai para mahasiswa melakukan demonstrasi penolakan rencana pembangunan Taman Mini Indonesia Indah. Padahal masyarakat diam karena menurut mereka pembayaran ganti rugi saat itu sudah sesuai. Namun demikian menurut bapak Jajuli masyarakat ikut berdemonstrasi karena terlalu banyak pungutan dalam pembagian uang ganti rugi tanah mereka. Banyak calo yang memotong uang ganti rugi mereka, sehingga ketika sampai ke tangan warga uang sudah tidak utuh seperti yang dijanjikan oleh pihak Taman Mini Indonesia Indah. Sedangkan menurut penuturan bapak Gunawan, pembangunan Taman Mini Indonesia Indah ssat itu berjalan lancar dan gejolak yang datang itu datang dari orang atau kelompok yang tidak suka terhadap rencana Ibu Siti Hartinah Soeharto.

Penulis mengambil kesimpulan dari proses pengumpulan sumber dan kritik yang dilakukan bahwa pada saat penggusuran tanah yang akan dibangun objek wisata Taman Mini Indonesia Indah ini, terjadi aksi unjuk rasa dari masyarakat yang dibantu oleh mahasiswa. Mereka menuntut keadilan karena uang ganti rugi yang mereka terima tidak sesuai dengan kesepakatan dan harga jual beli tanah pada umumnya. Padahal hal tersebut terjadi karena adanya pencaloan yang terjadi di dalamnya. Selain itu penulis juga kurang sependapat dengan sikap yang dilakukan pemerintah. Pemerintah saat itu tidak menjelaskan secara rinci bagaimana cara pembangunan, pemasukan dana untuk pembangunan, dan juga pembagian uang ganti ruginya. Mengingat saat itu Indonesia sedang kekurangan kas negara, sekalipun ada kas negara tersebut hendaknya digunakan untuk kepentingan rakyat jadi rakyat tidak curiga terhadap pemerintahan Soeharto.

3.2.4 Historiografi

Historiografi adalah adalah tahap akhir dari keseluruhan prosedur penelitian pada metode historis. Penulisan skripsi bersifat analitis-kritis yang mengungkapkan aspek-aspek yang terjadi pada masyarakat akibat adanya Peraturan Pemerintah No 18 Tahun 1994 tentang Kepariwisataan. Dalam salah satu pasal Peraturan Pemerintah No 18 Tahun 1994, telah dijelaskan untuk selalu melibatkan masyarakat sekitar di dalam kegiatan pariwisata yang menjadikan peneliti tertarik untuk mengkaji sejauh mana implementasi dari adanya Peraturan Pemerintah tersebut. Peraturan tersebut memiliki keterkaitan atau tidak dengan yang terjadi pada masyarakat di Kecamatan Makasar.

Pada tahap ini peneliti menuliskan seluruh hasil penelitian ke dalam bentuk tulisan yang berupa skripsi. Laporan hasil penelitian ini disusun dalam bentuk tulisan yang dituangkan dalam gaya bahasa yang sederhana, ilmiah dan menggunakan tata bahasa penulisan yang baik dan benar. Sistematika yang digunakan dalam penulisan laporan ini disesuaikan dengan buku pedoman penulisan karya ilmiah yang dikeluarkan oleh UPI Bandung tahun 2012 . Laporan tersebut disusun dalam lima bab terdiri dari pendahuluan, kajian pustaka, metode penelitian, Perubahan Sosial Ekonomi Kawasan Wisata Taman Mini Indonesia Indah Terhadap Masyarakat Kecamatan Makasar Tahun 1975-2000, dan kesimpulan. Tujuan dari laporan hasil penelitian ini untuk memenuhi kebutuhan studi akademis tingkat sarjana pada Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI, selain itu hasil penelitian skripsi ini untuk menginformasikan dan memberi sumbangan ilmu kepada masyarakat umum. Laporan hasil penelitian dituangkan dalam bentuk karya ilmiah yaitu skripsi dengan judul Kawasan Wisata Taman Mini Indonesia Indah Dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Sosial-Ekonomi Di Kecamatan Makasar (Kajian Historis Tahun 1975-2000).

BAB V KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan

Pariwisata memilki peran yang penting dan strategis pada suatu negara. dan daerah tentunya. Peran yang menarik dan penting tersebut adalah pada sektor ekonomi, terutama yang menyangkut penyerapan tenaga kerja dan penciptaan lapangan usaha baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan ekonomi masyarakatnya. Tetapi dibalik itu semua ada dampak negatif yang ditimbulkan yakni pelestarian terhadap alam dan budaya yang masih kurang diperhatikan. Maka dari itu perlu penanganan dari semua pihak baik dari pemerintah maupun dari masyarakatnya itu sendiri.

Taman Mini Indonesia Indah memiliki peran untuk peningkatan ekonomi maupun sosial bagi pemerintahan daerah Jakarta Timur khususnya masyarakat Kecamatan Makasar. Perkembangan Taman Mini Indonesia Indah mengakibatkan sebagian masyarakat di Kecamatan Makasar beralih profesi dari sektor pertanian menjadi sektor pariwisata ataupun jasa. Perkembangan Taman Mini Indonesia Indah telah memberikan dampak tidak hanya dari bidang ekonomi tetapi juga pada bidang sosial serta perubahan terhadap lingkungan wilayah Kecamatan Makasar. Setelah pembangunan Taman Mini Indonesia Indah, mulai muncul kelompok sosial seperti pedagang, pegawai Taman Mini Indonesia Indah, tour guide, pegawai honorer dan

masih banyak lainnya. Terbukanya akses pada kehidupan luar dan meningkatnya mobilitas warga serta keberagaman mata pencaharian telah membuat masyarakat bersifat konsumtif. Sehingga secara tidak disadari mulai muncullah persaingan antar individu.

Keberadaan Taman Mini Indonesia Indah membuat taraf hidup masyarakat Kecamatan Makasar mulai meningkat. Masyarakat yang taraf hidupnya meningkat adalah mereka yang mampu mengelola dan memanfaatkan kesempatan yang ada. Adanya Taman Mini Indonesia Indah secara langsung ataupun tidak langsung telah memberikan kontribusi dalam upaya mensejahterakan masyarakat di sekitarnya khususnya masyarakat di Kecamatan Makasar. Terutama untuk mereka yang mampu memanfaatkan kesempatan baik menjadi pegawai ataupun pekerjaan biasa.

5.2 Rekomendasi

Kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah merupakan miniatur dari suatu negara Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan adat. Di dalamnya Taman Mini Indonesia Indah merupakan objek wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri dan turut serta dalam peningkatan keragaman mata pencaharian dan pendapatan masyarakat di sekitarnya khususnya pada Kecamatan Makasar. Oleh karena itu agar objek ini tetap berkembang dan tetap bersaing di masa yang akan datang maka perlu dilakukan beberapa perbaikan dan pengembangan antara lain:

1. Untuk pengelola Taman Mini Indonesia Indah: perbaikan infrastruktur wahana yang ada di Taman Mini Indonesia Indah agar terkesan tidak kuno atau ketinggalan jaman. Selain itu perlu adanya penambahan wahana baru yang mengikuti selera konsumen atau wisatawan. Taman Mini Indonesia Indah adalah objek wisata yang tidak hanya menyuguhkan kesenangan belaka tetapi juga menampilkan pendidikan. Hendaknya pengelola menambah wahana yang mengandung unsur pendidikan modern sehingga dapat menarik minat pengujung untuk datang berkunjung.

2. Untuk pemerintah : setidaknya mau bekerjasama setiap ada acara baik acara besar maupun kecil. Hendaknya dilakukan di Taman Mini Indonesia Indah, karena hal tersebut dapat menarik wisatawan untuk berkunjung. Selain itu hendaknya pemerintah mau memberikan ketrampilan kepada warga disekitar Taman Mini Indonesia Indah agar dapat menjadi masyarakat yang berkualitas dalam bidang kepariwisataan, sehingga masyarakatnya dapat bersaing dan dapat menjaga kelestarian budayanya.

3. Untuk masyarakat Kecamatan Makasar: hendaknya meningkatkan kemampuan dalam bidang ketrampilan agar dapat menghasilkan cenderamata khas daerahnya. Agar kelestarian daerahnya yang berupa kebudayaan tetap terjaga dan dapat bersaing dengan daerah lain.

4. Dalam pengembangan objek wisata hendaknya bekerjasama antara pihak pengelola dengan beberapa dinas terkait, seperti dinas pariwisata, dinas

pendidikan dan kebudayaan, dinas perindustrian, dinas pertanian serta pemerintah daerah setempat sehingga program yang dilaksanakan dapat terkoordinasikan dengan baik dan masalah yang dihadapi pengelola dapat terkonsultasikan dengan baik. Hal tersebut karena dinas yang terkait itu memiliki peranan yang penting dalam usaha pengembangan kepariwisataan. Hal ini diupayakan agar wisatawan yang berkunjung merasakan kepuasaan saat berada di Taman Mini Indonesia Indah.

Skripsi ini membahas tentang kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah. Taman Mini Indonesia Indah sendiri dibangun pada masa pemerintahan Soeharto. Pemerintahan Soeharto disebut sebagai pemerintahan Orde Baru, sedangkan Taman Mini Indonesia Indah sendiri merupakan rencana pemerintahan Soeharto yang tercantum dalam Repelita 1. Materi tentang Pemerintahan Orde Baru dibahas dalam mata pelajaran Sejarah kelas XII SMA pada semester 2. Materi ini terkait dan relevan dengan standar Standar Kompetensi 2. Perkembangan Masyarakat Pada Masa Orde Baru. Pembahasan tentang pemerintahan Orde Baru dibahas pada 2.2 Kompetensi Dasar Ciri-Ciri Pokok Kebijakan Pemerintahan Orde Baru.

Adapun nilai-nilai yang dapat diambil dari sejarah pemerintahan Orde Baru dan dapat dikembangkan di sekolah dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), antara lain:

1. Keadilan yang harus seimbang antara si kaya dan si miskin ataupun rakyat dengan penguasanya.

2. Interaksi sosial budaya antara wisatawan dan masyarakat setempat sehingga dapat menyebabkan way of life masyarakat serta terjadinya integrasi sosial.

Daftar Pustaka Buku:

Abdurachmat, I. (1998). Geografi Ekonomi. Jurusan Pendidikan Geografi .FPIPS UPI.

Budhisantoso, S. (1994). Pola Interaksi Masyarakat Dikalangan Mandala Wisata. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Dijk, V. C. (2000). Pengadilan Hariman Siregar. Jakarta: TePLOK Press.

Gafur, A. (1993). Siti Hartinah :Ibu Utama Indonesia. Jakarta: Citra Lamtoro Gung Persada.

Gelgel, I. P. (2006). Industri Pariwisata Indonesia Dalam Globalisasi Perdagangan dan Jasa (GATS-WTO). Bandung: Refika Aditama.

Gottschalk, L. (1985). Mengerti Sejarah. Jakarta: Yayasan Penerbit UI.

Ismaun. (2005). Pengantar Sejarah Sebagai Ilmu dan Wahana Pendidikan. Bandung: Historia Utama Press.

Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya. Kuntowijoyo. (1995). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Yayasan Benteng Budaya. Marpaung, H. (2000). Pengetahuan Pariwisata. Bandung: Alfabeta.

Maryani, E. (1997). Pengantar Geografi Pariwisata. Bandung: IKIP Bandung. Noerhadi, T. H. (1998). Psikologi Pariwisata. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Pendit, N. S. (2002). Pengantar Pariwisata. Bandung : Pradnya Paramitha.

Pendit, N. S. (2003). Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar. Jakarta: Pradnya Paramitha. Pitana, I. G. dan I. P. Gayatri. (2005). Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: ANDI. Setiadi, E. M dan Usman Kolip. (2010). Pengantar Sosiologi dan gejala

Sjamsuddin, H. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Soekanto, S. (1982). Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.

Sumaatmaja, N. (2000). Manusia Dalam Konteks Sosial Budaya Dan Lingkungan Hidup. Bandung: Alfabeta.

Susanto, A.S. (1983). Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial. Jakarta: Binacipta. Suwantoro, G. (2004). Dasar-Dasar Pariwisata. Yogyakarta: Andi.

Yoeti, O. A. (2008). Ekonomi Pariwisata Introduksi, Informasi dan Implementasi. Jakarta: Kompas Media Nusantara.

Publikasi Departemen:

BAPPENAS. (1975). RENCANA PEMBANGUNAN LIMA TAHUN KEDUA 1974/75 - 1978/79. Jakarta: Departemen Penerangan RI.

Kartasasmita, G. (1996). HASIL-HASIL PEMBANGUNAN NASIONAL DAN PERSPEKTIFNYA PADA REPELITA VII. [Online]. Tersedia :http://www.ginanjar.com [1 Mei 2012]

Kenworthy, L. (2012). Kapitalisme Kesejahteraan (Sosial Ekonomi Kajian ) co-ditulis oleh Alex Hicks.). [Online]. Vol 1 (1) halaman 1.Tersedia: http:// translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://ser.oxfordjournals .org/[ 12 Juni 2012]

Tn. (1989). Sejarah Taman Mini Indonesia Indah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Skripsi dan Tesis:

Asha athifa. (2011). Pelayanan Kereta Gantung Skylift Taman Mini“Indonesia Indah”

Melalui Senyum Skylift Sebagai Identitas Baru” (Suatu Deskriptif Tentang

Pelayanan kereta Gantung Skylift Taman Mini “Indonesiaindah” Melalui senyum

Skylift Sebagai Identitas Baru Pelayanan Karyawan Skylift Kepada

Pengunjungnya). Skripsi pada Fakultas Komunikasi Unikom: tidak diterbitkan.

Fitriani, R. (2011). Perkembangan Pariwisata di Pantai Pengandaran dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitar Tahun 1990-2005. Skripsi Sarjana pada FPIPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan Harthayasa, L S. (2001) Peranan Taman Mini Indonesia Indah dalam membina

saling pengertian budaya di dalam masyarakat majemuk Indonesia : Studi kasus ketahanan nasional di bidang kebudayaan. Tesis pada Fakultas Pascasarjana UI: tidak diterbitkan.

Jauzi, A. (2007). Arsitektur Strategik Taman Aquarium Air Tawar Taman Mini Indonesia Indah. Tesis pada Program Studi Magister Manajemen Agribisnis Sekolah Pascasarjana: tidak diterbitkan.

Latief, M. (2004). Peranan Humas Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dalam membina hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Skripsi pada FIK Universitas Mercu Buana: tidak diterbitkan.

Kikinafya. (2011). Strategi Bidang Promosi Taman Mini “Indonesia Indah” melalui mobil keliling sebagai bentuk pelayanan dalam meningkatkan kepuasan

pengunjungnya. Skripsi pada Fakultas Komunikasi Unikom: tidak diterbitkan. Marlan, R.(2008). Perubahan Ekonomi Dan Sosial Masyarakat Sekitar Taman

Wisata Nasional Kebun Raya Cibodas Kecamatan Pacet Tahun 1994-2006. Skripsi Sarjana pada FPIPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan.

Nurdianto, J. (2012). Perkembangan Kawasan Wisata Sari Ater Resort Dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Penduduk Sekitar (1994-2008). Skrispsi Sarjana pada FPIPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan.

Sumber Internet:

Aksa, N. (2007). Interaksi dan Perubahan Sosial disekitar wilayah kawasan wisata. Tersedia:(http://budpar.go.id/page_php?ic=543&id=148) [23 November 2012]. Hermansyah, D. A. (2011). Pers Mahasiswa di Tengah Kondisi

Politik-Ekonomi-Sosial Refresif Orde Baru. [Online]. Tersedia

belukarhujan.blogspot.com/2011/03/pers-mahasiswa-di-tengah-kondisi.html [10 Juli 2012].

Hirawan, S. (2009). Dampak Sosial Pariwisata. Tersedia:http://209.85.175.132/search?/analisi-dampak-sosial-pariwisata-di.html [28 Oktober 2012].

Nurmayanti, I. (2010). Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Sosial-Kultural. Tersedia:http://tumoutou.net/702_07134/gufron_dd.htm [28 Oktober 2012].

Sumpena, R. (2011). Industri Pariwisata.

Tersedia:http://www.Argo.co.id/page.php?ic=231) [21 Oktober 2011].

TMII. (2012). Pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah. Tersedia: http://www.tamanmini.co.id/page.Sejarah TMII_files/Sejarah TMII.htm [12 Oktober 2012].

TMII. (2012). Sejarah Taman Mini Indonesia Indah. Tersedia: http:// /Taman Mini Indonesia Indah 3_files/Taman Mini Indonesia Indah 3.htm) [12 Oktober 2012]. TMII. (2012). Profil TMII. Tersedia: http:// /Taman Mini Indonesia Indah

4_files/Taman Mini Indonesia Indah 4.htm [12 Oktober 2012].

TMII. (2012). Organisas.i dan managemen. Tersedia: http://Taman Mini Indonesia Indah 5.htm [12 Oktober 2012].

Kecamatan Makasar. (2012). Organisasi dan kependudukan. Tersedia: http://www.jakartatimur.com/ Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur .9.htm [12 Oktober 2012].

Sumber Dokumen:

Kantor Badan Perencana Daerah dan Badan Pusat Statistik. (1974). Jakarta dalam angka tahun 1974.

Kantor Badan Perencana Daerah dan Badan Pusat Statistik. (1975). Jakarta dalam angka tahun 1975.

Kantor Badan Perencana Daerah dan Badan Pusat Statistik. (1980). Jakarta dalam angka tahun 1980.

Kantor Badan Perencana Daerah dan Badan Pusat Statistik. (1985). Jakarta dalam angka tahun 1985.

Kantor Badan Perencana Daerah dan Badan Pusat Statistik. (1990). Jakarta dalam angka tahun 1990.

Kantor Badan Perencana Daerah dan Badan Pusat Statistik. (1995). Jakarta dalam angka tahun 1995.

Kantor Badan Perencana Daerah dan Badan Pusat Statistik. (2000). Jakarta dalam angka tahun 2000.

Dokumen terkait