• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.6 Interpretasi Data

4.6.1 Kronologi dan penyebab terjadinya Konflik

AKIBAT :

PERMASALAHAN :

AKAR : :

Gambar 4.6.1 pohon Konflik antara Tempat hiburan Malam dengan Pendidikan Formal dan Rumah ibadah.

Kronologi Awal mulanya terjadinya konflik adalah ketika tempat hiburan bar dan diskotik Barcelona ini didirikan.Ketika itu masyarakat dan pihak sekolah hanya mengira bahwa yang didirikan tepat disebelah sekolah adalah Show Room Mobil, yang menjual mobil-mobil bekas serta bilyard, namun seiring berjalannya

Keberadaan Hiburan Malam Barcelona disekitar sekolah Dan rumah ibadah.

Melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1018 Bab III Pasal (2) ayat (4)

Perbedaan

Pandangan / kepercayaan dan Pendapat / kepentingan.

Demonstrasi Keresahan

waktu kedok terselubung dari Barcelona tersebut mulai tercium masyarakat bahwa dilantai tiga adanya tempat hiburan bar dan diskotik Barcelona,namun masih tidak mempermasalahkannya.Namun, karena terus dibiarkan kegiatan terus berlangsung, maka pihak pengelolah pun membuka secara terang-terangan tempat tersebut.Dan menjalankan bisnis usahanya mulai dari pukul 19.00 s/d 07:00 wib menjelang pagi.Sehingga akhirnya masyarakat dan pihak sekolah resah, karena mulai terciumnya adanya kegiatan prostitusi, penari striptis dan hingga bisnis narkoba.Masyarakat sendiri akhirnya melihat, bahwa adanya kegiatan terlarang yang melanggar hukum tersebut, karena banyaknya pengunjung yang masuk setelah keluar telihat mabuk berat. Dan beberapa kali tempat tersebut masuk pemberitaan dimedia cetak, dan penggerebekan atau razia yang dilakukan pihak berwajib. Hal ini menguatkan dari beberapa pernyataan dari pihak perwakilan sekolah – sekolah untuk membentuk tim pengecekan dan melihat sendiri kegiatan apa yang ada didalam tempat hiburan tersebut

Pak Anwar menyatakan :

“ setelah kami (kepala sekolah dan para guru – guru) berunding dan memusyawarakan langsung untuk melihat sebelum menuduhkan bahwa tempat tersebut tempat maksiat, akhirnya bapak dan almarhum pak kepala yang dulu ( alm.H. Amarullah, M.ag) membuat tim untuk masuk kedalam tempat hiburan, saya, alm. Kepala amararullah, dan pak bulgan masuk kedalam dengan membawa surat (surat sah dari kecamatan untuk pengecekan tempat hiburan barcelona) agar jika sewaktu – waktu adanya razia yang dilakukan pihak berwajib kami tidak ditangkap. Awalnya sempat bingung masuknya dari mana lalu ketika kami melihat pengunjung yang mau masuk, kami ikuti ternyata ada lorong rahasia untuk

sampai diatas kami melihat bahwa tempatnya remang atau dengan menggunakan lampu redup dan berkelap – kelip, ketika kami sampai didalam untuk tidak terlalu mencurigakan maka kami memesan minuman biasa seperti jus dan minuman soda, dan ketika itu lalu kami didatangi oleh waitersnya yang menggunakan pakaian minim, dan ditengah-tengah ada panggung penari striptis, karena kami terlihat tidak tertarik sehingga waiters tadipun pergi. Didalam tempat tesebut benar – benar minim cahaya, dan susah untuk melihat dengan jelas.kami pun menelusuri benar adanya banyak lorong – lorong seperti kamar – kamar minim, kita sendiri kurang tahu maksudnya. Yang ada pusing didalam dengan cahaya gelap.”

Maka kemudian setelah benar-benar yakin pihak sekolah telah melihat sendiri kegiatan yang tidak lazim yang melanggar hukum, sehingga dari perwakilan sekolah-sekolah , dan masyarakat, melayangkan surat pengaduan langsung kepada kecamatan hingga ke Kabupaten Deli Serdang untuk segera menutup tempat hiburan yang telah melanggar peraturan daerah setempat. Tentang UU No. 1018 Bab III Pasal (2) ayat (4) tentang berdekatan dengan sekolah dan meresahkan masyarakat.

Berdasarkan pernyataan diatas bahwa tempat hiburan tersebut telah melanggar hukum yang berlaku, dan menyalah gunakan perizinan usaha, yang tidak mencantumkan adanya usaha tempat hiburan tersebut hal ini senada dengan pernyataan dari Kepala Sekolah MAN 2 Medan Bapak Dr. H. Burhanuddin, M.Pd menyatakan :

“ketika kami telah menyurati kepada pihak kecamatan dan kabupaten deli serdang akhirnya kami mendapat respon dari kabupaten deli serdang dan pada kira – kira tahun 2014 kami dan pihak organisasi masyarakat seperti FPI dan PMII melakukan demonstrasi penutupan tempat tersebut dengan dijaga ketat oleh pihak berwajib dan pihak satpol pp (satuan polisi pamong praja), dan tempat hiburan tersebut disegel

kabupaten deli serdang, dan izin usaha dicabut oleh mereka itu, memang sebelumnya sejak tahun 2012 tempat tesebut didemo oleh ormas dan masyarakat juga pihak kita (sekolah), namun baru akhirnya resmi di tutup dan dinyatakan melanggar peraturan daerah pemerintah pada tahun 2014, namun kembali lagi buka hingga sekarang”

Dari pernyataan diatas dapat dilihat bahwa pihak pengelolah telah mendapatkan respon dan tindakan yang dilakukan oleh pihak sekolah maupun masyarakat dan ormas untuk segera meminta menutup usaha tersebut. Namun, tetap saja pihak dari pengelolah usaha mengindahkan, serta mengacuhkan tindakan dan respon yang tidak setuju dari beberapa pihak. Sudah beberapa kali di demo oleh beberapa pihak ( sekolah-sekolah, rumah ibadah ,maupun organisasi kemasyarakatan ) dan pihak dari pemerintahan yang akhirnya turun tangan untuk menutup usaha tersebut dengan mencabut izin usaha karena telah melanggar peraturan daerah. Namun, pihak pengelolah hanya menutup sementara usaha namun membukanya kembali. Kemudian dengan Dalihnya menurut pihak dari pengelolah sendiri yaitu Reno menyatakan :

“ Atasan saya tidak ingin usahanya ini ditutup karena menurutnya hanya dari sinilah iya mendapatkan banyak keuntungan penghasilannya untuk mencari nafkah buat keluarganya, menurut atasan saya sendiri bahwa usahanya telah membantu sekali perekonomian keluarganya, jadi kalo atasan saya menutup usahanya maka dari mana ia akan memberi nafkah keluarganya”

Dari pernyataan diatas bahwa alasan ekonomi yang menjadi hal utama mengapa mereka masih terus menjalankan bisnis usahanya walaupun mendapat pertentangan dari beberapa pihak, seperti organisasi masyarakatan, lembaga pendidikan dan serta pemerintahan daerah tersebut. Namun, antara pihak

masyarakat setempat tidak memiliki suatu ketengangan yang tampak, hal ini senada dengan pernyataan pak Bobby bahwa :

“ masyarakat disini tidak terlalu peduli dengan adanya tempat hiburan malam tersebut, dikarenakan tempat hiburan itu sendiri sudah bukan urusan wilayah medan, itu sudah termasuk urusan wilayah kab. Deli serdang, terus selama prosesnya, belum pernah terjadi ketegangan antara pihak pengelolah sendiri dengan masyarakat sekitar sini, karena itu tadi bukan merupakan wilayah kami dan mereka sudah beda wilayah.”

Dari pernyataan diatas terlihat bahwa tidak adanya ketegangan yang terjadi antara masyarakat setempat dengan adanya tempat hiburan malam tersebut. Senada dengan apa yang dikatakan oleh pak sulasmi bahwa :

“jika dilihat dek, sebenarnya ada masyarakat yang bermasalah ada yang tidak, kebanyakan tidak masalah atau perduli sih, mungkin karena sudah mengikuti zaman ya dek, tempat – tempat seperti itu sudah bukan tabu lagi dianggap, tapi bagi masyarakat yang tidak setuju mungkin masih mengingat tempat yang seperti itu bukan berasal dari budaya kita, namun budaya dari luar, dan masyarakat masih sebagian religius yang menganggap tempat hiburan malam adalah tempat yang tidak baik, karena didalamnya orang – orang yang melakukan aktivitas yang dilarang oleh agama.”

Dari pernyataan diatas maka dapat dilihat bahwa adanya pro dan kontra dimasyarakat yang terjadi, meskipun kebanyakan masyarakat yang sudah mengikuti perkembangan zaman dan masuk mengikuti globalisasi menjadi masyarakat yang modern, dibalik itu semua masih ada masyarakat yang menganggap tabu adanya tempat hiburan malam yang dianggap bahwa orang – orang yang melakukan aktivitas yang tidak baik didalam tempat tersebut merupakan hal-hal yang dilarang oleh kepercayaan mereka atau agama.

Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan

adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Kata "agama" berasal dariāyang berarti “tidak” dan gamma berarti “kacau” maka agama “tidak kacau” . Kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal darireligio dan berakar padare-ligare yang berarti "mengikat kembali".Maksudnya dengan beragama, seseorang mengikat dirinya kepada

Menurut dalam bahasa Latin religio, awalnya digunakan untuk yang berarti hanya "takut akan Tuhan atau dewa-dewa, merenungkan hati-hati tentang hal-hal ilahi, kesalehan" (kemudian selanjutnya "ketekunan").Max Müller menandai banyak budaya lain di seluruh dunia, termasuk Mesir, Persia, dan India, sebagai bagian yang memiliki struktur kekuasaan yang sama pada saat ini dalam sejarah. Apa yang disebut agama kuno hari ini, mereka akan hanya disebut sebagai "hukum". (sumber :id.wikipedia.org)

Agama ditinjau dari perspektif sosiologi yang dikemukankan oleh emil Durkheim dalam Ritzer (2008 :09).Durkheim berpendapat bahwa agama adalah suatu pranata yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mengikat individu menjadi satu-kesatuan melalui pembentukan sistem kepercayaan dan ritus. Durkheim menegaskan bahwa masyarakat dan agama adalah satu dan sama. Agama adalah cara masyarakat - terutama masyarakat primitive - mengekspresikan dirinya dalam bentuk fakta sosial nonmaterial. Ia berpendapat bahwa fakta sosial nonmaterial

dipegang erat bersama-sama, atau apa yang disebutnya sebagai kesadaran kolektif (Collective Consciousness) yang begitu kuat.Ketika kesadaran kolektif yang begitu kuat muncul di masyarakat, maka rasa berbagi kebersamaan tersebut memunculkan energi kolektif yang di sebut (Collective Effervescent) atau dalam hal ini, menurut Durkheim agama adalah semua hal yang bergerak dari profan ke sakral.

Maka Kesimpulan dari Agama merupakan kepercayaan, ikatan, patuh dan tunduk, akan hukum yang berdasarkan dari tuhan yang setiap individu berbeda – beda dalam keyakinan masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa setiap individu mempercayai adanya aturan-aturan yang berlaku pada tempat dimana ia tinggal, dengan norma-norma aturan dari tradisi atau pandangan agama tersebut. Unsur kepercayaan atau agama dalam permasalahan ini merupakan bagian dari permasalahan yang ada diantaranya karena menyangkut hal yang jelas bahwa keberadaan tempat hiburan tersebut yang tidak jauh dari rumah ibadah, bukan hanya dari segi pandangan keagamaan namun juga dari segi peraturan yang mengatur dan berlaku pada daerah tersebut tentang Jarak antara tempat hiburanan dan rumah ibadah harus 500 meter jauhnya. Senada yang dinyatakan oleh perwakilan pengurus rumah ibadah mesjid at-tauwabin mahatir mengatakan bahwa:

“ kami keberatan kak karena adanya tempat maksiat disekitar mesjid ini, mengapa karena ini tempat ibadah tempat orang – orang menyembah kepada tuhan, tempat melaksanakan tugas yang mulia sebagai makhluk tuhan untuk melakukan kewajiban kami. Nah, namun jeleknya masa rumah ibadah dekat dengan tempat hiburan, seperti diskotik. Apalagi kita sudah mengetahui bahwa tempat tersebut sering dijadikan tempat prostitusi dan narkoba, sering ada razia dari polisi. Jadi, jelas membuat keberatan dari pihak kami disini, ditambah lokasinya itu

bisa nilai sendiri kak, makanya kami dan pihak organisasi masyarakat seperti PMII dan FPI pernah melakukan demo didepan gedung tersebut.”

Dari pernyataan diatas dapat kita simpulkan masalah keberatan keberadaan tempat hiburan malam tersebut yang tidak jauh lokasinya dari rumah ibadah itu sendiri, yang akhirnya menimbulkan protes dikalangain oraganisasi keagamaan dan pihak rumah ibadah itu sendiri. Senada yang disampai kan oleh ketua organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau disingkat (PMII) yaitu husein mengatakan bahwa :

“ kami ikut menuai protes demo didepan gedung barcelona pada tahun 2012 pertama, sampai sekarang, dalam arti kalo sudah menjelang bulan ramadhan,untuk tempat tersebut wajib segera ditutup selama satu bulan penuh. Sebenarnya, walaupun sudah beberapa kali diprotes, didemo kita tanpa melakukan aksi brutal disini ya, tapi tetap saja mereka ditutup sementara setelah itu buka lagi ini yang kita tidak mengerti. Kita tidak tahu, bagaimana proses mereka dengan pihak berwajib itu, kalo ada sesuatu dibaliknya. Maka bisa ditutup kemudian buka lagi mereka (usaha tempat hiburan barcelona). Yang pasti itu kita ngertilah mbak gimana sekarang bisa diatur kalo ada materinya mbak.kita hanya berusaha semampu kita, jadi Cuma yang bisa hanya menjelang 3 atau 2 hari akan datangnya bulan puasa aja yang bisanya kita dengan pihak ormas dan mesjid disini lakukan untuk mendemo tempat – tempat hiburan seperti itu, pokoknya semua tempat hiburan seperti karoke, kafe remang – remang, tempat perjudian dan lainnya.”

Dari pernyataan diatas bahwa walaupun sudah menuai tindakan protes dan demo, namun tidak bisa dipungkiri adanya, hal yang masih mengganjal yang terjadi disini karena walaupun Pemerintahan Daerah Kabupaten Deli serdang sudah menutup paksa, dan menyegel tempat tersebut namun kembali beroperasi tak lama setelah kejadian penutupan tersebut. Hanya yang bisa ketika menjelang bulan ramadhan, bulan dimana umat muslim melakukan ibadah satu bulan penuh. Setelah itu semua yang berkedok tempat hiburan seperti itu akan beroperasi kembali demi mendulang materi untuk kebutuhan kehidupan mereka.