Pencurian Data Pribadi
PENYALAHGUNAAN DATA PRIBADI KREDITUR PADA APLIKASI PINJAMAN ONLINE ILEGAL
C. Kronologi Debitur berdasarkan Hasil wawancara
Responden 1 hanya menggunakan KTP, lalu mengisi data di ap;ilasi seperti nama,alamat, seperti nama,alamat,pekerjaan (formalitas0 di acc sekitar 5 menit, korban langsung mengajukan pinjaman yang di acc sekitar Rp.400,000,00 yang pertama karena memang limited nya sekitar segitu ujar korban, steleh di acc dan sudah masuk Ke ATM, kemudian korban mendapatkan pemberitahuan di aplikasi , bahwa tempo yang harus di bayar korban hanya 12 hari dan bunga nya juga besar, jumlah yang harus dibayar si korban sebesar Rp.550.000.00.itu sudah termasuk bunga dan harus di bayar dalam jangka waktu 12 hari..si korban merasa kebingungan dan memilih dibayarkan kembali melalui virtual bank,krmudian di aplikasi langsung ada pemberitahuan bahwa tunggakan korban sudah lunas, namun selang 12 hari kemudian korban mendapat pemberitahuan berupa telpon yang beratas namakan dari uang cepat, Korban di telpon dan mendapat intimidasi dari penelepon yang mengatas namakan pihak uang cepat, dengan alasan si korrban belum meunasi tunggakan yang dia pinjam,sebesar Rp.50.000.00 padahal sebelumnya korban sudah membayar/ melunasi sebesar Rp.550.000.00, namun ternyata menurut pihak dari uang cepat korban masih harus membayar uang sebesar Rp.50.000.00 karena harus ada uang administrasi yang harus di lunasi dan total yang harus dilunasi Rp/600.000.00, lalu si korban pun membyarkan lagi sebesar Rp.50.000.00 .
Untuk peminjaman kedua si korban membutuhkan uang untuk berobat ibunya yang sedang sakit dan meminjam lagi uang pada uang cepat , karena korban sebelunya sudah oernah memijam uang di aplikasi uang cepat, limitd yang awalnya hanya Rp.400.000.00 menjadi Rp.1.200.000.00.dari pinjaman 1.200.000.00 tersebut uang yang dicairkan hanya sebesar Rp.1.150.000.000 karena Rp50.000.00 kepotong biyaya admin unruk jangka waktunya juga bertambah menjadi 22 hari , setelah 22 hari itu korban belum sanggup melunasi pinjaman tepatnya pada 2020 desember, dan sudah lewat 2 hari, pihak pinjaman online berusaha menghubungi korban melalui whatsap, no tlp, sms setiap harinya, namun belum ada indikasi ancaman hanya berupa peringatan saja, namun setelah 5 hari jatuh tempo korban mendapat ancaman berupa data pribadi nya akan di sebar dan dari pihak aplikaso online tersebut akan datang kerumah untuk menagih, dan di hari ke-7 grup keluarga korban di retas dan satu perssatu keluarga korban di Whatsap bahwa koban punya hutang dan tidak mau membayar sejumlah uang yang ia pinjam, korban merasa harga dirinya di permalukan, tidak hanya itu foto KTP dan foto selfi korban di sebarluaskan di salah satu media sosial facebook Dan di beri caption serang penipu oleh piha aplikasi online. Karena korban merasa terhadap aplikasi pinjaman online tersebut maka korban memutuskan untuk mengganti nomor dan tidak membayar tagihan tersebut, namun selang beberapa waktu korban membaca sebuah atikel darui kemenku ham dan kemeninfo bahwa aplikasi pinjaman online yang ia pinjam tidak terdaftar di Ojk alias ilegal dan korban tidak harus membayar sejumlah uang yang telah ia pinjam di aplikasi pinjaman online ilegal tersebut.
Responden 2 menyebutkan bahwa beliau pernah menjadi korban pinjaman online ilegal, awal mula ia tahu tentang pinjaman nline berawal dari seorang teman yang menggunakan lalu ia tergiur, pada saat itu ia menggunakan aplikasi pinjaman online uang cepat, pengguna pinjaman online mengatakan ia tergur meminjam onkine karena untuk tambahan modal nikah, “pada saat itu saya butuh uang untuk modal nikah dan ia memutuskan untuk menggunakan aplikasi pinjaman online untuk keperluan saat nikah “.
Pada saat beliau meminjam di aplikasi pinjaman online hanya bermodalkan KTP dan sebuah slip gaji saja, dan syarat yang harus diisi peminjam hanya meng uupload data seperti foto self,i KTP saja, responden memilih menggunakan pinjaman online dikarenakan cara peminjaman yang mudah dan gampang cairnya, dan diawal peminjaman pihak pinjaman online ada kesepakatan tentang tempo bayar, namun yang sangat di sayangkan peminjam online sebelumnya tidak tahu kalo aplikasi pinjaman online yang ia pinjam belum terdaftar di OJK. Setelah peminjam melakukan pinjaman online dan jatuh tempo peminjam mendapat intimidasi berupa chatt “yang meneor dirinya khusunya keluarga saya “ tidak sampai disitu para penagih juga mengancam akan menyebarkan fitnah berupa foto foto saya di media sosial yang mana si korban merasa nama baiknya terancam pada sat itu.
Responden 3 menyebutkan bahwa beliau pernah menjadi korban pinjaman online ilegal, awal mula ia tahu tentang pinjaman nline bermula dari media sosial facebook, dan pada saat korban meminjam online menggunakan aplikasi rupiah cepat yang mana aplikasi tersebut belum tedaftar di ojk, korban pun mengaku tidak mengetahui kalo aplikasi tersebut ilegal,sedangkan responden mengaku bahwa ia berani meminjam online karena ingin membeli hp baru “ saya meminjam uang di aplikasi pinjaman online awalnya iseng karena penasaran,lalu saya memberanikan diri untuk memcoba meminjam dan tidak butuh waktu lama pinjaman di setujui, akhirnya uang yang saya dapat digunakan untuk tambahan membeli hp baru”
Sebenarnya untuk peminjaman di aplikasi online ini cukup mudah, para peminjam hanya disuruh unrtuk mengisi data sesuai KTP, slip gaji,jika terkait degan bunga dan tempo bayarnya responden mengaku kurang faham akan hal itu “saya kurang faham hanya sekedar meminjam saja”, karena tidak di jelaskan secara spesifik oleh pihak pinjaman online
Setelah korban meminjam uang dan telah jatuh tempo pihak dari pinjaman online pun melakukan intimidasi kepada nasabahnya “ saya diancam bahwa data saya akan di sebarluaskan juka tidak melunasi pinjaman “ tidak
berhenti disitu pihak penagih dari pinjaman online juga mendatangi rumah si peminjam dengan kata- kata kasar “saya diancam akan di penjarakan dan data pribadi saya akan disebar di media sosial”
Responden 4 menyatakan bahwa awalnya membutuhkan dana yang