BAB IV HASIL PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN
B. PEMBAHASAN
2. Kualitas Modul
Modul pembelajaran ini divalidasi oleh 2 validator, yaitu dosen ahli dan guru kelas III di SDN Jetis 1. Aspek yang dinilai pada modul ini yaitu komponen
isi, kebahasaan, komponen penyajian materi dan komponen kegrafikan. Peneliti melakukan validasi produk dengan tujuan agar dapat mengetahui kualitas modul pembelajaran bahasa Indonesia materi kosakata. Berdasarkan penilaian dari para validator yang telah diberikan, peneliti memperoleh data yang dianggap sangat kuat bahwa modul yang dikembangkan memiliki kualitas yang baik. Berdasarkan nilai yang telah diberikan dari para validator dapat diperoleh hasil rata-rata validasi sebesar 4,12.
tabel 4.7 Klasifikasi Kelayakan Skala Likert
Presentase Klasifikasi Kelayakan
Skor 1 Sangat Kurang Baik
Skor 2 Kurang Baik
Skor 3 Cukup
Skor 4 Baik
Skor 5 Sangat Baik
Jika dilihat dari tabel klasifikasi kelayakan skala Likert di atas maka, nilai rata-rata yang telah diperoleh dari hasil validasi tersebut termasuk dalam kategori
“Baik”. Dari data tersebut maka “Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Kosakata untuk Siswa Kelas III SD” dinyatakan memiliki kualitas yang sangat baik.
Kemudian, berdasarkan hasil uji coba yang telah diperoleh dari masing-masing siswa memiliki rata-rata sebagai berikut, yaitu 100%, 93%, 100%, 100%, dan 100%. Jika dilihat dari kategori penilaian skala Guttman yang telah ditentukan oleh peneliti maka skor yang diperoleh menunjukkan bahwa “Modul Pengembangan Bahasa Indonesia Materi Kosakata untuk Siswa Kelas III”
memperoleh respon yang “Positif” dari siswa.
86 BAB V PENUTUP
Uraian pada bab ini menjelaskan tentang kesimpulan, keterbatasan peneliti dan saran untuk penelitian selanjutnya.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Modul pembelajaran bahasa Indonesia materi kosakata untuk siswa kelas III SD dikembangkan sesuai dengan langkah-langkah pengembangan ADDIE. Adapun lima langkah-langkah yang terdapat pada pengembangan ini yaitu Analyze (analisis), Design (desain produk), Develop (pengembangan), Implement (implementasi), dan Evaluate (evaluasi). Tahap analisis merupakan tahap dimana peneliti harus mengumpulkan data dan informasi yang terkait dengan masalah yang sedang dihadapi siswa. Tahap desain merupak tahap yang dilakukan peneliti untuk merancang sebuah produk yang akan dikembangkan. Tahap pengembangan merupakan tahap ketiga untuk menciptakan produk yang efektif dan efisien, pada tahap ini produk yang akan dikembangkan diproduksi agar dapat digunakan dalam menyampaikan isi atau materi kepada siswa. Selanjutnya yaitu tahap implementasi, pada tahap ini produk yang telah dikembangkan akan diuji cobakan kepada siswa untuk mengetahui respon siswa terhadap modul dan akan di validasi oleh para ahli untuk mengetahui kualitas modul yang telah dikembangkan. Tahap
evaluasi merupakan tahap akhir yang digunakan memperbaiki modul yang dikembangkan.
2. Kualitas modul pembelajaran bahasa Indonesia materi kosakata untuk siswa kelas III SD adalah “Baik”. Berdasarkan penilaian dari para validator yang telah diberikan, peneliti memperoleh data yang dianggap sangat kuat bahwa modul yang dikembangkan memiliki kualitas yang baik. Berdasarkan nilai yang telah diberikan dari para validator dapat diperoleh hasil rata-rata validasi sebesar 4,12.
Jika dilihat dari tabel klasifikasi kelayakan skala Likert maka, nilai rata-rata yang telah diperoleh dari hasil validasi tersebut termasuk dalam kategori “Baik”.
Dari data tersebut maka “Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Kosakata untuk Siswa Kelas III SD” dinyatakan memiliki kualitas yang “Baik”.
B. Keterbatasan Penelitian
1. Modul pembelajaran bahasa Indonesia baru diuji cobakan kepada tiga siswa.
2. Implementasi yang dilakukan pada penelitian dilakukan dalam batasan-batasan sosial karena kondisi pendemi virus covid-19.
3. Validasi yang dilakukan pada penelitian baru melibatkan satu dosen dan satu guru.
C. Saran
Saran untuk penelitian lebih lanjut terkait dengan modul pembelajaran bahasa Indonesia adalah sebagai berikut :
1. Uji coba modul pembelajaran melibatkan sampel siswa dengan skala yang lebih besar dan lengkap.
2. Penelitian dilakukan dengan melibatkan jumblah siswa yang lebih banyak.
3. Validasi yang dilakukan terhadap modul pembelajaran bahasa Indonesia perlu melibatkan ahli-ahli dari berbagai bidang untuk memperoleh masukan yang lebih lengkap.
89
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. (2002). Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
Azka, H.H.A., Setyawati, R.D., & Albab, I.U. (2019). Pengembangan Modul Pembelajaran. Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika,1(5), 2685-3892.
Bukhari. (1995). Kontribusi Penguasaan Kosakata dan Penguasaan Struktur Kalimat Terhadap Kemampuan Mengarang. Bandung: IKIP.
Dalman. (2012). Keterampilan Menulis. Jakarta: Rajawali Press.
Daryanto. (2013). Media Pembelajaran Peranannya Sangat Penting dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Panduan Pengembangan Bahan Ajar.
Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Harimurti, K. (2012). Kamus Linguistik. Jakarta: Granmedia Pustaka Utama.
Johnson, J. (1975). Doing Field Research. Newyork: free press
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). (2015). Jakarta: PT Penerbitan dan Percetakan.
Keraf, G. (1991). Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia untuk Tingkat Pendidikan Menengah. Jakarta: Gramedia Widiasrana Indonesia.
90
Morris, W. (1973). The American Heritage Dictionary Of The English Language.
Boston: Houghton Mifflin.
Mustaji. (2008). Penyusunan Modul. Jakarta: Rajawali Press.
Nurgiyantoro, B. (2001). Penilaian dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra.
Yogyakarta: BPFE.
Prastowo, A. (2012). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta:
Diva Press.
Putra, N. (2015). Research & Development, Penelitian dan Pengembangan.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Ritonga, P. (2012). Bahasa Indonesia Praktik. Medan: Bartong Jaya.
Rudi, S. (2008). Media Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima.
Sanjaya, W. (2013). Penelitian Pendidikan Jenis, Metode dan Prosedur. Jakarta:
Kencana.
Soedjito. (1992). Keanekaragaman Pengajaran Bahasa dan Sastra. Jakarta: P3B.
Subekti, T., Alawiyah, E.M.L., & Sumarlam. (2016). Pengembangan Modul Bahasa Indonesia Bermuatan Nilai Karakter Kebangsaan bagi Mahasiswa PGSD.
Profesi Pendidikan Dasar, 3(2), 2503-3530.
Sugiyono. (2006). Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitataif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
91
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitataif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitataif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kombinasi (mix methods). Bandung: Afabeta.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: PT Alfabet.
Sukmadinata. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sukiman. (2011). Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Insan Mandani.
Widoyoko, E. P. (2016) Teknik-Teknik Penyusunan Instrument Penelitian.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Yulianti. (2020). Pengembangan Modul Tematik Berbasis 4C Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning Kelas 3 Subtema 3. Elementary School, 7(2), 273-280.
92
LAMPIRAN
93 LAMPIRAN 1
SURAT IJIN PERMOHONAN PENELITIAN
94 LAMPIRAN 2
SURAT IJIN WAWANCARA
95 LAMPIRAN 3 SURAT IJIN VALIDASI
96 LAMPIRAN 4
SURAT KETERANGAN SPK2
97 LAMPIRAN 5
LEMBAR HASIL VALIDASI
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107 LAMPIRAN 6
HASIL UJI COBA SISWA KELAS III
108
109
110
111
112
113
Lampiran 7 PRODUK PRODUK YANG DIHASILKAN
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142 lampiran 8 Biodata
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama lengkap peneliti, Marghareta Cindi Trisna Yanti. Lahir di Ulak Buntar, 4 Agustus 1999, merupakan anak tiga dari empat bersaudara dari pasangan Paulus Cikwan dan Yosephine Wartini. Peneliti telah menempuh pendidikan sekolah dasar di SDN Ulak Buntar pada tahun 2005-2011. Pada tahun 2011, peneliti melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP N 3 Ulak Buntar dan lulus pada tahun 2014. Kemudian peneliti melanjutkan pendidikan menengah atas di SMA Xaverius 1 Belitang dan lulus pada tahun 2017. Pada tahun 2017 peneliti melanjutkan pendidikan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Masa pendidikan di PGSD diakhiri dengan menulis skripsi yang berjudul “Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Kosa Kata Aktif dan Pasif Untuk Siswa kelas III SD”.
Selama menempuh pendidikan di Prodi PGSD Universitas Sanata Dharma, peneliti telah mengikuti beberapa kegiatan, berikut merupakan daftar kegiatan yang pernah diikuti peneliti selama menjadi mahasiswa Universitas Sanata Dharma:
No Kegiatan Tahun Peran
1 Pendampingan Pengembangan Kepribadian dan Metode Belajar I
2018 Peserta
143 (PPKMB I)
2 Pendampingan Pengembangan Kepribadian dan Metode Belajar II (PPKMB II)
2018 Peserta
3 English Club 2019 Peserta
4 Kursus Pembinaan Pramuka Mahir Tingkat Dasar
2018 Peserta
5 Inisiasi FKIP Sanata Dharma (INFISA) 2017 Peserta 6 Inisiasi Program Studi (INSIPRO) 2017 Peserta 7 Kuliah Kerja Nyata Mandiri (KKN) 2020 Peserta 8 Peserta WEEK-END MORAL dalam
melengkapi perkuliahan teologi/filsafat moral
2018 Peserta
9 Kepanitiaan Studi pentas 2019 Teater Seriboe Djendela
2019 Anggota
10 Panitia Pagelaran SENDRATARI 2019 GRISADHA
2019 Anggota
11 Peserta seminar Talkshow kebangsaan dengan tema “Nasib Pancasila di Tangan Anak Bangsa
2018 Peserta
12 peserta seminar Serasehan Spiritual Ignasian
2019 Peserta