i
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI KOSAKATA AKTIF DAN PASIF
UNTUK SISWA KELAS III SD
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Oleh :
Marghareta Cindi Trisna Yanti NIM: 171134077
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA 2021
ii
SKRIPSI
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI KOSAKATA AKTIF DAN PASIF
UNTUK SISWA KELAS III SD
Oleh:
Marghareta Cindi Trisna Yanti NIM: 171134077
Telah disetujui oleh:
Pembimbing 1
Apri Damai Sagita Krissandi S.S., S.Pd. Tanggal 16 Agustus 2021
Pembimbing II
Theresia Yunia Setyawan, S.Pd., M.Hum. Tanggal 16 Agustus 2021
iii
SKRIPSI
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI KOSAKATA AKTIF DAN PASIF
UNTUK SISWA KELAS III SD
Dipersiapkan dan ditulis oleh:
Marghareta Cindi Trisna Yanti NIM:171134077
Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji pada tanggal 23 Agustus 2021
dan dinyatakan telah memenuhi syarat
Susunan Panitia Penguji
Nama Lengkap Tanda Tangan
Ketua Kintan limiansih, S.Pd., M.Pd. ………
Sekretaris Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd. ………
Anggota Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd. ………
Anggota Theresia Yunia Setyawan, S.Pd., M.Hum. ………
Anggota Drs. Albertus Hartana, S.J., M.Pd. ………
Yogyakarta, 23 Agustus 2021
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma
Dekan,
Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si.
iv
PERSEMBAHAN
Karya ini kupersembahkan sebagai ucapan syukur dan terimakasihku kepada : Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria yang selalu mendampingi, membimbing, menyertai, memberikan kemudahan dan semangat kepada peneliti dalam menjalani
kehidupan.
Kedua orangtua saya tercinta
Paulus Cikwan dan Yosephine Wartini, orangtuaku yang selalu memberikan dukungan dan semangat dalam menyelesaikan skripsi.
Dosen pembimbing skripsi
Bapak Apri Damai Sagita Krissandi, S.S.,M.Pd. Selaku dosen pembimbing pertama dan ibu Theresia Yunia Setyawan, S.Pd., M.Hum. Selaku dosen pembimbing
kedua yang memberikan saran pada saat bimbingan skripsi dan telah memberikan dukungan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini.
Sahabat-sahabat yang selalu memberikan motivasi, semangat dan dukungan dalam menyelesaikan skripsi ini.
Universitas Sanata Dharma, Almamater kebanggaanku.
v
HALAMAN MOTTO
”Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat;
katuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang
yang mengetuk, baginya pintu dibukakan”.
(Matius 7: 7-8)
Memulai dengan penuh keyakinan, menjalankan dengan penuh keikhlasan dan menyelesaikan dengan penuh kebahagiaan.
(Peneliti)
vi
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.
Yogyakarta, 23 Agustus 2021 Penulis
Marghareta Cindi Trisna Yanti
vii
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN
PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Yang bertanda tangan dibawah ini , saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:
Nama : Marghareta Cindi Trisna Yanti
Nomor Induk Mahasiswa : 171134077
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI KOSAKATA AKTIF DAN PASIF
UNTUK SISWA KELAS III SD
Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai peneliti.
Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di Yogyakarta
Pada tanggal 23 Agustus 2021 Yang menyatakan
Marghareta Cindi Trisna Yanti
viii ABSTRAK
PENGAMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI KOSAKATA AKTIF DAN PASIF UNTUK SISWA KELAS III SD
Marghareta Cindi Trisna Yanti Universitas Sanata Dharma
2021
Penelitian ini dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan yang menunjukkan bahwa guru bahasa Indonesia kelas III SD memerlukan modul pembelajaran bahasa Indonesia materi kosakata yang dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang penggunaan kosakata yang baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kualitas produk modul pembelajaran bahasa Indonesia materi kosakata aktif dan pasif.
Jenis penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Model ADDIE memiliki 5 langkah pengembangan yaitu: 1) analisis (Analyze), 2) desain (Design), 3) pengembangan (Development), 4) implementasi (Implementation), 5) evaluasi (Evaluation). Lokasi penelitian ini dilakukan di SDN JETIS 1 Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas III SD Yogyakarta.
Objek dalam penelitian ini adalah modul pembelajaran bahasa Indonesia materi kosakata aktif dan pasif untuk siswa kelas III SD. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara dan angket. sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif.
Hasil validasi modul pembelajaran bahasa Indonesia materi kosakata aktif dan pasif untuk siswa kelas III SD dengan validator 1 (dosen) dan 1 guru bahasa Indonesia memperoleh nilai skor rata-rata 4.12 dengan kategori “Sangat Baik” dan respon yang diberikan masing-masing siswa memiliki nilai rata-rata diatas 60%, sehingga produk modul pembelajaran bahasa Indonesia layak untuk digunakan.
Kata kunci: Modul, bahasa Indonesia, kosakata aktif dan pasif.
ix ABSTRACT
DEVELOPMENT OF INDONESIAN LANGUAGE LEARNING MODULE FOR ACTIVE AND PASSIVE VOCABULARY MATERIALS FOR GRADE III
ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Marghareta Cindi Trisna Yanti
Sanata Dharma University 2021
This research was conducted based on a needs analysis which showed that the third grade Indonesian language elementary school teacher needed an Indonesian language learning module with vocabulary material that could improve students' understanding of the use of good and correct vocabulary. This study aims to develop and determine the product quality of the Indonesian language learning module for active and passive vocabulary materials.
This type of research uses Research and Development (R&D) using the ADDIE development model. The ADDIE model has 5 development steps, namely: 1) Analyze, 2) Design, 3) Development, 4) Implementation, 5) Evaluation. The location of this research was SDN JETIS 1 Yogyakarta. The subjects in this study were Indonesian language teachers and third grade students of SDN JETIS 1 Yogyakarta. The object of this research is the Indonesian language learning module with active and passive vocabulary material for third grade elementary school students. Data collection techniques used in this study were interviews and questionnaires. While the data analysis techniques used are qualitative and quantitative.
The validation results of the Indonesian language learning module for active and passive vocabulary material for third grade elementary school students with validator 1 (lecturer) and 1 Indonesian language teacher obtained an average score of 4.12 in the "Very Good" category and the responses given by each student had a score of 4. The average is above 60%, thus the Indonesian language learning module product is feasible to use.
Keywords: Module, Indonesian language, active and passive vocabulary.
x
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur peneliti haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan rahmat yang telah diberikan kepada peneliti selama proses penyusunan skripsi ini. Atas kebaikan dan penyertaannya peneliti dapat menyelesaikan dengan baik penyususnan skripsi yang berjudul “Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Kosakata untuk Siswa Kelas III SD” dan dapat mengembangkan sebuah modul pembelajaran yang berjudul “Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi kosakata Ciri-ciri Makhluk Hidup”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan , Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Skripsi ini berhasil disusun berkat bantuan, bimbingan, masukan, dukungan dan doa dari banyak pihak. Oleh karena itu, peneliti ingin mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Tuhan Yang Maha Esa yang selalu menyertai dan memberkati segala usaha dalam menyelesaikan skripsi.
2. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.
3. Kintan Limiansah, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma.
4. Apri Damai Sagita K., S.S., M.Pd., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma dan
xi
Dosen Pembimbing I yang selalu sabar membimbing, menuntun, dan memberi banyak masukan bagi peneliti sehingga peneliti mampu menyelesaiakn skripsi.
5. Theresia Yunia Setyawan, S.Pd., M.Hum., selaku Dosen Pembimbing II yang selalu memberikan bimbingan, menuntun, dan memberi banyak masukan bagi peneliti sehingga peneliti mampu menyelesaiakn skripsi.
6. Segenap dosen prodi PGSD yang telah memberikan bimbingan, bantuan, dukungan dan arahan yang sangat bermanfaat bagi peneliti dari awal sampai selesai.
7. Bapak Paulus Cikwan dan Ibu Yosephine Wartini, orangtuaku yang selalu memberikan dukungan dan semangat.
8. Cicilia Siska Dwi Yanti dan Fransiskus Fredyawan, kakakku yang selalu setia mendengarkan keluh kesahku dan memberikan dukungan yang terbaik.
9. Cristoforus Friso Yuda Pamungkas, Andreas Aldian Pratama, Gregorius Ebenhaezer Nugroho, dan Emanuella Cleo Dinista, adik-adik yang selalu menjadi penyemangatku.
10. Brigita Dwi Handayani, Roma Elveronza Sinaga, Friska Br Tarigan, Elsa Gratia Manullang, Hyasintha Titin, Roswita Ero Korebima, Veronika Litania, Mikaela Eunike, dan Bintan Sofia Awala, sahabat seperjuangan
xii
yang selalu membantu, menemani dan selalu memberikan dukungan yang terbaik.
11. Kepada Lee Taeyong selaku partner yang selalu menjadi penyemangat dan penghibur selama menempuh perkuliahan.
12. Teman-teman dan semua orang yang selalu memberikan semangat dan dukungan kepada saya.
Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak keterbatasan dan kekurangannya. Akhir kata peneliti mengucapkan banyak terimakasih dan berharap semoga skripsi ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
Yogyakarta, 23 Agustus 2021 Penulis
Marghareta Cindi Trisna Yanti
xiii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv
HALAMAN MOTTO ... v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA... vii
ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... vii
ABSTRAK ... viii
ABSTRACT ... ix
KATA PENGANTAR ... x
DAFTAR ISI... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xvi
DAFTAR LAMPIRAN ... xvii
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. Latar Belakang ...1
B. Rumusan Masalah ...4
C. Tujuan Penelitian ...4
D. Manfaat Penelitian...4
E. Definisi Operasional ...5
F. Spesifikasi Produk yang Dihasilkan ...7
BAB II LANDASAN TEORI ...8
A. Kajian Pustaka ...8
1. Pengertian Pembelajaran Bahasa Indonesia...8
2. Modul ...9
3. Pengertian Kosakata ...16
B. Penelitian yang Relevan ...17
xiv
C. Kerangka Berpikir ...21
D. Pertanyaan Penelitan ...23
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ...24
A. Jenis Penelitian ...24
B. Setting Penelitian ...27
C. Prosedur Pengembangan ...28
D. Teknik Pengumpulan Data ...32
E. Instrumen Penilaian ...34
F. Teknik Analisis Data ...40
BAB IV HASIL PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN ...45
A. HASIL PENELITIAN PENGEMBANGAN ...45
B. PEMBAHASAN ...78
1. Langkah-langkah Pengembangan Modul ...78
2. Kualitas Modul ...83
BAB V PENUTUP...86
A. Kesimpulan ...86
B. Keterbatasan Penelitian ...87
C. Saran ...87
DAFTAR PUSTAKA ...89
LAMPIRAN...92
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ...142
xv
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 3.3 Lembar Wawancara ...34
Tabel 3.4 Lembar Angket Instrumen Validasi ...35
Tabel 3.5 Lembar Angket Respon Siswa...40
Tabel 3.6 Klasifikasi Kelayakan Skala Likert ...41
Tabel 3.7 Kategori Penilaian Skala Guttman ...43
Tabel 4.1 Hasil wawancara guru ...46
Tabel 4.2 Skor Penilaian Modul Pembelajaran oleh para Ahli ...63
Tabel 4.3 Saran dan Masukan oleh para Ahli ...65
Tabel 4.4 Hasil Uji Coba Respon Siswa ...66
Tabel 4.5 Saran dan Masukan Oleh Ahli ...69
Tabel 4.6 Saran dan Masukan Oleh Guru Kelas III SD ...73
Tabel 4.7 Klasifikasi Kelayakan Skala Likert ...84
xvi
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 4.1 Cover Depan ...50
Gambar 4.2 Kata Pengantar ...51
Gambar 4.3 Petunjuk Umum...52
Gambar 4.4 Daftar Isi ...53
Gambar 4.5 Kompetensi Dasar ...54
Gambar 4.6 Indikator ...55
Gambar 4.7 Tujuan Pembelajaran ...56
Gambar 4.8 Ringkasan Materi ...57
Gambar 4.9 Tugas Mandiri ...58
Gambar 4.10 Soal Latihan ...59
Gambar 4.11 Refleksi ...60
Gambar 4.12 Kunci Jawaban ...61
Gambar 4.13 Daftar Pustaka ...62
Gambar 4.14 Cover Modul Sebelum Revisi ... 70
Gambar 4.15 Cover Modul Sesudah Revisi ... 71
Gambar 4.16 Rangkuman Materi ... 72
Gambar 4.17 Ringkasan Materi 1 Sebelum Revisi ... 74
Gambar 4.18 Ringkasan Materi 1 Sesudah Revisi ... 75
Gambar 4.19 Rangkuman Materi 2 Sebelum Revisi ... 76
Gambar 4.20 Rangkuman Materi 2 Sesudah Revisi ... 77
Bagan 2.1 Penelitian yang Relevan ...20
Bagan 2.2 Kerangka Berpikir ...22
Bagan 3.1 Langkah-langkah Model Pengembangan ADDIE ...25
Bagan 3.2 Langkah Pengembangan Research and Development (R&D) model ADDIE ...29
xvii
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1 Surat Ijin Permohonan Penelitian ...93
Lampiran 2 Surat Ijin Wawancara ...94
Lampiran 3 Surat Ijin Validasi ...95
Lampiran 4 Surat Keterangan Spk2 ...96
Lampiran 5 Lembar Hasil Validasi ...97
Lampiran 6 Hasil Uji Coba Siswa Kelas III ...107
Lampiran 7 Produk yang Dihasilkan ...113
Lampiran 8 Biodata ...142
1 BAB I PENDAHULUAN
Uraian pada bab ini terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi operasional, dan spesifikasi produk yang dihasilkan.
A. Latar Belakang
Dalam dunia pendidikan, bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam mengajarkan siswa untuk berbahasa yang baik, benar dan sopan, serta memberikan pengetahuan bagi siswa terutama dalam melatih kemampuan membaca dan menulis. Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu pembelajaran yang wajib dilaksanakan pada pendidikan di Indonesia. Menurut Dalman (2012: 3), pembelajaran bahasa Indonesia memiliki empat keterampilan berbahasa yang harus dimiliki siswa yaitu keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis.
Keterampilan siswa dalam menguasai kosakata akan sangat berpengaruh pada proses pembelajaran, untuk dapat menguasai masalah yang akan ditulis atau diungkapkan maka siswa dituntut utuk menguasai kosakata sebagai bekal untuk menyampaikan gagasan atau pemikiran, baik secara lisan maupun tertulis.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 597) kosakata merupakan perbendaharaan kata. Dengan belajar kosakata yang baik dan benar maka seseorang dapat memahami apa yang sedang dibicarakan dan ditulis orang lain. Penguasaan kosakata bagi siswa sekolah dasar tentu sangatlah penting, karena merupakan dasar
bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar. Soedjito (1992: 12) menyatakan pengertian kosakata sebagai berikut; (1) semua kata yang terdapat dalam suatu bahasa, (2) kekayaan kata yang dimiliki oleh seorang pembicara atau penulis, (3) kata yang dipakai dalam suatu bidang ilmu pengetahuan, (4) daftar kata yang disusun seperti kamus disertai penjelasan singkat dan praktis. Selain itu penguasaan kosakata juga sangatlah penting untuk berbahasa dalam kehidupan sehari-hari, oleh sebab itu diperlukan adanya kegiatan atau latihan-latihan untuk melatih siswa agar dapat memahami bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Melihat kondisi pandemi saat ini yang kurang mendukung siswa pada proses pembelajaran, terlebih materi yang diberikan oleh guru sangat terbatas, maka diperlukannya bahan ajar tambahan agar dapat membantu siswa untuk dapat belajar secara maksimal. Modul pembelajaran merupakan salah satu bahan ajar yang dapat memudahkan siswa dalam proses pembelajaran. Prastowo (2012: 131) menyatakan modul merupakan bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa, sesuai usia dan tingkat pengetahuan mereka agar siswa dapat belajar secara mandiri dengan bimbingan minimal dari pendidik. Menurut Sukiman (2011: 131), modul adalah bagian kesatuan belajar yang terencana dan dirancang untuk membantu siswa secara individual dalam mencapai tujuan belajarnya. Siswa yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat dalam menguasai materi. Sementara itu, siswa yang memiliki kecepatan rendah dalam belajar bisa belajar lagi dengan mengulangi bagian-bagian yang belum dipahami sampai paham.
Penggunaan modul pembelajaran pada siswa akan dapat memberikan pengalaman-pengalaman yang menarik, siswa dapat belajar menulis cerita dengan mengamati makhluk hidup di sekitarnya. Dengan mempelajari makhluk hidup yang ada disekitar, siswa dapat mengetahui bahwa manusia bukanlah satu satunya makhluk hidup yang ada di dunia ini, selain itu siswa juga dapat mempelajari bahwa peran manusia sebagai makhluk hidup sudah seharusnya saling menjaga dan merawat makhluk hidup yang lainnya.
Sejalan dengan hal tersebut, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan guru kelas III SD N Jetis 1 menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar yang digunakan masih sangat terbatas, bahkan penggunaan modul pembelajaran juga belum sepenuhnya diterapkan. Dalam proses pembelajaran, guru hanya menggunakan buku tematik pegangan guru sebagai media pembelajaran, sehingga siswa kurang belajar secara maksimal khususnya pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi kosakata. Hal tersebut tentu kurang membantu siswa dalam memahami materi secara mendalam dan membuat siswa kurang bersemangat dalam belajar.
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, dapat diketahui bahwa hal yang dibutuhkan oleh guru dan siswa kelas III SD, khususnya di SD N Jetis 1 adalah media pembelajaran yang dapat menarik minat belajar siswa dan memudahkan guru dalam proses pembelajaran. Melihat dari keterbatasan media pembelajaran yang digunakan guru pada saat proses pembelajaran, peneliti berupaya untuk mengembangkan media pembelajaran bahasa Indonesia pada materi kosakata yang diharapkan dapat membantuk siswa dan guru dalam proses pembelajaran.
Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Siswa Kelas III SD” di SD N JETIS 1 untuk mengembangkan media pembelajaran. Modul pembelajaran yang dikembangkan ini diharapkan bisa menjadi referensi tambahan demi menunjang proses belajar siswa menjadi lebih baik. Selain itu modul pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti juga diharapkan dapat membantu siswa untuk mencapai tujuan belajar.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengembangan modul pembelajaran bahasa Indonesia materi kosakata untuk siswa kelas III SD?
2. Bagaimana kualitas modul pembelajaran bahasa Indonesia materi kosakata untuk siswa kelas III SD?
C. Tujuan Penelitian
1. Mendeskripsikan langkah-langkah pengembangan modul pembelajaran bahasa Indonesia materi kosakata untuk siswa kelas III SD.
2. Mendeskripsikan kualitas pengembangan modul pembelajaran bahasa Indonesia materi kosakata untuk siswa kelas III SD.
D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Siswa
Modul pembelajaran yang dikembangkan ini dapat membantu siswa belajar secara mandiri serta membantu siswa dalam mencapai tujuan belajar dengan mudah bahkan dengan pengawasan guru yang minim.
2. Bagi Guru
Modul pembelajaran bahasa Indonesia materi kosakata ini dapat digunakan sebagai alat bantu untuk proses pembelajaran, serta dapat membantu untuk upaya peningkatan mutu dan menunjang tercapainya tujuan pembelajaran.
3. Bagi Sekolah
Modul pembelajaran dari hasil penelitian ini dapat memberikan referensi baru bagi sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran, serta dapat mendukung guru untuk menciptakan sumber belajar yang menarik dan menyenangkan.
4. Bagi Peneliti
Peneliti dapat memperoleh pengalaman mengembangkan modul pembelajaran bahasa Indonesia untuk siswa kelas III SD khususnya pada materi kosakata.
E. Definisi Operasional
1. Pembelajaran Bahasa Indonesia
Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu pelajaran yang wajib diberikan di seluruh pendidikan yang ada di Indonesia. Melalui pembelajaran
bahasa Indonesia siswa akan dilatih berbagai macam keterampilan yaitu mendengar, berbicara, membaca dan menulis.
2. Modul
Modul merupakan bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa, sesuai usia dan tingkat pengetahuan mereka agar dapat belajar secara mandiri dengan bimbingan minimal dari pendidik.
3. Kosakata
Kosakata adalah kekayaan kata yang dimiliki oleh seorang pembaca atau penulis atas suatu bahasa.
4. Kosakata Aktif
Kosakata aktif merupakan kosakata yang sering digunakan atau dipakai seseorang dalam berbicara maupun menulis.
5. Kosakata Pasif
Kosakata pasif merupakan kosakata yang jarang digunakan atau dipakai seseorang dalam berbicara maupun menulis.
6. Teks Cerita
Teks cerita adalah teks yang berisikan tentang sebuah kejadian atau sebuah informasi yang yang dijabarkan melalui sebuah cerita.
7. Siswa Kelas III SD
Siswa kelas III SD adalah siswa yang menempuh jenjang pendidikan di bangku sekolah dasar pada rentang usia 9-10 tahun.
F. Spesifikasi Produk yang Dihasilkan
Adapun spesifikasi produk yang dikembangkan peneliti adalah sebagai berikut:
1. Produk yang dihasilkan berupa modul pembelajaran yang berjudul
“Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Kosakata Aktif dan Pasif Untuk Siswa Kelas III SD” .
2. Modul pembelajaran yang dihasilkan memiliki cover berwarna biru dengan beberapa gambar anak-anak yang sedang bermain.
3. Modul dibuat berukuran A4 dengan menggunakan kertas ivory 4. Modul pembelajaran yang dibuat terdiri dari 29 halaman.
4. Materi yang diambil dalam pembuatan modul diambil berdasarkan KD 3.4 5. Indikator pada modul disusun dengan menggunakan kata kerja operasional.
6. Modul ini berisi beberapa teks cerita pendek untuk menjabarkan materi yang dipelajari dan soal-soal berupa menganalisis dan menjodohkan.
8 BAB II
LANDASAN TEORI
Uraian pada bab ini terdiri dari kajian pustaka, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian.
A. Kajian Pustaka
1. Pengertian Pembelajaran Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang ada di semua jenjang pendidikan, termasuk di sekolah dasar. Bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran yang memiliki peran sangat penting dalam kehidupan bangsa Indonesia.
Bahasa Indonesia merupakan bahasa Nasional dan pemersatu yang berperan besar dalam kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara maupun secara individual.
Sabarti (1991: 2) menyatakan bahasa merupakan rangkaian bunyi yang melambangkan pikiran, perasaan, serta sikap. Jadi bahasa itu adalah lambang yang digunakan sesuai dengan kaidah yang berlaku, diantaranya kaidah pembentukkan.
Maka, sesuai dengan kaidahnya rangkaian bunyi membentuk gabungan kata, klausa, dan kalimat.
Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 pasal 1 butir 20 menjelaskan pengertian pembelajaran sebagai suatu proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Menurut Chauhan (1979: 4), pembelajaran adalah upaya dalam memberi perangsang (stimulus), bimbingan, pengarahan dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar.
Menurut Dalman (2012: 3), pembelajaran bahasa Indonesia memiliki empat
keterampilan berbahasa yang harus dimiliki siswa yaitu keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Adapun pengertian lain dari Gagne dan Briggs (1979: 3), pembelajaran yaitu sebuah proses yang diselenggarakan oleh guru untuk membelajarkan siswa dalam belajar, bagaimana belajar memperoleh dan memproses pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia adalah upaya dalam memberikan bimbingan dan pengarahan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan dan melatih keterampilan- keterampilan seperti mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis kepada siswa. Selain itu pembelajaran bahasa Indonesia juga mengajarkan kepada siswa tentang bagaimana bersikap yang baik dan sopan, serta melatih keterampilan- keterampilan yang harus dimiliki siswa.
2. Modul
Prastowo (2012: 131) menyatakan modul merupakan bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa, sesuai usia dan tingkat pengetahuan mereka agar siswa dapat belajar secara mandiri dengan bimbingan minimal dari pendidik. Menurut Susilana (2008:14), modul merupakan suatu paket program yang disusun dan didesain sedemikian rupa untuk kepentingan belajar siswa. Sukiman (2011: 131) menyatakan modul adalah bagian kesatuan belajar yang terencana dan dirancang untuk membantu siswa secara individual dalam mencapai tujuan belajarnya. Siswa yang memiliki kecepatan
tinggi dalam belajar akan lebih cepat dalam menguasai materi. Sementara itu, siswa yang memiliki kecepatan rendah dalam belajar bisa belajar lagi dengan mengulangi bagian-bagian yang belum dipahami sampai paham.
a. Ciri-ciri Modul
Daryanto (2013: 9-11) menyatakan bahwa ada beberapa ciri-ciri/
karakteristik yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
1) Self Instruction, merupakan karakter yang memungkinkan seseorang belajar secara mandiri dan tidak tergantung pada pihak lain. Untuk memenihi karakter self instruction, maka modul harus:
a) Memuat tujuan pembelajaran yang jelas, serta dapat menggambarkan pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
b) Memuat materi pembelajaran yang spesifik, sehingga memudahkan untuk dipelajari secara tuntas.
c) Tersedia contoh dan ilustrasi yang mendukung kejelasan pemaparan materi pembelajaran.
d) Terdapat soal-soal latihan, tugas dan sejenisnya yang bertujuan untuk mengukur penguasaan siswa.
e) Kontekstual, yaitu materi yang disajikan terkait dengan suasana atau konteks kegiatan dan lingkungan siswa.
f) Menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif.
g) Terdapat rangkuman materi pembelajaran.
h) Terdapat instrument penilaian yang memungkinkan siswa melakukan penilaian secara mandiri (self assessment).
i) Terdapat umpan balik atas penilaian materi.
j) Terdapat informasi tentang rujukan atau pengayaan atau referensi yang mendukung materi pembelajaran.
2) Self Contained, seluruh materi pembelajaran yang diperlukan disajikan dalam modul tersebut. Tujuannya memberikan kesempatan siswa untuk mempelajari materi pembelajaran secara tuntas. Materi yang disajikan dikemas ke dalam satu kesatuan yang utuh.
3) Stand Alone, merupakan karakteristik modul yang tidak tergantung pada bahan ajar atau media lain, atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan bahan ajar atau media lain.
4) Adaptive, modul tersebut dapat menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, fleksibel/luwes digunakan berbagai perangkat keras (hardware). Modul yang adaptif adalah jika modul tersebut dapat digunakan sampai kurun waktu tertentu.
5) User Friendly (bersahabat/akrab), modul hendaknya bersahabat atau akrab dengan pemakainya. Pemaparan atau intruksi dalam modul bersifat membantu
dan bersahabatdengan pemakainya, termasuk kemudahan pemakai dalam merespon dan mengakses sesuai dengan keinginan. Penggunaan bahasa yang sederhana, mudah dimengerti, serta menggunakan istilah yang umum, merupakan salah satu bentuk user friendly.
b. Komponen Modul
Departemen Pendidikan Nasional (2008: 21-26) secara terperinci menyebutkan bahwa struktur penulisan modul dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian pembuka, bagian isi, dan bagian penutup.
1) Bagian Pembuka
Bagian pembuka pada modul meliputi:
a) Judul
Pemberian judul yang menarik pada modul yang akan dikembangkan dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi siswa. Judul modul yang akan dikembangkan oleh peneliti yaitu “Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Kosakata untuk Siswa Kelas III SD”.
b) Daftar Isi
Pada bagian daftar isi menyajikan topik-topik yang dibahas. Topik-topik yang akan dibahas tersebut diurutkan berdasarkan nomor halaman. Bagi semua orang khususnya siswa kelas III dapat melihat keseluruhan topik- topik yang ada di dalam modul melalui daftar isi.
c) Peta Informasi
Modul perlu menyertakan peta informasi. Topik-topik yang akan dipelajari siswa akan terlihat pada daftar isi, tetapi kaitan antar topik tidak terlihat.
Pada peta informasi ini siswa akan diperlihatkan kaitan antar topik dalam modul. Peta informasi pada modul dapat saja menggunakan diagram isi bahan ajar yang telah dipelajari sebelumnya.
d) Daftar Tujuan Kompetensi
Penulisan tujuan kompetensi pada modul membantu pembelajaran agar dapat mengetahui pengetahuan, sikap dan keterampilan apa saja yang dapat dikuasai siswa setelah melakukan pembelajaran menggunakan modul ini.
2) Bagian Isi
Bagian isi pada modul ini meliputi:
a) Pendahuluan/ Tinjauan Materi
Pendahuluan pada suatu modul memiliki beberapa fungsi yaitu: (1) memberikan gambaran umum mengenai isi materi pada modul; (2) meyakinkan siswa bahwa materi yang akan dipelajari dapat berguna bagi mereka; (3) meluruskan harapan siswa mengenai materi yang akan dipelajari; (4) mengaitkan materi yang sudah dipelajari dengan materi yang akan dipelajari; (5) memberikan petunjuk mengenai bagaimana mempelajari materi yang akan disajikan. Di dalam pendahuluan ini dapat
disajikan mengenai materi yang akan dipelajari dan tujuan kompetensi yang akan dicapai setelah mempelajari modul ini.
b) Hubungan dengan Materi atau Pelajaran yang Lain.
Materi yang disajikan pada modul pembelajaran sebaiknya lengkap dan jelas. Dalam mengaitkan materi pembelajaran dengan dengan materi yang lain yang bertujuan untuk membantu siswa agar lebih mudah memahami materi maka, sebaiknya materi yang disajikan pada modul sebaiknya lengkap dan jelas.
c) Uraian Materi
Pada uraian materi ini menjelaskan secara terperinci mengenai materi yang akan dipelajari. Materi yang disampaikan pada modul ini disajikan dengan susunan yang sistematis sehingga siswa dapat memahami materi pembelajaran dengan mudah.
d) Penugasan
Dalam modul pembelajaran perlu diberikan penugasan untuk menegaskan kompetensi apa yang diharapkan setelah mempelajari modul pembelajaran ini.
3) Bagian Penutup
Bagian penutup pada modul ini meliputi:
a) Tes Akhir
Tes akhir pada modul ini merupakan suatu latihan yang dapat dikerjakan siswa setelah mempelajari modul pembelajaran.
b) Refleksi
Refleksi ini diberikan pada siswa untuk mengetahui bagaimana perasaan siswa selama belajar menggunakan modul tersebut, serta kesulitan- kesulitan apa saja yang mereka temukan di dalam modul tersebut.
c) Kunci Jawaban
Modul ini diberikan kunci jawaban agar siswa dapat memeriksa secara mandiri jika ada kesalahan dalam mengerjakan soal latihan.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa modul merupakan bahan ajar yang didesain sedemikian rupa agar dapat membantu siswa belajar secara mandiri serta membantu dalam mencapai tujuan belajar dengan mudah bahkan dengan pengawasan guru yang minim. Modul juga memiliki lima ciri-ciri yang perlu diperhatikan yaitu self instruction, self contained, stand alone, adaptive, dan user friendly. Selain itu komponen yang terdapat pada modul dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian pembuka, bagian isi dan bagian penutup. bagian pembuka pada modul meliputi judul, daftar isi, peta informasi, dan daftar tujuan kompetensi.
3. Pengertian Kosakata
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 597) kosakata merupakan pembendaharaan kata. Keraf (1991: 24) menyatakan kosakata adalah keseluruhan kata yang dimiliki oleh sebuah bahasa. Soedjito (1992: 12) menyatakan pengertian kosakata sebagai berikut; (1) semua kata yang terdapat dalam suatu bahasa, (2) kekayaan kata yang dimiliki oleh seorang pembicara atau penulis, (3) kata yang dipakai dalam suatu bidang ilmu pengetahuan, (4) daftar kata yang disusun seperti kamus disertai penjelasan singkat dan praktis.
Bukhari (1995: 17-18) menyatakan pemakaian kata-kata dalam kegiatan berbahasa, pada umumnya terbatas pada kata-kata yang digunakan.
Masyarakat bahasa tidak dapat menggunakan semua kata yang ada dalam suatu bahasa. Maka, dalam hal ini kosakata dikelompokkan atas dua bagian, yaitu : a. Kosakata Aktif
Kosakata aktif merupakan kosakata yang sering digunakan atau dipakai seseorang dalam berbicara maupun menulis.
Contoh kosakata aktif :
Bunga, Matahari, angin, sakit, makan, benar, sekali, seperti, hati, mandi, duduk, cerita, tidur, bernafas.
b. Kosakata Pasif
Kosakata pasif merupakan kosakata yang jarang digunakan atau dipakai seseorang dalam berbicara maupun menulis.
Contoh kosakata pasif :
Kalbu, paras, bertitah, gerangan, sukma, mamalia.
Berdasarkan pengertian-pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kosakata merupakan himpunan kata dalam suatu bahasa yang dimengerti oleh semua orang baik dalam berbicara maupun menulis, serta digunakan oleh pembicara atau penulis untuk mengungkapkan suatu maksud dalam bentuk kalimat atau kata. Selain itu kosakata juga dibagi menjadi dua bagian yaitu kosakata aktif dan kosakata pasif.
B. Penelitian yang Relevan
Penelitian terdahulu yang pertama diambil dari jurnal yang Yulianti (2020) dengan judul “Pengembangan Modul Tematik Berbasis 4C Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning Kelas 3 Subtema 3”. Penelitian bertujuan untuk menciptakan modul pembelajaran untuk siswa di SDN Srigonco Malang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Hasil dari penelitian ini merupakan modul tematik yang telah layak digunakan sebagai penunjang bahan ajar untuk siswa kelas 3. Dilihat dari aspek kelayakan, produk yang dikembangkan memperoleh kriteria kelayakan dengan presentase dari modul sebesar 91%, dan dari ahli materi dan bahasa
memperoleh 91%. Dari aspek kepraktisan modul yang dikembangkan memiliki penilaian dari guru 88% dan dari respon siswa 88%.
Peneliti terdahulu yang kedua diambil dari jurnal yang dilakukan oleh Hanna Haristah Al Azka, Rina Dwi Setyawati, dan Irkham Ulil Albab (2019) yang berjudul
“Pengembangan Modul Pembelajaran”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan bahan ajar yang menarik agar dapat melibatkan siswa belajar secara aktif berfikir dan menemukan. Prosedur pengembangan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan model 4D (Define, Desain, Development, dan dissemination). Hasil penelitian ini pada aspek umum memiliki nilai rata-rata 80%, dengan kriteria “Baik”, aspek materi 87,5% dengan kriteria “Sangat Baik”, aspek bahasan 91,3% dengan kriteria “sangat baik” dan aspek kelayakan kegrafikan 87,5%
dengan kriteria “sangat baik”.
Penelitian terdahulu yang ketiga dilakukan oleh Subekti, Alawiyah, dan Sumarlam (2016) yang berjudul “Pengembangan Modul Bahasa Indonesia Bermuatan Nilai Karakter Kebangsaan Bagi Mahasiswa PGSD”. Tujuan dari penelitian ini adalah agar mahasiswa diharapkan mampu mendapatkan bekal pemahaman kurikulum 2013 yang dikenal dengan kurikulum berbasis karakter, serta mampu mengaplikasikannya di sekolah. Mengacu pada pada kriteria keberhasilan penelitian yang telah dibahas pada bagian muka, serta melihat hasil validasi ahli dan respon dosen-mahasiswa, maka modul perkuliahan bahasa Indonesia bermuatan nilai karakter kebangsaan yang disusun dan dikembangkan pada penelitian ini telah dapat dikatakan layak untuk digunakan. Permasalahan yang diambil dari penelitian ini
adalah penelitian yang hanya berfokus ditunjukkan pada mahasiswa, oleh sebab itu peneliti ingin mengembangkan modul pembelajaran yang dapat digunakan oleh siswa kelas III SD, dan dapat mempermudah proses pembelajaran.
Dari ketiga penelitian tersebut dapat dilihat adanya persamaan dan perbedaan dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Persamaan dari penelitian tersebut dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu sama-sama melakukan pengembangan modul pembelajaran. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan penelitian yang berfokus pada siswa kelas III SD. Kesimpulan dari penelitian yang relevan di atas mengenai pengembangan dan penggunaan modul sebagai bahan ajar tersebut dapat dilihat bahwa penggunaan modul pada proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa, ini dapat memberikan landasan penelitian yang relevan pada peneliti berupa pengembangan modul pembelajaran bahasa Indonesia, maka dari itu peneliti ingin mencoba menggunakan pengembangan modul bahasa Indonesia materi kosakata untuk siswa kelas III SD yang ditunjukkan pada bagan 2.1.
Bagan 2.1 Penelitian yang Relevan Pengembangan Modul Bahasa
Indonesia
Yulianti (2020) dengan judul
“Pengembangan Modul Tematik
Berbasis 4C Melalui Pendekatan
Contextual Teaching and Learning Kelas 3
Subtema 3”.
Hanna Haristah Al Azka, Rina Dwi
Setyawati, dan Irkham Ulil Albab
(2019) yang berjudul
“Pengembangan Modul Pembelajaran”.
Subekti, Alawiyah, dan Sumarlam
(2016).
“Pengembangan Modul Bahasa
Indonesia Bermuatan Nilai
Karakter Kebangsaan Bagi Mahasiswa PGSD”.
Pengembangan Modul Bahasa Indonesia Materi Kosakata untuk Siswa Kelas III SD.
C. Kerangka Berpikir
Kosakata atau pembendaharaan kata merupakan himpunan kata dalam suatu bahasa yang dimengerti oleh semua orang baik dalam berbicara maupun menulis, serta digunakan oleh pembicara atau penulis untuk mengungkapkan suatu maksud dalam bentuk kalimat atau kata. Kosakata yang terdapat pada modul ini merupakan kosakata yang mempelajari tentang jenis-jenis kosakata dalam suatu teks cerita.
Pembelajaran kosakata pada mata pelajaran bahasa Indonesia yang dilakukan pada siswa tidak terlalu mendalam serta bahan belajar yang digunakan pun hanya berdasarkan pada buku tematik saja. Dalam proses pembelajaran hendaknya menggunakan banyak bahan ajar yang dapat digunakan sehingga siswa pun dapat belajar dengan semaksimal mungkin.
Oleh karena itu diperlukan perubahan pada media pembelajaran bahasa Indonesia yang dapat memudahkan siswa dalam proses pembelajaran. Modul pembelajaran bahasa Indonesia merupakan media yang akan dikembangkan. Modul yang akan dikembangkan ini sangatlah efektif dalam mendukung proses pembelajaran siswa. Dengan adanya modul ini siswa juga dapat belajar secara mandiri. Modul yang akan dikembangakan melatih siswa dalam membaca dan menulis teks cerita pendek mengenai ciri-ciri, kebutuhan, pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup di sekitar lingkungan. Dengan begitu proses pembelajaran akan semakin menyenangkan dan siswa juga dapat mempelajari kosakata secara lebih mendalam.
Bagan 2.2 Kerangka Berpikir
Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Kosakata untuk Siswa kelas III SD
Perlu bahan ajar bahasa Indonesia
pada materi kosakata Siswa belum
memahami materi kosakata
secara mendalam
Penyebab:
Minimnya sumber belajar yang digunakan pada
proses pembelajaran
Pengembangan modul pembelajaran bahasa Indonesia
D. Pertanyaan Penelitan
1. Bagaimana prosedur pengembangan modul pembelajaran bahasa Indonesia materi kosakata untuk siswa kelas III SD?
2. Bagaimana kualitas modul pembelajaran bahasa Indonesia materi kosakata untuk siswa kelas III SD menurut para ahli dan guru?
24 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Uraian dalam bab ini terdiri dari jenis penelitian, setting penelitian, rancangan penelitian, prosedur pengembangan, teknik pengumpulan data, instrumen penilaian, dan teknik analisis data.
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Menurut Sugiyono (2016: 407), Research and Development (R&D) merupakan metode yang digunakan untuk menghasilkan sebuah produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Putra (2015: 67) menyatakan Research and Development (R&D) merupakan metode penelitian secara sengaja, sistematis, untuk menemukan, memperbaiki, mengembangkan, menghasilkan, maupun menguji keefektifan produk, model, maupun metode/ strategi/ cara yang lebih unggul, baru, efektif, efisien, produktif dan bermakna. Pada penelitian pengembangan ini peneliti mengambil jenis penelitian Research and Development (R&D) model ADDIE.
Menurut Sugiyono (2015: 200), model pengembangan ADDIE terdiri dari lima tahap yang meliputi Analysis (menganalisis), Design (merancang), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), Evaluation (mengevaluasi). Dalam penelitian ini produk yang akan dikembangkan berupa “ Pengembangan Modul
Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi kosakata Aktif dan Pasif untuk siswa kelas III SD”.
Adapun langkah penelitian pengembangan ADDIE dalam penelitian ini jika disajikan dalam bentuk bagan adalah sebagai berikut:
Bagan 3.1 Langkah-langkah Model Pengembangan ADDIE Dicky and Carry (1966).
Pada gambar di atas komponen evaluasi berada ditengah komponen lainnya. Hal ini disebabkan komponen evalusi merupakan komponen sentral yang dapat digunakan untuk menilai tahap analisis, desain, pengembangan, dan implementasi. Berikut merupakan penjelasan dari tahap-tahap kegiatan yang terdapat dalam model ADDIE adalah sebagai berikut:
1. Analysis
Analisis (Analysis)
Pengembangan (Development) Implementasi
(Implementasi)
Evaluasi (Evaluation)
Desain (Design)
Analisis kebutuhan merupakan langkah awal yang sangat diperlukan untuk menciptakan sebuah modul pembelajaran yang efektif dan efisien. Tahap analisis dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dan kualitas yang terdapat dalam sebuah sekolah. Langkah analisis berisi aktivitas yang dilakukan untuk mencermati masalah kinerja, menetapkan alternatif solusi untuk mengatasi masalah dan menetapkan tujuan atau kompetensi umum pengembangan modul pembelajaran.
2. Design
Mendesain produk adalah langkah selanjutnya yang perlu dilakukan setelah melakukan analisis kebutuhan. Untuk dapat menciptakan sebuah program pelatihan yang efektif dan efisien diperlukan adanya langkah-langkah desain yang sistematis. Langkah-langkah tersebut dimulai dari menetukan tujuan atau kompetensi sampai kepada menentukan bentuk atau ragam tes dan penilaian yang akan digunakan.
3. Development
Pengembangan produk pada penelitian pengembangan ADDIE ini berisi kegiatan realisasi produk. Pada tahap sebelumnya yaitu desain, telah disusun kerangka modul pembelajaran, pada tahap pengembangan ini kerangka modul yang telah disusun akan direalisasikan menjadi produk yang siap untuk diimplementasikan.
4. Implement
Langkah implementasi dalam model desain dan pengembangan ADDIE adalah menggunakan produk yang telah didesain dan dikembangkan sebelumnya kedalam aktivitas kegiatan yang sesungguhnya. Langkah implementasi mempunyai makna sebagai usaha yang dilakukan untuk mewujudkan desain dan pengembangan produk dalam situasi nyata. Aspek desain program yang telah dikembangkan harus diimplementasikan untuk memfasilitasi proses belajar siswa dalam rangka mencapai kompetensi yang diperlukan.
5. Evaluate
Evaluasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk menilai sebuah objek melalui penggunaan data dan informasi yang relevan. Evaluasi dapat diartikan sebagai sebuah proses sistematik yang dilakukan dalam merancang, mengumpulkan, melaporkan dan menerapkan informasi untuk memutuskan nilai dan kegunaan dari sebuah objek. Evaluasi pada dasarnya adalah proses pengumpulan data dan informasi untuk menilai kualitas sebuah proses atau produk. Hasil dari proses evaluasi adalah rekomendasi yang didasarkan pada hasil dan analisis data tentang kualitas sebuah produk. Evaluasi produk secara umum dilakukan untuk mengetahui efektivitas dan efesiensi produk. Proses evaluasi dilakukan agar modul yang dikembangkan benar-benar sesuai dan layak untuk digunakan.
B. Setting Penelitian
1. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas III sekolah dasar di SD N Jetis 1. Jl. Pasiraman No.2, Cokrodiningratan, Kec. Jetis, Kab. Bantul, Kota Yogyakarta. Dengan fokus pada pembelajaran bahasa Indonesia materi kosakata aktif dan pasif.
2. Objek Penelitian
Objek penelitian dalam penelitian ini adalah pengembangan modul pembelajaran bahasa Indonesia materi kosakata aktif dan pasif untuk siswa kelas III SD.
3. Tempat Penelitian
Tempat penelitian ini dilakukan di SD N Jetis 1, Jl. Pasiraman No.2, Cokrodiningratan, Kec. Jetis, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
4. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan terhitung dari bulan November 2020 sampai April 2021.
C. Prosedur Pengembangan
Pengembangan modul pembelajaran bahasa Indonesia materi kosakata untuk siswa kelas III SD N Jetis 1 mengikuti langkah-langkah penelitian dan pengembangan oleh ADDIE. Adapun prosedur pengembangan dari ADDIE yaitu: (1) analisis kebutuhan, (2) mendesain produk, (3) pengembangan produk, (4)
implementasi produk, (5) evaluasi program pelatihan. Langkah-langkah pengembangan tersebut akan dijelaskan melalui bagan 3.2.
Bagan 3.2 Langkah Pengembangan Research and Development (R&D) model ADDIE
Langkah 1 Analisis
Langkah 2 Desain
Langkah 3 Pengembangan
Langkah 4 Implementasi
Langkah 5 Evaluasi
Observasi
Wawancara
Analisis
Menentukan KD
Menentukan indikator
Menentukan tujuan
Menentukan materi
Merealisasikan produk yang telah didesain dan dirancang.
Penilaian produk oleh ahli (dosen & guru).
Penilaian kualitas produk oleh siswa.
Hasil akhir produk
1. Analisis kebutuhan
Analisis kebutuhan ini merupakan awal dari langkah-langkah yang akan dilakukan oleh peneliti, dengan menganalisis kebutuhan guru dan siswa menggunakan cara observasi, wawancara, serta membagikan modul pembelajaran.
Observasi dilakukan untuk dapat mengetahui profil sekolah, latar belakang siswa, serta mengetahui penggunaan sumber belajar yang digunakan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Pembagian modul pembelajaran bertujuan untuk mengetahui apakah siswa membutuhkan bahan belajar yang dapat membantu mereka dalam memahami materi khususnya pada materi kosakata.
Dalam penelitian ini peneliti juga akan menggali seberapa jauh pengetahuan siswa terhadap materi kosakata. Wawancara yang dila kukan kepada guru bertujuan untuk mengetahui apakah dibutuhkan modul pembelajaran yang dapat mempermudah siswa dalam memahami materi. Oleh sebab itu modul pembelajaran ini diharapkan dapat membantu siswa dalam mencapai tujuan belajar terutama pada siswa kelas 3 sekolah dasar.
2. Desain Produk
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan bersama guru wali kelas III SD N Jetis 1, peneliti ingin mendesain sebuah modul pembelajaran bahasa Indonesia yang dapat digunakan oleh siswa kelas III sekolah dasar. Langkah awal pada desain modul ini adalah dengan menentukan
Kompetensi Dasar, indikator, serta tujuan yang akan dicapai pada modul pembelajaran ini. Modul ini juga didesain dengan berbagai gambar dan juga warna yang menarik sehingga siswa tidak cepat merasa bosan dan tentunya dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar dan membaca.
3. Pengembangan
Tahap pengembangan ini dilakukan setelah modul pembelajaran telah siap dirancang, pada tahap ini peneliti merealisasikan produk yang telah didesain untuk dapat melakukan langkah yang selanjutnya yaitu tahap implementasi.
4. Implementasi
Setelah melalui tahap pengembangan, modul pembelajaran bahasa Indonesia materi kosakata aktif dan pasif untuk siswa kelas III SD akan diuji validasikan kepada para validator untuk mengetahui kelayakan modul dan diimplementasikan kepada siswa kelas III di SD N Jetis 1. Implementasi ini dilakukan untuk mengetahui kualitas modul pembelajaran yang telah dikembangkan oleh peneliti.
5. Evaluasi
Setelah melakukan tahap implementasi peneliti melakukan evaluasi untuk menilai efektifitas dan efesiensi modul pembelajaran. Evaluasi ini dilakukan berdasarkan penilaian dari para validator guna untuk menghasilkan produk akhir.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian pengembangan modul pembelajaran ini adalah sebagai berikut:
1. Wawancara
Menurut Sanjaya (2013: 263), wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilaksanakan dengan cara dialog baik secara langsung (tatap muka) maupun melalui saluran media tertentu antara pewawancara dengan yang diwawancarai sebagai sumber data. Nurgiyantoro (2001: 55) menyatakan wawancara merupakan suatu cara yang dipergunakan untuk mendapatkan informasi dari responden dengan melakukan tanya jawab sepihak. Menurut Sugiyono (2015: 210), wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan dan potensi yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui pendapat, keinginan, dan hal-hal lain dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit atau kecil.
Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpilkan bahwa wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dengan cara berdialog baik secara langsung maupun tidak langsung yang bertujuan untuk dapat memperoleh suatu data atau informasi yang diperlukan.
2. Angket
Menurut Sugiyono (2011: 199-203), angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Widoyoko (2016:
33), menyatakan angket merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk diberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna. Menurut Nurgiyantoro (2001: 54), kuesioner atau angket merupakan serangkaian pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada siswa (dalam penelitian responden) mengenai masalah-masalah tertentu yang bertujuan untuk mendapatkan tanggapan dari siswa tersebut.
Pada penelitian ini peneliti juga menggunakan angket validasi yang akan diberikan kepada para ahli yang bertujuan untuk memperoleh nilai mengenai modul yang akan dikembangkan. Menurut Sugiyono (2013: 536), validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk sudah layak digunakan atau tidak. Validasi desain dilakukan oleh beberapa pakar atau ahli dan praktisi yang sudah berpengalaman untuk menilai produk yang dirancang tersebut.
Dari pengertian-pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa angket atau kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara memberikan serangkaian pertanyaan atau pernyataan kepada responden untuk memperoleh tanggapan dari responden. Dalam penelitian ini angket diberikan kepada siswa untuk mengetahui tingkat keberhasilan setelah menggunakan modul pembelajaran ini.
E. Instrumen Penilaian
Menurut Sugiyono (2006: 97), instrumen merupakan suatu alat yang di gunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamatinya. Dalam sebuah penelitian pengembangan memerlukan 34nstrument untuk pengumpulan data.
Instrumen penelitian yang akan digunakan pada pengembangan modul pemelajaran bahasa Indonesia materi kosakata untuk siswa kelas III SD adalah sebagai berikut:
1. Daftar Pertanyaan Wawancara
wawancara merupakan kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh pewawancara dan yang diwawancarai untuk mengetahui masalah yang diteliti.
Pada penelitian ini wawancara akan dilakukan dengan salah satu guru wali kelas III yang bertujuan untuk memperoleh data mengenai sumber belajar yang dapakai oleh guru selama proses pembelajaran. Wawancara ini dilakukan oleh peneliti untuk menggali informasi dalam mengembangkan media pembelajaran. Adapun daftar pertantanyaan yang digunakan dalam pelaksanaan wawancara sebagai berikut.
Tabel 3.3 Lembar Wawancara
No Pertanyaan Wawancara
1 Apa pendapat Bapak/Ibu mengenai media pembelajaran?
2 Apakah Bapak/Ibu selalu menggunakan media saat proses pembelajaran?
3 Apa saja sumber belajar yang Bapak/Ibu gunakan dalam mengajar?
No Pertanyaan Wawancara
4 Bagaimana pendapat Bapak/Ibu tentang sebuah modul pembelajaran?
5 Apakah Bapak/Ibu pernah menggunakan modul Bahasa Indonesia sebagai media pembelajaran?
6 Apakah dengan menggunakan modul dapat mempermudah proses pembelajaran?
7 Apakah ada saran atau masukan dari Bapak/Ibu guru tentang pengembangan media yang akan dibuat?
2. Angket Validasi
Angket yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data tentang kelayakan modul. Angket validasi pada penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai dari para ahli mengenai modul yang akan dikembangkan.
Penilaian pada angket ini akan digunakan sebagai patokan apakah modul pembelajaran yang dikembangkan sudah valid atau belum. Kisi-kisi penilaian materi dan modul dapat dilihat pada tabel 3.3.
Tabel 3.4 Lembar Angket Instrumen Validasi A. Komponen Isi
No Indikator Penilaian
Skor Penilaian Deskripsi Penilaian 1 2 3 4 5
1 Materi pembelajaran yang
A. Komponen Isi
No Indikator Penilaian
Skor Penilaian Deskripsi Penilaian 1 2 3 4 5
disajikan pada modul sesuai dengan kompetensi dasar.
2
Kesesuaian materi pembelajaran dengan tujuan pembelajaran yang harus dicapai.
3
Penyajian konsep yang akurat berdasarkan fakta dan kebenaran teori.
4 Materi yang disajikan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
5
Penugasan mendorong peserta didik untuk aktif, berpikir kritis, dan kreatif.
6
Lembar refleksi memudahkan peserta didik untuk mengevaluasi kegiatan belajar.
7
Soal evaluasi mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan
dalam menyelesaikan
permasalahan yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
A. Komponen Isi
No Indikator Penilaian
Skor Penilaian Deskripsi Penilaian 1 2 3 4 5
8
Kejelasan instruksi soal evaluasi untuk mengukur kemampuan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran dengan modul.
9
Kunci jawaban membantu peserta didik dalam mengoreksi jawaban dari soal-soal yang telah dikerjakan.
B. Komponen Kebahasaan
10
Bahasa yang digunakan dalam modul mudah dipahami oleh siswa SD.
11 Pemilihan kata menggunakan kosakata baku.
12 Ketepatan penggunaan kalimat yang efektif dan efisien.
C. Komponen Penyajian Materi
13 Pengantar materi disajikan dengan bahasa yang komunikatif.
14 Penyajian materi pembelajaran bersifat interaktif untuk
A. Komponen Isi
No Indikator Penilaian
Skor Penilaian Deskripsi Penilaian 1 2 3 4 5
menekankan kemandirian belajar bagi peserta didik.
15
Pemaparan uraian materi disajikan dengan singkat dan padat.
16
Gambar dan ilsutrasi yang disajikan relevan dengan topik yang sedang dipelajari.
17 Kelengkapan inti sari dari uraian materi yang dipelajari.
D. Komponen Kegrafikan
18
Judul modul mewakili keseluruhan materi yang akan dipelajari.
19 Judul modul menarik minat pembaca.
20 Halaman modul tertata dengan baik.
21
Pemilihan jenis huruf memudahkan siswa saat membaca.
A. Komponen Isi
No Indikator Penilaian
Skor Penilaian Deskripsi Penilaian 1 2 3 4 5
22 Pemilihan jenis huruf menarik.
23
Pemilihan ukuran font memudahkan siswa saat membaca.
24 Warna sampul modul menarik minat pembaca.
25
Gambar pada sampul memberikan gambaran mengenai materi yang akan disampaikan pada modul.
Total Skor Rata-rata Skor
3. Angket Respon Siswa
Angket respon siswa yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data respon siswa terhadap modul yang dikembangkan. Angket respon siswa pada penelitian ini bertujuan untuk memperoleh respon siswa mengenai modul yang dikembangkan apakah modul yang diberikan mendapatkan respon yang positif. Berikut merupakan daftar penyataan angket respon siswa dapat dilihat pada tabel 3.4.
Tabel 3.5 Lembar Angket Respon Siswa No
Pernyataan
Tingkat persetujuan Ya Tidak 1 Saya dapat menggunakan modul dengan mudah
2 Saya dapat membaca petunjuk modul dengan jelas 3 Saya tertarik untuk menggunakan modul
4 Saya senang bisa menggunakan modul 5 Saya merasa semangat menggunakan modul 6 Saya termotivasi saat menggunakan modul 7 Saya memahami materi kosakata pada modul
8 Saya mengetahui kosakata aktif dan kosakata pasif di dalam modul
9 Saya merasa cerita yang ada di dalam modul berkaitan dengan kehidupan sehari-hari saya
10 Gambar yang disajikan sangat menarik
11 Saya dapat membaca tulisan yang ada di modul 12 Saya dapat berlatih mengerjakan soal di modul 13 Saya semakin paham mengenai kosakata
14 Saya mengerti gambar yang terdapat pada modul 15 Saya merasa ukuran modul ini sudah sangat baik untuk
digunakan
F. Teknik Analisis Data
Sugiyono (2015: 245) menyatakan kegiatan analisi data penelitian dilakukan setelah pengumpulan data selesai. Setelah data dari wawancara dan angket sudah
terkumpul peneliti langsung melakukan analisis data. Menurut Sugiyono (2014: 33), tujuan peneliti melakukan analisis data agar dapat menginterpretasikan segala hasil penelitian dalam bentuk uraian atau penjelasan kemudian diinformasikan kepada masyarakat luas. Data yang diperoleh peneliti akan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif:
1. Data Kuantitatif
Data kuantitatif dalam penelitian ini untuk menganalisis data dari angket yang telah terkumpul. Dari data angket yang telah terkumpul, akan dianalisis untuk mendapatkan skor dari hasil pra penelitian untuk siswa dan validasi dari para ahli.
Analisis pada penelitian ini ada dua, yaitu sebagai berikut:
a) Validasi angket ahli
Validasi adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan pada suatu instrument. Dalam penelitian pengembangan media pembelajaran ini validitas dimaksudkan untuk menguji kelayakan modul pembelajaran yang dikembangkan serta kesesuaian materi berdasarkan Kompetensi Dasar (KD). Skor yang telah diperoleh dikonversikan menjadi data kualitatif menggunakan tabel konversi nilai skala menurut skala Likert. Berikut merupakan kriteria interpretasi skor menurut Likert adalah:
Tabel 3.6 Klasifikasi Kelayakan Skala Likert
Presentase Klasifikasi Kelayakan
Skor 1 Sangat Kurang Baik
Skor 2 Kurang Baik
Skor 3 Cukup
Skor 4 Baik
Skor 5 Sangat Baik
Jumblah skor ideal yang telah diberikan oleh validator (∑R) dapat dibandingkan dengan skor ideal yang telah ditetapkan di dalam angket validasi media pembelajaran (N), dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
P = Presentase skor yang dicari
∑R = Jumblah jawaban yang diberikan oleh validator
N = Jumblah skor maksimal b). Validasi angket respon siswa
Data yang telah diperoleh dari angket respon siswa dianalisis menggunakan data kuantitatif untuk menguji respon siswa serta kelayakan modul pembelajaran.
P = ∑R/N x 100%
Angket respon siswa menggunakan skala Guttman yang digunakan terdiri dari dua kategori yaitu dalam bentuk pilihan ganda atau checklist (√) sebagai berikut :
Tabel 3.7 Kategori Penilaian Skala Guttman
No Skor Keterangan
1 Skor 1 Ya
2 Skor 0 Tidak
Keterangan :
P = Presentase respon siswa
∑R = Jumlah skor siswa
N = Jumlah skor maksimal
Dari hasil skor yang diperoleh maka media pembelajaran dapat dikatakan memperoleh respon yang positif dari siswa jika skor yang diperoleh dari angket respon siswa mencapai >61%.
2. Data Kualitataif
P = ∑R/N x 100%