BAB V PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
C. Kualitas Perguruan Tinggi dalam
Malik Ibrahim Malang
Secara konseptual manajemen kualitas yang diterapkan oleh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan implementasi Total Quality Management (TQM) akan memajukan sebuah lembaga pendidikan sekaligus bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi idaman bangsa Indonesia ini.
Dalam implementasi Total Quality Management (TQM) di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mampu melakukan perubahan mendasar dalam sebuah lembaga pendidikan, yang meliputi perubahan kultural dan perubahan substantif dalam manajemen. Dalam perubahan dan perbaikan tersebut meliputi beberapa hal di antaranya adalah: 1) pandangan jauh ke depan (vision) pimpinan, 2) kecakapan intrinsik di kalangan anggota lembaga Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 3) intensif fisik dan psikologis yang diterapkan, 4) tersedianya sumberdaya yang memadai, dan 5) rencana tindak yang feasible. Bila salah satu saj dari faktor tersebut tidak dipenuhi maka perubahan yang diharapkan akan sukar atau bahkan tidak akan terwujud. Misalnya, bila tanpa visi maka salah arah yang terjadi, sedangkan bila tanpa kecakapan intrinsik dalam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, maka kekacauanlah yang akan terjadi. Selanjutnya bila tanpa insentif sehingga tidak akan ada motivasi di kalangan para anggota Universitas
Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, maka walau perubahan yang diharapkan akan dapat terwujud tetapi akan membutuhkan waktu yang lama. Bila tanpa sumberdaya yang memadai, perubahan tidak akan dapat terwujud dan kemudian akan mengakibatkan kekecewaan di kalangan anggota Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Akhirnya, tanpa rencana tindak yang baik, perubahan hanya impian belaka. Dengan demikian manajemen untuk perubahan yang kompleks diperlukan ingredients tersebut di atas. Hal tersebut dapat divisualisasikan dalam bagan di bawah ini.
MANAJEMEN UNTUK PERUBAHAN KOMPLEKS
Ketika peneliti menganalisa dari perkembangan kemajuan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, maka kampus ini sudah melakukan perubahan pada puncaknya yaitu mengimplementasikan yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang sudah ada. Artinya melakukan perubahan yang menggunakan lima prinsip
yaitu visi, kecakapan, insentif, sumber daya, dan rencana tindak, sehingga dengan hal tersebut melakukan perubahan yng ideal.
Manajemen harus memulai perencanaan untuk implementasi dan mengambil bagian di pekerjaan yang mencakup evaluasi dari proses dan hasil. Semua para pemimpin yang senior di organisasi harus memiliki persepsi bahwa kualitas adalah perhatian kunci. Mereka harus bisa memberikan motivasi kepada pekerja untuk memberikan usaha dan perhatian kepada kualitas.
Suatu prinsip inti di Total Quality Management (TQM) adalah bahwa semua proses dan produk selalu menitikberatkan/fokus pada pelanggan. Kualitas harus dihargai oleh pelanggan dan seharusnya selalu ditempatkan pada hubungan akan harapan dan kebutuhan mereka.
Dalam rangka melaksanakan perbaikan mutu di perguruan tinggi/universitas/fakultas dan program studi, secara kontinyu (berkelanjutan), TQM merupakan pendekatan yang tepat. Total Quality Management (TQM) merupakan kegiatan pikiran (sikap, gagasan) dan kegiatan praktis (metoda, prosedur, teknik) yang mendorong perbaikan secara kontinyu. Sebagai suatu pendekatan, Total Quality Management
(TQM) mengupayakan agar penekanan institusi bergeser secara
permanen dan „‟shorter expediency‟‟ keperbaikan mutu jangka panjang, inovasi, perbaikan dan perubahan yang terus menerus, perlu ditekankan. Di samping itu, unit-unit kerja yang melaksanakan dilibatkan dalam siklus perbaikan mutu yang kontinyu.
Adapun gerakan perbaikan mutu dalam bidang pendidikan di dunia, sebenarnya belum terlalu lama. Perintisan Total Quality Management (TQM) dalam bidang pendidikan diawali di Amerika Serikat pada akhir tahun 1980-an, diikuti oleh Inggris. Peningkatan perhatian baru dimulai pada tahun 1990. Demikian pula Total Quality Management (TQM) sebagai mata kuliah akademik, masih sangat sedikit diterapkan. Dari hasil survei yang dilakukan Vaplan (1992) di 10 universitas terkemuka di Amerika Serikat, dari Harvard Business School, ternyata hanya sedikit input tentang Total Quality Management
(TQM) diberikan oleh kebanyakan program studi bisnis dan MBA, serta jarang diteliti. Dapat disimpulkan bahwa baru sedikit pemahaman pentingnya mutu terpadu bagi suatu sistem ekonomi yang sehat. Banyak ahli pendidikan tidak suka membuat analogi antara
„‟proses pendidikan‟‟ dengan „‟proses manufaktur‟‟ pada industri.
Sebagaimana juga dituangkan dalam Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) diharapkan mampu menjadikan perubahan terhadap perbaikan mutu pendidikan nasional yang selanjutnya diharapkan mutu sumber daya manusia (Human Resourment) bangsa Indonesia meningkat. Maka sangatlah benar ketika Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan sebuah peningkatan sumber daya manusia, yang hal itu sebagai kunci dalam melakukan hubungan internasional atau yang lebih dikenal dengan era globalisasi. Era globalisasi adalah era persaingan antar negara dalam memperebutkan dominasi global.
Era globalisasi dan pasar bebas dimana manusia di hadapkan pada perubahan-perubahan cepat dan tidak menentu karena imbas dominasi Negara tertentu. Aspek dan pra syarat dari sebuah Negara mampu menjadi penentu dominasi global adalah kualitas insan cita
(human quality) atau sumber daya manusia yang tinggi. Dan, satu- satunya pabrik yang mampu menyiapkan sumber daya manusia yang tingi adalah lembaga pendidikan.
Tuntutan akan sumber daya manusia yang tinggi adalah salah satu dari tuntutan dunia pendidikan, karena kualitas terdidik akan tergali dan dapat di asah dengan baik dengan proses pendidikan yang baik pula. Asumsi yang terbangun pada pakar pendidikan di Indonesia saat ini adalah bahwa pendidikan yang dilaksanakan bangsa Indonesia belum mampu menjawab permintaan yang besar terhadap mutu Sumber Daya Manusia (SDM). Bahkan Darmaningtyas dengan tegas
mengatakan bahwa “Intitusi pendidikan itu tidak cerdas dan tidak kritis, terbukti mereka tidak punya kepekaan terhadap masalah kritis”.
Asumsi-asumsi yang dinyatakan tentang buruknya kondisi mutu pendidikan di Indonesia harusnya dijawab dengan perbaikan infrastruktur dan suprastruktur pendidikan baik yang ada di bawah
koordinasi departemen pendidikan nasional maupun departemen agama. Pendidikan adalah suatu proses dan sistem yang bermuara pada terwujudnya pencapaian kualitas SDM yang menjadikan kondisi social kemasyarakatan menjadi masyarakat madani (civil society). Pentingnya peranan pendidikan dalam merubah seorang peserta didik menjadi berbudi, berpengetahuan tinggi dan beriman serta bertaqwa kepada Tuhan, mengisyaratkan bahwa pengelolaan pendidikan haruslah maksimal dan professional.