• Tidak ada hasil yang ditemukan

Latarbelakang Implementasi Total Quality

Dalam dokumen KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF PERGURUAN TIN pdf (Halaman 110-118)

BAB V PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

A. Latarbelakang Implementasi Total Quality

(TQM) di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Adapun latarbelakang implementasi Total Quality Management

(TQM) di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tidak lepas dengan dasar-dasar Islam, undang-undang No. 23 tentang Sistem Pendidikan, dan mutu pendidikan. Dari sinilah sebenarnya yang melatarbelakangi terhadap Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk melakukan peningkatan terhadap manajemennya, maka dengan hal tersebut kampus ini selalu melakukan peningkatan-peningkatan kualitas.

Sebagaimana dalam teori yang dipakai oleh pimpinan perusahan atau lembaga pendidikan bahwa perguruan tinggi yang efektif membutuhkan strategi-strategi yang bertujuan dan kuat agar mampu meraih hasil yang kompetitif. Agar efektif, perguruan tinggi memerlukan proses untuk mengembangkan strategi mutunya, yang mencakup: 1) misi yang jelas dan distingtif, 2) fokus pelanggan yang jelas, 3) strategi untuk mecapai misi, 4) keterlibatan seluruh pelanggan, baik internal maupun ekstelnal, dalam mengembangkan strategi, pemberdayaan staf dengan cara menghilangkan kendala dan membantu mereka dalam memberi konstribusi maksimum pada perguruan tinggi melalui pengembangan kelompok kerja yang efektif, 5) penilaian dan eveluasi efektifitas perguruan tinggi dalam mencapai

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang selalu melakukan pembenahan-pembenahan secara menyeluruh, maka hal ini sangat sesuai dengan lima konsep strategis di atas. Selain hal itu, juga selalu melakukan perubahan dalam berbagai demensi yaitu perubahan sarana, meningkatkan Sumber Daya Manusia, dan meningkatkan manajemen. Selain hal tersebut juga melakukan pelatihan-pelatihan yang terkait peningkatan mutu lembaga.

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang mengimplementasikan Total Quality Management (TQM),bisa jadi akan kewalahan dalam menghadapi tugas yang sangat besar dan beraneka kepentingan akan bahaya kelumpuhan mutu terpadu. Menentukan kapan dan dimana memulai mutu terpadu adalah tugas yang sangat sulit. Namun, ketika tugas semakin sulit biasanya keinginan untuk menghadapi kesulitan tersebut semakin besar, khususnya setelah mengalami kemunduran yang tidak terelakkan. Tidak mantra magis yang bisa digunakan untuk memulai tugas tersebut. Walaupun demikian, ada beberapa langkah-langkah penting dan sederhana yang di antaranya adalah: 1) kepemimpinan dan komitmen terhadap mutu harus datang dari atas, 2) menggembirakan pelanggan adalah tujuan

Total Quality Management (TQM), 3) menunjuk fasilitator mutu, 4) membentuk kelompok pengendali mutu, 5) menunjuk koordinator mutu, 6) mengadakan seminar manajemen seminar señor untuk mengevaluasi program, menganalisa dan mendiagnosa situasi yang ada, 7) menggunakan contoh-contoh yang sudah berkembang di tempat lain, 8) memperkerrjakan konsultan eksternal, 9) memprakarsai pelatihan mutu bagi para staf, 10) mengkomunikasikan tentang mutu, 11) mengukur biaya mutu, 12) mengaplikasikan alat dan teknik mutu melalui pengembangan kelompok kerja yang efektif, 13) mengevaluasi program dalam interval yang teratur.

Dengan peningkatan kualitas mutu universitas tersebut, maka sepantasnyalah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dikatakan sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri yang berkualitas dan mampu memberikan yang terbaik kepada stakeholdernya. Hal inilah sebenarnya yang menjadikan stakeholder

simpatik dengan gerakan-gerakan yang dilakukannya.

Indikator-indikator prestasi merupakan acuan yang mengarah pada efisiensi proses. Indikator-indikator tersebut hanya memberikan ukuran yang belum sempurna tentang mutu perguruan tinggi, atau tentang efektifitas institusi dalam menemukan kebutuhan stakeholdernya. Institusi-institusi yang menggunakan indikator- indikator prestasi telah mulai menunjukkan keseriusannya terhadap

Total Quality Management (TQM) sebagai suatu nilai untuk meningkatkan estándar pelayanannya.

Peningkatan mutu menjadi semakin penting bagi institusi yang digunakan untuk memperoleh control yang lebih baik melalui usahanya sendiri. Kebebasan yang baik harus disesuaikan dengan akuntabilitas yang baik. Institusi-institusi harus mendemontrasikan bahwa mereka mampu memberikan pelayanan yang baik.

Dilihat dari paparan bab sebelumnya bahwa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dalam implementasi Total Quality Management (TQM) dilatarbelakangi oleh beberapa hal yang salah satunya adalah perkembangan zaman semakin maju. Berangkat dari yang melatarbelakangi tersebut, maka Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang selalu melakukan gebrakan yang luar biasa dan diharapkan mampu menjawab perkembangan zaman yang serba modern seperti sekarang ini.

B. Proses Implementasi Total Quality Management (TQM)

Berdasarkan hasil pada paparan data pada bab IV sebagai usaha untuk mencapai tujuan maka salah satu unsur Total Quality Manajemen (TQM) di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk mengembangkan mutu dituangkan dalam rencana strategis selama 25 tahun bertumpu pada empat kekuatan yaitu; kedalaman spritual, keluasan ilmu, keagungan akhlak, dan kematangan profesional guna mencapai pribadi Ulul Albab yang sebagai out put yang diidamkan.

jangka pendek yaitu sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2010, jangka menengah mulai tahun 2011 sampai dengan 2015, dan jangka panjang yaitu mulai tahun 2016 sampai dengan 2030. Dalam perencanaan tersebut disusun oleh pimpinan universitas dan pimpinan fakultas bersama dengan seluruh stakeholder di kampus merupakan jenis-jenis yang akan dilaksanakan, bagaimana melaksanakan, kapan dilaksanakan serta target dan sasaran yang hendak dicapai dalam rangka untuk mencapai tujuan membentuk perguruan tinggi Islam yang berkualitas mutu ditingkat regional dan internasional.

Juga dapat dikemukakan dari data yang ditemukan bahwa pimpinan universitas selaku penanggungjawab terhadap bembentukan perguruan tinggi yang berkualitas dalam menyusun program kerja telah menuliskan identifikasi dan mengatasi permasalahan perguruan Tinggi dikenal dengan analisis SWOT (srength/ kekuatan, weakness/ kelemahan, opportunity/ peluang, dan treta/ ancaman). Suatu hal yang telah dilakukan dalam penyusunan program kerja tersebut pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang telah mampu menjabarkan apa yang telah ditekankan oleh Mendiknas.

Temuan berikutnya menyangkut penyusunan perencanaan yang telah dilakukan oleh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang adalah keterlibatan semua pihak yakni (pemimpin, dosen, karyawan, dan mahasiswa), sehingga keterlibatan tersebut akan memudahkan dalam peningkatan manajemen utamanya dalam proses implementasi Total Quality Management (TQM) di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Untuk pengembangan manajemen mutu terpadu, usaha Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tidak lain

adalah merupakan usaha “jasa” yang memberikan pelayanan kepada

stakeholder-nya, yaitu mereka yang belajar dalam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini. Yaitu peserta didik yang biasa disebut klien/ pelanggan primer (primary external customers). Mereka inilah yang langsung menerima manfaat layanan pendidikan dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini.

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu orang tua atau lembaga tempat stakeholder tersebut bekerja, dan mereka ini kita sebut sebagai pelanggan sekunder (secondary external customers). Pelanggan lainnya yang bersifat tersier adalah lapangan kerja bisa pemerintah maupun masyarakat pengguna output pendidikan (tertiary external customers). Selain itu, dalam hubungan kelembagaan masih terdapat pelanggan lainnya yaitu yang berasal dari interen lembaga; mereka itu adalah para dosen dan tenaga administrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, serta pimpinan perguruan tinggi (internal customers). Walaupun para dosen dan tenaga administrasi, serta pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut terlibat dalam proses pelayanan jasa, tetapi mereka termasuk juga pelanggan jika dilihat dari hubungan manajemen. Mereka berkepentingan dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut untuk maju, karena semakin maju dan berkualitas mereka diuntungkan, baik secara kebanggaan maupun finansial.

Seperti disebut di atas bahwa program peningkatan mutu harus berorientasi kepada kebutuhan/ harapan pelanggan, maka layanan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang haruslah memperhatikan masing-masing pelanggan tersebut. Kepuasan dan kebanggaan dari mereka sebagai penerima manfaat layanan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang harus menjadi acuan bagi program peningkatan mutu layanan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Sedangkan untuk mengaplikasikan konsep Total Quality Management (TQM) ke dalam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, perlu meminjam prinsip-prinsip pencapaian mutu Edward Deming, berikut ini, ialah uraian tentang penerapan prinsip- prinsip tersebut ke dalam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang: Pertama, Untuk menjadi lembaga pendidikan Islam yang bermutu perlu kesadaran, niat dan usaha yang sungguh-sungguh dari segenap unsur di dalamnya. Pengakuan orang lain (mahasiswa,

sejawat, dan masyarakat) bahwa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang adalah bermutu harus diraih.

Kedua, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang bermutu adalah yang secara keseluruhan memberikan kepuasan kepada masyarakat pelanggannya, artinya harapan dan kebutuhan pelanggan terpenuhi dengan jasa yang diberikan oleh lembaga tersebut. Kebutuhan pelanggan adalah berkembangnya SDM yang bermutu dan tersedianya informasi, pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat, karya/ produk perguruan tinggi tersebut. Bentuk kepuasan pelanggan misalnya para lulusannya merasakan manfaat pendidikannya dalam meniti karirnya di lapangan kerja. Selain itu di dalam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut terjadi proses belajar-mengajar yang teratur dan lancar, dosen- dosennya produktif, berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara, dan lulusannya berperestasi cemerlang di masyarakat.

Ketiga, perhatian Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang selalu ditujukan pada kebutuhan dan harapan para pelanggan: mahasiswa, masyarakat, industri, pemerintahan, dan lainnya, sehingga mereka puas karenanya.

Keempat, dalam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang bermutu tumbuh dan berkembang kerjasama yang baik antar sesama unsur di dalamnya untuk mencapai mutu yang ditetapkan. Sebagai contoh kelompok pengajar bekerjasama menyusun strategi pembelajaran mahasiswa secara efektif dan efisien. Jika hanya satu atau dua saja dosen yang mengajar secara baik tidaklah cukup, karena tidak akan menjamin terjadinya mutu mahasiswa yang baik. Untuk itu, maka harus semua dosen menjadi pengajar yang baik. Sebaliknya, jika dosennya menjadi pengajar yang baik, maka mahasiswanya haruslah ingin belajar secara efektif. Proses belajar mengajar tidak dapat dikatakan efektif dan efisien jika hanya sepihak, dosennya saja atau mahasiswanya saja yang baik. Interaksi yang baik antar sesama unsur dalam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang harus terjalin secara intensif, agar pencapaian mutu dapat berhasil sesuai harapan. Dalam upaya menggiatkan kerjasama

antar unsur dalam perguruan tinggi tersebut perlu dibentuk “tim perbaikan mutu” yang diberi kewenangan untuk mencari upaya agar

mutu Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang lebih baik. Untuk ini pelatihan kepada tim terutama tentang cara-cara bekerjasama yang efektif dan efisisen dalam tim sangat diperlukan.

Kelima, diperlukan pimpinan yang mampu memotivasi, mengarahkan, dan mempermudah serta mempercepat proses perbaikan mutu. Pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (Rektor, Para Wakil Rektor, hingga kepala bagian- bagian terkait) bertugas sebagai motivator dan fasilitator bagi orang- orang yang bekerja di bawah pengawasannya untuk mencapai mutu. Setiap atasan adalah pemimpin, sehingga ia haruslah memiliki kepemimpinan. Kepemimpinan haruslah yang membuat orang kemudian merasa lebih berdaya, sehingga yang dipimpin mampu melaksanakan tugas pekerjaannya lebih baik dan hasil yang lebih baik pula.

Keenam, semua karya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (pengajaran, penelitian, pengabdian, administrasi, dan lain-lain) selalu diorientasikan pada mutu, karena setiap unsur yang ada di dalamnya telah berkomitmen kuat pada mutu. Akibat dari orientasi ini, maka semua karya yang tidak bermutu ditolak atau dihindari.

Ketujuh, Ada upaya perbaikan mutu lembaga pendidikan secara berkelanjutan. Untuk ini standar mutu yang ditetapkan sebelumnya selalu dievaluasi dan diperbaiki sedikit demi sedikit sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Kedelapan, segala keputusan untuk perbaikan mutu pelayanan pendidikan/ pengajaran selalu didasarkan data dan fakta untuk menghindari adanya kelemahan dan keraguan dalam pelaksanaannya.

Kesembilan, penyajian data dan fakta dapat ditunjang dengan berbagai alat dan teknik untuk perbaikan mutu yang bisa dianalisis dan disimpulkan, sehingga tidak menyesatkan.

karena bisa membosankan. Setiap kegiatan di lembaga tersebut harus direncanakan dan dilaksanakan dengan cermat, serta hasilnya dievaluasi dan dibandingkan dengan standar yang ditetapkan. Hendaknya tercipta kondisi pada setiap yang bekerja di lembaga tersebut untuk bersedia belajar sambil bekerja, dan sedapat mungkin diprogramkan baik belajar tentang materi, metode, prosedur, dan lain- lain.

Kesebelas, dari waktu ke waktu prosedur kerja yang digunakan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang perlu ditinjau apakah mendatangkan hasil yang diharapkan. Jika tidak maka prosedur tersebut perlu diubah dengan yang lebih baik.

Keduabelas, Perlunya pengakuan dan penghargaan bagi yang telah berusaha memperbaiki mutu kerja dan hasilnya. Para guru dan karyawan administrasi mencoba cara-cara kerja baru dan jika mereka berhasil diberikan pengakuan dan penghargaan.

Ketigabelas, Perbaikan prosedur antar fungsi di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai bentuk kerjasama harus dijalin hubungan saling membutuhkan satu sama lain. Tidak ada yang lebih penting satu unsur dari unsur yang lain dalam mencapai mutu Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Misalnya, tenaga administrasi sama pentingnya dengan tenaga pengajar, dan sebaliknya.

Keempatbelas, tradisikan pertemuan antar pengajar dan mahasiswa untuk mereview proses belajar-mengajar dalam rangka memperbaiki pengajaran yang bemutu. Pertemuan dengan orangtua mahasiswa, pertemuan dengan tokoh masyarakat, dengan alumni, pemerintah daerah, pengusaha dan donatur Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dapat dilakukan oleh penyelenggara Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Pendek kata, hendaknya semua unsur yang berkepentingan dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dapat berpartisipasi ikut mengembangkan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri mencapai mutu yang baik.

Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri adalah merupakan akumulasi dari cerminan semua mutu jasa pelayanan yang ada di lembaga pendidikan Islam yang diterima oleh para pelanggannya. Layanan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri adalah suatu proses yang panjang, dan kegiatannya yang satu dipengaruhi oleh kegiatannya yang lain. Bila semua kegiatan dilakukan dengan baik, maka hasil akhir layanan pendidikan tersebut akan mencapai hasil yang baik,

berupa “mutu terpadu.”

C. Kualitas Perguruan Tinggi dalam Implementasi Total Quality

Dalam dokumen KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF PERGURUAN TIN pdf (Halaman 110-118)

Dokumen terkait