• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2. Hasil Penelitian

4.2.6. Kualitas rumah hunian responden

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga kriteria kualitas rumah hunian penduduk di Kelurahan Mangunsari yang menunjukkan bahwa 19,0% (16 rumah) dengan kriteria sangat baik dengan skor 45,50–56,00; 77,4% (65 rumah) dalam kondisi baik karena memiliki skor antara 35,00-<45,50; 3,6% (3 rumah) dengan kriteria cukup baik dengan skor 24,50–<35,00, dan tidak ada rumah yang masuk kriteria kurang baik. Data kualitas rumah hunian penduduk dapat dilihat pada tabel 4.7 dan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 6 halaman 91 dan perhitungannya dapat dilihat pada lampiran 7 halaman 94.

Tabel 4.12 Kualitas Rumah Hunian Penduduk

No. Kriteria Skor Jumlah (jiwa) Persentase (%) 1. Sangat Baik 45,50 – 56,00 16 19,0 2. Baik 35,00 – <45,50 65 77,4 3. Cukup Baik 24,50 – <35,00 3 3,6 4. Kurang Baik 14,00 – <24,50 0 0,0

Jumlah 84 100,0 Sumber : Data hasil analisis penelitian tahun 2012

Berdasarkan tabel 4.7 tersebut, lebih lanjut disajikan dalam bentuk diagram batang seperti pada gambar 4.2 berikut.

Gambar 4.4 Kualitas Rumah Hunian Penduduk 19.0 77.4 3.6 0.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0

Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang

Baik

Frek

uens

i

Berdasarkan uraian tersebut, berikut dipaparkan penjelasan variabel kualitas rumah hunian di Kelurahan Mangunsari dari data lapangan yang diperoleh dengan wawancara dan observasi yaitu: penyediaan ruang yang cukup, langit-langit, atap rumah, dinding, lantai, jendela, peranginan atau ventilasi udara, lubang asap dapur, penerangan atau pencahayaan, penyediaan air bersih, pembuangan air limbah, pembuangan sampah, penghijauan halaman rumah, dan jamban.

1) Penyediaan ruang yang cukup

Terdapat empat kondisi luas rumah responden yang dimungkinkan berdasarkan data di lapangan. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut.

Tabel 4.13 Komponen Luas Rumah Responden No. Komponen Luas Rumah Kondisi Jumlah

Rumah

Persentase (%) 1. Sesuai standar per jiwa

(Internasional) seluas 12,0 m2

Sangat Baik 37 44,0 2. Sesuai standar per jiwa

(Indonesia) seluas 9,0 m2

Baik 28 33,3 3. Sesuai standar per jiwa

(Ambang batas) seluas 7,2 m2

Cukup Baik 14 16,7 4. Kurang dari standar per jiwa

(Ambang batas) seluas 7,2 m2

Kurang Baik 5 6,0

Jumlah 84 100,0 Sumber: Hasil Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan tabel 4.8 dapat dikemukakan bahwa luas rumah dari 84 rumah yang diteliti, terdapat 37 rumah (44,0%) dengan kondisi sangat baik, 28 rumah (33,3%) dengan kondisi baik, 14 rumah (16,7%) dengan kondisi cukup baik, dan 5 rumah (6,0%) dengan kondisi kurang baik. Dengan demikian luas rumah di Kelurahan Mangunsari banyak yang sudah memenuhi

standar internasional dengan ditandai 37 rumah (44,0%) dalam kondisi sangat baik.

2) Langit-langit

Terdapat empat kondisi langit-langit rumah responden yang dimungkinkan berdasarkan data di lapangan. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.9 berikut.

Tabel 4.14 Komponen Langit-langit Rumah Responden No. Komponen Langit-langit

Rumah Kondisi

Jumlah Rumah

Persentase (%) 1. Ada, bersih, dan tidak rawan

kecelakaan

Sangat Baik 29 34,5 2. Ada, kotor, sulit dibersihkan Baik 7 8,3 3. Ada, kotor, sulit dibersihkan,

dan sudah rusak

Cukup Baik 1 1,2 4. Tidak ada Kurang Baik 47 56,0

Jumlah 84 100,0 Sumber: Hasil Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan tabel 4.9, dapat dikemukakan bahwa unsur langit-langit dari 84 rumah yang diteliti, terdapat 29 rumah (34,5%) dengan kondisi sangat baik, 7 rumah (8,3%) dengan kondisi baik, 1 rumah (1,2%) dengan kondisi cukup baik, dan 47 rumah (56,0%) dengan kondisi kurang baik. Dengan demikian unsur langit-langit rumah di Kelurahan Mangunsari banyak yang tidak memenuhi standar dengan ditandai 47 rumah (56,0%) dalam kondisi kurang baik.

Gambar 4.5 Rumah tanpa Langit-Langit Rumah

Langit-langit rumah dalam kondisi sangat baik, baik, dan kurang baik di Kelurahan Mangunsari dapat dilihat pada gambar 4.5, gambar 4.6, dan gambar 4.7. Langit-langit rumah kondisi kurang baik dapat diamati pada gambar 4.5 dimana rumah responden 1 di RT 1 RW 1 tersebut tidak memiliki langit-langit.

Gambar 4.6 Langit-Langit Rumah yang Kotor

Langit-langit rumah kondisi baik dapat diamati pada gambar 4.6 dimana langit-langit rumah responden 30 di RT 2 RW 1 cukup aman namun keadaannya kotor. Langit-langit rumah kondisi sangat baik dapat diamati

pada gambar 4.7 dimana langit-langit rumah responden 29 di RT 2 RW 1 dalam keadaan aman dan keadaannya bersih.

Gambar 4.7 Langit-Langit Rumah yang Bersih dan Terawat 3) Atap rumah

Terdapat satu kondisi dari empat kondisi atap rumah responden yang dimungkinkan berdasarkan data di lapangan. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.10.

Tabel 4.15 Komponen Atap Rumah Responden No. Komponen Atap Rumah Kondisi Jumlah

Rumah

Persentase (%) 1. Cor (semen)/Asbes Sangat Baik 0 0,0 2. Genteng Baik 84 100,0 3. Seng Cukup Baik 0 0,0 4. Ijuk Kurang Baik 0 0,0

Jumlah 84 100,0 Sumber: Hasil Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan tabel 4.10 dapat dikemukakan bahwa semua atap rumah responden atau 84 rumah (100,0%) dalam kondisi baik. Hal ini dikarenakan atap rumah penduduk di Kelurahan Mangunsari banyak yang sudah disusun dari genteng dengan ditandai 84 rumah (100,0%) dalam kondisi baik.

Gambar 4.8 Atap Rumah dari Genteng

Semua sampel yang diteliti dalam penelitian ini memiliki atap rumah genteng meskipun ada beberapa yang rusak atau sebagian atap rumahnya berupa asbes ataupun seng. Kondisi tersebut dapat diamati dalam gambar 4.8 dimana atap rumah responden 30 di RT 2 RW 1 berupa genteng.

4) Dinding

Terdapat tiga kondisi dari empat kondisi dinding rumah responden yang dimungkinkan berdasarkan data di lapangan. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.11.

Tabel 4.16 Komponen Dinding Rumah Responden

No. Komponen Dinding Rumah Kondisi Jumlah Rumah

Persentase (%) 1. Permanen (tembok/ pasangan

batu bata yang diplester) atau papan kedap air

Sangat Baik

68 81,0

2. Semi permanen/ setengah tembok/ pasangan bata atau batu yang diplester/ papan yang tidak kedap air

Baik 3 3,6

3. Terbuat dari kayu/ papan Cukup Baik 13 15,5 4. Tidak permanen (anyaman

bambu/ ilalang)

Kurang Baik

0 0,0

Jumlah 84 100,0

Berdasarkan tabel 4.11 dapat dikemukakan bahwa unsur dinding rumah dari 84 rumah yang diteliti, terdapat 68 rumah (81,0%) dengan kondisi sangat baik, 3 rumah (3,6%) dengan kondisi baik, dan 13 rumah (15,5%) dengan kondisi cukup baik. Dengan demikian unsur dinding rumah di Kelurahan Mangunsari banyak yang sudah memenuhi standar bahan permanen (tembok/pasangan batu bata yang diplester) atau papan kedap air dengan ditandai 68 rumah (81,0%) dalam kondisi sangat baik.

Kondisi dinding rumah di lokasi penelitian ada yang masih sederhana karena dinding rumahnya berbahan kayu seperti gambar 4.9 yang dimiliki oleh responden 56 di RT 4 RW 1 serta dinding anyaman bambu yang dimiliki oleh responden 37 di RT 5 RW 1 ditunjukkan pada gambar 4.10.

Gambar 4.9Rumah dengan Dinding Kayu

5) Lantai

Terdapat empat kondisi lantai rumah responden yang dimungkinkan berdasarkan data di lapangan. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.12.

Tabel 4.17 Komponen Lantai Rumah Responden No. Komponen Lantai Rumah Kondisi Jumlah

Rumah

Persentase (%) 1. Kedap air

(diplester/ubin/keramik), papan (rumah panggung). Terawat dan bersih

Sangat Baik 66 78,6

2. Kedap air

(diplester/ubin/keramik), papan (rumah panggung). Tidak terawat dan berdebu

Baik 11 13,1

3. Plesteran yang retak dan berdebu

Cukup Baik 6 7,1 4. Tanah Kurang Baik 1 1,2

Jumlah 84 100,0 Sumber: Hasil Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan tabel 4.12 dapat dikemukakan bahwa unsur lantai rumah dari 84 rumah yang diteliti, terdapat 66 rumah (78,6%) dengan kondisi sangat baik, 11 rumah (13,1%) dengan kondisi baik, 6 rumah (7,1%) dengan kondisi cukup baik, dan 1 rumah (1,2%) dengan kondisi kurang baik. Dengan demikian unsur lantai rumah di Kelurahan Mangunsari banyak yang sudah memenuhi bahan yang kedap air (diplester/ubin/keramik), papan (rumah panggung), serta terawat dan bersih dengan ditandai 66 rumah (78,6%) dalam kondisi sangat baik.

Lantai rumah kondisi sangat baik yang berupa lantai keramik kedap air contohnya dimiliki oleh responden 1 di RT 1 RW 1. Kondisi tersebut dapat dilihat pada gambar 4.11. Lantai yang kurang baik meskipun dalam

kriteria baik karena berupa lantai plester namun dalam kondisi yang rusak seperti gambar 4.12 dimana lantai rumah di kamar mandi yang rusak yang dimiliki oleh responden 56 di RT 4 RW 1.

Gambar 4.11Rumah dengan Lantai Keramik

Gambar 4.12 Rumah dengan Lantai Kamar Mandi yang Rusak

Ada beberapa rumah dengan tidak keseluruhan lantai rumahnya menggunakan lantai yang kedap air, karena ada rumah dengan kondisi setengah bagian rumahnya yang kedap air dan setengahnya masih berupa lantai tanah, misalnya bagian dapur pada gambar 4.13 yang dimiliki oleh responden 56 di RT 4 RW 1.

Gambar 4.13 Dapur Tradisional Rumah Responden

Ada juga kondisi lantai kamar mandi yang seharusnya dengan lantai dan dinding kedap air, tapi beberapa rumah justru kondisinya kurang baik karena lantai dan dindingnya rusak, seperti gambar 9.14 dimana kondisi WC dengan penutup (dinding) yang rusak yang dimiliki oleh responden 2 di RT 1 RW 1.

Gambar 4.14 Rumah Responden dengan Dinding dan Lantai yang Rusak 6) Jendela

Terdapat empat kondisi jendela kamar tidur rumah responden yang dimungkinkan berdasarkan data di lapangan. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.13.

Tabel 4.18 Komponen Jendela Kamar Tidur Rumah Responden No. Komponen Jendela Kamar

Tidur Rumah Kondisi

Jumlah Rumah

Persentase (%) 1. Ada, luas jendela ≥ 10% dari

luas lantai, dilengkapi tralis, dan bisa dibuka setiap saat

Sangat Baik 1 1,2

2. Ada, luas jendela ≥ 10% dari luas lantai dan bisa dibuka setiap saat, tetapi tidak dilengkapi tralis

Baik 76 90,5

3. Ada, luas jendela ≤10% dari luas lantai dan bisa dibuka setiap saat

Cukup Baik 5 6,0

4. Tidak ada jendela Kurang Baik 2 2,4

Jumlah 84 100,0 Sumber: Hasil Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan tabel 4.13 dapat dikemukakan unsur jendela kamar tidur dari 84 rumah yang diteliti, terdapat 1 rumah (1,2%) dengan kondisi sangat baik, 76 rumah (90,5%) dengan kondisi baik, 5 rumah (6,0%) dengan kondisi cukup baik, dan 2 rumah (2,4%) dengan kondisi kurang baik. Dengan demikian unsur jendela kamar tidur rumah di Kelurahan Mangunsari banyak yang sudah memenuhi standar ada, luas jendela ≥ 10% dari luas lantai dan bisa dibuka setiap saat, tetapi tidak dilengkapi tralis dengan ditandai 76 rumah (90,5%) dalam kondisi sangat baik.

Fungsi jendela sebagai tempat pergantian udara atau masuknya cahaya dapat diamati pada gambar 4.15 dimana jendela yang dapat dibuka setiap saat tanpa teralis yang dimiliki oleh responden 4 di RT 1 RW 1 dan gambar 4.16 Tipe jendela yang aman tanpa teralis yang dimiliki oleh responden 3 di RT 1 RW 1.

Gambar 4.16 Bentuk Jendela yang juga Berfungsi seperti Teralis 7) Peranginan atau ventilasi udara

Terdapat empat kondisi ventilasi udara rumah responden yang dimungkinkan berdasarkan data di lapangan. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.14 berikut.

Tabel 4.19 Komponen Ventilasi Udara Rumah Responden No. Komponen Ventilasi Udara

Rumah Kondisi

Jumlah Rumah

Persentase (%) 1. Ada, luas ventilasi permanen

≥5% dari luas lantai dan ada pelindung dari nyamuk

Sangat Baik 1 1,2

2. Ada, luas ventilasi permanen ≥

5% dari luas lantai tapi tidak ada pelindung dari nyamuk

Baik 77 91,7

3. Ada, luas ventilasi permanen <5% dari luas lantai

Cukup Baik 6 7,1 4. Tidak ada ventilasi Kurang Baik 0 0,0

Jumlah 84 100,0 Sumber: Hasil Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan tabel 4.14 dapat dikemukakan bahwa ventilasi udara dari 84 rumah yang diteliti, terdapat 1 rumah (1,2%) dengan kondisi sangat baik, 77 rumah (91,7%) dengan kondisi baik, dan 6 rumah (7,1%) dengan kondisi cukup baik. Dengan demikian unsur ventilasi udara di Kelurahan Mangunsari banyak yang sudah memenuhi standar ada, luas ventilasi permanen ≥ 5% dari luas lantai tapi tidak ada pelindung dari nyamuk dengan ditandai 77 rumah (91,7%) dalam kondisi sangat baik.

Ventilasi udara yang baik harus memiliki pelindung dari nyamuk untuk mencegah masuknya nyamuk ke dalam rumah, namun hampir sebagian besar rumah yang menjadi sampel penelitian tidak memiliki pelindung dari nyamuk untuk ventilasinya seperti pada gambar 4.17 yang dimiliki oleh responden 26 di RT 2 RW 1.

Gambar4.17 Ventilasi Rumah Responden Tanpa Pelindung dari Nyamuk 8) Lubang asap dapur

Terdapat empat kondisi lubang asap dapur rumah responden yang dimungkinkan berdasarkan data di lapangan. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.15.

Tabel 4.20 Komponen Lubang Asap Dapur Rumah Responden No. Komponen Lubang Asap Dapur Kondisi Jumlah

Rumah

Persentase (%) 1. Ada, lubang ventilasi dapur ≥5% dari

luas lantai dapur (asap keluar dengan sempurna) atau ada exhaust fan ada peralatan lain yang sejenis dan ada pelindung dari nyamuk

Sangat Baik

3 3,6

2. Ada, lubang ventilasi dapur ≥5% dari luas lantai dapur (asap keluar dengan sempurna) atau ada exhaust fan ada peralatan lain yang sejenis tetapi tidak ada pelindung dari nyamuk

Baik 73 86,9

3. Ada, lubang ventilasi dapur <5% dari luas lantai dapur (asap keluar dengan sempurna) atau ada exhaust fan ada peralatan lain yang sejenis

Cukup Baik

6 7,1

4. Tidak ada lubang asap dapur Kurang Baik

2 2,4

Jumlah 84 100,0 Sumber: Hasil Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan tabel 4.15 dapat dikemukakan bahwa lubang asap dapur dari 84 rumah yang diteliti, terdapat 3 rumah (3,6%) dengan kondisi sangat baik, 73 rumah (86,9%) dengan kondisi baik, 6 rumah (7,1%) dengan kondisi cukup baik, dan 2 rumah (2,4%) dengan kondisi kurang baik. Dengan demikian lubang asap dapur di Kelurahan Mangunsari banyak yang sudah memenuhi standard ada, lubang ventilasi dapur ≥5% dari luas lantai dapur (asap keluar dengan sempurna) atau ada exhaust fan ada peralatan lain yang sejenis tetapi tidak ada pelindung dari nyamuk dengan ditandai 73 rumah (86,9 %) dalam kondisi baik.

Gambar 4.18 Dapur tanpa Lubang Asap Dapur

Kondisi dapur juga tidak luput dari perhatian dalam pengaturan lubang ventilasi maupun pencahayaan merupakan bagian penting dalam sebuah rumah. Jika hal tersebut tidak diperhatikan, maka akan terlihat seperti gambar 4.18 dimana dapur tanpa pencahayaan dan ventilasi yang sekaligus sebagai keluarnya asap dapur belum memadai ditunjukkan oleh rumah responden 38 di RT 5 RW 1. Rumah yang memperhatikan ventilasi dan pencahayaan di dapur dapat dilihat pada gambar 4.19 dimana dapur dengan pencahayaan dan ventilasi yang memadai yang dimiliki oleh responden 1 di RT 1 RW 1.

9) Penerangan atau pencahayaan

Terdapat tiga kondisi dari empat kondisi pencahayaan alami dan buatan rumah responden yang dimungkinkan berdasarkan data di lapangan. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.16.

Tabel 4.21 Komponen Pencahayaan Alami dan Buatan Rumah Responden

No. Komponen Pencahayaan Alami

dan Buatan Kondisi

Jumlah Rumah

Persentase (%) 1. Terang dan tidak silau sehingga

dapat dipergunakan untuk membaca dengan normal (huruf kecil)

Sangat Baik 47 56,0

2. Kurang terang, sehingga kurang jelas untuk membaca dengan normal (huruf kecil)

Baik 29 34,5

3. Kurang terang, sehingga kurang jelas untuk membaca dengan normal (huruf kecil), tapi masih dapat membaca huruf besar

Cukup Baik 8 9,5

4. Tidak terang, tidak dapat dipergunakan untuk membaca

Kurang Baik 0 0,0

Jumlah 84 100,0

Sumber: Hasil Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan tabel 4.16 dapat dikemukakan bahwa pencahayaan alami dan buatan dari 84 rumah yang diteliti, terdapat 47 rumah (56,0%) dengan kondisi sangat baik, 29 rumah (34,5%) dengan kondisi baik, dan 8 rumah (9,5%) dengan kondisi cukup baik. Dengan demikian pencahayaan alami dan buatan di Kelurahan Mangunsari banyak yang sudah memenuhi standard terang dan tidak silau sehingga dapat dipergunakan untuk membaca dengan normal (huruf kecil) dengan ditandai 47 rumah (56,0%) dengan kondisi sangat baik.

Kondisi jendela dan ventilasi rumah yang baik untuk masuknya cahaya ke dalam rumah dimiliki oleh responden 1 di RT 1 RW 1 seperti yang terlihat pada gambar 4.20.

Gambar 4.20Jendela dan Ventilasi Rumah untuk Masuknya Cahaya 10) Penyediaan air bersih

Terdapat dua kondisi dari empat kondisi penyediaan air bersih rumah responden yang dimungkinkan berdasarkan data di lapangan. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.17.

Tabel 4.22 Komponen Penyediaan Air Bersih Rumah Responden

No. Komponen Penyediaan Air

Bersih Kondisi

Jumlah Rumah

Persentase (%) 1. Ada, milik sendiri dan

memenuhi syarat kesehatan

Sangat Baik 83 98,8 2. Ada, bukan milik sendiri dan

memenuhi syarat kesehatan

Baik 1 1,2 3. Ada, milik sendiri dan tidak

memenuhi syarat kesehatan

Cukup Baik 0 0,0 4. Tidak ada dan kadang-kadang

ada, tapi bukan milik sendiri dan tidak memenuhi syarat kesehatan

Kurang Baik 0 0,0

Jumlah 84 100,0 Sumber: Hasil Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan tabel 4.17 dapat dikemukakan bahwa penyediaan air bersih dari 84 rumah yang diteliti, terdapat 83 rumah (98,8%) dengan kondisi sangat baik dan 1 rumah (1,2%) dengan kondisi baik. Dengan demikian penyediaan air bersih di Kelurahan Mangunsari banyak yang sudah memenuhi standard ada, milik sendiri dan memenuhi syarat kesehatan dengan ditandai 83 rumah (98,8%) dalam kondisi sangat baik.

Hampir seluruh penduduk Kelurahan Mangunsari menggunakan sumber air PAM yang berasal dari sumur artesis yang dibuat dari dana warga tertentu dan penduduk yang ingin memanfaatkan air dari sumur artesis tersebut hanya cukup membayar seperti sistem menggunakan PAM setiap bulannya. Pipa atau selang-selang disalurkan dari sumur di dekat masjid yang berupa sumur artesis ke rumah setiap warga seperti gambar 4.21 dimana saluran air yang digunakan warga dari sumur artesis yang dimiliki oleh responden 56 di RT 4 RW 1.

Gambar4.21Saluran Air yang Digunakan Warga dari Sumur Artesis 11) Pembuangan air limbah

Terdapat tiga kondisi dari empat kondisi pembuangan air limbah rumah responden yang dimungkinkan berdasarkan data di lapangan. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.18 berikut.

Tabel 4.23 Komponen Pembuangan Air Limbah Rumah Responden No. Komponen Pembuangan Air

Limbah Kondisi

Jumlah Rumah

Persentase (%) 1. Ada, dialirkan ke selokan

tertutup (saluran kota) untuk diolah lebih lanjut

Sangat Baik 0 0,0

2. Ada, dialirkan ke selokan terbuka

Baik 22 26,2 3. Ada, diresapkan tetapi

mencemari sumber air (jarak sumber air <10m)

Cukup Baik 56 66,7

4. Tidak ada, sehingga tergenang tidak teratur di halaman rumah

Kurang Baik 6 7,1

Jumlah 84 100,0 Sumber: Hasil Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan tabel 4.18 dapat dikemukakan bahwa pembuangan air limbah dari 84 rumah yang diteliti, terdapat 22 rumah (26,2%) dengan kondisi baik, 56 rumah (66,7%) dengan kondisi cukup baik, dan 6 rumah (7,1%) dengan kondisi kurang baik. Dengan demikian pembuangan air limbah di Kelurahan Mangunsari banyak yang sudah memenuhi standard ada, diresapkan tetapi mencemari sumber air (jarak sumber air <10m) dengan ditandai 56 rumah (66,7%) dalam kondisi cukup baik.

Gambar 4.22Selokan Terbuka yang Tidak Terawat

Saluran pembuangan limbah dari kamar mandi dan dapur di lokasi penelitian mempunyai banyak bentuk yang ditunjukkan pada gambar 4.22

hingga gambar 4.25. Gambar 4.21 menunjukkan selokan terbuka yang tidak terawat di RT 01/ RW 01 yang dimiliki oleh responden 27 di RT 1 RW 1. Gambar 4.23 yang menunjukkan selokan terbuka yang terawat di depan rumah warga RT 01/ RW 01 yang dimiliki oleh responden 1 di RT 1 RW 1, sedangkan gambar 4.24yang menunjukkan pembuangan air kamar mandi dan cucian di halaman rumah yang dimiliki oleh responden 2 di RT 1 RW 1.

Gambar 4.23 Selokan Terbuka yang Terawat

Gambar4.24Pembuangan Air Kamar Mandi di Halaman Rumah Gambar 4.25 menunjukkan pembuangan air kamar mandi dan cucian di halaman rumah yang dimiliki oleh responden 4 di RT 1 RW 1 dan gambar 4.26 yang menunjukkan saluran kamar mandi ke halaman rumah yang dimiliki oleh responden 56 di RT 4 RW 1 menunjukkan rumah yang sembarangan membuang limbah rumah tangganya karena tidak memiliki

saluran pembuangan yang rapi tapi hanya dibuang ke samping atau halaman rumah secara tidak teratur atau hanya diresapkan di lubang khusus yang dibuat oleh pemilik rumah.

Gambar4.25 Pembuangan Limbah Dapur di Halaman Rumah

Gambar4.26 Saluran Pembuangan Kamar Mandi ke Halaman Rumah 12) Pembuangan sampah

Terdapat satu kondisi dari empat kondisi pembuangan sampah rumah responden yang dimungkinkan berdasarkan data di lapangan. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.19 berikut.

Berdasarkan tabel 4.19 dapat dikemukakan bahwa pembuangan sampah di setiap rumah responden, terdapat 84 rumah (100,0%) menunjukkan kondisi kurang baik. Hal ini disebabkan masih banyak

penduduk belum memenuhi standard dalam membuang sampah karena kebiasaan warga yang membakar sampah dengan ditandai 84 rumah (100,0%) dalam kondisi kurang baik.

Tabel 4.24 Komponen Pembuangan Sampah Rumah Responden No. Komponen Pembuangan

Sampah Kondisi

Jumlah Rumah

Persentase (%) 1. Ada, kedap air dan tertutup Sangat Baik 0 0,0 2. Ada, kedap air dan tidak

tertutup

Baik 0 0,0 3. Ada, tetapi tidak kedap air dan

tidak tertutup

Cukup Baik 0 0,0 4. Tidak ada Kurang Baik 84 100,0

Jumlah 84 100,0 Sumber: Hasil Penelitian Tahun 2012

Pengelolaan sampah di lokasi peneltian masih menggunakan cara tradisional dengan mengumpulkannya pada lubang tersendiri lalu menguburnya dalan jangka waktu tertentu seperti pada gambar 4.27 yang menunjukkan tempat pengumpulan sampah warga yang dimiliki oleh responden 56 di RT 4 RW 1.

Gambar4.27 Tempat Pengumpulan Sampah Warga

Pembakaran sampah dilakukan warga karena tidak ada petugas pengambil sampah yang datang ke lokasi tersebut seperti yang ditunjukkan pada gambar 4.28 yang menunjukkansisa pembakaran sampah yang banyak

dilakukan penduduk di halaman rumah responden 2 di RT 1 RW. Walaupun begitu, ada beberapa warga yang mengumpulkan sampah untuk dijual ke pemulung secara mandiri atau ikut kegiatan masing-masing RT yang dikumpulkan setiap bulan dan uang penjualannya untuk kas RT seperti pada gambar 4.29.

Gambar4.28 Sisa Pembakaran Sampah di Halaman Rumah

Gambar 4.29 Pengumpulan Sampah di Dalam Rumah 13) Penghijauan halaman rumah

Terdapat tiga kondisi dari empat kondisi penghijauan halaman rumah responden yang dimungkinkan berdasarkan data di lapangan. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.30 berikut.

Tabel 4.25 Komponen Penghijauan Halaman Rumah Responden No. Komponen Penghijauan

Halaman Kondisi

Jumlah Rumah

Persentase (%) 1. Dirawat dan digunakan sebagai

penyejuk rumah dan pendukung fasilitas bekerja

Sangat Baik 47 56,0

2. Dirawat dan digunakan sebagai penyejuk rumah

Baik 0 0,0 3. Dirawat tapi belum

dimanfaatkan

Cukup Baik 23 27,4 4. Tidak dirawat Kurang Baik 14 16,7

Jumlah 84 100,0 Sumber: Hasil Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan tabel 4.20 dapat dikemukakan bahwa penghijauan halaman rumah dari 84 rumah yang diteliti, terdapat 47 rumah (56,0%) dengan kondisi sangat baik, 23 rumah (27,4%) dengan kondisi cukup baik, dan 14 rumah (16,7%) dengan kondisi kurang baik. Dengan demikian penghijauan halaman rumah di Kelurahan Mangunsari banyak yang sudah memenuhi standar dirawat dan digunakan sebagai penyejuk rumah dan pendukung fasilitas bekerja dengan ditandai 47 rumah (56,0%) dalam kondisi sangat baik.

Halaman rumah yang luas maupun sempit dapat dimaksimalkan fungsinya dengan merawatnya sebaik mungkin. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah dengan menjadikannya sebagai taman rumah seperti gambar 4.30 yang menunjukkan halaman rumah dimanfaatkan sebagai taman yang dimiliki oleh responden 26 di RT 1 RW 1.

Gambar4.31 Rumah dengan Teras Rumah

Rumah tanpa halaman atau pekarangan yang kurang memadai seperti

Dokumen terkait