BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN
1 Kuesioner Penelitian
3. Menurut Bapak/Ibu, apakah tanda atau gejala gangguan jiwa ?.
a. Ketegangan, Gangguan kognisi atau persepsi, Gangguan kemauan, Gangguan emosi dan Gangguan psikomotor
b. Kelemahan prilaku, kelemahan proses pikir, kelemahan ekspresi emosi, atau pembicaraan yang sulit dimengerti, atau mengisolasi diri dari lingkungan c. Tidak tahu
4. Menurut Bapak/Ibu, bagaimakanah penanganan orang yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Terapi individual, Terapi lingkungan. Terapi Kognitif. Terapi Keluarga. Terapi Kelompok. Terapi Bermain
b. Terapi psikofarmaka, Terapi somatik dan Terapi Modalitas c. Tidak tahu
5. Menurut Bapak/Ibu, apakah yang harus diberikan kepada keluarga orang yang mengalami gangguan jiwa dalam keluarga (di rumah) ?.
a. Komponen didaktik atau informasi tentang gangguan jiwa, komponen keterampilan atau latihan komunikasi dalam mengatasi perilaku, Komponen emosi, Komponen proses keluarga dan Komponen sosial
b. Cara pemberian obat dan menangani pasien bila kambuh c. Tidak tahu
A.2. Komponen Keterampilan
1. Menurut Bapak/Ibu bagaimanakah cara berkomunikasi dengan orang yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Melalui permainan serta disesuaikan dengan kondisi pasien b. Memberikan perintah yang jelas
c. Tidak tahu
2. Menurut Bapak/Ibu bagaimanakah cara mengungkapkan sesuatu hal kepada orang yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Menggunakan kalimat dan kata-kata yang tegas b. M
c. Tidak tahu
enyatakan dengan tulus, jujur, jelas, tegas, terbuka, sopan, spontan, apa adanya
3. Menurut Bapak/Ibu bagaimanakah cara penanganan konflik dengan orang yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Dilakukan dalam suasana emosi yang hangat, saling percaya, menghargai, memperhatikan dan menerima keberadannya
b. Dilakukan sesuai dengan petujuk perawat/dokter yang menanganinya c. Tidak tahu
4. Menurut Bapak/Ibu bagaimanakah cara menangani perilaku orang yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Bersikap tegas dan memberikan obat pepenang bila telah menganggu orang lain
b. Bersikap menerima, tetap berkomunikasi dan tidak mengasingkan atau mengucilkan penderita dan tidak bersikap kasar
c. Tidak tahu
5. Menurut Bapak/Ibu bagaimanakah cara menanggulangi stres saat berhubungan dengan orang yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Besikap fokus pada masalah pasien, pengaturan lingkungan keluarga, menjaga emosi dan pengaturan diri.
b. Meninggalkan penderita di rumah dan mencari hiburan di luar untuk menenangkan diri
c. Tidak tahu
A.3. Komponen Emosi
1. Menurut Bapak/Ibu, bagaimanakah menjaga emosi saat berinteraksi dengan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Memberikan iklim atau suasana yang kondusif atau mendukung bagi anggota keluarga untuk dapat menerima keberaadaannya
b. Memperhatikan keadaan pasien dan menjaga untuk tidak melakukan gangguan pada orang lain
c. Tidak tahu
2. Menurut Bapak/Ibu, bagaimanakah cara bertukar pengalaman dengan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Memberikan gambar-gambar atau mainan sambil mengajak bermain
b.Mengajak berdiskusi dengan penuh perhatian, pengertian, dukungan, cinta dan kasih sayang.
c. Tidak tahu
3. Menurut Bapak/Ibu, bagaimanakah anggota keluarga menunjukkan sikap kepada orang yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Tidak menunjukkan sikap bermusuhan b. Menerima apa adanya
c. Tidak tahu
4. Menurut Bapak/Ibu, bagaimanakah cara mengatasi depresi bagi anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Memberikan dan mencukupi kebutuhannya
b. Memberikan dukungan sosial kepadanya, rasa empati, penerimaan, mendorong untuk mulai berinteraksi sosial, dan dorongan untuk tidak berputus asa dan terus berusaha
5. Menurut Bapak/Ibu, bagaimanakah cara menerima keberadaan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Menyadari bahwa tempat terbaik bagi penderita gangguan jiwa bukan di panti rehabilitasi atau di rumah sakit jiwa, apalagi dijalanan
b. Menyadari bahwa orang yang mengalami gangguan jiwa tersebut merupakan orang yang harus dilindungi
c. Tidak tahu
A.4. Komponen Proses Keluarga
1. Menurut Bapak/Ibu, bagaimanakah keluarga menangani gangguan jiwa?. a. Menyesuaikan kondisi keluarga sehingga anggota keluarga yang mengalami
gangguan jiwa dapat beradaptasi
b. Menyediakan tempat (kamar) khusus bagi anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa
c. Tidak tahu
2. Menurut Bapak/Ibu, bagaimanakah penanganan jika anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa yang sulit atau tidak dapat beradaptasi ?.
a. Membawa kembali ke rumah sakit jiwa
b. Keluarga pasien diharapkan memberikan perhatian khusus kepada penderita c. Tidak tahu
3. Menurut Bapak/Ibu, bagaimanakah supaya kondisi keluarga yang adaptif untuk anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Keluarga harus menambah pengetahuan dan melengkapi dirinya dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat memperlakukan mereka dalam keluarga secara baik dan memadai, bersifat teraupetik
b. Menyediakan waktu yang cukup untuk merawatnya c. Tidak tahu
4. Menurut Bapak/Ibu, bagaimanakah mengurangi tekanan yang ditimbulkan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Kesedian keluarga untuk tetap merawat dan tetap mengakuinya sebagai bagian dari orang yang disnyangi sangatlah diperlukan agar mereka tetap merasa dihargai sebagai manusia layaknya
b. Menerima kenyataan adalah kunci pertama proses penyembuahan atau pengendalian perilaku kekerasan. Keluarga harus bersikap menerima, tetap berkomunikasi dan tidak mengasingkan penderita
c. Tidak tahu
5. Menurut Bapak/Ibu, bagaimanakah mengatur supaya keluarga efektif dalam mencegah kekambuhan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Menyapa penderita setiap hari dan memberikan perhatian agar mereka tidak merasa disingkirkan
b. Memberikan obat secara rutin c. Tidak tahu
A.5. Komponen Sosial
1. Menurut Bapak/Ibu, bagaimanakah dukungan yang diterima dari famili (diluar keluarga) dalam penanganan orang dengan gangguan jiwa ?.
a. Memberikan rasa empati, mendorong untuk mulai berinteraksi dengan famili, dukungan finansial untuk membiayai penyembuhan
b. Melarang untuk berjumpa dengan famili c. Tidak tahu
2. Menurut Bapak/Ibu, bagaimanakah dukungan lingkungan sosial kemasyarakatan (perkumpulan) dalam penanganan orang yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Mengasingkan penderita dari lingkungan kemasyarakatan
b. Membawa pasien untuk ikut serta dalam kegiatan kemasyarakatan/ perkumpulan yang ada di masyarakat
c. Tidak tahu
3. Menurut Bapak/Ibu, bagaimanakah dukungan yang diterima dari lingkungan agama dalam penanganan orang yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Memberikan perhatian secara spiritual untuk menguatkan penderita dan anggota keluarga lainnya
b. Meminta pelayanan agama secara rutin ke rumah c. Tidak tahu
4. Bagaimanakah dukungan yang diterima dari lingkungan kerja dalam penanganan orang yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Memberikan perhatian dari teman-teman yang pernah bekerja bersamanya b. Menstimulasi perawatan pasien secara mandiri, penuh dukungan, dan
membangun rasa percaya sehingga pasien dapat mengatasi permasalahan dalam kehidupannya, meningkatkan kemandirian, rasa memiliki, dan memperkuat kemampuan untuk mempengaruhi kehidupan mereka sendiri
c. Tidak tahu
5. Bagaimanakah dukungan yang diterima dari organisasi kesehatan jiwa dalam penanganan orang yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Petugas kesehatan jiwa membantu untuk mengurangi kecemasan, membuat perasaan menjadi lebih baik dan dapat membantu memecahkan masalah yang dihadapi, mengurangi depresi dan menumbuhkan rasa percaya diri
b. Melakukan pemeriksaan secara rutin dan menganjurkan mengkonsumsi obat sesuai aturan
c. Tidak tahu
B. Kemampuan Merawat Pasien Gangguan Jiwa
1. Apakah Bapak/Ibu selalu menemani dan tidak membiarkan penderita sendiri dalam saat makan?.
a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak pernah
2. Apakah Bapak/Ibu selalu mengajak jika keluarga bepergian dan tidak membiarkan penderita sendiri di rumah?.
a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak pernah
3. Apakah Bapak/Ibu selalu menemani dan tidak membiarkan penderita sendiri melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan di rumah ?.
a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak pernah
4. Apakah Bapak/Ibu memberikan kegiatan atau kesibukan dengan membuatkan jadwal sehari – hari kepada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa ?. a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak pernah
5. Apakah Bapak/Ibu meminta keluarga atau teman untuk menyapa jika anggota keluarga yang mengalami gangguan mulai menyendiri atau berbicara sendiri?. a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak pernah
6. Apakah Bapak/Ibu mengajak ikut aktif dan berperan serta dalam kegiatan masyarakat?.
a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak pernah
7. Apakah Bapak/Ibu memberikan pujian kepada anggota keluarga jika melakukan sesuatu dengan baik?.
a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak pernah
8. Apakah Bapak/Ibu memberikan umpan balik terhadap apa yang dilakukan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak pernah
9. Apakah Bapak/Ibu mendukung ketrampilan sosial yang dapat dilakukan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak pernah
10.Apakah Bapak/Ibu mengontrol kepatuhan minum obat secara benar sesuai dengan resep dokter untuk anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa ?.
a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak pernah
11.Jika anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa malas minum obat, apakah Bapak/Ibu menganjurkan untuk minum obat secara halus tanpa paksaan?.
a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak pernah
12.Apakah Bapak/Ibu melakukan kontrol suasana lingkungan yang dapat memancing terjadinya marah dari anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa?.
a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak pernah
13.Apakah Bapak/Ibu menghindari pembicaraan yang dapat memancing terjadinya marah dari anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa?.
a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak pernah
14.Apakah Bapak/Ibu dapat mengenali tanda–tanda yang muncul sebagai gejala kekambuhan dari anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa?.
a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak pernah
15.Apakah Bapak/Ibu segera kontrol ke dokter/RS jika muncul perubahan perilaku yang menyimpang atau obat habis?.
a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak pernah
Lampiran 2 : Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas