BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
1 Kuesioner Penelitian
Kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan cara memberikan sejumlah pertanyaan yang telah tersusun secara sistematis yang diberikan kepada responden dalam hal ini adalah karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan.
2 . Wawancara
Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan informasi dengan melakukan tanya jawab secara lisan dan tatap muka dengan responden.
3. Studi dokumentasi
Studi dokumentasi yaitu mengadakan pencatatan langsung terhadap dokumen atau arsip yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas 3.9.1 Uji Validitas
Untuk mendapatkan kualitas hasil penelitian yang bermutu dan baik, sudah semestinya rangkaian penelitian harus dilakukan dengan baik. Uji validitas dilakukan untuk mengukur apakah data yang telah didapat setelah penelitian merupakan data yang valid dengan alat ukur yang digunakan (kuesioner) (Sugiyono, 2005:109).
Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS 20.0 for Windows dengan kriteria sebagai berikut:
1. Jika r hitung > r tabel, maka pernyataan dinyatakan valid. 2. Jika r hitung < r tabel, maka pernyataan dinyatakan tidak valid.
3. Nilai r hitung dapat dilihat pada kolom corrected item total correlation. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan pada responden di luar sampel penelitian sebanyak 30 karyawan PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan.
Tabel 3.3 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted a1 73,17 1014,695 ,752 ,932 a2 74,23 1054,737 ,597 ,934 a3 75,07 1107,375 ,455 ,936 a4 74,37 1047,413 ,655 ,933 a5 75,07 1107,375 ,455 ,936 a6 75,73 1107,375 ,619 ,935 b1 75,07 1107,375 ,455 ,936 b2 75,40 1121,076 ,393 ,936 b3 74,33 1056,299 ,606 ,934 b4 75,77 1129,495 ,457 ,936 b5 74,33 1056,299 ,606 ,934 b6 75,53 1120,257 ,400 ,936 b7 74,23 1054,737 ,597 ,934 b8 75,03 1090,861 ,566 ,935 c1 75,07 1107,375 ,455 ,936 c2 73,17 1014,695 ,752 ,932 c3 75,53 1107,223 ,638 ,935 c4 75,77 1129,495 ,457 ,936 c5 74,33 1056,299 ,606 ,934 c6 74,43 1078,116 ,407 ,937 c7 74,37 1047,413 ,655 ,933 c8 74,23 1054,737 ,597 ,934 d1 74,33 1056,299 ,606 ,934 d2 74,23 1054,737 ,597 ,934 d3 75,73 1107,375 ,619 ,935 d4 75,07 1107,375 ,455 ,936 d5 75,03 1090,861 ,566 ,935 d6 75,77 1129,495 ,457 ,936 d7 74,37 1047,413 ,655 ,933 d8 74,37 1047,413 ,655 ,933 d9 75,73 1107,375 ,619 ,935 d10 74,23 1065,495 ,473 ,936 d11 75,03 1090,861 ,566 ,935 d12 75,07 1107,375 ,455 ,936
Interpretasi item total statistic yaitu:
1. Scale mean if item deleted menerangkan nilai rata-rata jika variabel tersebut dihapus, misalnya jika butir (item) satu dihapus maka rata-rata variabel sebesar 73,17; jika butir (item) dua dihapus maka rata-rata variabel sebesar 74,23; dan seterusnya.
2. Scale variance if item deleted menerangkan besarnya variance total jika butir (item) satu dihapus maka besarnya variance adalah sebesar 1014,695; jika butir (item) dua dihapus maka besarnya variance adalah sebesar 1054,737; dan seterusnya.
3. Corrected item total correlation merupakan korelasi antar skor item dengan skor total item yang dapat digunakan untuk menguji validitas instrumen. Nilai pada kolom corrected item total correlation merupakan nilai rhitung yang akan dibandingkan dengan rtabel untuk mengetahui validitas pada setiap butir instrument. Nilai rtabel pada α 0,05 dengan derajat bebas df = n-2 = 28 pada uji dua arah adalah 0,361.
Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas
No Butir Instrumen Nilai r Tabel Corrected Item-
Total Correlation Keterangan
1 a1 0,361 0,752 Valid 2 a2 0,361 0,597 Valid 3 a3 0,361 0,455 Valid 4 a4 0,361 0,655 Valid 5 a5 0,361 0,455 Valid 6 a6 0,361 0,619 Valid 7 b1 0,361 0,455 Valid 8 b2 0,361 0,393 Valid 9 b3 0,361 0,606 Valid 10 b4 0,361 0,457 Valid 11 b5 0,361 0,606 Valid 12 b6 0,361 0,400 Valid
13 b7 0,361 0,597 Valid 14 b8 0,361 0,566 Valid 15 c1 0,361 0,455 Valid 16 c2 0,361 0,752 Valid 17 c3 0,361 0,638 Valid 18 c4 0,361 0,457 Valid 19 c5 0,361 0,606 Valid 20 c6 0,361 0,407 Valid 21 c7 0,361 0,655 Valid 22 c8 0,361 0,597 Valid 23 d1 0,361 0,606 Valid 24 d2 0,361 0,597 Valid 25 d3 0,361 0,619 Valid 26 d4 0,361 0,455 Valid 27 d5 0,361 0,566 Valid 28 d6 0,361 0,457 Valid 29 d7 0,361 0,655 Valid 30 d8 0,361 0,655 Valid 31 d9 0,361 0,619 Valid 32 d10 0,361 0,473 Valid 33 d11 0,361 0,566 Valid 34 d12 0,361 0,455 Valid
Sumber:Hasil pengolahan SPSS 20.0 for Windows, 2014
3.9.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan (kuesioner) menunjukkan konsistensi didalam mengukur gejala yang sama (Sugiyono, 2005:116). Uji reliabilitas dilakukan dengan menguji butir pernyataan yang telah dinyatakan valid dalam uji validitas dan akan ditentukan reliabilitasnya dengan bantuan program SPSS 20.0 for Windows.
Variabel dinyatakan reliabel dengan kriteria sebagai berikut:
a. Jika r-alpha positif dan lebih besar dari r-tabel maka pernyataan reliabel. b. Jika r-alpha negatif dan lebih kecil dari r-tabel maka pernyataan tidak reliabel.
Tabel 3.5 Hasil Uji Reliabilitas No Butir Instrumen Nilai Cronbach’s Alpha Cronbach’s Alpha if Item Deleted Keterangan 1 a1 0,8 0,932 Reliabel 2 a2 0,8 0,934 Reliabel 3 a3 0,8 0,936 Reliabel 4 a4 0,8 0,933 Reliabel 5 a5 0,8 0,936 Reliabel 6 a6 0,8 0,935 Reliabel 7 b1 0,8 0,936 Reliabel 8 b2 0,8 0,936 Reliabel 9 b3 0,8 0,934 Reliabel 10 b4 0,8 0,936 Reliabel 11 b5 0,8 0,934 Reliabel 12 b6 0,8 0,936 Reliabel 13 b7 0,8 0,934 Reliabel 14 b8 0,8 0,935 Reliabel 15 c1 0,8 0,936 Reliabel 16 c2 0,8 0,932 Reliabel 17 c3 0,8 0,935 Reliabel 18 c4 0,8 0,936 Reliabel 19 c5 0,8 0,934 Reliabel 20 c6 0,8 0,937 Reliabel 21 c7 0,8 0,933 Reliabel 22 c8 0,8 0,934 Reliabel 23 d1 0,8 0,934 Reliabel 24 d2 0,8 0,934 Reliabel 25 d3 0,8 0,935 Reliabel 26 d4 0,8 0,936 Reliabel 27 d5 0,8 0,935 Reliabel 28 d6 0,8 0,936 Reliabel 29 d7 0,8 0,933 Reliabel 30 d8 0,8 0,933 Reliabel 31 d9 0,8 0,935 Reliabel 32 d10 0,8 0,936 Reliabel 33 d11 0,8 0,935 Reliabel 34 d12 0,8 0,936 Reliabel
Sumber:Hasil pengolahan SPSS 20.0 for Windows, 2014
Tabel 3.5 menunjukkan bahwa nilai Cronbach Alpha if item deleted setiap butir instrumen lebih besar dari 0,80 sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap
butir instrumen dinyatakan reliabel. Reliabilitas instrumen juga dapat dilihat pada Tabel 3.6 berikut:
Tabel 3.6 Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,937 34
Sumber:Hasil pengolahan SPSS 20.0 for Windows, 2014
3.10 Teknik Analisis Data 3.10.1 Analisis Deskriptif
Metode analisis deskriptif merupakan cara merumuskan dan menafsirkan data yang ada sehingga memberikan gambaran yang jelas melalui pengumpulan, penyusunan, dan penganalisisan data sehingga dapat diketahui gambaran data yang sedang diteliti. Data diperoleh dari data primer berupa kuesioner yang telah diisi oleh sejumlah responden penelitian.
3.10.2 Analisis Regresi Linier Berganda
Metode analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui berapa besar pengaruh variabel bebas (Kompetensi, Penempatan Kerja, dan Pengembangan Karir) terhadap variabel terikat (Kinerja Karyawan). Data diolah secara statistik untuk keperluan analisis dan pengujian hipotesis dengan menggunakan alat bantu program SPSS 17.0 for windows.
Dimana : Y = Kinerja karyawan X1 = Kompetensi X2 = Penempatan Kerja X3 = Pengembangan Karir α = Konstanta b1, b2, b3 = Koefisien regresi e = Standar error
3.10.3 Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah distribusi data mengikuti atau mendekati distribusi normal. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan pendekatan Kolmogorov Smirnov. Dengan menggunakan tingkat signifikansi 5% maka jika nilai Asymp.Sig. (2-tailed) lebih besar dari 5% artinya variabel berdistribusi normal (Situmorang dan Muslich, 2012:100).
b. Uji Heterokedastisitas
Uji Heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah grup mempunyai varians yang sama di antara anggota grup tersebut. Jika varians sama maka dikatakan ada homokedastisitas. Sedangkan jika varians tidak sama dikatakan terjadi heterokedastisitas. Model regresi yang baik adalah
homokedastisitas atau tidak terjadi heterokedastisitas. (Situmorang dan Muslich, 2012:108).
c. Uji Multikolinearitas
Variabel independen yang satu dengan yang lain dalam model regresi berganda tidak saling berhubungan secara sempurna atau mendekati sempurna. Untuk mengetahui ada tidaknya gejala multikolinearitas dapat dilihat dari besarnya nilai Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor) melalui program SPSS. Nilai umum yang biasa dipakai adalah nilai Tolerance>0,1 atau nilai VIF<5, maka tidak terjadi multikolinearitas (Situmorang dan Muslich, 2012:133).
3.10.4 Pengujian Hipotesis
Suatu perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji statistik berada dalam daerah kritis (daerah dimana Ho ditolak). Sebaliknya, disebut tidak signifikan bila nilai uji statistik berada dalam daerah dimana Ho diterima.
Dalam analisis regresi ada tiga jenis kriteria ketepatan yang harus dilakukan yaitu: a. Uji Signifikansi Simultan (Uji-F)
Uji-F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat:
H0 : b1 = b2 = b3 = 0, artinya secara bersama-sama tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel bebas (X1, X2, dan X3) yaitu kompetensi,
penempatan kerja, dan pengembangan karir karyawan terhadap kinerja karyawan sebagai variabel terikat (Y).
Ha : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ 0, artinya secara bersama–sama terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel bebas (X1, X2, dan X3) yaitu kompetensi, penempatan kerja, dan pengembangan karir karyawan terhadap kinerja karyawan sebagai variabel terikat (Y).
Kriteria pengambilan keputusan:
H0 diterima jika Fhitung ≤ Ftabel pada α = 5 % Ha ditolak jika Fhitung ≥ Ftabel pada α = 5 %
b. Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)
Uji-t menentukan seberapa besar pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat:
H0 : b1 = b2 = b3 = 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel bebas (X1, X2, dan X3) yaitu kompetensi, penempatan kerja, dan pengembangan karir karyawan terhadap kinerja karyawan sebagai variabel terikat (Y).
Ha : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel bebas (X1, X2, dan X3) yaitu kompetensi, penempatan kerja, dan pengembangan karir karyawan terhadap kinerja karyawan sebagai variabel terikat (Y).
Kriteria pengambilan keputusan:
H0 diterima jika thitung ≤ ttabel pada α = 5 % Ha ditolak jika thitung ≥ ttabel pada α = 5 % c. Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa besar kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Jika R2 semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa hubungan variabel bebas (X1, X2, dan X3) adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan hubungan variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat. Sebaliknya, jika R2 semakin kecil (mendekati nol) maka dapat dikatakan bahwa hubungan variabel bebas (X1,X2,dan X3) terhadap variabel terikat (Y) semakin kecil. Hal ini berarti model yang digunakan tidak kuat. Secara umum dapat dikatakan besarnya koefisien determinasi berganda (R2) berada diantara 0 dan 1 atau 0 ≤ R2≤ 1.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Perusahaan
4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.
Pada periode setelah kemerdekaan Republik Indonesia, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah bank pemerintah pertama di Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 Tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan, dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden
(Penpres) No. 9 Tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.
Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 Tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).
Berdasarkan Undang-Undang No. 14 Tahun 1967 tentang Undang-Undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 Tahun 1968 tentang Undang- Undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang- Undang No. 21 Tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.
Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 Tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 Tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.
Seiring dengan perkembangan dunia perbankan yang semakin pesat maka sampai saat ini PT Bank Rakyat Indonesia mempunyai unit kerja yang berjumlah 4.447 buah, yang terdiri dari 1 Kantor Pusat BRI, 12 Kantor Wilayah, 12 Kantor Inspeksi/SPI, 170 Kantor Cabang (dalam negeri), 145 Kantor Cabang Pembantu, 1 Kantor Cabang Khusus, 1 New York Agency, 1 Caymand Island Agency, 1 Kantor Perwakilan Hongkong, 40 Kantor Kas Bayar, 6 Kantor Mobil Bank, 193 P.POINT, 3.705 BRI UNIT, dan 357 Pos Pelayanan Desa.
4.1.2 Visi dan Misi PT Bank Rakyat Indonesia 4.1.2.1 Visi PT Bank Rakyat Indonesia
Visi PT Bank Rakyat Indonesia adalah menjadi bank komersil terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah.
4.1.2.2 Misi PT Bank Rakyat Indonesia
Adapun yang menjadi misi PT Bank Rakyat Indonesia adalah:
1. Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan pada usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menunjang peningkatan perekonomian masyarakat.
2. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dengan melaksanakan praktik Good Corporate Govermance.
3. Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
4.1.3 Jenis Usaha/Kegiatan
Jenis usaha yang ada pada PT Bank Rakyat Indonesia adalah:
1. Melakukan penyertaan modal pada bank atau perusahaan lain di bidang keuangan, seperti sewa guna usaha, modal ventura, perusahaan efek, asuransi, serta lembaga kliring penyelesaian dan penyimpanan, dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh yang berwenang.
2. Melakukan kegiatan dalam valuta asing dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh yang berwenang.
3. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga.
4. Pengembangan Fasilitas ATM dan Credit Card sebagai salah satu outlet favorit saat ini maupun di masa-masa mendatang, BRI terus menerus menyempurnakan dan melengkapi pelayanan ATM demi kepuasan nasabah. 5. Dengan mengimplementasikan sistem pelayanan transaksi nasabah yang baru,
BRI telah memberikan ekstra pelayanan secara real-time on-line kepada nasabah, antara lain: penyetoran dan penarikan simpanan nasabah di seluruh unit kerja BRI (giro, deposito, tabungan), penyetoran angsuran pinjaman di seluruh unit kerja BRI, dan pengiriman uang baik rupiah maupun valas.
4.1.4 Produk-Produk PT Bank Rakyat Indonesia
Produk yang disediakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia dalam melayani para nasabah adalah sebagai berikut:
1. Simpanan
Dalam penghimpunan dana PT Bank Rakyat Indonesia membagi dalam tiga kelompok, yaitu Tabungan, Deposito, dan Giro BRI.
1. Tabungan
Tabungan adalah simpanan dari pihak ketiga yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan atau alat lainnya yang dapat
dipersamakan dengan itu.
PT Bank Rakyat Indonesia memiliki banyak jenis tabungan yang dipersembahkan oleh pihak bank kepada nasabah, yaitu:
a) Tabungan BritAma yaitu adalah tabungan dari Bank BRI, dengan sistem Real Time On-Line di seluruh Indonesia Anda dapat melakukan penyetoran dan penarikan tunai di Unit Kerja Bank BRI dan dilengkapi dengan fasilitas BritAma Prime Card.
b) Simpedes adalah tabungan dengan mata uang rupiah, yang dapat dilayani di Kantor Cabang Khusus BRI/Kanca BRI/KCP BRI/BRI Unit/Teras BRI, yang jumlah penyetoran dan pengambilannya tidak diabatasi baik frekuensi maupun jumlahnya, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.
c) Tabungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yaitu tabungan yang diperuntukkan bagi para TKI untuk mempermudah transaksi mereka termasuk untuk penyaluran/penampungan gaji TKI.
d) Tabungan Haji adalah tabungan dari Bank BRI khusus bagi pemenuhan biaya perjalanan haji.
e) Tabungan BritAma Dollar adalah tabungan dalam mata uang US Dollar untuk memenuhi kebutuhan simpanan dalam mata uang valuta asing. f) Tabungan Junio adalah tabungan BRI yang secara khusus dilengkapi
fasilitas dan fitur yang menarik untuk segmen pasar anak sampai dengan remaja.
g) TabunganKu adalah tabungan untuk perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan secara bersama oleh bank-bank di Indonesia guna menumbuhkan budaya menabung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
2. Deposito
Simpanan Berjangka atau Deposito adalah simpanan dari pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu menurut perjanjian antara pihak ketiga dan bank yang bersangkutan. Deposito di PT Bank Rakyat Indonesia terbagi atas tiga jenis deposito yaitu deposito Rupiah, Deposito Valas, dan Deposit On Call.
3. Giro BRI
Giro adalah simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, BG, atau surat perintah penarikan lainnya atau dengan cara pemindahbukuan. Sedangkan jumlah giro yang dimaksud adalah total keseluruhan giro yang dihimpun oleh bank dalam
periode tertentu. Giro BRI ada dua jenis yaitu Giro BRI Rupiah dan Giro BRI Valas.
2. Pinjaman
PT Bank Rakyat Indonesia membagi pinjaman dalam lima jenis pinjaman yaitu pinjaman mikro, pinjaman ritel, pinjaman menengah, pinjaman program, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
1. Pijaman Mikro
Pinjaman mikro pada PT Bank Rakyat Indonesia disebut jua dengan KUPEDAS yaitu kredit dengan bunga bersaing yang bersifat umum untuk semua sektor ekonomi, ditujukan untuk individual, badan usaha, maupun perorangan. yang memenuhi persyaratan dan dilayani di seluruh BRI Unit dan Teras BRI.
2. Pinjaman Ritel
Dalam program pinjaman ritel ini PT Bank Rakyat Indonesia memiliki
banyak pembagian yaitu Kredit Agunan Kas,
3. Pinjaman Menengah
Pinjaman menengah merupakan pinjaman kepada nasabah yan bergerak di bidang bisnis menengah seperti dibidang pertanian, perikanan, dan sebagainya.
4. Pinjaman Program
Dalam program ini bank memberikan fasilitas pinjaman kepada nasabah yang bersifat membantu rakyat serta program kerja pemerintah.
5. Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah Kredit Modal Kerja dan atau Kredit Investasi dengan plafon kredit sampai dengan Rp 500 juta yang diberikan kepada usaha mikro, kecil, dan koperasi yang memiliki usaha produktif yang akan mendapat penjaminan dari Perusahaan Penjamin.
3. Jasa
Jasa-jasa yang diberikan oleh PT Bank Rakyat Indonesia sangat banyak sekali salah satunya yaitu jasa bisnis yang meliputi jasa bank garansi, Bill Payment, jasa penerimaan setoran, jasa transaksi online, transfer dan LLG, jasa kelembagaan meliputi jasa SPP Online dan Cash Management BRI, dan jasa-jasa lainnya.
4.1.5 Struktur Organisasi
Struktur organisasi PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan dapat dilihat pada Gambar 4.1 berikut:
STRUKTUR ORGANISASI KANCA BRI PUTRI HIJAU MEDAN
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Kanca BRI Putri Hijau Medan
Pimpinan PI MP MO PBM AO AO Program AO Briguna AO Adhoc FO Sales Person Dana AMPB Pet. ADK Komersial Pet. ADK Briguna ADK Adhoc Konsumer Sup. Pen. Operasiona Sekretariat dan SDM Petugas Logistik Pet. Lap. Arsip. ITM Pramubakti Operator Telepon Supir Satpam PBO PBA Superviso r ADK AMO Sup. Pel. Kas Petugas TKK Teller Sup. Pel. Operas i-onal Custome r Service Petugas Haji Pet. Adm. Petugas Kliring Petugas Devisa
4.1.6 Uraian Tugas (Job Description)
Pembagian pekerjaan pada PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan dibagi menurut fungsi yang telah ditetapkan. Setiap personil diberikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan dasar kualifikasinya. Adapun tugas dan tanggung jawab serta wewenang di PT Bank Rakyat Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Pimpinan Cabang
Tugas dan tanggung jawab:
a. Mempersiapkan, mengusulkan, negoisasi, revisi, dan pencapaian Rencana Kerja Anggaran (RKA).
b. Kelancaran pelayanan operasional di Cabang dan Kantor Cabang Pembantu (KCP) dan BRI Unit.
c. Melakukan pembinaan secara aktif dalam meningkatkan kemampuan pegawai di Kantor Cabang (Kanca), KCP, dan BRI Unit.
d. Menjamin bahwa seluruh transaksi yang disetujui dan sah telah sesuai dengan kewenangannya.
e. Menjamin ketepatan dan kebenaran pembukuan dan laporan.
f. Membina dan mengawasi kegiatan operasional di Kanca, KCP, dan BRI Unit.
2. Fungsi Pemasaran Dan Pemberian Pinjaman a. Marketing Lending Officer
1. Mengidentifikasi potensi ekonomi di unit kerjanya, sehingga dapat mendukung penyusunan Pasar Sasaran (PS), Kriteria Nasabah yang dapat Dilayani (KND), dan Rencana Pemasaran Tahunan (RPT) Kanca.
2. Menyusun RPT yang menjadi tangguung jawabnnya sesuai dengan Rencana Kredit Anggaran Pasar Sasaran (RKAPS) dan KND Kanca.
3. Menerapkan proses kredit sesuai dengan KUP-BRI (Kebijakan Umum Perkreditan) dan PPK (Pedoman Pelaksanaan Kredit) Retail yang telah ditetapkan terhadap account yang termasuk portofolionya untuk mencapai target Kanca.
4. Berperan serta secara aktif dalam strategi pengembangan bisnis Kanca serta menjalin hubungan dengan debitur dan pihak ketiga yang terkait dengan BRI. 5. Melaporkan masalah-masalah perkreditan kepada Pimpinan Cabang (Pinca).
b. Account Officer Kredit Umum Tugas dan tanggung jawab:
1. Bertindak sebagai pejabat pemrakarsa/penganalisa kredit.
2. Membuat RTP (Rencana Target Perkreditan) atas sektor yang dikelolanya dan tanggung jawab atas pencapaiannya.
3. Mempersiapkan dan melaksanakan rencana atas account yang menjadi tanggung jawabnya serta memantau hasil yang dicapainya (pendapatan/keuntungan) dan menetapkan prioritas pembinaan atas account yang dikelolanya.
4. Mengelola account yang sesuai batas-batas yang ditetapkan untuk mencapai pendapatan yang optimal bagi Kanca.
5. Menyampaikan masalah-masalah yang timbul pada atasan dalam pelayanan debitur untuk diselesaikan dengan unit kerja terkait.
c. Account Officer Kretap/Kresun Tugas dan tanggung jawab:
1. Melakukan analisa/identifikasi terhadap debitur potensial secara kolektif (instansi).
2. Membuat RTP Kretap/Kresun dan tanggung jawab atas pencapaiannya. 3. Mengembangkan rencana pemasaran melalui instansi/perusahaan.
d. Account Officer Kredit Program Tugas dan tanggung jawab:
1. Membuat RTP atas Kredit program sesuai rencana yang di-breakdown dan bertanggung jawab atas pencapaiannya.
2. Mempersiapkan dan melaksanakan account yang menjadi tanggung jawabnya serta memantau hasil yang dapat dicapainya dan mendapatkan prioritas pembinaan atas account yang dikelola.
3. Mengelola account yang sesuai batas-batas yang ditetapkan untuk mencapai pendapatan yang optimal bagi Kanca.
e. Funding Officer
Tugas dan tanggung jawab:
1. Mengidentifikasi sumber dana potensial (CPP=Capital Potensial Pund) baik perorangan maupun perusahaan/instansi.
2. Membina hubungan baik dengan instansi/perusahaan maupun individual yang potensi.
3. Melakukan kegiatan promosi produk dan jasa.
4. Menjaga hubungan baik dan mempertahankan nasabah-nasabah yang telah menyimpan uangnya pada Kanca BRI.
5. Memasarkan produk-produk dan jasa secara cross-selling. 6. Menyusun sasaran dan target.
3. Fungsi Pelayanan a. Operation Manajer Tugas dan tanggung jawab:
1. Memastikan bahwa pengelolaan kas Kanca dan surat-surat berharga telah benar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. Memastikan bahwa pelayanan kas, pelayanan dana jasa (termasuk devisa), dan pelayanan pinjaman serta kegiatan back office telah sesuai ketentuan.
3. Memastikan bahwa semua keluhan nasabah atas pelayanan yang diberikan sudah ditindaklanjuti dengan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 4. Memastikan bahwa pelaksanaan administrasi kredit telah berjalan sesuai
b. Operation Officer
Tugas dan tanggung jawab:
1. Memastikan bahwa tidak terjadi transaksi dalam kurun waktu setelah close