DAFTAR PUSTAKA
Almatsier S. 2006. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Erlangga
Aryastami K. 2006. Perbaikan gizi anak balita melalui pendekatan positive
deviance : sebuah uji coba di Kabupaten Cianjur. Puslitbang. 25(2)
Berg A. 1986. Peranan Gizi dalam Pembangunan (terjemahan). Jakarta: CV.Rajawali
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2011. Tebet Dalam Angka 2011. Jakarta: BPS [BPS] Badan Pusat Statistik. 2012. Data dan Informasi Kemiskinan. [terhubung
berkala]. http//www.bps.go.id [12 September 2012]
[CORE] Child Survival Collaborations and Resources Group . 2003. Positive
Deviance & Health, Suatu Pendekatan Perubahan Perilaku dan Pos Gizi.
Diterjemahkan oleh PCI-Indonesia. Jakarta
[Depkes] Departemen Kesehatan RI. 2007. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Jakarta: Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan RI
[Depkes] Departemen Kesehatan RI. 2010. Standar Antropometri Penilaian
Status Gizi. Jakarta: Direktorat Bina Gizi
Dijaissyah N. 2011. Riwayat pemberian makan, status gizi, dan status kesehatan siswa PAUD [Skripsi]. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.
Entjang I. 2000. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Cetakan ke-14. Bandung: Penerbit Alumni
Fitriyani Y, Katrin R, Yekti H. 2008. Kondisi Lingkungan, Perilaku Hidup Sehat, dan Status Kesehatan Keluarga Pemetik Teh. Jurnal Gizi dan Pangan: 3(2): 86-93
Gusmaini. 2010. Identifikasi Karakteristik Permukiman Kumuh (Studi Kasus Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur) [Skripsi]. Program Studi Manajemen Sumberdaya Lahan Departemen Ilmu Tanah Dan Sumberdaya Lahan. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Hardinsyah. 1997. Ekonomi Gizi. Diktat Mata Kuliah. Jurusan Ilmu Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor
Hardinsya dan Martianto D. 1992. Gizi Terapan. Bogor: PAU Pangan dan Gizi Hartriyanti Y dan Triyanti. 2010. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: PT.
RajaGrafindo Persada
Irianto D P. 2007. Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan. Yogyakarta: ANDI
Jayanti LD. 2011. Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) serta perilaku gizi seimbang ibu kaitannya dengan status gizi dan status kesehatan balita di Kabupaten Bojonegoro [Skripsi]. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor.
Kemenkes RI. 2012. Profil Data Kesehatan Indonesia 2011. Kemenkes, Jakarta. Khomarudin. 1997, Menelusuri Pembangunan Perumahan dan Permukiman,
Jakarta: Yayasan Real Estate Indonesia, PT. Rakasindo, Jakarta.
Khomsan A. 2000. Teknik Pengukuran Pengetahuan Gizi. Departemen Gizi Masyara-kat dan Sumberdaya Keluarga Fakultas Pertanian. IPB, Bogor.
Khomsan A. 2005. Pangan dan Gizi untuk Kesehatan. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor
Khomsan et al. 2007. Studi Implementasi Program Gizi : Pemanfaatan, cakupan,
keefektifan, dan dampak terhadap status gizi. Bogor: Departemen Gizi
Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.
Khomsan A, Anwar F, Sukandar D, Riyadi H, dan Mudjajanto H. 2009. Studi Peningkatan Pengetahuan Gizi Ibu dan Kader Posyandu serta Perbaikan
Gizi Balita. Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor.
Khomsan A dan Tin Herawati. 2010. Pola Asuh dan Tumbuh Kembang Anak Di
Berbagai Propinsi dan Kabupaten. Bogor: Institut Pertanian Bogor
Notoatmodjo S. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta
__________. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta Patriasih R, Widiaty I, Dewi M, & Sukandar S. 2009. Studi Aspek Sosial Ekonomi
dan Faktor Lingkungan yang Berpengaruh terhadap Kesehatan dan Status Gizi Anak Jalanan. Laporan Penelitian. Neys-Van Hoogstraten Foundation (NHF) dan Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.
Proverawati A, Eni R. 2012. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Yogyakarta: Nuha Medika
Pryer JA. 2003. The epidemiology of good nutritional status among children from a population with a high prevalence of malnutrition. Public Health Nutrition: 7(2), 311–317
[Riskesdas] Riset Kesehatan Dasar Indonesia. 2008. Laporan Hasil Riset
Kesehatan Dasar Indonesia Tahun 2007. Jakarta: Departemen Kesehatan
Riyadi H. 1995. Prinsip dan Petunjuk Penilaian Status Gizi. Diktat Departemen
Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Fakultas Pertanian, Institut
Pertanian Bogor.
Sab’atmaja S. 2010. Analisis determinan positive deviance status gizi balita di wilayah miskin dengan prevalensi kurang gizi rendah dan tinggi [Tesis]. Bogor: Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.
Safitri S A. 2010. Pola asuh balita dan sanitasi lingkungan kaitannya dengan status gizi balita di Kelurahan Kertamaya, Bogor Selatan [Skripsi]. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.
Soekirman. 2000. Ilmu Gizi dan Aplikasinya untuk Keluarga dan Masyarakat. Jakarta: Dirjen Perguruan Tinggi Depdiknas
Soekirman & Jahari A. 2004. Penyimpangan Positif Masalah KEP di DKI
Jakarta, Pe-desaan Bogor Jawa Barat dan Lombok Timur NTB.
Puslitbang Gizi, Bogor.
Sugiyono. 2009. Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV.Alfabeta
Suhardjo. 1989. Sosio Budaya Gizi. Ministry of Education of Indonesia. Institut Pertanian Bogor.
Sukandar D. 2007. Studi Sosial Ekonomi, Aspek Pangan, Gizi dan Sanitasi. Bogor: Institut Pertanian Bogor
Sukarni M. 1989. Kesehatan Keluarga dan Lingkungan. Bogor: Institut Pertanian Bogor
Supariasa I et al. 2002. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC
Suparlan P. 1984. Kemiskinan di Perkotaan, Bacaan untuk Antropologi
Perkotaan. Jakarta: Sinar Harapan.
Ulfah I M. 2008. Perilaku hidup bersih dan sehat, pengetahuan gizi dan pola asuh kaitannya dengan diare anak balita, di Desa Cikarawang Bogor [Skripsi]. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.
Walpole R E. 1990. Pengantar Statistika edisi kedua. Jakarta: Gramedia
Zeitlin M, Ghassemi H, & Mansour M. 1990. Positive Deviance in Child Nutrition - with emphasis on Psychosocial and Behavioural Aspects
and Implications for Development. United Nations University Press,
Lampiran 1 Dokumentasi wilayah Manggarai
Gambar 3 Kawasan bantaran sungai Gambar 4 Kawasan bantaran sungai
Gambar 5 Anak balita di pemukiman kumuh Gambar 6 MCK di pemukiman kumuh
Gambar 7 MCK di pemukiman kumuh Gambar 8 Saluran pembuangan limbah
Lampiran 2 Hasil uji statistik
Variabel Hasil uji statistik Pengetahuan gizi P erilaku gizi Correlation Coefisien p-value n 0.315 0.045 41 Pengetahuan gizi PHBS Correlation Coefisien p-value n 0.530 0.000 41 IMT ibu Status gizi (BB/TB) Pearson Correlation p-value n 0.302 0.050 41 Pengeluaran pulsa
Status gizi (TB/U)
Pearson Correlation p-value n -0.317 0.028 41 PHBS
Status gizi (BB/U)
Correlation Coefisien p-value n 0.330 0.035 41 PHBS Status gizi (BB/TB) Correlation Coefisien p-value n 0.317 0.044 41 PHBS Status Kesehatan Correlation Coefisien p-value n 0.381 0.014 41 ∗ Correlation is significant at the 0.05 level