1a. Antennular flagella agak membulat dan seperti benang (Gambar 29a), rostrum kokoh convex (Gambar 30a), exopoda dari uropoda dengan duri disto-lateral
Kunci Identifikasi Udang 31 Gambar 29.Penampang melintang dari antennula fagellum (Sumber: Chan,
1998).
1b. Antennular flagella agak silindir dan seperti bola (Gambar 29b), rostrum hampir horisontal (Gambar 30b), exopoda pada uropoda tanpa duri disto-lateral
(Solenosera) ... 2
Gambar 30.Karapas (tampak lateral) (Sumber: Chan, 1998).
2a. Telson tanpa duri lateral (Gambar 31a) ... S. crassicornis 2b. Telson dengan duri lateral (Gambar 31b) ... 3
Kunci Identifikasi Udang 32 Gambar 31.Telson (tampak dorsal) pada Solenocera (Sumber: Chan, 1998). 3a. Post-rostralcrest (bagian yang menonjol) meninggi ... 4 3b. Post-rostral crest lunak dan rendah ... 10 4a. Post-rostral crest sangat tinggi dan seperti lempengan
(gambar 32a dan b) ... 5 4b. Post-rostral crest terpisah tapi tidak seperti lempengan
(gambar 33a dan b) ... 6
Gambar 32.Karapas (a: Solenocera coprai, b: Solenocera alticarinata) (Sumber: Chan, 1998).
Kunci Identifikasi Udang 33
a b
Gambar 33.Karapas (a: Solenocera coelbeli, Sumber: Crosnier, 1989 dalam Chan, 1998)b: Solenocera australiana, (Sumber: Chan, 1998). 5a. Rostrum memanjang mencapai 2/3 mata, post-rostral
crest di belakang cervical notch dengan bagian anterior secara jelas lebih tinggi dari pada bagian posterior
(Gambar 32a) ... S. choprai 5b. Rostrum berkembang mencapai 1/2 mata, post-rostral
crest di belakang cervical notch dengan bagian posterior secara jelas lebih tinggi dari pada bagian posterior
(Gambar 32b) ... S. alticarinata 6a. Post-rostral crest terpisah dari gigi post-rostral oleh suatu
notch di atas cervical groove (Gambar 33a) ... S. koelbeli 6b. Tidak ada notch di antara gigi post-rostral dan
post-rostral crest (Gambar 33b) ... 7 7a. Bagian poterior hepatik groove dan bagian anterior
branchiocardiac groove ke duanya sangat terpisah dan melengkung ke bagian bawah; posterior crest di belakang cervical groove kadang-kadang dengan gigi atas; bagian median segmen abdomen pertama sangat sempit dan dorsal crest pada segmen abdomen ke dua
Kunci Identifikasi Udang 34 Gambar 34.Abdomen (tampak dorsal) (Sumber: Crosnier, 1989 dalam Chan,
1998)
7b. Bagian posterior hepatik groove dan bagian anterior branchiocardiac groove ke duanya tidak terpisah dan melengkung ke bawah; posterior crest di belakang cervical groove tanpa gigi; bagian tengah dari segmen abdomen pertama cukup luas dan dorsal crest pada
segmen abdomen ke dua tidak terpisah ... 9 8a. Rostrum dengan batas bagian bawah hampir convex
(Gambar 35a); petasma dengan tepi distal berduri dengan banyak spinules panjang (Gambar 31b); telikum dengan ridge (tonjolan) posterior thoracic hampir lurus (Gambar
Kunci Identifikasi Udang 35
a b c
Gambar 35.Rostrum (tampak lateral, a: Solenocera australiana; b: Solenocera melanth ; c: Solenocera halli ) (Sumber: Crosnier, 1989 dalam Chan, 1998)
8b. Rostrum dengan sisi bawah seperti gergaji, sangat lurus atau hampir concave (Gambar 35b,c); petasma dengan spinules pada tepi distal pendek, dan tidak begitu jelas; telikum dengan tonjolan posterior thoracic yang kokoh
bilobed (bercabang dua) (gambar 37b,c) ... 9
Gambar 36. Petasma pada Solenosera (Sumber: Pérez Farfante dan Grey, 1980 dalam Chan, 1998)
Kunci Identifikasi Udang 36 Gambar 37.Telikum pada Solenosera (Sumber: Pérez Farfante dan Grey, 1980
dalam Chan, 1998).
9a. Ujung anterior hepatik crest sangat convex (Gambar 38a); petasma dengan dorso-lateral lobule dengan 0 – 13 terminal spinules (Gambar 36a); telikum terdapat 2 – 3 pasang protuberanches di tengah, dengan pasangan submediannya lebih besar daripada lateralnya (Gambar
37c) ... S. melantho 9b. Ujung anterior dari hepatik crest hanya convex ramping
atau hampir lurus (Gambar 38b); petasma dengan dorso-lateral lobule ditopang 18-40 terminal spinules (Gambar 36c); telikum selalu ditopang 2 pasang protuberanches di tengah, dengan pasangan submediannya lebih kecil
Kunci Identifikasi Udang 37 Gambar 38.Sudut Anterior pada Karapas (Sumber: Crosnier, 1989 dalam
Chan, 1998).
10a. Rostrum dengan 6 - 7 gigi atas yang besar dan terpisah dengan baik (Gambar 39a). Antennular flagella 0,8 – 1,2 kali panjang karapas dan umumnya tersusun atas kurang
dari 60 ruas ... S. pectinulata 10b. Rostrum umumnya dengan 8-9 gigi atas yang kecil
(Gambar 39b). Antennular flagella 1,3 – 1,9 kali panjang
Kunci Identifikasi Udang 38
a b
Gambar 39. Sudut Anterior dari Karapas (a: Solenocera pectinulata ; b: Solenocera pectinata (sumber: Crosnier, 1978 dalam Chan, 1998).
c. Famili: Penaeidae 1) Ciri-ciri Umum
Rostrum berkembang baik dan umumnya memanjang sampai belakang mata, selalu lebih dari 3 gigi atas. Tidak ada proyeksi pada dasar tangkai mata dan tidak ada tubercle pada sisi dalamnya. Antennular flagella
atas maupun bawah sama panjang, melekat pada ujung antennular peduncle. Karapas tidak memiliki duri post-orbital atau post-antennal. Cervical groove
umumnya pendek, selalu dengan jarak dari dorsal karapas. Lima pasang pereiopoda berkembang baik, pereiopoda ke empat dengan suatu
arthrobranch tunggal yang berkembang baik (tersembunyi di bawah karapas). Pada udang jantan, endopoda dari pleopoda ke dua dengan hanya
appendix masculina. Pleopoda ke tiga dan ke empat bercabang menjadi 2 cabang. Telson meruncing, dengan atau tanpa dan/atau duri lateral yang tetap atau yang dapat digerakkan.
Warna: warna tubuh bervariasi dari semi-translucent sampai hijau keabuan gelap atau kemerahan, sering dengan bintik-bintik yang jelas, garis melintang dan/atau tanda-tanda yang lain pada abdomen dan uropoda.
Kunci Identifikasi Udang 39
Spesimen hidup atau yang masih segar, khususnya genus Penaeus, dapat dengan mudah dibedakan dari pewarnaannya.
2) Habitat, Biologi, dan Perikanan
Anggota famili biasanya hidup di laut, juvenile dan udang muda sering ditemukan di perairan payau, kadang-kadang dengan salinitas sangat rendah (beberapa didapatkan di perairan tawar). Beberapa udang penaeid, khususnya dari genera Parapenaeus dan Penaeopsis, ditemukan pada perairan dalam, dengan kedalaman lebih dari 750 m. Penaeidae sebagian besar bersifat benthik, terutama ditemukan pada dasar yang lunak tapi beberapa species (misal. genus Funchalia) bersifat pelagis dan yang lainnya ditemukan tinggal di ekosistem terumbu karang (misal genera Heteropenaeus,
Trachypenaeopsis, juga beberapa Metapenaeopsis). Ukuran tubuhnya berkisar antara 2.5 to 35 cm. jenis kelaminnya mudah dibedakan dengan adanya organ copulatory (petasma) yang sangat besar pada pasangan pleopoda pertama pada udang jantan, sedangkan pada udang betina memiliki
posterior thoracic sternites yang dimodifikasi menjadi sperm receptacle tanda yang menarik (telikum) yang menerima spermatophora atau kantong sperma (biasanya keputihan atau kekuningan setelah matang gonad). Bentuk petasma dan telikum sering specifik dan sangat membantu dalam identifikasi spesies. Telur kecil dan banyak, dilepaskan langsung ke perairan dan tidak disisakan pada abdomen betina. Larva planktonis dan mempunyai stadia nauplius.
Siklus hidup Penaeus dan Metapenaeus, dua genus udang paling ekonomis penting cukup komplek. Lebih detail baca Saputra (2008). Udang dewasa beruaya dari perairan pantai yang dangkal ke perairan lepas pantai untuk memijah pada kedalaman antara 10 sampai 80 m. Telur menetas setelah 14 sampai 24 jam setelah dibuahi menjadi larvae sederhana, yang
Kunci Identifikasi Udang 40
disebut sebagai nauplii. Nauplius akan mengalami beberapa substadia sebelum mengalami metamorphoses menjadi stadia mysis. Larva bersifat planktonis dan dibawa arus ke perairan pantai dan pada saat itu telah menjadi postlarvae. Hal ini terjadi sekitar 3 (tiga) minggu setelah menetas dengan panjang sekitar 6 - 14 mm dan telah menyerupai bentuk udang. Post-larva bersifat planktonis, kemudian hidup di dasar perairan dangkal dengan dasar yang halus. Pada daerah tersebut (nursery ground), PL akan tumbuh dengan cepat menjadi juvenil, kemudian akan bergerak bertahap ke mulut sungai atau laguna atau estuarin, sampai menjelang dewasa. Selanjutnya udang akan bermigrasi ke perairan lepas pantai, untuk tumbuh dan matang gonad, dan ketika mencapai spawning ground, betina matang gonad akan memijah dan siklus akan terulang. Sebagian besar udang di daerah tersebut berumur satu tahun, kadang-kadang lebih dari 2 tahun (atau bahkan 3 tahun).
Menurut Chan (1998) pada saat ini, 11 genera dan 112 spesies penaeid telah ditemukan. Genus Penaeus secara ekonomis yang paling penting. Species dari Penaeus tertangkap oleh trawls, seines, set nets, traps, dan alat tangkap artisanal, dengan P. merguiensis dan P. monodon merupakan 2 speies paling penting. Budidaya udang Penaeus sangat terkenal di beberapa negara, terutama Penaeus monodon.
Genus terpenting ke dua adalah Metapenaeus, yang juga telah diusahakan dalam budidaya di tambak. Genus terpenting ke tiga adalah
Parapenaeopsis, yang banyak tertangkap sebagai sampingan (bycatch). Genera lain yang nampaknya kurang melimpah dibanding 3 genera sebelumnya adalah, Metapenaeopsis dan Trachypenaeus, yang kadang-kadang juga tertangkap sebagai bycatch. Dua genera udang perairan dalam yaitu Parapenaeus dan Penaeopsis ditinjau dari aspek perikanan kurang penting, meskipun uji coba penangkapan dengan trawl di laut dalam menunjukkan hasil yang cukup melimpah, khususnya Parapenaeus, dan
Kunci Identifikasi Udang 41
merupakan potensi yang menarik bagi perikanan ke depan. Masih terdapat 4 genera yang secara ekonomi kurang menarik, yakni Atypopenaeus yang umumnya sangat kecil dan tidak melimpah, Heteropenaeus dan
Trachypenaeopsis yang ditemukan pada ekosistem terumbu karang dan berukuran kecil, serta Funchalia yang merupakan genus laut dalam yang bersifat pelagis.
Catatan untuk Identifikasi
Bentuk petasma pada udang jantan dan telikum pada udang betina merupakan ciri taksonomis yang sangat penting pada beberapa genera udang penaeid, seperti Metapenaeopsis, Metapenaeus, Parapenaeopsis, Parapenaeus dan Trachypenaeus. Petasma dan telikum belum berkembang penuh pada saat masih juvenil, dan oleh karenanya identifikasi terhadap juvenil sering mengalami kesulitan. Untuk itu sangat disarankan menggunakan spesies dewasa untuk keperluan identifikasi. Untuk membedakan antara jantan dewasa dan juvenil adalah bahwa pada udang jantan dewasa, bagian kanan dan kiri dari petasma are sangat kaku dan kuat bersatu dengan yang lainnya (sangat sulit untuk dipisahkan), sedangkan pada juvenil jantan bagian kanan dan kiri dari petasma ke duanya tidak bergabung atau hanya unit yang lemah (mudah dipisahkan) dan kadang-kadang lunak dengan scultpure (celah atau cekungan pada permukaan) yang tidak jelas. Pada udang betina dewasa, telikum sculpture sangat jelas dengan tonjolan dan lekukan sangat jelas, sedangkan pada juvenil betina, telikum hanya mempunyai sculpture yang dangkal, dan tidak begitu jelas.
Kunci Identifikasi Udang 42 3) Kunci Identifikasi Genera Penaeidae
1a. Rostrum dengan gigi atas dan bawah (Gambar 40a) ... 2 1b. Rostrum tanpa gigi bawah (Gambar 40b) ... 3
Gambar 40. Rostrum pada Penaeidae (a: Penaeus; b: Metapenaeus)
(Sumber: Chan, 1998).
2a. Abdomen banyak terdapat groove yang dalam (Gambar
41a) ... Heteropenaeus 2b. Abdomen bersih dari groove dan halus (Gambar 41b) ... Penaeus 3a. Telson dengan sepasang duri lateral yang besar dan tetap
pada pada dekat ujung (Gambar 42) ... 4 3b. Telson tanpa sepasang duri lateral yang besar dan tetap
pada pada dekat ujung... 7
Gambar 41. a. Hetereopenaeus lingmianus; b: Penaeus (Sumber: Chan, 1998).
a b
Kunci Identifikasi Udang 43 Gambar 42.Telson (tampak dorsal) (Sumber: Lee and Yu, 1977 dalam Chan,
1998).
4a. Badan penuh tertutup oleh rambut pendek, dengan groove dan crest pada karapas kabur (Gambar 43a), petasma asimetris (Gambar 43b) maxilliped ke 3dengan duri pada pangkal segmen abdomen ke dua, dengan dorsal carina
pendek. Karapas tanpa suture longitudinal ... Metapenaopsis 4b. Badan hampir tanpa rambut, dengan groove dan crest
pada karapas jelas (Gambar 44a), petasma simetris
(Gambar 44b dan 45b) ... 5
Kunci Identifikasi Udang 44 Gambar 44.Parapenaeus (Sumber: Chan, 1998).
5a. Karapas tanpa suture longitudinal dan vertikal (Gambar
45a), telson dengan duri lateral yang dapat digerakan ... 6
Gambar 45.Penaopsis (Sumber: Chan, 1998).
5b. Karapas dengan suture longitudinal dan vertikal (Gambar 44a), telson tanpa duri lateral yang dapat digerakan
(Gambar 42c) ... Parapenaeus 6a. Rostrum jauh melampaui mata; duri pterygostomian ada
(Gambar 45a). Pereiopoda ke dua tanpa duri pada dasar.
Kunci Identifikasi Udang 45 6b. Rostrum pendek tidak melampaui mata; duri
pterygostomian tidak ada (Gambar 46), hidup di perairan
karang ... Trachypenaopsis richtersii 7a. Maxilliped III dengan epipoda, petasma asimetris
(Gambar 47b); (pelagis) (Gambar 47a) ... Funchalia 7b. Maxilliped III tanpa epipoda, petasma simetris (Gambar
48b); (hidup bentik) ... 8
Gambar 46. Trachypenaopsis richtersii (Sumber: Hayashi, 1992 dalamChan, 1998).
Kunci Identifikasi Udang 46 8a. Pereiopoda V tanpa exopoda (karapas tanpa suture
longitudinal dan vertikal) (Gambar 48a) ... Metapenaeus 8b. Pereiopoda V dengan exopoda ... 9
Gambar 48.Metapenaeus (Sumber: Chan, 1998). 9a. Karapas tanpa suture longitudinal dan vertikal; pereiopoda II dengan duri ischial, mata kecil (Gambar
49) ... Atypopenaeus
Gambar 49.Karapas pada Atypopenaeus (tampak lateral) (Sumber: Chan, 1998).
9b. Karapas dengan suture longitudinal dan vertikal (gambar 50a dan 50b); pereiopoda II tanpa duri ischial, mata
Kunci Identifikasi Udang 47
a b
Gambar 50.Karapas (tampak lateral, a: Paramenaopsis; b: Trachypenaeus) (Sumber: Chan, 1998).
10a. Tubuh tanpa bulu, dengan crest dan groove pada karapas jelas; suture longitudinal panjang (Gambar 50a),
pereiopoda III tanpa epipoda ... Parapenaeopsis 10b. Tubuh umumnya berambut, dengan crest dan groove
pada karapas terlihat nyata (Gambar 50a); suture longitudinal pendek, pereiopoda III umumnya dengan
epipoda ... Trachypenaeus