• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kunci Jawaban Latihan/Kasus/Tugas

Dalam dokumen Modul Supplement Basis Data. docx (Halaman 32-161)

Kunci jawaban untuk soal latihan sub subbab H disajikan pada Tabel x berikut: Tabel x. Kunci Jawaban soal latihan sub subbah H (Halaman x)

No. Jawaban No . Jawaban 1. A 6. C 2. C 7. A 3. D 8. A 4. D 9. B 5. B 10. C dst dst

Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban di atas. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar, kemudian gunakanlah rumus di bawah ini untuk megetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi pada modul ini (Tabel xx).

Rumus:

Tingkat Penguasaan=Jumlah Jawaban Anda yang Benar Jumlah Soal ×100

Tabel xx. Arti tingkat penguasaan yang dicapai berdasarkan hasil latihan

Nilai Makna

90 % - 100 % Excellent

80 % - 89 % Very Good

70 % - 79 % Good

Kunci jawaban soal essay?

1. a. Tindakan menyampaikan, terutama berita, atau ilmu dan praktek transmisi informasi. Definisi ini jelas menunjukkan hubungan antara pengajaran dan guru

komunikasi terus-menerus menanamkan pengetahuan baru, atau transmisi informasi.

b. Komunikasi merupakan proses yang di dalamnya menunjukkan arti pengetahuan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain, biasanya dengan maksud mencapai beberapa tujuan khusus.

c. Komunikasi didefinisikan sebagai “the transference and understanding of meaning ‟ (proses pengiriman dan penerimaan pesan).

2. Nomor 2 adalah encoding, yaitu penyandian, yakni proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambang. Sedangkan nomor 6 adalah Decoding, yaitu pengawasandian, yaitu proses dimana komunikan menetapkan makna pada lambang yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.

3. 5% untuk menulis, 10% untuk membaca, 35% untuk bicara, 50% untuk mendengar.

4. Gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Orang yang memiliki gaya belajar visual, belajar dengan menitikberatkan ketajaman penglihatan. Orang yang memiliki gaya belajar auditory, belajar dengan mengandalkan pendengaran untuk bisa memahami sekaligus mengingatnya. Orang yang memiliki gaya belajar kinestetik, mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya.

5. Komunikasi vertikal, komunikasi horisontal, komunikasi diagonal, komunikasi verbal, dan non verbal.

6. Komunikasi kelompok merupakan komunikasi yang berlangsung antara seorang komunikator dengan sekelompok orang yang jumlahnya lebih dari dua orang. 7. Menurut Marhaeni Fajar ada beberapa hambatan dalam komunikasi, yaitu :

a. Hambatan dari pengirim pesan, b. Hambatan dalam penyandian/simbol.

b. Hambatan semantic c. Hambatan mekanis d. Hambatan ekologis

8. Mengutip pendapat Kingsley David “apabila dengan perkembangan teknologi dewasa ini, manusia dapat berhubungan satu dengan yang lain melalui telepon, telegrap, radio, surat kabar sehingga tidak memerlukan hubungan badaniah; maka manusia modern tidak membutuhkan kontak sebagai syarat utama dalam memulai hubungan antar pribadi.”

9. Sebagian besar proses komunikasi dalam organisasi terjadi dalam bentuk lisan dan tertulis ini. Banyak anggota organisasi yang menyukai komunikasi lisan karena keakraban yang ditimbulkannya. Komunikasi lisan dan tertulis juga dapat menimbulkan kecermatan dan ketepatan.

10. Pertama, mengadakan tindak lanjut. Kedua, mengatur alur informasi. Ketiga, memanfaatkan umpan balik. Keempat, empati. Kelima, pengulangan. Keenam, mendorong saling mempercayai. Ketujuh, pengaturan waktu yang efektif. Kedelapan,menyederhanakan Bahasa.

K. Daftar Pustaka

Ayatullah, A., & Ishak, F. 2003. Komunikasi dan Organisasi. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah.

De Porter, B.& Hernacki, M. 1999. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyamankan. (Penerjemah Alwiyah Abdurrahman). Bandung: Kaifa

Effendy, Uchjana Onong. 2004. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

____________________. 2009. Dinamika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

____________________. 2011. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Fajar, Marhaeni. 2009. Ilmu Komunikasi Teori & Praktek Edisi Pertama. Yogyakarta: GrahaI lmu

Ivancevich, John M. 2006. Perilaku dan Manajemen Organisasi. Jakarta: Erlangga. Rahmanto, Aris Febri. 2004. Peranan Komunikasi Dalam Suatu Organisasi. Jurnal

Komunikologi 1 (2): 59-75

Umboh, Willy. 2016. Bahan Bacaan Teknik Komunikasi Efektif Dalam Pembelajaran. Kementerian Pendidikan Nasional

Wardiningsih, Suprihatmi Sri. 2009. Perkembangan Teknologi Dan Sistem Informasi

Untuk Peningkatan E-Government Dalam Pelayanan Publik. Jurnal Akuntansi dan Sistem Teknologi Informasi 7 (1): 69-78

Wonodiharjo, Felicia. 2014. Komunikasi Kelompok Yang Mempengaruhi Konsep Diri Dalam Komunitas Cosplay “COSURA” Surabaya. Jurnal E-Komunikasi 2 (3): 1-10

BAB 3

MENGGUNAKAN STRUKTUR DATA

Kode Unit: (J.620100.004.01) Oleh: Alun Sujjada

A. Ringkasan

Unit Kompetensi “Menggunakan Struktur Data” adalah salah satu dasar keahlian yang harus dipunyai oleh setiap pelaku teknologi informasi diantaranya yaitu

programmer dan database administrator . Tujuan uraian materi ini adalah agar para peserta dapat memahami kompetensi, pengetahuan dan sikap kerja yang diperlukan dalam mempelajari dan membuat struktur data yang akan diterapkan pada pemrograman, tanpa tergantung bahasa pemrograman yang akan dipakai. Pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk pendalaman materi unit kompetensi ini diantaranya adalah dapat dilakukan dengan metode ceramah, dengan pendalaman materi lebih maksimal dengan kegiatan praktik. Uraian materi dimulai dengan penjelasan konsep tentang struktur data meliputi pengenalan operasi yang terdapat dalam struktur data. Selanjutnya akan dibahas mengenai algoritma yang digunakan untuk menyusun struktur data dan implementasinya dalam bentuk flowchart dan kode-kode baris program.

B. Tujuan Pembelajaran

Setelah peserta diklat menyelesaikan pendalaman materi mengenai unit kompetensi menggunakan struktur data, diharapkan dapat:

a. Mengidentifikasi konsep data dan struktur data.

b. Menentukan struktur data dan akses terhadap struktur data tersebut.

C. Ruang Lingkup

Unit kompetensi Menggunakan Struktur Data digunakan untuk mengimplementasikan algoritma tanpa tergantung bahasa program yang akan dipakai, agar sebuah program dapat berjalan dengan baik, efisien dan sesuai dengan output yang diharapkan. Unit ini adalah salah satu kemampuan dasar yang

harus dimiliki oleh seorang pengembang developer bidang rekayasa perangkat lunak.

D. Indikator Pencapaian Kompetensi

Elemen-elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja dalam unit kompetensi Menggunakan Struktur Data dijelaskan pada Tabel 2 berikut,

Tabel 2. Elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja unit kompetensi Menggunakan Struktur Data (Berdasarkan SKKNI 282 Tahun 2016)

No Elemen Kompetensi No Kriteria Unjuk Kerja

1. Mengidentifikasi konsep data dan struktur data

1.1 Konsep data dan struktur data diidentifikasi sesuai denga konteks permasalahan

1.2 Alternatifstruktur data dibandingkan kelebihan dan kekurangannya untuk konteks permasalahan yang diselesaikan. 2. Menerapkan struktur

data dan akses

terhadapstruktur data tersebut

2.1 Struktur data diimplementasikan sesuai dengan bahasa pemrograman yang akan dipergunakan.

2.2 Akses terhadap data dinyatakan dalam algoritma yang efisiensi sesuai bahas a

pemrograman yang akan dipakai.

E. Kontekstualisasi

Batasan variabel dalam kegiatan pembelajaran unit kompetensi Menggunakan Struktur Data adalah sebagai berikut (Berdasarkan SKKNI 282 Tahun 2016);

1. Unit ini berhubungan dengan pembuatan struktur data baik yang bersifat statis (array) maupun dinamis (list, stack).

2. Akses terhadap data meliputi proses penambahan, perubahan, penghapusan, pencarian serta pengurutan data.

3. Efisiensi dinyatakan dalam ukuran memori terpakai dan waktu pemrosesan. 4. Struktur Data adalah metode untuk mengorganisasikan data didalam memori

komputer, sehingga data dapat diolah secara efisien.

5. Peralatan yang digunakan meliputi: manual bahasa pemrograman dan perangkat lunak pemrograman terkait.

F. Uraian Materi 1. Struktur Data

Struktur data adalah cara untuk menyimpan atau mengorganisasikan data pada memori ataupun dalam bentuk file pada storage (media penyimpanan) komputer secara efektif, sehingga dapat digunakan fungsi dan operasinya secara baik. Dengan pemilihan struktur data yang baik maka proses yang dilakukan akan berjalan efisien, kebutuhan sumber daya memori yang lebih kecil dan waktu eksekusi yang lebih cepat. Untuk mengimplementasikan struktur data dibutuhkan pengetahuan dan pemahaman menyeluruh tentang algoritma dan logika. Ciri algoritma yang baik menurut Donald E.Knuth adalah:

Input

Mempunyai input yang akan diproses sebagai output dalam sebuah algoritma.

Ouput

Terdapat output yang dihasilkan dari sebuah algoritma, sesuai dengan alur perencanaan program.

Definite

Setiap instruksi dalam algoritma harus ditulis dengan seksama dan pasti, sehingga setiap instruksi harus dinyatakan secara eksplisit dan tidak ada bagian yang dihilangkan karena pemroses dianggap sudah mengerti. Setiap langkah harus jelas dan pasti. Contoh: Tambahkan 1 atau 2 pada x. Instruksi di atas terdapat keraguan.ada kejelasan apa yang dilakukan.

Efective

Langkah yang dikerjakan harus efektif, tidak diperbolehkan ada sebuah instruksi yang tidak mungkin dikerjakan oleh pemroses yang menjalankannya. Misal: hitunglah operasi aritmatika 10 dibagi 3 dengan tingkat presisi yang tinggi. Agar lebih efektif maka diganti instruksi tersebut menjadi hitunglah operasi aritmatika 10 dibagi 3 sampai hasilnya 4 digit dibelakang koma.  Terminate

Langkah harus mempunyai kemungkinan untuk berhenti secara jelas, sehingga sebuah proses tidak akan mengalami iterasi (perulangan) secara terus menerus, yang akan menyebabkan kegagalan sistem.

Untuk merancang sebuah algoritma, diperlukan sebuah simbol-simbol yang dapat merepresentasikan fungsi dan aliran tahapan proses atau yang lebih dikenal dengan

flowchart, agar algoritma tersebut terdokumentasikan dengan baik sehingga dapat digunakan secara general oleh semua pengguna, baik itu untuk implementasi kedalam program atau pengembangan sebuah algoritma. Adapun beberapa simbol

flowchart tersebut terbagi menjadi:

a. Flow Direction Symbols

Yaitu, simbol yang dipakai untuk menghubungkan antara simbol yang satu dengan simbol lainnya atau disebut juga connecting line seperti pada tabel 2.1

Tabel 2.1 Flow Direction Symbols

Simbol Arti Keterangan

Arus / Flow Penghubung antara

prosedur / proses

Konektor Simbol keluar / masuk prosedur atau proses dalam lembar / halaman yang sama

Konektor offline Simbol keluar / masuk prosedur atau proses dalam lembar / halaman yang lain

b. Processing Symbols

Merupakan simbol yang menunjukkan jenis operasi pengolahan dalam suatu prosedur seperti pada tabel 2.2

Simbol Arti Keterangan

Proses Simbol yang menunjukkan pengolahan yang dilakukan Komputer

Kondisi Percabangan

Simbol untuk kondisi yang akan menghasilkan beberapa

kemungkinan jawaban / aksi Pendefinisian

sebelum proses

Simbol untuk mempersiapkan penyimpanan yang akan digunakan sebagai tempat pengolahan didalam storage Terminal Simbol untuk permulaan atau

akhir darti suatu program

Manual Input Simbol untuk pemasukan data secara manual on-line keyboard

c. Input Output Symbols

Simbol yang dipakai untuk menyatakan jenis peralatan yang digunakan sebagai media input atau output seperti pada tabel 2.3

Tabel 2.3 Input Output Symbols

Simbol Arti Keterangan

Input-Output Simbol yang menyatakan proses input dan output tanpa tergantung dengan jenis peralatannya

Dokumen Simbol yang menyatakan input berasal dari dokumen dalam bentuk kertas atau output di cetak dikertas

Penyimpanan Simbol untuk menyatakan input berasal dari disk atau output di simpan ke disk

Beberapa operasi standar yang sering digunakan dalam struktur data adalah array

dan record, list dan tree. Berikut penjelasan dari masing-masing operasi tersebut a. Array dan Record

Array dan Record baik itu satu dimensi ataupun lebih adalah representasi data dalam bentuk pengalokasian ruang memori secara terbatas dengan cara pendeklarasian variabel beserta tipe data yang mempunyai indeks. Ilustrasi bentuk penyimpanannya pada ruang memori adalah seperti pada gambar 2.1 dan 2.2

Gambar 2.1 Ilustrasi array dan record 1(satu) dimensi

Gambar 2.2 Ilustrasi array dan record 2(dua) dimensi

Contoh listing program untuk inisialisasi array 1(satu) dimensi dan menampilkan datanya menggunakan kode java adalah seperti listing 2.1

Listing 2.1 Array 1(satu) dimensi

Contoh listing program untuk inisialisasi array 2(dua) dimensi dan menampilkan datanya menggunakan kode java adalah seperti listing 2.2

Listing 2.2 Array 2(dua) dimensi

b. Linked List

Linked List adalah pengalokasian data pada ruang memori dengan cara dinamis yaitu tanpa deklarasi awal ukuran memori, sehingga proses kerja lebih fleksibel. Berbeda dengan array yang harus selalu dipastikan diawal program untuk pengalokasian memori. Linked list menggunakan ketersediaan ruang memori yang tersisa. Penggunaan linked list dapat memudahkan programmer untuk menyimpan data kapanpun saat dibutuhkan. Seringkali dalam penggunaan array,

ukuran yang dibutuhkan melebihi dari kegunaan program yang digunakan atau sebaliknya, sehingga hal ini dirasa kurang efektif, maka linked list adalah sebuah struktur data yang dapat menutupi kelemahan tersebut.

Cara kerja linked list menyerupai seorang kondektur yang melakukan pengecekan tiket di kereta api, jadi bergerak dari kepala (head) gerbong, bergerak urut satu persatu ke gerbong selanjutnya sampai pada ekor (tail)

gerbong. Hal tersebut merupakan kelemahan jika dibandingkan dengan array yang ketika dilakukan pengaksesan data, maka pointer dapat langsung menuju ke lokasi yang diinginkan. Setiap elemen yang terdapat pada linked list terdiri dari 2 bagian yaitu data dan pointer. Gambar ilustrasi tentang linked list adalah seperti gambar 2.3

Gambar 2.3 Ilustrasi linked list

Listing 2.3 Contoh linked list

c. Tree

Tree adalah bentuk representasi data seperti pohon dimana terdiri dari kumpulan beberapa node dan saling terhubung dengan satu sama lain dalam satu kesatuan. Tree terdiri dari satu simpul akar dan elemen-elemen lain adalah bagian pohon yang memiliki struktur hierarki. Ilustrasi struktur data dalam bentuk tree dengan contoh kasus pengambilan keputusan untuk kredit adalah seperti pada gambar 2.4

Gambar 2.4 Ilustrasi representasi tree untuk keputusan pengambilan kredit.

G. Aktivitas Pembelajaran

1. Jalankan Java IDE(Integrated Development Environment) yang telah terpasang di laptop atau PC (personal computer) anda seperti Netbeans, Eclipse, Gel dan lain-lainnya (dalam modul ini menggunakan netbeans). Jika prosesnya berhasil dilakukan maka akan tampil Netbeans Window seperti gambar 2.5

2. Kemudian lakukan pembuatan project baru dengan melakukan klik pada menu

filenew project seperti pada gambar 2.6, dan akan tampil dialog form untuk mengisi parameter yang akan dibuat dalam project seperti pada gambar 2.7

Gambar 2.6 Pembuatan Project baru

Gambar 2.7 Dialog Form Pembuatan Project

3. Untuk melakukan praktek pada modul ini, pastikan untuk memilih “Java” pada

list Categories dan “Java Application” pada list Projects. Lanjutkan dengan melakukan klik pada tombol “Next”, dan akan tampil dialog form seperti pada gambar 2.8

Gambar 2.8 Dialog Form pengisian Nama Project dan Lokasi Penyimpanan Keterangan:

1. Project Name : MyProject

2. Project Location : Isikan lokasi penyimpanan yang mudah diingat, dengan melakukan klik pada tombol “Browse”.

3. Hilangkan centang pada opsi pilihan “Create Main Class”.

4. Lanjutkan dengan melakukan klik pada tombol “Finish” dan project baru akan tampil di “Projects” explorer yang secara default terdapat di sisi kiri atas Netbeans seperti pada gambar 2.9

Gambar 2.9 Tampilan Projects Explorer

5. Proses selanjutnya adalah membuat class baru dengan cara melakukan klik kanan pada folder “Source Packages”, kemudian pilih “New““Java Class”

Gambar 2.10 Pembuatan New Java Class

Gambar 2.11 Dialog form Pengisian Nama Class

Keterangan:

a. Class Name : Arrayku b. Klik Tombol “Finish”

Listing 2.4 Arrayku

7. Jalankan program Arrayku.java dengan menekan keyboard “Shift + F6”. Amati kemudian lakukan analisa terhadap hasil output!

8. Selanjutnya untuk lebih memahami tentang array, maka ulangi langkah nomor 5, kemudian buatlah sebuah Class dengan nama “InstansiPeserta”, kemudian ketikkan listing 2.5 pada file InstansiPeserta.java

9. Jalankan program InstansiPeserta.java dengan menekan keyboard “Shift + F6”. Amati kemudian lakukan analisa terhadap hasil output!

1. Buatlah program dengan memanfaatkan Array yang berfungsi untuk mencari nilai terbesar (maximum) dari sekumpulan data bertipe integer!

Contoh:

Input  20, 1, 19, 89

Output  Bilangan Terbesar adalah 89

2. Buatlah program dengan memanfaatkan List yang berfungsi untuk menampilkan data secara 3 tahap!

Contoh output :

Tahap 1 : Sari, Andi, Neni, Teti, Yeri

Tahap 2 : Ayu, Sari, Andi, Neni, Teti, Yeri, Irma Tahap 3 : Sari, Andi, Neni, Teti, Yeri

3. Buatlah program memanfaatkan Array untuk membuat matriks identitas dengan

input baris dan kolom! Contoh: Input baris : 3 Input kolom : 3 Output : 1 0 0 0 1 0 0 0 1

4. Buatlah program dengan memanfaatkan Array untuk menghitung penjumlahan dua buah matriks, seperti rumus 2.1

[

4 5

6 7

]

+

[

3 4

2 5

]

=

[

7 9

8 12

]

(2.1)

I. Umpan Balik/Tindak Lanjut

Silahkan masing-masing peserta pelatihan memberikan umpan balik terhadap uraian materi yang diberikan dan tanggapan atau tindak lanjut yang diharapakan untuk kegiatan selanjutnya atau dimasa yang akan datang pada kolom dibawah ini.

Umpan Balik:

J. Kunci Jawaban Latihan/Kasus/Tugas

1..

4.

K. Daftar Pustaka

Evans, David, 2011. Introduction to Computing (Explorations in Language, Logic, and Machines), University of Virginia.

Weiss, Mark Allen,2012. Data Structures and Algorithm Analysis in Java, United States of America, Addison-Wesley.

Lafore, Robert, 2003. Data Structures and Algorithm in Java, Indianapolis Indiana. Nakov Svetlin, Kolev Veselin, 2013. Fundamentals of Computer Programming with

BAB 4

MELAKUKAN INSTALASI SOFTWARE TOOLS PEMROGRAMAN

Kode Unit: (J.620100.011.01) Oleh: Alun Sujjada

A. Ringkasan

Unit Kompetensi “Melakukan Instalasi Software Tools Pemrograman” adalah salah satu unit kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh setiap developer aplikasi baik itu skala kecil maupun besar sebagai perangkat untuk mengembangkan aplikasi sesuai dengan perencanaan. Tujuan uraian materi ini adalah agar para peserta dapat menentukan software yang sesuai dengan kebutuhan, melakukan instalasi beserta konfigurasinya dan dapat menerapkan script bahasa pemrograman sederhana sesuai dengan perangkat yang telah dipilih. Pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk pendalaman materi unit kompetensi ini diantaranya adalah dapat dilakukan dengan metode praktik, dengan disertai ceramah dan penjelasan-penjelasan singkat. Uraian materi dimulai dengan penjelasan-penjelasan jenis-jenis bahasa pemrograman web, sehingga mendasari untuk pemilihan software aplikasi sesuai kebutuhan pengembangan. Selanjutnya akan dibahas proses cara-cara melakukan instalasi software aplikasi dan penerapan listing pemrograman sederhana untuk memastikan bahwa software yang telah dipilih dapat berjalan baik.

B. Tujuan Pembelajaran

Setelah peserta diklat menyelesaikan pendalaman materi mengenai unit kompetensi

“Melakukan Instalasi Software Tools Pemrograman”, diharapkan dapat: a) Mengetahui jenis-jenis bahasa pemrograman,

b) Memilih software sesuai dengan kebutuhan pembuatan program, c) Melakukan instalasi software bahasa pemrograman,

lingkungan pemrograman yang akan digunakan dalam pekerjaan membuat program. Unit kompetensi ini adalah penting karena dianggap sangat mendasar sekali yang akan menentukan keberlanjutan program yang dibuat.

D. Indikator Pencapaian Kompetensi

Elemen-elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja dalam unit kompetensi

“Melakukan Instalasi Software Tools Pemrograman” dijelaskan pada Tabel 2 berikut,

Tabel 2. Elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja unit kompetensi Melakukan Instalasi Software Tools Pemrograman (Berdasarkan SKKNI 282 Tahun 2016)

No Elemen Kompetensi No Kriteria Unjuk Kerja

1. Memilih tools

pemrograman yang sesuai dengan kebutuhan

1.1 Platform (lingkungan) yang akan digunakan untuk menjalankan tools

pemrograman diidentifikasi sesuai dengan kebutuhan.

1.2 Tools bahasa pemrogram dipilih sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan pengembangan

2. Instalasi tool pemrograman

2.1 Tools pemrogaman ter-install sesuai dengan prosedur

2.2 Tools pemrograman bisa dijalankan di lingkungan pengembangan yang telah ditetapkan

3. Menerapkan hasil pemodelan kedalam eksekusi script

sederhana

3.1 Script (source code) sederhana dibu at sesuai tools pemrogaman yang di-install

3.2 Script dapat dijalankan dengan benar dan menghasilkan keluaran sesuai skenario yang diharapkan

E. Kontekstualisasi

Batasan variabel dalam kegiatan pembelajaran unit kompetensi “Melakukan Instalasi Software Tools Pemrograman” adalah sebagai berikut (Berdasarkan SKKNI 282 Tahun 2016);

1. Spesifikasi program adalah hasil perancangan program yang dijelaskan dalam bentuk diagram dan deskripsi.

3. Tools seperti: database client program, source code client program, static code analyzer program, obfuscator program, reverse engineering program, IDE dan lain-lain.

4. Peralatan meliputi : Perangkat keras komputer atau mesin sejenis dan Perangkat lunak lingkungan pengembangan.

5. Perlengkapan meliputi : Formulir laporan instalasi tools pemrograman

F. Uraian Materi 1. Esensi Program

komputer begitu tersebar luas, hanya sedikit orang yang tahu bagaimana cara kerja komputer. Penggabungan antara perangkat keras (hardware) komputer dengan program (software) yang dibuat oleh seorang programmer (brainware)

maka komputer dapat membantu aktifitas dan pekerjaan manusia. Untuk dapat membuat sebuah software maka dibutuhkannya kemampuan programming yaitu memberikan sekumpulan set instruksi-instruksi yang dikenal oleh mesin komputer melalui bahasa pemrograman.

2. Pemrograman Web

Salah satu bahasa program yang paling dibutuhkan saat ini untuk dikuasai adalah bahasa pemrograman berbasis web, seperti HTML(Hypertext Markup Language), Javascript, ASP.Net, PHP, Perl, Confusion, Ruby on Rail dan lain-lain. Penggunaan teknologi web menjadikan semua akses data akan dilakukan menggunakan layanan web server pada jaringan internet, sehingga pertukaran data akan lebih cepat dilakukan tanpa mengenal batas ruang. Selain itu dengan menggunakan teknologi web maka aplikasi dijalankan tanpa melakukan instalasi terlebih dahulu, cukup hanya menggunakan browser web dan koneksi internet.

3. Web Server

Web server adalah merupakan perangkat lunak (software) dalam server yang berfungsi untuk menerima permintaan (request) berupa halaman web melalui protokol HTTP dan atau HTTPS dari client yang lebih dikenal dengan nama browser, kemudian mengirimkan kembali (respon) hasil permintaan tersebut ke dalam bentuk halaman-halaman web yang pada umumnya berbentuk dokumen HTML.

Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa web server merupakan pelayan (pemberi layanan) bagi web client (browser) seperti Mozilla, Chrome, Internet Explorer, Opera, Safari dan lain sebagainya, supaya browser dapat menampilkan halaman atau data yang anda minta.

Fungsi utama dari web server adalah untuk mentransfer atau memindahkan berkas yang diminta oleh pengguna melalui protokol komunikasi tertentu. Oleh karena dalam satu halaman web biasanya terdiri dari berbagai macam jenis berkas seperti gambar, video, teks, audio, file dan lain sebagainya, maka pemanfaatan web server berfungsi juga untuk mentransfer keseluruhan aspek pemberkasan dalam halaman tersebut, termasuk teks, gambar, video, audio, file dan sebagainya.

Ketika seorang pengguna internet mengakses sebuah halaman website, maka pengguna tersebut akan mengetikka alamat url halaman tersebut di web browser

seperti Mozilla Firefox, Google Chrome, Opera, Safari dan lain-lain, yang kemudian akan dilanjutkan menekan tombol enter pada keyboard, maka untuk dapat mengakses halaman tersebut, web browser akan melakukan permintaan ke

web server. Pada saat inilah web server mulai menjalankan peran dan tugasnya,

web server akan mencarikan data yang diminta browser, lalu mengirimkan data tersebut ke web browser atau menolaknya jika ternyata data yang diminta tidak

Dalam dokumen Modul Supplement Basis Data. docx (Halaman 32-161)

Dokumen terkait