Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran karakter peserta didik, beberapa pertanyaan berikut perlu Anda jawab sebagai bentuk umpan balik dan tindak lanjut.
1. Apakah setelah mempelajari kegiatan pembelajaran 1 ini Anda mendapatkan pengetahuan dan keterampilan memadai tentang karakter peserta didik? 2. Apakah materi kegiatan pembelajaran 1 ini telah tersusun secara sistematis
sehingga memudahkan proses pembelajaran?
3. Apakah Anda merasakan manfaat penguatan pendidikan karakter terutama dalam hal kerjasama, disipilin, dan menghargai pendapat orang lain selama aktivitas pembelajaran?
4. Hal apa saja yang menurut Anda kurang dalam penyajian materi kegiatan pembelajaran 1 ini sehingga memerlukan perbaikan?
5. Apakah rencana tindak lanjut Anda dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar di sekolah setelah menuntaskan kegiatan pembelajaran karakter
Kegiatan Pembelajaran 1
H. Kunci Jawaban
1. Penjelasan mengenai karakter peserta didik pembelajar dapat Anda temukan dalam kegiatan pembelajaran 1 uraian materi poin 2.
2. Penjelasan mengenai pembelajaran yang salah satu jenis kecerdasan peserta didik dapat Anda temukan dalam kegiatan pembelajaran 1 uraian materi poin 3.
3. Penjelasan teori-teori pendidkan yang berkaitan dengan efektifitas kegiatan pembelajaran dengan benar, mandiri dan rasa ingin tahu dapat Anda temukan dalam kegiatan pembelajaran 1 uraian materi poin 4.
4. Penjelasan mengenai pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik dapat Anda temukan dalam kegiatan pembelajaran 1 uraian materi poin 5.
Seni Budaya Seni Rupa SMP KK A
Kegiatan Pembelajaran 2
Unsur-Unsur Rupa
A. Tujuan
Tujuan yang harus dicapai pendidik berkaitan dengan kegiatan pendidikan dan pelatihan adalah:
Setelah mempelajari unit ini, Anda memiliki kemampuan menguraikan unsur-unsur rupa dan, memvisualkan dengan prinsip pengorganisasian yang estetis, kreatif, jujur, ingin tahu dan mandiri.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Peserta diklat mampu mengidentifikasi unsur-unsur rupa dengan benar; mandiri dan rasa ingin tahu.
2. Peserta diklat mampu menganalisis karakteristik unsur-unsur rupa dengan benar; jujur dan teliti.
3. Peserta diklat mampu membuat komposisi
unsur-unsur rupa secara estetIs, kreatif, kerja keras, mandiri dan menjaga lingkungan.
C. Uraian Materi
Materi pembelajaran unsur-unsur rupa menjelaskan secara teori atau konsep mengenai unsur-unsur rupa yang terdiri dari titik, garis, bidang, bentuk, warna, dan tekstur. Di samping memberikan pemahaman secara teori, juga memberikan latihan keterampilan bagaimana memvisualkan unsur-unsur tersebut secara kreatif dan estetik.
Kegiatan Pembelajaran 2
Pengetahuan tentang unsur-unsur seni rupa, merupakan materi yang sangat penting dan mendasar untuk membekali pembelajar membuat karya,seni rupa baik seni rupa terapan maupun seni rupa murni. Dengan mempelajari dan memahami unsur-unsur seni rupa yang terdiri dari, titik, garis, warna, bentuk, bidang, ruang, dan tekstur, maka pembelajar akan memiliki kepekaan terhadap bahasa rupa/visual, sehingga dapat menghasilkan karya seni yang baik. Pemahaman tentang unsur rupa dapat diawali dengan mengenal unsur-unsur seni rupa, kemudian mengidentifikasi unsur-unsur rupa yang ada di benda alam maupun pada benda seni, menggambar atau mewujudkan unsur-unsur rupa, dan mengorganisasikan unsur-unsur rupa menggunakan berbagai bahan dan alat. Hal ini akan menghantarkan peserta memiliki keterampilan teknik dan kepekaan estetik. Sebuah karya seni rupa dapat terwujud karena adanya beberapa unsur yang membentukknya.
Setiap benda yang ada di dunia ini selalu memiliki elemen, yang menjadikan terbentuknya suatu objek. Demikian pula dengan karya seni juga memiliki elemen atau unsur yang menjadikan terbentuknya suatu karya seni. Dalam bidang seni rupa elemen dasar atau unsur yang membentuk suatu karya seni rupa disebut dengan unsur rupa. Unsur rupa terdiri dari beberapa macam mulai dari unsur yang paling sederhana hingga unsur yang komplek.
Latihan membuat komposisi unsur-unsur rupa merupakan latihan penting. Hal ini berguna untuk melatih keterampilan tangan dalam menggunakan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam membuat karya seni rupa. Di samping itu, melalui latihan membuat komposisi unsur-unsur rupa ini juga sangat berguna untuk mengasah kepekaan rasa terhadap nilai keindahan. Latihan membuat komposisi unsur rupa juga dapat mengembangkan daya kreativitas, karena dalam latihan ini banyak dibutuhkan eksplorasi ide-ide baru dalam menentukan komposisi yang akan dibuat.
Seni Budaya Seni Rupa SMP KK A
1. Macam-macam Unsur Rupa
a. Titik
Titik merupakan unsur rupa yang paling sederhana. Titik merupakan bulatan mampat yang ukurannya relatif kecil. Dikatakan relatif kecil karena akan nampak kecil pada bidang yang luas, dan akan nampak besar jika berada dalam bidang yang sempit. Titik belum memiliki dimensi. Dalam praktek seni rupa sebuah titik tidak harus berbentuk bulat, tapi bisa lebih bervariasi. Sebuah bentuk disebut titik karena ukurannya relatif kecil, titik akan tampak besar bila berada dalam bingkai yang kecil, namun sebaliknya titik akan nampak kecil bila berada pada bingkai yang besar. Wujud titik dapat berupa bulatan, bujur sangkar, segitiga, dan lain sebagainya. Sebuah titik relative belum memiliki makna apa-apa sebelum disusun ke dalam sebuah komposisi tertentu.
Gambar 6. Titik dalam ruang besar (titik kelihatan kecil), dalam ruang kecil titik kelihatan lebih besar.
Kegiatan Pembelajaran 2
Gambar 7. Komposisi titik Sumber: Koleksi PPPPTK SB
Gambar 8. Komposisi titik Sumber: Koleksi PPPPTK SB
Seni Budaya Seni Rupa SMP KK A
Gambar 9. Komposisi titik Sumber: Koleksi PPPPTK SB
Pada komposisi titik pertama (Gambar 3) menggunakan alat pensil, Dalam membuat kompisisi ini melibatkan unsur pikiran dan perasaan dalam melakukan penataan titik, dimana sudah ada pengaturan konsentrasi jumlah titik antara area yang satu dengan area yang lain. Diuasahakan untuk dapat membuat perbedaan tingkat konsentrasi jumlah titik secara halus sehingga tercipta kesan irama yang menarik. Sedangkan yang kedua (Gambar 4) menggunakan bahan tinta, pengaturannya juga sudah menunjukkan adanya penataan konsentrasi sejumlah titik pada bagian-bagian tertentu sehinga menghasilkan ilusi estetis yang menarik.
Efek yang ditimbulkan bahan pensil lebih berkesan lembut bila dibandingkan dengan bahan tinta. Pada Gambar 5 titik dibuat dengan menggunakan media spidol, sehingga bentuk dan ukurannya relatif stabil. Komposisi yang ditunjukkan pada gambar 5 bersifat acak, tidak ada keteraturan sehingga berkesan bebas, semata-mata hanya
Kegiatan Pembelajaran 2
mengarah pada bentuk maupun pola tertentu. Tujuan latihan ini adalah melatih spontanitas dalam menerapkan alat dan bahan tanpa adanya beban dalam pikiran.
Gambar 10. Penerapan Unsur Titik Pada Lukisan Dekoratif Sumber: pelhamplastics.com
b.
GarisGaris merupakan hasil goresan suatu benda. Ada juga yang mengatakan bahwa garis merupakan sekumpulan titik dalam satu lintasan. Garis memiliki dimensi memanjang. Jenis garis ada dua yakni garis lurus dan garis lengkung. Garis lurus memiliki kesan kokoh, kuat, dan tegas. Sedangkan garis lengkung memiliki kesan luwes, fleksibel, dan dinamis. Garis merupakan suatu goresan yang memiliki dimensi memanjang lurus, lengkung, ataupun berkelok-kelok. Garis juga dapat berupa suatu batas limit dari suatu bidang, ruang, warna dan sebagainya. Garis memiliki beberapa fungsi antara lain kesan keselarasan, gerak, irama, sugesti, pesan simbolik, kode ilusi dan bersifat maya.
Seni Budaya Seni Rupa SMP KK A
Gambar 11. Garis Lengkung
Kegiatan Pembelajaran 2
Gambar 13. Pengembangan Variasi Garis
Gambar 14. Komposisi Garis Lurus Sumber: Koleksi PPPPTK Seni dan Budaya
Seni Budaya Seni Rupa SMP KK A
Latihan membuat komposisi garis lurus seperti ditunjukkan pada gambar 14 bertujuan untuk melatih keterampilan tangan dalam membuat garis lurus secara spontan tanpa alat bantu penggaris. Disamping itu, juga untuk melatih kreativitas dalam menciptakan komposisi garis yang menarik (artistik dan estetis). Untuk menghasilkan beragam garis yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda dapat dihasilkan dengan menggunakan jenis media yang beragam. Contoh pada gambar 14 adalah komposisi garis lurus yang digoreskan dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang dibuat pendek-pendek, ada yang membentuk meander, ada yang zig-zag, silang, dan beragam variasi lainnya. Semakin banyak kita bisa membuat variasi maka keterampilan kita akan semakin meningkat. Dalam melakukan eksplorasi variasi garis sebaiknya digunakan media atau bahan yang bervariasi pula, sehingga kita bisa mengenal karakter bahan dan efek yang dihasilkannya.
Gambar 15. Komposisi Garis Lengkung Sumber: Koleksi PPPPTK Seni dan Budaya
Kegiatan Pembelajaran 2
Gambar 15 di atas menunjukkan sebuah komposisi garis lengkung yang disusun secara teratur dan membentuk rangkaian bergelombang.
Gambar 16. Komposisi Garis Lengkung Sumber: widadkamilah.blogspot.com
c. Bidang
Bidang merupakan area yang dibatasi oleh garis. Bidang memiliki dimensi panjang dan lebar. Secara garis besar ada dua jenis bidang yaitu bidang geometris dan bidang organis. Bidang geometris sifatnya beraturan dan terukur sedangkan bidang organis bentuknya lebih bebas dan kurang beraturan. Bidang geometris sering kita temukan dalam pelajaran matematika.
Bidang (seni rupa/umum) adalah area permukaan datar dua dimensi atau keluasan yang memiliki panjang dan lebar (geometris dan organis). Bidang: garis-garis dan sisi yang terhubung dengan satu atau lebih titik hilang. Bidang (arsitektur dan desain): bidang-bidang yang digunakan untuk membentuk komposisi 2D dan 3D dan area permukaan untuk membuat bentuk volumetrik.
Unsur garis
Seni Budaya Seni Rupa SMP KK A
Gambar 17. Bidang Geometris
Contoh gambar di atas menunjukkan beberapa bidang yang memiliki bentuk dan ukuran yang teratur. Secara teoritis ukuran dan bentuknya memiliki formula tertentu.
Kegiatan Pembelajaran 2
Gambar 18. Bidang Organis
1) Komposisi Bidang Geometris
Dalam membuat komposisi bidang geometris ini, diusahakan agar jenis bidangnya beragam serta arah dan komposisinya tidak meonoton. Dalam latihan ini dibutuhkan adanya kepekaan rasa untuk mendapatkan suatu komposisi yang menarik.
Seni Budaya Seni Rupa SMP KK A
Gambar 19. Komposisi Bidang Geometris
2) Komposisi Bidang Organis
Pembuatan komposisi bidang organis pada dasarnya sama dengan membuat komposisi bidang geometris, hanya saja beda pada jenis bidang yang dikomposisikan. Untuk menghasilkan visual yang menarik dibutuhkan kreativitas dalam membuat bidang organis.
Kegiatan Pembelajaran 2
Gambar 20. Komposisi Bidang Organis
Gambar 21. Contoh Penerapan Bidang Pada Karya Seni Rupa Kaligrafi Sumber : Bahan Ajar Seni Budaya PPPPTK Seni Budaya
Unsur
Seni Budaya Seni Rupa SMP KK A
d. Bentuk
Bentuk adalah raut yang memiliki ukuran, warna dan barik (tekstur). Istilah bentuk sering disebut dengan istilah wujud untuk membedakan antara 'image' (dua dimensional) yang memiliki panjang dan lebar pada area yang datar dengan 'image' (tiga dimensional) yang memiliki panjang, lebar, dan volume pada area dengan kedalaman. Bentuk merupakan salah satu unsur seni rupa yang menentukan keberhasilan sebuah karya seni rupa dan kriya.
Unsur bentuk ada dua macam yaitu bentuk dua dimensi dan bentuk tiga dimensi. Bentuk dua dimensi (shape) adalah bidang datar yang dibatasi oleh garis. Sementara bentuk tiga dimensi (form) adalah ruang yang bervolume dibatasi oleh permukaan.
Bentuk memiliki dua macam sifat, yaitu bentuk yang bersifat geometris dan organis. Bentuk geometris adalah bentuk yang memiliki susunan struktur teratur (permukaan/bidang mudah diukur panjang dan lebarnya, isi atau volumenya). Bentuk organis adalah bentuk yang memiliki susunan struktur tidak teratur (permukaan/bidang atau lengkungan yang tidak teratur sehingga lebih sulit atau bahkan tidak bisa untuk mengukurnya).
Kegiatan Pembelajaran 2
Dalam membuat komposisi bentuk dibutuhkan adanya kejelian dibandingkan dengan membuat komposisi bidang. Bentuk telah memiliki volume sehingga untuk membuat kesan gambar bervolume dibutuhkan adanya penerapan warna atau arsiran sehingga bentuk yang muncul tidak terkesan datar semata
e. Ruang
Dalam karya dua dimensi, ruang hanyalah sebuah ilusi atau kesan. Beda dengan karya tiga dimensi keadaan ruang adalah nyata. Ruang menyangkut keberadaan suatu objek. Sebuah objek misalnya titik pada sebidang kertas dapat dikatakan bahwa titik tersebut menempati ruang datar. Ruang dapat dibedakan menjadi ruang posisitf dan ruang negatif. Ruang positif merupakan area yang dapat ditempati suatu objek, sedang ruang negatif merupakan suatu area yang tercipta karena ada objek yang membatasinya
.
Gambar 23. Ruang Positif – Negatif
Membuat komposisi ruang berarti tidak sekedar memunculkan adanya susunan ruang, namun untuk menegaskan bahwa adanya sebuah ruang diperlukan kehadiran suatu objek yang menempati ruangan tersebut.
Seni Budaya Seni Rupa SMP KK A
Dalam karya seni rupa dua dimensi ruang bersifat maya. Ruang dalam karya seni dua dimensi diciptakan oleh permainan warna maupun bentuk sehingga memunculkan ebuah kesan.
Gambar 24. Komposisi Ruang Positif
Kegiatan Pembelajaran 2
f. Warna
Warna merupakan kesan yang ditimbulkan oleh cahaya. Sistem yang paling sederhana untuk mengetahui hubungan warna-warna adalah susunan warna dalam bentuk lingkaran warna. Banyak teori tentang warna, diantaranya menurut Teori Sir Isaac Newton bahwa warna adalah suatu kesan yang ditimbulkan oleh cahaya terhadap mata, terjadinya warna karena getaran cahaya putih. Sedangkan menurut Herbert Ivens, dengan teori lingkaran warnanya, membagi warna menjadi warna primer (merah, kuning, dan biru), warna sekunder (hijau, oranye, dan violet), serta warna tertier (percampuran warna primer dan sekender).
Warna Primer merupakan warna pokok yang tidak dapat dihasilkan melalui percampuran dua warna atau lebih, sedangkan warna sekunder merupakan hasil percampuran daru dua warna primer. Sedangkan warna tertier merupakan percampuran satu warna sekunder dengansatu warna primer.Pada gambar lingkaran warna di atas tampak ada 3 warna primer, 3 warna sekunder, dan 6 warna tertier. Warna menurut teori ilmu bahan adalah pigmen yang dihasilkan dari percampuran bahan alam dengan zat kimia.
Warna juga dapat didefinisikan secara obyektif/fisik sebagai sifat cahaya yang dipancarkan, atau secara subyektif/psikologis merupakan bagian dari pengalaman indera pengelihatan. Secara obyektif atau fisik, warna dapat diberikan oleh panjang gelombang. Dilihat dari panjang gelombang, cahaya yang tampak oleh mata merupakan salah satu bentuk pancaran energi yang merupakan bagian yang sempit dari gelombang elektromagnetik.
Cahaya yang dapat ditangkap indera manusia mempunyai panjang gelombang 380 sampai 780 nanometer. Cahaya antara dua jarak nanometer tersebut dapat diurai melalui prisma kaca menjadi warna-warna pelangi yang disebut spektrum atau warna-warna cahaya, mulai berkas cahaya warna ungu, violet, biru, hijau, kuning, jingga, hingga merah. Di
Seni Budaya Seni Rupa SMP KK A
luar cahaya ungu/violet terdapat gelombang-gelombang ultraviolet, sinar X, sinar gamma, dan sinar cosmic. Di luar cahaya merah terdapat gelombang / sinar inframerah, gelombang Hertz, gelombang Radio pendek, dan gelombang radio panjang, yang banyak digunakan untuk pemancaran radio dan televisi.
Proses terlihatnya warna adalah dikarenakan adanya cahaya yang menimpa suatu benda, dan benda tersebut memantulkan cahaya ke mata (retina) kita hingga terlihatlah warna. Benda berwarna merah karena sifat pigmen benda tersebut memantulkan warna merah dan menyerap warna lainnya. Benda berwarna hitam karena sifat pigmen benda tersebut menyerap semua warna pelangi. Sebaliknya suatu benda berwarna putih karena sifat pigmen benda tersebut memantulkan semua warna pelangi. Sebagai bagian dari elemen tata rupa, warna memegang peran sebagai sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau tujuan dari sebuah karya desain.
Dalam perencanaan corporate identity, warna mempunyai fungsi untuk memperkuat aspek identitas. Lebih lanjut dikatakan oleh Henry Dreyfuss , bahwa warna digunakan dalam simbol-simbol grafis untuk mempertegas maksud dari simbol-simbol tersebut . Sebagai contoh adalah penggunaan warna merah pada segitiga pengaman, warna-warna yang digunakan untuk traffic light merah untuk berhenti, kuning untuk bersiap-siap dan hijau untuk jalan. Dari contoh tersebut ternyata pengaruh warna mampu memberikan impresi yang cepat dan kuat.
Kemampuan warna menciptakan impresi, mampu menimbulkan efek-efek tertentu. Secara psikologis diuraikan oleh J. Linschoten dan Mansyur tentang warna bahwa warna-warna itu bukanlah suatu gejala yang hanya dapat diamati saja, warna itu mempengaruhi kelakuan, memegang peranan penting dalam penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya kita akan bermacam-macam benda. Dari pemahaman di atas dapat dijelaskan bahwa warna selain dapat dilihat dengan mata ternyata
Kegiatan Pembelajaran 2
mampu mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda.
1) Dimensi warna
Hue, adalah suatu istilah untuk menunjukkan nama warna, misalnya merah, kuning, biru, hijau dan sebagainya, warna merah berbeda dengan warna kuning karena keduanya berbeda huenya, warna hijau berbeda dengan warna biru karena keduanya memiliki hue yang berbeda, begitu juga dengan warna-warna yang lain.
Value, adalah istilah untuk menunjukkan terang gelapnya warna. Suatu warna apabila ditambah dengan warna putih akan menjadi lebih terang dari warna aslinya, sedangkan untuk mendapatkan warna yang lebih gelap dari warna aslinya dapat ditambahkan dengan sedikit warna hitam. Apabila sebuah warna ditambah secara berangsur-angsur dengan warna putih maka akan terjadi beberapa tingkatan warna yang mengarah ke warna terang, yang sering disebut dengan istilah ‘Tint’, namun bila suatu warna ditambah secara berangsur-angsur dengan sedikit warna hitam, maka akan terjadi beberapa tingkatan warna yang mengarah ke gelap yang sering disebut dengan istilah ‘Shade’.
Intensity, adalah suatu istilah untuk menyebut cerah suramnya warna. Warna yang Cerah memiliki intensitas yang tinggi, sedangkan warna yang suram memiliki intensitas yang rendah. Hitam, putih dan abu-abu adalah warna-warna yang tidak memiliki intensitas hue, maka warna-warna ini berperan sebagai warna yang netral, sehingga sering dipakai untuk menetralisasi sebuah komposisi warna yang terdiri banyak warna.
2) Jenis-jenis Warna
a) Warna primer
Adalah warna pokok, yang berarti suatu warna yang tidak dapat dihasilkan dari percampuran warna lain. Yang termasuk dalam warna pokok adalah merah, kuning, dan biru. Warna primer menurut teori warna pigmen dari Brewster adalah warna-warna dasar.
Warna-Seni Budaya Warna-Seni Rupa SMP KK A
warna lain dibentuk dari kombinasi warna-warna primer. Pada awalnya, manusia mengira bahwa warna primer tersusun atas warna Merah, Kuning, dan Hijau. Namun dalam penelitian lebih lanjut, dikatakan ada tiga warna primer yaitu:
Ketiga warna ini kemudian dikenal sebagai warna pigmen primer yang dipakai dalam dunia seni rupa. Campuran dua warna primer menghasilkan warna sekunder. Campuran warna sekunder dengan warna primer menghasilkan warna tertier.
Membuat komposisi warna dibutuhkan kejelian dalam memilih dan mencampur warna. Untuk latihan ini dapat menggunakan bahan cat air atau bisa juga dengan menggunakan potongan kertas berwarna. Pemakaian kertas warna dapat dilakukan apabila latihan sekedar mengkomposisi warna, namun apabila hendak melatih kepekaan dalam mencampur warna maka sebaiknya menggunakan bahan cat air atau cat poster. Untuk membuat komposisi warna maka dibutuhkan gambar bidang-bidang yang nantinya akan kita isi dengan warna yang kita kehendaki.
Kegiatan Pembelajaran 2
Gambar 26. Komposisi Warna Primer
b) Warna Sekunder
Percampuran dua warna primer menghasilkan warna lain yang disebut dengan warna sekunder. Warna sekunder yang standar didapatkan dari hasil percampuran dua warna primer dengan proporsi yang seimbang. Warna merah dicampur dengan warna biru akan menghasilkan warna violet. Warna merah dicampur dengan warna kuning menghasilkan warna oranye. Warna biru dicampur dengan warna kuning menghasilkan warna hijau. Jadi yang termasuk dalam warna sekunder adalah violet, oranye, dan hijau.
Seni Budaya Seni Rupa SMP KK A
Gambar 27. Komposisi Warna Sekunder
c) Warna Tertier
Percampuran antara satu warna sekunder dengan salah satu warna primer pembentuk warna tersebut menghasilkan percampuran warna yang disebut dengan warna Tertier. Contohnya adalah violet (dibentuk oleh warna biru dengan merah) jika dicampur dengan salah satu dari warna biru atau merah maka akan menghasilkan warna tertier. Violet dicampur dengan merah akan menghasilkan violet kemerahan, violet dicampur dengan warna biru akan menghasilkan violet kebiruan.
Termasuk dalam kelompok warna tertier adalah: hijau kekuningan, hijau kebiruan, oranye kemerahan, oranye kekuningan, violet kebiruan, dan violet kemerahan. Warna tertier hijau kekuningan dihasilkan dari percampuran warna hijau dengan warna kuning.
Kegiatan Pembelajaran 2
percampuran warna oranye dengan warna merah. Warna tertier oranye kekuningan merupakan percampuran warna oranye dengan kuning. Warna tertier violet kemerahan merupakan percampuran warna violet dengan warna merah. Warna violet kebiruan merupakan percampuran warna violet dengan warna biru.
3) Sifat Warna
Sifat warna merupakan kesan yang ditimbulkan oleh warna. Berdasarkan kesan tersebut terdapat dua sifat warna yakni warna panas dan warna dingin. Warna panas merupakan kelompok warna yang apabila dilihat dengan mata memiliki kesan panas. Termasuk dalam kelompok warna panas adalah merah, kuning, oranye, oranye kemerahan, oranye kekuningan, violet, violet kemerahan, dan hijau kekuningan. Warna dingin merupakan sekelompok warna yang apabila dilihat dengan mata menimbulkan kesan dingin. Termasuk dalam kelompok warna dingin adalah biru, hijau, hijau kebiruan, dan violet kebiruan.
Seni Budaya Seni Rupa SMP KK A
Gambar 28. Komposisi Warna Tertier
4) Warna Tint dan Shade
Warna tint merupakan hasil percampuran sembarang warna dengan warna putih. Pemberian warna putih akan mengakibatkan warna asli memudar (berkurang), sedangkan warna shade merupakan