• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kupu –Kupu Merah

Dalam dokumen REFERENSI TEBING TINGGI DELI (Halaman 52-54)

PADA suatu hari, di sebuah desa hiduplah penyihir yang baik hati yang biasa dipang- gil oleh penduduk desa bernama “ Bunda Iccha “. Ia sering me- nolong sesama di desa tersebut, misalnya, Bunda Iccha menolong Pak Surya dalam membangun kandang lembunya. Ia menyihir batu bata dan semen yang digu- nakan dalam membuat kandang lembu menjadi bergerak sendiri. Kandang lembunya pun selesai dalam waktu beberapa jam saja dan tanpa menguras tenaga.

Bunda Iccha memilik seorang puteri yang bernama Sisi, karena Sisi adalah anak Bunda Iccha dan Bunda Iccha ada- lah penyihir dan penyihir pasti mempunyai kekuatan sihir maka anaknya juga demikian dan bunda pun selalu berpesan “ ingat wahai anakku Sisi, kekuatan sihir tidak boleh digunakan untuk melakukan

hal yang tidak baik dan menyu- sahkan orang lain !”

Tetapi selalu saja Sisi tidak pernah mau mendengarkan bundanya itu, Sisi selalu meng- gunakan sihirnya untuk mengerjai orang lain. Misalnya,ia selalu mengganggu Pak Dodi, pada saat hujan, Sisi sengaja menyihir atap genteng pak Dodi menjadi bocor dan akhirnya Pak Dodi basah kuyub karena kehujanan dan Sisi bukan meminta maaf ia malah tertawa terbahak-bahak melihat muka pak Dodi yang kedinginan itu.

Sisi juga pernah meng- isengi Pak Udin. Ia buat beranta- kan kembali sampah yang telah dikumpulkan oleh Pak Udin. Pak Udin pun kebingungan padahal ia sudah bekerja keras membersih- kan rumahnya itu, sedangkan Sisi hanya terkikik saja.

Pada saat Sisi sedang berjalan – jalan, ia mengamati rumah Nenek Kemijem. Tak lama kemudian, Nenek Kemijem pun keluar dan duduk di kursi halaman depan rumah. Sisi sedang mencari akal untuk mengisengi Nenek Kemijem. Akhirnya ia pun men- dapat ide. Tak lama setelah Sisi mendapatkan ide, Nenek Kemijem masuk ke dalam rumah. Kemu- dian, Nenek Kemijem kembali duduk di kusi sambil membawa si Cat, nama kucing peliharaan Nenek Kemijem. Sewaktu Nenek Kemijem ingin duduk, Sisi me- mindahkan kursi tersebut yang menyebabkan Nenek Kemijem jatuh dan membuat pinggangnya encok berat serta juga membuat si Cat terkejut dan melarikan diri. Hal itulah yang membuat si Cat trauma.

Lalu, datanglah Pak Dodi, Pak Udin serta orang-orang yang telah diusili meminta to- long kepada Bunda Iccha supaya mengembalikan keadaan semula. Baru tahulah, Bunda Iccha kalau itu semua adalah perbuatan Sisi. Bunda Iccha kemudian segera me- nyihir sana-sini untuk mengem- balikan keadaan menjadi semula. Tak lupa Bunda Iccha minta maaf atas ulah puterinya.

Sementara itu, Sisi hanya men- ganggap perbuatannya lucu. Ia pun pulang ke rumah dan mencer- itakan kepada Bundanya sambil tertawa terkikik.

“ Hihihihi, wajah Pak Udin kebingungan yang terli- hat lucu saat sampah yang telah dikumpulkannya berserakan kembali padahal tak ada angin. lalu Pak Dodi dan hampir seluruh barangnya kebasahan serta istri dan anaknya kebingungan, dan satu lagi bun, ini yang paling lucu aku membuat nek Kemijem encok berat dan si Cat dia sampai trauma Hihihi...”

Bunda Iccha mengge- lengkan kepala. Sudah waktunya, kali ini ia akan memberikan Sisi hukuman. Sebab Sisi tidak beru- bah walapun sudah ditegur dan diperingati.

“ Sisi, Bunda selalu sabar menunggu agar Sisi tidak usil lagi. Namun, kali ini Sisi sudah keter- laluan. Sisi akan Bunda hukum !” Bunda Iccha kemudian mengu- capkan mantranya. Abrakadabra “BLASH!”Seketika itu, Sisi beru- bah menjadi kupu-kupu berwarna merah dan bersayap pelangi.

“Selama Sisi menjadi kupu-kupu, Sisi dapat mengerti bahasa manusia. Tapi, kamu tidak bisa berbicara dengan manusia. Kamu juga tidak bisa mengguna- kan kekuatan sihirmu kembali ka- rena tongkat sihirmu telah Bunda simpan. Kalau kamu mau minta maaf dan berjanji untuk tidak usil lagi, Bunda akan mengembalikan- mu ke wujud semula,” kata Bunda Iccha

Sisi yang menjelma men- jadi Kupu-kupu merah itu terbang mengitari serta mengelilingi Bunda Iccha seolah-olah seperti ingin protes. Ia lalu terbang men-

jauh dari Bunda Iccha. Lewat bola kristalnya, kupu-kupu merah itu terbang ke arah hutan dekat desa. “Huhh... Bunda jahat! Tapi, aku kan, anak satu-satunya. Sebentar lagi mungkin Bunda mencariku,” gumam Sisi di hatinya. Ia pun bermain-main di hutan. Karena keasyikan, Sisi pun ketiduran di sekuntum bunga melati.

“Hello, kamu siapa?” tiba-tiba sebuah suara membangunkan Sisi. “Namaku Maya. Kamu pendatang baru, ya? Aku sepertinya tidak mengenalmu,” kata kupu-kupu ungu.

“Aku Sisi. Aku memang baru disini,” jawab Sisi tenang. “Oke, kalau begitu, mari kita berteman, ya” seru Maya dengan semangat.

“Baiklah,” jawab Sisi dengan gembira. Agar dia tidak kesepian dan ketakutan lagi di dalam hutan serta menambah temannya.

Waktu terus berputar, hari ber- ganti hari, Maya selalu menemani Sisi dimanapun. Maya mengajari Sisi mencari makanan seperti madu dari bunga-bunga di hutan. Namun, terbesit hati Sisi tentang Bundanya. Ia pun menjadi rindu. Karena itu, Sisi pun menceritakan kepada Maya bahwa ia sebe- narnya adalah putri penyihir yang dihukum.

“Hah? Jadi sebenarnya kamu ini manusia?” Maya terkejut. Sisi mengangguk lesu.

“Aku rindu dan kangen ke- pada Bundaku. Tapi, sepertinya ia tak sayang lagi kepadaku. Sebab, dia tidak mencariku,” keluh Sisi. “Jangan berkata seperti itu. Aku yakin justru bundamulah yang sangat sayang padamu. Ia ingin

kamu menjadi orang yang berguna di masyarakat, bukan dibenci disana-sini. Temuilah bundamu, kemudian minta maaf dan ber- janjilah untuk tidak nakal lagi,” nasihat Maya.

Sisi mengangguk. Ia pun segera terbang menuju bundamu. Akhirnya, ia pun sampai di ru- mahnya. Ia hinggap di hidungnya Bunda Iccha serta meneteskan air mata. Kemudian, diletakkanlah Sisi di lantai. Bunda Iccha men- gucapkan sedikit mantra, Sisi pun kembali menjadi wujudnya semula.

“Maafkan Sisi, Bun! Sisi berjanji enggak akan usil dan na- kal lagi,” kata Sisi dengan penuh harapan. Sambil memeluk Bunda Iccha.

Setelah melepas rindu dengan bundanya, Sisi kemudian pun keluar dan meminta maaf pada warga desa yang telah diusilnya dulu. Sejak saat itu, Sisi tidak per- nah usil lagi, justru ia menolong sesamanya yang membutuhkan. Suatu hari Sisi teringat dengan Maya si Kupu-kupu ungu. Lalu, ia pergi ke hutan mencari Maya untuk berterima kasih atas nasihat yang telah disampaikan Maya. Namun ia tidak dapat menemu- kannya. Sisi tidak pernah tahu bahwa Maya itu sebenarnya ada- lah Bunda Iccha yang menjelma menjadi kupu-kupu berwarna ungu. Selama ini, Bunda Iccha tetap mengawasi dan menjaga Sisi di hutan. Siapa bilang Bunda Iccha tidak sayang terhadap Sisi? Kasih ibu terhadap anaknya, memang tak terhingga sepanjang masa.

Profil

Saya sekarang ini berusia 11 tahun dan menempuh pendidikan sekolah dasar (SD) 163080 Kota Tebing Tinggi biasanya sekolah saya ini sering di sebut masyarakat sebagai SD 1 atau tervaporit di Kota Tebing Tinggi.

Di kampung saya beberapa sarana olah raga dan budaya di siapkan untuk kalangan anak – anak diantaranya Badminton, tenis meja, volly serta tari. Sejak usia 5 tahun saya berserta kakak sudah di ajarkan oleh orang tua untuk berolah raga, setiap hari saya melakoni latihan – latihan yang di siapkan oleh pelatih terkadang saya juga merasa lelah akan hal itu tapi, hari berlalu saya merasa bahwa olah raga sangat menyenangkan dan menjanjikan untuk masa depan.

Dengan kerja keras dan latihan serta doa beberapa perestasi sudah saya dapatkan dalam usia muda saya sangat bersyukur untuk itu semua. Di Kota Tebing Tinggi Dan Provinsi Sumatera Utara saya sudah bergelut untuk mendapatkan penghar-

gaan diantaranya : kejuaran cabang PBSI Kota Tebing Tinggi Tahun 2013,juara I BBC Junior CUP 2015, juara I O2SN tingkat SD Kota Tebing Tinggi, juara III Kejurcab PBSI Kota Tebing Tinggi Tahun 2015, Piagam Penghargaan O2SN dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2015, Piagam Peng- hargaan OSN IPA dari Pemerintah Provinsi Sumat- era Utara tahun 2016, juara I OSN (Olimpiade Sains Nasional) IPA (Ilmu Pengetahuan Alam ) Tahun 2016, dan pada tahun 2016 saya juga kembali se- bagai juara I Lomba Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional Tingkat SD Kota Tebing Tinggi Cabang Bulu Tangkis.

Terima kasih untuk kedua orang tua saya yang membing saya meraih prestasi sampai sekarang ini, terima kasih kepada kepala sekolah SD 193080 yang memberikan saya kepercayaan, guru, pelatih, serta teman – teman yang mendukung.

Dalam dokumen REFERENSI TEBING TINGGI DELI (Halaman 52-54)

Dokumen terkait