• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

2.2 Pengembangan Kurikulum PAUD

2.2.3 Kurikulum PAUD

Kurikulum PAUD adalah suatu program pendidikan yang ditujukan kepada anak usia dini yang disesuaikan dengan tumbuh kembang dan karakteristik anak. Selama ini yang menjadi rujukan kurrikulum TK/RA dan KB/TPA sebagian besar mengacu pada kurrikulum 2004 Standar Kompetensi TK/RA, Menu Pembelajaran Generik, Pedoman Pengembangan Silabus untuk TK/RA, Pedoman Pembelajaran untuk TK/RA, Pedoman Penilaian, dan Peraturan Menteri No. 58 tahun 2009. Ruang lingkup Kurikulum TK, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 58 Tahun 2009 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini meliputi aspek perkembangan berikut dan pengembangannya: a. Bidang pengembangan: Bidang Pengembangan Pembiasaan dan Bidang

Pengembangan Kemampuan dasar (berbahasa, kognitif, dan fisik/motorik) b. Muatan lokal: berisi tentang jenis, Strategi Pemilihan dan pelaksanaan

Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah.

c. Pengembangan diri: memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, minat peserta didik, dan kondisi sekolah. Kegiatan yang mendukung dalam pengembangan diri dapat dilaksanakan dalam bentuk bimbingan konseling (kehidupan pribadi, sosial, kesulitan belajar, karir), ekstra kurikuler, pengembangan kreativitas, dan kepribadian siswa.

d. Pengaturan beban belajar: berisi tentang jumlah beban belajar pada tiap bidang pengembangan, mingguan, semesteran, dan per tahun pelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap bidang pengembangan pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan, tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap.

e. Pengelompokan anak didik. Kriteria pengelompokan disesuaikan dengan usia perkembangan anak didik, yaitu usia 4-5 tahun masuk dalam kelompok A, usia 5-6 tahun masuk dalam kelompok B.

f. Perpindahan kelompok. Perpindahan kelompok dilaksanakan pada setiap akhir tahun pembelajaran dan apabila anak sudah cukup umur (kelompok A ke kelompok B, kelompok B ke Sekolah Dasar)

g. Pendidikan kecakapan hidup, yaitu kompetensi yang berisi pendidikan kecakapan hidup yang diintegrasikan ke bidang pengembangan yang ada, seperti mandi sendiri, makan sendiri, gosok gigi sendiri, BAB sendiri, dan memakai pakaian sendiri.

h. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global, yaitu kompetensi yang merupakan keunggulan lokal dan daya saing global yang mana materi yang disediakan tidak bisa masuk ke bidang pengembangan yang ada. Misal bahasa Inggris, bahasa Arab, dan komputer.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 58 tahun 2009 adalah pembaharu dari kurikulum PAUD yang sudah ada. Pada pelaksanaannya setiap sekolah diberi wewenang untuk memilih pedoman kurrikulum yang sesuai dengan

tujuan lembaga. Berikut ini penulis paparkan secara lebih rinci tentang jenis kurikulum yang sering digunakan di lembaga PAUD:

a. Kurikulum nasional

Kurikulum nasional merupakan kurikulum yang disusun berdasarkan kajian dan konvensi yang dilakukan pemerintah melalui pusat kurikulum dan departemen pendidikan nasional bersama kalangan praktisi, asosiasi profesi (khususnya ikatan guru PAUD), dan kalangan akademisi yang membidangi kajiana anak usia dini, serta hasil kajian (kurikulum) diberlakukan secara massal untuk dijadikan acuan atau panduan dalam penyelenggaraan dan pembinaan tingkat daerah maupun nasional.

b. Program kegiatan belajar (PKB) TK 1994 (Kurikulum 1994)

1) Landasan, program dan rambu-rambu pengembangan (landasan, isi program, prinsip, rambu-rambu pengembangan)

2) Garis-garis besar program kegiatan belajar (GPPKB) TK merupakan penjabaran dari program: pengembangan bahasa, daya pikir, keterampilan, jasmani dan perilaku

3) Agar lebih bermakna KBM dilakukan melalui pembahasan “Tema”.

4) Tujuan tema: menyatukan isi program dalam satu kesatuan yang lebih berarti, memperkaya perbendaharaan kata anak, menambah pengetahuan anak tehadap hal-hal tertentu.

5) Alokasi waktu: disesuaikan dengan banyak sedikitnya bahan yang ada di lingkungan. Perubahan tema juga masih dimungkinkan dengan mempertimbangkan situasi lingkungan setempat, minggu-minggu efektif

masing-masing caturwulan, waktu untuk masing-masing tema yang dipindah, pemindahan kemampuan yang diharapkan dicapai dari tema. 6) Pedoman kegiatan belajar mengajar (dalam penyusunan SKH dan SKM)

yang terdiri dari (a) pembukaan: do’a dan salam, Tanya jawab, pengorganisasian kelas secara klasikal, (b) kegiatan inti: mengaktifkan perhatian kemampuan dan sosio emosional anak melalui bermain, (c) istirahat/makan: bermain bebasa, (d) kegiatan penutup: diisi dengan kegiatan yang menenangkan anak (membaca cerita, tanya jawab, dll) 7) Pedoman evaluasi (tujuan, prinsip dan prosedur evaluasi)

8) Pedoman administrasi (bidang, proses, dan bentuk kegiatan serta pelaporan)

9) Pedoman bimbingan (tujuan, fungsi, prinsip dan bentuk pelayanan bimbingan)

10)Pedoman sarana (petunjuk tentang jenis dan penataan sarana dan prasarana)

c. KBK 2004

1) Kurikulum dan hasil belajar (perencanaan, pengembangan kompetensi, hasil belajar dan indikator).

2) Penilaian berbasis kelas (berkelanjutan, konsisten, dan akurat)

3) KBM (gagasan pengelolaan pembelajaran agar bermakna dan menyenangkan)

d. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006

1) Tujuan pendidikan disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan (Visi, Misi dan Tujuan Sekolah)

2) Program tahunan dan Program semester merupakan program pembelajaran yang berisi jaringan tema, bidang pngembangan, tingkat pencapaian perkembangan, capaian perkembangan dan indikator yang disusun secara urut dan sistimatis dan alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap jaringan tema dan sebarannya kedalam semester 1 dan semester 2.

3) Rencana Kegiatan Mingguan (RKM) merupakan penjabaran dari perencanaan semester yang berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai indikator yang telah direncanakan dalam 1 minggu sesuai keluasan pembahasan tema dan sub tema. RKM dapat disusun sesuai dengan model pembelajaran yang dipakai: model kelompok dengan sudut pengaman, model sudut, model area dan model BCCT (sentra).

4) Rencana Kerja Harian (RKH) merupakan penjabaran dari RKM . RKH memuat kegiatan pembelajaran dalam 1 hari. RKH terdiri dari kegiatan pembukaan (awal), Kegiatan inti, istirahat, dan kegiatan akhir (penutup). e. Kurikulum nasional plus atau kurikulum integrasi

Kurikulum nasional plus merupakan kurikulum nasional yang dipadukan dengan berbagai panduan isi dan proses dari lembaga penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, contohnya adalah kurikulum yang biasa diterapkan di lembaga PAUD yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan islam.

f. Kurikulum mandiri atau kurikulum berciri khas

Kurikulum mandiri merupakan kurikulum yang dibuat dan dikembangkan oleh penyelenggaran PAUD sendiri terlepas dari panduan yang disusun pemerintah. Kurikulum yang dipergunakan ada yang murni dikembangkan berdasarkan visi, misi, dan tujuan pendidikan dari lembaga penyelenggara dan ada juga yang mengacu atau membeli dari lembaga-lembaga penyelenggara PAUD negara maju.

Di dalam mengembangkan kurikulum PAUD, terdapat berbagai komponen yang perlu diperhatikan. Beberapa komponen tersebut dalam kerangka dasar kurikulum PAUD Depdiknas (2007) antara lain:

a. Anak

Sasaran layanan pendidikan Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun. Pengelompokan anak didasarkan pada usia sebagai berikut: (1) Kelompok Bermain usia 3-4 tahun, (2) TK-A usia 4-5 tahun, dan (3) TK-B usia 5-6 tahun.

b. Guru

Kompetensi guru anak usia dini memiliki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya Diploma Empat (D-IV) atau Sarjana (S1) di bidang pendidikan anak usia dini, kependidikan lain, atau psikologi, dan memiliki sertifikasi profesi guru PAUD atau minimal telah mendapat pelatihan pendidikan anak usia dini. Adapun rasio guru dan anak adalah (1) Usia 0-1 tahun rasio 1:3 anak, (2) Usai 1-3 tahun rasio 1:6 anak, (3) Usia 3-4 tahun rasio 1:8 anak, dan (4) Usia 4-6 tahun rasio 1:10 /12 anak.

c. Pembelajaran

Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan bermain yang dipersiapkan oleh guru dengan menyiapkan materi, dan proses belajar. Materi belajar bagi anak usia dini dibagi dalam 2 kelompok usia. Materi usia 0-3 tahun, dan usia 3 sampai 6 tahun. Berikut ini adalah paparan materi sesuai dengan kelompok usianya:

1) Materi Usia lahir sampai 3 tahun meliputi:

a) Pengenalan diri sendiri (Perkembangan konsep diri) b) Pengenalan perasaan (Perkembangan emosi)

c) Pengenalan tentang Orang lain (Perkembangan Sosial) d) Pengenalan berbagai gerak (perkembangan Fisik) e) Mengembangkan komunikasi (Perkembangan bahasa) f) Ketrampilan berfikir (Perkembangan kognitif)

2) Materi untuk anak usia 3-6 tahun meliputi :

a) Keaksaraan mencakup peningkatan kosa kata dan bahasa, kesadaran phonologi, wawasan pengetahuan, percakapan, memahami buku-buku, dan teks lainnya.

b) Konsep Matematika mencakup pengenalan angka-angka, pola-pola dan hubungan, geometri dan kesadaran ruang, pengukuran, pengumpulan data, pengorganisasian, dan mempresentasikannya.

c) Pengetahuan Alam lebih menekankan pada objek fisik, kehidupan, bumi dan lingkungan.

d) Pengetahuan Sosial mencakup hidup orang banyak, bekerja, berinteraksi dengan yang lain, membentuk, dan dibentuk oleh lingkungan.

Komponen ini membahas karakteristik tempat hidup manusia, dan hubungannya antara tempat yang satu dengan yang lain, juga hubungannya dengan orang banyak. Anak-anak mempelajari tentang dunia dan pemetaannya, misalnya dalam rumah ada ruang tamu, ruang tidur, kamar mandi, dapur, ruang keluarga, ruang belajar, di luar rumah ada taman, garasi, dll. Setiap rumah memiliki tetangga dalam jarak dekat atau jauh.

e) Seni mencakup menari, musik, bermain peran, menggambar dan melukis. Menari merupakan mengekspresikan ide ke dalam gerakan tubuh dengan mendengarkan musik, dan menyampaikan perasaan. Musik adalah mengkombinasikan instrumen untuk menciptakan melodi dan suara yang menyenagkan. Drama adalah mengungkapkan cerita melalui aksi, dialog, atau keduanya. Seni juga mencakup melukis, menggambar, mengoleksi sesuatu, modeling, membentuk dengan tanah liat atau materi lain, menyusun bangunan, membuat boneka, mencap dengan stempel, dll.

f) Teknologi mencakup alat-alat dan penggunaan operasi dasar. Kesadaran Teknologi. Komponen ini membahas tentang alat-alat teknologi yang digunakan anak-anak di rumah, di sekolah, dan pekerjaan keluarga. Anak-anak dapat mengenal nama-nama alat dan mesin yang digunakan oleh manusia sehari-hari.

g) Ketrampilan Proses mencakup pengamatan dan eksplorasi, eksperimen, pemecahan masalah, dan koneksi, pengorganisasian, komunikasi, dan

informasi yang mewakili. Proses pembelajaran anak usia dini dilakukan melalui sentra atau area main. Sentra atau area tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dari masing-masing satuan Pendidikan. d. Penilaian (Assesmen)

Assesmen adalah proses pengumpulan data dan dokumentasi belajar dan perkembangan anak. Assesmen dilakukan melalui : observasi, konfrensi dengan para guru, survei, wawancara dengan orang tua, hasil kerja anak, dan unjuk kerja. Keseluruhan penilaian /assesmen dapat di buat dalam bentuk portofolio.

e. Pengelolaan Pembelajaran

Pengelolaan Pembelajaran meliputi keterlibatan anak dan layanan program. Layanan program merupakan waktu yang disediakan lembaga untuk mengadakan kegiatan pembelajaran di sekolah.

f. Melibatkan Peranserta masyarakat

Pelaksanaan pendidikan anak usia dini hendaknya dapat melibatkan seluruh komponen masyarakat. Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini dapat dilakukan oleh swasta dan pemerintah, yayasan maupun perorangan.

2.2.4 Pengembangan Kurikulum PAUD

Pemerintah telah memberikan hak otonomi kepada sekolah untuk mengembangkan lembaganya sesuai dengan tujuan dan visi misi sekolah. Dengan adanya hak otonomi tersebut, guru atau IGTK dapat mengembangkan kurikulum sendiri. Slamet (2003: 154) mengungkapkan bahwa dalam pengembangan kurikulum hendaknya tetap mengikuti arahan.

Bredekamp dan Rosegrant dalam Suyanto (2003: 155), menyarankan agar pengembangan kurikulum untuk PAUD mengikut pola sebagai berikut:

a. Berdasarkan keilmuan PAUD

Kurikulum PAUD didasarkan atas ilmu terkini dari PAUD dan hasil-hasil tentang belajar dan pembelajaran.

b. Mengembangkan anak secara menyeluruh

Tujuan kurikuler hendaknya ditujukan untuk mengembangkan anak secara menyeluruh (the whole child), meliputi aspek fisik-motorik, sosial, moral, emosional, dan kognitif.

c. Relevan, menarik, dan menantang

Isi kurikulum hendaknya relevan, menarik, dan menantang anak untuk melakukan eksplorasi, memecahkan masalah, mencoba, dan berpikir.

d. Mempertimbangkan kebutuhan anak

Perencanaan kurikulum hendaknya mempertimbangkan kebutuhan anak, perkembangan anak, kebutuhan masyarakat, dan ideologi bangsa secara nasional.

e. Mengembangkan kecerdasan

Kurikulum hendaknya mengembangkan kemampuan anak dalam berpikir, menalar, mengambil keputusan, dan memecahkan masalah.

f. Menyenangkan

Kurikulum hendaknya disesuaikan dengan kondisi psikologis anak, sehingga anak merasa bisa, senang, rileks, dan nyaman belajar di TK.

g. Fleksibel

Kurikulum bersifat fleksibel, baik tentang isi maupun waktu agar dapat disesuaikan dengan perkembangan, minat, dan kebutuhan setiap anak

h. Unified dan intergrated

Kurikulum untuk TK bersifat Unified dan intergrated artinya tidak mengajarkan bidang studi sendiri-sendiri atau secara terpisah, tetapi secara terpadu dan terintegrasi melalui tematik unit.

Pada tiap jenjang sekolah tentu memiliki cara yang berbeda dalam mengembangkan kurikulum. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan karakteristik dan tugas perkembangan peserta didik yang harus dicapai. Dalam pengembangan kurikulum ini dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa pendekatan. Menurut Suyadi (2011: 97) berdasarkan pengembangan teori dari tokoh-tokoh pendidikan, sedikitnya ada tiga pendekatan kurikulum yang dapat dilakukan di PAUD, antara lain:

a. Pendekatan pematangan

Pendekatan pertama dilakukan dengan model proses pematangan (maturational models). Pendekatan ini didasarkan pada teori yang dikembangkan oleh Gessel, Freud dan Erikson. Pandangan ini anak memiliki pola tingkah laku (tugas-tugas perkembangan). Perubahan perilaku terjadi akibat kematangan psikologis dan pengaruh lingkungan.

b. Pendekatan tingkah laku lingkungan

Pendekatan kedua dikenal dengan model tingkah laku-lingkungan yang didasarkan pada teori Skinner, Baer, Bijou dan Bandura. Menurut model

tersebut, anak-anak dilahirkan dengan suatu batu tulis kosong (blank slate), tingkah laku anak yang pasif dibentuk oleh kondisi lingkungan. Perubahan tingkah laku terjadi sebagai hasil dari penguatan peristiwa yang terencana dan yang tidak terencana.

c. Pendekatan model interaksi

Pendekatan ketiga dilakukan dengan menggunakan model interaksi yang didasarkan pada teori Piaget dan Vygotsky. Model ini beranggapan bahwa perkembangan anak merupakan hasil perpaduan antara heriditas dan pengaruh lingkungan. Perkembangan akan terjadi pada seseorang ketika orang melakukan pengorganisasian diri yang dicapai pada tahap optimal oleh peristiwa yang dieksperientasikan.

Dokumen terkait